I Indonesia Brand Wiki

Tentang TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) adalah merek fesyen gaya hidup premium asal Amerika Serikat yang didirikan oleh desainer Thomas Jacob Hilfiger pada tahun 1985. Berawal dari New York City dan sangat dipengaruhi oleh budaya Amerika, merek ini meraih ketenaran melalui interpretasinya terhadap gaya klasik Amerika, khususnya pakaian preppy, pakaian olahraga, denim, serta identitas warna merah-putih-biru yang khas pada logonya. Kini, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) merupakan salah satu merek gaya hidup global utama yang dikelola oleh PVH Corp., bersanding dengan Calvin Klein.1

Informasi Dasar

Atribut Informasi
Nama Merek TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)
Pendiri Tommy Hilfiger
Tahun Berdiri 1985
Asal New York City, United States
Industri Fesyen / Pakaian / Gaya Hidup
Induk Perusahaan PVH Corp.
Identitas Utama Gaya Klasik Amerika / American prep
Warna Khas Merah, putih, dan biru
Merek/Sub-merek Utama TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger), TOMMY JEANS
Kategori Utama Pakaian pria, wanita, dan anak-anak, denim, pakaian dalam, alas kaki, aksesori, pakaian renang, dan lainnya
Penjualan Ritel Global Sekitar US$9 miliar pada 2025, termasuk produk berlisensi
Jangkauan Global Produk dijual secara internasional melalui toko fisik, grosir, perdagangan digital, dan tommy.com

PVH melaporkan penjualan ritel global untuk merek-merek TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) mencapai sekitar $9 miliar pada tahun 2025, mencakup produk yang dijual oleh pemegang lisensi.

Sejarah

Kehidupan Awal Tommy Hilfiger

Sejarah TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) bermula dari pendirinya, Thomas Jacob Hilfiger, yang tumbuh besar di Elmira, New York, sebagai salah satu dari sembilan bersaudara.

Minatnya pada dunia fesyen muncul saat ia masih duduk di bangku sekolah menengah. Pada tahun 1969, Hilfiger menyadari bahwa pakaian dan gaya yang identik dengan musik rock serta budaya pemuda sulit ditemukan di kota kelahirannya. Ia kemudian bepergian ke New York City, membeli sekitar 20 celana jeans model bell-bottom dengan modal kira-kira $150, lalu kembali ke Elmira untuk menjualnya.2

Pengalaman tersebut mendorongnya mendirikan bisnis ritel pertamanya, People’s Place, pada tahun 1969.

People’s Place memegang peranan penting karena meletakkan sejumlah karakteristik yang kelak menjadi inti karier Tommy Hilfiger:

  • Budaya pemuda
  • Musik
  • Pakaian kasual Amerika
  • Kewirausahaan
  • Perpaduan antara fesyen dan budaya populer

Pindah ke New York

Pada tahun 1979, Hilfiger pindah ke Manhattan untuk menekuni desain fesyen secara profesional.

Selama periode ini, ia mulai dikenal karena kemampuannya mendesain ulang pakaian pria tradisional Amerika. Pendekatannya bukan meninggalkan sepenuhnya gaya klasik, melainkan membuat potongan-potongan yang sudah akrab terasa lebih muda, santai, dan kontemporer.

Filosofi ini akhirnya menarik perhatian pengusaha Mohan Murjani, yang berminat menciptakan label fesyen pria baru.

Dengan dukungan Murjani, Hilfiger meluncurkan koleksi perdana yang menyandang namanya pada tahun 1985.3

Kelahiran TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)

Merek TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) resmi hadir pada tahun 1985 melalui sebuah koleksi pakaian pria.

Alih-alih memulai dengan fesyen avant-garde yang radikal, Hilfiger berfokus pada elemen-elemen dasar lemari pakaian Amerika yang sudah lazim:

  • Kemeja kancing
  • Celana chino
  • Kaos polo
  • Denim
  • Sweter
  • Jaket
  • Pakaian olahraga jahitan rapi

Ia mengubah proporsi, warna, detail, dan penataan busana tersebut untuk memberikan karakter yang lebih muda pada pakaian tradisional. Langkah ini menjadi salah satu fondasi filosofi desain merek tersebut.3

Hasilnya adalah gaya yang dapat digambarkan sebagai preppy, sporty, awet muda, dan sangat berkarakter Amerika.

Identitas “Classic American Cool” yang Ikonik

Salah satu konsep terpenting yang melekat pada TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) adalah “Classic American Cool.”

Gagasannya relatif sederhana:

Mengambil elemen klasik Amerika yang mudah dikenali dan menafsirkannya ulang bagi konsumen masa kini.

Hal ini membedakan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) dari merek yang hanya berfokus pada fesyen avant-garde atau kemewahan formal.

Bahasa visual merek ini secara historis mengambil inspirasi dari:

  • Gaya preppy Amerika
  • Pakaian Ivy League
  • Gaya kampus
  • Olahraga layar
  • Pakaian olahraga
  • Denim
  • Budaya populer Amerika
  • Musik rock dan pop
  • Budaya pemuda

Saat ini PVH menggambarkan koleksi merek tersebut melalui konsep “Prep made Modern”, yang berarti elemen preppy tradisional diperbarui dengan gaya kontemporer.8

Logo dan Identitas Merah-Putih-Biru

Logo bendera TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) merupakan salah satu elemen visual merek yang paling mudah dikenali.

Palet warna merah, putih, dan biru sangat erat kaitannya dengan identitas Amerika milik merek ini. Warna-warna tersebut juga memperkuat asosiasi dengan:

  • Warisan Amerika
  • Citra bahari/layar
  • Olahraga
  • Patriotisme
  • Fesyen preppy

Logo ini menjadi semakin ikonik seiring ekspansi pesat merek tersebut selama dekade 1990-an.

Yang perlu dicatat, identitas TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) bukanlah sekadar “pakaian bertema bendera Amerika.” Palet merah-putih-biru berfungsi sebagai bagian dari sistem visual yang lebih luas, merepresentasikan interpretasi merek terhadap budaya Amerika.

Dekade 1990-an: Ketenaran Global

Dekade 1990-an bisa dibilang sebagai periode paling penting secara budaya dalam perkembangan awal TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger).

Merek ini berhasil menghubungkan fesyen dengan musik dan budaya pemuda.

Para musisi hip-hop, R&B, rock, dan pop turut menjadikan pakaian TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) yang berukuran longgar atau berlogo mencolok sangat populer di kalangan konsumen muda.

Hal ini signifikan karena merek fesyen pada umumnya sangat bergantung pada iklan konvensional dan media fesyen. Hilfiger justru semakin memperlakukan budaya populer itu sendiri sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Perusahaan juga membangun hubungan dengan para selebritas dan musisi. Sejarah merek ini mencakup kolaborasi serta asosiasi dengan seniman seperti Britney Spears, The Rolling Stones, Sheryl Crow, Jewel, dan Lenny Kravitz.4

Langkah ini membantu menempatkan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) sebagai lebih dari sekadar label pakaian pria tradisional.

Merek ini bertransformasi menjadi merek gaya hidup berbasis budaya.

Ekspansi dan Tantangan

Kesuksesan pesat TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) juga menimbulkan masalah.

Pada pertengahan hingga akhir 1990-an, merek ini memberikan banyak lisensi dan mendapatkan eksposur yang sangat tinggi. Dokumentasi sejarah PVH mencatat bahwa bisnis ini mengalami kelebihan lisensi dan overeksposur, sementara posisinya di Amerika Serikat bergeser dari identitas aslinya.

Merek ini kemudian mengalami periode penurunan.

Periode ini penting untuk memahami strategi Tommy Hilfiger di masa selanjutnya: perusahaan harus membangun kembali citranya dan mengembalikan posisinya sebagai merek gaya hidup Amerika yang premium namun tetap relatif terjangkau.

Menariknya, merek ini justru tampil sangat baik di Eropa dan Asia, di mana posisi preppy-Amerika miliknya tetap kuat.

Ekspansi Internasional

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) semakin menjadi merek internasional sepanjang dekade 1990-an dan 2000-an.

Eropa dan Asia menjadi pasar yang sangat penting.

Identitas Amerika milik merek ini menjadi keunggulan di kancah internasional karena menawarkan interpretasi gaya hidup Amerika yang aspiratif kepada konsumen, alih-alih sekadar bersaing sebagai label fesyen lokal biasa.

Seiring waktu, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) berekspansi ke:

  • Amerika Utara
  • Eropa
  • Asia
  • Amerika Latin
  • Timur Tengah
  • Pasar internasional lainnya

Kini, PVH mendeskripsikan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) sebagai merek gaya hidup global dengan produk yang didistribusikan melalui toko sendiri, mitra grosir, dan perdagangan digital.

Akuisisi oleh PVH

Tonggak sejarah utama terjadi pada tahun 2010, ketika PVH Corp. mengakuisisi bisnis Tommy Hilfiger.

Hilfiger sendiri tetap terlibat dengan merek ini sebagai Desainer Utama (Principal Designer), terus memberikan arahan kreatif dan inspirasi.5

Akuisisi ini menempatkan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) dalam grup perusahaan yang sama dengan Calvin Klein, menciptakan salah satu portofolio merek gaya hidup fesyen global terbesar di dunia.

Saat ini, strategi PVH berpusat pada pengembangan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) dan Calvin Klein menjadi merek gaya hidup global yang sangat diminati.6

Portofolio Produk TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)

Meskipun awalnya merupakan label fesyen pria, perusahaan ini telah berkembang menjadi bisnis gaya hidup yang luas.

Pria

Kategori utamanya meliputi:

  • Kaos oblong
  • Kaos polo
  • Kemeja
  • Sweter
  • Hoodie
  • Jaket
  • Blazer
  • Celana panjang
  • Celana chino
  • Jeans
  • Pakaian dalam
  • Pakaian renang
  • Alas kaki
  • Jam tangan
  • Aksesori

Wanita

Koleksi wanita mencakup:

  • Gaun
  • Atasan
  • Kemeja
  • Sweter
  • Rok
  • Celana panjang
  • Jeans
  • Jaket
  • Pakaian luar
  • Pakaian dalam
  • Pakaian renang
  • Alas kaki
  • Tas tangan
  • Aksesori

Anak-anak

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) juga memiliki koleksi anak-anak yang mencakup:

  • Pakaian bayi
  • Pakaian anak
  • Pakaian anak laki-laki
  • Pakaian anak perempuan
  • Alas kaki
  • Aksesori

Kategori Lainnya

Melalui koleksinya sendiri dan kemitraan lisensi, merek ini juga dikenal dengan:

  • Wewangian
  • Kacamata
  • Jam tangan
  • Perhiasan
  • Perlengkapan tempat tidur/rumah tangga
  • Aksesori

Saat ini PVH menetapkan pakaian olahraga pria, wanita, dan anak-anak, denim, pakaian dalam, pakaian renang, aksesori, serta alas kaki sebagai kategori produk utama merek ini.7

TOMMY JEANS

Salah satu ekstensi merek yang paling mudah dikenali adalah TOMMY JEANS.

TOMMY JEANS umumnya memiliki karakter yang lebih muda dan kasual dibandingkan lini TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) secara keseluruhan.

Lini ini berfokus khusus pada:

  • Denim
  • Kaos oblong
  • Sweatshirt
  • Hoodie
  • Jaket
  • Celana kasual
  • Aksesori berorientasi pemuda

PVH menetapkan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) dan TOMMY JEANS sebagai dua merek utama dalam portofolio merek TOMMY HILFIGER.7

Posisi Merek

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) menempati posisi yang unik dalam industri fesyen.

Merek ini secara umum dianggap sebagai merek gaya hidup premium, namun tidak diposisikan sama persis dengan rumah mode haute couture tradisional atau merek ultra-mewah seperti Chanel, Hermès, atau Dior.

Spektrum posisi yang disederhanakan akan terlihat seperti ini:

Pasar massal → Premium → Desainer/Gaya hidup premium → Mewah → Haute couture

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) umumnya berada di area gaya hidup premium.

Proposisi nilainya pada dasarnya adalah:

Identitas desainer yang mudah dikenali + warisan Amerika + harga premium/mewah yang terjangkau + distribusi global massal.

Hal ini membuat merek ini sangat menarik bagi konsumen yang menginginkan branding desainer yang ikonik tanpa harus masuk ke kisaran harga rumah mode mewah tradisional.

Target Konsumen

Secara historis, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) sangat diminati oleh konsumen muda.

Kini, basis pelanggannya jauh lebih luas.

Merek ini dapat menjangkau:

  • Remaja
  • Mahasiswa
  • Profesional muda
  • Keluarga
  • Orang dewasa yang tumbuh bersama merek ini
  • Konsumen yang tertarik pada fesyen Amerika/preppy
  • Pelanggan yang mencari pakaian kasual premium yang mudah dikenali

Salah satu kekuatan merek ini adalah kemampuannya menjual bahasa visual yang serupa lintas generasi.

Seorang remaja mungkin membeli TOMMY JEANS, sementara pelanggan yang lebih tua mungkin memilih TOMMY HILFIGER Tailored atau pakaian olahraga klasik.

Filosofi Desain

Filosofi desain TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) modern dapat diringkas sebagai:

Klasik + Modern + Amerika + Awet Muda

Alih-alih terus-menerus mengganti identitasnya dengan tren fesyen baru, merek ini sering kali kembali ke arsipnya.

