I Indonesia Brand Wiki

Tentang lemone

Lemone merupakan perusahaan fashion dan merek pakaian grosir asal Indonesia yang dikelola oleh PT Lemone Surya Indonesia. Didirikan pada tahun 2009, usaha ini bermula sebagai subkontraktor garmen berskala kecil dengan satu toko di kawasan grosir Tanah Abang, Jakarta. Kini, Lemone telah berkembang menjadi produsen dan distributor fashion terintegrasi vertikal yang melayani reseller, peritel, serta pelaku bisnis fashion di seluruh Indonesia.1

Model bisnis Lemone utamanya bersifat B2B (business-to-business). Alih-alih memposisikan diri sebagai label fashion konvensional yang menargetkan konsumen akhir secara langsung, Lemone berfokus pada penyediaan pakaian dengan harga grosir kepada reseller dan pemilik toko. Hal ini memungkinkan para mitra bisnis tersebut menjual kembali produknya menggunakan nama toko atau merek mereka sendiri. Perusahaan mendefinisikan pendekatannya sebagai fast-moving fashion, yakni produk yang dirancang berdasarkan permintaan pasar harian, diproduksi dalam skala besar, dan didistribusikan secara cepat agar peritel dapat terus memperbarui stok barang dagangan mereka.2

Ikhtisar

Kategori Informasi
Merek Lemone
Perusahaan PT Lemone Surya Indonesia
Tahun Berdiri 2009
Asal Indonesia
Kantor Pusat Jakarta, Indonesia
Industri Fashion, manufaktur garmen, distribusi grosir
Model Bisnis Utamanya B2B / grosir
Pelanggan Utama Reseller, peritel, pemilik toko, dan bisnis fashion
Kategori Produk Pakaian bayi, anak-anak, wanita, dan pria
Manufaktur Dua pabrik di Tangerang
Kapasitas Produksi Lebih dari 100.000 potong per hari (menurut perusahaan)
Jaringan Reseller Lebih dari 1.500 mitra bisnis (menurut perusahaan)
Situs Web lemone.id

Sejarah

Sejarah Lemone bermula pada tahun 2009, ketika usaha ini dimulai sebagai subkontraktor manufaktur garmen yang mengoperasikan satu toko di pasar grosir Tanah Abang, Jakarta. Langkah awal ini memberikan perusahaan akses langsung ke ekosistem grosir pakaian berskala besar di Indonesia.3

Pada tahun 2011, Lemone memperluas kehadiran ritel dan grosirnya dengan membuka toko tambahan di Pusat Grosir Metro Tanah Abang. Setahun kemudian, tepatnya pada 2012, perusahaan mulai mengekspor produknya ke Malaysia. Distribusi internasional Lemone selanjutnya dilaporkan meluas ke sejumlah pasar lain, termasuk Madagaskar, Nepal, Singapura, Papua Nugini, dan Brunei Darussalam.4

Ekspansi kapasitas manufaktur dimulai pada 2016 melalui pengembangan fasilitas produksi di luar Jakarta. Pada 2017, Lemone meresmikan pabrik pertamanya di Tangerang. Pada periode yang sama, produk-produk Lemone mulai mendapatkan eksposur lebih luas melalui pasar daring (marketplace), melengkapi kehadiran grosir fisiknya yang sudah mapan.5

Investasi infrastruktur fisik terus berlanjut. Gudang perusahaan berpindah ke fasilitas seluas 1.500 meter persegi pada 2020, diikuti dengan pembangunan kantor pusat yang lebih besar pada 2021. Pada tahun 2022, perusahaan menambahkan studio baru untuk mendukung aktivitas pengembangan produk dan pemasaran.6

Dalam perkembangan terbarunya, Lemone memperkuat operasi B2B digitalnya. Pada Februari 2026, perusahaan meluncurkan Tokolemone.com, sebuah platform grosir daring yang ditujukan untuk memudahkan akses produk bagi reseller, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta peritel fashion di Indonesia.5

Produk

Portofolio produk Lemone mencakup pakaian untuk berbagai kelompok demografis. Kategori utama yang tersedia saat ini meliputi:

  • Pakaian bayi & baru lahir
  • Pakaian anak perempuan
  • Pakaian anak laki-laki
  • Pakaian wanita
  • Pakaian pria

Koleksi wanita mencakup gaun, kaos, dan pakaian kasual harian, sementara koleksi pria menekankan pada pakaian dasar dan kebutuhan sehari-hari. Koleksi anak-anak dan bayi dirancang dengan gaya yang penuh warna dan mudah diakses, menargetkan pasar massal.6

Berdasarkan informasi resmi, produk Lemone meliputi kaos pria dan wanita, pakaian anak dan bayi, serta pakaian trendi maupun dasar yang cocok untuk toko kelontong, pedagang kaki lima, dan butik lokal. Perusahaan menyatakan bahwa fashion muslim dan pakaian luar (outerwear) saat ini tidak termasuk dalam kategori produk yang tersedia.4

Manufaktur

Manufaktur merupakan komponen inti dari identitas Lemone. Perusahaan mengoperasikan dua pabrik di Tangerang, didukung oleh gudang di Jakarta serta operasional grosir dan showroom di Tanah Abang. Jaringan produksi dan distribusi ini memungkinkan produk bergerak langsung dari jalur manufaktur ke pelanggan grosir.10

Kapasitas produksi perusahaan dilaporkan melebihi 100.000 potong per hari dengan dukungan lebih dari 2.000 tenaga jahit profesional. Lemone juga mencatat memiliki lebih dari 1.500 mitra bisnis dalam jaringan distribusinya.10

Skala manufaktur ini sangat krusial bagi strategi grosir Lemone. Alih-alih berkonsentrasi pada koleksi musiman yang terbatas, perusahaan menekankan pada produk bervolume tinggi yang diperbarui secara kontinu agar perputaran stok reseller tetap cepat. Situs web perusahaan menyebutkan bahwa desain baru dapat dirilis setiap hari dengan ketersediaan stok jutaan potong.11

Model Grosir dan Reseller

Salah satu karakteristik utama Lemone adalah penekanannya pada peran reseller. Perusahaan menjual produk utamanya melalui saluran grosir, yang memungkinkan peritel independen membeli barang dengan harga tingkat pabrik dan menjualnya kembali melalui toko fisik, toko daring, atau saluran penjualan lainnya. Lemone secara eksplisit mengizinkan reseller untuk menggunakan nama toko mereka sendiri, tanpa kewajiban beroperasi di bawah nama Lemone.12

Minimum pemesanan grosir saat ini adalah enam potong per model, dengan opsi pencampuran warna sesuai ketentuan yang berlaku. Pendaftaran sebagai reseller tidak dipungut biaya. Lemone juga menyediakan materi katalog dan foto produk yang dapat digunakan reseller untuk menunjang aktivitas penjualan mereka.13

Pendekatan ini membedakan Lemone dari label fashion pada umumnya. Proposisi nilai yang ditawarkan bukan sekadar “beli merek kami dan kenakan”, melainkan lebih kepada “beli produk fashion siap jual dan bangun bisnis ritel Anda sendiri.”

Kualitas dan Standar

Sistem produksi Lemone diklaim beroperasi di bawah standar ISO 9001:2015, dengan prosedur manajemen mutu terdokumentasi untuk menjaga konsistensi manufaktur. Perusahaan juga menerapkan proses kontrol kualitas yang mencakup konstruksi garmen, jahitan, dan sablon.10

Untuk kategori produk bayi, Lemone menyatakan bahwa produk yang relevan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dirancang aman untuk kulit sensitif bayi. Basis data LAMANSITU milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia juga mencantumkan LEMONE sebagai merek domestik dalam kelompok produk pakaian bayi.7

Selain itu, perusahaan mencatat pengakuan seperti SuperBrands Top Store dan status toko resmi di berbagai marketplace sebagai bagian dari kredibilitas kualitas dan kepercayaan mereka.14

Posisi Merek

Lemone memposisikan dirinya berdasarkan tiga pilar konsep yang saling berkaitan:

1. Produk yang Bergerak Cepat
Perusahaan berfokus pada pakaian dengan permintaan harian yang luas, bukan fashion mewah atau terspesialisasi. Rilis desain baru yang rutin bertujuan memberikan alasan bagi peritel untuk terus menyegarkan inventaris toko mereka.14

2. Harga Grosir yang Terjangkau
Lemone menekankan harga langsung dari pabrik dan merancang model bisnisnya untuk memberikan ruang margin bagi reseller. Situs web perusahaan mengiklankan harga mulai dari sekitar Rp19.500 per potong dengan potensi margin reseller sebesar 20–40%, meskipun margin aktual bervariasi tergantung produk dan harga jual.14

3. Pasokan yang Andal
Dukungan manufaktur internal berskala besar, banyak pabrik, dan infrastruktur pergudangan memungkinkan perusahaan memprioritaskan ketersediaan stok siap kirim dan pemenuhan pesanan yang cepat. Pesanan yang masuk sebelum tengah hari diklaim dapat dikirimkan pada hari yang sama.14

Visi perusahaan adalah menjadi “perusahaan fashion grosir paling tepercaya dan paling efisien di Indonesia.” Misinya berpusat pada penyediaan fashion grosir yang konsisten, terjangkau, dan mudah dijual melalui sistem produksi serta distribusi yang disiplin.14

Distribusi

Pusat fisik tradisional Lemone berada di Tanah Abang, Jakarta, salah satu kawasan tekstil dan fashion grosir terbesar di Indonesia. Perusahaan mengoperasikan showroom dan toko di lokasi tersebut, sementara fasilitas manufakturnya berlokasi di Tangerang.8

Sistem distribusinya kini menggabungkan:

  • Toko grosir fisik
  • Penjualan showroom
  • Tim reseller dan penjualan
  • Distribusi marketplace
  • Pemesanan B2B daring
  • Pengiriman langsung ke pelanggan di seluruh Indonesia

Perusahaan bekerja sama dengan penyedia jasa logistik seperti JNE, J&T, SiCepat, AnterAja, Wahana, Lion Parcel, dan Indah Cargo untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.8

Kehadiran Internasional

Meskipun pasar utamanya adalah Indonesia, Lemone memiliki rekam jejak internasional sejak 2012 ketika memulai ekspor ke Malaysia. Kegiatan ekspor selanjutnya dilaporkan meluas ke beberapa negara lain, termasuk Singapura, Brunei Darussalam, Nepal, Madagaskar, dan Papua Nugini.4

Aktivitas internasional ini menegaskan posisi perusahaan sebagai produsen dan pemasok grosir, bukan sekadar label fashion yang hanya bergantung pada toko ritel bermereknya sendiri.

Transformasi Digital

Perkembangan signifikan terbaru bagi Lemone adalah transisi dari model grosir yang didominasi fisik menuju ekosistem B2B digital. Peluncuran Tokolemone.com pada Februari 2026 merupakan upaya untuk mempermudah pembelian grosir bagi pelanggan di luar Jakarta. Platform ini secara khusus menargetkan reseller, UMKM, dan pemilik toko fashion sebagai bagian dari inisiatif digitalisasi operasional grosir Lemone.5

Langkah ini strategis karena keunggulan historis Lemone berasal dari kehadiran fisiknya di Tanah Abang. Sistem pemesanan digital memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan model grosirnya kepada pelaku bisnis yang tidak dapat bepergian ke Jakarta secara rutin.

Identitas Korporat

Entitas hukum di balik merek ini adalah PT Lemone Surya Indonesia. Posisi korporatnya saat ini mendeskripsikan Lemone sebagai perusahaan fashion grosir bergerak cepat yang membantu reseller memperoleh produk yang mudah dijual dan selalu tersedia melalui sistem produksi serta distribusi terpadu.14

Showroom perusahaan beralamat di Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 187, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sementara itu, kantor pusat dan gudang berlokasi di wilayah Jakarta Barat, serta fasilitas manufaktur berada di Tangerang.8

Ringkasan

Lemone lebih tepat dipahami sebagai produsen fashion grosir dan merek pakaian B2B asal Indonesia, bukan sekadar label fashion konsumen konvensional. Perjalanan bisnisnya dimulai di Tanah Abang pada 2009 dan berkembang melalui ekspansi manufaktur, distribusi reseller nasional, ekspor internasional, serta perdagangan grosir digital.

Proposisi intinya dapat diringkas sebagai berikut:

Produksi skala besar → jaga keterjangkauan harga → perbarui desain secara rutin → sediakan stok siap kirim → distribusikan dengan cepat → bantu reseller berjualan.

Dengan riwayat operasional lebih dari 17 tahun hingga 2026, dua pabrik di Tangerang, kapasitas produksi yang diklaim melebihi 100.000 garmen per hari, serta jaringan lebih dari 1.500 mitra bisnis, Lemone membangun identitasnya di atas fondasi skala, keterjangkauan, kecepatan, dan distribusi berorientasi reseller.11

Catatan: Terdapat entitas bisnis lain yang menggunakan nama “Lemone”, termasuk sebuah merek dermokosmetik asal Polandia. Profil dalam artikel ini merujuk secara spesifik pada Lemone / PT Lemone Surya Indonesia, perusahaan fashion asal Indonesia.9

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait