I Indonesia Brand Wiki

Tentang Police

Police adalah merek fesyen dan gaya hidup asal Italia yang paling dikenal melalui produk kacamata, khususnya kacamata hitam dan bingkai optik. Didirikan pada tahun 1983 oleh grup kacamata Italia De Rigo, merek ini awalnya berfokus pada kacamata hitam sebelum berekspansi ke kategori wewangian, jam tangan, perhiasan, barang kulit, dan pakaian. Kini, Police memposisikan diri sebagai merek gaya hidup yang dibangun di atas nilai keberanian, individualitas, gaya urban, dan semangat pemberontakan.1

Situs web resmi merek ini adalah policelifestyle.com.

Ikhtisar

Kategori Informasi
Nama merek Police
Asal Italia 🇮🇹
Didirikan 1983
Pendiri / Induk perusahaan De Rigo
Kategori awal Kacamata hitam / kacamata
Posisi saat ini Fesyen & gaya hidup
Identitas utama Berani, urban, individualistis
Paling dikenal karena Kacamata hitam dan bingkai optik
Kategori lainnya Wewangian, jam tangan, perhiasan, barang kulit, pakaian
Simbol khas Elang
Elemen desain menonjol Lensa cermin biru
Kehadiran internasional Lebih dari 100 negara menurut De Rigo
Induk perusahaan De Rigo S.p.A.

12

Sejarah

Awal Mula: 1983

Police didirikan di Italia pada tahun 1983 oleh De Rigo, pada masa ketika kacamata mulai bertransformasi dari sekadar alat bantu penglihatan menjadi aksesori fesyen yang penting.

De Rigo sendiri telah berdiri sejak 1978 oleh keluarga De Rigo sebagai produsen kacamata. Bisnis awalnya adalah memproduksi kacamata hitam dan bingkai resep untuk perusahaan lain, sebelum Police hadir sebagai salah satu merek milik grup tersebut.1

Konsep Police berbeda dari kacamata tradisional yang konservatif. Alih-alih hanya membuat kacamata untuk fungsi penglihatan atau perlindungan matahari, merek ini bertujuan menjadikan kacamata sebagai sarana komunikasi kepribadian dan sikap.

De Rigo menggambarkan semangat asli merek ini dengan istilah keberanian, gaya, dan karakter.1

Kebangkitan Kacamata Police

Kacamata tetap menjadi jantung bisnis Police.

Sepanjang tahun 1980-an dan 1990-an, merek ini mengembangkan identitas yang lekat dengan estetika tegas, kontemporer, dan metropolitan. Hal ini membantu Police membedakan diri dari merek optik tradisional Italia lainnya.

Salah satu inovasi paling ikonik muncul pada 1990-an, ketika Police memperkenalkan lensa cermin biru. Menurut De Rigo, lensa ini dengan cepat menjadi tren global dan kemudian menjadi salah satu ciri visual yang paling identik dengan Police.12

Periode ini sangat penting karena kacamata hitam semakin diperlakukan sebagai pernyataan gaya, bukan sekadar produk fungsional.

Transformasi Menjadi Merek Gaya Hidup

Police tidak selamanya bertahan sebagai perusahaan kacamata semata.

1997 — Wewangian

Pada 1997, Police meluncurkan lini wewangian pertamanya untuk pria dan wanita.

Langkah ini menandai awal strategi yang jauh lebih luas: alih-alih hanya dikenal lewat kacamata hitam, Police mulai mengubah identitas visualnya menjadi sebuah konsep gaya hidup yang utuh.12

2003 — Jam Tangan

Police memasuki kategori jam tangan pada 2003. Produk ini selaras dengan posisi merek yang berorientasi pada aksesori, memungkinkan Police menerapkan bahasa desainnya pada objek fesyen lain yang sangat terlihat.1

2005 — Perhiasan

Merek ini berekspansi ke perhiasan pada 2005, melanjutkan langkahnya menuju portofolio aksesori fesyen yang lebih luas.1

2011 — Barang Kulit Kecil

Police menambahkan barang kulit kecil pada 2011, memperluas jangkauan merek ke dompet, aksesori, dan produk kulit terkait.1

Pakaian

Selanjutnya, Police berekspansi ke pakaian, menyempurnakan transisinya dari perusahaan kacamata menjadi merek fesyen/gaya hidup yang lebih luas. De Rigo kini mendeskripsikan Police sebagai merek gaya hidup yang mencakup berbagai kategori produk.1

Identitas Merek

Identitas Police merupakan aspek yang paling menarik dari merek ini.

Alih-alih menampilkan kemewahan tradisional Italia, Police secara historis menekankan konsep-konsep seperti:

  • Keberanian
  • Kebebasan
  • Individualitas
  • Petualangan
  • Budaya urban
  • Nonkonformitas
  • Maskulinitas
  • Ekspresi diri

De Rigo menggambarkan konsumen Police sebagai sosok yang berani mengambil risiko dan tidak membutuhkan persetujuan orang lain.1

Hal ini menempatkan Police pada posisi yang berbeda dari merek-merek yang identitasnya didasarkan pada warisan sejarah, kemewahan aristokrat, atau keanggunan yang bersahaja.

Cara yang tepat untuk mendeskripsikan merek ini adalah:

Desain fesyen Italia + sikap urban + individualitas pemberontak.

Estetika Police

Bahasa visual Police telah berkembang pesat sejak 1980-an, namun beberapa elemen berulang tetap menjadi bagian penting.

Elang

Elang mungkin merupakan simbol Police yang paling mudah dikenali.

Menurut De Rigo, elang melambangkan kebebasan dan ketiadaan rasa takut, dan telah didesain ulang berkali-kali sepanjang sejarah merek sambil tetap menjadi bagian integral dari identitasnya.12

Simbol elang sangat sesuai dengan posisi Police karena merek ini kerap mengasosiasikan dirinya dengan kemandirian dan kebebasan.

Biru

Warna biru, terutama lensa cermin biru yang khas, menjadi elemen visual penting lainnya.

Lensa cermin biru yang diperkenalkan pada 1990-an menjadi salah satu ciri khas Police dan kemudian digunakan sebagai elemen identitas yang dapat dikenali bahkan di luar kategori kacamata.1

Tipografi Gotik / Agresif

Police juga menggunakan tipografi yang kuat dan, pada berbagai periode, motif seperti huruf “P” bergaya Gotik serta citra tengkorak. Elemen-elemen ini memperkuat karakter visual yang lebih tangguh dan memberontak.1

Pemasaran Selebriti dan Budaya Populer

Secara historis, Police sangat mengandalkan duta selebriti dan tokoh publik untuk mengomunikasikan citranya.

Selama bertahun-tahun, tokoh-tokoh yang pernah tampil dalam kampanye Police meliputi:

  • Bruce Willis
  • George Clooney
  • David Beckham
  • Antonio Banderas
  • Paolo Maldini
  • Neymar Jr.
  • Lewis Hamilton

Penggunaan tokoh-tokoh yang diakui secara internasional membantu Police mengasosiasikan produknya dengan gagasan maskulinitas, kepercayaan diri, ketenaran, olahraga, dan budaya kontemporer.12

Hal ini sangat signifikan bagi merek aksesori karena kacamata hitam dan jam tangan adalah produk yang sangat terlihat: konsumen dapat membeli citra yang direpresentasikan oleh selebriti tersebut tanpa harus membeli pakaian mewah.

Police dan Olahraga Bermotor

Police juga memiliki keterkaitan dengan Formula 1 dan olahraga bermotor, terutama melalui asosiasinya dengan Mercedes-AMG Petronas.

Keterkaitan ini sangat cocok dengan posisi merek. Olahraga bermotor memberikan Police sejumlah atribut yang konsisten dengan identitasnya:

kecepatan → performa → teknologi → maskulinitas → risiko → petualangan

Oleh karena itu, koneksi ini memperluas jangkauan merek melampaui iklan fesyen konvensional menuju dunia yang diasosiasikan dengan performa dan kompetisi.

Kategori Produk

Kacamata

Kacamata tetap menjadi inti bisnis Police.

Saat ini merek tersebut menawarkan:

  • Kacamata hitam
  • Bingkai optik/resep
  • Kacamata junior

1

Ini juga merupakan kategori di mana Police memiliki kredibilitas historis terkuat karena berasal dari merek kacamata pada tahun 1983.

Wewangian

Police memasuki pasar wewangian pada 1997.

Bisnis wewangian memungkinkan merek menerjemahkan identitas visualnya menjadi sesuatu yang lebih personal dan sensorik. Wewangian Police umumnya beroperasi dalam dunia luas yang sama mengenai maskulinitas, kepercayaan diri, kehidupan malam, dan individualitas.

Ekspansi wewangian ini penting karena mengubah Police dari perusahaan yang menjual produk yang dipakai di wajah menjadi merek yang bisa menjadi bagian dari gaya hidup konsumen secara keseluruhan.1

Jam Tangan

Jam tangan Police diluncurkan pada 2003.

Jam tangan ini umumnya mengikuti estetika merek yang mudah dikenali alih-alih mencoba bersaing langsung dengan rumah jam tangan Swiss tradisional.

Dengan kata lain, jam tangan Police utamanya adalah jam tangan fesyen: penekanannya terletak pada desain, identitas, dan kehadiran visual.

Perhiasan

Police juga memproduksi perhiasan dan aksesori fesyen.

Perhiasan ini mengikuti kosakata estetika umum yang sama: bentuk yang lebih kuat, gaya maskulin, elemen simbolis, dan karakter yang agak memberontak.

Barang Kulit

Barang kulit kecil menjadi bagian dari portofolio Police pada 2011.

Kategori ini memungkinkan merek memperluas identitasnya ke benda-benda sehari-hari seperti dompet dan aksesori lainnya.

Pakaian

Police juga telah berekspansi ke pakaian, memperkuat statusnya sebagai merek gaya hidup dan bukan sekadar spesialis kacamata.1

Konsumen Sasaran

Konsumen tradisional Police secara khusus diasosiasikan dengan pria dan konsumen urban muda yang sadar fesyen, meskipun merek ini memiliki produk untuk pria maupun wanita.

Pelanggan sasaran dapat digambarkan secara luas sebagai seseorang yang:

  • menginginkan merek fesyen yang mudah dikenali;
  • menyukai estetika yang lebih kuat atau agresif;
  • menghargai individualitas;
  • menikmati gaya urban/metropolitan;
  • lebih memilih aksesori yang membuat pernyataan visual;
  • tertarik pada fesyen tanpa harus membeli kemewahan tradisional;
  • memandang aksesori sebagai ekspresi kepribadian.

De Rigo mendeskripsikan Police sebagai merek yang menargetkan orang-orang dengan gaya hidup modern, dinamis, dan metropolitan.2

Posisi Pasar

Police menempati posisi yang unik di pasar fesyen.

Merek ini bukanlah rumah mewah tradisional dalam pengertian yang sama seperti Prada, Gucci, atau Dior.

Sebaliknya, Police lebih tepat dipahami sebagai merek gaya hidup fesyen premium/terjangkau dengan pengenalan yang sangat kuat di sektor kacamata dan aksesori.

Keunggulan kompetitifnya berasal dari kombinasi:

Warisan desain Italia

branding yang kuat
+
pemasaran selebriti
+
aksesori yang mudah dikenali
+
kepribadian urban/pemberontak

Hal ini memungkinkan konsumen untuk mengadopsi estetika Police tanpa harus masuk ke wilayah harga rumah mode mewah utama.

Police vs. De Rigo

Penting untuk membedakan bahwa Police dan De Rigo bukanlah entitas yang sama.

De Rigo

De Rigo adalah grup kacamata Italia yang lebih besar.

Didirikan pada 1978 dan mengoperasikan portofolio merek serta bisnis lisensi. Sejarahnya berakar pada desain, manufaktur, dan distribusi kacamata.1

Police

Police adalah salah satu merek milik De Rigo.

Jadi hubungannya kira-kira adalah:

De Rigo → induk/grup
Police → merek

De Rigo mendeskripsikan Police sebagai salah satu “merek rumah” miliknya.1

Kehadiran Internasional

Police telah tumbuh jauh melampaui asal-usul Italinya.

De Rigo menyatakan bahwa Police didistribusikan di lebih dari 100 negara, dengan Eropa sebagai pasar utamanya dan pasar yang sangat penting meliputi Italia, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, dan Portugal.

Di luar Eropa, De Rigo mengidentifikasi Jepang, India, Korea, Indonesia, dan Tiongkok sebagai pasar Asia yang penting, beserta Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab.1

Distribusi internasional ini penting untuk memahami Police: meskipun identitasnya sangat khas Italia, merek ini dipasarkan sebagai merek gaya hidup global.

Ulang Tahun ke-40

Police merayakan ulang tahun ke-40 pada 2023.

Untuk perayaan tersebut, De Rigo menyelenggarakan acara “Daring Evolution” dan memperkenalkan empat produk edisi terbatas beserta logo ulang tahun khusus.12

Perayaan ini signifikan karena menunjukkan seberapa jauh merek ini telah berkembang dari koleksi kacamata hitam pertamanya pada 1983:

1983: kacamata

1997: wewangian

2003: jam tangan

2005: perhiasan

2011: barang kulit

selanjutnya: pakaian

2023: merek gaya hidup global yang mapan

Apa yang Membuat Police Unik?

Jika produk-produk individualnya dikesampingkan, aset terkuat Police bisa dibilang adalah kepribadian mereknya.

Banyak merek kacamata bersaing terutama berdasarkan:

  • material,
  • teknologi optik,
  • keahlian craftsmanship,
  • fesyen,
  • warisan kemewahan.

Police menambahkan dimensi lain:

Sikap.

Produk-produknya dimaksudkan untuk mengomunikasikan sesuatu tentang pemakainya.

Sepasang kacamata hitam Police bukan sekadar:

“Saya butuh kacamata hitam.”

Pesan yang dimaksud lebih mendekati:

“Ini adalah bagian dari identitas saya.”

Gagasan itu telah ada sejak periode awal kacamata merek ini dan tetap menjadi pusat posisi modernnya. De Rigo secara khusus menekankan keberanian, tekad, petualangan, dan kebebasan dalam mendeskripsikan Police.1

Evolusi Merek

Salah satu aspek paling menarik dari Police adalah bagaimana identitasnya berevolusi secara dramatis.

1980-an

Kacamata Italia yang Berani

Police menetapkan dirinya sebagai merek kacamata yang berorientasi pada fesyen.

1990-an

Era Urban / Selebriti / Cermin Biru

Lensa cermin biru menjadi tanda tangan visual yang penting, sementara merek mulai berekspansi melampaui kacamata.

2000-an

Ekspansi Gaya Hidup

Jam tangan, perhiasan, dan aksesori lainnya mengubah Police menjadi proposisi gaya hidup yang lebih luas.

2010-an

Merek Gaya Hidup Global

Merek ini semakin beroperasi di berbagai kategori dan pasar.

2020-an

Reinterpretasi Kontemporer

Police mempertahankan warisan pemberontaknya sambil berupaya membuat estetika lebih kontemporer dan relevan bagi generasi baru. De Rigo mendeskripsikan hal ini sebagai pergerakan melampaui gaya 1990-an sambil mempertahankan inti maskulinitas dan individualitasnya.1

Logo dan Simbol

Identitas visual Police dapat diringkas melalui beberapa motif yang berulang:

🦅 Elang — kebebasan, ketiadaan rasa takut, dan kemandirian.

🔵 Cermin biru — salah satu tanda tangan kacamata historis merek.

P / Tipografi Gotik — identitas visual yang lebih kuat dan gelap.

Tengkorak — pemberontakan dan sikap anti-konformis.

Ini bukan sekadar elemen dekoratif. Mereka memperkuat narasi merek yang mendasari: kebebasan, bahaya, kepercayaan diri, dan individualitas.1

Filosofi Merek

Cara ringkas untuk memahami filosofi Police adalah:

Jangan konformis. Jadilah mudah dikenali. Jadilah diri sendiri.

Inilah sebabnya mengapa kata-kata seperti keberanian, kebebasan, nyali, petualangan, dan individualitas berulang kali muncul dalam deskripsi merek oleh Police sendiri.12

Konsumennya tidak digambarkan sebagai seseorang yang mencari persetujuan dari otoritas fesyen mapan. Sebaliknya, Police mencoba memposisikan pemakai sebagai seseorang yang menciptakan identitasnya sendiri.

Penilaian Keseluruhan

Police paling tepat dipahami sebagai merek fesyen dan gaya hidup kelahiran Italia milik De Rigo yang berevolusi dari kacamata hitam menjadi bisnis aksesori yang luas.

Pentingnya secara historis terutama berasal dari kacamata, khususnya perannya dalam mengubah kacamata hitam menjadi aksesori fesyen yang lebih ekspresif selama 1980-an dan 1990-an. Lensa cermin birunya, logo elang, dan desain yang berani membantu membangun bahasa visual yang mudah dikenali.1

Ekspansi berikutnya ke wewangian, jam tangan, perhiasan, barang kulit, dan pakaian mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada label kacamata.

Dalam satu kalimat:

Police adalah merek aksesori fesyen Italia yang didirikan pada 1983 oleh De Rigo, terkenal dengan kacamata berani dan estetika urban yang memberontak, yang kemudian berevolusi menjadi merek gaya hidup internasional yang mencakup wewangian, jam tangan, perhiasan, barang kulit, dan pakaian.12

Peta Posisi Singkat

Warisan Italia

Keahlian Kacamata

Desain Berani / Urban

Budaya Selebriti

Individualitas & Pemberontakan

Aksesori Gaya Hidup

Merek Fesyen Global

Untuk informasi yang paling otoritatif, profil merek Police terkini dari De Rigo derigo.com dan sejarah ulang tahun ke-40 derigo.com adalah referensi primer terbaik.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait