Tentang Van Houten
Van Houten adalah merek kakao dan cokelat bersejarah asal Belanda yang terkenal atas peran utamanya dalam pengembangan bubuk kakao, pengepresan kakao, dan kakao proses Belanda (Dutch-process cocoa). Merek ini bermula di Amsterdam pada awal abad ke-19 dan sangat lekat dengan inovasi teknologi keluarga Van Houten yang mengubah kakao dari minuman kental, berlemak, dan relatif mahal menjadi bubuk kakao yang lebih mudah larut serta terjangkau. 1
Saat ini, nama Van Houten digunakan secara internasional untuk berbagai produk kakao dan cokelat, meskipun kepemilikan serta lisensi mereknya telah mengalami banyak perubahan sepanjang sejarah hampir dua abadnya. Barry Callebaut kini mencantumkan Van Houten sebagai salah satu merek dalam portofolionya, khususnya untuk produk minuman cokelat profesional, mesin penjual otomatis (vending), dan gourmet. 2
Gambaran Umum
| Bidang | Informasi |
|---|---|
| Merek | Van Houten |
| Asal | Amsterdam, Netherlands |
| Awal usaha | 1806–1815 |
| Inovasi kakao | 1828 |
| Pendiri/keluarga | Keluarga Van Houten |
| Dikenal karena | Bubuk kakao, kakao proses Belanda, minuman cokelat |
| Industri | Kakao, cokelat, dan bahan makanan |
| Pemilik merek utama saat ini | Barry Callebaut |
| Segmen modern utama | Minuman cokelat, produk kakao, bahan cokelat profesional, vending |
| Slogan/posisi historis | Dikaitkan dengan inovasi kakao “sejak 1828” |
| Kehadiran global | Internasional; Barry Callebaut menyatakan merek minuman cokelat Van Houten hadir di lebih dari 40 negara |
Barry Callebaut saat ini menggambarkan Van Houten sebagai merek pilihan untuk minuman cokelat gourmet di lebih dari 40 negara, mencakup pasar ritel, perhotelan/layanan makanan, dan mesin penjual otomatis.
Awal Mula
Sejarah Van Houten bermula dari Casparus van Houten Sr. yang mendirikan usaha kopi dan rempah-rempah di Amsterdam pada tahun 1806. Pada tahun 1815, usahanya beralih ke produksi kakao dan cokelat. Perusahaan ini awalnya beroperasi dalam industri cokelat yang sangat berbeda dari masa kini: biji kakao digiling menjadi massa kental yang dapat dicampur dengan susu atau digunakan bersama gula dan rempah-rempah dalam pengolahan makanan. 3
Terobosan perusahaan terjadi pada dekade 1820-an.
Pada masa itu, kakao mengandung sejumlah besar lemak kakao alami. Minuman cokelat tradisional cenderung berat, berlemak, dan sulit dicampur dengan air. Keluarga Van Houten kemudian mencari cara untuk menghilangkan sebagian lemak tersebut secara efisien.
Mesin Pres Kakao Tahun 1828
Momen paling menentukan dalam sejarah Van Houten terjadi pada tahun 1828, ketika seorang anggota keluarga Van Houten mematenkan mesin pres hidraulis yang mampu memisahkan sebagian besar lemak kakao dari cairan kakao.
Terdapat catatan sejarah yang menarik mengenai atribusi penemuan ini. Materi modern dari Van Houten/Barry Callebaut umumnya menyebut Casparus van Houten sebagai penemu mesin pres hidraulis, sementara banyak catatan lama dan sejarah populer mengaitkan terobosan tersebut kepada putranya, Coenraad Johannes van Houten. Arsip sejarah dari Belanda juga membedakan metode pres kakao tahun 1828 milik Casparus dari inovasi Dutching yang dikembangkan Coenraad kemudian hari. 4
Mesin pres tersebut menghasilkan dua komponen berguna:
- Lemak kakao, yang dapat digunakan dalam pembuatan cokelat.
- Bungkil kakao yang relatif kering, yang dapat dihancurkan menjadi bubuk kakao.
Penemuan ini sangat penting. Bubuk kakao yang dihasilkan menjadi lebih ringan dan jauh lebih mudah dicampur dengan air atau susu dibandingkan olahan kakao tradisional. Sejarah Van Houten sendiri mencatat bahwa proses ini mengurangi kandungan lemak kakao hingga hampir setengahnya. 5
Signifikansi Penemuan
Invensi ini membantu menjadikan kakao:
- Lebih mudah disiapkan sebagai minuman;
- Tidak terlalu berlemak;
- Lebih mudah diangkut;
- Lebih ekonomis untuk diproduksi;
- Cocok untuk konsumsi massal.
Dengan kata lain, Van Houten tidak sekadar menciptakan merek cokelat baru, melainkan turut membangun fondasi industri bubuk kakao modern.
Coenraad van Houten dan Proses Dutching
Inovasi besar kedua Van Houten berasal dari Coenraad Johannes van Houten, putra Casparus.
Pada tahun 1846, Coenraad mematenkan proses perlakuan kakao menggunakan garam alkali. Metode ini kemudian dikenal sebagai proses Belanda atau Dutching. 6
Proses Dutching mengubah beberapa karakteristik kakao:
- Mengurangi sebagian keasaman alami;
- Menghasilkan warna yang lebih gelap;
- Menciptakan rasa kakao yang lebih halus dan bulat;
- Meningkatkan kemampuan bubuk untuk bercampur dengan cairan.
Itulah sebabnya istilah “kakao proses Belanda” tetap menjadi bagian dari terminologi cokelat dan kue hingga hari ini.
Penting untuk membedakan kedua inovasi tersebut:
Pengepresan kakao memisahkan sebagian besar lemak kakao dari cairan kakao, memungkinkan produksi bubuk kakao dalam skala industri praktis.
Dutching selanjutnya memperlakukan kakao dengan bahan alkali untuk memodifikasi rasa, warna, dan kelarutannya.
Secara bersama-sama, teknologi-teknologi ini mengubah cara kakao diproduksi dan dikonsumsi secara fundamental. 7
Ekspansi Perusahaan Van Houten
Perusahaan terus berkembang sepanjang abad ke-19.
Pada tahun 1835, Coenraad bergabung dengan bisnis keluarga, menandai generasi kedua. Pada tahun 1864, perusahaan resmi bernama C. J. Van Houten & Zoon. Setahun kemudian, pada 1865, Van Houten mulai mengemas kakao dalam kaleng, menjadikan produk lebih praktis bagi konsumen. 8
Perusahaan kemudian mengembangkan pemasaran canggih dan distribusi internasional.
Menjelang akhir abad ke-19, produk Van Houten dijual di luar Belanda, termasuk di Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman. Merek ini menjadi sangat identik dengan bubuk kakao dan persiapan cokelat modern. 9
Van Houten Sebagai Merek Global Awal
Van Houten memiliki pendekatan yang sangat modern dalam hal pencitraan merek dan periklanan.
Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, perusahaan menggunakan kampanye iklan yang rumit serta desain grafis khas untuk mempromosikan kakao. Iklannya muncul di berbagai pasar Eropa dan Amerika Serikat. Catatan sejarah menyebutkan bahwa iklan Van Houten tampil di transportasi umum dan mengadopsi gaya seni kontemporer pada masanya. 10
Merek ini pun menjadi lebih dari sekadar produsen bubuk kakao. “Van Houten” berubah menjadi merek konsumen yang mudah dikenali dan identik dengan kakao itu sendiri.
Perusahaan memperluas produksinya secara internasional selama abad ke-20, dengan fasilitas produksi baru yang didirikan di berbagai belahan dunia antara kira-kira tahun 1917 hingga 1960. 11
Kemunduran Perusahaan Asli
Perusahaan manufaktur asli Van Houten akhirnya berhenti beroperasi sebagai entitas independen yang dikendalikan keluarga.
Struktur korporasi historisnya menjadi semakin rumit pada paruh kedua abad ke-20. Operasi pabrik asli dan nama merek Van Houten berpindah tangan melalui beberapa pemilik dan grup perusahaan.
Pabrik asli Belanda di Weesp akhirnya menghentikan operasinya pada awal 1970-an, sementara nama Van Houten terus digunakan sebagai merek. Sumber-sumber sejarah oleh karena itu membedakan antara:
perusahaan asli Van Houten
dan
merek dagang/merek modern Van Houten.
Perbedaan ini penting: Van Houten saat ini bukan lagi pabrik cokelat independen Belanda yang sama seperti yang didirikan pada abad ke-19.
Barry Callebaut
Van Houten akhirnya menjadi bagian dari grup Barry Callebaut modern.
Sejarah korporasi Barry Callebaut mengidentifikasi Van Houten sebagai salah satu mereknya, dan portofolio merek perusahaan saat ini mencakup Van Houten maupun Van Houten Professional.
Van Houten memegang peranan penting dalam aktivitas vending, minuman, dan cokelat profesional Barry Callebaut.
Portofolio Van Houten modern karenanya agak berbeda dari citra klasik kaleng bubuk kakao rumah tangga. Portofolio ini mencakup produk yang dirancang untuk:
- Cokelat panas;
- Minuman cokelat;
- Mesin penjual otomatis;
- Kafe dan restoran;
- Hotel;
- Pembuat cokelat (chocolatier);
- Pastry chef;
- Toko roti;
- Operator layanan makanan.
Van Houten Professional menyatakan dirinya melanjutkan warisan kakao merek ini dengan menyediakan bahan-bahan bagi para pengrajin dan koki. 12
Van Houten Professional
Van Houten Professional adalah cabang merek modern yang berfokus pada segmen profesional.
Produk-produknya ditujukan untuk aplikasi komersial dan kuliner, bukan semata-mata untuk konsumsi rumah tangga biasa. Ini mencakup bubuk kakao, produk cokelat, dan bahan-bahan yang digunakan oleh pastry chef, chocolatier, pembuat roti, dan profesional minuman.
Merek ini memposisikan bisnisnya berdasarkan gagasan historis Van Houten sebagai “pelopor kakao” sejak 1828.
Produk Van Houten Professional modern dapat digunakan dalam berbagai aplikasi seperti:
- Cokelat panas;
- Minuman cokelat dingin;
- Kue kering (pastries);
- Kue bolu;
- Praline;
- Makanan penutup;
- Dekorasi cokelat;
- Isian dan olahan toko roti.
Informasi produk Barry Callebaut saat ini juga menjelaskan bahwa bubuk minuman cokelat Van Houten cocok untuk minuman panas, dingin, maupun beku.
Van Houten di Asia
Nama Van Houten juga memiliki sejarah yang kompleks di pasar konsumen Asia.
Pada tahun 2018, The Hershey Company mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh lisensi eksklusif dan abadi dari Barry Callebaut untuk memasarkan Van Houten dan merek dagang terkait bagi produk konsumen di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, serta Australia/Selandia Baru. Kesepakatan ini mencakup pasar seperti Malaysia dan Indonesia. 13
Hal ini merupakan pembeda penting saat membahas Van Houten secara internasional:
Kepemilikan, manufaktur, dan pengaturan lisensi Van Houten dapat berbeda tergantung pasar dan kategori produk.
Oleh karena itu, menemukan produk Van Houten dari berbagai negara tidak selalu berarti setiap produk tersebut diproduksi oleh perusahaan yang sama persis.
Van Houten di Indonesia
Indonesia merupakan kasus yang menarik karena Van Houten beroperasi di berbagai bagian ekosistem cokelat.
Barry Callebaut mengumumkan pada tahun 2021 bahwa mitra distribusinya di Indonesia, PT Sinarniaga Sejahtera, sebuah anak perusahaan Garudafood, akan mendistribusikan produk cokelat senyawa (compound chocolate) Van Houten Professional kepada toko roti, chocolatier, dan pembuat kue rumahan di Indonesia.
Dengan demikian, di Indonesia, nama Van Houten dapat ditemukan baik dalam konteks konsumen maupun profesional, tergantung pada produk spesifiknya.
Produk
Secara historis, produk andalan Van Houten adalah bubuk kakao.
Produk Van Houten modern bervariasi menurut pasar, namun portofolio yang lebih luas meliputi:
Produk kakao
- Bubuk kakao;
- Kakao proses Belanda;
- Bahan berbasis kakao.
Minuman cokelat
- Bubuk cokelat panas;
- Cokelat minum;
- Campuran minuman cokelat;
- Produk cokelat vending.
Bahan profesional
- Senyawa cokelat (chocolate compounds);
- Produk terkait couverture/cokelat industri;
- Bahan kue dan roti;
- Dekorasi dan isian cokelat.
Produk konsumen
Tergantung pasarnya, Van Houten juga pernah hadir dalam bentuk:
- Kakao rumah tangga;
- Minuman cokelat instan;
- Konfeksioni cokelat;
- Batangan cokelat dan produk konsumen terkait.
Portofolio pastinya bersifat tergantung pasar, bukan seragam di seluruh dunia.
Pentingnya Van Houten Secara Historis
Signifikansi Van Houten melampaui sekadar usia merek.
Perusahaan ini penting karena inovasinya membantu menetapkan landasan teknologi bubuk kakao modern.
Sebelum adanya pengepresan kakao industrial, cokelat dan kakao jauh lebih sulit diolah menjadi bubuk praktis yang dikenal konsumen saat ini. Mesin pres hidraulis Van Houten memungkinkan pemisahan lemak kakao dari padatan kakao secara praktis, sementara Dutching kemudian memberikan peningkatan besar lainnya dalam pengolahan kakao.
Perkembangan ini berdampak jauh melampaui Van Houten itu sendiri.
Kontribusi tersebut mendorong perkembangan yang lebih luas dalam:
- Bubuk kakao;
- Minuman cokelat pasar massal;
- Konfeksioni modern;
- Manufaktur cokelat;
- Kakao untuk kue;
- Makanan penutup berbasis kakao.
Pengembangan pengepresan kakao juga menjadikan lemak kakao tersedia sebagai bahan baku yang berguna untuk pembuatan cokelat. Hal ini membuka kemungkinan baru bagi formulasi cokelat dan sering dianggap sebagai salah satu perkembangan teknologi yang memfasilitasi ekspansi konfeksioni cokelat di kemudian hari.
Identitas Merek
Identitas Van Houten secara tradisional dibangun di atas tiga gagasan:
1. Warisan Belanda
Asal-usul merek ini sangat kuat dikaitkan dengan Amsterdam dan Belanda.
2. Keahlian Kakao
Alih-alih memposisikan diri semata sebagai perusahaan konfeksioni, Van Houten membangun reputasinya di sekitar teknologi pengolahan kakao.
3. Inovasi
Mesin pres kakao tahun 1828 dan proses Dutching berikutnya menjadi fondasi reputasi historisnya.
Inilah alasan mengapa Van Houten kerap menekankan frasa “Sejak 1828” dalam pencitraan merek modernnya. 14
Keberlanjutan
Produk Van Houten modern juga telah mengintegrasikan inisiatif keberlanjutan.
Sejarah profesional Van Houten mencatat bahwa minumannya telah tersertifikasi UTZ pada tahun 2018 dan dibuat menggunakan kakao bersumber berkelanjutan di bawah program tersebut. 15
Sertifikasi keberlanjutan dan pengaturan sumber bahan baku yang tepat dapat berubah seiring waktu, sehingga sertifikasi historis tidak boleh serta-merta ditafsirkan berlaku untuk seluruh produk Van Houten saat ini.
Nama dan Warisan
Nama Van Houten berasal dari nama keluarga Belanda para pendirinya.
Pentingnya merek ini dalam sejarah begitu erat kaitannya dengan pengolahan kakao sehingga istilah kakao “proses Belanda” terus digunakan sebagai istilah teknis generik di seluruh industri cokelat dan kue.
Dalam pengertian tersebut, warisan Van Houten terbilang unik:
inovasi perusahaan ini telah menjadi bagian dari kosakata dan teknologi seluruh industri.
Linimasa
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1806 | Casparus van Houten memulai bisnis kopi dan rempah di Amsterdam. |
| 1815 | Usaha Van Houten memasuki produksi kakao dan cokelat. |
| 1828 | Mesin pres kakao hidraulis dipatenkan, memungkinkan pemisahan efisien lemak kakao dan padatan kakao. |
| 1835 | Coenraad van Houten bergabung dengan bisnis keluarga. |
| 1846 | Coenraad mematenkan proses Dutching untuk kakao. |
| 1864 | Perusahaan dikenal sebagai C. J. Van Houten & Zoon. |
| 1865 | Kakao mulai dijual dalam kemasan kaleng. |
| 1889 | Van Houten berekspansi kuat ke Amerika Serikat. |
| 1917–1960 | Fasilitas produksi berekspansi secara internasional. |
| Abad ke-20 | Perusahaan asli mengalami beberapa kali pergantian kepemilikan. |
| 1970-an | Operasi manufaktur asli Belanda berakhir, namun merek tetap bertahan. |
| Akhir abad ke-20 | Van Houten menjadi bagian dari struktur bisnis kakao/cokelat internasional modern. |
| 1998 | Barry Callebaut mengakuisisi bisnis vending Van Houten. |
| 2018 | Hershey memperoleh lisensi produk konsumen eksklusif untuk wilayah tertentu dari Barry Callebaut. |
| 2021 | Barry Callebaut mengumumkan kemitraan dengan Garudafood untuk distribusi produk Van Houten Professional di Indonesia. |
| Hari ini | Van Houten berlanjut sebagai merek kakao dan cokelat internasional, dengan Barry Callebaut mempertahankan Van Houten dan Van Houten Professional dalam portofolio mereknya. |
Tonggak sejarah didasarkan terutama pada materi historis Van Houten/Barry Callebaut sendiri, dengan sumber arsip Belanda digunakan untuk memperjelas sejarah perusahaan asli.
References
- History | vanhoutenprofessional.com
- The original since 1815 | Van Houten
- Keylink Products | Keylink Limited
- Van Houten (Unternehmen)
- Koninklijke Cacao- en Chocoladefabrieken C.J. van Houten & Zoon NV te Weesp: 1828 – 1971 | Actorenregister
- More than 190 years of cocoa pioneering
- Dutch process cocoa
- History | vanhoutenprofessional.com
- About
- Coenraad Johannes van Houten
- Van Houten – Histoire de la Marque
- Van Houten Professional
- Chocolate bar
- Van Houten – Wikidata
- Cocoa Imports in Singapore – Volza





