Tentang Kime Skincare
Kime Skincare adalah merek kecantikan dan perawatan diri asal Indonesia yang mengembangkan produk perawatan kulit serta minuman kolagen, dengan positioning yang dipengaruhi oleh Korean beauty (K-beauty). Merek ini dinyatakan mulai dikembangkan pada tahun 2020 dan berfokus pada penyediaan produk perawatan kulit yang terjangkau, praktis, serta relevan bagi konsumen Indonesia. Profil perusahaan menempatkan basis utamanya di Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan kehadiran tambahan di Surabaya.1
Catatan: Kime merupakan merek swasta yang relatif muda, sehingga informasi publik mengenai pendiri, struktur kepemilikan, kinerja keuangan, dan sejarah perusahaan secara terperinci masih terbatas. Profil berikut membedakan antara informasi yang terdokumentasi melalui profil resmi Kime/perusahaan dengan klaim yang muncul dalam sumber promosi atau pihak ketiga.
Ikhtisar
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama merek | Kime Skincare / KIME |
| Industri | Kecantikan, perawatan kulit & perawatan diri |
| Asal | Indonesia |
| Dikembangkan/didirikan | 2020 |
| Basis utama | Sukoharjo, Jawa Tengah |
| Lokasi lain | Surabaya, Jawa Timur |
| Positioning | Perawatan kulit terjangkau yang terinspirasi Korean beauty |
| Target pasar | Konsumen kecantikan Indonesia, khususnya Gen Z dan milenial |
| Kategori produk | Perawatan wajah/tubuh dan minuman kolagen |
| Ukuran perusahaan | Dilaporkan 11–50 karyawan |
| Saluran penjualan utama | Marketplace, social commerce, dan pemasaran digital |
| Situs web merek | kimeskincare.com |
| Kehadiran sosial | Instagram dan platform social commerce lainnya |
Profil perusahaan di LinkedIn mendeskripsikan Kime sebagai merek perawatan kulit dan minuman kolagen yang dikembangkan pada tahun 2020, dengan tim yang didominasi oleh Gen Z dan milenial. Profil tersebut juga mengidentifikasi pemasaran digital—termasuk Meta Ads, Google Ads, TikTok, dan marketplace—sebagai bagian penting dari strategi perusahaan.1
Sejarah
Kime Skincare muncul sekitar tahun 2020, pada periode ketika konsumen Indonesia semakin mengadopsi rutinitas perawatan kulit yang terinspirasi Korea. Informasi perusahaan Kime sendiri mendeskripsikan bahwa merek ini dikembangkan pada tahun 2020 dan terus berinovasi setelahnya.3
Salah satu produk paling awal yang dikaitkan dengan merek ini adalah KIME Luminizing Jeju Brightening Soap, sebuah sabun batang yang dibangun di atas konsep bahan vulkanik Jeju. Video produk tahun 2020 telah mempromosikan sabun tersebut sebagai produk Kime, yang menunjukkan bahwa positioning berbasis Jeju sudah hadir sejak awal pengembangan merek.2
Menjelang tahun 2023, liputan media menggambarkan Kime sebagai merek perawatan kulit lokal Indonesia yang terinspirasi oleh perawatan kulit Korea dan menggunakan bahan-bahan yang diasosiasikan dengan Pulau Jeju, Korea Selatan. Liputan tersebut juga melaporkan bahwa merek ini telah menjual lebih dari satu juta produk, meskipun angka ini merupakan klaim perusahaan/pers dan bukan data penjualan yang diaudit secara independen.3
Positioning Merek
Identitas Kime berada di antara perawatan kulit lokal Indonesia dan bahasa visual serta bahan baku K-beauty.
Perusahaan mendeskripsikan dirinya berfokus pada produk yang aman, inovatif, dan relevan bagi konsumen Indonesia. Profil Jobstreet-nya secara khusus menyebutkan bahwa Kime terinspirasi oleh kecantikan Korea sambil bertujuan memberikan pengalaman perawatan diri yang mudah diakses dan tidak rumit.4
Bagian utama dari identitas awalnya adalah penggunaan Jeju Volcanic Ash, yang dipadukan dengan bahan-bahan seperti arang, lidah buaya, minyak zaitun, niacinamide, dan kolagen.5
Dalam istilah pemasaran, merek ini dapat diringkas sebagai:
Inspirasi K-beauty + Aksesibilitas Indonesia + Positioning kulit cerah/bercahaya + Harga terjangkau + Pemasaran social commerce.
Portofolio Produk
Kime telah berekspansi melampaui identitas awalnya yang berfokus pada sabun. Kehadiran resminya di marketplace saat ini mencantumkan berbagai produk termasuk pembersih/sabun, toner, pelembap, krim malam, face mist, dan paket perawatan kulit.7
1. Luminizing Jeju Brightening Soap
Produk ini bisa dibilang sebagai produk andalan Kime.
Sabun ini dipasarkan dengan mengandalkan Jeju Volcanic Ash, charcoal powder, dan niacinamide, dengan bahan tambahan termasuk vitamin E dan kolagen. Produk ini diposisikan sebagai pembersih dan pencerah untuk wajah maupun tubuh.6
Produk ini telah ada dalam portofolio Kime sejak periode awal merek; deskripsi tahun 2020 mencantumkan bahan-bahan termasuk volcanic ash, arang, kolagen, minyak zaitun, lidah buaya, niacinamide, dan vitamin E.5
Terdapat pula beberapa generasi/registrasi produk ini. Salah satu registrasi yang terdokumentasi saat ini adalah NA18250500764, yang diterbitkan pada 5 Agustus 2025 untuk Luminizing Jeju Brightening Soap, dengan CV Zweena Adi Nugraha teridentifikasi sebagai pendaftar/produsen dalam basis data yang dirujuk.6
2. Green Caviar Soap
Kime juga menjual Green Caviar Soap Bar, yang diposisikan untuk mencerahkan dan mengeksfoliasi. Marketplace resmi saat ini mencantumkannya di antara produk-produk Kime.9
3. Pink Pome Toner
Pink Pome Toner dipasarkan sebagai toner serbaguna untuk wajah dan tubuh. Daftar marketplace saat ini mendeskripsikannya mengandung AHA, BHA, PHA, panthenol, dan bahan pengondisi kulit lainnya, dengan penekanan pada eksfoliasi, pencerahan, dan penenangan kulit.10
4. Luminizing Night Cream
Luminizing Night Cream milik Kime diposisikan sebagai perawatan malam yang melembapkan dan mencerahkan. Daftar marketplace resmi saat ini mendeskripsikannya sebagai krim malam yang ditujukan untuk mendukung tampilan kulit lebih cerah dan rutinitas perawatan anti-penuaan.7
5. Stay Hydrated Soothing Moisturizer
Produk yang lebih baru dalam portofolio ini adalah Kime Stay Hydrated Soothing Moisturizer, yang dipasarkan untuk hidrasi dan perawatan skin barrier. Daftarnya menyoroti kandungan SK-INFLUX (kompleks ceramide), panthenol, bisabolol, dan niacinamide.8
6. Luminizing Face Mist
Kime juga memperkenalkan Luminizing Face Mist 100 ml, yang diposisikan untuk hidrasi, kesegaran, dan tampilan kulit yang lebih cerah.8
7. Paket Perawatan Kulit
Alih-alih hanya menjual produk satuan, Kime sering menggabungkan produk ke dalam rutinitas seperti paket Jeju Glow Package dan Basic Glow. Hal ini sesuai dengan penekanan merek pada rutinitas perawatan kulit yang disederhanakan dan penjualan berbasis marketplace.7
Bahan Utama dan Konsep
Kisah bahan baku Kime secara historis berpusat pada bahan-bahan yang terkait dengan pembersihan, hidrasi, dan pencerahan.
