I Indonesia Brand Wiki

Tentang polysilane

Polysilane merupakan merek obat saluran cerna bebas (OTC) asal Indonesia yang dimiliki dan dipasarkan oleh PT Pharos Indonesia. Merek ini dikenal luas sebagai pengobatan untuk keluhan kelebihan asam lambung, heartburn atau “maag”, gejala gastritis, serta perut kembung. Portofolio produk Polysilane saat ini mencakup antasida konvensional, formulasi dengan kekuatan lebih tinggi bernama Polysilane Max, serta varian khusus anak yaitu Polysilane Junior.1

Catatan: Dalam artikel ini, “Polysilane” merujuk pada merek farmasi Indonesia, bukan polysilane yang merupakan kelas polimer berbasis silikon dalam ilmu kimia.

Atribut Informasi
Nama merek Polysilane
Industri Farmasi / kesehatan
Asal Indonesia
Produsen / pemilik merek PT Pharos Indonesia
Kategori produk Obat saluran cerna bebas (OTC)
Area terapeutik utama Antasida, antiflatulen, antirefluks / gejala pencernaan terkait asam
Kegunaan utama Kelebihan asam lambung, heartburn, gejala gastritis, kembung
Bentuk sediaan utama Tablet kunyah, suspensi oral, kapsul/granul, Polysilane Max
Komposisi konvensional Aluminium hidroksida, magnesium hidroksida, simetikon
Varian khusus Polysilane Max (mengandung famotidin dan antasida)
Pasar utama Indonesia

Tinjauan Umum

Polysilane diposisikan sebagai obat maag, dengan produk inti yang dirancang untuk meredakan gejala akibat kelebihan asam lambung. Portofolio resmi Pharos saat ini mencatat lima produk Polysilane: Polysilane Junior, Polysilane Max Tablet (Mint), Polysilane Suspensi 100 mL, Polysilane Suspensi 180 mL, dan Polysilane Tablet.1

Keunggulan utama merek ini terletak pada formulasi konvensionalnya yang memadukan bahan antasida dengan simetikon, sehingga mampu menangani ketidaknyamanan akibat asam sekaligus masalah gas atau kembung secara bersamaan.

Produsen: PT Pharos Indonesia

Polysilane merupakan merek milik PT Pharos Indonesia, perusahaan farmasi nasional yang didirikan pada 30 September 1971 oleh Drs. Eddie Lembong dan Andre Lembong. Pharos dikenal sebagai salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan memasarkan obat resep, obat bebas, suplemen, obat tradisional, produk makanan, hingga produk kecantikan.

Pada 30 Juni 1990, Pharos mencatatkan diri sebagai perusahaan farmasi pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), yakni standar praktik produksi farmasi nasional.

Perusahaan ini telah mengembangkan portofolio merek yang luas, dengan Polysilane menempati segmen saluran cerna dan obat bebas.

Portofolio Produk

Polysilane Tablet

Polysilane Tablet merupakan varian klasik berbentuk tablet kunyah dengan fungsi antasida dan antiflatulen.

Berdasarkan informasi Pharos, setiap tablet kunyah mengandung:1

  • Simetikon — 80 mg
  • Aluminium hidroksida — 200 mg
  • Magnesium hidroksida — 200 mg

Produk ini diindikasikan untuk gejala yang berkaitan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung/duodenum, serta gejala penyerta seperti mual, nyeri lambung, heartburn, kembung, dan rasa penuh di perut.1

Ketiga komposisinya memiliki peran yang saling melengkapi:

Aluminium hidroksida + magnesium hidroksida
Berfungsi sebagai antasida yang menetralkan asam lambung secara kimiawi sehingga menurunkan tingkat keasaman di dalam lambung.

Simetikon
Merupakan agen antiflatulen yang bekerja mengurangi gejala akibat penumpukan gas dan kembung.

Kombinasi ini menjadi ciri khas utama dari formulasi Polysilane konvensional.

Polysilane Suspensi

Selain bentuk tablet, Polysilane juga tersedia dalam sediaan suspensi oral, termasuk kemasan 100 mL dan 180 mL.1

Kandungan per 5 mL untuk varian 100 mL adalah:1

  • Simetikon — 80 mg
  • Aluminium hidroksida — 200 mg
  • Magnesium hidroksida — 200 mg

Secara terapeutik, suspensi ini menawarkan konsep pengobatan yang sama dengan tablet kunyah konvensional, namun dalam bentuk cair yang lebih mudah dikonsumsi bagi mereka yang kesulitan menelan tablet.1

Polysilane Max

Polysilane Max merupakan varian dengan diferensiasi signifikan dalam portofolio merek ini.

Berbeda dengan Polysilane biasa, produk ini mengombinasikan terapi antasida dengan famotidin, sebuah antagonis reseptor H2. Pharos menyatakan bahwa varian ini ditujukan untuk gejala kelebihan asam lambung yang tidak cukup teratasi hanya dengan antasida biasa.1

Komposisi yang terdaftar meliputi:1

  • Famotidin — 10 mg
  • Kalsium karbonat — 800 mg
  • Magnesium hidroksida — 165 mg

Mekanisme kerjanya bersifat ganda:

Antasida → menetralkan asam lambung yang sudah ada

Famotidin → menekan produksi asam lambung baru

Hal ini menjadikan Polysilane Max berbeda secara farmakologis dari Polysilane reguler, bukan sekadar versi dengan dosis lebih tinggi.1

Produk ini dipasarkan dalam bentuk tablet kunyah rasa mint.

Polysilane Junior

Polysilane Junior adalah varian yang diformulasikan khusus untuk pasien pediatrik.

Menurut Pharos, produk ini ditujukan untuk mengatasi kembung dan gangguan pencernaan pada bayi serta anak-anak. Dalam daftar produk resmi, varian ini dikategorikan sebagai obat bebas dalam bentuk kapsul.1

Informasi produk Pharos menyebutkan bahwa formulasi Junior mengandung simetikon, sehingga fokus utamanya berbeda dari produk dewasa; varian ini lebih menitikberatkan pada penanganan gas dan kembung daripada penetralan asam.1

Mengingat penggunaan obat pada anak memerlukan pertimbangan usia dan dosis yang spesifik, pemakaian harus mengikuti petunjuk pada label atau anjuran tenaga medis.

Cara Kerja Polysilane

Mekanisme kerja formulasi Polysilane konvensional dapat dipahami melalui tiga komponen utama.

Menetralkan Asam Lambung

Aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida bertindak sebagai antasida yang bereaksi dengan asam klorida lambung untuk meningkatkan pH isi lambung.

Proses ini membantu meredakan gejala seperti:

  • Heartburn
  • Rasa tidak nyaman akibat asam
  • Ketidaknyamanan epigastrik
  • Nyeri lambung terkait asam

Mengurangi Ketidaknyamanan Akibat Gas

Simetikon bekerja dengan cara yang berbeda. Bahan ini tidak menetralkan asam, melainkan menurunkan tegangan permukaan gelembung gas di saluran cerna, sehingga gelembung-gelembung kecil dapat bergabung dan lebih mudah dikeluarkan.

Inilah alasan mengapa Polysilane diposisikan tidak hanya untuk “maag” tetapi juga untuk kembung. Pharos secara eksplisit menyatakan bahwa formulasi konvensionalnya menangani gejala terkait asam sekaligus kembung.1

Menekan Produksi Asam pada Polysilane Max

Polysilane Max menambahkan famotidin yang bekerja memblokir reseptor histamin H2 yang berperan dalam sekresi asam lambung.

Dengan demikian, Polysilane Max menggabungkan dua mekanisme: penetralan asam + pengurangan sekresi asam baru.1

Indikasi Penggunaan

Merek ini utamanya digunakan untuk meredakan gejala berikut:

  • Heartburn
  • Kelebihan asam lambung
  • Gejala dispepsia atau “maag”
  • Gejala terkait gastritis
  • Ketidaknyamanan lambung
  • Nyeri epigastrik
  • Kembung / flatulensi
  • Rasa terlalu kenyang

Deskripsi produk resmi Pharos juga mencantumkan gejala yang berkaitan dengan tukak lambung dan duodenum. Namun, hal ini merujuk pada penggunaan simtomatik sesuai indikasi pada label, bukan berarti antasida OTC dapat menyembuhkan tukak itu sendiri.1

Perbedaan Polysilane dan Polysilane Max

Fitur Polysilane Polysilane Max
Konsep utama Antasida + antigas Antasida + penekan asam
Antasida Ya Ya
Simetikon Ya Tidak (berdasarkan komposisi terdaftar)
Famotidin Tidak Ya, 10 mg
Tujuan utama Gejala terkait asam + kembung Gejala asam yang tidak membaik dengan antasida saja
Bentuk sediaan Tablet kunyah / suspensi Tablet kunyah rasa mint
Status OTC Ya Ya

Perbedaan mendasarnya adalah Polysilane Max bukan sekadar “Polysilane biasa yang lebih kuat”, melainkan memiliki mekanisme kerja berbeda karena penambahan penghambat H2.1

Posisi Merek

Di pasar Indonesia, Polysilane menempati kategori “obat maag” OTC yang sudah sangat akrab di masyarakat.

Posisi merek ini dibangun berdasarkan kebutuhan konsumen yang mudah dikenali:

Meredakan asam
→ kandungan antasida

Meredakan kembung
→ simetikon

Kemudahan konsumsi
→ tablet kunyah dan suspensi cair

Gejala asam yang lebih persisten
→ Polysilane Max dengan famotidin

Masalah pencernaan/gas pada anak
→ Polysilane Junior

Strategi ini memberikan Polysilane arsitektur produk yang relatif luas, tidak bergantung pada satu jenis obat saja.

Penghargaan dan Kehadiran Merek

Polysilane telah memperoleh pengakuan dalam berbagai ajang penghargaan pemasaran dan pemantauan merek di Indonesia. Pharos mencatat pencapaian Digital Popular Brand Award 2022 — Polysilane dalam kategori Obat Maag, yang mengukur popularitas merek berdasarkan metrik mesin pencari, media sosial, dan situs web.1

Penghargaan ini menegaskan posisi Polysilane bukan hanya sebagai formulasi farmasi semata, melainkan sebagai keluarga merek OTC yang mapan dan berorientasi pada konsumen.

Keamanan dan Batasan Penggunaan

Meskipun tergolong obat bebas, produk Polysilane tidak cocok untuk semua kondisi.

Pharos secara khusus memperingatkan bahwa formulasi aluminium/magnesium konvensional tidak boleh digunakan pada penderita gangguan ginjal berat karena risiko akumulasi magnesium. Efek samping yang mungkin timbul meliputi konstipasi, diare, mual, dan muntah.1

Untuk Polysilane Max, terdapat pertimbangan tambahan karena kandungan famotidin. Alergi terhadap famotidin atau antagonis reseptor H2 lainnya merupakan kontraindikasi penggunaan produk ini.1

Gejala lambung yang berlangsung lama, berulang, parah, atau tanpa sebab yang jelas tidak boleh ditangani terus-menerus hanya dengan antasida OTC. Evaluasi medis diperlukan, terutama jika gejala mengindikasikan tukak, penyakit refluks, perdarahan saluran cerna, atau kondisi dasar lainnya.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait