I Indonesia Brand Wiki

Tentang Darul Kutub Ilmiyah

Darul Kutub Ilmiyah (Arab: دار الكتب العلمية, Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah) adalah sebuah penerbit asal Lebanon yang berkantor pusat di Beirut, Lebanon. Didirikan pada tahun 1971 oleh Muhammad Ali Baydoun, penerbit ini dikenal luas sebagai pencetak kitab-kitab keislaman berbahasa Arab, teks warisan klasik (turas), karya akademik, serta buku-buku bertema bahasa dan sastra Arab, sejarah, studi Al-Qur’an, hadis, fikih, teologi, dan disiplin ilmu terkait.1 Dalam catatan publikasinya, lembaga ini sering mencantumkan identitas “Dar al-Kotob al-Ilmiyah – Beirut – Lebanon” dan kerap menggunakan cap terbitan “Mohamad Ali Baydoun Publication.”

Fakta Singkat

Bidang Informasi
Nama Arab دار الكتب العلمية
Transliterasi Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah
Nama Inggris Umum Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah / Dar al-Kutub al-Ilmiyah
Ejaan Indonesia Darul Kutub Ilmiyah / Darul Kutub Al-Ilmiyah
Singkatan DKI
Jenis Penerbit
Didirikan 1971
Pendiri Muhammad Ali Baydoun
Kantor Pusat Beirut, Lebanon
Bahasa Utama Arab
Bahasa Terbitan Lain Inggris, Prancis, Spanyol
Bidang Utama Studi Islam, bahasa Arab, sastra, sejarah, dan warisan klasik
Prefiks Penerbit 978-2-7451
Situs Web Resmi Dar al-Kutub al-Ilmiyyah

Nama dan Makna

Nama Arab دار الكتب العلمية secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi “Rumah Buku-Buku Ilmiah” atau “Penerbit Kitab Ilmu Pengetahuan.” Kata Dār berarti rumah atau institusi, al-Kutub berarti buku-buku, dan al-ʿIlmiyyah merujuk pada sifat ilmiah, akademis, atau berbasis pengetahuan. Meskipun ejaan Latinnya bervariasi—seperti Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, hingga DKI—semuanya merujuk pada entitas penerbitan yang sama di Beirut. Di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, ejaan Darul Kutub Ilmiyah merupakan bentuk yang paling lazim digunakan dalam perdagangan buku dan lingkungan pesantren.

Sejarah

Pendirian di Beirut

Darul Kutub Ilmiyah didirikan di Beirut pada tahun 1971 oleh Muhammad Ali Baydoun. Catatan institusional menegaskan posisi Baydoun sebagai pendiri sekaligus direktur umum. Berdirinya penerbit ini tidak lepas dari peran historis Beirut sebagai salah satu pusat percetakan dan penerbitan tertua di dunia Arab. Sejak awal, Darul Kutub Ilmiyah memfokuskan diri pada penerbitan buku-buku berbahasa Arab, literatur keislaman, warisan klasik, dan karya ilmiah, bukan pada fiksi komersial kontemporer. Identitasnya lekat dengan upaya penyuntingan, pencetakan, dan distribusi teks-teks klasik serta keagamaan.

Pengembangan Katalog

Selama beberapa dekade, Darul Kutub Ilmiyah membangun katalog yang sangat luas, mencakup karya dari berbagai periode sejarah intelektual Islam dan Arab. Publikasinya meliputi edisi karya ulama klasik maupun studi akademik modern. Cakupan topiknya meliputi hadis, fikih, teologi Islam, tafsir Al-Qur’an, tata bahasa Arab, retorika, sastra, sejarah Islam, tasawuf, biografi, etika, hingga kedokteran dan sejarah sains. Sebagai contoh, katalognya memuat edisi Jāmiʿ Bayān al-ʿIlm wa-Faḍlih karya Ibn ʿAbd al-Barr serta berbagai kitab tentang ilmu hadis dan kebahasaan Arab.

Identitas Editorial

Ciri khas utama Darul Kutub Ilmiyah adalah penekanannya pada warisan klasik Arab dan Islam. Banyak buku yang diterbitkan bukan sekadar reproduksi fotokopi dari cetakan lama, melainkan disajikan sebagai edisi muḥaqqaq (tahqiq), yaitu teks yang telah melalui proses penyuntingan ilmiah, kolasi naskah, dan verifikasi sumber. Dalam edisi semacam ini, seorang editor biasanya melacak manuskrip yang tersedia, membandingkan varian teks, menetapkan bacaan yang paling otoritatif, memperbaiki kesalahan salin, menambahkan catatan kaki dan referensi, menyusun indeks, hingga menyiapkan naskah untuk percetakan modern. Hal ini menjadikan Darul Kutub Ilmiyah sangat menonjol di pasar edisi Arab untuk karya-karya Islam tradisional. Misi penerbit ini sendiri digambarkan sebagai upaya memperkaya khazanah perpustakaan Arab dan menghidupkan kembali manuskrip berharga melalui verifikasi ilmiah dan penyajian dalam edisi yang mudah diakses.

Bidang Publikasi Utama

Studi Islam

Keilmuan Islam membentuk inti dari katalog Darul Kutub Ilmiyah. Publikasinya mencakup akidah, fikih, ushul fikih, hadis, ilmu hadis, tafsir, sirah nabawiyah, sejarah Islam, etika Islam, dan tasawuf. Contohnya termasuk penerbitan Jāmiʿ Bayān al-ʿIlm wa-Faḍlih karya Ibn ʿAbd al-Barr yang membahas pentingnya ilmu dan adab ulama.

Fikih

Fikih merupakan kategori besar lainnya. Katalognya memuat karya yang membahas prinsip hukum Islam dan fikih praktis, mulai dari kitab panduan klasik hingga studi spesialis modern. Salah satu contohnya adalah Aḥkām al-Faḍāʾ fī al-Fiqh al-Islāmī, yang membahas persoalan fikih terkait luar angkasa, termasuk isu ibadah dan hukum Islam di lingkungan tersebut.2

Hadis

Darul Kutub Ilmiyah menerbitkan koleksi hadis klasik maupun karya tentang metodologi dan sejarah ilmu hadis. Katalognya mencakup kumpulan risalah tentang ilmu hadis dari tokoh seperti al-Nasāʾī dan al-Khaṭīb al-Baghdādī.

Bahasa Arab

Linguistik Arab juga menjadi komponen penting. Publikasinya meliputi nahwu (tata bahasa), sharaf (morfologi), ortografi, retorika, sastra Arab klasik, dan kajian linguistik. Contoh nyatanya adalah penerbitan kitab al-Imlāʾ yang membahas konvensi penulisan dan ejaan bahasa Arab.

Sastra Klasik dan Warisan Budaya

Identitas Darul Kutub Ilmiyah sangat erat kaitannya dengan kutub al-turāth (kitab-kitab warisan). Katalognya memuat karya para ulama, teolog, ahli hukum, sejarawan, linguis, sufi, dan dokter dari berabad-abad silam. Inilah sebabnya edisi Darul Kutub Ilmiyah sangat mudah ditemukan di pesantren, perpustakaan berbahasa Arab, koleksi riset, dan kalangan santri yang mendalami kitab kuning.

Bahasa Publikasi

Bahasa Arab adalah bahasa dominan dalam katalog perusahaan. Namun, Darul Kutub Ilmiyah juga memiliki publikasi dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Spanyol. Aktivitas multibahasa ini memungkinkan sebagian tradisi keilmuan Islam-Arab beredar di luar dunia berbahasa Arab. Meskipun demikian, sebagian besar buku dengan cap Darul Kutub Ilmiyah tetap merupakan edisi berbahasa Arab dari karya asli atau edisi ilmiah berbahasa Arab, bukan terjemahan.

Model Penerbitan

Darul Kutub Ilmiyah beroperasi sebagai kombinasi antara penerbit teks klasik, editor ilmiah, percetakan, dan distributor. Buku-bukunya umumnya memuat informasi bibliografis lengkap seperti penulis, editor (muḥaqqiq), judul, penerbit, edisi, tahun terbit, ISBN, jumlah halaman, dan klasifikasi subjek. Katalog daringnya juga menyediakan rincian format fisik dan bahasa untuk setiap karya.

Produksi dan Edisi Fisik

Edisi Darul Kutub Ilmiyah mudah dikenali di toko buku Islam berkat presentasi komersialnya yang terstandarisasi. Sebuah edisi tipikal biasanya memuat halaman judul berbahasa Arab, nama penulis, kredit tahqiq, informasi penerbit, ISBN, pernyataan edisi, cap Beirut/Lebanon, indeks, catatan kaki, serta ukuran halaman yang relatif seragam. Catatan penerbit menunjukkan bahwa buku-bukunya umumnya berukuran sekitar 17 × 24 cm, dengan jilid lunak atau karton tergantung judulnya.3 Prefiks ISBN penerbit ini tercatat sebagai 978-2-7451.

Hubungan dengan Keilmuan Islam Klasik

Darul Kutub Ilmiyah memegang peranan strategis dalam sirkulasi literatur Islam pra-modern di era kontemporer. Sebagian besar warisan intelektual Islam bertahan dalam bentuk manuskrip atau cetakan tua. Penerbit seperti Darul Kutub Ilmiyah membuat materi ini dapat diakses oleh pembaca modern melalui edisi baru. Namun, peneliti perlu menyadari bahwa kualitas dan metodologi editorial bisa berbeda antar-edisi dan antar-editor. Label “diterbitkan oleh Darul Kutub Ilmiyah” tidak serta-merta menjamin keseragaman kualitas ilmiah; kredibilitas masing-masing edisi sangat bergantung pada kompetensi muḥaqqiq dan sumber naskah yang digunakan.

Jenis Buku Ternama

Reputasi Darul Kutub Ilmiyah dibangun melalui koleksi kitab klasik dan Islam yang sangat banyak, bukan hanya satu judul tertentu. Katalognya mencakup karya tokoh-tokoh seperti Ibn ʿAbd al-Barr, al-Khaṭīb al-Baghdādī, al-Nasāʾī, Ibn Qudāmah, Ibn Hishām, ʿAbd al-Ghanī al-Nābulusī, Raḥmat Allāh al-Kairānawī, al-Ṭabarī, serta banyak ahli fikih, teolog, linguis, sejarawan, dan penulis sufi generasi kemudian.

Keberadaan di Indonesia dan Asia Tenggara

Nama Darul Kutub Ilmiyah sangat akrab bagi pembaca buku Arab dan Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Toko buku Islam di Indonesia secara rutin menyediakan edisi DKI, baik berupa kitab asli maupun rujukan terhadap karya yang diterbitkan oleh rumah penerbitan Beirut ini. Daftar penjualan buku di Indonesia saat ini secara eksplisit mengidentifikasi produk bermerek Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah sebagai terbitan yang diasosiasikan dengan Muhammad Ali Baydoun dan pendirian Beirut tahun 1971.

Penerbit ini juga memiliki koneksi institusional di kawasan ini. Sebuah publikasi yang membahas penerbit Arab yang dikontrak oleh International Islamic University Malaysia mencatat adanya perjanjian penerbitan antara Darul Kutub Ilmiyah dan unit penerbitan universitas tersebut pada tahun 2010. Hal ini menjelaskan mengapa buku-buku DKI relatif umum ditemukan di pesantren, perguruan tinggi Islam, toko kitab Arab, dan koleksi pribadi pecinta kitab turas di Indonesia.

Kontroversi Sirāj al-Ṭālibīn

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah penerbit ini berkaitan dengan kitab Sirāj al-Ṭālibīn, yang dikarang oleh ulama Nusantara Kyai Ihsan Jampes (Ihsan bin Dahlan al-Jampesi). Pada tahun 2009, perwakilan Indonesia yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) mengkritik edisi DKI karena atribusi kepengarangan dalam cetakan tersebut diubah atau tidak tepat. NU Online melaporkan bahwa editor dan penerbit telah dihubungi terkait masalah ini. Selanjutnya, direktur DKI Muhammad Ali Baydoun dikabarkan menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan publikasi tersebut. Peristiwa ini menyoroti pentingnya akurasi atribusi kepengarangan dalam penerbitan teks klasik, terutama untuk karya ulama yang komunitas intelektual dan keturunannya masih dapat diidentifikasi. Namun, kasus ini tidak boleh digeneralisasikan sebagai penilaian mutlak terhadap seluruh terbitan Darul Kutub Ilmiyah; setiap edisi harus dinilai berdasarkan aparatus editorial dan sumbernya masing-masing.

Reputasi dan Penggunaan Akademik

Darul Kutub Ilmiyah telah menjadi penerbit teks warisan Islam berbahasa Arab yang tersebar luas. Buku-bukunya tersimpan di perpustakaan universitas, pesantren, perpustakaan berbahasa Arab, koleksi pribadi ulama, toko buku Islam, serta tercantum dalam bibliografi dan basis data buku digital. Katalog perpustakaan internasional, seperti NYU Arabic Collections Online, juga mencatat rekaman untuk karya-karya dengan cap terbitan Darul Kutub Ilmiyah.

Identitas Korporat dan Institusional

Penerbit ini sering disebut dengan singkatan DKI. Data Wikidata mencatatnya sebagai penerbit Lebanon yang didirikan pada 1971, berkantor pusat di Beirut, dengan Muhammad Ali Baydoun sebagai pendiri, serta memiliki prefiks ISBN 978-2-7451. Referensi berbahasa Prancis menyebutkan nama korporat lengkapnya sebagai Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah lil-Ṭibāʿah wa-al-Nashr wa-al-Tawzīʿ, yang berarti “Dar al-Kutub al-Ilmiyyah untuk Percetakan, Penerbitan, dan Distribusi.”

Situs Web dan Katalog

Penerbit ini mengelola situs web resmi di al-ilmiyah.com. Katalog daringnya menyediakan rekaman bibliografis individual yang sangat berguna untuk membedakan edisi DKI dari penerbit bernama serupa, karena memuat rincian ISBN, penulis, editor, tahun terbit, format, subjek, dan detail bibliografis lainnya.

Karakteristik Khas Darul Kutub Ilmiyah

Identitas Darul Kutub Ilmiyah bertumpu pada lima karakteristik utama:

1. Asal Beirut

Merupakan penerbit Lebanon, bukan Indonesia, Arab Saudi, Mesir, atau India, yang didirikan di Beirut pada tahun 1971.

2. Warisan Islam Klasik

Katalognya sangat berorientasi pada turas Arab dan Islam.

3. Edisi Ilmiah

Sebagian besar keluarannya terdiri dari teks yang disiapkan oleh editor dan muḥaqqiqūn, bukan buku kontemporer biasa.

4. Katalog Sangat Luas

Output penerbitannya mencakup fikih, hadis, tafsir, teologi, bahasa Arab, sastra, sejarah, tasawuf, dan disiplin ilmu lainnya.

5. Sirkulasi Internasional

Meskipun bahasa Arab adalah bahasa utamanya, buku-buku DKI beredar luas melampaui Lebanon, termasuk di Asia Tenggara serta melalui penjual buku dan perpustakaan internasional.

Penilaian Sebagai Penerbit

Dari perspektif bibliografis, Darul Kutub Ilmiyah sebaiknya dipahami terutama sebagai imprint penerbitan teks klasik/Islam berbahasa Arab yang besar, bukan sebagai institusi ideologis atau keilmuan tunggal. Pentingnya penerbit ini terletak pada volume literatur Islam dan Arab yang telah dibantu sirkulasinya di era modern. Namun, peneliti harus menilai edisi DKI tertentu berdasarkan editor, sumber manuskrip, pengantar, catatan kaki, varian teks, indeks, dan perbandingan dengan edisi lain, alih-alih menganggap bahwa cap DKI saja menjamin tingkat reliabilitas tekstual tertentu. Hal ini terutama relevan untuk penelitian serius yang melibatkan hadis, fikih, teologi, studi manuskrip, atau atribusi karya klasik.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait