Tentang Daiso
Gambaran Umum
Daiso Industries Co., Ltd. (bahasa Jepang: 株式会社大創産業, Kabushiki-gaisha Daisō Sangyō), yang secara umum dikenal sebagai DAISO, adalah perusahaan ritel multinasional asal Jepang yang bergerak di bidang toko variasi (variety store). Merek ini diakui secara luas di Filipina dan dunia karena menawarkan berbagai macam barang kebutuhan rumah tangga, alat tulis, peralatan dapur, produk kecantikan, mainan, kerajinan tangan, solusi penyimpanan, camilan, dan barang sehari-hari dengan harga yang terjangkau.
Bermarkas di Higashihiroshima, Prefektur Hiroshima, Jepang, Daiso mengoperasikan merek ritelnya baik di dalam negeri maupun secara internasional. Perusahaan mendefinisikan model bisnisnya sebagai jaringan ritel satu harga global, dengan fokus menyediakan variasi produk yang sangat besar pada harga yang konsisten dan terjangkau. Filosofi korporat mereka berpusat pada perubahan kehidupan di seluruh dunia melalui “satu harga”, dengan menekankan keseimbangan antara keterjangkauan dan kualitas.
Informasi Dasar
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama Lengkap | Daiso Industries Co., Ltd. |
| Nama Jepang | 株式会社大創産業 |
| Romanisasi Jepang | Daisō Sangyō |
| Merek | DAISO / ダイソー |
| Industri | Ritel / Toko Variasi / Ritel Diskon |
| Negara Asal | Jepang 🇯🇵 |
| Didirikan | 1972 |
| Dikorporasikan | 1977 |
| Pendiri | Hirotake Yano (矢野博丈) |
| Markas Besar | Higashihiroshima, Hiroshima, Jepang |
| Bisnis Inti | Toko variasi dan ritel satu harga |
| Merek Utama | DAISO, Standard Products, THREEPPY |
| Ekspansi Internasional | Dimulai pada tahun 2001 |
| Skala Global Saat Ini | Lebih dari 5.800 gerai menurut pesan korporat terkini |
Perusahaan membedakan antara tahun 1972, ketika pendiri Hirotake Yano mendirikan Yano Shoten dan memulai penjualan keliling, dan tahun 1977, ketika bisnis tersebut secara resmi dikorporasikan sebagai Daiso Industries.1
Asal-usul: 1972–1977
Sejarah awal Daiso dapat ditelusuri kembali ke Maret 1972, ketika Hirotake Yano mendirikan Yano Shoten. Pada awalnya, bisnis ini berfokus pada penjualan barang-barang rumah tangga melalui penjualan keliling (mobile sales) daripada mengoperasikan department store atau supermarket konvensional, dengan membawa merchandise langsung kepada pelanggan.
Filosofi Yano berpusat pada menjual produk berguna yang dihargai oleh pelanggan. Bisnis ini kemudian berkembang menjadi korporasi formal, dengan Daiso Industries Co., Ltd. dikorporasikan pada Desember 1977.
Nama Daiso (大創) kurang lebih berarti “penciptaan besar” atau “kreasi besar”, mencerminkan ambisi Yano untuk membangun usaha yang signifikan.
Lahirnya Konsep “Toko 100 Yen”
Momen penting dalam sejarah perusahaan adalah penetapan model ritel harga seragam. Alih-alih mengatur bisnis berdasarkan kategori produk tertentu, Daiso menyusun konsep ritelnya berdasarkan harga. Dengan menetapkan titik harga 100 yen dan membangun bisnis berdasarkan pembelian dan penjualan volume tinggi, perusahaan menciptakan format yang kini terkenal di Jepang sebagai toko 100 yen (hyakuen shop).
Pada tahun 1987, Daiso mulai mengembangkan format “100-yen Shop Daiso”, beralih dari penjualan keliling ke lokasi ritel permanen. Kesuksesan gerai-gerai awal ini membuka jalan bagi pengembangan jaringan skala besar.
Ekspansi Cepat di Jepang
Sepanjang akhir 1980-an dan 1990-an, Daiso berekspansi dengan cepat di seluruh Jepang, meningkatkan daya beli dan pengenalan merek secara signifikan. Pada tahun 1999, jumlah gerai Daiso di Jepang melebihi 1.000, mencakup lokasi yang dioperasikan secara langsung dan yang dikelola oleh distributor. Skala ini menjadi keunggulan kompetitif yang kritis, memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan asortimen yang sangat luas sambil menjaga harga tetap rendah.
Ekspansi Internasional
Daiso memulai ekspansi internasionalnya pada tahun 2001 dengan pembukaan gerai luar negeri pertamanya di Taiwan. Dua gerai dibuka secara bersamaan, menandai transisi merek dari jaringan domestik Jepang menjadi pengecer internasional.
Ekspansi berikutnya menjangkau banyak pasar, termasuk:
- 2001: Taiwan
- 2004: Dubai / Timur Tengah
- 2006: Selandia Baru
- 2007: Operasi manufaktur dan logistik di Thailand
- Ekspansi Selanjutnya: Berbagai pasar di Asia, Oseania, Amerika Utara, dan Amerika Tengah
Menjelang tahun 2010, perusahaan melaporkan bahwa jaringan gerainya secara global telah melampaui 3.000 lokasi. Saat ini, Daiso memposisikan dirinya sebagai bisnis ritel global, bukan sekadar toko 100 yen asal Jepang.
Konsep Ritel dan Diferensiasi
Pembeda utama Daiso adalah bahwa harga merupakan inti dari konsep ritelnya. Sementara pengecer tradisional sering kali mengatur berdasarkan kategori (misalnya, Dapur → Peralatan Masak → Penyimpanan), Daiso membalik pendekatan ini:
Ritel satu harga → Asortimen yang sangat besar → Penemuan oleh pelanggan
Struktur ini menciptakan pengalaman belanja yang unik di mana pelanggan sering masuk tanpa daftar spesifik dan menemukan produk saat mereka menjelajah. Perusahaan menyoroti tiga manfaat utama dari model ini:
- Pelanggan dapat membeli lebih banyak item.
- Risiko finansial yang rendah mendorong eksperimen dengan produk baru.
- Pembelian murah dapat secara tak terduga meningkatkan kehidupan sehari-hari.
Elemen “penemuan” ini merupakan bagian integral dari identitas merek Daiso.
Asortimen Produk
Daiso terkenal dengan jangkauan produknya yang sangat luas. Tergantung pada negara dan lokasi gerai spesifik, kategorinya biasanya meliputi:
Rumah Tangga
- Perlengkapan kebersihan
- Wadah penyimpanan
- Gantungan dan keranjang
- Pengatur ruangan (organizer)
- Produk cucian
- Aksesori kamar mandi
- Alat-alat rumah tangga
Dapur
- Piring, cangkir, dan alat makan
- Peralatan memasak
- Wadah penyimpanan makanan
- Pengatur dapur
- Perlengkapan memanggang
Alat Tulis
- Pulpen, buku catatan, dan kertas tempel
- Map dan selotip
- Gunting
- Perlengkapan seni dan sekolah
Kecantikan dan Perawatan Diri
- Aksesori rambut dan sikat
- Cermin dan alat kosmetik
- Wadah perjalanan
- Aksesori perawatan diri
DIY dan Perkakas Keras
- Obeng dan kait
- Produk perekat
- Kabel dan aksesori
- Alat kecil dan produk berkebun
Mainan dan Hobi
- Mainan anak-anak dan teka-teki
- Bahan kerajinan tangan dan perlengkapan pembuatan model
- Perlengkapan pesta dan produk musiman
Merchandise Musiman
Daiso mempertahankan pilihan kuat untuk item musiman, termasuk produk Natal, dekorasi Halloween, barang Hari Valentine, barang Tahun Baru, produk musim panas, dan aksesori perjalanan.
Material korporat menunjukkan bahwa perusahaan membawa sekitar 58.000 item, dengan sekitar 84% dikembangkan secara internal.2
Faktor “Kejutan”
Penemuan produk adalah karakteristik definisi dari merek ini. Gerai menyimpan barang-barang yang sangat biasa berdampingan dengan produk khusus yang tak terduga, menciptakan rasa kejutan bagi pembeli. Pesan korporat secara eksplisit menekankan kegembiraan menemukan bahwa toko tersebut memiliki lebih banyak dari yang diharapkan. Akibatnya, Daiso bersaing tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga pada variasi, kebaruan, kenyamanan, dan penemuan.
Model Bisnis
Model bisnis Daiso bergantung pada beberapa komponen yang saling terkait:
- Pembelian volume tinggi: Volume besar memberikan kekuatan negosiasi yang signifikan dengan pemasok.
- Asortimen produk besar: Perusahaan menjual sejumlah besar produk murah daripada mengandalkan item margin tinggi.
- Pengembangan produk privat: Mengembangkan sebagian besar produk secara internal memungkinkan kontrol atas desain, spesifikasi, kemasan, dan harga.
- Lalu lintas gerai tinggi: Konsep harga rendah mendorong kunjungan yang sering.
- Pembelian impulsif: Harga individual yang rendah mengurangi keraguan untuk pembelian yang tidak direncanakan.
- Perputaran produk yang cepat: Introduksi item baru yang berkelanjutan mendorong kunjungan ulang.
Perusahaan saat ini mengembangkan lebih dari 1.600 item baru per bulan, menggarisbawahi pentingnya kebaruan bagi model bisnisnya.
Hubungan dengan Konsep “Toko 100 Yen”
Meskipun Daiso membantu menetapkan model toko harga seragam modern Jepang, ia berbeda dari konsep generik toko 100 yen. Kompetitor Jepang lainnya termasuk Can Do, Seria, dan Watts. Daiso telah menjadi merek terbesar dan paling dikenal secara internasional di antara merek-merek ini, setelah menetapkan model bisnis jaringan toko global berdasarkan harga seragam.
Strategi Harga
Kesalahpahaman umum adalah bahwa semua produk Daiso setara dengan ¥100. Meskipun model asli Jepang dibangun pada titik harga ini, penetapan harga telah berevolusi. Di Jepang, banyak produk masih sejalan dengan konsep tradisional, tetapi titik harga yang lebih tinggi juga tersedia.
Secara internasional, harga mencerminkan pajak lokal, biaya impor, transportasi, upah, sewa, kurs mata uang, dan kondisi pasar. Oleh karena itu, menggambarkan Daiso hanya sebagai “toko 100 yen” tidak lagi akurat secara global. Deskripsi yang lebih tepat adalah ritel variasi bernilai/berorientasi satu harga, dengan harga yang disesuaikan dengan masing-masing pasar.
Merek Lainnya
Daiso Industries telah memperluas melampaui format DAISO tradisional dengan merek tambahan:
Standard Products
Diposisikan sebagai merek gaya hidup berorientasi desain, Standard Products menekankan desain sederhana, estetika netral, fungsionalitas sehari-hari, dan penggunaan jangka panjang. Merek ini menargetkan konsumen yang mencari produk terjangkau dengan penampilan minimalis.
THREEPPY
Diluncurkan pada tahun 2018, THREEPPY diposisikan di sekitar produk yang umumnya dikaitkan dengan kisaran harga 300 yen dan estetika modis serta berorientasi gaya hidup.3
Merek-merek ini memungkinkan Daiso Industries untuk menjangkau pelanggan di luar segmen toko 100 yen tradisional.
Rebranding dan Identitas Global
Pada Maret 2019, Daiso memperkenalkan identitas korporat global yang terpadu untuk memastikan konsistensi di seluruh dunia. Pernyataan merek menjadi:
“Mengubah kehidupan orang-orang di seluruh dunia dengan satu harga.”
Konsep ini dipasangkan dengan ide tentang “harga yang menginspirasi” dan “kualitas yang menginspirasi”.4 Pergeseran strategis ini mencerminkan evolusi Daiso dari toko diskon domestik menjadi pengecer global Jepang.
Operasional di Thailand
Thailand memainkan peran penting dalam operasi internasional Daiso. Sejarah korporat mencatat pendirian pabrik dan gudang di Thailand pada tahun 2007, memproduksi dan menangani barang plastik dan silikon.
