Tentang Batik Prabuseno
Batik Prabuseno adalah merek fesyen batik asal Surakarta (Solo), Jawa Tengah, yang dikenal karena memadukan motif batik tradisional dengan gaya busana kontemporer. Merek ini memposisikan diri sebagai jembatan antara warisan budaya dan tren masa kini, menjadikan batik terasa lebih modern, nyaman dikenakan, dan relevan bagi konsumen muda tanpa meninggalkan identitas kulturalnya. Produk Batik Prabuseno mencakup pakaian siap pakai untuk pria dan wanita, kain batik, busana pasangan (couple), koleksi Dobby, batik tulis, layanan pesanan khusus, serta seragam korporat.1
Tinjauan Umum
| Merek | Batik Prabuseno |
| Industri | Fesyen, tekstil, batik |
| Asal | Surakarta (Solo), Jawa Tengah, Indonesia |
| Tahun Berdiri | 2019 (berdasarkan profil resmi perusahaan) |
| Peluncuran Komersial | 1 Juni 2020 (berdasarkan LinkUMKM) |
| Pendiri / Pemilik | Aditya/Adetya Bayu Pamungkas |
| Produk Utama | Pakaian batik, kain batik, batik tulis, batik Dobby, busana pasangan |
| Model Bisnis | Ritel, perdagangan daring, pesanan khusus, seragam, grosir/supplier, kemitraan |
| Posisi Pasar | Batik premium kontemporer untuk konsumen modern |
| Kehadiran Fisik Utama | Solo/Laweyan dan Jakarta/Thamrin City |
| Situs Web Resmi | batikprabuseno.com |
Terdapat catatan mengenai kronologi pendirian merek ini. Situs web resmi Batik Prabuseno menyatakan bahwa pengembangan usaha dimulai pada tahun 2019, sementara profil LinkUMKM tahun 2025 mencatat bahwa Bayu meluncurkan merek ini secara komersial di Instagram dan Shopee pada 1 Juni 2020. Interpretasi yang paling tepat adalah tahun 2019 merujuk pada awal pengembangan bisnis, sedangkan Juni 2020 menandai peluncuran resminya di platform digital.2
Sejarah
Sejarah Batik Prabuseno tidak lepas dari sosok pendirinya, Aditya Bayu Pamungkas, yang akrab disapa Bayu.
Berdasarkan profil LinkUMKM tahun 2025, sebelum mendirikan Batik Prabuseno, Bayu telah mencoba berbagai jenis usaha, termasuk bisnis kuliner ayam goreng dan ritel pakaian. Usaha kulinernya sempat berkembang hingga memiliki lima gerai, namun akhirnya tutup akibat biaya operasional dan persaingan pasar. Ia kemudian beralih menjadi reseller pakaian di Beteng Trade Center, Solo, dan semakin fokus pada perdagangan daring, khususnya melalui platform Shopee.3
Transisi menuju bisnis batik terjadi sekitar tahun 2019, ketika para pengrajin batik meminta bantuan Bayu untuk memasarkan produk mereka secara daring di saat penjualan luring mulai mengalami kesulitan. Pengalaman inilah yang mendorongnya mendirikan merek sendiri, yaitu Prabuseno. LinkUMKM melaporkan bahwa merek ini resmi diluncurkan melalui Instagram dan Shopee pada 1 Juni 2020.4
Awal mula yang berbasis digital ini menjadi ciri khas perusahaan. Berbeda dengan rumah batik konvensional yang tumbuh dari workshop fisik, Prabuseno berkembang sebagai bisnis batik modern yang mengandalkan pemasaran digital, memanfaatkan e-commerce untuk menghubungkan ekosistem produksi batik Solo dengan pasar yang lebih luas.
Pendiri
Pendiri Batik Prabuseno tercatat dalam berbagai sumber publik sebagai Aditya Bayu Pamungkas atau Adetya Bayu Pamungkas.
Liputan6 dan sejumlah media nasional memberitakan pembukaan toko fisik di Solo pada tahun 2022, di mana Adetya Bayu Pamungkas disebut sebagai Founder & CEO Batik Prabuseno.5
Database UMKM pemerintah juga mencantumkan Adetya Bayu Pamungkas sebagai pemilik dari Batik PRABUSENO Official.6
Latar belakang kewirausahaannya sangat mempengaruhi perkembangan merek ini, yang dibentuk oleh faktor-faktor berikut:
- Perdagangan elektronik (e-commerce);
- Pemasaran media sosial;
- Hubungan erat dengan pengrajin batik;
- Fokus pada fesyen siap pakai (ready-to-wear);
- Penjualan langsung ke konsumen (direct-to-consumer); serta
- Ekspansi dari penjualan daring ke ritel fisik.
Makna dan Filosofi Merek
Materi komunikasi Batik Prabuseno menekankan pada pelestarian budaya yang dipadukan dengan fesyen kontemporer.
Misi utama perusahaan adalah melestarikan budaya Indonesia dengan menghadirkan batik berkualitas yang dapat dikenakan oleh generasi muda dengan nyaman dan percaya diri. Situs webnya secara eksplisit menantang stigma bahwa batik hanya cocok untuk orang tua, melainkan menyajikannya sebagai busana yang sesuai untuk segala usia.7
Proposisi nilai yang ditawarkan dapat dirumuskan sebagai:
Identitas budaya tradisional + fesyen kontemporer + kenyamanan pemakaian harian.
Hal ini tercermin dalam desain produk, bahasa pemasaran, serta pemilihan siluet modern seperti kemeja slim-fit, blus, tunik, outerwear, dan busana pasangan.8
Asal Nama “Prabuseno”
Profil LinkUMKM tahun 2025 menyebutkan bahwa Bayu memilih nama “Prabuseno” dari bahasa Sanskerta dengan niat agar nama tersebut memiliki karakter budaya yang bermakna.9
Meskipun klaim asal-usul Sanskerta tersebut terdokumentasi, belum tersedia referensi linguistik yang memadai untuk memastikan etimologi harfiah atau arti spesifik dari nama tersebut secara valid.
Identitas Merek
Identitas Batik Prabuseno dapat disimpulkan sebagai “batik modern yang berakar pada budaya Indonesia.”
Situs web resminya secara konsisten menonjolkan karakteristik berikut:
Modern
Merek ini sengaja mengembangkan motif dan gaya busana yang mengikuti tren fesyen terkini, bukan sekadar menyajikan batik sebagai pakaian upacara tradisional semata.10
Berorientasi pada Generasi Muda
Target pasar awalnya difokuskan pada konsumen milenial, dengan ambisi jangka panjang untuk menjangkau seluruh kelompok usia.11
Elegan
Komunikasi pemasaran sering kali mendeskripsikan produk dengan istilah elegan, penggunaan material premium, dan tampilan yang berkelas.
Kultural
Di balik gaya kontemporernya, Prabuseno tetap menempatkan batik sebagai ekspresi warisan budaya Indonesia, bukan sekadar motif cetak biasa.
Terjangkau
Perusahaan menggabungkan posisi premium dengan harga produk siap pakai yang relatif terjangkau. Katalognya secara historis menawarkan kemeja di kisaran Rp200.000–300.000, meskipun harga satuan dapat berubah sewaktu-waktu.12
Ragam Produk
Batik Prabuseno telah berkembang jauh melampaui sekadar penjual kemeja batik konvensional.
Batik Pria
Koleksi pria mencakup kemeja kontemporer dengan berbagai potongan, meliputi:
- Kemeja slim-fit;
- Kemeja regular-fit;
- Kemeja lengan pendek;
- Kemeja lengan panjang;
- Motif-motif kontemporer.
Katalognya menampilkan desain dengan nama-nama seperti Cakra, Mardika, Kamandanu, Wisanggeni, Wedatama, Arya, Narendra, dan Gajayana.13
Konvensi penamaan ini patut dicatat: banyak desain menggunakan nama turunan Jawa/Sanskerta, tokoh sejarah, referensi sastra, atau kosakata budaya, yang membantu menghubungkan produk fesyen modern dengan narasi budaya yang lebih luas.
Batik Wanita
Ragam produk wanita mencakup bentuk-bentuk kontemporer seperti:
- Blus;
- Tunik;
- Outerwear;
- Busana bergaya kimono;
- Setelan kombinasi.
Tujuan perusahaan adalah menggeser persepsi stereotip batik sebagai busana kuno menjadi lebih segar dan modern.14
Batik Couple
Kategori penting lainnya adalah batik couple, yang dirancang untuk pasangan yang menghadiri pernikahan, perayaan, acara keluarga, atau kesempatan semi-formal.
Perusahaan menawarkan desain pria dan wanita yang serasi, termasuk motif seperti Tyaga Ulfa, Sakina, Anggita Merah, Erina Kawung, Wanda Biru, Ratih Navy, Yepti, Turangga, Wentar, Santana, Pevita, Wicaksana, Nesa, Sahiba Tosca, Sembiring, dan Samudra Hitam.15
Ini merupakan contoh pendekatan Prabuseno: batik dipasarkan tidak hanya sebagai pakaian warisan, tetapi juga sebagai produk gaya hidup dan fesyen.
Batik Dobby
Dobby merupakan kategori produk yang cukup menonjol.
Kain Dobby memiliki permukaan tenun bertekstur yang memberikan dimensi visual dan taktil pada desain batik. Batik Prabuseno secara khusus mempertahankan koleksi Dobby di samping produk batik lainnya.16
Informasi supplier perusahaan mencantumkan beberapa kategori kain, termasuk Lokatex, Prima, Dobby, Primis, dan Poplin, yang menunjukkan bahwa pemilihan bahan merupakan bagian strategis dari pengembangan produk, bukan bergantung pada satu jenis tekstil saja.17
Batik Tulis
Perkembangan signifikan dalam evolusi Prabuseno adalah masuknya lini batik tulis.
Perusahaan menyatakan bahwa batik tulisnya diproduksi oleh pengrajin Jawa Tengah dan mengambil inspirasi dari alam, mitologi, dan budaya.18
Proses tradisional yang dijelaskan meliputi tahapan:
- Nyoret — menggambar pola di atas kain;
- Mbatik — menerapkan lilin malam cair mengikuti garis gambar;
- Tahapan pewarnaan dan penyelesaian selanjutnya.
Hal ini membedakan lini batik tulis dari batik cetak massal.
LinkUMKM melaporkan bahwa Prabuseno mulai memperkenalkan batik tulis berdampingan dengan produk eksisting sekitar tahun 2022, merespons permintaan akan variasi produk batik yang lebih beragam.
Seri Kalanata
Salah satu koleksi terbaru yang terdokumentasi dalam katalog perusahaan adalah Kalanata Series.
Prabuseno mendeskripsikan Kalanata sebagai koleksi yang dibangun di atas motif sederhana dan elegan, menggunakan kain yang dirancang agar lembut, adem, dan nyaman. Perusahaan menyatakan bahwa koleksi ini menggunakan proses pewarnaan tradisional, bukan pewarnaan mesin.19
Seri ini tersedia dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Kain;
- Outerwear;
- Kimono;
- Blus;
- Tunik;
- Kemeja;
- Pakaian kombinasi.
Koleksi ini mengilustrasikan transisi merek dari sekadar menjual kain batik menjadi menciptakan sistem fesyen yang utuh berdasarkan motif atau tema koleksi.
Pesanan Khusus dan Korporat
Batik Prabuseno juga berperan sebagai supplier B2B/pesanan khusus, bukan semata-mata merek fesyen konsumen.
Layanannya mencakup:
Batik Custom
Pelanggan dapat memesan pola dan pakaian khusus untuk hasil yang lebih eksklusif.
Seragam Korporat
Prabuseno memproduksi seragam batik untuk:
- Perusahaan;
- Instansi;
- Organisasi;
- Acara; serta
- Tim.
Perusahaan menekankan perpaduan antara penampilan profesional dan identitas budaya Indonesia.
Suplai Kain
Prabuseno juga memposisikan diri sebagai pemasok kain batik untuk kebutuhan volume besar, dengan opsi meliputi:
- Batik tulis;
- Batik cap;
- Batik printing;
- Batik kombinasi.
Dengan demikian, bisnis ini mencakup beberapa tingkatan rantai nilai: desain → kain → pakaian jadi → produksi custom → seragam → ritel.
Pendekatan Produksi
Batik Prabuseno tidak memposisikan diri secara eksklusif sebagai produsen tradisional maupun massal.
Portofolionya mencakup beberapa metode produksi:
| Metode | Peran |
|---|---|
| Batik tulis | Produk buatan tangan berorientasi pengrajin |
| Batik cap | Produksi stempel tradisional |
| Batik printing | Produk kontemporer yang skalabel |
| Kombinasi | Pendekatan produksi campuran |
Halaman supplier perusahaan secara eksplisit mencantumkan keempat kategori tersebut.20
Strategi produksi campuran ini memungkinkan perusahaan untuk melayani berbagai titik harga dan kebutuhan pelanggan yang berbeda.
Hal ini juga menjelaskan mengapa Prabuseno dapat secara bersamaan memposisikan diri sebagai merek batik premium sekaligus melayani pesanan seragam atau grosir dalam volume besar.
Model Bisnis Berbasis Digital
Salah satu aspek paling khas dari Batik Prabuseno adalah hubungannya dengan perdagangan digital.
Menurut LinkUMKM, perusahaan ini diluncurkan melalui Instagram dan Shopee pada tahun 2020, dan penjualan daring tetap menjadi inti bisnis bahkan setelah toko fisik didirikan.
Ini memberikan lintasan perkembangan yang berbeda bagi Prabuseno dibandingkan banyak rumah batik Solo lama yang secara historis tumbuh dari workshop fisik dan ritel tradisional.
Ekosistemnya meliputi:
- Katalog daring;
- Media sosial;
- Shopee;
- Lazada;
- Jaringan reseller;
- Agen;
- Toko luring;
- Pesanan khusus;
- Pesanan korporat.
Terdapat pula banyak kehadiran media sosial resmi/distributor yang mengiklankan peluang reseller dan grosir.21
Ekspansi Fisik
Solo
Identitas geografis utama merek ini tetap berada di Solo/Surakarta, khususnya kawasan Laweyan, salah satu sentra batik bersejarah di kota tersebut.
Pada Oktober 2022, Prabuseno meresmikan toko di Jl. Dr. Rajiman No. 395, Panularan, Laweyan, Surakarta. Pembukaan ini diliput oleh sejumlah media nasional.
Menurut LinkUMKM, pada tahun 2024 operasional bisnis berpindah ke Kampung Batik Laweyan, memperkuat koneksinya dengan komunitas produsen batik Solo.22
Jakarta
Prabuseno kemudian memperluas kehadiran fisiknya ke Thamrin City, Jakarta, memberinya akses ke salah satu lingkungan ritel fesyen dan tekstil utama di Indonesia. Halaman resmi Jakartanya mencantumkan lokasi di:
- Thamrin City, Ground Floor 1, Block H11 No. 5;
- Thamrin City, Ground Floor, Block H20 No. 3.
Database UMKM pemerintah juga mencatat tenant Batik PRABUSENO Official di Thamrin City dan mengidentifikasi Adetya Bayu Pamungkas sebagai pemiliknya.24
Pasar Internasional
Pertumbuhan Prabuseno tidak terbatas di Indonesia saja.
Profil LinkUMKM tahun 2025 melaporkan bahwa perusahaan telah mulai menjangkau pelanggan di Singapura dan Malaysia, meskipun permintaan internasional masih tergolong terbatas dibandingkan pasar domestiknya.25
Perusahaan juga berpartisipasi dalam program yang diasosiasikan dengan SMESCO Indonesia untuk memperluas kehadirannya dalam perdagangan digital global.26
Oleh karena itu, alih-alih menggambarkan Prabuseno sebagai rumah mode global besar, lebih akurat menyebutnya sebagai merek batik Indonesia yang tengah berkembang dengan jangkauan pasar digital internasional.
Kemitraan dan Kolaborasi
Prabuseno juga bereksperimen dengan kolaborasi di luar pemasaran batik konvensional.
Salah satu contoh yang terdokumentasi adalah Prabuseno × SemakinDiDevan, sebuah kolaborasi dengan kreator konten Indonesia Devan Yulio.
Produk hasilnya, yang dipasarkan dengan humor sebagai “Batik Insecure Mark II,” sengaja menggunakan budaya internet komedi alih-alih iklan fesyen warisan konvensional.27
Hal ini signifikan dari sudut pandang branding karena menunjukkan kesediaan Prabuseno untuk mengomunikasikan batik melalui budaya internet kontemporer dan pemasaran berbasis personalitas.
Ekspansi Bisnis dan Kemitraan
Prabuseno telah mengembangkan program kemitraan bagi calon operator toko luring.
Model kemitraannya meliputi:
- Penandatanganan perjanjian kerja sama/MoU;
- Uang muka awal sebesar 25%;
- Survei lokasi;
- Bantuan persiapan furnitur dan interior;
- Panduan pendirian toko sesuai identitas merek Prabuseno.
Perusahaan juga mempromosikan peluang reseller dan agen, yang berarti perusahaan mengejar model ritel terdistribusi alih-alih hanya mengandalkan toko milik perusahaan sendiri.
Posisi dalam Industri Batik Solo
Batik Prabuseno paling baik dipahami dalam konteks ekosistem batik Laweyan dan Solo yang telah mapan.
Solo secara historis merupakan salah satu pusat produksi dan perdagangan batik terpenting di Indonesia. Signifikansi Prabuseno bukan pada penciptaan bentuk batik baru, melainkan pada pendekatannya untuk mentransformasikan kerajinan budaya yang sudah ada menjadi fesyen kontemporer yang dipasarkan secara digital.
Diferensiasinya berasal dari kombinasi:
Budaya batik Solo + desain kontemporer + e-commerce + media sosial + fesyen siap pakai + produksi skalabel.
Posisi tersebut memungkinkan perusahaan untuk menarik minat konsumen batik tradisional sekaligus masyarakat yang mungkin menganggap batik terlalu formal atau kuno.
Filosofi Merek
Jika filosofi keseluruhannya harus diringkas dalam satu kalimat, maka:
Batik Prabuseno berupaya menjadikan batik Indonesia sebagai bagian dari fesyen sehari-hari yang kontemporer, nyaman, dan bergaya tanpa melepaskannya dari akar warisan budaya.
Interpretasi ini konsisten dengan penekanan perusahaan pada pelestarian budaya, konsumen muda, motif kontemporer, dan siluet pakaian modern.
Linimasa
2019 — Pengembangan bisnis Prabuseno dimulai, menurut sejarah resmi perusahaan; Bayu menemukan peluang memasarkan produk batik secara digital.28
1 Juni 2020 — Prabuseno diluncurkan di Instagram dan Shopee, menurut LinkUMKM.
2021 — Sebuah kios di Solo Baru, Sukoharjo, digunakan sebagai lokasi gudang/packing seiring meningkatnya pesanan daring.
2022 — Merek membuka toko fisik di Jl. Dr. Rajiman, Solo, dan berekspansi ke batik tulis; juga mulai menargetkan Jakarta melalui Thamrin City.
2024 — Operasional berpindah ke Kampung Batik Laweyan, semakin menanamkan merek di pusat batik Solo.
2025 — LinkUMKM melaporkan bahwa Prabuseno telah menjangkau pelanggan di Singapura dan Malaysia serta mengejar globalisasi digital yang lebih luas.
2026 — Ekosistem daring resmi merek terus mencakup ritel batik, kain, batik tulis, Dobby, pesanan custom, seragam, layanan supplier, dan kemitraan bisnis.
Keunikan Batik Prabuseno
Dari perspektif analisis merek, terdapat lima diferensiator utama:
1. Merek Batik Native Digital
Pertumbuhannya sangat terkait dengan Instagram dan e-commerce, bukan semata-mata mengandalkan ritel fisik tradisional.
2. Secara Sengaja Menargetkan Konsumen Muda
Perusahaan secara eksplisit membingkai misinya untuk membuat batik menarik dan nyaman bagi milenial, dan kemudian bagi semua generasi.
3. Menjembatani Produksi Tradisional dan Kontemporer
Katalognya mencakup printing, cap, kombinasi, dan batik tulis, memungkinkannya melayani fesyen harian maupun permintaan artisanal.
4. Menjual Gaya Hidup Fesyen, Bukan Hanya Kain
Kemeja, tunik, outerwear, pakaian pasangan, dan produk siap pakai lainnya menjadikan merek ini lebih dekat ke label fesyen daripada pedagang tekstil konvensional.
5. Menghubungkan Warisan Budaya dengan Pemasaran Kontemporer
Kolaborasi Devan Yulio adalah contoh nyata: batik tradisional disajikan melalui humor dan budaya kreator masa kini.
Penilaian Keseluruhan
Batik Prabuseno dapat dikarakterisasikan sebagai perusahaan fesyen batik Indonesia modern berbasis di Solo yang memanfaatkan perdagangan digital dan desain kontemporer untuk memperluas audiens batik.
Kisah merek ini bukan tentang menciptakan ulang seni teknis membatik, melainkan tentang mereposisi batik sebagai fesyen modern. Perusahaan bermula dari peluang perdagangan daring di era pandemi, membangun hubungan dengan produsen batik, menciptakan merek konsumen yang mudah dikenali, berekspansi ke ritel fisik, memperkenalkan batik tulis dan kategori tekstil yang lebih luas, serta kemudian mengejar pasar korporat, reseller, dan internasional.
Deskripsi konseptual terkuat untuk Prabuseno adalah:
“Merek batik Indonesia kontemporer asal Solo yang menerjemahkan budaya batik tradisional menjadi fesyen modern yang mudah diakses.”
References
- Tentang Batik Prabuseno – Official Store Batik Prabuseno
- Official Store Batik Prabuseno : Produsen Batik Indonesia
- Perjalanan Bisnis Batik Prabuseno Berkat Digitalisasi Sukses di Pasar Global
- Grand Opening Toko Baru di Solo, Batik Prabuseno Tawarkan Promo Menarik
- Grand Opening Toko Batik Prabuseno di Solo, Cek Promonya
- Detail Tenant – Batik PRABUSENO Official – Sipensi KemenUMKM
- Batik Prabuseno LP jakarta
- Batik Couple Prabuseno | Koleksi Batik Pasangan Premium
- Batik Prabuseno KALANATA
- Koleksi Batik Dobby Prabuseno – Official Store Batik Prabuseno
- Supplier Kain Batik – Official Store Batik Prabuseno
- Batik Tulis
- Batik Seragam Prabuseno | Seragam Batik Premium dan Berkelas
- batik_prabuseno_indonesia Official: Instagram, Facebook | Linktree
- batikprabuseno.ind Official: Instagram, Facebook | Linktree
- Batik Prabuseno Store Jakarta – Official Store Batik Prabuseno
- Kolaborasi SemakinDiDevan
- Kemitraan Bisnis Batik Prabuseno – Official Store Batik Prabuseno
- Perjalanan Sukses Bayu Merintis Bisnis Batik Hingga Menembus Pasar Ekspor Berkat Pemanfaatan Digitalisasi
- Batik Prabuseno Rayakan Grand Opening Toko Baru di Solo | Republika Online
- @batikprabuseno.original | Linktree
- batikkantorprabuseno | Instagram | Linktree
- GRIYA BATIK PRABUSENO | Instagram | Linktree
- BATIK PRABUSENO PREMIUM | Instagram | Linktree
- KAIN BATIK
- Kain Batik Print Motif Jalar Biru Dongker Seri Kalanata Batik Prabuseno
- Daftar Reseller Prabuseno For All Mitra
- Aprilia Hermianti – Graphic Designer in East Java Provincial Government | LinkedIn