Potongan-potongan tradisional diperbarui melalui:

  • Warna baru
  • Proporsi berbeda
  • Siluet kontemporer
  • Material baru
  • Sentuhan grafis
  • Kolaborasi
  • Penataan gaya modern

Perusahaan mendeskripsikan pendekatan ini sebagai “Prep made Modern.”8

Inilah sebabnya item seperti kaos polo, celana chino, jaket bergaya varsity, kemeja rugby, kemeja kancing, dan sweter rajut kabel tetap relevan bagi merek ini.

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) dan Budaya Selebritas

Budaya selebritas dan budaya populer memainkan peran yang sangat penting dalam sejarah merek ini.

Pendekatan Hilfiger membantu mengaburkan batas antara:

Merek fesyen + budaya musik + budaya selebritas + hiburan.

Selama bertahun-tahun, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) telah bekerja sama atau diasosiasikan dengan banyak tokoh budaya terkemuka.

Kolaborasi terkini melibatkan tokoh-tokoh seperti:

  • Gigi Hadid
  • Lewis Hamilton
  • Zendaya
  • Rafael Nadal
  • Damson Idris
  • Travis Kelce

PVH menggambarkan kolaborasi ini sebagai bagian dari strategi merek untuk berkarya bersama seniman, inovator, dan tokoh budaya.

Olahraga dan Gaya Hidup

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) juga mengembangkan koneksi kuat dengan olahraga dan fesyen bernuansa sporty.

Identitas visualnya secara alami cocok dengan aktivitas yang terkait dengan budaya gaya hidup tradisional Amerika dan internasional, termasuk:

  • Layar
  • Tenis
  • Golf
  • Motorsport
  • Sepak bola
  • American football

Hubungan ini memungkinkan merek untuk menghubungkan pakaian olahraga klasik dengan fesyen kontemporer.

Pada tahun 2026, misalnya, PVH menyoroti kemitraan dan koleksi kapsul TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) yang terhubung dengan Liverpool FC, SailGP, dan tim Cadillac Formula 1.9

Tommy Hilfiger sebagai Individu vs TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) sebagai Merek

Kedua nama ini sering kali tertukar.

Tommy Hilfiger

Tommy Hilfiger adalah desainer fesyen dan pengusaha Amerika yang mendirikan perusahaan ini.

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) adalah merek fesyen/gaya hidup yang menyandang namanya.

Hilfiger tetap terlibat dengan merek ini sebagai Desainer Utama (Principal Designer), namun merek itu sendiri kini merupakan bagian dari organisasi korporat PVH yang jauh lebih besar.10

Kepemilikan Korporat

Struktur korporat saat ini dapat disederhanakan sebagai berikut:

PVH Corp.

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) / TOMMY JEANS dan kategori berlisensi terkait

PVH juga memiliki Calvin Klein, menjadikan kedua merek ini sebagai bisnis fesyen global inti perusahaan. PVH melaporkan total pendapatan sekitar $8,95 miliar pada tahun 2025, dengan lebih dari 70% dihasilkan di luar Amerika Serikat.

Skala Global

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) bukan lagi sekadar perusahaan pakaian Amerika.

Ini adalah merek gaya hidup global.

Produk merek ini didistribusikan melalui:

  • Toko TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)
  • Toko outlet
  • Toserba
  • Mitra grosir
  • Pengecer daring
  • tommy.com
  • Platform e-commerce regional
  • Saluran produk berlisensi

PVH melaporkan penjualan ritel global untuk merek-merek TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) mencapai sekitar $9 miliar pada tahun 2025, termasuk penjualan pemegang lisensi.11

Perbedaan ini penting: penjualan ritel global tidak sama dengan pendapatan korporat TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger), karena angka tersebut mencakup penjualan ritel yang dihasilkan melalui pemegang lisensi dan saluran distribusi yang berbeda.

Faktor Kesuksesan TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger)

Beberapa faktor menjelaskan umur panjang merek ini:

1. Identitas Visual yang Kuat

Bendera merah-putih-biru dan wordmark TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) yang tebal langsung mudah dikenali.

2. Konsep Merek yang Sederhana

“Classic American Cool” relatif mudah dipahami oleh konsumen.

3. Koneksi Kuat dengan Budaya Pemuda

Musik dan selebritas membantu merek ini menjadi relevan secara budaya di luar lingkaran fesyen tradisional.

4. Identitas Amerika

Merek ini mengubah tradisi preppy dan pakaian olahraga Amerika menjadi gaya hidup yang dapat dipasarkan secara internasional.

5. Rentang Produk yang Luas

Merek ini dapat menjual segala hal mulai dari kaos oblong dasar hingga pakaian jahitan rapi, aksesori, dan wewangian.

6. Posisi Premium Namun Terjangkau

Merek ini menempati posisi tengah antara pakaian pasar massal dan kemewahan tradisional.

7. Kemampuan Menemukan Kembali Diri

Merek ini berulang kali memperbarui desain klasiknya alih-alih meninggalkannya.

Kritik dan Kontroversi

Seperti banyak merek fesyen besar lainnya, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) pernah mengalami periode kritik.

Kritik bisnis historis yang paling penting berkaitan dengan kelebihan lisensi dan overeksposur selama dekade 1990-an, yang berkontribusi pada melemahnya posisi merek di Amerika Serikat. Dokumentasi sejarah PVH secara eksplisit menggambarkan periode ini sebagai masa ketika merek telah memberikan terlalu banyak lisensi dan menjauh dari posisi aslinya.

Episode ini sangat signifikan dalam manajemen merek fesyen karena mengilustrasikan masalah umum:

Merek yang mudah dikenali bisa menjadi kurang diminati jika logo dan produknya didistribusikan terlalu luas tanpa kontrol posisi yang memadai.

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) kemudian berupaya membangun kembali citra premiumnya.

Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial

Sebagai bagian dari PVH, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) berpartisipasi dalam inisiatif korporat yang lebih luas terkait:

  • Aksi iklim
  • Hak asasi manusia
  • Keberagaman dan inklusi
  • Praktik bisnis yang bertanggung jawab

PVH menggambarkan strategi korporatnya menggabungkan keberlanjutan, hak asasi manusia, dan inklusi ke dalam keputusan bisnisnya.

Merek ini juga menekankan inklusivitas dan aksesibilitas melalui inisiatif seperti penawaran pakaian Adaptive dan program yang berfokus pada komunitas.

Merek Saat Ini

Hingga tahun 2026, TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) tetap menjadi salah satu dari dua merek unggulan global PVH.

Identitas kontemporernya dapat diringkas sebagai:

Prep Amerika modern untuk audiens global.

Merek ini terus memadukan kode historisnya—pakaian olahraga Amerika, gaya kampus/preppy, branding merah-putih-biru, dan budaya pop—dengan kolaborasi baru, perdagangan digital, kemitraan olahraga, dan fesyen kontemporer.

Posisi resmi saat ini menekankan “Prep made Modern”, sementara PVH mendeskripsikan perusahaan ini sebagai salah satu merek gaya hidup premium yang paling diakui di dunia.

Linimasa

Tahun Peristiwa
1969 Tommy Hilfiger membuka People’s Place di Elmira, New York
1979 Hilfiger pindah ke Manhattan untuk menekuni fesyen secara profesional
1985 TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) diluncurkan dengan koleksi pakaian pria pertamanya
1990-an Merek berekspansi pesat melalui fesyen, musik, dan budaya pop
Akhir 1990-an TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) berekspansi kuat ke Eropa dan Asia
2000-an Merek berupaya memulihkan dan memperkuat posisi premiumnya
2010 PVH mengakuisisi bisnis Tommy Hilfiger
2010-an Ekspansi berlanjut di seluruh saluran ritel dan digital global
2020-an Penekanan lebih kuat pada kolaborasi, perdagangan digital, kemitraan budaya, dan prep yang dimodernisasi
2025 Penjualan ritel global merek TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) mencapai sekitar $9 miliar
2026 Merek terus beroperasi secara global di bawah PVH, dengan Hilfiger tetap menjabat sebagai Desainer Utama

Tonggak sejarah didasarkan terutama pada biografi korporat TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) dan dokumen pengajuan PVH.

Signifikansi Keseluruhan

TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) memiliki signifikansi dalam sejarah fesyen karena membantu mengubah pakaian preppy Amerika menjadi estetika gaya hidup komersial global.

Pentingnya merek ini bukan terutama karena menemukan setiap jenis pakaian individual yang dijualnya. Sebaliknya, pencapaiannya terletak pada pengemasan pakaian Amerika yang akrab menjadi identitas budaya yang kuat dan mudah dikenali.

Evolusinya dapat dipahami secara kasar dalam empat tahap:

1985:
Label pakaian pria Amerika

1990-an:
Fenomena pemuda + musik + selebritas

2000-an–2010-an:
Merek gaya hidup premium global

2020-an:
Merek gaya hidup global yang terhubung secara digital, memadukan warisan, prep modern, kolaborasi, dan budaya pop

Evolusi inilah yang menjelaskan mengapa TOMMY HILFIGER(Tommy Hilfiger) tetap mudah dikenali puluhan tahun setelah pendiriannya.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait