I Indonesia Brand Wiki

Tentang charles jourdan

Charles Jourdan adalah rumah mode dan produsen alas kaki bersejarah asal Prancis yang terkenal melalui koleksi sepatu wanita, terutama pump elegan, hak patung (sculpted heels), dan desain mewah yang mengikuti tren mode. Didirikan pada tahun 1921 di Romans-sur-Isère, Prancis, oleh pembuat sepatu Charles Jourdan (1883–1976), perusahaan ini berkembang dari bisnis keluarga menjadi salah satu nama paling terkemuka dalam industri alas kaki Prancis pada era pasca-perang.

Sejarah merek ini ditandai oleh tiga pencapaian utama: perannya dalam mengembangkan alas kaki mewah siap pakai yang terjangkau, kampanye pariwara yang canggih dan terkadang avant-garde—terutama karya fotografer Guy Bourdin—serta kolaborasi jangka panjang dengan rumah mode besar Prancis seperti Christian Dior. 1

Saat ini, Charles Jourdan berada di bawah naungan Groupe Royer yang mengakuisisi merek tersebut pada tahun 2008. Setelah mengalami masa penurunan, rumah mode ini diluncurkan kembali pada tahun 2022 dengan menunjuk desainer Christelle Kocher untuk merancang koleksi baru. 2

Informasi dasar

Merek Charles Jourdan
Didirikan 1921
Pendiri Charles Jourdan
Negara asal Prancis
Kantor pusat awal Romans-sur-Isère, Drôme
Industri Mode / alas kaki / aksesori
Dikenal karena Sepatu wanita mewah
Periode kejayaan 1950-an–1970-an
Kolaborator ternama Christian Dior
Fotografer ternama Guy Bourdin
Pemilik saat ini Groupe Royer
Peluncuran kembali utama 2022
Direksi kreatif 2022 Christelle Kocher

Sejarah korporat Groupe Royer mengonfirmasi bahwa Charles Jourdan didirikan pada tahun 1921 dan mendeskripsikan identitas kontemporernya sebagai paduan kreativitas, garis desain yang kuat, material tidak biasa, warna, serta keahlian pembuatan sepatu Italia yang halus. 3

Pendiri: Charles Jourdan

Charles Jourdan lahir pada tahun 1883 dan berasal dari wilayah Drôme di tenggara Prancis, sebuah kawasan yang secara historis dikenal sebagai pusat pembuatan sepatu. Ia menempuh pendidikan sebagai pembuat sepatu dan kemudian mendirikan usahanya sendiri di Romans-sur-Isère. 4

Pada tahun 1921, Jourdan mendirikan perusahaan yang menyandang namanya. Bisnis ini awalnya beroperasi dari sebuah pabrik di Boulevard Voltaire di Romans dan mempekerjakan lebih dari 30 orang.

Perkembangan penting di masa awal adalah pengenalan lini Seducta. Catatan warisan budaya Prancis mencatat tahun 1921 sebagai waktu ketika Jourdan menciptakan merek Seducta, yang logonya menampilkan rusa bergaya stilasi.

Alih-alih memposisikan diri semata-mata sebagai pengrajin sepatu tradisional, Jourdan memahami bahwa sepatu mewah dapat diproduksi untuk pasar yang jauh lebih luas. Hal ini membantu menetapkan proposisi khas Charles Jourdan: penampilan mewah dan keahlian kriya yang dipadukan dengan aksesibilitas mode siap pakai.

Ekspansi tahun 1920-an dan 1930-an

Jourdan menerapkan pendekatan pemasaran yang sangat canggih pada zamannya.

Selama tahun 1930-an, perusahaan memperluas distribusinya ke seluruh Prancis melalui jaringan perwakilan penjualan keliling. Perusahaan juga berinvestasi besar-besaran dalam periklanan. Inventaris warisan budaya Prancis mencatat bahwa Jourdan menggunakan iklan nasional, termasuk kampanye di majalah L’Illustration, untuk membangun citra mereknya.

Langkah ini signifikan karena sepatu mulai dipresentasikan bukan sekadar sebagai benda praktis, melainkan sebagai produk mode dan ekspresi identitas.

Menjelang tahun 1940, bisnis ini telah memiliki sekitar 250 karyawan dan memproduksi kira-kira 450 pasang sepatu per hari. Perang Dunia II kemudian mengganggu produksi, terutama akibat kekurangan tenaga kerja terampil dan kulit berkualitas. 5

Pengambilalihan oleh keluarga Jourdan

Setelah Perang Dunia II, ketiga putra Charles Jourdan—René, Charles, dan Roland Jourdan—bergabung dengan bisnis dan membantu mengubahnya dari produsen regional yang sukses menjadi rumah mode internasional. 6

Generasi ini lebih agresif dalam berfokus pada mode, pencitraan merek, dan distribusi internasional.

Perusahaan semakin menyadari bahwa keberhasilan sepatu mewah tidak hanya bergantung pada konstruksi, tetapi juga pada:

  • asosiasi dengan desainer mode;
  • presentasi di butik-butik bergengsi;
  • citra visual dalam iklan;
  • siluet yang khas;
  • distribusi internasional;
  • serta status budaya para wanita yang mengenakannya.

Strategi ini pada akhirnya menjadikan Charles Jourdan salah satu merek alas kaki Prancis yang paling mudah dikenali pada dekade 1960-an dan 1970-an.

Terobosan di Paris

Tonggak sejarah penting terjadi pada tahun 1957, ketika Charles Jourdan membuka butik pertamanya di Paris di alamat 5 Boulevard de la Madeleine. Pembukaan ini dilaporkan begitu sukses hingga pelanggan harus mengantre di luar dengan tiket bernomor.

Peristiwa ini lebih dari sekadar pembukaan toko ritel biasa.

Paris memberikan kesempatan bagi Charles Jourdan untuk memposisikan dirinya sejajar dengan rumah-rumah haute couture kota tersebut. Perusahaan secara sengaja menjalin hubungan dengan desainer dan label mode utama.

Strategi ini membantu mengubah sepatu dari aksesori manufaktur menjadi sebuah pernyataan mode.

Christian Dior dan haute couture

Salah satu hubungan terpenting dalam sejarah Charles Jourdan adalah kolaborasinya dengan Christian Dior.

Pada tahun 1959, Charles Jourdan menandatangani perjanjian yang memungkinkannya menciptakan, memproduksi, dan mendistribusikan sepatu yang diasosiasikan dengan Dior. Catatan sejarah menyatakan bahwa Jourdan memproduksi sepatu untuk peragaan busana Dior dan melanjutkan hubungan ini selama beberapa dekade.

Catatan museum Prancis menyimpan contoh-contoh karya yang dikreditkan kepada Christian Dior sebagai desainer dan Charles Jourdan sebagai pembuat, memberikan bukti nyata dari hubungan ini.

Koneksi dengan Dior sangat penting bagi prestise Charles Jourdan karena menempatkan perusahaan ini secara tegas dalam ekosistem haute couture Prancis.

Perusahaan ini juga bekerja sama dengan desainer dan rumah mode besar lainnya, termasuk Pierre Cardin. Koleksi museum memuat alas kaki yang dikreditkan kepada Cardin sebagai desainer dan Jourdan sebagai pembuat.

Ciri khas sepatu Charles Jourdan

Charles Jourdan menjadi sangat identik dengan pump wanita.

Konsep merek ini pada dasarnya bersifat arsitektural: sepatu dapat mengubah penampilan seluruh tubuh. Hak yang lebih tinggi dapat memanjangkan siluet, sementara bentuk ujung dan hak yang dirancang cermat dapat mengubah proporsi kaki dan tungkai yang terlihat.

Model hak bergaya Louis XV milik perusahaan menjadi salah satu ciri khas yang paling mudah dikenali. Hak ini dipahat alih-alih berbentuk balok sederhana, memberikan profil sepatu yang lebih elegan dan halus.

Hal ini membantu membentuk estetika Charles Jourdan:

feminin + elegan + sensual + sedikit provokatif + sangat terdesain.

Dekade 1960-an: Puncak kejayaan Charles Jourdan

Tahun 1960-an umumnya dianggap sebagai salah satu titik tertinggi dalam sejarah Charles Jourdan.

Perusahaan ini bukan lagi sekadar produsen Prancis, melainkan telah menjadi merek mode internasional.

Menurut catatan sejarah, produksi tahunan mencapai sekitar 650.000 pasang selama dekade tersebut, dengan perusahaan mempekerjakan tenaga kerja kreatif dan manufaktur dalam jumlah besar.

Merek ini berekspansi secara internasional, dengan butik dan distribusi menjangkau kota-kota seperti:

  • London
  • New York
  • Los Angeles
  • Miami
  • Munich
  • Tokyo

Catatan budaya pemerintah Prancis secara khusus mendokumentasikan internasionalisasi merek ini selama tahun 1960-an.

Charles Jourdan akibatnya menjadi salah satu label sepatu Prancis yang membantu menjadikan alas kaki wanita Prancis sebagai kategori kemewahan global.

Guy Bourdin dan identitas visual

Mungkin aspek paling penting secara budaya dalam sejarah Charles Jourdan adalah hubungannya dengan fotografer Prancis Guy Bourdin.

Dari sekitar tahun 1967 hingga 1981, Bourdin menciptakan kampanye iklan untuk merek ini.

Iklan-iklan ini berbeda secara radikal dari iklan sepatu konvensional.

Alih-alih hanya menampilkan:

“Ini adalah sepatu yang indah.”

Citra Bourdin sering kali menciptakan narasi yang aneh, surealis, erotis, sinematik, dan terkadang menggelisahkan di sekitar sepatu tersebut.

Hasilnya adalah iklan itu sendiri menjadi objek mode dan seni.

Hal ini sangat berpengaruh.

Charles Jourdan karenanya tidak hanya diasosiasikan dengan desain sepatu, tetapi juga dengan jenis budaya visual Prancis yang canggih dan provokatif.

Dalam banyak hal, kampanye Bourdin membantu menetapkan templat bagi periklanan mode mewah modern: menjual suasana, fantasi, atau sikap, bukan sekadar produk.

Inovasi material dan desain

Reputasi Charles Jourdan tidak hanya didasarkan pada pump kulit konvensional.

Perusahaan ini mengembangkan reputasi dalam bereksperimen dengan material dan teknik konstruksi yang tidak biasa, terutama selama puncak kreatifnya. Putra-putra pendiri, khususnya Roland Jourdan, membantu mendorong perusahaan menuju bentuk dan material yang semakin khas.

Ini merupakan bagian penting dari identitas historis merek.

Charles Jourdan menempati posisi menarik di antara:

pembuatan sepatu tradisional Prancis

dan

eksperimentasi mode modern.

Oleh karena itu, perusahaan mampu menghasilkan sesuatu yang tampak tradisional sekilas namun menggabungkan hak, material, proporsi, atau warna yang tidak biasa.

Ekspansi melampaui sepatu

Meskipun alas kaki selalu menjadi inti Charles Jourdan, perusahaan ini akhirnya berekspansi ke kategori lain.

Selama tahun 1970-an, perusahaan memperkenalkan produk-produk meliputi:

  • tas tangan;
  • pakaian siap pakai;
  • barang kulit;
  • aksesori;
  • dan kemudian parfum.

Namun demikian, merek ini tetap sangat identik dengan sepatu wanita.

Pembedaan ini penting: Charles Jourdan adalah rumah mode yang dibangun di atas fondasi sepatu, bukan perusahaan pakaian konvensional yang kebetulan membuat alas kaki.

Dekade 1970-an: Perubahan kepemilikan

Pertumbuhan luar biasa perusahaan pada akhirnya menciptakan komplikasi internal dan keuangan.

Pada tahun 1971, perusahaan alas kaki Amerika Genesco menjadi pemegang saham mayoritas menyusul perselisihan di antara saudara-saudara Jourdan. 7

Hal ini menandai dimulainya periode korporat yang lebih rumit.

Charles Jourdan tetap menjadi nama penting dalam mode, namun bisnis ini semakin dihadapkan pada perubahan kepemilikan, restrukturisasi, dan tantangan dalam mempertahankan perusahaan alas kaki mewah dalam skala besar.

Charles Jourdan sendiri meninggal dunia pada tahun 1976. Perusahaan berlanjut di bawah generasi manajemen berikutnya. 8

Dekade 1980-an: Prestise namun kesulitan meningkat

Memasuki tahun 1980-an, Charles Jourdan masih merupakan nama sepatu mewah yang diakui secara internasional.

Perusahaan ini memiliki butik di kota-kota besar Eropa dan Amerika Utara serta terus memproduksi alas kaki wanita yang canggih.

Namun, perusahaan mulai kehilangan sebagian momentum kreatif dan komersial yang menjadi ciri khas tahun 1960-an dan awal 1970-an.

Merek ini juga mulai diasosiasikan dengan desain yang semakin konservatif setelah pensiunnya Roland Jourdan dari perusahaan pada awal 1980-an. 9

Pada saat yang sama, industri mode global sedang berubah.

Merek alas kaki Italia, perusahaan mode Amerika, dan label desainer baru bermunculan bersaing untuk konsumen kaya yang sama.

Posisi kemewahan tradisional Prancis ala Charles Jourdan menjadi semakin sulit dipertahankan.

Penurunan finansial tahun 1990-an dan 2000-an

Perusahaan memasuki periode kesulitan keuangan yang berkepanjangan.

Produksi dan lapangan kerja berkurang secara bertahap, sementara pabrik dan lokasi ritel ditutup atau direstrukturisasi. Catatan sejarah berbahasa Prancis mendokumentasikan pengurangan tenaga kerja besar-besaran selama tahun 1980-an dan 1990-an.

Upaya dilakukan untuk menghidupkan kembali merek ini melalui desainer baru.

Secara khusus, Patrick Cox terlibat pada tahun 2003, diikuti oleh Josephus Thimister pada tahun 2005. 10

Penunjukan ini menunjukkan bahwa perusahaan memahami masalah intinya: nama tersebut masih memiliki ekuitas mode yang sangat besar, tetapi membutuhkan arah kreatif baru.

Sayangnya, upaya kebangkitan tersebut tidak cukup untuk membalikkan masalah keuangan perusahaan yang lebih luas.

Akuisisi oleh Groupe Royer

Babak besar berikutnya dimulai dengan Groupe Royer, sebuah grup alas kaki Prancis.

Sejarah korporat Groupe Royer mencatat akuisisi merek Charles Jourdan pada tahun 2008. 11

Pembedaan ini penting karena berbagai sumber sejarah terkadang memberikan tanggal yang berbeda untuk restrukturisasi dan pengalihan aset. Kronologi korporat terkini yang paling jelas dari Groupe Royer adalah:

2008 — Groupe Royer mengakuisisi Charles Jourdan. 12

Groupe Royer kemudian bertanggung jawab untuk mengembangkan merek tersebut sebagai bagian dari portofolio alas kakinya yang lebih luas.

Dekade 2010-an

Selama tahun 2010-an, Charles Jourdan tetap menjadi nama warisan yang dikenali namun tidak lagi dominan secara budaya seperti pada masa kejayaannya.

Groupe Royer terus mengembangkan merek ini. Situs korporatnya mencatat bahwa sebuah butik Charles Jourdan Paris dibuka di 7 Place de la Madeleine pada tahun 2017.

Pemilihan Place de la Madeleine memiliki signifikansi simbolis: menempatkan merek ini kembali di salah satu distrik belanja mewah tradisional Paris.

Meskipun demikian, merek ini masih beroperasi sebagian besar dengan mengandalkan kekuatan reputasi historisnya.

Kebangkitan tahun 2022

Kebangkitan besar terjadi pada tahun 2022.

Groupe Royer menggambarkan momen ini sebagai saat ketika Charles Jourdan “renaît”—pada dasarnya, sebuah kelahiran kembali rumah mode tersebut. Grup ini menunjuk Christelle Kocher, pendiri dan kekuatan kreatif di balik Koché, untuk merancang koleksi baru.

Ini bisa dibilang merupakan perkembangan terpenting dalam sejarah modern Charles Jourdan.

Alih-alih mencoba mereproduksi sepatu Charles Jourdan tahun 1960-an secara persis, kebangkitan ini berupaya menafsirkan ulang karakter asli rumah mode tersebut:

  • warna berani;
  • material tidak biasa;
  • siluet kuat;
  • mode yang menyenangkan;
  • femininitas;
  • keahlian kriya;
  • dan rasa kesenangan.

Groupe Royer secara eksplisit mendeskripsikan estetika kontemporer sebagai penggabungan warna soft-pop, material mengejutkan, dan garis yang kuat, sembari mempertahankan kehalusan dan konstruksi berkualitas tinggi. 13

Identitas Charles Jourdan saat ini

Identitas Charles Jourdan kontemporer pada dasarnya adalah dialog antara warisan dan penemuan kembali.

Rumah mode asli terkenal karena mengubah sepatu wanita menjadi objek mode. Rumah mode saat ini berupaya melakukan hal yang sama untuk generasi baru.

Posisioning kontemporernya dapat diringkas sebagai berikut:

Warisan Prancis

Sejarah merek ini membentang kembali ke tahun 1921 dan ke Romans-sur-Isère, salah satu pusat alas kaki bersejarah di Prancis. 14

Alas kaki feminin

Sepatu wanita tetap menjadi pusat identitas merek.

Kesenangan

Berbeda dengan rumah alas kaki mewah yang sangat terkendali, Charles Jourdan secara historis merangkul warna, bentuk tidak biasa, dan citra provokatif.

Eksperimentasi mode

Asosiasi merek dengan Dior, Cardin, Guy Bourdin, dan desainer-desainer selanjutnya menunjukkan kesediaan jangka panjang untuk berkolaborasi dengan tokoh-tokoh kreatif.

Keahlian kriya

Merek modern menekankan konstruksi yang halus dan keahlian pembuatan sepatu master Italia sembari mempertahankan warisan desain Prancisnya. 15

Estetika merek

Jika estetika Charles Jourdan harus dideskripsikan dalam beberapa kata, frasa yang tepat adalah:

Femininitas Prancis dengan sentuhan surealis dan glamor.

Ini tidak sama dengan minimalisme Paris yang bersahaja.

Secara historis, Charles Jourdan lebih tertarik pada:

hak, siluet, sensualitas, warna, drama, dan dampak visual.

Itulah sebabnya potongan-potongan vintage merek ini dapat terlihat mengejutkan kontemporernya hari ini.

Sepatu Charles Jourdan tahun 1960-an atau 1970-an sering kali memiliki estetika di antara:

  • keanggunan klasik Prancis;
  • modernisme pertengahan abad;
  • glamor tahun 1970-an;
  • mode avant-garde;
  • dan periklanan surealis.

Perbandingan dengan rumah alas kaki Prancis lainnya

Charles Jourdan terkadang dibahas bersama rumah mode seperti Roger Vivier, Robert Clergerie, Stephane Kélian, Bally, dan Christian Louboutin, namun posisi historisnya agak berbeda.

Roger Vivier

Lebih kuat diasosiasikan dengan sepatu yang sangat teknis, berorientasi couture, dan pengembangan hak ikonik.

Christian Louboutin

Muncul kemudian dan jauh lebih kuat diidentifikasi dengan sol merah dan glamor ekstrem.

Stéphane Kélian

Dikenal khususnya karena alas kaki tenun yang canggih dan konstruksi yang rumit.

Charles Jourdan

Secara historis khas karena memadukan alas kaki mewah skala industri, kolaborasi mode, iklan provokatif, dan kemewahan yang terjangkau.

Poin terakhir ini sangat penting. Charles Jourdan membantu menunjukkan bahwa sepatu dapat memiliki aura haute couture tanpa harus menjadi objek couture satu-satunya.

Signifikansi budaya

Signifikansi historis Charles Jourdan melampaui sepatunya itu sendiri.

Perusahaan ini merupakan bagian dari transformasi yang lebih luas dalam mode abad ke-20 di mana aksesori menjadi pusat identitas pribadi.

Merek ini membantu menetapkan gagasan bahwa:

sepatu wanita bisa menjadi elemen penentu dari sebuah busana.

Iklannya pun sama pentingnya. Karya Guy Bourdin mengubah fotografi komersial menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan seni kontemporer dan membantu membuat nama Charles Jourdan mudah diingat bahkan oleh orang-orang yang tidak membeli sepatunya.

Pelestarian alas kaki Charles Jourdan dalam koleksi museum Prancis juga mencerminkan kepentingannya sebagai bagian dari warisan mode material Prancis. Koleksi Kementerian Kebudayaan Prancis mencakup banyak potongan Charles Jourdan, termasuk sepatu yang diasosiasikan dengan Dior dan Pierre Cardin. 16

Warisan Charles Jourdan

Hal yang menarik tentang Charles Jourdan adalah bahwa merek ini secara efektif memiliki dua kehidupan.

Charles Jourdan pertama

1921–kira-kira akhir 1970-an

Seorang pembuat sepatu keluarga Prancis berevolusi menjadi rumah mode mewah internasional.

Bahan kuncinya:

keahlian kriya → mode → Dior → ekspansi internasional → Guy Bourdin → glamor

Charles Jourdan kedua

1980-an–sekarang

Perusahaan bergulat dengan perubahan kepemilikan, kesulitan keuangan, dan perubahan selera mode, namun nilai namanya bertahan.

Strategi modernnya adalah:

warisan → kebangkitan kreatif → mode kontemporer → keahlian kriya

Daya tarik vintage Charles Jourdan

Bagi penggemar mode vintage, Charles Jourdan sangat menarik karena merek ini memproduksi variasi gaya yang sangat banyak selama dekade-dekade paling kreatifnya.

Sebuah potongan vintage Charles Jourdan karenanya bisa menjadi jauh lebih dari sekadar “sepatu desainer tua”.

Tergantung pada periodenya, sepatu tersebut dapat merepresentasikan:

  • keanggunan Prancis tahun 1950-an;
  • modernisme tahun 1960-an;
  • glamor tahun 1970-an;
  • surealisme era Guy Bourdin;
  • power dressing tahun 1980-an;
  • atau upaya kebangkitan desainer di masa kemudian.

Label, konstruksi, material, bentuk hak, negara pembuatan, dan desain keseluruhan karenanya dapat berguna untuk memperkirakan periode dari sepasang sepatu tertentu.

Tokoh penting yang terkait dengan Charles Jourdan

Tokoh Kaitan
Charles Jourdan Pendiri
René Jourdan Putra; membantu ekspansi perusahaan pasca-PD II
Charles Jourdan Jr. Putra; bagian dari generasi kedua
Roland Jourdan Putra; pengaruh penting pada desain selanjutnya
Christian Dior Kolaborasi desain/produksi utama
Pierre Cardin Desainer yang karyanya diproduksi oleh Jourdan
Guy Bourdin Fotografer iklan legendaris
Patrick Cox Upaya kebangkitan kreatif pada tahun 2000-an
Josephus Thimister Desainer yang terlibat dalam kebangkitan tahun 2000-an
Christelle Kocher Desainer kreatif untuk kebangkitan 2022

Hubungan dengan Dior dan Cardin juga terdokumentasi dalam koleksi museum Prancis, bukan hanya dalam sejarah mode sekunder.

Kepemilikan saat ini

Hingga tahun 2026, Groupe Royer mencantumkan Charles Jourdan di antara merek-mereknya dan mendeskripsikan perusahaan sebagai entitas yang didirikan pada tahun 1921. Materi korporat saat ini secara khusus mengidentifikasi kebangkitan tahun 2022 dan peran Christelle Kocher dalam koleksi baru. 17

Groupe Royer adalah grup alas kaki milik keluarga Prancis yang portofolionya mencakup merek-merek seperti Kickers, Aster, dan Stéphane Kélian di samping Charles Jourdan.

Terdapat beberapa informasi yang membingungkan secara daring mengenai YGM Trading dan Charles Jourdan. YGM secara historis memegang hak lisensi/distribusi regional yang penting untuk pakaian dan aksesori Charles Jourdan di Tiongkok Raya dan sebagian Asia Tenggara; hal ini tidak berarti mereka adalah pemilik saat ini dari merek inti Charles Jourdan. Dokumen historis YGM mendeskripsikan pengaturan lisensi regional selama 20 tahun yang dimulai sejak tahun 2004.

Untuk merek Prancis masa kini, materi korporat Groupe Royer sendiri merupakan sumber yang paling jelas: Groupe Royer memiliki dan mengembangkan Charles Jourdan. 18

Ringkasan

Charles Jourdan adalah rumah alas kaki warisan Prancis yang didirikan pada tahun 1921 oleh pembuat sepatu Charles Jourdan di Romans-sur-Isère. Awalnya merupakan bisnis pembuatan sepatu keluarga, perusahaan ini menjadi salah satu nama alas kaki mewah utama di Prancis setelah Perang Dunia II di bawah putra-putra Charles Jourdan, yaitu René, Charles, dan Roland. Butik Paris-nya, hubungan dengan Christian Dior, ekspansi internasional, dan terutama pariwara luar biasa karya Guy Bourdin menetapkannya sebagai ikon mode Prancis tahun 1960-an–70-an. Perusahaan ini kemudian mengalami perubahan kepemilikan dan penurunan finansial, namun namanya bertahan karena warisan budaya dan desainnya yang sangat besar. Groupe Royer mengakuisisi merek ini pada tahun 2008 dan meluncurkannya kembali pada tahun 2022 bersama desainer Christelle Kocher, berupaya menafsirkan ulang kombinasi historisnya antara femininitas Prancis, eksperimentasi, warna, keahlian kriya, dan glamor untuk mode kontemporer. 19

Cara paling sederhana untuk memahami Charles Jourdan adalah menyadari bahwa Charles Jourdan bukan sekadar produsen sepatu. Merek ini adalah salah satu rumah mode yang membantu mengubah sepatu wanita menjadi objek mode dan periklanan modern. Formula historisnya adalah:

Keahlian kriya Prancis

  • hak skulptural
  • kolaborasi rumah mode
  • ambisi internasional
  • pariwara surealis
  • glamor feminin
    = Charles Jourdan

Dan pada dasarnya itulah yang coba ditemukan kembali oleh kebangkitan saat ini.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait