I Indonesia Brand Wiki

Tentang Aerostreet

Aerostreet adalah merek alas kaki dan fesyen asal Indonesia yang berpusat di Klaten, Jawa Tengah. Merek ini dikenal karena memadukan harga yang terjangkau, estetika streetwear kasual, produksi lokal, serta strategi pemasaran digital yang masif. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2015 oleh Adhitya Caesarico, bermula sebagai usaha alas kaki yang bertujuan menghadirkan sepatu berkualitas bagi kalangan konsumen yang lebih luas di Indonesia. Slogan utamanya adalah “Now Everyone Can Buy a Good Shoes.” 1

Saat ini, Aerostreet telah mengembangkan lini produknya melampaui fokus awal pada alas kaki, mencakup pakaian, sandal, parfum, serta produk untuk perempuan dan anak perempuan, meskipun sepatu dan sneakers tetap menjadi inti identitas merek. 2

Ikhtisar

Kategori Informasi
Merek Aerostreet
Didirikan 2015
Pendiri Adhitya Caesarico
Asal Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Industri Alas kaki, fesyen & gaya hidup
Fokus awal Alas kaki pria
Produk saat ini Sepatu, sneakers, pakaian, sandal, parfum, dan produk anak perempuan
Posisi utama Fesyen Indonesia berkualitas dan terjangkau
Slogan “Now Everyone Can Buy a Good Shoes”
Filosofi merek #LOKALTAKGENTAR
Basis resmi Wonosari, Klaten, Jawa Tengah

Situs web resmi perusahaan saat ini mencantumkan alamat kantornya di Jl. Pakis Daleman Km 04, Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. 3

Sejarah

Pendirian

Kisah Aerostreet bermula dari Adhitya Caesarico yang memulai usahanya dengan berjualan sepatu sekolah di Klaten menggunakan sistem distribusi offline dari pintu ke pintu. Usaha tersebut kemudian memperluas jangkauan produknya melampaui sepatu sekolah, mencakup alas kaki olahraga, kasual, dan formal untuk pria. 4

Perusahaan secara resmi menetapkan tahun 2015 sebagai tahun pendiriannya. Konsep awalnya relatif sederhana: sepatu merupakan kebutuhan harian yang penting, namun sepatu berkualitas seharusnya tidak hanya dapat dinikmati oleh konsumen dengan daya beli tinggi. Gagasan ini menjadi landasan bagi posisi pasar Aerostreet yang berorientasi pada keterjangkauan.

Filosofi tersebut dituangkan dalam slogan berbahasa Inggris:

“Now everyone can buy a good shoes.”

Meskipun tata bahasanya sengaja dibuat tidak konvensional, pesannya sangat jelas: alas kaki berkualitas harus dapat diakses oleh semua orang. 5

Transisi dari offline ke online

Titik balik utama terjadi ketika Aerostreet beralih dari penjualan yang sebagian besar bersifat offline menuju e-commerce. Menurut laporan pada masa itu, perusahaan bergabung dengan Shopee pada November 2019 dan secara bertahap memanfaatkan platform tersebut untuk menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia. 6

Transformasi digital ini menjadi sangat krusial selama pandemi COVID-19. Seperti banyak bisnis lain yang bergantung pada perdagangan fisik, Aerostreet mengalami penurunan tajam pada bisnis tradisionalnya. Namun, alih-alih menyerah, perusahaan justru meningkatkan fokusnya pada penjualan daring dan pemasaran digital. 7

Sebuah akun terkait Aerostreet melaporkan bahwa kapasitas produksi, yang sebelumnya berkisar 6.000 pasang per hari, kemudian meningkat menjadi sekitar 9.000 pasang per hari selama periode pandemi seiring dengan lonjakan permintaan daring. 8

Pertumbuhan dan globalisasi

Strategi e-commerce Aerostreet pada akhirnya memungkinkan merek ini merambah pasar di luar Indonesia.

Melalui program ekspor Shopee, produk-produk Aerostreet tersedia bagi konsumen di pasar Asia Tenggara lainnya, termasuk Singapura dan Malaysia. Shopee sendiri menggambarkan Aerostreet sebagai merek alas kaki Klaten yang berhasil memanfaatkan perdagangan digital untuk berekspansi secara internasional.

Hal ini signifikan karena perkembangan Aerostreet bukan sekadar cerita tentang perusahaan sepatu lokal yang membesar. Ini mencerminkan perubahan yang lebih luas pada merek konsumen Indonesia: sebuah produsen dari kota daerah di Indonesia mampu memanfaatkan marketplace dan social commerce untuk menjangkau basis pelanggan nasional hingga internasional tanpa perlu membangun jaringan ritel konvensional yang masif terlebih dahulu.

Manufaktur dan identitas lokal

Salah satu karakteristik terkuat Aerostreet adalah identitas manufaktur lokal Indonesia-nya.

Seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan mengembangkan gudang dan tim produksinya sendiri. 9 Situs web resminya saat ini menampilkan foto-foto dan informasi terkait operasional pabrik dan gudang, menegaskan bahwa Aerostreet lebih dari sekadar label fesyen yang hanya mengalihdayakan produk jadi.

Merek ini juga menggunakan frasa “LOKAL TAK GENTAR”, yang dapat ditemukan pada bagian bawah sepatu Aerostreet dan telah menjadi ekspresi penting dari identitas keindonesiaannya.

Secara praktis, identitas Aerostreet dapat diringkas sebagai:

Buatan Indonesia → terjangkau → modis → mudah diakses → bangga lokal.

Rangkaian produk

Meskipun Aerostreet bermula sebagai perusahaan alas kaki, portofolionya saat ini jauh lebih luas.

Portofolio merek resmi mengidentifikasi beberapa kategori produk:

  • Aerostreet Shoe
  • Aerostreet Apparel
  • Aerostreet Slipper
  • Aerostreet Parfum
  • Aerostreet Girls 10

Sepatu dan sneakers

Alas kaki tetap menjadi jantung Aerostreet. Merek ini menawarkan sneakers kasual dan alas kaki harian lainnya yang ditujukan bagi pria dan wanita.

Aspek yang sangat penting dari strategi produk Aerostreet adalah kemampuannya mengambil siluet sneakers dasar yang relatif terjangkau dan mengubahnya menjadi sesuatu yang khas secara budaya melalui warna, grafis, karakter, edisi terbatas, dan kolaborasi.

Hal ini membantu perusahaan menarik tidak hanya mereka yang mencari sepatu harian murah, tetapi juga konsumen yang tertarik untuk mengoleksi atau mengenakan kolaborasi bertema lokal.

Pakaian

Aerostreet telah berekspansi ke ranah pakaian, sehingga semakin berfungsi sebagai merek gaya hidup/fesyen, bukan semata-mata produsen sepatu. Situs resminya kini mengkategorikan pakaian sebagai lini produk terpisah. 11

Sandal dan produk gaya hidup lainnya

Sandal dan parfum semakin menunjukkan ekspansi ini. Alih-alih membatasi nama Aerostreet hanya pada alas kaki, perusahaan telah memperluas merek ke kategori gaya hidup harian yang berdekatan. 12

Filosofi desain

Bahasa desain Aerostreet umumnya berada di antara alas kaki kasual, streetwear, dan budaya pop Indonesia.

Alih-alih memposisikan diri terutama sebagai merek mewah atau olahraga performa, Aerostreet menekankan:

  • kenyamanan pemakaian harian;
  • siluet sneakers yang mudah dikenali;
  • harga yang terjangkau;
  • desain visual yang menyenangkan;
  • kolaborasi;
  • referensi budaya Indonesia;
  • nostalgia dan citra budaya pop.

Ini memberikan posisi yang berbeda bagi Aerostreet dibandingkan merek sneakers premium Indonesia lainnya. Daya tariknya sebagian didasarkan pada gagasan bahwa konsumen tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk berpartisipasi dalam budaya sneakers dan streetwear kontemporer.

Kolaborasi

Salah satu strategi pemasaran Aerostreet yang paling mudah dikenali adalah kolaborasi.

