Tentang Berak
Berak adalah merek streetwear dan pakaian independen asal Bandung, Jawa Barat, yang dikenal dengan nama provokatifnya, grafis yang tidak sopan, sikap kontra-budaya, serta keterkaitannya dengan skena musik punk/indie lokal. Saat ini, merek tersebut secara komersial lebih sering disajikan dengan nama Berak 9420. Toko daring resminya beroperasi di berak.id.1
Catatan mengenai nama: Dalam bahasa Indonesia, berak merupakan kata kasar atau kolokial yang merujuk pada aktivitas buang air besar atau kotoran manusia/hewan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengonfirmasi makna-makna tersebut.2
Infobox
| Bidang | Informasi |
|---|---|
| Nama | Berak / Berak 9420 |
| Industri | Fesyen / Pakaian / Streetwear |
| Asal | Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Pendiri | Lisdianto Tri Herliono Atmojo, kerap dikaitkan dengan nama Brez |
| Akar | Skena musik indie/punk Bandung |
| Asosiasi awal | Billfold |
| Berdiri sebagai merek pakaian | Sekitar tahun 2012, meskipun beberapa sumber menyebut konsep pakaian awal muncul pada 2010–2011 |
| Gaya | Streetwear, punk, kontra-budaya, pakaian bergambar |
| Produk utama | Kaos, hoodie, jaket, celana, topi, tas, dan aksesori |
| Nama komersial saat ini | Berak 9420 |
| Situs web resmi | berak.id |
Sejarah
Kisah Berak sangat erat kaitannya dengan Billfold, sebuah band punk/pop-punk asal Bandung. Berdasarkan kajian akademis yang bersumber dari wawancara dengan pemilik Berak, kata tersebut pada awalnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai nama merek pakaian. Kata itu hanyalah julukan atau slogan bagi kru Billfold. Penggunaan kata kasar dalam bahasa Indonesia ini juga bertujuan untuk menyindir band-band lain yang gemar menggunakan nama dan slogan berbahasa Inggris hanya karena terdengar lebih keren.34
Ide tersebut akhirnya berkembang dari candaan internal menjadi wujud pakaian nyata. Gania, vokalis Billfold, pernah mengenakan kaos bertuliskan BERAK saat tampil di atas panggung. Kaos tersebut menarik perhatian penggemar, musisi, dan masyarakat luas di Bandung, sehingga banyak pihak meminta agar kaos itu diproduksi massal.34
Pada mulanya, kaos-kaos tersebut dikabarkan hanya dibagikan kepada teman-teman dekat dan belum diperlakukan sebagai produk komersial konvensional. Namun, permintaan yang terus meningkat mendorong Lisdianto untuk menjadikan Berak sebagai merek pakaian mandiri. Sumber akademis menempatkan transisi ini pada tahun 2012, dengan lonjakan permintaan terjadi sepanjang periode 2012–2013.34
Meskipun demikian, terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal pendirian yang pasti. Satu versi menyebutkan bahwa ide ini bermula pada tahun 2010, sementara versi lain menyatakan lini pakaiannya dimulai pada 2011 dan baru resmi menjadi merek pakaian pada 2012. Deskripsi yang paling akurat adalah bahwa Berak tumbuh dari skena musik Bandung sekitar tahun 2010–2012 dan mapan sebagai label pakaian sekitar tahun 2012.
Makna di balik nama “Berak”
Pemilihan nama ini merupakan bagian integral dari strategi merek.
Alih-alih memilih nama fesyen yang lazim, Berak menggunakan kata dalam bahasa Indonesia yang langsung dikenali, kasar, dan sulit diabaikan. Nilai kejutnya memberikan identitas kuat pada pakaian bahkan sebelum konsumen melihat desainnya.
Hal ini selaras dengan filosofi kontra-budaya yang diusung merek. Dalam sebuah wawancara yang termuat dalam kajian akademis, Lisdianto menjelaskan bahwa Berak diciptakan untuk menentang arus budaya utama (mainstream) pada masa itu, dengan mengambil inspirasi dari gerakan seperti punk, skinhead, dan hippie.34
Dengan demikian, nama tersebut berfungsi pada beberapa tingkatan:
- Humor: sengaja dibuat kekanak-kanakan, vulgar, dan absurd.
- Provokasi: dirancang untuk memancing reaksi orang.
- Identitas anti-mainstream: menolak pencitraan merek yang dipoles rapi atau konvensional.
- Identitas lokal: menggunakan kata bahasa Indonesia alih-alih nama fesyen bernuansa Inggris.
- Daya ingat: nama yang hampir mustahil untuk dilewatkan.
