Tentang Roundup
Roundup merupakan salah satu merek herbisida utama yang dikenal luas karena produk-produknya berbahan dasar glifosat, yaitu herbisida sistemik berspektrum luas untuk mengendalikan gulma berdaun lebar dan rumput liar. Merek ini dikembangkan oleh Monsanto pada era 1970-an dan pertama kali dipasarkan secara komersial pada tahun 1974. Setelah Bayer mengakuisisi Monsanto pada 2018, Roundup menjadi bagian dari portofolio Crop Science milik Bayer.1
Saat ini, istilah “Roundup” merujuk pada sebuah keluarga merek, bukan sekadar satu formulasi kimia tunggal. Berbagai produk Roundup di pasar yang berbeda dapat mengandung formulasi glifosat, konsentrasi, serta bahan tambahan yang beragam. Merek ini digunakan dalam sektor pertanian dan, tergantung regulasi masing-masing negara, juga tersedia sebagai produk pengendali gulma untuk keperluan profesional, hortikultura, maupun konsumen rumah tangga.2
Fakta Singkat
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Merek | Roundup® |
| Industri | Bahan kimia pertanian / perlindungan tanaman |
| Jenis produk | Herbisida |
| Bahan aktif paling dikenal | Glifosat |
| Pengembang awal | Monsanto |
| Penemuan glifosat di Monsanto | 1970 |
| Peluncuran komersial pertama Roundup | 1974 |
| Pemilik korporat saat ini | Bayer AG, melalui divisi Crop Science |
| Fungsi utama | Pengendalian gulma |
| Cara kerja umum | Aktivitas herbisida sistemik berspektrum luas |
| Pasar utama | Pertanian, hortikultura, dan pengendalian gulma konsumen (tergantung negara) |
| Teknologi terkait yang menonjol | Tanaman Roundup Ready® |
| Kontroversi utama | Potensi dampak kesehatan glifosat, terutama kanker |
| Situasi hukum saat ini | Litigasi ekstensif terkait glifosat/Roundup, khususnya di Amerika Serikat |
Apa itu Roundup?
Roundup adalah nama dagang untuk serangkaian produk herbisida. Bahan aktif yang paling identik secara historis adalah glifosat, yang secara kimiawi dikenal sebagai N-(fosfonometil)glisin.3
Glifosat tergolong herbisida non-selektif, artinya zat ini dapat mematikan atau merusak berbagai jenis tanaman, bukan hanya menargetkan spesies gulma tertentu.
Berbeda dengan herbisida kontak biasa, glifosat bersifat sistemik: setelah disemprotkan ke daun, zat ini diserap dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman. Glifosat mengganggu enzim bernama EPSP sintase, yang merupakan bagian dari jalur sikimat yang berperan dalam produksi asam amino aromatik esensial. Gangguan ini menghambat pertumbuhan normal tanaman dan pada akhirnya menyebabkan kematian tanaman yang terpapar.4
Jalur sikimat yang menjadi target glifosat tidak ditemukan pada manusia dan hewan dalam bentuk yang sama, sehingga hal ini sering menjadi poin penting dalam diskusi ilmiah dan regulasi mengenai toksikologi glifosat.
Asal-usul Merek
Penemuan glifosat
Sejarah Roundup bermula dari John E. Franz, seorang ahli kimia organik yang bekerja di Monsanto.
Pada tahun 1970, Franz meneliti turunan senyawa asam fosfonat yang awalnya diminati untuk tujuan yang tidak berkaitan dengan herbisida. Salah satu senyawa yang ia sintesis menunjukkan aktivitas herbisida yang sangat kuat. Senyawa tersebut kemudian dikenal sebagai glifosat.5
Monsanto selanjutnya mengembangkan glifosat sebagai herbisida komersial dan menciptakan produk berbasis senyawa tersebut.
Nama “Roundup”
Monsanto memperkenalkan herbisida glifosat di bawah merek Roundup. Peluncuran komersial pertamanya dilakukan pada tahun 1974, awalnya di pasar-pasar seperti Amerika Serikat, Malaysia, dan Inggris.6
Roundup terbilang unik pada masanya karena sebagian besar herbisida pertanian konvensional dirancang bersifat selektif—membunuh gulma tertentu tanpa merusak tanaman budidaya. Sebaliknya, glifosat menawarkan pengendalian gulma berspektrum luas.
Perkembangan pada Era 1970-an dan 1980-an
Pada awalnya, Roundup memperoleh posisi penting terutama sebagai produk pengendali gulma pertanian.
Aktivitas berspektrum luasnya menjadikannya efektif untuk mengendalikan gulma tahunan yang sulit dibasmi serta untuk persiapan lahan sebelum penanaman. Monsanto juga mempromosikan aplikasinya sebagai cara untuk mengurangi kebutuhan pengolahan tanah intensif.
Hal ini menjadi semakin relevan seiring meluasnya praktik pengolahan tanah konservasi dan pertanian tanpa olah tanah (no-till). Alih-alih membajak tanah berulang kali secara mekanis, petani dapat menggunakan herbisida seperti glifosat untuk mengendalikan vegetasi sambil membiarkan struktur tanah tetap terjaga.7
Roundup kemudian merambah pasar lain. Catatan sejarah Bayer menyebutkan bahwa herbisida bermerek Roundup terdaftar untuk penggunaan residensial pada tahun 1985.8
Roundup dan Tanaman Modifikasi Genetik
Salah satu perkembangan terpenting dalam sejarah Roundup adalah penciptaan tanaman toleran glifosat.
Monsanto mengembangkan tanaman hasil rekayasa genetika yang mampu bertahan terhadap paparan glifosat. Tanaman-tanaman ini kemudian dikenal sebagai tanaman Roundup Ready®.
Konsepnya cukup sederhana:
- Petani menanam varietas tanaman yang direkayasa agar toleran terhadap glifosat.
- Glifosat disemprotkan ke seluruh lahan.
- Sebagian besar gulma kompetitor mati.
- Tanaman toleran tetap hidup.
- Pengelolaan gulma menjadi lebih mudah dan fleksibel.
Sistem tanaman Roundup Ready komersial utama mulai muncul pada era 1990-an, mencakup kedelai dan kanola. Monsanto meluncurkan teknologi kedelai Roundup Ready di Amerika Serikat pada tahun 1996.9
Inovasi ini menciptakan hubungan komersial yang erat antara teknologi herbisida dan benih, yang kemudian menjadi salah satu strategi bisnis utama Monsanto.
Faktor Kesuksesan Roundup
Beberapa karakteristik berikut menjadikan Roundup salah satu merek bahan kimia pertanian paling terkenal di dunia.
Pengendalian berspektrum luas
Glifosat mampu mengendalikan beragam jenis rumput dan gulma berdaun lebar.
Aksi sistemik
Karena glifosat ditranslokasikan di dalam tanaman, zat ini dapat mencapai titik tumbuh dan akar, bukan sekadar membakar daun yang terkena semprotan.10
Fleksibilitas pertanian
Produk ini dapat digunakan dalam berbagai sistem pengelolaan gulma, termasuk aplikasi pra-tanam dan dalam sistem produksi tanaman tertentu yang melibatkan varietas toleran glifosat.
Kompatibilitas dengan pengolahan tanah minimum
Glifosat membantu petani mengendalikan gulma tanpa bergantung sepenuhnya pada pengolahan tanah mekanis. Hal ini mendorong adopsi sistem konservasi dan tanpa olah tanah di sejumlah wilayah.11
Pengenalan merek yang kuat
Roundup telah berkembang jauh melampaui statusnya sebagai nama satu produk kimia pertanian. Merek ini kini dikenal secara global baik di kalangan konsumen maupun pelaku pertanian.
Bayer mendeskripsikan Roundup sebagai salah satu merek tertua dan tersukses di sektor pertanian.12
Kepemilikan Roundup oleh Monsanto
Selama sebagian besar sejarah awalnya, merek ini lekat dengan identitas Monsanto.
Monsanto menemukan glifosat, mematenkan penggunaan herbisidanya, dan mengomersialkan Roundup. Hak eksklusif perusahaan di AS akhirnya kedaluwarsa, memungkinkan banyak pesaing menjual herbisida berbasis glifosat dengan merek mereka sendiri.15
Perbedaan ini penting untuk dipahami:
Glifosat dan Roundup bukanlah sinonim.
Glifosat adalah bahan kimia aktif; sedangkan Roundup adalah nama merek. Setelah masa eksklusivitas paten berakhir, banyak perusahaan mulai menjual produk berbahan glifosat mereka sendiri.
Akuisisi Monsanto oleh Bayer
Titik balik utama terjadi pada 2018, ketika Bayer mengakuisisi Monsanto.
Akuisisi ini mengalihkan bisnis pertanian Monsanto—termasuk Roundup dan portofolio terkait glifosat—ke tangan Bayer. Bayer kemudian mengintegrasikan bisnis Monsanto ke dalam divisi Crop Science-nya.
Dengan demikian, silsilah korporatnya dapat diringkas sebagai:
Monsanto → Bayer
Namun, situasi di tingkat produk konsumen bisa lebih kompleks karena pengaturan lisensi dan pemasaran berbeda-beda antar negara. Sebagai contoh, situs web konsumen Roundup di AS saat ini menyajikan portofolio yang berfokus pada pengelolaan gulma halaman dan rumah tangga.
Kandungan Produk Roundup
Tidak tepat jika menganggap semua produk bearing nama Roundup memiliki komposisi yang sama persis.
Produk Roundup dapat bervariasi berdasarkan:
- Konsentrasi glifosat
- Garam/formulasi glifosat
- Surfaktan
- Bahan formulasi lainnya
- Target tanaman atau aplikasi
- Regulasi spesifik negara
- Peruntukan produk (pertanian, halaman, taman, dll.)
Sebagai ilustrasi, Bayer saat ini memasarkan produk pertanian dengan nama seperti Roundup Klik, Roundup Ultimate, Roundup Sonic, dan Roundup Biactive GL, yang masing-masing memiliki formulasi dan kegunaan pertanian yang berbeda.3101112
Oleh karena itu, ketika membahas keamanan atau sifat lingkungan “Roundup”, penting untuk membedakan antara glifosat itu sendiri dan produk formulasi utuh.
Cara Kerja Roundup
Mekanisme dasarnya dapat disederhanakan sebagai berikut:
Penyemprotan → penyerapan melalui daun → translokasi dalam tanaman → penghambatan EPSP sintase → gangguan produksi asam amino → hilangnya pertumbuhan secara bertahap → kematian tanaman
Glifosat menghambat 5-enolpiruvilsikimat-3-fosfat sintase (EPSPS), atau umum disebut EPSP sintase.
Hal ini mengganggu jalur sikimat dan kemampuan tanaman memproduksi asam amino aromatik tertentu, khususnya:
- Fenilalanin
- Tirosin
- Triptofan
Dampaknya adalah kegagalan progresif pada metabolisme dan pertumbuhan normal tanaman.19
Karena jalur biokimia ini khas bagi tanaman dan mikroorganisme tertentu, bukan hewan, mekanisme ini secara historis menjadi argumen utama bahwa glifosat memiliki toksisitas langsung yang relatif rendah terhadap manusia dibandingkan banyak mekanisme pestisida lainnya.
Namun, hal itu tidak berarti bahwa setiap formulasi Roundup atau setiap skenario paparan memiliki sifat toksikologi yang identik.
Roundup dan Pertanian
Pertanian tetap menjadi salah satu aplikasi terpenting Roundup.
Petani menggunakan herbisida berbasis glifosat untuk berbagai keperluan, seperti:
- Mengendalikan gulma sebelum tanam
- Mengelola gulma di antara siklus tanaman
- Mengendalikan vegetasi di kebun buah dan perkebunan tertentu
- Mengelola gulma pada tunggul sisa panen
- Menyiapkan lahan untuk sistem pengolahan tanah minimum
- Mengendalikan gulma pada tanaman toleran glifosat
Izin penggunaan spesifik sangat bervariasi antarnegara dan label produk individu. Komisi Eropa, misalnya, saat ini menyetujui glifosat sebagai zat aktif di UE hingga 15 Desember 2033, dengan syarat dan batasan tertentu, sementara produk individual memerlukan otorisasi nasional.17
Teknologi Roundup Ready
Teknologi Roundup Ready hampir sama terkenalnya dengan merek Roundup itu sendiri.
Teknologi ini memungkinkan tanaman modifikasi genetik tertentu untuk mentoleransi glifosat.
Tanaman Roundup Ready yang penting meliputi:
- Kedelai
- Jagung
- Kanola
- Kapas
- Bit gula
Signifikansi pertaniannya sangat besar karena memungkinkan petani menggabungkan herbisida berspektrum luas dengan tanaman toleran glifosat.7
Namun, sistem ini juga berkontribusi pada masalah jangka panjang yang serius: resistensi herbisida.
Gulma Resisten Glifosat
Penggunaan glifosat berulang kali dapat menciptakan tekanan evolusioner yang menguntungkan gulma yang secara alami lebih toleran atau yang memperoleh mekanisme resistensi.
Seiring waktu, populasi gulma resisten glifosat muncul di berbagai wilayah pertanian.
Ini telah menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem pengelolaan gulma berbasis glifosat.
Sebagai respons, petani mungkin menerapkan:
- Rotasi tanaman
- Mode aksi herbisida yang berbeda
- Pengendalian gulma mekanis
- Pengelolaan gulma terpadu
- Sistem pertanaman diversifikasi
Pelajaran mendasarnya adalah ketergantungan pada satu mekanisme herbisida dapat menurunkan efektivitasnya seiring waktu.
Debat Lingkungan
Roundup dan glifosat telah menjadi subjek penelitian lingkungan yang ekstensif.
Pendukung menunjuk pada potensi keuntungan pengendalian gulma berbasis glifosat, termasuk pengurangan pengolahan tanah. Komisi Eropa mencatat bahwa pengendalian gulma dengan glifosat dapat memfasilitasi pembajakan minimum, yang berkontribusi pada penurunan erosi tanah dan potensi emisi karbon dari pengolahan tanah.17
Kritikus mengangkat kekhawatiran mengenai:
- Dampak terhadap biodiversitas
- Dampak pada tanaman non-target
- Efek pada ekosistem perairan dalam kondisi paparan tertentu
- Perubahan ekosistem pertanian
- Gulma resisten herbisida
- Residu pestisida
- Ketergantungan intensif pada herbisida
Dampak lingkungan sangat bergantung pada dosis, formulasi, metode aplikasi, waktu, kondisi lingkungan, dan tingkat paparan, bukan sekadar ada tidaknya merek Roundup.
Kontroversi Kanker
Ini mungkin merupakan kontroversi paling terkenal yang menyelimuti Roundup.
Debat ini berpusat terutama pada glifosat, bukan pada merek dagang Roundup itu sendiri.
Klasifikasi IARC
Pada tahun 2015, International Agency for Research on Cancer (IARC) milik Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan glifosat sebagai “kemungkinan karsinogenik bagi manusia” (Grup 2A).
IARC menyatakan klasifikasinya didasarkan pada bukti terbatas pada manusia, bukti memadai dari hewan percobaan, dan bukti terkait genotoksisitas.16
Nuansa penting adalah klasifikasi IARC merupakan klasifikasi bahaya. Ini menilai apakah suatu agen berpotensi menyebabkan kanker dalam keadaan tertentu; bukan penilaian kuantitatif risiko kanker pada tingkat paparan spesifik.
Kesimpulan lembaga regulasi yang berbeda
Badan regulasi utama lainnya mencapai kesimpulan yang berbeda.
Misalnya, Environmental Protection Agency (EPA) AS menyatakan bahwa, berdasarkan penilaiannya, glifosat “tidak mungkin karsinogenik bagi manusia” dan tidak sependapat dengan kesimpulan IARC.20
Uni Eropa juga terus mengizinkan glifosat sebagai zat aktif yang disetujui hingga 2033, dengan pembatasan dan kondisi regulasi.17
Akibatnya, debat ilmiah dan regulasi tidak dapat disederhanakan menjadi “Roundup terbukti aman” atau “Roundup terbukti menyebabkan kanker.” Organisasi yang berbeda mengevaluasi kumpulan bukti dan pertanyaan yang sedikit berbeda.
Gugatan Hukum Roundup
Kontroversi kanker telah memicu litigasi masif, khususnya di Amerika Serikat.
Penggugat menuduh bahwa paparan Roundup menyebabkan penyakit termasuk limfoma non-Hodgkin, dan berargumen bahwa Monsanto gagal memberikan peringatan memadai kepada konsumen tentang dugaan risiko tersebut.
Bayer secara konsisten mempertahankan bahwa glifosat dan produk Roundup-nya dapat digunakan dengan aman sesuai petunjuk yang berlaku dan telah membela diri di pengadilan.14
Meskipun demikian, litigasi ini telah menjadi salah satu tantangan hukum korporat terbesar bagi Bayer.
Situasi Litigasi pada 2026
Hingga tahun 2026, kisah hukum ini masih terus berkembang.
Laporan tahunan Bayer 2025 menyatakan bahwa hingga akhir 2025, provisi dan liabilitas yang terkait dengan litigasi glifosat mencapai sekitar US$11,3 miliar (€9,6 miliar).14
Pada Februari 2026, Monsanto mengumumkan usulan penyelesaian kelas nasional AS yang ditujukan untuk menangani klaim Roundup saat ini dan masa depan yang menuduhkan limfoma non-Hodgkin. Program yang diusulkan dapat melibatkan pembayaran hingga US$7,25 miliar selama maksimal 21 tahun, tunduk pada persetujuan pengadilan dan kondisi lainnya.13
Namun, litigasi belum sepenuhnya berakhir. Bayer melaporkan bahwa Mahkamah Agung AS setuju pada Januari 2026 untuk meninjau kasus Durnell, yang melibatkan pertanyaan hukum seputar litigasi Roundup dan preemption federal.18
Penyelesaian ini juga bukan merupakan pengakuan atas tanggung jawab atau kesalahan dari pihak Monsanto.13
Signifikansi Korporat Roundup
Roundup memiliki signifikansi historis yang melampaui fungsinya sebagai pembasmi gulma.
Merek ini membantu menciptakan model di mana:
herbisida + tanaman modifikasi genetik + sistem manajemen pertanian
dapat dijual sebagai teknologi pertanian terintegrasi.
Model ini menjadi salah satu perkembangan definitif dalam pertanian industri modern.
Bagi Monsanto, Roundup juga merupakan aset komersial yang sangat penting. Merek ini menjadi identik dengan identitas perusahaan, bisnis bioteknologi, dan strategi pertaniannya.
Bagi Bayer, Roundup tetap menjadi bagian dari portofolio Crop Science, namun merek ini juga dikaitkan dengan salah satu kontroversi tanggung jawab produk terbesar dalam sejarah pertanian modern.
Roundup di Luar Sektor Pertanian
Roundup juga dikenal luas oleh konsumen sebagai pembasmi gulma rumah dan taman.
Tergantung pasarnya, produk konsumen mungkin dijual untuk aplikasi seperti:
- Jalan masuk kendaraan
- Teras
- Jalan setapak
- Bedeng taman
- Halaman rumput
- Lanskap hias
- Pengendalian gulma umum
Portofolio konsumen Roundup di AS, misalnya, saat ini mencakup produk yang dipasarkan untuk pengendalian gulma umum dan produk yang dirancang khusus untuk halaman rumput.21
Formulasi pasti dan penggunaan legalnya bergantung pada negara, sehingga produk Roundup yang dijual kepada konsumen di satu negara tidak boleh serta-merta diasumsikan memiliki bahan atau izin penggunaan yang sama di tempat lain.
Identitas Merek
Roundup memiliki pengenalan merek yang sangat kuat dalam industri bahan kimia pertanian.
Branding-nya secara historis menekankan:
- Efektivitas
- Pengendalian gulma
- Produktivitas pertanian
- Kemudahan penggunaan
- Kinerja berspektrum luas
Bayer mempertahankan pedoman global formal untuk merek Roundup, termasuk logo, tipografi, warna, penamaan produk, dan co-branding.17
Hal ini membuktikan bagaimana Roundup berevolusi dari satu produk herbisida menjadi arsitektur merek pertanian global.
Linimasa Utama
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1970 | John E. Franz menemukan potensi herbisida glifosat di Monsanto. |
| 1971–73 | Monsanto mengembangkan dan menguji glifosat sebagai herbisida komersial. |
| 1974 | Roundup diperkenalkan secara komersial. |
| 1970-an–80-an | Roundup berekspansi dalam pengendalian gulma pertanian. |
| 1985 | Herbisida bermerek Roundup masuk ke penggunaan residensial di AS menurut catatan sejarah Bayer.8 |
| 1990-an | Monsanto mengembangkan dan mengomersialkan tanaman toleran glifosat “Roundup Ready”. |
| 1996 | Teknologi kedelai Roundup Ready diluncurkan di Amerika Serikat.9 |
| 2000 | Sisa eksklusivitas glifosat utama Monsanto di AS kedaluwarsa.15 |
| 2015 | IARC mengklasifikasikan glifosat sebagai kemungkinan karsinogenik bagi manusia.16 |
| 2018 | Bayer mengakuisisi Monsanto dan bisnis pertaniannya, termasuk Roundup. |
| 2023 | UE memperbarui persetujuan glifosat hingga Desember 2033, dengan syarat tertentu.17 |
| 2025 | Litigasi glifosat tetap menjadi risiko hukum utama Bayer. |
| Jan. 2026 | Mahkamah Agung AS setuju meninjau kasus Roundup Durnell.18 |
| Feb. 2026 | Monsanto mengumumkan usulan penyelesaian kelas nasional Roundup.13 |
| 2026 | Roundup tetap menjadi merek herbisida global utama di bawah Bayer. |
Kepemilikan dan Branding Saat Ini
Cara paling sederhana memahami sejarah korporat Roundup adalah:
Monsanto menemukan/mengembangkan bisnis glifosat komersial → Monsanto membangun Roundup menjadi merek global → Bayer mengakuisisi Monsanto → Bayer menjadi pemilik korporat merek pertanian Roundup.
Namun, kepemilikan, lisensi, dan distribusi produk konsumen Roundup dapat berbeda menurut negara, jadi “Bayer memiliki Roundup” tidak boleh diartikan bahwa Bayer memproduksi dan menjual secara langsung setiap botol berlabel Roundup di seluruh dunia.
Materi merek Bayer sendiri mendeskripsikan Roundup sebagai merek global dalam bisnis pertaniannya, sementara operasi konsumen dapat melibatkan pengaturan yang berbeda.17
Pentingnya Historis Roundup
Roundup memegang peranan penting dalam sejarah modern karena berada di persimpangan beberapa perkembangan utama:
Kimia pertanian
→ Mendemonstrasikan nilai pertanian glifosat yang sangat besar.
Pertanian konservasi
→ Membantu memfasilitasi pengendalian gulma dengan gangguan tanah minimal.
Rekayasa genetika
→ Tanaman Roundup Ready menghubungkan bioteknologi secara langsung dengan penggunaan herbisida.
Agribisnis
→ Mendemonstrasikan kekuatan komersial integrasi benih, sifat unggul, dan produk perlindungan tanaman.
Ilmu lingkungan
→ Menjadi studi kasus utama dalam penggunaan pestisida, biodiversitas, dan resistensi herbisida.
Kesehatan masyarakat
→ Menjadi salah satu merek pestisida paling kontroversial di dunia akibat ketidaksepakatan mengenai potensi karsinogenisitas glifosat.
Hukum korporat
→ Menghasilkan litigasi tanggung jawab produk yang sangat besar pasca akuisisi Monsanto oleh Bayer.
Perbedaan Roundup dan Glifosat
Perbedaan ini perlu ditekankan:
| Roundup | Glifosat |
|---|---|
| Nama merek | Bahan aktif kimia |
| Merek dagang/keluarga produk | Molekul herbisida |
| Secara historis dikaitkan dengan Monsanto | Dikembangkan secara komersial oleh Monsanto |
| Kini dikaitkan dengan bisnis Crop Science Bayer | Dijual oleh banyak perusahaan |
| Formulasi dapat mengandung bahan tambahan | Zat aktif herbisida |
| Komposisi produk bervariasi | Senyawa kimia spesifik |
Jadi, mengatakan “Roundup adalah glifosat” merupakan penyederhanaan yang berlebihan.
Pernyataan yang lebih akurat adalah:
Glifosat adalah bahan aktif utama yang secara historis dikaitkan dengan Roundup, sementara Roundup adalah merek komersial yang mencakup berbagai formulasi.
Penilaian Umum
Roundup adalah salah satu merek paling berpengaruh sekaligus paling kontroversial dalam pertanian modern.
Kesuksesannya bermula dari ide yang relatif sederhana: menggunakan herbisida berspektrum luas yang sangat efektif untuk mengendalikan gulma secara efisien. Pengembangan selanjutnya berupa tanaman toleran glifosat mengubah ide tersebut menjadi sistem pertanian terintegrasi.
Hasilnya adalah adopsi yang masif dan perubahan signifikan dalam praktik pertanian. Di sisi lain, penggunaan glifosat intensif selama puluhan tahun berkontribusi pada masalah resistensi herbisida serta memicu perdebatan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang substansial.
Isu kanker tetap sangat rumit. IARC mengklasifikasikan glifosat sebagai kemungkinan karsinogen pada 2015, sementara EPA AS dan otoritas regulasi lainnya mencapai kesimpulan berbeda mengenai risiko karsinogenik dalam kondisi paparan yang teregulasi.1620
Sementara itu, kontroversi hukum telah memakan biaya yang luar biasa besar dan masih berlanjut pada 2026, meskipun ada usulan penyelesaian.13
Singkatnya: Roundup bukan sekadar pembasmi gulma. Ia adalah merek pertanian yang penting secara historis yang membantu membentuk manajemen gulma modern, tanaman hasil rekayasa genetika, dan pengolahan tanah konservasi—sekaligus menjadi salah satu merek pestisida yang paling kontroversial secara hukum dan ilmiah di dunia.
References
- Roundup Brand Description & Position | Identity Net // Portal
- Roundup Agricultural Herbicides | Bayer Crop Science Canada
- Roundup Klik Herbicide
- About Us | Roundup®
- Roundup
- Ultimate Roundup® faqs | Bayer Crop Science Canada
- Genetically modified canola
- Roundup Global Brand | Identity Net // Portal
- Glyphosate
- Roundup Ultimate Herbicide
- Roundup Biactive GL Herbicide
- Roundup Sonic Herbicide
- Monsanto announces Roundup™ class settlement agreement to resolve current and future claims
- Managing the Roundup™ Litigation | Bayer Global
- Who Owns Glyphosate? Bayer’s Role and Patent History – LegalClarity
- Glyphosate (Roundup): Understanding Risks to Human Health
- emea-roundup | Identity Net // Portal
- Biology:Roundup (herbicide) – HandWiki
- What is glyphosate? | Live Science
- Details for ROUNDUP WEED & GRASS KILLER READY-TO-USE PLUS | US EPA
- Details for ROUNDUP READY-TO-USE WEED & GRASS KILLER | US EPA