Sebagai pasar penting untuk ritel bergaya Jepang, Thailand menyediakan lingkungan alami bagi ekspansi Daiso. Gerai di sana menampilkan karakteristik inti yang sama seperti di tempat lain: identitas merek asal Jepang, asortimen luas, merchandising berwarna-warni, dan harga rendah hingga moderat. Namun, harga dan ketersediaan produk di Thailand tidak selalu identik dengan yang ada di Jepang.
Pengalaman Berbelanja
Gerai Daiso khas dirancang agar menyerupai perburuan harta karun. Pelanggan mungkin masuk mencari satu item tetapi pergi dengan beberapa pembelian tidak terencana di berbagai kategori. Perjalanan belanja sering mengikuti jalur Kebutuhan → Jelajah → Temukan → Eksperimen → Pembelian Impulsif, alih-alih pencarian linear untuk produk spesifik. Perbedaan ini adalah inti dari pengalaman merek.
Rantai Pasokan dan Pengembangan Produk
Mempertahankan puluhan ribu produk murah membutuhkan rantai pasokan yang canggih. Daiso telah mengembangkan pusat distribusi domestik, hubungan produksi luar negeri, fasilitas logistik regional, dan operasi pembelian skala besar. Sejarah korporat mencatat pengembangan pusat distribusi regional di Jepang selama tahun 2010-an untuk mempersingkat waktu pengiriman dan mengurangi biaya logistik.
Perusahaan juga memelihara jaringan pemasok internasional yang ekstensif, dengan material korporat lama melaporkan pemasok di sekitar 45 negara dan sekitar 1.400 mitra bisnis.
Skala
Daiso telah tumbuh secara signifikan melampaui asalnya sebagai toko ¥100 kecil di Jepang. Pesan korporat saat ini menyatakan bahwa merek DAISO, Standard Products, dan THREEPPY secara kolektif mengoperasikan lebih dari 5.800 gerai di seluruh dunia.5 Untuk konteks historis, data tertanggal sekitar Maret 2022 melaporkan 6.338 gerai di seluruh dunia, termasuk 4.042 lokasi domestik dan 2.296 lokasi luar negeri.6 Karena perusahaan terus membuka dan menutup gerai, angka-angka ini harus diperlakukan sebagai potret waktu tertentu.
Filosofi Korporat
Filosofi Daiso berpendapat bahwa produk terjangkau harus membuat kehidupan sehari-hari lebih kaya. Perusahaan menekankan harga, kualitas, variasi, kreativitas, kenyamanan, dan penemuan. Pesan korporatnya menegaskan bahwa ritel satu harga memungkinkan orang untuk membeli lebih banyak, mencoba produk secara bebas, dan menemukan item yang meningkatkan kehidupan sehari-hari.7 Ini membedakan Daiso dari pengecer “barang murah” murni; tujuannya adalah agar produk dianggap tak terduga berguna dan menyenangkan.
Faktor di Balik Kesuksesan
Beberapa faktor berkontribusi pada kesuksesan Daiso:
- Konsep sederhana: Toko dengan item berguna pada harga rendah mudah dipahami.
- Asortimen besar: Ketidakpastian memberi pelanggan alasan untuk menjelajah.
- Risiko pembelian rendah: Harga terjangkau mendorong eksperimen.
- Daya beli kuat: Skala memungkinkan negosiasi dan manufaktur yang efisien.
- Kebaruan konstan: Produk baru mendorong kunjungan ulang.
- Adaptabilitas internasional: Konsep ini transfer dengan baik ke negara-negara berbeda dengan harga dan merchandise yang dilokalkan.
- Identitas Jepang yang kuat: Merek mendapat manfaat dari minat global terhadap organisasi, desain, dan produk gaya hidup Jepang.
Dampak Budaya
Di Jepang, toko 100 yen menjadi bagian mapan dari budaya konsumen, mengubah cara orang membeli barang rumah tangga murah. Secara internasional, Daiso membantu mengekspor konsep ritel ini. Merek ini sekarang dikaitkan dengan progresi: Jepang → Keterjangkauan → Variasi → Produk Rumah Tangga Cerdas → Penemuan.
Perbandingan dengan Pengecer Lain
| Merek/Tipe | Karakteristik Utama |
|---|---|
| DAISO | Variasi besar + harga rendah + penemuan produk |
| Seria | Ritel 100 yen Jepang dengan posisi desain/gaya hidup yang lebih kuat |
| Can Do | Ritel nilai/100 yen Jepang |
| Miniso | Ritel gaya hidup/nilai dengan fokus karakter/IP dan desain yang kuat |
| Dollar Tree | Model ritel nilai ekstrem AS |
| Muji | Produk gaya hidup minimalis Jepang, umumnya jauh lebih mahal |
| Flying Tiger Copenhagen | Produk variasi berorientasi desain yang terjangkau |
Kekuatan khusus Daiso terletak pada kombinasi asortimen ekstrem dengan harga rendah.
Keunggulan Kompetitif
Posisi kompetitif Daiso dapat dipahami melalui formula:
Harga Rendah + Asortimen Besar + Produk Baru Sering + Daya Beli Kuat
Sementara karakteristik individu dapat ditiru, menggabungkan keempatnya pada skala besar sulit dilakukan. Kompetitor mungkin menawarkan harga rendah dengan variasi buruk, variasi bagus dengan harga lebih tinggi, atau desain menarik dengan lebih sedikit produk. Daiso mengintegrasikan elemen-elemen ini ke dalam satu pengalaman belanja.
Tantangan
Seperti pengecer diskon besar lainnya, Daiso menghadapi beberapa tantangan:
- Kualitas produk: Harga rendah menimbulkan pertanyaan tentang daya tahan; perusahaan harus menyeimbangkan keterjangkauan dengan kualitas.
- Limbah dan konsumsi: Asortimen murah dapat mendorong pembelian impulsif dan siklus hidup produk pendek.
- Penggunaan plastik: Banyak produk rumah tangga berbasis plastik, menimbulkan kekhawatiran lingkungan.
- Harga internasional: Penetapan harga di luar negeri rumit karena tarif, pajak, biaya tenaga kerja, dan fluktuasi mata uang yang bervariasi.
- Kompetisi: Merek menghadapi persaingan dari toko 100 yen Jepang lainnya, pengecer nilai internasional, dan marketplace online.
- Mempertahankan kebaruan: Ketergantungan pada produk baru membuat manajemen pengembangan dan rantai pasokan menjadi krusial.
Daiso Saat Ini
Daiso paling baik dipahami saat ini sebagai perusahaan ritel nilai global Jepang yang besar daripada sekadar toko 100 yen. Gerai DAISO tradisional tetap menjadi bisnis inti, sementara Standard Products dan THREEPPY memfasilitasi masuk ke segmen berorientasi desain dengan harga lebih tinggi. Perusahaan bertujuan untuk menjadi bagian dari “infrastruktur” kehidupan sehari-hari di seluruh dunia, menyediakan produk murah mulai dari kebutuhan pokok hingga hobi dan barang gaya hidup.
Garis Waktu
- 1972: Hirotake Yano mendirikan Yano Shoten dan memulai penjualan keliling.
- 1977: Daiso Industries dikorporasikan.
- 1987: Pengembangan “100-yen Shop Daiso” dimulai.
- 1991: Gerai yang dioperasikan langsung pertama dibuka; pengembangan jaringan skala penuh dimulai.
- 1999: Jumlah gerai di Jepang melampaui 1.000.
- 2001: Gerai luar negeri pertama dibuka di Taiwan.
- 2004: Daiso memasuki Timur Tengah melalui Dubai.
- 2007: Operasi pabrik/gudang Thailand dimulai.
- 2010: Jumlah gerai global melampaui 3.000.
- 2018: THREEPPY diluncurkan sebagai merek gaya hidup berorientasi 300 yen.
- 2019: Daiso memperkenalkan identitas korporat global dan pesan merek yang terpadu.
- 2020-an: DAISO melanjutkan ekspansi internasional sambil mengembangkan Standard Products dan THREEPPY.