Sebuah publikasi streetwear Jepang juga menggambarkan Berak sebagai merek pakaian asal Bandung yang memadukan energi kacau dan gaya destruktif dengan identitas yang berani dan bebas.
Filosofi Desain
Identitas awal Berak dapat dipahami sebagai streetwear grafis yang dibangun di atas sikap irreverent (tidak hormat pada norma).
Penelitian akademis mengenai merek ini mendeskripsikan produk-produk awalnya sebagai merchandise independen khas Bandung yang menampilkan desain kaos berorientasi parodi; relatif sederhana namun canggih. Desain-desain tersebut berkaitan erat dengan budaya pemuda sehari-hari di Bandung dan memanfaatkan humor, bahasa gaul, serta pernyataan provokatif sebagai komentar sosial.5
Bukannya berupaya membuat pemakainya terlihat mewah atau elegan secara tradisional, daya tarik merek justru datang dari arah sebaliknya:
“Saya tahu ini konyol—dan justru karena itulah saya memakainya.”
Sikap tersebut menempatkan Berak dalam tradisi luas fesyen punk dan kontra-budaya, di mana pakaian bukan sekadar hiasan, melainkan sarana mengekspresikan perlawanan, humor, atau rasa kepemilikan.
Hubungan dengan Musik
Musik boleh dikatakan sebagai salah satu elemen terpenting dalam kisah asal-usul Berak.
Merek ini lahir dari lingkungan yang sama dengan Billfold dan komunitas musik independen Bandung. Sebelum Berak menjadi label komersial yang mandiri, kata tersebut sudah lebih dulu digunakan di lingkaran pertemanan band. Eksposur publik pertama yang signifikan terhadap nama ini terjadi ketika seorang musisi mengenakan kaos tersebut di atas panggung.34
Peristiwa ini memberikan sesuatu kepada Berak yang biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk dibangun oleh label fesyen baru: kisah asal-usul subkultur yang autentik.
Berak bukanlah perusahaan pakaian yang mencoba-coba membangun koneksi artifisial dengan budaya punk. Merek ini tumbuh secara organik dari komunitas musik dan bahasa internalnya sendiri.
Pemasaran dan Citra Visual
Berak juga menjadi sorotan berkat pendekatan pemasarannya yang tidak konvensional.
Riset mengenai iklan Instagram merek ini menggambarkan pendekatannya sebagai sesuatu yang sengaja dibuat provokatif dan selaras dengan posisi kontra-budayanya. Merek ini menggunakan citra visual, model, serta tema-tema sugestif atau vulgar yang tidak lazim, alih-alih mengandalkan standar iklan fesyen pada umumnya.34
Hal ini patut dicatat karena Instagram masih tergolong baru sebagai platform komersial ketika Berak mulai memanfaatkannya. Menjelang pertengahan 2010-an, merek ini telah menggunakan Instagram untuk menjangkau pelanggan dan dikabarkan berhasil menarik pembeli dari luar Indonesia, termasuk pasar seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.34
Sebuah artikel luar negeri tahun 2016 juga mengkarakterisasikan Berak sebagai merek streetwear Indonesia modern yang menargetkan anak muda, serta menonjolkan nama provokatif dan slogannya: “WE SH*T WORLDWIDE.”6
Produk
Meskipun awalnya sangat identik dengan kaos grafis, jajaran produk Berak kini telah berkembang pesat.
Daftar produk Berak 9420 saat ini mencakup:
- Kaos (T-shirts)
- Kemeja lengan panjang
- Hoodie dan sweter
- Jaket
- Celana panjang dan celana pendek
- Topi bisbol
- Topi 5-panel dan trucker
- Tas selempang (sling bag)
- Aksesori
- Produk gaya hidup lainnya
Toko resmi saat ini mencantumkan produk-produknya di bawah nama Berak 9420.1
Contoh lini produk terkini meliputi kaos grafis seperti ZEUS, MINO, KAERU, RUSMEN, CENTANG, dan BASTARD, serta berbagai tas dan penutup kepala.7
Menariknya, merek ini juga berekspansi melampaui merchandise fesyen konvensional. Daftar produk di pasar daring mencakup barang-barang seperti “Semen KUPROY,” yang menunjukkan bahwa identitas irreverent merek dapat meluas ke produk novelti/gaya hidup dan tidak terbatas pada pakaian semata.7
Identitas Visual
Elemen paling mudah dikenali dari identitas visual Berak bisa dibilang adalah kata itu sendiri.
“BERAK” berfungsi hampir layaknya logo grafis. Efektivitasnya berasal dari ketegangan antara:
kata kasar Indonesia yang sangat biasa + konvensi pencitraan merek fesyen.
Ketika kata tersebut disematkan pada kaos hitam, hoodie, atau topi, ia langsung berubah menjadi sebuah pernyataan sikap.
Inilah yang membedakan Berak dari label streetwear konvensional. Ekuitas mereknya tidak dibangun terutama di atas logo yang rumit atau warisan kemewahan. Nama yang kontroversial, sikap, dan konteks budayanya itulah yang menjadi branding utamanya.
Berak dan Kontra-Budaya
Cara terbaik untuk memahami Berak bukanlah sekadar menganggapnya sebagai perusahaan pakaian yang kebetulan memiliki nama lucu.
Merek ini lebih tepat dipahami sebagai proyek fesyen kontra-budaya.
Filosofinya mengikuti prinsip punk yang familier:
Ambil sesuatu yang dianggap jelek, vulgar, tidak pantas, atau tidak dapat diterima—lalu ubah menjadi simbol identitas.
Sejarah merek ini secara eksplisit menghubungkannya dengan gagasan menentang budaya arus utama, sementara penelitian akademis telah mengidentifikasi penggunaan parodi, humor, dan grafis provokatif sebagai bagian dari positioning tersebut.34
Hal ini menjadikan Berak menarik secara budaya, melampaui sekadar barang dagangannya. Merek ini merepresentasikan varian spesifik dari budaya jalanan pemuda Indonesia, khususnya skena Bandung, tempat di mana musik, desain grafis, pakaian, dan kewirausahaan DIY saling beririsan.
Kehadiran Internasional
Jangkauan Berak tidak terbatas pada Bandung atau bahkan Indonesia saja.
Hingga tahun 2016, riset mengenai perusahaan ini melaporkan adanya pelanggan di sejumlah pasar luar negeri, termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.34
Merek ini juga pernah muncul dalam konteks streetwear Jepang, di mana Berak dideskripsikan sebagai merek pakaian kontra-budaya Indonesia asal Bandung dan telah berpartisipasi dalam kolaborasi tertentu.
Fakta ini signifikan karena hal yang membuat merek ini sangat spesifik secara budaya—sebuah kata umpatan Indonesia—justru memberikannya faktor keunikan internasional. Bagi mereka yang mengerti bahasa Indonesia, nama tersebut langsung terasa provokatif; bagi yang tidak, nama itu menjadi grafik/logo eksotis yang maknanya sendiri bisa menjadi bagian dari cerita merek.
Berak Hari Ini
Merek ini tetap aktif secara komersial di bawah identitas Berak 9420. Situs web resminya kini beroperasi sebagai toko daring, dan daftar produk di pasar digital menunjukkan katalog kontemporer yang luas, meliputi pakaian, tas, topi, dan produk lainnya.1
Produk-produk terbarunya juga menunjukkan bahwa perusahaan telah bergerak melampaui konsep awal “satu kata mengejutkan di atas kaos”. Merek ini kini memiliki ekosistem produk yang lebih matang, sembari mempertahankan karakter grafis, pemberontak, dan irreverent aslinya.
Sebagai contoh, produk terkini menggunakan material seperti katun combed 190gsm dengan sablon plastisol untuk beberapa jenis kaos, sementara tasnya menggunakan material seperti Cordura.7
Signifikansi Budaya
Signifikansi Berak terletak pada kemampuannya mendemonstrasikan bagaimana subkultur dapat bertransformasi menjadi merek komersial tanpa harus meninggalkan identitas provokatifnya.
Perjalanannya dapat diringkas sebagai berikut:
Skena musik Bandung → candaan internal → kaos provokatif → permintaan akar rumput → label pakaian independen → merek streetwear kontra-budaya → label fesyen komersial yang lebih luas.
Lintasan semacam ini sangat khas bagi skena pakaian independen Indonesia, di mana komunitas musik, sablon manual, desain grafis, budaya skate/punk, dan bisnis fesyen skala kecil secara historis selalu saling tumpang tindih.
References
- Counter Black Pants – Berak 9420
- Hasil Pencarian – KBBI VI Daring
- Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Komersial: Studi Kasus Iklan Berak di Media Sosial Instagram T1 362012063 BAB IV
- Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Komersial: Studi Kasus Iklan Berak di Media Sosial Instagram
- Vol.16 No.2 | November 2017 |
- Baru Sekarang Kami Tahu Ada Jenama ‘BERAK’ Di Pasaran. Rasa Macam Nak Beli!
- Promo Berak 9420 Tshirt Zeus Black Diskon 35% Di Seller Berak9420 – Sarijadi, Kota Bandung | Blibli