Jeju Volcanic Ash
Jeju volcanic ash mungkin merupakan bahan yang paling kuat diasosiasikan dengan identitas asli Kime. Merek ini memasarkannya sebagai bahan mineral alami yang bersumber dari lingkungan vulkanik Jeju, Korea Selatan.6
Charcoal
Charcoal powder adalah komponen menonjol lainnya dari sabun Jeju asli. Bahan ini berkontribusi pada positioning pembersihan/penyerapan produk, terutama bagi konsumen yang peduli dengan kelebihan minyak dan kotoran.5
Niacinamide
Niacinamide muncul dalam deskripsi sabun Jeju Kime dan produk-produk terbarunya. Bahan ini umum digunakan dalam perawatan kulit untuk fungsi-fungsi seperti mendukung skin barrier, mengatur sebum, dan memperbaiki penampilan pigmentasi yang tidak merata.6
Aloe Vera
Lidah buaya muncul dalam deskripsi sabun asli dan berkontribusi pada positioning produk yang menenangkan dan melembapkan.5
Minyak Zaitun dan Kolagen
Sabun asli Kime juga dideskripsikan mengandung minyak zaitun dan kolagen, memperkuat penekanan merek pada produk pembersih yang tidak semata-mata berfokus pada penghilangan minyak.11
Manufaktur dan Informasi Regulasi
Informasi produk yang tersedia secara publik mengidentifikasi CV Zweena Adi Nugraha di Sukoharjo, Jawa Tengah, terkait dengan Kime Luminizing Jeju Brightening Soap.6
Penting untuk dicatat bahwa registrasi BPOM berlaku untuk produk kosmetik individual, bukan otomatis untuk seluruh merek. Sebagai contoh, Luminizing Jeju Brightening Soap memiliki nomor notifikasi kosmetik terdokumentasi NA18250500764 dalam catatan registrasi tahun 2025. Versi/catatan sebelumnya juga pernah dikaitkan dengan nomor NA18190505456.6
Perbedaan ini penting karena produk dapat diformulasikan ulang atau menerima registrasi baru. Oleh karena itu, konsumen disarankan memeriksa nomor BPOM yang tercetak pada produk Kime tertentu yang mereka beli, alih-alih hanya mengandalkan nomor registrasi lama.
Distribusi dan Pemasaran
Kime telah membangun model distribusi digital-first yang kuat.
Profil perusahaannya secara khusus mengidentifikasi Meta Ads, Google Ads, TikTok, dan marketplace sebagai saluran pemasaran digital yang penting.8
Kehadiran resminya di Shopee sangat signifikan: toko saat ini terdaftar dengan sekitar 139.000 pengikut, rating toko 4.8, dan puluhan produk. Beberapa produk Kime menunjukkan ribuan penjualan di marketplace, khususnya Jeju Brightening Soap dan Luminizing Night Cream.7
Hal ini menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan Kime sangat bergantung pada:
- Commerce marketplace;
- Pemasaran TikTok/media sosial;
- Pemasaran afiliasi dan KOL;
- Bundel promosi;
- Titik harga yang relatif terjangkau; dan
- Pemasaran visual “kulit bercahaya” (glowing).
Target Audiens
Profil tim Kime yang dinyatakan secara publik sangat berorientasi pada Gen Z dan milenial, dan produknya dipasarkan kepada konsumen yang menginginkan rutinitas perawatan kulit yang relatif sederhana.4
Audiens inti yang kemungkinan dituju meliputi:
- Konsumen perawatan kulit muda Indonesia;
- Orang yang tertarik pada tren kecantikan Korea;
- Konsumen yang mencari produk pencerah yang terjangkau;
- Pengguna pemula perawatan kulit;
- Pembelanja marketplace/social commerce; dan
- Konsumen yang tertarik pada produk wajah-dan-tubuh daripada perawatan kulit dermatologis yang sangat terspesialisasi.
Positioning Harga
Secara historis, Kime memposisikan dirinya sebagai alternatif lokal/terjangkau dibandingkan perawatan kulit Korea yang lebih mahal. Sebuah artikel tahun 2023 melaporkan kisaran harga produk Kime sekitar Rp35.000 hingga Rp135.000 pada saat itu.3
Harga marketplace saat ini bervariasi secara signifikan karena diskon, bundel, dan promosi penjual. Misalnya, marketplace resmi saat ini menampilkan produk satuan dan bundel Kime dengan harga promosi yang didiskon secara substansial.7
Oleh karena itu, lebih akurat untuk mendeskripsikan Kime sebagai perawatan kulit mass-market/terjangkau daripada menetapkan kisaran harga yang tetap.
Identitas Merek
Branding Kime dapat dipahami melalui beberapa tema yang berulang:
“Jeju” — menghubungkan merek dengan kecantikan Korea dan bahan vulkanik/mineral.
“Luminizing / Glow / Brightening” — menekankan kulit yang tampak lebih cerah dan bercahaya.
Perawatan kulit praktis — rangkaian produk semakin mencakup langkah rutinitas dasar seperti membersihkan, menutrisi (toning), melembapkan, dan perawatan malam.
Keterjangkauan — Kime berupaya membuat estetika K-beauty dapat diakses oleh konsumen Indonesia.
Pemasaran digital-native — profil bisnisnya secara eksplisit menyoroti pemasaran TikTok, Meta, Google, dan marketplace.12
Profil Perusahaan
Profil perusahaan yang tersedia mendeskripsikan Kime sebagai organisasi yang relatif kecil, dengan 11–50 karyawan. LinkedIn mencantumkan kantor pusatnya di Sukoharjo, sementara juga mengidentifikasi lokasi di Surabaya.1
Informasi publik tidak memberikan gambaran yang cukup andal mengenai struktur kepemilikan, pemegang saham, pendiri, pendapatan tahunan, atau valuasi korporat Kime. Rincian tersebut karenanya tidak boleh diperlakukan sebagai fakta yang mapan.
Penerimaan dan Kehadiran Pasar
Kime tampaknya telah mencapai visibilitas yang cukup besar melalui e-commerce Indonesia. Toko resmi Shopee-nya saat ini memiliki sekitar 139.000 pengikut, sementara produk individual seperti Jeju Brightening Soap telah mengakumulasi ribuan catatan penjualan di platform tersebut.7
Merek ini juga diliput oleh media gaya hidup Indonesia, dengan pemberitaan yang menekankan konsep terinspirasi Korea, bahan Jeju, dan keterjangkauannya.3
Namun, penjualan marketplace dan rating pelanggan tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti klinis independen atas khasiat produk. Hal-hal tersebut menunjukkan traksi komersial dan keterlibatan konsumen, bukan membuktikan bahwa suatu produk menghasilkan hasil dermatologis tertentu.
Kritik dan Pertimbangan
Satu pertimbangan penting dengan Kime—atau merek perawatan kulit apa pun—adalah membedakan klaim pemasaran dari bukti klinis yang mapan.
Produk Kime dipasarkan menggunakan istilah seperti mencerahkan, glowing, anti-aging, membersihkan pori-pori, dan mengurangi flek hitam. Istilah-istilah ini menggambarkan manfaat kosmetik yang dimaksudkan, tetapi keberadaan bahan seperti niacinamide, arang, atau volcanic ash tidak dengan sendirinya menjamin hasil tertentu bagi setiap pengguna.
Sabun aslinya juga merupakan produk pembersih tipe sabun murni (true soap), menurut analisis bahan independen, bukan serum atau perawatan leave-on. Artinya, fungsi utamanya harus dipahami sebagai pembersih; bahan dalam produk bilas (rinse-off) umumnya memiliki kontak yang lebih singkat dengan kulit dibandingkan bahan dalam perawatan kulit leave-on.11
Orang dengan kulit sensitif atau kering mungkin perlu memperkenalkan produk pembersih/eksfoliasi yang lebih kuat secara bertahap dan menghentikan penggunaan jika terjadi iritasi.
Hubungan dengan Perawatan Kulit Korea
Meskipun Kime adalah merek Indonesia, pengaruh Korea merupakan pusat identitasnya.
Merek ini tampaknya bukan perusahaan kosmetik Korea; melainkan menggunakan positioning terinspirasi K-beauty dan bahan-bahan terkait Jeju sambil beroperasi sebagai bisnis perawatan kulit lokal Indonesia. Profil perusahaannya secara eksplisit mendeskripsikannya sebagai merek yang relevan bagi konsumen Indonesia dan terinspirasi oleh kecantikan Korea.4
Hal ini menjadikan Kime representatif dari tren yang lebih luas di Indonesia: perusahaan kecantikan lokal yang mengadaptasi konsep, bahan, dan estetika perawatan kulit Korea untuk pasar massal Indonesia.
Kehadiran Online
Ringkasan
Kime Skincare adalah merek perawatan kulit Indonesia yang didirikan/dikembangkan sekitar tahun 2020 dan berkantor pusat di wilayah Sukoharjo/Surakarta. Identitasnya dibangun di atas perawatan kulit terjangkau yang terinspirasi kecantikan Korea, dengan Jeju Volcanic Ash dan Luminizing Jeju Brightening Soap membentuk sebagian besar identitas merek awalnya. Perusahaan kemudian berekspansi ke sabun, toner, pelembap, krim, face mist, bundel perawatan kulit, dan minuman kolagen.13
Pertumbuhannya tampak erat kaitannya dengan commerce marketplace, pemasaran TikTok/media sosial, dan pemasaran digital yang berorientasi Gen-Z/milenial. Merek ini memiliki kehadiran marketplace yang substansial di Indonesia, meskipun informasi terperinci tentang pendiri, kepemilikan, keuangan, dan sejarah perusahaannya tetap terbatas dalam sumber yang dapat diakses publik.13
Kesimpulan: Kime paling tepat dikarakterisasikan sebagai merek perawatan kulit mass-market lokal Indonesia yang terinspirasi K-beauty, bukan perusahaan perawatan kulit Korea. Identitas produknya yang paling mudah dikenali adalah sabun pencerah terinspirasi Jeju, sementara portofolionya saat ini berkembang menjadi ekosistem perawatan kulit yang lebih luas.
References
- Kime Skincare | LinkedIn
- KIME Skincare – Luminizing Jeju Brightening Soap – YouTube
- Kime Skincare: Solusi Perawatan Kulit ala Korea yang Terjangkau untuk Masyarakat Indonesia
- Bekerja di Kime Skincare: Profil dan informasi perusahaan | Jobstreet
- Kime Skincare, Ruko, Griya Bumi Raya No. B20, Waru, Kec. Baki, Surakarta (2026)
- Kime Skincare Luminizing Jeju Brightening Soap – Cekhalal.id
- Kime Skincare Gratis Ongkir 🏷️ Harga Murah Juni 2026
- Kime Skincare Brand Lokal Solo Sabet Penghargaan Bergengsi TikTok | JATENGPOS.CO.ID
- Kime Skincare Green Caviar Soap Bar – Cekhalal.id
- Kime Skincare Pink Pome Toner – Cekhalal.id
- 10 Rekomendasi Sabun Collagen Terbaik [Ditinjau Dokter Kulit] (Terbaru Tahun 2026) | mybest
- Jual Kime Skincare Black Soap Sabun Pemutih Wajah Asli Original Jerawat Flek Hitam Membandel Di Seller Singa Langit Store – Kedurus, Kota Surabaya | Blibli
- KIME Skincare – Kisah Sukses Klien Shieldtag
- Kime Skincare





