I Indonesia Brand Wiki

Tentang Matahari

Matahari merupakan salah satu merek ritel tertua dan paling dikenal di Indonesia, yang secara historis identik dengan format toko serba ada (department store) serta produk fesyen, alas kaki, kecantikan, dan gaya hidup. Sejarah perusahaan bermula pada 24 Oktober 1958, ketika wirausahawan Hari Darmawan membuka sebuah toko pakaian anak kecil di Jakarta. Pada tahun 1972, Matahari berkembang menjadi apa yang disebut perusahaan sebagai toko serba ada modern pertama di Indonesia.1

Saat ini, nama Matahari tetap menjadi merek utama yang berhadapan langsung dengan konsumen dalam organisasi ritel yang jauh lebih besar. Perkembangan penting terkini terjadi pada April 2026, ketika entitas korporasi yang sebelumnya bernama PT Matahari Department Store Tbk resmi berganti nama menjadi PT MDS Retailing Tbk. Perubahan ini ditegaskan sebagai transformasi tingkat korporasi menuju jaringan ritel multi-konsep; operasional toko fisik dan merek Matahari sendiri tetap berjalan di bawah nama Matahari.1

Informasi Dasar

Item Informasi
Merek Matahari / Matahari Department Store
Negara asal Indonesia
Industri Ritel
Kategori utama Fesyen, alas kaki, kecantikan, gaya hidup
Didirikan 24 Oktober 1958
Pendiri Hari Darmawan
Lokasi pertama Jakarta, Indonesia
Toko serba ada modern pertama 1972
Entitas korporasi saat ini PT MDS Retailing Tbk
Kode saham LPPF
Jaringan toko 140+ gerai
Kehadiran geografis Hampir 80 kota di Indonesia
Platform digital Matahari.com
CEO Saat Ini Monish Mansukhani
Merek eksklusif/swalabel utama Nevada, COLE, Connexion, Little M, SUKO, ZES

Informasi korporat perusahaan mencatat keberadaan lebih dari 140 gerai di hampir 80 kota, sementara data tahun buku 2025 mencatat sekitar 7.521 karyawan, penjualan kotor sebesar Rp11,052 triliun, dan laba bersih sebesar Rp725 miliar.1

Sejarah

1958: Awal Mula

Kisah Matahari dimulai pada 24 Oktober 1958 di Jakarta. Hari Darmawan membuka gerai pertama perusahaan yang awalnya mengkhususkan diri pada pakaian anak-anak. Toko tersebut berlokasi di kawasan Pasar Baru.1

Kondisi ritel pada masa itu sangat berbeda dengan Indonesia masa kini. Alih-alih memulai sebagai jaringan pusat perbelanjaan raksasa, Matahari mengawali usahanya sebagai peritel pakaian spesialis yang relatif kecil. Bisnis ini secara bertahap memperluas ragam barang dagangan dan format ritelnya, hingga akhirnya beralih ke konsep toko serba ada.

1972: Toko Serba Ada Modern Pertama di Indonesia

Titik balik utama terjadi pada tahun 1972, ketika Matahari membuka apa yang diidentifikasikannya sebagai toko serba ada modern pertama di Indonesia.1

Peristiwa ini mengubah Matahari dari sekadar peritel pakaian menjadi destinasi ritel yang lebih luas. Model toko serba ada memungkinkan pelanggan menemukan berbagai kategori produk dalam satu lokasi, termasuk fesyen dan barang-barang gaya hidup lainnya. Periode ini menetapkan identitas dasar yang dipertahankan Matahari selama beberapa dekade, yakni sebagai toko serba ada besar di Indonesia yang memadukan fesyen, nilai harga, kenyamanan, dan pilihan produk yang beragam.1

Pengembangan Korporasi

Sejarah korporasi Matahari memiliki dinamika yang lebih kompleks dibandingkan sejarah merek konsumennya. Pada tahun 1986, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) didirikan untuk mengelola bisnis ritel Matahari yang lebih luas. MPP kemudian menjadi perusahaan terbuka, dengan penawaran umum perdana (IPO) yang berlangsung pada tahun 1992.1

Bisnis toko serba ada kemudian dipisahkan dari MPP. Pada tahun 2009, entitas baru didirikan sebagai PT Matahari Department Store Tbk, menyusul divestasi/pemisahan bisnis toko serba ada dari MPP. Entitas korporasi inilah yang kemudian dikaitkan dengan kode ticker saham LPPF.1

Pada tahun 2010, Matahari diakuisisi oleh PT Meadow Indonesia, anak usaha Asia Color Company Limited di bawah CVC Asia Fund III. Proses penggabungan usaha diselesaikan pada tahun 2011. Kepemilikan selanjutnya berubah beberapa kali, dengan Auric Capital menjadi pemegang saham pengendali signifikan melalui Greater Universal Ltd; perusahaan menyatakan bahwa Auric Group ditetapkan sebagai pihak pengendali pada tahun 2021.1

Ekspansi Nasional dan Modernisasi Era 2010-an

Selama dekade 2010-an, Matahari memperkuat posisinya sebagai salah satu jaringan toko serba ada utama di Indonesia. Strateginya berpusat pada sejumlah pilar, antara lain ekspansi ke kota-kota di luar Jakarta, pembukaan gerai di pusat perbelanjaan, pengembangan merek eksklusif atau swalabel, peningkatan desain toko dan tata letak barang dagangan, penguatan penawaran fesyen, pengenalan ritel digital, serta pengembangan model belanja omnichannel.

Secara historis, perusahaan juga menekankan pada pemasok lokal Indonesia maupun merek internasional. Laporan tahunan 2014, misalnya, mencatat Matahari memiliki 131 gerai di 62 kota dan bekerja sama dengan lebih dari 1.200 pemasok lokal pada saat itu.1

Matahari di Era Digital

Matahari pada akhirnya berekspansi melampaui toko serba ada fisik melalui Matahari.com dan berbagai inisiatif digital/omnichannel lainnya. Langkah ini menjadi krusial karena pasar ritel Indonesia mengalami perubahan drastis seiring pertumbuhan e-commerce, ponsel pintar, marketplace, social commerce, pembayaran digital, dan konsumen fesyen yang lebih muda.

Alih-alih meninggalkan toko fisiknya, Matahari semakin memposisikan saluran fisik dan digitalnya sebagai bagian yang saling melengkapi dalam ekosistem ritel perusahaan. Saat ini, perusahaan menggambarkan jaringannya didukung oleh Matahari.com dan berbagai inisiatif omnichannel.1

Positioning Merek

Positioning inti Matahari secara umum dapat digambarkan sebagai ritel fesyen dan gaya hidup kelas menengah hingga massal. Merek ini tidak diposisikan sebagai toko serba ada mewah. Sebaliknya, kekuatan historisnya terletak pada kemampuan menghadirkan produk fesyen dan gaya hidup yang mudah diakses oleh basis konsumen Indonesia yang sangat luas.

Barang dagangannya mencakup kategori berikut:

Fesyen

  • Pakaian wanita
  • Pakaian pria
  • Pakaian anak-anak
  • Pakaian kasual
  • Pakaian kerja
  • Fesyen kontemporer

Alas Kaki

  • Sepatu
  • Sandal
  • Sneakers
  • Alas kaki anak-anak

Kecantikan

  • Kosmetik
  • Perawatan kulit
  • Produk perawatan pribadi
  • Aksesori kecantikan

Gaya Hidup

  • Aksesori
  • Tas
  • Produk rumah tangga/gaya hidup pilihan
  • Barang musiman

Deskripsi perusahaan saat ini menekankan pada fesyen terkurasi lintas pakaian, alas kaki, kecantikan, dan kategori gaya hidup terkait.1

Merek Eksklusif dan Swalabel

Salah satu keunggulan kompetitif penting Matahari adalah portofolio merek yang eksklusif bagi ekosistem ritelnya. Merek-merek yang diasosiasikan dengan perusahaan meliputi Nevada, Connexion, COLE, Little M, SUKO, dan ZES. Keberadaan merek-merek ini memungkinkan Matahari mengendalikan lebih banyak aspek desain produk, penetapan harga, positioning, dan merchandising tanpa bergantung sepenuhnya pada merek pihak ketiga.1

SUKO

SUKO adalah konsep swalabel yang lebih baru diluncurkan oleh Matahari. Konsep ini berfokus pada produk sehari-hari yang minimalis dan fungsional. Perusahaan meluncurkan merek ini pada tahun 2023 dan kemudian memperluasnya ke area seperti pakaian olahraga melalui SUKO GO.1

ZES

ZES merepresentasikan arah fesyen urban yang lebih kontemporer. Gerai pertamanya dibuka di Plaza Blok M, Jakarta, pada September 2025. Perusahaan mendeskripsikannya sebagai merek fesyen urban kontemporer dengan estetika modern.1

MU+KU

Konsep baru lainnya adalah MU+KU, sebuah toko multibrand terkurasi yang dirancangε›΄η»• penemuan produk dan pengalaman belanja yang lebih luas. Hingga pengumuman perusahaan pada April 2026, MU+KU telah memiliki lokasi di Jakarta dan Surabaya.1

Transformasi Tahun 2026

Salah satu perkembangan paling signifikan dalam sejarah terkini Matahari terjadi pada April 2026. Perusahaan terbuka yang sebelumnya bernama PT Matahari Department Store Tbk secara resmi berubah menjadi PT MDS Retailing Tbk.

Penting untuk dicatat bahwa perubahan ini tidak berarti hilangnya toko serba ada Matahari. Perusahaan secara spesifik menyatakan bahwa pergantian nama hanya terbatas pada entitas korporasi dan tidak mengubah operasional toko, merek, maupun pengalaman pelanggan yang sudah ada. Gerai-gerai tetap beroperasi sebagai Matahari atau Matahari Department Store.1

Alasan di balik perubahan ini bersifat strategis: perusahaan ingin berevolusi dari yang pada dasarnya merupakan perusahaan toko serba ada format tunggal menjadi grup ritel multi-konsep. Portofolionya kini dapat dipahami sebagai:

MDS Retailing
β†’ Matahari Department Store
β†’ SUKO
β†’ ZES
β†’ MU+KU
β†’ Merek eksklusif/swalabel lainnya

Distingsi ini penting dalam membahas Matahari hari ini: Matahari tetap menjadi merek toko serba ada utama yang berhadapan dengan konsumen, sementara MDS Retailing kini berfungsi sebagai payung korporasi.1

Jaringan Gerai dan Kehadiran Geografis

Matahari telah mengembangkan salah satu jaringan toko serba ada terluas di Indonesia. Perusahaan saat ini melaporkan 140+ gerai di hampir 80 kota.1

Kehadirannya menjangkau melampaui wilayah metropolitan terbesar di Indonesia. Hal ini secara historis menjadi bagian penting dari strateginya: gerai Matahari berformat besar dapat berfungsi sebagai jangkar ritel di kota-kota lapis kedua dan ketiga di Indonesia, di mana opsi ritel modern mungkin lebih terbatas. Perusahaan juga menyatakan berupaya merekrut tenaga kerja lokal, dengan sebagian besar karyawan di masing-masing gerai berasal dari wilayah sekitarnya. Matahari memandang gerainya sebagai kontributor terhadap lapangan kerja dan aktivitas ekonomi setempat.1

Model Bisnis

Model bisnis tradisional Matahari dapat diringkas sebagai kombinasi dari: Pusat perbelanjaan + gerai format besar + merchandising fesyen + merek swalabel + skala nasional. Format toko serba ada menyediakan lingkungan fisik tempat pelanggan dapat menelusuri berbagai kategori dalam satu tempat.

Bisnis swalabelnya memberikan lapisan penting tambahan karena merek eksklusif berpotensi memberikan diferensiasi yang lebih besar, kendali atas asortimen produk, harga yang kompetitif, pengenalan pelanggan yang lebih tinggi, serta berkurangnya ketergantungan pada merek eksternal. Strategi MDS Retailing yang lebih baru menambahkan lapisan lain berupa berbagai konsep ritel yang menargetkan segmen konsumen berbeda. Alih-alih mengharapkan satu format toko serba ada melayani semua orang, perusahaan bereksperimen dengan konsep yang lebih kecil dan terspesialisasi seperti ZES dan SUKO.1

Nilai-Nilai Korporasi

Matahari mengidentifikasi lima nilai korporasi utama:1

  1. Humble β€” Tetap menghormati dan rendah hati namun tegas.
  2. Collaborative β€” Menekankan kerja sama tim, kepercayaan, dan dukungan timbal balik.
  3. Competitive β€” Mempertahankan dorongan kuat untuk mencapai kinerja tinggi.
  4. Innovative β€” Mengembangkan ide kreatif dan beradaptasi terhadap perubahan situasi.
  5. Giving Back β€” Menciptakan nilai bagi masyarakat dan lingkungan.

Nilai-nilai ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan warisan ritel tradisionalnya dengan modernisasi dan inovasi.

Keberlanjutan dan Keterlibatan Komunitas

Aktivitas dampak sosial Matahari mencakup penyerapan tenaga kerja lokal, program komunitas, dan inisiatif lingkungan. Perusahaan menekankan rekrutmen lokal, khususnya untuk gerainya di luar wilayah metropolitan utama. Matahari juga berpartisipasi dalam program yang melibatkan perpustakaan sekolah, donasi amal, dan daur ulang pakaian.1

Sebagai contoh, pada tahun 2023 Matahari bermitra dengan APR untuk menyediakan kotak pengumpulan daur ulang pakaian di gerai-gerainya, menghubungkan bisnis fesyennya dengan upaya pengurangan limbah tekstil.1 Perusahaan juga menerbitkan laporan keberlanjutan khusus bersamaan dengan laporan tahunannya.1

Identitas Keuangan dan Pasar Modal

Meskipun konsumen mengenalnya sebagai Matahari, identitas korporasi tercatatnya kini adalah PT MDS Retailing Tbk. Perusahaan terus diperdagangkan di bawah kode saham IDX: LPPF. Meskipun nama korporasi berubah pada tahun 2026, kode saham tetap LPPF.1

Berdasarkan angka tahun buku 2025 yang dipublikasikan perusahaan:1
* Penjualan kotor: sekitar Rp11,052 triliun
* Laba bersih: sekitar Rp725 miliar
* Karyawan: sekitar 7.521
* Gerai: 140+

Angka-angka ini mengilustrasikan skala bisnis Matahari yang bukan sekadar label fesyen, melainkan operasi ritel nasional berskala besar.

Signifikansi dalam Sejarah Ritel Indonesia

Matahari memiliki signifikansi khusus karena sejarahnya tumpang tindih dengan perkembangan budaya konsumen modern Indonesia. Evolusinya secara garis besar mencerminkan beberapa tahapan ritel Indonesia:

  • 1958: Peritel pakaian anak skala kecil
  • 1972: Pelopor toko serba ada modern
  • 1980-an–1990-an: Ekspansi ritel nasional
  • 2000-an: Pertumbuhan pusat perbelanjaan dan toko serba ada
  • 2010-an: Restrukturisasi korporasi, skala nasional, dan digitalisasi
  • 2020-an: Ritel omnichannel + merek swalabel + konsep baru
  • 2026: Transformasi entitas korporasi menjadi MDS Retailing, dengan Matahari tetap menjadi merek toko serba ada andalannya

Hal inilah yang membuat Matahari sering dipandang lebih dari sekadar peritel pakaian biasa, melainkan sebagai salah satu institusi ritel modern yang bertahan paling lama di negara ini.1

Identitas Kompetitif Matahari

Secara sederhana, Matahari menempati posisi di antara beberapa jenis ritel berikut:

Jenis Ritel Peran Matahari
Pasar tradisional Alternatif modern
Toko spesialis fesyen Asortimen lebih luas
Toko serba ada Bisnis inti
E-commerce Ekstensi digital/omnichannel
Toko serba ada mewah Umumnya lebih mass-market
Fast fashion Bersaing untuk konsumen sadar mode
Peritel swalabel Semakin penting

Keunggulan historis terbesarnya adalah skala dan familiaritas. Beberapa generasi konsumen Indonesia telah mengenal Matahari melalui pusat perbelanjaan dan toko serba ada, memberikan merek ini tingkat pengenalan yang luar biasa kuat. Tantangan saat ini adalah menjadikan warisan tersebut relevan bagi konsumen muda sambil bersaing dengan e-commerce, peritel fast fashion, marketplace, dan konsep spesialis baru.1

Faktor Pembeda Utama

1. Sejarah Panjang

Didirikan pada tahun 1958, Matahari memiliki pengalaman ritel lebih dari enam dekade.1

2. Warisan Indonesia

Merek ini diciptakan di Indonesia dan membangun jaringan nasionalnya berdasarkan konsumen dan kota-kota di Indonesia.

3. Legasi Toko Serba Ada

Perusahaan memainkan peran perintis dalam memperkenalkan format toko serba ada modern ke Indonesia pada tahun 1972.1

4. Jangkauan Nasional Massal

Dengan 140+ gerai di hampir 80 kota, jaringan fisiknya tetap menjadi aset utama.1

5. Merek Swalabel

Merek seperti Nevada, Connexion, COLE, Little M, dan SUKO memberikan diferensiasi produk dibandingkan ritel multibrand biasa.1

6. Strategi Omnichannel

Matahari memadukan toko fisik dengan Matahari.com dan inisiatif digital.1

7. Masa Depan Multi-Konsep

Transformasi MDS Retailing tahun 2026 menunjukkan upaya perusahaan untuk menjadi grup ritel yang lebih luas, tidak lagi bergantung semata pada model toko serba ada tradisional.1

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait