Tentang Burt’s Bees
Burt’s Bees adalah merek perawatan pribadi dan kecantikan asal Amerika Serikat yang paling dikenal melalui produk Beeswax Lip Balm, rangkaian perawatan kulit berbahan alami, serta komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Merek ini didirikan pada tahun 1984 di Maine, Amerika Serikat, oleh seorang peternak lebah bernama Burt Shavitz bersama seniman sekaligus wirausahawan Roxanne Quimby. Saat ini, Burt’s Bees beroperasi sebagai salah satu merek di bawah naungan The Clorox Company, yang mengakuisisi perusahaan tersebut pada tahun 2007.1
Ikhtisar
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama merek | Burt’s Bees |
| Tahun berdiri | 1984 |
| Pendiri | Burt Shavitz dan Roxanne Quimby |
| Asal | Maine, Amerika Serikat |
| Industri | Perawatan pribadi, perawatan kulit, kecantikan |
| Induk perusahaan | The Clorox Company |
| Kantor pusat | Durham, North Carolina, Amerika Serikat |
| Produk paling dikenal | Beeswax Lip Balm |
| Posisi merek | Perawatan pribadi berbasis alam dan ramah lingkungan |
| Kategori produk utama | Perawatan bibir, perawatan kulit, perawatan tubuh, perawatan rambut, perawatan bayi |
| Kepemilikan | The Clorox Company sejak 2007 |
Burt’s Bees mengonfirmasi bahwa kantor pusatnya berada di Durham, North Carolina, dan tetap menjadi bagian dari The Clorox Company.6
Sejarah
Awal mula di Maine
Kisah Burt’s Bees bermula pada awal 1980-an, ketika Burt Shavitz, seorang peternak lebah yang tinggal di pedesaan Maine, bertemu dengan Roxanne Quimby, seorang seniman yang menjalani gaya hidup kembali ke alam. Shavitz saat itu menjual madu dan memiliki banyak kelebihan lilin lebah dari usaha peternakan lebahnya.2
Quimby kemudian bereksperimen dengan lilin lebah tersebut dan menggunakan berbagai resep untuk membuat produk seperti lilin. Produk-produk ini awalnya dijual di pameran kerajinan lokal. Nama “Burt’s Bees” berasal dari label yang dipasang Shavitz pada sarang lebahnya sebagai tanda pengenal.3
1984: Kelahiran merek
Burt’s Bees menetapkan tahun 1984 sebagai awal berdirinya merek ini. Pada masa-masa awal, bisnis perusahaan berfokus pada lilin dari lilin lebah serta produk sederhana lainnya yang terbuat dari bahan-bahan alami.4
Perusahaan ini sangat berbeda dari perusahaan kosmetik konvensional pada zamannya. Alih-alih dimulai dengan laboratorium besar, kampanye iklan, atau kantor pusat korporat, Burt’s Bees tumbuh dari operasi berskala kecil di pedesaan Maine. Identitas awalnya sangat melekat pada peternakan lebah, produk buatan tangan, kesederhanaan, dan alam.
Kemunculan lip balm
Produk yang akhirnya mengubah Burt’s Bees menjadi merek konsumen besar adalah Beeswax Lip Balm, yang diluncurkan pada tahun 1991. Produk orisinal ini dikemas dalam pot terakota kecil, yang turut membentuk citra khas merek sebagai produk alami dan buatan tangan.5
Lip balm kemudian menjadi produk andalan merek ini dan hingga kini tetap menjadi salah satu penawaran yang paling mudah dikenali.
Para Pendiri
Burt Shavitz
Burt Shavitz (1935–2015) adalah seorang peternak lebah, fotografer, dan pengusaha yang sosoknya tak terpisahkan dari identitas Burt’s Bees.
Sebelum menjadi peternak lebah, Shavitz bekerja sebagai fotografer di New York. Ia kemudian pindah ke Maine, tempat ia dikenal warga setempat sebagai “Bee Man”. Usaha peternakan lebahnya menyuplai lilin lebah yang menjadi fondasi bisnis perusahaan.6
Wajah berjenggot dan citranya sebagai pecinta alam kelak menjadi elemen penting dalam kemasan serta identitas visual Burt’s Bees.
Roxanne Quimby
Roxanne Quimby adalah seorang seniman, wirausahawan, dan pegiat konservasi yang berperan besar dalam mengubah usaha peternakan lebah kecil milik Shavitz menjadi merek konsumen yang dikenal luas.
