I Indonesia Brand Wiki

Tentang Victoria’s Secret

Victoria’s Secret adalah merek busana dan gaya hidup asal Amerika Serikat yang dikenal luas melalui produk lingerie, pakaian tidur, kosmetik, parfum, serta pakaian intim lainnya. Didirikan pada tahun 1977, merek ini berkembang menjadi salah satu nama paling terkemuka dalam industri busana wanita global, terutama berkat kampanye pemasaran yang glamor serta ajang Victoria’s Secret Fashion Show yang ikonik. Saat ini, Victoria’s Secret beroperasi di bawah naungan Victoria’s Secret & Co., sebuah perusahaan publik independen yang berfokus pada kategori lingerie, pakaian, produk kecantikan, dan perawatan diri.1

Sejarah

Victoria’s Secret didirikan di San Francisco, California, oleh Roy Raymond bersama istrinya, Gaye Raymond. Raymond mendirikan perusahaan ini karena merasa tidak nyaman saat membeli lingerie sebagai hadiah di toserba konvensional. Ia bertujuan menciptakan toko yang menawarkan pengalaman belanja lebih ramah dan elegan, terinspirasi dari butik-butik Eropa yang mewah.2

Pada tahun 1982, pengusaha Les Wexner, pendiri L Brands (sebelumnya The Limited), mengakuisisi Victoria’s Secret. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan bertransformasi dari pengecer lingerie berskala kecil menjadi merek lingerie terbesar di Amerika Serikat melalui ekspansi agresif ke pusat perbelanjaan, peningkatan desain produk, serta investasi besar-besaran dalam branding dan pemasaran. Menjelang awal 1990-an, Victoria’s Secret telah mencapai omzet miliaran dolar.3

Sepanjang dekade 2000-an, perusahaan melakukan ekspansi internasional dengan membuka gerai di Amerika Utara, Eropa, Asia, Timur Tengah, dan berbagai pasar global lainnya. Pada tahun 2021, Victoria’s Secret & Co. resmi menjadi perusahaan publik independen setelah memisahkan diri dari L Brands (kini Bath & Body Works, Inc.).4

Produk

Victoria’s Secret menawarkan beragam produk busana dan kecantikan, meliputi:

  • Bra
  • Celana dalam
  • Lingerie
  • Pakaian tidur
  • Pakaian santai
  • Pakaian olahraga
  • Pakaian renang (tersedia dalam koleksi tertentu)
  • Parfum
  • Produk perawatan tubuh
  • Aksesori kecantikan

Seluruh produk dirancang untuk memadukan kenyamanan, tren busana, dan kemewahan guna memenuhi preferensi pelanggan yang beragam. Perusahaan juga mengoperasikan merek PINK yang menargetkan konsumen wanita muda, serta merek pakaian intim berbasis digital Adore Me.5

Victoria’s Secret Fashion Show

Salah satu inisiatif pemasaran paling terkenal dari merek ini adalah Victoria’s Secret Fashion Show yang pertama kali digelar pada tahun 1995. Acara peragaan busana tahunan ini meraih pengakuan internasional karena menampilkan para supermodel papan atas—yang dikenal sebagai Victoria’s Secret Angels—dengan balutan lingerie rumit, sayap hias, serta kostum fantasi, diiringi penampilan musisi ternama.

Acara ini berperan penting dalam memantapkan posisi Victoria’s Secret sebagai merek lingerie mewah bertaraf global dan menjadi salah satu event busana yang paling banyak ditonton. Peragaan ini sempat dihentikan setelah edisi 2019 akibat kritik terkait citra tubuh, keberagaman, dan budaya perusahaan, namun kemudian kembali hadir dengan arah yang lebih inklusif.6

Victoria’s Secret Angels

Victoria’s Secret Angels merupakan kelompok model elit yang dipilih untuk mewakili merek ini di kancah global melalui kampanye iklan, peragaan busana, dan penampilan publik. Beberapa Angels paling terkenal antara lain:

  • Adriana Lima
  • Alessandra Ambrosio
  • Candice Swanepoel
  • Tyra Banks
  • Heidi Klum
  • Gisele Bündchen
  • Miranda Kerr
  • Behati Prinsloo
  • Lily Aldridge
  • Doutzen Kroes

Para model ini berstatus sebagai ikon mode internasional dan berkontribusi signifikan terhadap popularitas global merek tersebut.7

Identitas Merek

Secara tradisional, Victoria’s Secret lekat dengan nilai-nilai:

  • Glamor
  • Kemewahan
  • Femininitas
  • Kepercayaan diri
  • Sensualitas
  • Desain yang mengikuti tren mode terkini

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan memperluas citra mereknya untuk menekankan inklusivitas yang lebih besar, positifitas tubuh, serta representasi pelanggan yang beragam, sembari tetap mempertahankan fokus pada kepercayaan diri dan ekspresi personal.8

Kehadiran Global

Victoria’s Secret mengoperasikan bisnisnya melalui:

  • Gerai ritel milik perusahaan
  • Lokasi waralaba
  • Platform e-commerce
  • Toko ritel bandara
  • Mitra internasional

Perusahaan ini memiliki sekitar 1.380 gerai ritel di hampir 70 negara, menjadikannya salah satu pengecer spesialis terbesar dalam industri pakaian intim.9

Induk Perusahaan

Victoria’s Secret dimiliki oleh Victoria’s Secret & Co. yang mengelola tiga merek utama:

  • Victoria’s Secret
  • PINK
  • Adore Me

Perusahaan ini berkonsentrasi pada kategori pakaian intim, produk kecantikan, pakaian tidur, pakaian olahraga, serta pengalaman ritel digital.10

Misi Merek

Menurut pernyataan perusahaan, Victoria’s Secret bertujuan untuk menginspirasi kepercayaan diri dan merayakan individualitas dengan menyediakan produk serta pengalaman bernuansa mode yang mendukung pelanggan di berbagai tahap kehidupan. Perusahaan menekankan inovasi, inklusivitas, dan desain yang berorientasi pada pelanggan, sekaligus terus membangun warisannya sebagai merek lingerie global terkemuka.11

Warisan

Selama lebih dari empat dekade, Victoria’s Secret tetap menjadi salah satu nama paling berpengaruh dalam industri lingerie dan kecantikan dunia. Kombinasi antara mode, strategi branding, kolaborasi selebritas, dan acara peragaan busana berskala besar turut membentuk lanskap pemasaran lingerie modern. Meskipun merek ini terus berevolusi merespons perubahan ekspektasi konsumen, Victoria’s Secret masih mempertahankan posisinya sebagai pengecer terdepan untuk produk pakaian intim dan kecantikan di tingkat global.12

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI