I Indonesia Brand Wiki

Tentang HOKA

HOKA merupakan merek alas kaki performa global yang paling dikenal melalui sepatu lari dengan bantalan sangat tebal, sol tengah yang khas, serta sensasi langkah yang stabil dan mulus. Didirikan pada tahun 2009 di Annecy, Prancis, HOKA bermula sebagai konsep khusus untuk lari lintas alam sebelum berkembang ke kategori lari jalan raya, balap, mendaki gunung, kebugaran, jalan santai, hingga gaya hidup. Saat ini, HOKA menjadi salah satu merek utama dalam portofolio Deckers Brands, bersanding dengan UGG dan Teva.1

Filosofi utama HOKA bertumpu pada bantalan maksimal tanpa beban berlebih. Desain sepatunya yang tidak lazim menantang tren lari minimalis pada akhir 2000-an dan turut mempopulerkan pendekatan maksimalis dalam industri alas kaki lari.4

Sekilas tentang HOKA

Bidang Informasi
Nama merek HOKA
Nama sebelumnya Hoka One One
Tahun berdiri 2009
Tempat asal Annecy, Prancis
Pendiri Nicolas Mermoud dan Jean-Luc Diard
Industri Alas kaki atletik, pakaian olahraga
Spesialisasi Lari, lari lintas alam, alas kaki luar ruang dan performa
Induk perusahaan Deckers Brands
Kantor pusat saat ini Goleta, California, Amerika Serikat
Pasar global Seluruh dunia
Identitas inti Bantalan, stabilitas, performa ringan
Slogan/platform saat ini Fly Human Fly
Kategori utama Lari jalan raya, lari lintas alam, mendaki gunung, kebugaran, gaya hidup, pakaian dan aksesori

Deckers kini mendeskripsikan HOKA sebagai merek performa premium yang menawarkan bantalan ekstra dan stabilitas bawaan, namun tetap mempertahankan bobot yang relatif ringan.2

Asal-usul

HOKA diciptakan pada tahun 2009 oleh Nicolas Mermoud dan Jean-Luc Diard, dua tokoh yang memiliki latar belakang kuat di dunia lari dan industri alas kaki luar ruang. Merek ini lahir dari kawasan Pegunungan Alpen Prancis, khususnya dari budaya lari lintas alam di sekitar Annecy dan Chamonix.3

Para pendiri ingin menjawab satu permasalahan spesifik:

Bagaimana cara agar pelari bisa menuruni gunung lebih cepat sekaligus mengurangi tekanan fisik yang timbul akibat lari menurun?

Alih-alih membuat sepatu balap konvensional yang ringan, mereka mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda. Mereka merancang sepatu dengan sol tengah yang sangat besar, bantalan substansial, serta geometri yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi transisi langkah. HOKA sendiri menyatakan bahwa tujuan awalnya adalah memperbaiki catatan waktu dalam lomba ketahanan dengan menciptakan sepatu yang memungkinkan pelari menuruni bukit lebih cepat.20

Hasilnya terlihat sangat kontras dibandingkan sepatu lari pada masa itu. Berbeda dari alas kaki berprofil rendah yang umum diasosiasikan dengan performa lari, sepatu HOKA memiliki:

  • sol tengah yang luar biasa tebal;
  • bantalan yang substansial;
  • platform yang lebar;
  • geometri sol melengkung;
  • bobot yang relatif ringan meski menggunakan banyak material; serta
  • sensasi “mengayun” yang khas saat berlari.

Perbedaan visual ini awalnya membuat sepatu HOKA tampak aneh dibandingkan sepatu lari konvensional. Namun, desain yang tidak lazim tersebut justru menjadi fondasi identitas merek ini.

Nama “HOKA ONE ONE”

Merek ini awalnya bernama Hoka One One. Nama tersebut berasal dari bahasa Māori dan kerap dijelaskan oleh perusahaan sebagai ungkapan yang bermakna terbang di atas bumi. Konsep ini selaras dengan ambisi awal para pendiri: menciptakan alas kaki yang membantu pelari bergerak cepat melintasi medan pegunungan.4

Pada tahun 2021, perusahaan menyederhanakan identitas mereknya dengan mengganti nama dari Hoka One One menjadi sekadar HOKA.5

Saat ini, penulisan nama merek secara umum disederhanakan menjadi:

HOKA

Gagasan orisinal “maksimalis”

Salah satu aspek terpenting dari HOKA adalah kemunculannya di ujung spektrum yang hampir berlawanan dari gerakan lari minimalis. Pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an, sepatu minimalis kian berpengaruh dengan filosofi yang menekankan koneksi alami antara pelari dan tanah, biasanya melalui sol yang lebih tipis dan minim bantalan.

HOKA mengambil arah sebaliknya. Filosofinya dapat dirumuskan sebagai:

Bantalan lebih banyak + bobot ringan + geometri efisien + stabilitas

Pendekatan inilah yang kemudian dikenal sebagai alas kaki maksimalis. Penting untuk dicatat bahwa “maksimalis” bukan berarti sekadar menebalkan sol sebanyak mungkin. Filosofi desain HOKA berupaya memadukan sol tengah berukuran besar dengan konstruksi yang relatif ringan serta geometri yang direkayasa secara presisi. Deckers menggambarkan kombinasi khas merek ini sebagai perpaduan antara bantalan yang ditingkatkan, stabilitas inheren, dan bobot yang minimal.6

Kombinasi tersebut kemudian menjadi salah satu keunggulan kompetitif utama HOKA.

Adopsi awal oleh pelari ultra

HOKA pada awalnya menemukan audiens terkuatnya di kalangan pelari ultramaraton dan lintas alam. Hal ini wajar karena lomba gunung jarak jauh memberikan tuntutan fisik yang sangat besar pada kaki dan tungkai pelari. Platform bantalan yang luas serta geometri yang stabil menarik minat para atlet yang membutuhkan perlindungan dan kenyamanan dalam jarak tempuh yang sangat jauh.

Perusahaan sendiri menyatakan bahwa produk-produknya awalnya dirancang untuk pelari ultra, sebelum akhirnya menjangkau audiens atletik yang jauh lebih luas.16 Ini merupakan bagian penting dari sejarah HOKA: merek ini tidak langsung terkenal sebagai sneaker gaya hidup arus utama, melainkan membangun kredibilitas terlebih dahulu di komunitas performa yang sangat terspesialisasi. Reputasi performa itulah yang kelak menjadi landasan bagi ekspansi menuju pasar arus utama.

Akuisisi oleh Deckers

Pertumbuhan pesat HOKA menuntut sumber daya, distribusi, dan kapasitas manufaktur yang lebih besar. Deckers Brands—perusahaan alas kaki asal Amerika Serikat yang menaungi merek seperti UGG dan Teva—mulai terlibat dengan HOKA pada tahun 2012. Berdasarkan dokumen SEC milik Deckers, perusahaan pertama kali mengakuisisi kepemilikan non-pengendali di Hoka pada Mei 2012, kemudian mengakuisisi sisa kepemilikan pada September 2012.9

Sejak saat itu, HOKA resmi menjadi bagian dari portofolio Deckers. Langkah ini menjadi titik balik penting karena menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan HOKA untuk bertransformasi dari merek lari yang relatif spesialis menjadi bisnis alas kaki performa berskala global. Strategi Deckers adalah mengembangkan merek alas kaki ceruk dengan identitas khas dan mengubahnya menjadi merek konsumen internasional. HOKA menjadi salah satu contoh paling sukses dari strategi tersebut.17

Dari lari lintas alam ke lari jalan raya

Meskipun berakar pada lari gunung dan ultramaraton, HOKA tidak bertahan sebagai perusahaan yang hanya fokus pada lintasan alam. Merek ini secara progresif berekspansi ke berbagai kategori, meliputi:

  • lari jalan raya
  • latihan harian
  • balap maraton
  • alas kaki trek dan kecepatan
  • lari lintas alam
  • mendaki gunung
  • kebugaran
  • jalan santai
  • alas kaki gaya hidup

Ekspansi ini memiliki arti strategis yang penting. Filosofi desain dasar HOKA—bantalan, stabilitas, dan pergerakan efisien—tidak terbatas pada lari gunung saja. Akibatnya, perusahaan dapat menerapkan teknologinya kepada kelompok atlet yang jauh lebih luas. Deckers kini mendeskripsikan portofolio produk HOKA mencakup alas kaki untuk lari, lintas alam, mendaki gunung, kebugaran, dan gaya hidup, beserta pakaian dan aksesori.19

Bahasa desain khas HOKA

HOKA mungkin paling mudah dikenali dari sol tengahnya yang berukuran besar. Sepatu-sepatu ini cenderung memiliki lapisan busa yang terlihat tebal di bawah kaki. Namun, terdapat beberapa konsep desain yang bekerja secara bersamaan:

Bantalan tebal

Sol tengah yang besar menyediakan bantalan substansial di bawah kaki. Inilah fitur yang paling lekat dengan citra HOKA.

Konstruksi ringan

Meski solnya terlihat masif, HOKA sejak lama menekankan pentingnya menjaga bobot sepatu tetap relatif ringan. Hal ini menciptakan kombinasi yang tidak biasa: sepatu berukuran besar + bobot yang relatif ringan.

Platform stabil

Platform yang lebar serta geometri khusus pada HOKA ditujukan untuk memberikan stabilitas saat berlari.

Geometri rocker

Banyak sepatu HOKA mengadopsi geometri melengkung yang membantu memandu kaki sepanjang langkah. Fitur ini berkontribusi pada sensasi bergulir atau “mengayun” yang khas dan sering dikaitkan dengan pengalaman memakai HOKA.

Meta-Rocker

Salah satu konsep HOKA yang paling dikenal adalah Meta-Rocker, yaitu geometri sol melengkung yang dirancang untuk mendorong transisi yang lebih mulus sepanjang siklus langkah. Idenya bukan sekadar menambah busa di bawah kaki, melainkan membentuk busa tersebut sedemikian rupa sehingga sepatu dapat membantu pelari bergerak maju dengan lebih efisien.

Mengapa sepatu HOKA terlihat begitu berbeda

Penampilan sepatu HOKA sebenarnya merupakan bagian sentral dari filosofi rekayasanya. Sepatu lari tradisional umumnya berusaha tampil ramping, rendah, dan aerodinamis. HOKA secara esensial menantang estetika tersebut. Sepatu-sepatunya dapat terlihat:

  • berukuran besar;
  • sangat tinggi;
  • berbantalan ekstrem;
  • lebar pada bagian platform; serta
  • nyaris “mengembang” jika dibandingkan dengan sepatu latihan konvensional.

Penampilan tersebut awalnya memicu kontroversi, namun pada akhirnya berubah menjadi aset merek. Apa yang dulunya membuat HOKA tampak aneh kini menjadi salah satu cara termudah bagi konsumen untuk mengenali produknya. Dengan kata lain, HOKA berhasil mengubah diferensiasi fungsional menjadi identitas visual merek.

Keluarga sepatu utama HOKA

Lini produk HOKA saat ini jauh lebih luas dibandingkan sepatu ultramaraton orisinalnya. Beberapa keluarga produk yang paling dikenal meliputi:

Clifton

Clifton adalah salah satu model lari jalan raya harian HOKA yang paling mudah dikenali. Model ini umumnya diposisikan sebagai sepatu latihan harian yang serbaguna dan berbantalan nyaman, alih-alih sepatu balap ekstrem.

Bondi

Bondi merepresentasikan filosofi lari jalan raya HOKA yang mengutamakan bantalan tebal. Model ini sangat identik dengan kenyamanan dan bantalan maksimal.

Speedgoat

Speedgoat merupakan salah satu model lari lintas alam andalan HOKA. Seri ini telah menjadi sinonim dari lari lintas alam teknis dan pegunungan. HOKA menyoroti Speedgoat 7 dalam pengumuman produk tahun 2026, menunjukkan bahwa model ini tetap menjadi pilar penting dalam identitas lari lintas alam merek.13

Mach

Keluarga Mach menekankan pengalaman lari yang lebih ringan dan terasa lebih cepat, tanpa meninggalkan filosofi bantalan khas HOKA.

Rocket / model balap

HOKA juga memproduksi sepatu balap berorientasi performa yang ditujukan untuk lari jalan raya yang lebih cepat dan kompetisi. Keberadaan lini ini menunjukkan seberapa jauh perusahaan telah berkembang dari ceruk ultra-jarak jauh aslinya.

Hubungan dengan atlet profesional

Seiring pertumbuhan HOKA, hubungannya dengan atlet elit menjadi semakin penting. Kredibilitas awal merek ini berasal dari atlet lintas alam dan ultramaraton. Selanjutnya, HOKA memperluas kehadirannya ke ranah:

  • balap jalan raya elit;
  • lari maraton;
  • atletik trek dan lapangan;
  • balap lintas alam;
  • ultramaraton; serta
  • kompetisi internasional utama.

Langkah ini membantu menegaskan pesan penting: HOKA bukan sekadar sepatu nyaman, melainkan alas kaki performa. Pembedaan ini sangat krusial karena pada saat yang sama, HOKA juga mulai populer di kalangan konsumen sehari-hari.

Dari merek performa menjadi merek gaya hidup

Salah satu perkembangan paling signifikan dalam sejarah HOKA adalah perluasan jangkauannya melampaui kalangan pelari serius. Sepatu HOKA semakin sering dikenakan oleh orang-orang yang sedang:

  • berjalan kaki;
  • bepergian;
  • bekerja dengan posisi berdiri;
  • berolahraga santai;
  • pergi ke gym;
  • mengenakan sneaker sebagai fesyen harian; atau
  • mencari alas kaki yang nyaman.

Fenomena ini menciptakan pasar kedua yang sangat kuat. Seseorang tidak harus menjadi pelari maraton untuk bisa mengapresiasi bantalan HOKA. Hal inilah yang mentransformasi HOKA dari perusahaan lari spesialis menjadi merek performa dan gaya hidup yang jauh lebih luas. Deckers kini secara eksplisit mendeskripsikan daya tarik HOKA yang mampu menjangkau “juara dunia, pencipta tren, dan atlet sehari-hari.”14

Fenomena “sepatu jelek”

HOKA juga diuntungkan oleh perubahan luas dalam estetika sneaker. Selama bertahun-tahun, sepatu atletik diharapkan tampil ramping dan relatif sederhana. Siluet tebal HOKA menantang gagasan tersebut. Sol raksasanya justru menjadi bagian dari pernyataan fesyen. Tren ini sejalan dengan meningkatnya popularitas:

  • sneaker chunky;
  • fesyen teknikal;
  • pakaian bernuansa luar ruang;
  • athleisure;
  • gaya “gorpcore”; serta
  • alas kaki yang mengutamakan kenyamanan.

Akibatnya, penampilan HOKA yang tidak lazim perlahan dianggap modis, bukan hanya fungsional. Inilah salah satu alasan mengapa merek ini mampu berpindah dari toko lari khusus ke ritel arus utama dan budaya fesyen.

Filosofi merek HOKA

Identitas HOKA berpusat pada beberapa gagasan yang terus berulang:

Inovasi

HOKA memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang berani menantang ide-ide konvensional tentang alas kaki.

Pergerakan

Merek ini pada dasarnya berfokus pada upaya membantu orang bergerak—baik itu berlari secara kompetitif, mendaki gunung, berolahraga, maupun sekadar berjalan kaki.

Kenyamanan

Bantalan tetap menjadi salah satu proposisi konsumen terpenting dari HOKA.

Performa

Terlepas dari popularitasnya di ranah gaya hidup, HOKA terus menekankan aspek performa atletik.

Optimisme

Narasi HOKA kerap menonjolkan optimisme dan semangat untuk melampaui cara pikir konvensional. Positioning merek saat ini di bawah naungan Deckers menggunakan tagline “Fly Human Fly” sebagai platform komunikasi HOKA.7

HOKA sebagai merek Deckers

Saat ini, HOKA bukan lagi korporasi publik yang independen. Merek ini merupakan salah satu pilar utama dalam Deckers Brands, perusahaan alas kaki terbuka yang portofolionya mencakup HOKA, UGG, dan Teva.8 Deckers berkantor pusat di Goleta, California. Kondisi ini memberikan HOKA identitas korporat yang unik: asal-usul Prancis + kepemilikan korporat Amerika + merek konsumen global. Filosofi produk orisinalnya lahir dari Pegunungan Alpen Prancis, sementara ekspansi komersial berikutnya didukung kuat oleh pasar Amerika Serikat dan infrastruktur global Deckers.

Bisnis HOKA saat ini

HOKA telah menjelma menjadi salah satu dari dua merek dominan milik Deckers. Untuk tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026, HOKA mencatatkan penjualan bersih sekitar US$2,587 miliar, naik 15,9% dari sekitar US$2,233 miliar pada tahun sebelumnya.9 Sebagai perbandingan, Deckers melaporkan perkiraan penjualan bersih tahun fiskal 2026 sebagai berikut:

  • HOKA: $2,587 miliar
  • UGG: $2,739 miliar
  • Merek lainnya: $146,2 juta10

Capaian ini menempatkan HOKA sebagai salah satu unit bisnis terpenting di dalam tubuh Deckers. Penjualannya terbagi antara saluran grosir—meliputi toko lari khusus, peritel perlengkapan olahraga, dan distributor lain—serta langsung ke konsumen (direct-to-consumer), termasuk kanal daring dan ritel milik HOKA sendiri.15

Ekspansi global

HOKA telah berevolusi dari konsep lari di Alpen Prancis menjadi merek internasional yang sesungguhnya. Produk-produknya kini dijual di berbagai pasar utama, meliputi:

  • Amerika Utara
  • Eropa
  • Asia-Pasifik
  • Amerika Latin
  • pasar internasional lainnya

Deckers melaporkan bahwa bisnis internasional HOKA telah menjadi sumber pertumbuhan yang penting. Pada tahun fiskal 2026, keseluruhan penjualan internasional Deckers tumbuh secara substansial, sementara HOKA sendiri terus memperluas jangkauan pasarnya di tingkat global.15

Manufaktur

Seperti merek-merek utama Deckers lainnya, HOKA tidak memproduksi alas kakinya secara primer di pabrik milik perusahaan sendiri. Deckers menyatakan bahwa produk-produknya diproduksi oleh kontraktor pihak ketiga yang independen.11 Struktur ini lazim dalam industri alas kaki global, karena memungkinkan merek untuk berkonsentrasi pada:

  • desain produk;
  • penelitian dan pengembangan;
  • pemasaran;
  • hubungan dengan atlet;
  • distribusi;
  • ritel; serta
  • manajemen merek.

Strategi pemasaran

Pemasaran HOKA secara historis sangat bergantung pada kontras antara produknya dan sepatu lari konvensional. Pesan dasarnya pada intinya adalah: Jangan ikuti aturan desain yang lazim. Identitas visualnya pun menjadi sangat mudah dikenali berkat:

  • sol tengah yang besar;
  • siluet yang berani;
  • kombinasi warna yang kuat;
  • logo HOKA yang khas;
  • konstruksi yang tampak teknikal; serta
  • asosiasi yang kuat dengan aktivitas luar ruang dan pergerakan atletik.

Positioning “Fly Human Fly” yang diusung perusahaan saat ini memperluas gagasan tersebut melampaui aktivitas lari, membingkai HOKA sebagai merek untuk pergerakan manusia secara lebih luas.18

Kompetitor HOKA

HOKA bersaing di beberapa pasar yang berbeda, sehingga kompetitornya bervariasi tergantung pada kategori produk.

Lari

Kompetitor utamanya meliputi:

  • ASICS
  • Brooks
  • New Balance
  • Saucony
  • On
  • Nike
  • Adidas

Lintas alam dan luar ruang

Merek ini juga bersaing dengan brand seperti:

  • Salomon
  • Altra

Keunggulan kompetitif HOKA terletak pada kombinasi bantalan, konstruksi ringan, geometri khas, dan pengenalan merek yang kuat.

Pengaruh HOKA terhadap dunia lari modern

Dampak HOKA melampaui angka penjualannya sendiri. Perusahaan ini turut menormalisasi gagasan bahwa sepatu lari performa yang serius dapat memiliki bantalan yang sangat tebal tanpa harus terasa terlalu berat. Hal ini memberikan pengaruh luas bagi industri lari. Kini, sepatu lari dengan bantalan ekstrem sudah menjadi pemandangan umum di hampir semua merek lari utama. Pasar modern menawarkan segala jenis pilihan, mulai dari sepatu minimalis hingga “super trainer” berbantalan tebal dan sepatu balap. HOKA adalah salah satu merek yang membantu menjadikan transformasi ini sukses secara komersial.

Kritik dan perdebatan

HOKA tidak lepas dari kontroversi atau perdebatan. Diskusi yang paling sering muncul seputar merek ini meliputi:

Bantalan vs. rasa pijakan

Beberapa pelari menyukai bantalan yang substansial, sementara yang lain lebih memilih koneksi yang lebih langsung dengan permukaan jalan.

Ukuran dan tampilan sepatu

Sol tengah yang tebal dapat membuat sepatu terlihat besar dibandingkan sepatu lari tradisional.

Daya tahan

Seperti halnya hampir semua alas kaki lari, daya tahan sangat bervariasi tergantung pada model, pelari, medan, dan jarak tempuh.

Harga

HOKA menempati segmen yang relatif premium di pasar sepatu lari, sehingga harganya bisa terasa mahal jika dibandingkan dengan alas kaki atletik dasar.

“Maksimalisme”

Filosofi merek ini tetap menjadi masalah preferensi pribadi. Bantalan yang lebih tebal tidak otomatis lebih baik untuk setiap pelari.

Signifikansi budaya HOKA

Kisah HOKA sangat menarik karena mendemonstrasikan bagaimana produk teknikal yang sangat terspesialisasi dapat berubah menjadi produk budaya arus utama. Urutannya kurang lebih berlangsung sebagai berikut:

Alpen Prancis → pelari ultra → toko lari khusus → pelari arus utama → konsumen sehari-hari → fesyen/gaya hidup

Ini merupakan contoh kuat dari sebuah merek olahraga modern yang berekspansi melalui otentisitas. HOKA pada awalnya tidak mencoba menjadi perusahaan sneaker fesyen. Penampilannya yang tidak lazim murni lahir dari tujuan teknikalnya. Namun pada akhirnya, tampilan teknikal itu sendiri yang justru dianggap modis.

Linimasa

2009

HOKA didirikan di Prancis oleh Nicolas Mermoud dan Jean-Luc Diard.12

2009–2010

Perusahaan mengembangkan alas kaki lari lintas alam berbantalan tebal dan mulai mendapat perhatian dari atlet ketahanan.

2012

Deckers mengakuisisi kepemilikan non-pengendali di Hoka, lalu mengakuisisi sisa kepemilikan pada tahun yang sama.9

2013

HOKA sepenuhnya terintegrasi ke dalam portofolio merek Deckers.5

2010-an

Merek ini berekspansi melampaui ultramaraton menuju lari jalan raya arus utama dan mengembangkan model-model seperti Clifton beserta keluarga produk utama lainnya.

Akhir 2010-an

HOKA semakin terlihat di kalangan pelari sehari-hari dan mulai membangun kehadiran gaya hidup yang lebih luas.

2021

Merek ini beralih dari nama Hoka One One menjadi sekadar HOKA.5

2020-an

HOKA menjadi salah satu dari dua merek terbesar milik Deckers dan berekspansi secara substansial di pasar internasional.

2026

HOKA mencatatkan penjualan bersih tahun fiskal sekitar $2,587 miliar, mewakili pertumbuhan year-over-year sebesar 15,9%.13

Apa yang membedakan HOKA?

Jika seluruh strategi merek HOKA harus diringkas dalam satu kalimat, bunyinya adalah:

HOKA menantang desain sepatu lari konvensional dengan memadukan bantalan substansial dan stabilitas bersama konstruksi yang relatif ringan dan berorientasi pada performa.

Faktor pembeda utamanya meliputi:

1. Bantalan maksimal
HOKA menjadikan sol tengah yang luar biasa besar sebagai fitur penentu dalam alas kaki lari modern.

2. Filosofi ringan
Tujuannya bukan sekadar menciptakan sepatu berbantalan yang berat.

3. Geometri berbasis rocker
Geometri sol dirancang untuk mendorong transisi langkah yang mulus.

4. Stabilitas
Platform dan geometrinya ditujukan untuk menciptakan pengalaman lari yang stabil.

5. Warisan lari lintas alam
Perusahaan bermula dari pelari gunung dan ultramaraton, bukan dari pasar sneaker umum.

6. Identitas visual yang khas
Sol tengah raksasanya langsung mudah dikenali.

7. Transisi dari performa ke gaya hidup
HOKA berhasil berpindah dari alas kaki atletik spesialis menjadi penggunaan sehari-hari dan fesyen.

HOKA hari ini

Hingga tahun 2026, HOKA bukan lagi eksperimen lari lintas alam ceruk asal Prancis. Merek ini telah menjadi merek performa global utama dan bisnis inti dari Deckers Brands. Deckers mendeskripsikan HOKA sebagai merek alas kaki performa premium sepanjang tahun yang melayani atlet elit, atlet sehari-hari, dan konsumen gaya hidup. Jajaran produknya saat ini membentang dari alas kaki lari dan lintas alam hingga mendaki gunung, kebugaran, produk gaya hidup, pakaian, dan aksesori.14

Pertumbuhan merek ini patut dicatat karena berhasil mempertahankan koneksi yang kuat dengan identitas teknikal aslinya, sembari secara simultan diterima oleh pasar arus utama. Kisahnya dapat diringkas sebagai berikut:

Inovasi Alpen Prancis → revolusi lari maksimalis → kredibilitas ultramaraton → akuisisi Deckers → merek lari global → fenomena gaya hidup arus utama.

Secara singkat, signifikansi HOKA bukan sekadar pada produksi sepatu lari berbantalan. Kontribusi nyata merek ini terhadap industri alas kaki adalah keberhasilannya menjadikan bantalan ekstrem, geometri tidak lazim, dan sepatu lari berukuran besar secara visual sebagai sesuatu yang diinginkan secara komersial, tanpa meninggalkan gagasan tentang performa atletik yang serius. Kombinasi inilah yang mengubah eksperimen Alpen Prancis tahun 2009 menjadi salah satu merek lari terbesar di dunia.15

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait