I Indonesia Brand Wiki

Tentang olympic

Olympic Furniture, atau yang lebih akrab disebut Olympic, merupakan merek furnitur asal Indonesia yang identik dengan produk knock-down (KD), yaitu perabot yang dirancang untuk dibongkar pasang guna memudahkan pengiriman dan perakitan. Merek ini berada di bawah naungan Olympic Furniture Group / Olympic Group dan telah menjadi salah satu nama paling terkemuka dalam industri furnitur pasar massal di Indonesia.1

Ikhtisar

Kategori Informasi
Merek Olympic Furniture
Negara asal Indonesia
Industri Furnitur dan perlengkapan rumah tangga
Spesialisasi utama Furnitur knock-down
Berdiri 1983 sebagai bisnis furnitur di Bogor
Tokoh pendiri Au Bintoro
Kantor pusat / basis grup Indonesia; situs resmi Olympic saat ini mencantumkan PT Graha Multi Bintang di Surabaya
Basis manufaktur utama Secara historis di Bogor; Lamongan kemudian menjadi lokasi produksi penting
Grup induk / holding Olympic Furniture Group / PT Graha Multi Bintang
Pasar utama Indonesia, dengan kegiatan ekspor
Kategori produk Kamar tidur, ruang tamu, ruang belajar/kerja, dapur, meja, penyimpanan, dan perabot rumah terkait

Catatan: Beberapa sumber sejarah menyebutkan tanggal yang berbeda-beda mengenai awal mula usaha (1975), pendirian perusahaan furnitur (1983), dan kemunculan merek Olympic (1984). Perbedaan ini tidak saling bertentangan: usaha dimulai dengan produk papan partikel pada era 1970-an, beralih ke produksi furnitur pada awal 1980-an, dan nama Olympic mulai digunakan sekitar tahun 1984.2

Sejarah

Awal Mula: Era 1970-an

Sejarah Olympic berkaitan erat dengan sosok Au Bintoro, seorang wirausahawan Indonesia yang awalnya berkecimpung dalam pengolahan particle board, termasuk pembuatan kotak pengeras suara (speaker box).

Menurut catatan sejarah, Au Bintoro melihat peluang untuk memanfaatkan material yang relatif ringan tersebut sebagai bahan baku furnitur. Salah satu masalah utama yang ingin ia atasi adalah kesulitan dan tingginya biaya transportasi untuk mengangkut furnitur kayu konvensional yang sudah jadi utuh.

Solusi yang ia tawarkan adalah mengembangkan furnitur yang dapat dibongkar menjadi komponen terpisah, sehingga lebih mudah diangkut dan kemudian dirakit sendiri oleh konsumen. Konsep ini kelak menjadi ciri khas utama dari Olympic.3

Sejarah korporat Olympic umumnya menelusuri awal kegiatan usahanya hingga tahun 1975, sementara sejarah resmi perusahaan menetapkan tahun 1983 sebagai periode pendirian operasi furnitur di Bogor.2

Kelahiran Olympic Furniture

Pada tahun 1983, usaha ini secara formal beralih ke produksi furnitur melalui PT Cahaya Sakti Furintraco di Bogor. Salah satu produk awalnya adalah meja belajar knock-down, yang kemudian sangat lekat dengan identitas merek Olympic.2

Nama merek Olympic Furniture mulai diperkenalkan sekitar tahun 1984. Catatan sejarah menyebutkan bahwa nama tersebut terinspirasi dari Olimpiade Musim Panas 1984 di Los Angeles. Ambisinya adalah agar merek furnitur ini dapat meraih pengakuan luas, sebagaimana ajang Olimpiade diakui secara internasional.3

Ekspansi dan Distribusi

Pada tahun 1986, PT Cahaya Sakti Multi Intraco didirikan untuk memperkuat pemasaran dan distribusi. Bisnis ini kemudian berekspansi melampaui meja belajar menuju berbagai kategori seperti:

  • Furnitur kamar tidur
  • Furnitur ruang tamu
  • Furnitur anak
  • Furnitur dapur
  • Furnitur kantor

Ekspansi ini membantu mengubah citra Olympic dari produsen yang hanya identik dengan meja belajar menjadi merek furnitur rumah tangga yang lebih komprehensif.4

Ekspansi Internasional

Olympic selanjutnya mengembangkan bisnis ekspor. Catatan sejarah grup menyatakan bahwa ekspor dimulai pada tahun 1990, dengan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat sebagai beberapa pasar internasional yang dituju seiring berjalannya waktu.5

Langkah ini sangat signifikan karena konsep knock-down Olympic tidak hanya bermanfaat bagi konsumen domestik, tetapi juga menawarkan keunggulan logistik untuk pengiriman furnitur jarak jauh.

Model Bisnis Olympic

Gagasan inti di balik Olympic secara historis adalah furnitur knock-down yang terjangkau dan praktis.

Furnitur tradisional sering kali diproduksi dan dikirimkan sebagai benda utuh yang berukuran besar. Pendekatan KD milik Olympic memecah produk menjadi komponen-komponen yang dapat dikemas dalam paket jauh lebih kecil.

Hal ini memberikan sejumlah keuntungan:

  1. Volume transportasi lebih rendah — lebih banyak produk dapat diangkut secara efisien.
  2. Penanganan lebih mudah — komponen individual lebih ringan dibandingkan lemari atau meja yang sudah jadi.
  3. Penyimpanan lebih mudah — pengecer dan distributor dapat menumpuk produk dalam kemasan pipih (flat-pack).
  4. Perakitan mandiri — konsumen dapat merakit furnitur setelah membelinya.
  5. Cocok untuk pasar massal — model produksi dan logistik mendukung harga yang relatif terjangkau.

Pendekatan ini sangat berpengaruh di pasar furnitur Indonesia dan menjadi sangat identik dengan nama Olympic. Riset pemerintah mengenai sektor furnitur knock-down Indonesia menggambarkan Olympic sebagai pemimpin pasar dalam kategori tersebut berdasarkan data Top Brand Index periode 2006–2015, dengan pangsa pasar mencapai 67% pada data tahun 2015 yang dikutip.2

Produk

Portofolio produk Olympic telah berkembang pesat dari sekadar meja belajar.

Situs web Olympic Furniture saat ini menampilkan produk dan seri yang mencakup berbagai area di rumah, antara lain:

Kamar Tidur

  • Lemari pakaian
  • Tempat tidur dan furnitur terkait
  • Penyimpanan kamar tidur
  • Meja rias dan furnitur terkait
  • Set kamar tidur

Ruang Tamu

  • Bufet dan kabinet
  • Furnitur penyimpanan
  • Rak
  • Meja
  • Perabot ruang tamu lainnya

Belajar dan Kerja

Meja belajar secara historis merupakan salah satu produk andalan Olympic. Perusahaan kemudian berekspansi ke meja komputer, workstation, dan furnitur lain yang dirancang khusus untuk aktivitas belajar dan bekerja.

Dapur

Olympic juga memproduksi furnitur untuk lingkungan dapur, termasuk produk penyimpanan dan kabinet.

Furnitur Lainnya

Ekosistem produk saat ini mencakup berbagai seri furnitur seperti Hemera, Rubik, Fuerte, Eira, dan Simpsons.6

Posisi merek saat ini menekankan pada desain modern dan minimalis, sembari tetap mempertahankan fokus pada kepraktisan dan keterjangkauan bagi keluarga Indonesia.7

Material dan Manufaktur

Furnitur Olympic modern menggunakan kayu olahan (engineered wood) dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kayu solid tradisional.

Informasi resmi perusahaan menyebutkan penggunaan material seperti:

  • Particle board
  • MDF (Medium-Density Fiberboard)
  • Plywood

Material-material ini sangat kompatibel dengan proses manufaktur furnitur knock-down karena dapat dipotong menjadi panel standar dan diproduksi dalam skala besar.8

Salah satu perkembangan manufaktur yang penting adalah ekspansi kapasitas produksi grup Olympic ke Lamongan, Jawa Timur. Perusahaan menyatakan bahwa operasional di Lamongan merupakan perluasan dari basis aslinya di Bogor dan fasilitas tersebut kini memiliki lebih dari 1.000 karyawan.7

Olympic Group

Olympic Furniture harus dipahami sebagai bagian dari grup korporasi yang lebih besar, bukan sekadar perusahaan furnitur yang berdiri sendiri.

Grup ini berafiliasi dengan PT Graha Multi Bintang, yang bertindak sebagai perusahaan induk bagi bisnis dan merek yang terhubung dengan ekosistem furnitur Olympic. Grup ini beroperasi di bidang manufaktur maupun distribusi dan telah mengembangkan berbagai merek terkait furnitur.9

Merek-merek lain yang terkait dengan Olympic Group meliputi:

  • Olympic Furniture
  • Olympic Premium
  • Bernini
  • Procella
  • Olymplast
  • Frontline

Struktur korporat dan portofolio merek telah berubah seiring waktu, sehingga daftar di atas harus dipahami sebagai merek yang berafiliasi dengan grup secara luas, bukan tentu merupakan divisi langsung dari merek Olympic Furniture itu sendiri.10

Posisi Merek

Secara tradisional, Olympic memposisikan diri pada segmen furnitur pasar massal dan menengah, alih-alih bersaing sebagai produsen furnitur mewah.

Proposisi utamanya dapat diringkas sebagai:

Furnitur praktis + desain modern + konstruksi knock-down + harga terjangkau.

Branding perusahaan saat ini menggunakan konsep “Furniture Gaya Kamu” dan menekankan penyediaan furnitur bagi keluarga Indonesia yang mencakup ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, hingga dapur.11

Hal ini merepresentasikan evolusi dari identitas awal merek yang sangat lekat dengan meja belajar praktis dan furnitur knock-down fungsional.

Pemasaran dan Budaya Populer

Olympic menjadi sangat dikenal di kalangan konsumen Indonesia pada era 1980-an hingga 1990-an, ketika meja belajar dan produk knock-down lainnya didistribusikan secara luas.

Merek ini juga didukung oleh iklan televisi dan kampanye promosi yang membekas di ingatan publik. Salah satu asosiasi yang paling diingat adalah slogan iklan “Pic Pic Olympic” yang melekat pada sosok pelawak dan seniman Jaja Mihardja.11

Faktor ini membantu mengubah Olympic dari sekadar produsen furnitur menjadi merek konsumen yang familier.

Bagi banyak konsumen Indonesia yang tumbuh besar pada periode tersebut, meja belajar atau lemari Olympic menjadi perabot rumah tangga yang sangat mudah dikenali.

Filosofi Desain

Filosofi desain Olympic telah berevolusi mengikuti preferensi konsumen.

Olympic Era Awal

Produk-produk awal menekankan pada:

  • Fungsionalitas
  • Ketahanan
  • Kemudahan transportasi
  • Konstruksi sederhana
  • Penyimpanan praktis
  • Harga terjangkau

Olympic Kontemporer

Merek ini kini semakin menekankan pada:

  • Desain minimalis
  • Gaya modern
  • Efisiensi ruang
  • Warna dan hasil akhir kontemporer
  • Furnitur modular
  • Gaya hidup rumah tangga
  • Keselarasan antarperabot

Situs web perusahaan saat ini secara eksplisit menggambarkan tujuannya untuk menyediakan desain modern dan minimalis dengan berbagai gaya, sambil tetap menjaga agar produk tetap terjangkau bagi keluarga Indonesia.12

Distribusi

Secara historis, Olympic membangun jaringan distribusi yang substansial di seluruh Indonesia. Sumber-sumber perusahaan terdahulu dan literatur akademis menggambarkan jaringan luas yang melibatkan distributor, toko furnitur tradisional, pengecer modern, proyek pemerintah dan swasta, penjualan langsung, serta penjualan daring.13

Pentingnya distribusi sangat relevan bagi Olympic karena model bisnisnya bergantung pada ketersediaan furnitur standar di wilayah geografis yang sangat luas.

Evolusi perusahaan karenanya tidak hanya mencakup manufaktur, tetapi juga rantai:

Manufaktur → pengemasan → distribusi → ritel → perakitan di rumah

Pendekatan terintegrasi ini membantu Olympic bersaing di pasar furnitur Indonesia yang sangat terfragmentasi.

Perkembangan Korporat

Linimasa perkembangan perusahaan dapat diringkas sebagai berikut:

Tahun Peristiwa
1975 Usaha Au Bintoro dimulai dengan produk papan partikel, termasuk kotak speaker.
1983 Bisnis furnitur didirikan di Bogor; meja belajar knock-down menjadi produk penting.
1984 Nama merek Olympic Furniture muncul, dikabarkan terinspirasi dari Olimpiade Los Angeles 1984.
1986 PT Cahaya Sakti Multi Intraco didirikan untuk memperkuat distribusi dan pemasaran.
1990 Kegiatan ekspor meluas ke pasar internasional.
1990-an Olympic semakin menonjol di pasar furnitur rumah tangga Indonesia.
Akhir 1990-an Krisis keuangan Asia menciptakan tantangan besar bagi grup, diikuti perubahan strategi ritel dan distribusi.14
2000-an Portofolio produk meluas ke meja komputer, workstation, dan furnitur rumah/kantor yang lebih luas.
2006 PT Cahaya Bintang Olympic didirikan sebagai anak usaha Olympic Group yang berfokus pada manufaktur di Jawa Timur.2
2018 Ekspansi ke Lamongan menjadi bagian penting dari pengembangan manufaktur grup.15
2020-an Olympic semakin gencar mempromosikan seri furnitur kontemporer dan saluran digital/daring.
2026 Olympic terus beroperasi sebagai merek furnitur Indonesia yang mapan, dengan portofolio saat ini berfokus pada furnitur rumah dan produk terkait.15

Signifikansi di Indonesia

Pentingnya Olympic melampaui statusnya sebagai merek furnitur lama.

Merek ini turut mempopulerkan gagasan bahwa furnitur dapat:

dirancang → diproduksi dalam bentuk komponen → dikemas pipih → diangkut secara efisien → dirakit di rumah.

Model tersebut sangat sesuai untuk Indonesia, di mana furnitur harus didistribusikan ke seluruh wilayah kepulauan yang luas dan biaya transportasi dapat menjadi porsi signifikan dari harga akhir.

Kesuksesannya juga berkontribusi pada pengembangan sektor furnitur knock-down di Indonesia. Riset pemerintah telah mengidentifikasi Olympic sebagai merek terdepan di pasar furnitur knock-down Indonesia berdasarkan data Top Brand Index historis yang diperiksa.2

Hubungan Antara Olympic dan IKEA

Olympic dan IKEA terkadang dibandingkan karena keduanya menjual furnitur siap rakit, namun keduanya bukanlah tipe perusahaan yang sama dan memiliki asal-usul yang berbeda.

Olympic adalah merek furnitur Indonesia yang identitasnya terbentuk dari furnitur knock-down dan pasar massal domestik.

Sebaliknya, IKEA adalah perusahaan perlengkapan rumah global yang didirikan di Swedia dengan sistem ritel internasional yang jauh lebih luas.

Konsep KD Olympic mendahului kehadiran utama IKEA di Indonesia dan berkembang secara independen dari pasar furnitur lokal.

Identitas Merek

Elemen terkuat dari identitas Olympic dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Warisan Indonesia
Merek ini dikembangkan secara spesifik di dalam industri furnitur Indonesia.

2. Furnitur Knock-Down
Ini mungkin merupakan karakteristik tunggal terpenting yang secara historis diasosiasikan dengan Olympic.

3. Keterjangkauan
Olympic secara tradisional menargetkan rumah tangga biasa, bukan hanya konsumen premium.

4. Kepraktisan
Furniturnya dirancang dengan mempertimbangkan penyimpanan, efisiensi ruang, transportasi, dan perakitan mandiri.

5. Familiaritas
Puluhan tahun iklan dan distribusi menjadikan Olympic nama yang sangat dikenal di rumah tangga.

6. Evolusi
Merek ini telah bertransformasi dari meja belajar sederhana menuju koleksi furnitur rumah kontemporer yang lebih luas.

Reputasi

Reputasi Olympic di Indonesia berkaitan erat dengan ketahanannya. Merek ini tetap hadir lintas generasi konsumen dan bertahan melewati berbagai perubahan besar dalam ekonomi serta lingkungan ritel Indonesia.

Asosiasi historis terkuatnya adalah meja belajar siswa: bagi banyak keluarga Indonesia, meja Olympic mewakili perabot yang praktis dan relatif terjangkau untuk anak-anak.

Namun seiring waktu, merek ini berupaya melampaui citra nostalgia tersebut dan memposisikan diri sebagai merek furnitur rumah modern yang lebih luas. Jajaran produk dan fokus pemasarannya saat ini sangat menekankan pada kamar tidur, ruang tinggal, dapur, dan gaya interior kontemporer.12

Dalam Ingatan Publik

Jika Olympic Furniture harus dideskripsikan dalam satu kalimat dari perspektif sejarah, maka deskripsinya adalah:

Merek furnitur Indonesia yang mempopulerkan furnitur knock-down praktis dan tumbuh dari meja belajar ikonik menjadi bisnis furnitur rumah tangga yang luas.

Signifikansi historisnya terletak pada penggabungan produksi furnitur industrial, konstruksi flat-pack/knock-down, distribusi nasional, dan branding pasar massal pada masa ketika sebagian besar furnitur di Indonesia masih dijual sebagai perabot rakitan konvensional.

Lihat Juga

  • Industri furnitur Indonesia
  • Furnitur knock-down
  • Kayu olahan (Engineered wood)
  • Particle board
  • MDF
  • Furnitur flat-pack
  • Perlengkapan rumah tangga
  • Olympic Group
  • PT Graha Multi Bintang
  • PT Cahaya Bintang Olympic
  • PT Cahaya Sakti Multi Intraco

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait