I Indonesia Brand Wiki

Tentang Dexa Medica

PT Dexa Medica merupakan perusahaan farmasi asal Indonesia sekaligus entitas operasional utama dari Dexa Group, salah satu grup kesehatan dan farmasi swasta terbesar di Tanah Air. Didirikan pada tahun 1969 di Palembang, Sumatera Selatan, Dexa Medica telah berkembang dari usaha produksi obat berskala kecil menjadi produsen farmasi besar dengan cakupan kegiatan yang meliputi pengembangan obat, penelitian, manufaktur, hingga komersialisasi.1

Catatan: Dexa Medica lebih tepat dikategorikan sebagai merek korporat atau perusahaan daripada merek produk konsumen tunggal. Portofolionya mencakup beragam obat resep, generik bermerek, obat generik, fitofarmaka, vitamin, serta suplemen.

Fakta Singkat

Item Informasi
Nama lengkap PT Dexa Medica
Tahun berdiri 1969
Pendiri Letkol CKM (Purn.) apt. Drs. Rudy Soetikno
Tempat berdiri Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Industri Farmasi & layanan kesehatan
Induk/grup Dexa Group
Kegiatan inti Litbang farmasi, manufaktur, dan komersialisasi
Area produk utama Generik bermerek, generik, fitofarmaka, vitamin & suplemen
Organisasi riset Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS)
Direktur Utama saat ini V. Hery Sutanto
Jangkauan internasional Produk/bisnis Dexa Group menjangkau berbagai negara
Situs web resmi dexagroup.com

Berdasarkan pengumuman korporat Dexa tahun 2026, Direktur Utama PT Dexa Medica saat ini adalah V. Hery Sutanto.1

Sejarah

Pendirian — 1969

Dexa Medica didirikan pada tahun 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno, seorang apoteker yang kala itu berdinas di Korps Kesehatan Angkatan Darat RI. Pada masa itu, Indonesia sedang mengalami kekurangan pasokan obat-obatan.

Alih-alih hanya mengimpor atau mendistribusikan obat, Soetikno bersama sejumlah rekannya memulai produksi tablet dasar di sebuah apotek kecil. Usaha ini secara bertahap membangun reputasi atas efektivitas obat resep yang dihasilkan, lalu berkembang menjadi bisnis manufaktur farmasi.1

Menjelang tahun 1978, produk-produk Dexa dilaporkan telah tersedia di seluruh wilayah Indonesia, menandai transisi penting dari operasi farmasi lokal menjadi perusahaan berskala nasional.

Makna nama “Dexa”

Nama Dexa berasal dari kata Yunani ΎέÎșα (deka) yang berarti sepuluh. Dexa Group memaknai angka sepuluh sebagai simbol universal kesempurnaan dan mengaitkannya dengan penekanan perusahaan terhadap kualitas.1

Perkembangan Menjadi Dexa Group

Dexa Medica pada akhirnya menjadi fondasi bagi apa yang kini dikenal sebagai Dexa Group.

Grup ini berekspansi melampaui kegiatan manufaktur farmasi awalnya menuju berbagai bidang layanan kesehatan, termasuk penelitian farmasi, manufaktur, obat alami, nutraseutikal, dan komersialisasi internasional.

Saat ini, Dexa Group menaungi beberapa perusahaan utama dalam organisasinya, antara lain:

  • PT Dexa Medica
  • PT Ferron Par Pharmaceuticals
  • PT Fonko International Pharmaceuticals
  • PT Beta Pharmacon
  • PT Anugrah Amartha Global

Dexa menyatakan bahwa grup ini beroperasi secara internasional dengan produk dan bisnis yang menjangkau 14 negara.1

Penting untuk membedakan kedua entitas ini:

Dexa Medica ≠ Dexa Group

Dexa Medica adalah perusahaan utama dalam ekosistem Dexa Group yang lebih luas.

Model Bisnis

Bisnis Dexa Medica bertumpu pada dua kapabilitas utama:

Manufaktur farmasi

Perusahaan memproduksi produk farmasi dalam berbagai bentuk sediaan dan kategori terapeutik.

Jaringan manufakturnya mencakup fasilitas-fasilitas berikut:

  • PT Dexa Medica Palembang — produk farmasi padat dan sefalosporin
  • PT Dexa Medica Cikarang — bahan baku obat aktif serta kegiatan penelitian dan pengembangan
  • PT Beta Pharmacon Karawang — produk farmasi padat bervolume tinggi

Fasilitas-fasilitas tersebut merupakan bagian dari infrastruktur manufaktur Dexa yang lebih luas.

Penelitian dan pengembangan

Litbang merupakan salah satu ciri khas Dexa Medica.

Perusahaan mengoperasikan Dexa Development Center (DDC) di Jababeka, Cikarang. Fasilitas ini dirancang untuk menampung hingga 250 ilmuwan dan mendukung pengembangan sejumlah dossier farmasi setiap tahunnya, mencakup formulasi konvensional maupun Sistem Penghantaran Obat Baru (NDDS).

Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences

Salah satu elemen paling unik dalam ekosistem Dexa adalah Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS).

DLBS didirikan pada tahun 2005 dan berfokus pada penemuan serta pengembangan bahan baku obat yang bersumber dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Alih-alih memperlakukan obat herbal semata-mata sebagai pengobatan tradisional, pendekatan DLBS didasarkan pada tahapan berikut:

  1. Identifikasi senyawa bioaktif dari tanaman Indonesia
  2. Ekstraksi dan karakterisasi senyawa tersebut
  3. Investigasi mekanisme biologisnya
  4. Pelaksanaan penelitian praklinis dan klinis
  5. Pengembangan produk farmasi terstandarisasi

Karya ini telah menjadi bagian penting dari identitas Dexa: memadukan keanekaragaman hayati Indonesia dengan sains farmasi modern.

Obat Alam dan Fitofarmaka

Bidang ini merupakan salah satu area paling menonjol dari Dexa Medica.

Dexa menggunakan istilah Obat Modern Alami Integratif (OMAI).

Konsep ini berbeda dari sekadar menjual ramuan herbal tradisional. Dexa berupaya mengembangkan produk alami melalui riset farmasi, standarisasi, dan bukti klinis.

Menurut Dexa, kerja DLBS telah menghasilkan produk fitofarmaka seperti:

  • Stimuno
  • Inlacin
  • Redacid
  • Disolf

Pada tahun 2026, Dexa Medica menerima BPOM Achievement Award dalam kategori perintis dengan jumlah produk fitofarmaka terbanyak di Indonesia. Dexa menyatakan bahwa dari 18 izin edar fitofarmaka yang tercatat di BPOM, Dexa Group memegang 15 di antaranya.1

Hal ini menjadikan pengembangan fitofarmaka sebagai bagian yang sangat strategis dalam posisi perusahaan saat ini.

Portofolio Produk

Dexa Medica tidak memiliki satu produk unggulan tunggal, melainkan portofolio farmasi yang luas.

Produk-produk perusahaan mencakup beberapa kategori utama.

A. Obat generik bermerek

Generik bermerek adalah obat yang berbasis pada bahan baku obat aktif yang sudah mapan namun dipasarkan dengan nama merek tertentu.

Database produk resmi Dexa mencakup produk-produk seperti:

  • Acpulsif
  • Albapure 20
  • Albuminar 25
  • Alveofact
  • Aminefron
  • Atevir
  • dan banyak lainnya.1

B. Obat generik

Secara historis, Dexa Medica memberikan penekanan signifikan pada obat generik.

Perusahaan menyatakan bahwa mereka merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memproduksi Obat Generik Berlogo (OGB) — obat generik Indonesia yang ditandai dengan logo resmi generik.

Dexa memposisikan OGB sebagai bagian dari kontribusinya dalam meningkatkan akses terhadap obat yang terjangkau.

C. Vitamin dan suplemen

Portofolio perusahaan juga mencakup vitamin dan suplemen.

Sebagai contoh, database produk Dexa mencatat Ascavin dan produk-produk lain dalam kategori ini.

D. Fitofarmaka

Ini adalah kategori di mana Dexa memiliki diferensiasi yang kuat.

Produk seperti Stimuno dan Inlacin merepresentasikan strategi perusahaan dalam mengubah sumber daya alam Indonesia menjadi produk farmasi yang dikembangkan secara ilmiah.1

Stimuno

Stimuno mungkin merupakan salah satu nama yang paling dikenal publik dari Dexa Medica.

Produk ini diposisikan sebagai obat herbal/alami yang berasal dari riset perusahaan terhadap keanekaragaman hayati Indonesia.

Stimuno juga berulang kali meraih pengakuan di pasar kesehatan konsumen Indonesia. Dexa melaporkan bahwa produk ini memperoleh penghargaan Top Brand for Kids selama beberapa tahun berturut-turut, termasuk pada 2024 dan 2025.

Hal ini menunjukkan aspek penting dari portofolio Dexa: perusahaan tidak hanya beroperasi di sektor farmasi resep yang sangat terspesialisasi, tetapi juga memiliki produk dengan pengenalan konsumen yang luas.

Inlacin

Inlacin merupakan inovasi penting lainnya dari Dexa.

Ini adalah obat alam modern asli Indonesia yang dikembangkan untuk terapi terkait diabetes dan didukung oleh riset klinis.

Pada tahun 2025, Dexa Medica menerima Rintek Award dari Kementerian Perindustrian RI untuk Inlacin sebagai produk inovasi teknologi. Dexa menyebut ini sebagai Rintek Award ketiga mereka, menyusul penghargaan sebelumnya yang berkaitan dengan Inlacin dan HerbaAsimor.

Inlacin merepresentasikan strategi luas Dexa dalam beralih dari pengetahuan herbal tradisional menuju obat alam modern berbasis bukti.

Posisi dalam Industri Farmasi Indonesia

Dexa Medica dianggap sebagai salah satu perusahaan farmasi utama di Indonesia.

Signifikansinya didorong oleh sejumlah faktor:

  • Riwayat operasi lebih dari lima dekade
  • Kapabilitas manufaktur domestik yang besar
  • Litbang farmasi yang ekstensif
  • Produksi obat generik
  • Produk farmasi bermerek
  • Riset obat alam
  • Partisipasi dalam sistem jaminan kesehatan nasional Indonesia
  • Ekspansi internasional
  • Kemitraan strategis dengan perusahaan farmasi internasional

Dexa menggambarkan dirinya sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dan menekankan komitmennya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan.

Peran dalam Penyediaan Obat Terjangkau

Bagian penting dari identitas historis Dexa adalah aksesibilitas.

Bisnis obat generik perusahaan diposisikan untuk membuat pengobatan farmasi lebih terjangkau dan tersedia bagi pasien di Indonesia.

Dexa menyatakan bahwa portofolio OGB-nya mencakup lebih dari 187 obat dan produk generiknya didistribusikan melalui puluhan ribu apotek, rumah sakit, klinik, serta fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Dexa juga menyoroti peran produknya dalam sistem kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia.

Kehadiran Internasional

Meskipun akar dan pasar utama Dexa Medica berada di Indonesia, grup ini telah mengembangkan kehadiran internasional.

Dexa Group menyatakan bahwa produk dan operasinya meluas ke berbagai kawasan, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa, serta menjangkau 14 negara.1

Hal ini menjadikan Dexa sebagai contoh menarik dari perusahaan farmasi Indonesia yang berupaya bertransformasi dari bisnis yang utamanya domestik menuju organisasi farmasi regional/global.

Kemitraan Strategis

Fitur penting lain dalam perkembangan Dexa adalah pemanfaatan aliansi strategis.

Perusahaan secara historis bermitra dengan perusahaan farmasi internasional untuk memperkenalkan, memproduksi, mengomersialkan, atau mengembangkan produk farmasi bagi pasar Indonesia.

Laman sejarah Dexa mengidentifikasi aliansi strategis sebagai salah satu dari empat prioritas operasional utama grup, bersanding dengan:

  • Manajemen sumber daya
  • Inovasi
  • Aliansi strategis
  • Manajemen perubahan

Strategi ini memungkinkan Dexa memadukan manufaktur lokal, pengetahuan regulasi, dan distribusi dengan teknologi serta produk farmasi internasional.

Filosofi Korporat

Dexa Medica menetapkan empat prinsip inti:

Kejujuran

Beroperasi dengan integritas dan transparansi.

Kepercayaan

Membangun keyakinan di kalangan karyawan, tenaga kesehatan profesional, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dedikasi

Mempertahankan komitmen jangka panjang terhadap layanan kesehatan.

Komitmen

Melaksanakan tanggung jawab kepada pasien, pelanggan, dan masyarakat.

Moto luas perusahaan pada dasarnya berlandaskan pada pemanfaatan keahlian farmasi untuk meningkatkan kesehatan.

Visi dan Misi

Visi yang dinyatakan Dexa adalah menjadi perusahaan terkemuka yang menciptakan nilai tambah signifikan bagi pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan melalui operasi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan, dengan tujuan mencapai “kesehatan untuk semua” baik di tingkat domestik maupun regional dan global.

Misinya menekankan penguatan kapabilitas farmasi melalui:

  • Inovasi dan perbaikan berkelanjutan
  • Pengembangan pasar
  • Kepemimpinan biaya
  • Aliansi strategis

Penghargaan dan Pengakuan

Dexa Medica dan Dexa Group telah mengumpulkan berbagai pengakuan industri.

Beberapa contoh terkini meliputi:

2026

  • BPOM Achievement Award — mengakui Dexa Medica sebagai perintis dengan jumlah produk fitofarmaka terbanyak di Indonesia.

2025

  • Karya Anak Bangsa Award dari Kementerian Kesehatan RI untuk industri farmasi dengan uji klinis obat berbahan dasar alam terbanyak.
  • Rintek 2025 dari Kementerian Perindustrian untuk inovasi teknologi yang melibatkan Inlacin.
  • Pengakuan Indonesia Halal Industry Awards.

2024

  • Indonesia Industry 4.0 Readiness Index Award
  • Indonesia Halal Industry Award
  • Indonesia Best Companies in Adopting Local Content Award bersama Ferron Par Pharmaceuticals.1

Riwayat penghargaan Dexa juga mencakup Primaniyarta Award, Indonesia’s Most Admired Companies, Top Brand for Kids, serta berbagai pengakuan korporat dan farmasi lainnya.1

Hubungan dengan Kalbe Farma

Satu hal yang perlu diperjelas adalah bahwa Dexa Medica dan Kalbe Farma merupakan grup farmasi yang terpisah.

PT Kalbe Farma Tbk adalah perusahaan farmasi besar Indonesia lainnya yang didirikan pada tahun 1966 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode KLBF.

Oleh karena itu, Dexa Medica tidak boleh digambarkan sebagai anak usaha atau merek dari Kalbe Farma.

Keduanya merupakan pemain yang independen dalam industri farmasi Indonesia.

Keunikan Dexa Medica

Jika dilihat murni sebagai merek bisnis, posisi Dexa dapat diringkas dalam lima pilar:

1. Warisan Indonesia
Didirikan di Indonesia pada 1969 dan dibangun untuk mengatasi masalah pasokan obat di negara ini.

2. Manufaktur farmasi
Memiliki infrastruktur manufaktur domestik yang substansial, bukan sekadar perusahaan pemasaran/distribusi.

3. Kapabilitas Litbang
Perusahaan telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan farmasi melalui fasilitas seperti DDC dan DLBS.

4. Layanan kesehatan terjangkau
Kehadiran yang kuat dalam obat generik dan generik bermerek.

5. Inovasi produk alam Indonesia
Strategi modern yang paling khas: mentransformasi keanekaragaman hayati Indonesia menjadi fitofarmaka yang diteliti secara ilmiah.

Identitas Merek Dexa Medica

Dari perspektif pencitraan merek, Dexa Medica menempati posisi menengah yang unik.

Perusahaan ini bukanlah merek gaya hidup konsumen seperti perusahaan vitamin atau perawatan kulit. Identitas intinya adalah institusi farmasi yang berorientasi pada sains dan layanan kesehatan.

Merek ini mengomunikasikan:

Kualitas + keahlian farmasi + asal-usul Indonesia + aksesibilitas + inovasi

Nama “Dexa” sendiri dimaksudkan untuk membangkitkan gagasan tentang 10/kesempurnaan, sementara sejarah perusahaan memperkuat citra organisasi farmasi lokal yang tumbuh melalui keahlian ilmiah.

Dexa Medica Saat Ini

Hingga tahun 2026, Dexa Medica paling tepat dipahami sebagai perusahaan farmasi Indonesia yang matang dalam naungan Dexa Group yang lebih besar, bukan sekadar merek obat tunggal.

Strategi kontemporernya tampak semakin terfokus pada tiga area yang saling melengkapi:

Farmasi konvensional
→ generik bermerek, obat generik, dan produk farmasi lainnya.

Litbang farmasi lanjutan
→ formulasi, teknologi penghantaran obat, dan pengembangan farmasi.

Obat alam modern
→ obat yang divalidasi secara ilmiah berdasarkan keanekaragaman hayati Indonesia.

Penghargaan terbaru perusahaan sangat mengungkapkan hal ini: pengakuan pada periode 2025–2026 semakin berpusat pada riset klinis, obat alam, inovasi farmasi, Industri 4.0, dan kapabilitas farmasi lokal.1

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait