I Indonesia Brand Wiki

Tentang Mayoutfit

Mayoutfit adalah merek fesyen wanita asal Indonesia yang berpusat di Bandung, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 2013 oleh Intan Fazria Kusuma, Sinthya Audi Poetri, dan Aldi Yudistira, merek ini bermula sebagai usaha kecil yang dikelola mahasiswa dengan tujuan menyediakan pakaian modis yang terjangkau bagi kalangan pelajar dan wanita muda. Seiring berjalannya waktu, Mayoutfit berkembang dari penjual daring menjadi peritel fesyen yang lebih luas dengan pengembangan produk mandiri, toko fisik, kehadiran e-commerce, serta kolaborasi bersama tokoh publik dan kreator konten.1

Tinjauan Umum

Kategori Informasi
Merek Mayoutfit
Industri Fesyen / Pakaian wanita
Didirikan 2013
Asal Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Pendiri Intan Fazria Kusuma, Sinthya Audi Poetri, Aldi Yudistira
Target pasar Wanita, khususnya konsumen fesyen muda dan kontemporer
Produk Atasan, kemeja, blus, celana, rok, gaun, tunik, pakaian luar, hijab, tas, sepatu, dan aksesori
Model bisnis Ritel daring + toko fisik
Entitas korporasi PT Mei Indithya Talenta
Posisi merek Fesyen wanita kontemporer yang terjangkau
Situs web resmi mayoutfit.co.id

Informasi perusahaan publik menggambarkan Mayoutfit sebagai peritel pakaian dan fesyen yang berbasis di Bandung, dengan ukuran perusahaan yang dilaporkan mencapai 51–200 karyawan di LinkedIn.2

Sejarah

Pendirian — 2013

Mayoutfit didirikan pada tahun 2013, saat para pendirinya masih menempuh pendidikan di program Manajemen Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Gagasan awalnya relatif sederhana, yakni mencari penghasilan selama kuliah sekaligus menyediakan pakaian yang terjangkau bagi rekan-rekan mahasiswa mereka.3

Para pendiri awalnya beroperasi dengan modal yang sangat terbatas. Profil Intan Fazria menyebutkan bahwa bisnis ini dimulai dengan menjual produk dari pemasok, di mana para pendiri dikabarkan memulai dengan modal nol dan menerima margin keuntungan yang relatif kecil demi menjaga kelangsungan usaha.4

Positioning awal ini menjadi penting bagi identitas Mayoutfit: alih-alih menyajikan fesyen sebagai produk mahal, bisnis ini berfokus pada pakaian yang terjangkau dan sering berganti model untuk wanita muda.

Pertumbuhan awal secara daring

Mayoutfit muncul di tengah pesatnya pertumbuhan Instagram sebagai platform belanja dan pemasaran di Indonesia. Para pendiri memanfaatkan media sosial untuk memotret produk dan menjangkau calon pelanggan tanpa memerlukan infrastruktur ritel fisik yang besar.4

Pendekatan yang mengutamakan daring ini memungkinkan Mayoutfit untuk menguji produk dan membangun audiens sebelum berekspansi ke ritel fisik.

Ekspansi ke toko fisik

Permintaan pelanggan pada akhirnya mendorong Mayoutfit untuk mendirikan ritel luring. Menurut Intan Fazria, pelanggan semakin ingin melihat dan mencoba produk secara langsung, terutama pada masa ketika belanja daring masih tergolong baru dan sebagian konsumen ragu membeli pakaian tanpa melihatnya secara fisik.4

Perusahaan kemudian membuka toko fisik pertamanya di Gegerkalong, Bandung, sebelum berekspansi ke kota-kota lain. Pada tahun kedelapannya, Mayoutfit dilaporkan memiliki 10 toko luring di berbagai lokasi, termasuk Bandung, Jakarta, Bekasi, Depok, Cianjur, Sukabumi, dan Yogyakarta.5

Identitas Merek

Identitas asli Mayoutfit dapat digambarkan sebagai fesyen wanita muda yang terjangkau.

Target pelanggan awalnya berkaitan erat dengan pengalaman para pendiri sebagai mahasiswa. Mereka mengamati bahwa wanita muda ingin sering mengganti gaya berpakaian namun sering kali memiliki anggaran terbatas, sehingga terciptalah peluang untuk menyediakan pakaian modis dengan harga yang mudah dijangkau.4

Oleh karena itu, merek ini dikembangkan dengan beberapa karakteristik utama:

  • Fesyen berfokus pada wanita
  • Desain kontemporer dan mengikuti tren
  • Harga yang terjangkau
  • Peluncuran produk yang rutin
  • Pakaian yang mudah dipadu-padankan
  • Pemasaran media sosial yang kuat
  • Kombinasi belanja daring dan luring

Cerita merek Mayoutfit sendiri menekankan pada fesyen terjangkau, variasi produk, dan perilisan koleksi baru secara berkala.1

Ragam Produk

Mayoutfit telah berkembang jauh melampaui penawaran pakaian dasar awalnya.

Katalog saat ini mencakup kategori-kategori seperti:

Atasan

Merek ini menjual beragam kemeja, blus, kaos, atasan, dan sejenisnya. Koleksi terkini mencakup potongan dasar sehari-hari maupun desain yang lebih dekoratif dengan bordir, kain bertekstur, dan detail lainnya.1

Bawahan

Kategori bawahan meliputi:

  • Celana panjang
  • Rok
  • Kulot
  • Denim
  • Bawahan kasual dan fesyen lainnya1

Gaun dan Tunik

Mayoutfit juga menawarkan gaun dan tunik, memperluas pilihan merek di luar pakaian terpisah dan menyediakan opsi busana yang lebih lengkap.1

Pakaian Luar

Katalog merek ini mencakup:

  • Kemeja luar
  • Rompi
  • Kardigan
  • Jaket
  • Blazer dan lapisan serupa1

Hijab dan Aksesori

Secara historis, Mayoutfit juga menawarkan hijab dan aksesori, sementara struktur koleksi yang lebih luas mencakup sepatu dan tas.1

Hal ini menunjukkan bahwa merek ini secara bertahap bergerak menuju penawaran fesyen wanita dari kepala hingga kaki, alih-alih hanya berkonsentrasi pada atasan atau pakaian kasual dasar.

Estetika Desain

Mayoutfit umumnya beroperasi di ruang antara fesyen sehari-hari dan busana sopan/feminin kontemporer.

Koleksinya lazim menonjolkan:

  • Siluet feminin
  • Kenyamanan pemakaian
  • Gaya berlapis
  • Warna netral dan musiman
  • Bordir dan detail dekoratif
  • Kemeja dan blus
  • Setelan terpadu
  • Potongan serbaguna untuk harian

Katalog saat ini, misalnya, menyertakan produk yang menggunakan bordir, denim, poplin, bahan bertekstur, dan berbagai konstruksi pakaian luar.1

Hasilnya adalah merek yang dapat melayani berbagai kesempatan—mulai dari busana kampus atau kerja kasual hingga tampilan yang lebih rapi.

Harga

Salah satu aspek menarik dari Mayoutfit adalah evolusi strateginya dalam penetapan harga.

Pada tahun-tahun awal, merek ini secara eksplisit dibangun di atas pakaian murah untuk mahasiswa, dengan deskripsi historis yang menyebutkan harga mulai dari sekitar Rp50.000. Cerita merek sendiri juga menggambarkan posisi harga historisnya berkisar Rp50.000–Rp200.000.4

Namun, harga ritel Mayoutfit saat ini lebih luas dan umumnya lebih tinggi untuk banyak koleksi barunya. Produk-produk yang terdaftar di situs web resminya kini umum memiliki harga asli di kisaran Rp100.000–Rp500.000, meskipun promosi dapat menurunkan harga jual secara signifikan.1

Sebagai contoh, daftar produk saat ini mencakup kemeja seharga Rp298.000–Rp418.000 sebelum diskon, sementara harga promosi bisa jauh lebih rendah.1

Dengan demikian, saat ini lebih tepat untuk mengkarakterisasikan Mayoutfit sebagai fesyen Indonesia kelas menengah yang terjangkau, alih-alih menggambarkan setiap produknya sebagai fesyen ultra-murah.

Bisnis dan Distribusi

Mayoutfit menggunakan model ritel hibrida.

Daring

Perusahaan ini menjual melalui situs web sendiri serta platform e-commerce utama di Indonesia. Toko resmi Shopee-nya, misalnya, mencatat ribuan unit terjual untuk beberapa produk dan menawarkan pilihan koleksi terkini yang lengkap.

Luring

Perusahaan ini secara historis mengoperasikan toko fisik di sejumlah kota di Indonesia. Laporan era 2022 mencatat adanya 10 toko di Jakarta, Bekasi, Depok, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Yogyakarta.5

Karena jumlah dan lokasi toko dapat berubah, angka historis tersebut tidak boleh dianggap sebagai jumlah pasti toko yang beroperasi saat ini.

Strategi Pemasaran

Pertumbuhan Mayoutfit berkaitan erat dengan ritel fesyen yang didorong media sosial.

Instagram memainkan peran penting selama pengembangan awal perusahaan. Para pendiri menggunakan platform tersebut untuk menampilkan produk dan menjangkau wanita muda pada saat Instagram dengan cepat menjadi saluran pemasaran penting di Indonesia.4

Merek ini kemudian mengembangkan kombinasi yang lebih canggih berupa:

Media sosial → e-commerce → ritel fisik → kolaborasi influencer/kreator → koleksi baru

Ini merupakan model yang relatif umum bagi label fesyen Indonesia sukses yang muncul selama era perdagangan sosial.

Kolaborasi

Kolaborasi telah menjadi bagian dari strategi kontemporer Mayoutfit.

Katalog saat ini mencakup koleksi yang dikembangkan bersama tokoh dan kreator, termasuk Dinan Fajrina dan MaryamNurul. Misalnya, situs web saat ini mencantumkan koleksi Mayoutfit x MaryamNurul dengan kemeja dan pakaian luar, sementara daftar sebelumnya/saat ini juga mencakup koleksi Mayoutfit x Dinan Fajrina.1

Kolaborasi ini memungkinkan Mayoutfit menggabungkan kemampuan manufaktur dan ritel fesyennya dengan audiens personal serta gaya khas para kreator.

Jakarta Fashion Week

Tonggak sejarah penting baru-baru ini adalah partisipasi Mayoutfit dalam Jakarta Fashion Week.

Pada edisi 2025, Mayoutfit tampil sebagai salah satu merek yang ditampilkan dalam acara TikTok Shop by Tokopedia presents “New Arrival Day: The Rise of Earthly Allure” pada 29 Oktober 2025, bersanding dengan merek-merek seperti Minimal, Vivi Zubedi, Geulis, Heaven Lights, dan BWBYAZ.

Menurut Jakarta Fashion Week, ini menandai penampilan perdana Mayoutfit di runway JFW. Koleksinya yang berjudul “Lumen Veil,” mengeksplorasi gagasan tentang pancaran cahaya yang dipadukan dengan kesopanan yang elegan, menggunakan teknik dan material seperti bordir, tafeta, dan organza.

Hal ini signifikan karena menggambarkan pergeseran cara pandang terhadap Mayoutfit: dari bisnis fesyen terjangkau berorientasi mahasiswa menuju label fesyen Indonesia yang lebih mapan dan mampu menyajikan koleksi runway khusus.

Pendiri

Intan Fazria Kusuma

Intan Fazria Kusuma adalah satu dari tiga pendiri Mayoutfit dan salah satu wajah publik yang paling identik dengan perusahaan ini.

Ia mulai mengembangkan bisnis ini saat kuliah di UPI dan dikabarkan berusia sekitar 19 tahun ketika merintis usahanya. Pendekatan awalnya menekankan pemahaman terhadap keterbatasan anggaran dan kebiasaan fesyen wanita muda.4

Sinthya Audi Poetri

Sinthya Audi Poetri turut mendirikan Mayoutfit bersama Intan Fazria dan Aldi Yudistira pada tahun 2013.

Aldi Yudistira

Aldi Yudistira adalah mitra pendiri ketiga. Latar belakang bersama ketiga pendiri di bidang manajemen bisnis di UPI membentuk fondasi dari usaha Mayoutfit yang asli.3

Skala Perusahaan

Informasi yang tersedia secara publik memberikan gambaran mengenai pertumbuhan Mayoutfit, meskipun tidak ada angka pendapatan terkini yang komprehensif dan diverifikasi secara independen yang dapat dijadikan ukuran definitif ukurannya.

LinkedIn saat ini mengkategorikan Mayoutfit sebagai perusahaan pakaian/fesyen dengan 51–200 karyawan yang berkantor pusat di Bandung.2

Profil IDN Times tahun 2024 melaporkan adanya sekitar 100 karyawan dan 150 penjahit di Bandung, serta menggambarkan produksi yang mencapai puluhan ribu potong per bulan. Karena ini merupakan laporan media dan bukan pengungkapan korporasi yang diaudit, angka-angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai data yang dilaporkan, bukan statistik terkini yang definitif.

Evolusi Mayoutfit

Perkembangan Mayoutfit dapat dibagi secara kasar menjadi empat fase:

1. Rintisan mahasiswa — 2013

Usaha kecil yang dibuat oleh mahasiswa untuk menyediakan pakaian wanita yang terjangkau.

2. Pertumbuhan perdagangan sosial

Perusahaan memanfaatkan Instagram dan penjualan daring untuk menjangkau pelanggan tanpa memerlukan jaringan ritel fisik yang besar.

3. Ekspansi omnichannel

Permintaan pelanggan mengarah pada pembukaan toko fisik, sementara perusahaan terus beroperasi secara daring.

4. Label fesyen mapan

Mayoutfit memperluas pengembangan produk sendiri, kolaborasi, koleksi yang lebih luas, serta partisipasi dalam acara fesyen besar seperti Jakarta Fashion Week.

Posisi dalam Fesyen Indonesia

Mayoutfit paling tepat dipahami sebagai bagian dari generasi merek fesyen lokal Indonesia yang tumbuh seiring dengan Instagram, e-commerce, dan perdagangan sosial.

Kisah pembedanya bukanlah bahwa merek ini bermula sebagai rumah mode tradisional. Sebaliknya, semuanya dimulai dari masalah konsumen yang sangat praktis:

Wanita muda menginginkan lebih banyak pakaian, tetapi anggaran mereka—terutama anggaran mahasiswa—terbatas.

Mayoutfit mengubah pengamatan tersebut menjadi bisnis fesyen daring dan akhirnya menjadi operasi ritel yang lebih besar.

Saat ini, merek tersebut menempati posisi yang lebih luas, menggabungkan fesyen terjangkau, pakaian wanita kontemporer, gaya ramah busana sopan, ritel daring, toko fisik, kolaborasi kreator, dan eksposur acara fesyen.

Penampilannya di Jakarta Fashion Week secara khusus menggambarkan evolusi tersebut: sebuah perusahaan yang bermula dengan menjual pakaian terjangkau kepada mahasiswa pada akhirnya menghadirkan koleksi khusus di salah satu platform fesyen paling terkemuka di Indonesia.

Ringkasan

Mayoutfit adalah label fesyen wanita Indonesia yang didirikan di Bandung pada tahun 2013 oleh Intan Fazria Kusuma, Sinthya Audi Poetri, dan Aldi Yudistira, yang tumbuh dari bisnis pakaian terjangkau berorientasi mahasiswa menjadi merek fesyen omnichannel yang menawarkan pakaian wanita kontemporer, berkolaborasi dengan kreator, mengoperasikan ritel daring dan luring, serta berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week.

Sumber Resmi

  • Situs web resmi Mayoutfit mayoutfit.co.id
  • Mayoutfit — Our Story mayoutfit.co.id
  • Katalog produk Mayoutfit mayoutfit.co.id
  • Mayoutfit di Jakarta Fashion Week jakartafashionweek.co.id

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait