Tentang ABB
ABB Ltd merupakan perusahaan teknologi multinasional asal Swiss dan Swedia yang mengkhususkan diri dalam bidang elektrifikasi, gerakan (motion), otomasi industri, serta teknologi digital. Berkantor pusat di Zurich, Switzerland, ABB melayani pelanggan dari sektor industri, komersial, infrastruktur, energi, transportasi, dan utilitas di seluruh dunia.
Entitas ABB modern terbentuk pada tahun 1988 melalui penggabungan antara ASEA dari Swedia dan Brown, Boveri & Cie. (BBC) dari Swiss, meskipun warisan teknologi perusahaan ini telah bermula sejak abad ke-19. Saat ini, ABB memposisikan dirinya sebagai pemimpin teknologi global dalam elektrifikasi dan otomasi, dengan sekitar 110.000 karyawan, operasional di lebih dari 100 negara, serta pendapatan tahun 2025 yang mencapai sekitar US$33,22 miliar.13
Profil Perusahaan
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama hukum lengkap | ABB Ltd |
| Nama umum / merek | ABB |
| Didirikan sebagai ABB | 1988 |
| Perusahaan pendahulu | ASEA dan Brown, Boveri & Cie. |
| Kantor pusat | Zurich, Switzerland |
| Industri | Peralatan listrik, otomasi industri, teknik dan teknologi |
| Bisnis utama | Electrification, Motion, Automation |
| Karyawan | ~110.000 |
| Negara operasi | 100+ |
| Pendapatan 2025 | US$33,22 miliar |
| CEO | Morten Wierod |
| Ketua Dewan Komisaris | Peter Voser |
| Bursa efek | SIX Swiss Exchange dan Nasdaq Stockholm |
| Posisi saat ini | Teknologi elektrifikasi dan otomasi |
| Tujuan korporat | Mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien sumber daya |
Laporan tahunan ABB tahun 2025 mengidentifikasi Electrification, Motion, dan Automation sebagai tiga area bisnis utamanya.13
Asal-usul Nama “ABB”
Nama ABB berasal dari proses penggabungan dua perusahaan berikut:
- ASEA — Allmänna Svenska Elektriska Aktiebolaget, sebuah perusahaan teknik kelistrikan asal Swedia.
- BBC — Brown, Boveri & Cie., sebuah perusahaan teknik kelistrikan asal Swiss.
Kedua perusahaan tersebut menyepakati merger pada tahun 1987, dan organisasi ABB yang baru resmi memulai operasinya pada 5 Januari 1988.2
Secara harfiah, ABB bukanlah akronim dari nama yang diciptakan secara baru, melainkan gabungan dari nama ASEA dan Brown Boveri.
Sejarah
ASEA — Awal mula dari Swedia
Salah satu cikal bakal ABB adalah ASEA, yang didirikan pada tahun 1883 di Västerås, Sweden, oleh Ludvig Fredholm.
Pada awalnya, ASEA berfokus pada penerangan listrik dan generator, kemudian menjadi pemain penting dalam elektrifikasi dan pengembangan perkeretaapian di Swedia. Selama beberapa dekade berikutnya, perusahaan ini berekspansi ke bidang pembangkitan listrik, pertambangan, baja, transportasi, dan teknologi industri.2
ASEA juga tercatat sebagai pelopor penting dalam otomasi industri dan robotika.
Brown, Boveri & Cie. — Awal mula dari Swiss
Pendahulu lainnya adalah Brown, Boveri & Cie. (BBC), yang didirikan pada tahun 1891 di Switzerland oleh Charles Eugene Lancelot Brown dan Walter Boveri.
BBC pada mulanya mengkhususkan diri pada berbagai teknologi seperti:
- Motor listrik
- Generator
- Turbin
- Transformator
- Peralatan pembangkitan listrik
- Teknik kelistrikan
Perusahaan ini kemudian berekspansi ke seluruh Eropa dan berkembang menjadi grup teknik kelistrikan internasional yang besar.3
Merger tahun 1988
Pada tahun 1987, ASEA dan BBC mengumumkan niat mereka untuk bergabung.
Perusahaan hasil penggabungan, ASEA Brown Boveri, memulai operasinya pada Januari 1988. Pada periode awal, perusahaan ini berkantor pusat ganda di Zurich dan Västerås, serta mewarisi portofolio teknologi yang sangat luas di bidang teknik kelistrikan, tenaga listrik, transportasi, dan otomasi.
Merger ini secara efektif menyatukan dua perusahaan teknologi industri utama Eropa menjadi satu grup global.1
Transformasi ABB
Pada masa awalnya, ABB memiliki keterlibatan yang jauh lebih besar dalam industri pembangkitan dan transmisi listrik dibandingkan saat ini.
Selama beberapa dekade, perusahaan ini tumbuh melalui akuisisi dan pengembangan teknologi. Beberapa tonggak pencapaian penting meliputi:
| Tahun | Perkembangan |
|---|---|
| 1988 | ASEA dan BBC bergabung membentuk ABB |
| 1990 | ABB meluncurkan konsep propulsi kapal listrik Azipod |
| 2000 | ABB menyerahkan sistem daya darat-ke-kapal |
| 2004 | ABB meluncurkan sistem otomasi 800xA |
| 2008 | ABB berpartisipasi dalam proyek transmisi HVDC utama |
| 2011 | ABB mengakuisisi Baldor Electric |
| 2012 | ABB mengakuisisi Thomas & Betts |
| 2017 | ABB mengakuisisi B&R, memperkuat otomasi mesin |
| 2018 | ABB mengakuisisi GE Industrial Solutions |
| 2020 | ABB menjual mayoritas saham Power Grids kepada Hitachi |
| 2020 dst. | ABB semakin berfokus pada elektrifikasi dan otomasi |
| 2023 | ABB mengumumkan agenda keberlanjutan yang diperbarui |
| 2025 | ABB mencatat pendapatan sebesar US$33,22 miliar |
Bisnis ABB Saat Ini
Struktur bisnis ABB saat ini dapat dipahami melalui tiga area utama:
1. Electrification
2. Motion
3. Automation
ABB juga memiliki hubungan historis dan teknologis yang kuat dengan robotika, namun laporan keuangan tahun 2025 mengklasifikasikan bisnis Robotika sebagai operasi yang dihentikan (discontinued operation).3
Electrification
Bisnis Electrification ABB berfokus pada teknologi yang mendistribusikan, mengendalikan, melindungi, dan mengelola daya listrik.
Produk dan solusinya mencakup rantai kelistrikan mulai dari gardu induk hingga bangunan, pabrik, dan beban listrik individual.
Teknologi yang ditawarkan meliputi:
- Peralatan tegangan rendah
- Peralatan tegangan menengah
- Switchgear
- Pemutus sirkuit
- Sistem distribusi listrik
- Proteksi daya
- Manajemen energi
- Elektrifikasi bangunan
- Aksesori kabel
- Otomasi distribusi
- Sistem kelistrikan digital
- Pengisian daya kendaraan listrik (EV charging)
- Infrastruktur kelistrikan pusat data
Secara sederhana, divisi Electrification ABB membantu pelanggan menyalurkan listrik dari sistem ketenagalistrikan ke peralatan pengguna dengan aman. Hal ini menjadikan ABB pemasok penting bagi pabrik, gedung komersial, pusat data, utilitas, infrastruktur transportasi, dan fasilitas padat energi lainnya.3
Motion
Bisnis Motion ABB berpusat pada konversi energi listrik menjadi gerakan mekanis yang terkendali.
Teknologi utamanya mencakup:
- Motor listrik
- Generator
- Variable-speed drives
- Industrial drives
- Sistem traksi
- Transmisi daya mekanis
- Sistem powertrain digital
- Teknologi kontrol gerakan
Sebagai contoh, sebuah pabrik industri mungkin menggunakan motor ABB untuk memutar pompa, konveyor, kompresor, atau kipas, sementara drive ABB mengatur kecepatan dan torsi motor tersebut.
Hal ini sangat krusial karena motor listrik menyumbang porsi konsumsi listrik industri yang signifikan. Penggunaan motor dan drive yang lebih efisien dapat mengurangi konsumsi energi maupun biaya operasional secara nyata.
Menurut laporan tahunannya, bisnis Motion ABB menghasilkan pendapatan sekitar US$10,3 miliar pada tahun 2025.3
Automation
Bisnis Automation ABB berfokus pada pengendalian proses industri yang kompleks.
Teknologinya digunakan di berbagai industri seperti:
- Minyak dan gas
- Kimia
- Pertambangan
- Logam
- Semen
- Pulp dan kertas
- Farmasi
- Makanan dan minuman
- Pembangkitan listrik
- Air
- Kelautan
- Energi terbarukan
- Manufaktur baterai
Salah satu platformnya yang paling dikenal adalah ABB Ability™ System 800xA, sebuah sistem kontrol terdistribusi (DCS). DCS memungkinkan fasilitas industri berskala besar untuk memantau dan mengendalikan proses dari lingkungan digital yang terintegrasi.
Portofolio Automation ABB juga mencakup:
- Kontrol proses
- Sistem keselamatan
- Perangkat lunak industri
- Pengukuran dan analitik
- Antarmuka manusia-mesin
- IoT Industri
- Layanan digital
- Manajemen aset
- Aplikasi industri berbasis AI
Pada tahun 2025, ABB melaporkan sekitar 26.300 karyawan dan pendapatan sebesar US$8,1 miliar dari segmen bisnis Automation.3
ABB Ability™
ABB Ability™ merupakan platform teknologi digital dan kerangka kerja merek milik ABB.
Platform ini menghubungkan peralatan industri dan teknologi otomasi ABB dengan:
- Teknologi cloud
- Data industri
- Analitik
- Kecerdasan buatan
- Pemantauan jarak jauh
- Pemeliharaan prediktif
- Perangkat lunak optimasi
- Layanan digital
Sebagai ilustrasi, alih-alih hanya menjual motor listrik, ABB dapat memadukan motor tersebut dengan sensor, perangkat lunak, dan analitik untuk memberikan informasi mengenai kondisi serta kinerjanya.
Ini mencerminkan perubahan mendasar dalam teknologi industri: dari model tradisional (Motor → mesin → operator) menjadi model digital (Motor → sensor → konektivitas → data → analitik/AI → optimasi → operator).
ABB menyatakan bahwa penyematan perangkat lunak dan AI ke dalam produk serta solusinya merupakan bagian penting dari strateginya, dengan lebih dari separuh karyawan R&D-nya berfokus pada solusi digital berdasarkan laporan tahun 2025.3
Robotika
Secara historis, ABB merupakan salah satu nama besar dalam robotika industri. Teknologi robotiknya telah diaplikasikan untuk manufaktur otomotif, pengelasan, pengecatan, perakitan, pengemasan, penanganan material, perawatan mesin, paletisasi, hingga otomasi kolaboratif.
Warisan robotika ABB berakar dari aktivitas otomasi perusahaan pendahulunya. Namun, perlu dicatat bahwa bisnis Robotika ABB diklasifikasikan sebagai operasi yang dihentikan dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2025. Oleh karena itu, dalam mendeskripsikan ABB modern, lebih akurat untuk menyebutkan bisnis inti berlanjutnya yaitu Electrification, Motion, dan Automation, tanpa memasukkan Robotika sebagai area bisnis inti saat ini.3
Industri Utama yang Dilayani
Teknologi ABB hadir di berbagai sektor industri yang sangat luas.
Energi & utilitas
- Distribusi daya
- Energi terbarukan
- Infrastruktur jaringan
- Manajemen daya
- Gardu induk
Manufaktur
- Otomasi pabrik
- Motor dan drive
- Kontrol industri
- Robotika
- Otomasi mesin
Pertambangan & logam
- Motor
- Drive
- Otomasi proses
- Elektrifikasi
- Manajemen energi
Kelautan
- Propulsi listrik
- Otomasi
- Sistem daya
Minyak & gas
- Otomasi proses
- Sistem kelistrikan
- Sistem keselamatan
- Instrumentasi
Kimia
- Kontrol proses
- Keselamatan
- Pengukuran
- Elektrifikasi
Bangunan
- Distribusi listrik
- Manajemen energi
- Otomasi bangunan
- Switchgear
Transportasi
- Propulsi listrik
- Traksi
- Infrastruktur pengisian daya
- Elektrifikasi
Pusat data
- Distribusi daya
- UPS/proteksi daya
- Pemantauan kelistrikan
- Otomasi dan manajemen energi
ABB dan Transisi Energi
Salah satu tema strategis terpenting ABB adalah elektrifikasi ekonomi. Seiring beralihnya berbagai negara menuju kendaraan listrik, listrik terbarukan, pompa panas, proses industri yang dielektrifikasi, pabrik hemat energi, pusat data, dan manufaktur baterai, permintaan akan infrastruktur kelistrikan dan otomasi pun meningkat.
ABB memposisikan dirinya di persimpangan tren-tren tersebut. Contohnya, dalam rantai nilai energi terbarukan hingga optimasi digital, ABB berpotensi memasok teknologi di berbagai titik sepanjang rantai tersebut.
Tujuan korporat yang dinyatakan perusahaan adalah mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien sumber daya melalui kepemimpinan teknologi dalam elektrifikasi dan otomasi.1
Keberlanjutan
Keberlanjutan telah menjadi bagian sentral dari strategi korporat ABB, yang secara garis besar berfokus pada tiga area:
Mendukung masyarakat rendah karbon
Membantu pelanggan mengurangi konsumsi energi dan emisi melalui teknologi elektrifikasi, otomasi, dan efisiensi.
Melestarikan sumber daya
Meningkatkan efisiensi industri serta mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya.
Mendorong kemajuan sosial
Keselamatan kerja, inklusi, pengembangan karyawan, dan praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Agenda keberlanjutan ABB tahun 2023 mencakup komitmen untuk mencapai net zero pada tahun 2050 serta bekerja sama dengan pelanggan dan pemangku kepentingan guna mendukung masyarakat rendah karbon.1
Penelitian dan Pengembangan
Teknik dan R&D merupakan fondasi identitas ABB. Perusahaan menyatakan bahwa mereka menginvestasikan sekitar 4–5% dari pendapatan tahunan untuk R&D. Laporan tahun 2025 menyebutkan bahwa pengeluaran R&D yang tidak terkait pesanan mencapai sekitar 4,0% dari pendapatan, dan perusahaan telah menghabiskan sekitar US$4,7 miliar sejak awal tahun 2022 untuk kegiatan R&D.13
Area teknologi utama meliputi elektrifikasi, elektronika daya, motor, drive, otomasi industri, sistem kontrol, robotika, perangkat lunak industri, kecerdasan buatan, IoT Industri, dan efisiensi energi.
Akuisisi Utama
Akuisisi memainkan peran penting dalam perkembangan ABB. Beberapa contoh yang paling signifikan antara lain:
Baldor Electric — 2011
ABB mengakuisisi Baldor dengan nilai sekitar US$4,2 miliar, memperkuat posisinya dalam motor industri dan teknologi gerakan.1
Thomas & Betts — 2012
ABB mengakuisisi Thomas & Betts senilai sekitar US$3,9 miliar, yang secara signifikan memperluas bisnis produk kelistrikannya, khususnya di Amerika Utara.1
B&R — 2017
Akuisisi B&R memperkuat kapabilitas ABB dalam otomasi mesin dan pabrik.1
GE Industrial Solutions — 2018
ABB mengakuisisi GE Industrial Solutions dengan nilai sekitar US$2,6 miliar, memperkuat posisinya dalam produk elektrifikasi.1
Power Grids dan Hitachi
Salah satu perubahan strategis terpenting dalam sejarah terkini ABB terjadi pada tahun 2020, ketika ABB menjual saham mayoritas di bisnis Power Grids kepada Hitachi, yang kemudian menjadi Hitachi Energy.
Langkah ini sangat signifikan karena transmisi daya tradisional dan infrastruktur jaringan sebelumnya merupakan bagian utama dari ABB. Pasca-transaksi, ABB semakin berkonsentrasi pada kombinasi Electrification + Motion + Automation, alih-alih mencoba beroperasi di seluruh spektrum industri ketenagalistrikan.1
Filosofi Operasi “ABB Way”
ABB beroperasi di bawah model organisasi yang dikenal sebagai ABB Way. Filosofi dasarnya adalah mendesentralisasikan pengambilan keputusan dan memberikan tanggung jawab lebih besar kepada masing-masing unit bisnis atas strategi, sumber daya, kinerja, pelanggan, dan operasional.
Konsep ini bertujuan agar unit bisnis yang beroperasi dekat dengan pelanggan dapat mengambil keputusan lebih cepat tanpa harus menunggu persetujuan dari struktur korporat yang tersentralisasi. ABB memperkenalkan model operasi ini sekitar tahun 2020.13
Kehadiran Global
ABB merupakan perusahaan yang benar-benar global, tidak hanya terkonsentrasi di Swiss dan Swedia. Laporan tahun 2025 menunjukkan persebaran karyawan sebagai berikut:
- 52.400 karyawan di Eropa
- 27.700 di Amerika
- 31.800 di Asia, Timur Tengah, dan Afrika
Total keseluruhan mencapai sekitar 111.900 karyawan per 31 Desember 2025.3
ABB beroperasi di lebih dari 100 negara, dengan pasar utama meliputi Eropa, Amerika Utara, Tiongkok, India, dan ekonomi industri lainnya.1
Kantor Pusat dan Struktur Korporat
Kantor pusat korporat ABB berada di Zurich, Switzerland. Perusahaan ini memiliki ikatan historis yang kuat dengan Switzerland (melalui Brown, Boveri & Cie.) dan Sweden (melalui ASEA). Itulah sebabnya ABB lazim disebut sebagai perusahaan multinasional Swiss-Swedia.
ABB Ltd terdaftar secara publik di bursa efek Swiss dan Swedia.2
Skala Keuangan
Berdasarkan laporan tahunan ABB tahun 2025:
- Pendapatan 2025: sekitar US$33,22 miliar
- Karyawan akhir tahun: sekitar 111.900
ABB mendeskripsikan bisnisnya sebagai seimbang secara geografis di seluruh Eropa, Amerika, serta Asia, Timur Tengah, dan Afrika.13 Skala keuangan ini menempatkan ABB di jajaran perusahaan teknologi industri terbesar di dunia.
Kompetitor Utama
ABB bersaing dengan berbagai perusahaan tergantung pada kategori produknya.
Otomasi industri
- Siemens
- Schneider Electric
- Rockwell Automation
- Emerson
- Honeywell
- Yokogawa
Motor dan drive
- Siemens
- WEG
- Schneider Electric
- Nidec
- Rockwell Automation
Elektrifikasi
- Schneider Electric
- Siemens
- Eaton
- Legrand
- Rockwell Automation
Robotika industri
Kompetitor yang relevan secara historis maupun saat ini meliputi FANUC, Yaskawa, KUKA, Mitsubishi Electric, dan Kawasaki Robotics.
Lanskap persaingan ini bervariasi secara signifikan menurut wilayah dan teknologi.
Signifikansi ABB
ABB memegang peranan penting karena berada di persimpangan sejumlah tren industri utama: Elektrifikasi (semakin banyak perangkat bertenaga listrik), Otomasi (proses industri yang kian otomatis), Digitalisasi (peralatan industri yang menghasilkan dan menggunakan data), Efisiensi energi, AI, serta Transisi energi.
Laporan ABB tahun 2025 sendiri mengidentifikasi pertumbuhan permintaan listrik, transisi energi, digitalisasi, dan AI sebagai pendorong jangka panjang yang penting bagi bisnisnya.3
Ekosistem Teknologi ABB
ABB tidak sekadar menjual komponen listrik individual. Perusahaan ini semakin berupaya memadukan perangkat keras + kontrol + perangkat lunak + data + layanan menjadi solusi industri yang terintegrasi. Platform digital seperti ABB Ability berfungsi sebagai lapisan penghubung yang memanfaatkan IoT, AI, dan data industri untuk optimalisasi, yang melingkupi ketiga pilar bisnisnya: Electrification, Motion, dan Automation.
Identitas Merek
Merek ABB sangat lekat dengan rekayasa industri, keandalan, teknologi kelistrikan, otomasi, efisiensi, keselamatan, keberlanjutan, digitalisasi, serta teknologi B2B profesional.
Berbeda dengan merek konsumen seperti Apple atau Samsung, ABB utamanya merupakan perusahaan teknologi business-to-business (B2B). Meskipun masyarakat umum jarang berinteraksi langsung, peralatan ABB sering kali tertanam di balik layar dalam pabrik, sistem kelistrikan, kapal, bangunan, tambang, instalasi pengolahan air, sistem transportasi, pusat data, dan mesin industri. Hal ini menjadikan ABB contoh perusahaan yang teknologinya menopang infrastruktur modern.
Strategi Saat Ini
Strategi ABB saat ini dapat diringkas sebagai upaya menggunakan teknologi elektrifikasi, otomasi, digitalisasi, dan efisiensi energi untuk membantu pelanggan industri menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.
Posisi perusahaan saat ini jauh lebih terfokus dibandingkan era konglomerat teknik tenaga listrik masa lalu. Tiga area bisnis berlanjut—Electrification, Motion, dan Automation—membentuk inti dari strategi ini.13
Visi strategis keseluruhan ABB disebut “Engineered to Outrun.” Frasa ini mencerminkan penekanan perusahaan dalam membantu pelanggan meningkatkan kinerja sekaligus menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.1