Perusahaan ini menggunakan edisi khusus dan kolaborasi untuk menarik perhatian pada desain alas kaki yang sebenarnya sudah akrab. Penelitian akademis mengenai pemasaran Aerostreet secara khusus mengidentifikasi kolaborasi dengan merek/vendor lain sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan produk edisi terbatas. 13

Strategi ini penting karena produk kolaborasi memberikan beberapa keuntungan bagi Aerostreet:

  1. Kelangkaan — rilis terbatas dapat menciptakan rasa urgensi.
  2. Persilangan audiens — penggemar mitra kolaborator dapat mengenal Aerostreet.
  3. Relevansi budaya — produk dapat menghubungkan alas kaki dengan hiburan, kuliner, karakter, atau referensi budaya Indonesia lainnya.
  4. Visibilitas media sosial — kolaborasi yang unik secara alami mudah dibagikan.
  5. Diferensiasi merek — membuat Aerostreet lebih mudah dikenali dibandingkan produsen sneakers terjangkau generik.

Dalam hal ini, kolaborasi telah menjadi bagian dari mekanisme pembangunan merek Aerostreet, bukan sekadar aktivitas promosi sesaat.

Strategi pemasaran

Aerostreet merupakan studi kasus yang menarik dalam pembangunan merek Indonesia yang mengutamakan digital.

Perkembangan perusahaan menunjukkan sebuah transisi:

Penjual sepatu offline → penjual e-commerce → merek gaya hidup digital → merek Indonesia yang dapat diakses secara internasional.

Situs resminya saat ini mengarahkan pelanggan ke berbagai saluran daring, termasuk Shopee, TikTok Shop by Tokopedia, Tokopedia, Lazada, dan Blibli, di samping opsi kontak langsung. 14

Oleh karena itu, perusahaan beroperasi dalam lingkungan di mana batas antara produsen, pengecer, merek media sosial, dan penjual marketplace semakin kabur.

E-commerce

E-commerce memegang peranan sangat penting dalam kebangkitan Aerostreet.

Ketika bergabung dengan Shopee pada tahun 2019, Aerostreet mendapatkan akses ke pelanggan di luar pasar geografis tradisionalnya. Laporan pada masa itu menyebutkan bahwa Aerostreet akhirnya menjual puluhan ribu sepatu pria melalui platform tersebut. 15

Selama pandemi, hal ini menjadi semakin penting karena ritel fisik terganggu parah. Fokus Aerostreet pada penjualan digital membantunya tetap beroperasi dan pada akhirnya berekspansi. 16

Posisi merek

Proposisi kompetitif terpenting Aerostreet dapat digambarkan sebagai “kualitas terjangkau”.

Merek ini tidak bersaing terutama melalui eksklusivitas. Sebaliknya, Aerostreet berupaya membuat produknya dapat diakses oleh populasi yang luas.

Hal ini tercermin langsung dalam deskripsi resmi perusahaan:

alas kaki berkualitas harus dapat diakses oleh orang-orang dari latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda. 17

Posisi tersebut membedakan Aerostreet dari:

  • merek sneakers mewah, yang menekankan eksklusivitas;
  • merek atletik internasional, yang sering kali menekankan performa teknis;
  • merek sneakers lokal kelas atas, yang mungkin menekankan keahlian craftsmanship dan produksi terbatas.

Aerostreet justru menempati ruang di mana harga, desain, identitas lokal, dan aksesibilitas massal bersinggungan.

Identitas merek

Terdapat dua sisi identitas Aerostreet yang saling melengkapi.

1. “Everyone can buy a good shoe”

Ini adalah filosofi yang面向 konsumen.

Filosofi ini mengkomunikasikan keterjangkauan dan inklusivitas.

2. “Lokal Tak Gentar”

Ini adalah identitas budaya.

Frasa ini mengkomunikasikan kepercayaan diri pada produk Indonesia dan kemampuan perusahaan lokal untuk bersaing dengan merek internasional yang lebih besar.

Kedua gagasan ini menghasilkan proposisi merek yang khas:

Produk yang bagus dan terjangkau tidak harus berasal dari merek internasional.

Itulah gagasan sentral di balik daya tarik budaya Aerostreet.

Penghargaan dan pengakuan

Situs web resmi Aerostreet mencantumkan beberapa penghargaan, termasuk:

  • Shopee Super Favorite Brand 2021
  • Shopee Top Favorite Local Brand 2021
  • penghargaan tambahan lainnya yang ditampilkan perusahaan di situs resminya.

Penghargaan-penghargaan ini sangat relevan karena Shopee merupakan bagian penting dari transformasi Aerostreet dari bisnis yang sebagian besar offline menjadi merek lokal daring utama.

Aerostreet selama COVID-19

Pandemi merupakan salah satu bab terpenting dalam kisah Aerostreet.

Awalnya, gangguan pada perdagangan fisik menyebabkan penurunan drastis. Namun, perusahaan merespons dengan berkonsentrasi pada saluran digital. Menurut catatan dari periode tersebut, pergeseran ini membantu Aerostreet mempertahankan tenaga kerjanya dan pada akhirnya meningkatkan penjualan daringnya.

Hal ini menjadikan Aerostreet contoh menarik dari adaptasi digital oleh UKM manufaktur Indonesia.

Pandemi tidak sekadar mempercepat aktivitas e-commerce Aerostreet; pandemi secara efektif mengubah rute pasar perusahaan.

Kehadiran internasional

Internasionalisasi Aerostreet didorong secara substansial oleh marketplace digital, bukan oleh jaringan toko luar negeri tradisional.

Melalui program ekspor Shopee, produk-produknya menjangkau pasar termasuk Singapura dan Malaysia. 18

Hal ini sesuai dengan strategi broader Aerostreet: membangun produk dan merek domestik yang kuat, menggunakan infrastruktur digital untuk mengurangi hambatan geografis, lalu membuat produk yang sama dapat diakses oleh konsumen di luar Indonesia.

Skala korporasi dan produksi

Aerostreet telah tumbuh pesat dari awalnya sebagai operasi alas kaki kecil.

Sebuah sumber akademis tahun 2022 yang mengutip informasi terkait perusahaan melaporkan sekitar 3.000 karyawan, pabrik seluas lebih dari 2 hektare, dan pendapatan ratusan miliar rupiah pada saat itu.

Karena angka-angka tersebut bersifat historis dan bukan merupakan laporan perusahaan terkini, angka-angka itu tidak boleh dianggap sebagai jumlah karyawan atau pendapatan Aerostreet saat ini. Meskipun demikian, data tersebut menggambarkan betapa dramatisnya skala perusahaan pada awal tahun 2020-an.

Situs web perusahaan saat ini mengonfirmasi bahwa mereka mengoperasikan infrastruktur pabrik dan gudangnya sendiri.

Signifikansi Aerostreet

Aerostreet memiliki signifikansi dalam industri fesyen Indonesia karena beberapa alasan.

Manufaktur lokal

Merek ini merepresentasikan perkembangan merek alas kaki Indonesia berskala besar yang berasal dari luar ekosistem fesyen tradisional Jakarta.

Streetwear terjangkau

Aerostreet membantu membuktikan bahwa merek lokal dapat bersaing memperebutkan konsumen yang mungkin sebelumnya cenderung memilih merek sneakers internasional.

Transformasi e-commerce

Pertumbuhannya memberikan contoh kuat tentang bagaimana merek Indonesia dapat memanfaatkan marketplace untuk mengatasi keterbatasan geografis.

Budaya kolaborasi

Rilis terbatas dan kolaborasi telah membantu mengubah alas kaki yang relatif murah menjadi produk dengan daya tarik budaya dan nilai koleksi.

Identitas nasional

Kombinasi antara “Now Everyone Can Buy a Good Shoes” dan “LOKAL TAK GENTAR” memberikan Aerostreet identitas ideologis yang jelas: kualitas dan gaya harus dapat diakses, sementara merek Indonesia harus cukup percaya diri untuk bersaing secara global.

Ringkasan

Aerostreet adalah merek alas kaki dan gaya hidup Indonesia berbasis di Klaten yang didirikan oleh Adhitya Caesarico pada tahun 2015, berkembang dari penjualan sepatu pria terjangkau menjadi merek fesyen lokal utama yang digerakkan oleh digital, menggunakan harga terjangkau, manufaktur lokal, kolaborasi, e-commerce, dan identitas budaya Indonesia untuk membangun audiens nasional maupun internasional.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait