Tentang brodo
Brodo adalah merek alas kaki dan gaya hidup asal Indonesia yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat. Merek ini dikenal luas melalui produk sepatu pria, khususnya sepatu kulit dan sneaker kontemporer. Perusahaan ini beroperasi di bawah naungan PT Brodo Ganesha Indonesia dan didirikan pada tahun 2010 oleh Yukka Harlanda dan Putera Dwi Karunia, yang saat itu masih berstatus sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Berawal dari upaya mengatasi masalah pribadi berupa kesulitan mencari sepatu bergaya dengan ukuran besar yang terjangkau, Brodo berkembang menjadi salah satu merek alas kaki lokal terkemuka serta pelopor bisnis fesyen direct-to-consumer (D2C) di Indonesia.1 Brodo mendeskripsikan evolusinya sebagai transformasi dari perusahaan sepatu menjadi platform alas kaki dan gaya hidup yang lebih luas, bekerja sama dengan pengrajin dan pabrik sepatu di Indonesia untuk menciptakan produk-produk kontemporer.2## Ikhtisar
| Bidang | Informasi |
|---|---|
| Merek | Brodo |
| Perusahaan | PT Brodo Ganesha Indonesia |
| Industri | Alas kaki, fesyen & gaya hidup |
| Didirikan | 2010 |
| Pendiri | Yukka Harlanda & Putera Dwi Karunia |
| Asal | Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Dikenal karena | Sepatu pria, terutama sepatu kulit dan sneaker |
| Model bisnis | Direct-to-consumer, ritel & e-commerce |
| Cakupan produk saat ini | Alas kaki, pakaian, aksesori, kebutuhan harian & perawatan tubuh |
| Situs web resmi | bro.do |
Sejarah
Awal Mula: 2010
Kisah Brodo bermula dari Yukka Harlanda yang mengalami kesulitan menemukan sepatu formal bergaya dalam ukurannya, yaitu ukuran 46. Alih-alih menerima pilihan yang terbatas, ia bersama rekannya, Putera Dwi Karunia, mencoba memproduksi sepatu secara lokal di kawasan Cibaduyut, Bandung. Hasil produksi tersebut menarik minat teman-teman dan kenalan mereka, sehingga kedua mahasiswa teknik ini melihat adanya peluang bisnis yang potensial.3
Brodo memulai produksinya pada tahun 2010 dengan modal yang sangat minim. Berbagai sumber mencatat investasi awal berkisar Rp7 juta, dengan produksi awal sekitar 30–40 pasang. Para pendiri tidak menggunakan iklan konvensional atau jaringan ritel besar, melainkan memanfaatkan komunitas digital yang sedang berkembang seperti Kaskus, Facebook, dan BlackBerry Messenger untuk memasarkan produknya.4 Pendekatan awal ini memungkinkan Brodo berkomunikasi langsung dengan pelanggan tanpa ketergantungan tinggi pada distribusi ritel tradisional.
Ekspansi: 2011–2013
Seiring meningkatnya permintaan, Brodo mulai memasuki saluran ritel fisik. Pada tahun 2011, produknya dilaporkan telah dijual oleh peritel seperti The Goods Dept. serta sejumlah toko independen di Jakarta dan Bandung.5
Sekitar tahun 2012, Brodo menerima investasi dari Christopher Angkasa yang membantu perusahaan memperluas operasional dan mengembangkan kehadiran daringnya. Bisnis ini kemudian berevolusi dari operasi skala kecil menjadi entitas yang lebih terstruktur dengan infrastruktur ritel yang lebih formal. Pada tahun 2013, Brodo membuka toko fisik pertamanya di Kemang, Jakarta Selatan.6
Makna Nama “Brodo”
Nama Brodo tergolong unik untuk sebuah perusahaan alas kaki. Berdasarkan penelusuran sejarah merek, brodo merupakan kata dalam bahasa Italia yang berarti “kaldu”, merujuk pada kaldu dasar yang digunakan dalam memasak. Para pendiri memilih kata tersebut karena terdengar khas, mudah diucapkan, dan memiliki asosiasi maskulin melalui bunyi “bro”.7
Terdapat pula interpretasi filosofis di balik nama ini: sebagaimana kaldu berfungsi sebagai basis fundamental dalam masakan, alas kaki dapat dipandang sebagai elemen dasar dari sebuah penampilan. Dengan demikian, nama tersebut tidak mendeskripsikan sepatu secara harfiah, melainkan membangun identitas merek yang unik.
Filosofi Merek
Brodo dibangun di atas proposisi sederhana bahwa konsumen Indonesia seharusnya dapat memperoleh alas kaki bergaya dan berkualitas tanpa harus membayar harga premium seperti merek impor. Deskripsi korporat perusahaan menekankan kombinasi antara gaya, kualitas, dan keterjangkauan, sekaligus menyoroti potensi sumber daya lokal berupa bahan baku berkualitas, pengrajin terampil, dan pabrik yang mampu memproduksi alas kaki berstandar internasional.8
Hal ini menjadi ciri khas Brodo yang tidak hanya memposisikan diri sebagai label fesyen, tetapi juga sebagai pembuktian bahwa merek alas kaki Indonesia mampu bersaing melalui desain, kualitas manufaktur, dan pembangunan merek.
Produk
Brodo awalnya dikenal sebagai merek alas kaki pria, namun kini lini produknya telah berkembang signifikan.
Sepatu Kulit & Formal
Sepatu kulit tetap menjadi kategori paling ikonik dari Brodo. Merek ini secara historis identik dengan sepatu pria formal dan semi-formal berbahan kulit asli. Katalog kontemporernya tetap mencakup alas kaki kulit premium, contohnya sneaker Arez yang memadukan kulit asli dengan konstruksi sneaker modern, mengaburkan batas antara sepatu formal dan kasual.9
Sneaker
Sneaker telah menjadi bagian utama identitas kontemporer Brodo. Produk terkini meliputi model seperti Ace Neptune, Ace Tango, Corsa, Forte, dan lini sneaker lainnya. Desainnya bervariasi dari sneaker minimalis harian hingga siluet atletis bernuansa Y2K.10111213 Sebagai contoh, Ace Neptune terinspirasi secara eksplisit oleh sepatu lari Y2K, sementara Corsa diposisikan sebagai sneaker gaya hidup klasik untuk penggunaan sehari-hari.14
Boots
Brodo juga memproduksi boots, termasuk desain berbasis kulit seperti Borneo Low Boots.
Sandal
Merek ini merambah alas kaki harian sederhana seperti sandal. Katalog saat ini mencakup produk seperti Flipper yang mengusung desain simpel dan serbaguna.15
Pakaian
Brodo tidak lagi eksklusif sebagai perusahaan alas kaki. Asortimen saat ini mencakup kaus, jaket, varsity jacket, dan pakaian lainnya sebagai bagian dari penawaran gaya hidup yang lebih luas.161718
Aksesori & Kebutuhan Harian
Merek ini menjual produk seperti dompet dan aksesori harian lainnya. Dompet Verafa, misalnya, dirancang dan diproduksi di Indonesia.19
Perawatan Tubuh & Wewangian
Brodo juga memasuki ranah perawatan tubuh pria, termasuk parfum. Produk Rote Eau de Toilette diposisikan sebagai wewangian pria dengan notas akuatik, kayu, dan aromatik.20
Evolusi Brodo secara garis besar dapat diringkas sebagai:
Sepatu pria → merek alas kaki → fesyen pria → merek gaya hidup.
Manufaktur dan Identitas “Brand Lokal”
Identitas Brodo sangat lekat dengan ekosistem manufaktur alas kaki Indonesia. Profil perusahaan menekankan kerja sama dengan pengrajin dan pabrik sepatu Indonesia dari berbagai skala, mencerminkan filosofi pemanfaatan kapabilitas manufaktur lokal alih-alih sekadar menjadi importir atau penjual ulang produk asing.21 Produk-produk di situs web resmi Brodo juga kerap mencantumkan keterangan “Dirancang dan diproduksi di Indonesia”.22 Keterkaitan dengan produksi domestik ini signifikan mengingat tradisi manufaktur alas kaki yang kuat di wilayah seperti Bandung dan Jawa Timur.
Model Direct-to-Consumer
Salah satu karakteristik bisnis terpenting Brodo adalah adopsi awal model direct-to-consumer (D2C). Pada masa awalnya, Brodo berjualan melalui komunitas daring seperti Kaskus dan Facebook sebelum mengembangkan e-commerce sendiri dan jaringan ritel fisik. Literatur riset menyebut Brodo sebagai salah satu perusahaan alas kaki D2C awal di Indonesia.21
Model ini memberikan beberapa keuntungan bagi Brodo:
- Komunikasi langsung dengan pelanggan;
- Ketergantungan relatif rendah terhadap distributor tradisional;
- Umpan balik produk yang lebih cepat;
- Kemampuan membangun merek yang dikenal secara daring;
- Kontrol lebih besar atas pengalaman pelanggan;
- Kemampuan memadukan e-commerce dengan ritel fisik.
Warisan digital-first ini tetap terlihat dalam bisnis Brodo saat ini, di mana toko web resminya berfungsi sebagai saluran utama bagi portofolio produk yang terus berkembang.22
Branding dan Desain
Identitas visual dan produk Brodo secara umum menekankan maskulinitas, kesederhanaan, gaya kontemporer, dan kepraktisan. Audiens awalnya adalah pria yang mencari alas kaki yang mampu menjembatani kesenjangan antara:
Formal ↔ Kasual
Lokal ↔ Internasional
Bergaya ↔ Praktis
Terlihat Premium ↔ Terjangkau
Posisi ini membedakan Brodo dari produsen sepatu tradisional Indonesia maupun alas kaki impor yang mahal. Seiring waktu, estetika Brodo menjadi lebih luas, mencakup sepatu kulit tradisional, sneaker minimalis, sepatu lari inspirasi Y2K, boots, pakaian, hingga wewangian.22
Keberlanjutan
Brodo telah bereksperimen dengan inisiatif berorientasi keberlanjutan. Salah satu contoh nyata adalah Lestari Project, yang dibahas sebagai bagian dari strategi eco-branding merek. Riset mengenai proyek ini menggambarkan penggunaan sisa material oleh Brodo untuk menciptakan produk baru, serta komunikasi inisiatif tersebut melalui media digital dan keterlibatan konsumen.6 Hal ini menunjukkan perluasan narasi merek Brodo melampaui penjualan sepatu semata, dengan mengeksplorasi bagaimana material, produksi, dan pertimbangan lingkungan dapat menjadi bagian dari pengalaman merek.
Tonggak Penting
| Tahun | Pencapaian |
|---|---|
| 2010 | Brodo mulai memproduksi dan menjual alas kaki di Bandung |
| 2010 | Didirikan oleh Yukka Harlanda dan Putera Dwi Karunia |
| 2010 | Penjualan awal dilakukan melalui Kaskus, Facebook, dan BlackBerry Messenger |
| 2011 | Mulai memasuki saluran ritel di Jakarta dan Bandung |
| 2012 | Menerima investasi dari Christopher Angkasa |
| 2013 | Membuka toko fisik pertama di Kemang, Jakarta |
| 2015 | Mendapatkan pengakuan SWA sebagai Indonesia Most Creative Companies |
| 2017 | Dilaporkan sebagai mitra/seleksi alas kaki resmi yang terkait dengan PSSI |
| 2018 | Terpilih sebagai merchandise alas kaki resmi Asian Games |
| 2020 | Menggalang investasi Seri A dari BRIVentures |
| 2020-an | Ekspansi dari alas kaki ke kategori fesyen dan gaya hidup yang lebih luas |
| 2020-an | Mengembangkan inisiatif keberlanjutan termasuk Lestari |
| 2024 dst. | Memperluas arsitektur kategori, termasuk inisiatif seperti Brodo Kids |
Catatan historis mengenai kemitraan dan penghargaan individu mungkin bervariasi antar sumber sekunder, namun lintasan yang lebih luas—dari startup alas kaki tahun 2010 menjadi merek gaya hidup multi-kategori—konsisten di berbagai sumber perusahaan, pemerintah, dan penelitian.22
Pendiri
Yukka Harlanda
Yukka Harlanda adalah rekan pendiri dan CEO yang terkait dengan pengembangan Brodo. Kesulitan awalnya dalam menemukan alas kaki dengan ukuran yang sesuai menjadi masalah langsung yang menginspirasi pembentukan perusahaan. Latar belakang tekniknya memengaruhi pendekatan pemecahan masalah awal perusahaan terhadap alas kaki dan manufaktur.27
Putera Dwi Karunia
Putera Dwi Karunia—yang dalam beberapa sumber juga dieja Putera Dwi Kurnia—adalah rekan pendiri Brodo dan mitra Yukka dalam mengembangkan bisnis alas kaki orisinal. Kedua pendiri merupakan mahasiswa ITB ketika Brodo didirikan.23
Identitas Korporat
Perusahaan di balik merek ini adalah PT Brodo Ganesha Indonesia. Jaringan industri alas kaki Kementerian Perindustrian Indonesia mengidentifikasi perusahaan ini sebagai pemegang merek dagang BRODO dan mendeskripsikan merek tersebut sebagai bisnis fesyen e-commerce yang awalnya berfokus pada alas kaki pria.1 Namun, profil korporat Brodo saat ini mendeskripsikan misi yang lebih luas: menjadi platform alas kaki dan gaya hidup yang bekerja sama dengan mitra produksi Indonesia untuk menciptakan produk kontemporer bagi konsumen modern.2242526
Posisi Brodo dalam Fesyen Indonesia
Brodo memiliki tempat khusus dalam sejarah gerakan merek lokal modern Indonesia. Sebelum bangkitnya ekosistem besar merek sneaker, fesyen, dan gaya hidup Indonesia saat ini, Brodo membuktikan bahwa perusahaan lokal mampu:
- Mengidentifikasi masalah spesifik konsumen;
- Memproduksi secara lokal;
- Membangun merek melalui saluran digital;
- Menjual langsung kepada konsumen;
- Mendirikan toko fisik;
- Bereksapansi dari satu kategori produk menjadi ekosistem gaya hidup.
Oleh karena itu, signifikansinya melampaui produk sepatu itu sendiri. Brodo merepresentasikan bagian dari transisi industri alas kaki Indonesia dari yang utamanya dipandang sebagai industri manufaktur menjadi industri fesyen bermerek yang berhadapan langsung dengan konsumen.
Posisi Saat Ini
Hingga tahun 2026, Brodo tidak lagi tepat jika hanya disebut sebagai “perusahaan sepatu pria”. Toko resminya saat ini menampilkan portofolio yang jauh lebih luas, mencakup sneaker, alas kaki kulit, boots, sandal, pakaian, aksesori, kebutuhan harian, serta produk wewangian/perawatan tubuh.14 Merek ini tetap mempertahankan DNA aslinya—produksi Indonesia, desain kontemporer, kepraktisan, dan harga terjangkau—sambil berupaya memposisikan diri sebagai merek gaya hidup yang lebih luas.
Secara ringkas:
Brodo bermula dari upaya menyelesaikan masalah satu orang dalam mencari sepatu yang pas, lalu berevolusi menjadi merek alas kaki dan gaya hidup Indonesia yang dibangun di atas gagasan bahwa produk lokal dapat memadukan desain, kualitas, dan aksesibilitas.
References
- Detail Profil BRO.DO – Indonesia Footwear Network – Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia
- Brodo Ganesha Indonesia | LinkedIn
- Brodo, Jejak Digital Sepatu Lokal yang Menembus Pasar Global – UKMINDONESIA.ID
- Hypeprofil: Yukka Harlanda dan Perjalanan 15 Tahun Mendirikan Brand Sepatu Brodo
- Brodo Indonesia – Ensiklopedia
- ISSN : 2355-9357
- 5 Rekomendasi Produk Brodo, Brand Lokal Berkualitas – Media Jurnal Indonesia
- Sejarah Brodo yang Baru Tutup Gerai Pertamanya di Kemang
- BRODO – Sneakers Arez Full Black – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Sneakers Ace Neptune Asphalt Black – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Sneakers Ace Tango White OWS – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Sneakers Forte Slip On Full Black – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Sneakers Corsa Classic Black White – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Official Webstore
- Flipper Full Black – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Sphiro Work Jacket Grey – Brodo
- Brodo Varsity Jacket Olive – BRODO – Official Webstore
- Brodo 2 Pack Tee Black – Grey – BRODO – Official Webstore
- BRODO – Verafa Synthetic Wallet Black – BRODO – Official Webstore
- Rote Parfum Eau de Toilette – BRODO – Official Webstore
- Brodo, Brand Sepatu dengan Konsep Direct to Consumer Pertama di Indonesia | Shoes and Care Blog
- BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Brodo F
- Brand Sepatu Lokal Brodo Makin Ekspansif Membuka Toko Offline
- Brodo Ganesha Indonesia | LinkedIn
- Brodo Ganesha Indonesia | LinkedIn
- Brodo Ganesha Indonesia | LinkedIn
- Muhammad Yukka Harlanda | Tatler Asia