Quimby membantu pengembangan produk, kemasan, penjualan, serta filosofi perusahaan secara keseluruhan. Ia sangat berpengaruh dalam menghubungkan kesuksesan komersial merek dengan konservasi lingkungan.7
Sejarah resmi perusahaan menggambarkan Quimby sebagai kekuatan utama di balik perkembangan Burt’s Bees serta filosofi yang berorientasi pada konservasi.8
Pertumbuhan Perusahaan
Pada akhir 1980-an dan sepanjang 1990-an, Burt’s Bees memperluas lini produknya melampaui lilin dan produk bibir menuju ragam perawatan pribadi yang lebih luas.
Perusahaan ini akhirnya memindahkan operasinya dari Maine ke North Carolina, tempat ia berkembang menjadi bisnis perawatan pribadi yang lebih besar. Kantor pusat Burt’s Bees saat ini berlokasi di Durham, North Carolina, di sebuah bekas gudang tembakau.9
Pertumbuhan merek ini didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap produk-produk yang menonjolkan:
- Bahan-bahan alami
- Formulasi sederhana
- Tanggung jawab lingkungan
- Bahan nabati dan turunan lebah
- Kecantikan yang bebas kekejaman terhadap hewan dan berorientasi pada alam
- Alternatif dari kosmetik konvensional
Posisi ini membantu Burt’s Bees menjadi salah satu merek Amerika Serikat yang paling dikenal dalam kategori perawatan pribadi alami.
Akuisisi oleh The Clorox Company
Titik balik penting terjadi pada tahun 2007, ketika The Clorox Company mengakuisisi Burt’s Bees.
Clorox mengumumkan akuisisi ini sebagai bagian dari strateginya untuk berekspansi ke pasar perawatan pribadi alami yang sedang berkembang. Pada saat itu, Burt’s Bees sudah dianggap sebagai merek terkemuka dalam kategori perawatan pribadi alami di AS.10
Akuisisi ini menarik perhatian karena Clorox merupakan perusahaan produk konsumen arus utama yang besar, sementara Burt’s Bees membangun reputasinya berdasarkan identitas yang berskala relatif kecil dan sadar lingkungan.
Meski telah menjadi bagian dari korporasi besar, Burt’s Bees menyatakan bahwa prinsip pendirian dan nilai-nilai lingkungannya tetap menjadi inti dari merek ini.11
Produk
Walaupun Burt’s Bees terkenal berkat lip balm-nya, merek ini telah berkembang menjadi lini perawatan pribadi yang luas.
Perawatan bibir
Ini adalah kategori yang paling identik dengan Burt’s Bees. Produk-produknya meliputi:
- Beeswax Lip Balm
- Tinted Lip Balm
- Lip balm pelembap
- Perawatan bibir malam hari
- Lip balm varian khusus/berperisa
Beeswax Lip Balm klasik tetap menjadi salah satu produk paling ikonik dari merek ini.
Perawatan kulit
Burt’s Bees juga memproduksi rangkaian perawatan kulit, seperti:
- Pembersih wajah
- Pelembap
- Minyak wajah
- Lulur
- Perawatan khusus
- Toner
- Produk perawatan mata
Perusahaan ini menekankan penggunaan bahan-bahan yang bersumber dari alam serta formulasi yang dirancang untuk mendukung pelindung kulit.12
Perawatan tubuh
Rangkaian perawatan tubuh merek ini mencakup produk-produk seperti:
- Krim tangan
- Losion tubuh
- Sabun cuci tubuh
- Salep tangan
- Produk perawatan kaki
Perawatan bayi
Burt’s Bees juga mengembangkan kategori produk Bayi, yang mencakup produk perawatan pribadi dan perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk bayi dan anak-anak.
Perawatan rambut
Perusahaan ini telah memperluas portofolionya ke produk perawatan rambut, termasuk sampo, kondisioner, dan formulasi perawatan rambut lainnya.
Filosofi Merek
Salah satu ciri khas utama Burt’s Bees adalah upayanya untuk menghubungkan perawatan pribadi dengan alam.
Merek ini mengekspresikan filosofinya melalui gagasan seperti “Born Different,” “Seriously Good Stuff,” dan “For Nature. For All.”13
Filosofi dasarnya dapat diringkas sebagai berikut:
Menggunakan bahan-bahan dari alam sembari menghormati dunia tempat bahan-bahan itu berasal.
Filosofi ini berakar langsung dari pandangan hidup para pendirinya, khususnya keyakinan Quimby bahwa manusia harus menghormati dan melestarikan alam.14
Bahan-bahan
Burt’s Bees menekankan penggunaan bahan-bahan yang bersumber dari alam dan kerap memanfaatkan bahan yang terkait dengan warisan merek, antara lain:
- Lilin lebah
- Madu
- Ekstrak botani
- Minyak nabati
- Ekstrak buah
- Herbal
- Shea butter
- Lidah buaya
- Peppermint dan minyak esensial lainnya
Perusahaan menyatakan bahwa produk-produknya diformulasikan tanpa paraben, ftalat, petrolatum, atau SLS, meskipun formulasi masing-masing produk dapat berbeda dan konsumen disarankan untuk memeriksa daftar komposisi pada produk tertentu.15
Perlu dicatat bahwa istilah “alami” tidak selalu berarti seluruh bahan dalam setiap produk Burt’s Bees benar-benar alami atau organik. Formulasi tiap produk bervariasi, sehingga daftar komposisi merupakan sumber informasi terbaik untuk setiap item.
Kemasan dan Identitas Visual
Burt’s Bees memiliki salah satu identitas visual yang paling mudah dikenali dalam industri perawatan pribadi.
Kemasannya umumnya menonjolkan:
- Warna-warna bumi
- Nuansa kuning dan emas
- Citra botani
- Motif lebah dan sarang lebah
- Tekstur bernuansa kertas kraft
- Tipografi sederhana
- Foto Burt Shavitz
Sosok wajah berjenggot Burt Shavitz menjadi elemen yang sangat penting bagi merek ini. Alih-alih menggunakan model glamor yang lazim dalam iklan kecantikan, perusahaan memilih menampilkan sosok pendirinya yang seorang peternak lebah untuk menyampaikan kesan autentik dan pendekatan yang tidak biasa terhadap kecantikan.
Hal ini membantu membentuk identitas yang didasarkan pada ketangguhan, keaslian, kesederhanaan, dan kedekatan dengan alam.
Keberlanjutan Lingkungan
Tanggung jawab lingkungan merupakan bagian sentral dari identitas merek Burt’s Bees, bukan sekadar fitur produk semata.
Perusahaan menyatakan bahwa mereka menggunakan bahan daur ulang sebisa mungkin, merancang kemasan dengan mempertimbangkan kemampuan daur ulang, serta mengoperasikan fasilitas miliknya menggunakan listrik terbarukan.7
Selain itu, fasilitas manufaktur dan kantornya diklaim telah mencapai status nol limbah ke tempat pembuangan akhir sejak 2010, dengan penekanan pada pengurangan limbah, pengomposan, dan pemulihan air.7
Posisi lingkungan perusahaan ini berkaitan erat dengan upaya konservasi yang dilakukan Roxanne Quimby.
Konservasi dan Roxanne Quimby
Salah satu aspek paling unik dalam sejarah korporat Burt’s Bees adalah keterkaitan antara merek ini dengan upaya konservasi lahan berskala besar.
Quimby menggunakan kekayaan yang diperoleh dari Burt’s Bees untuk membeli dan melindungi lahan di Maine. Pada tahun 2016, ia mendonasikan sekitar 87.000 acre hutan di Maine kepada pemerintah AS. Lahan tersebut kemudian menjadi bagian dari Katahdin Woods and Waters National Monument.8
Fakta ini menjadikan sejarah lingkungan merek ini jauh lebih substansial daripada sekadar penggunaan kemasan daur ulang atau bahan botani: salah satu pendirinya telah menjadi konservasionis lahan swasta yang berpengaruh.
Pemasaran dan Posisi Merek
Burt’s Bees menempati posisi yang unik di pasar kecantikan.
Merek ini berada di antara:
Perawatan pribadi massal tradisional
dan
Kecantikan premium/alami/sadar lingkungan.
Produk-produknya umumnya lebih terjangkau dibandingkan produk perawatan kulit mewah, namun tetap mempertahankan identitas alami dan kesadaran lingkungan yang kuat.
Pemasaran merek ini cenderung menekankan:
- Keaslian
- Alam
- Kesejahteraan
- Kesederhanaan
- Pengadaan bahan yang bertanggung jawab
- Environmentalisme
- Perawatan diri sehari-hari
Hasilnya adalah sebuah merek yang dikenal tidak hanya dari apa yang dijualnya, tetapi juga dari nilai-nilai yang diwakilinya.
Faktor Kesuksesan Merek
Beberapa faktor menjelaskan keberhasilan Burt’s Bees:
1. Kisah asal yang khas
Kisah tentang seorang peternak lebah dan seniman yang membuat produk dari sisa lilin lebah di pedesaan Maine sangat mudah diingat.
2. Produk unggulan
Beeswax Lip Balm memberikan perusahaan sebuah produk yang terjangkau dan mudah dikenali, yang mampu memperkenalkan konsumen kepada merek ini.
3. Diferensiasi yang kuat
Di saat banyak pemasaran kecantikan menekankan kemewahan dan kesempurnaan artifisial, Burt’s Bees tampil dengan citra yang lebih alami, bersahaja, dan autentik.
4. Nilai-nilai lingkungan
Merek ini menghubungkan produknya dengan gagasan yang lebih luas tentang konservasi dan keberlanjutan.
5. Identitas visual yang kuat
Kemasan berwarna kuning, citra lilin lebah, serta potret Burt Shavitz membuat produk-produknya langsung mudah dikenali.
6. Ekspansi tanpa meninggalkan identitas inti
Meskipun kini menjual berbagai kategori perawatan pribadi, lilin lebah, bahan botani, alam, dan tanggung jawab lingkungan tetap menjadi inti identitas Burt’s Bees.
Burt’s Bees Kini
Hingga tahun 2026, Burt’s Bees tetap menjadi bagian dari The Clorox Company dan beroperasi sebagai merek perawatan pribadi utama. Kantor pusatnya berlokasi di Durham, North Carolina.8
Merek ini telah berevolusi secara signifikan dari awalnya sebagai usaha lilin lebah kecil di Maine. Kini, portofolionya mencakup beragam produk perawatan kulit, bibir, tubuh, rambut, dan bayi.
Meski demikian, kisah dasar merek ini tetap sama: perawatan pribadi yang terinspirasi alam dengan penekanan pada praktik bisnis yang bertanggung jawab dan pelestarian lingkungan.
Sekilas Identitas Merek
| Elemen | Identitas Burt’s Bees |
|---|---|
| Gagasan inti | Perawatan pribadi terinspirasi alam |
| Warisan | Peternakan lebah dan lilin lebah Maine |
| Produk unggulan | Beeswax Lip Balm |
| Pendiri | Burt Shavitz & Roxanne Quimby |
| Kepribadian | Alami, autentik, bersahaja, mudah didekati |
| Simbol visual | Lebah / Burt Shavitz |
| Asosiasi bahan utama | Lilin lebah |
| Nilai utama | Penghormatan terhadap alam |
| Citra target | Konsumen harian yang sadar alam |
| Pemilik korporat | The Clorox Company |
| Pembeda utama | Kombinasi kecantikan alami + identitas lingkungan |
Secara ringkas, Burt’s Bees adalah merek perawatan pribadi alami asal Amerika Serikat yang didirikan di Maine pada tahun 1984 oleh peternak lebah Burt Shavitz dan seniman Roxanne Quimby. Bermula dari lilin lebah dan kemudian terkenal lewat Beeswax Lip Balm, perusahaan ini berkembang dari usaha kecil di pedesaan menjadi merek perawatan pribadi utama yang menawarkan produk bibir, kulit, tubuh, rambut, dan bayi. Identitasnya dibangun di atas bahan-bahan dari alam, kemasan yang sederhana dan mudah dikenali, tanggung jawab lingkungan, serta kisah unik para pendirinya. Perusahaan ini diakuisisi oleh The Clorox Company pada tahun 2007, namun terus menampilkan dirinya sebagai merek yang berfokus pada alam. Kini, Burt’s Bees terutama dikenal lewat lip balm lilin lebahnya yang ikonik serta kemampuannya memadukan aksesibilitas pasar massal dengan branding yang berorientasi pada alam dan keberlanjutan.
References
- Burt’s Bees
- SEC
- Burt’s Bees
- Roxanne’s Bees: Our Co-Founder’s Story | Burt’s Bees
- Burt Shavitz
- Burt’s Bees
- Frequently Asked Questions | Burt’s Bees
- Celebrating 40 years of Burt’s Bees with a look back to 1984 | The Clorox Company
- Burt Shavitz dies at 80; founder of Burt’s Bees natural cosmetics firm – Los Angeles Times
- Our Story | Burt’s Bees
- Burt’s Bees
- Roxanne’s Bees: Our Co-Founder’s Story | Burt’s Bees
- About Us | Burt’s Bees Australia
- Burt’s Bees
- About Us | Burt’s Bees





