I Indonesia Brand Wiki

Tentang DBODHI

Gambaran Umum

DBODHI adalah merek furnitur dan gaya hidup yang dikenal karena mengintegrasikan material alami daur ulang, keahlian pengrajin Indonesia, serta desain kontemporer dengan koneksi kuat terhadap alam. Perusahaan ini mendefinisikan dirinya sebagai sekelompok “pembuat karya dari asal” (crafters of origin), memproduksi furnitur dan elemen interior yang mempertahankan karakter inheren dan narasi bahan-bahannya, alih-alih memaksakan kesempurnaan yang seragam.1

Kategori Informasi
Nama Merek DBODHI
Industri Furnitur & interior rumah
Didirikan 2007
Pendiri Raymond Davids
Kewarganegaraan Pendiri Belanda
Basis Produksi Indonesia, khususnya Jawa
Markas Besar (Publik) Beverwijk, Holland Utara, Belanda
Filosofi Inti Harmoni antara alam, budaya, dan keahlian kerajinan
Material Khas Kayu jati bekas pakai (reclaimed teak)
Material Lainnya Rotan, abaka, daun kelapa, sisal, besi, dan material organik/daur ulang lainnya
Posisi Merek Furnitur berkelanjutan, buatan tangan, alami, dan kontemporer
Tagline/Identitas “Crafters of Origin”

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, DBODHI adalah perusahaan furnitur swasta yang bermarkas di Beverwijk, Holland Utara, dengan jumlah karyawan antara 51 hingga 200 orang.2

Sejarah

DBODHI didirikan pada tahun 2007 oleh pengusaha asal Belanda, Raymond Davids. Merek ini lahir sebagai respons terhadap dominasi furnitur kayu baru yang licin dan modern, di mana Davids berusaha menciptakan potongan-potongan unik yang memiliki sejarah nyata.1

Model bisnis awal berfokus pada pemanfaatan kembali kayu tua yang diselamatkan dari rumah-rumah berusia satu abad di desa-desa terpencil di Jawa Timur, Indonesia. Alih-alih membuang kayu-kayu tua tersebut sebagai limbah, Davids bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk mengubahnya menjadi meja, lemari, dan perabotan lainnya.1

Sejak pendiriannya, DBODHI telah berkembang dari konsep kayu bekas pakai menjadi merek gaya hidup yang komprehensif. Penawaran saat ini mencakup furnitur ruang makan dan ruang tamu, elemen kamar tidur, solusi penyimpanan, tempat duduk, pencahayaan, dan objek dekoratif.1

Filosofi

Filosofi inti DBODHI berakar pada hubungan antara alam dan keahlian kerajinan. Perusahaan memandang alam sebagai sumber utama material sekaligus inspirasi bagi desain-desainnya. Pendekatan mereka memprioritaskan biarkan karakteristik alami dari material berkelanjutan tetap terlihat pada produk jadi, alih-alih menyembunyikannya melalui proses manufaktur.1

Tiga konsep kunci mendefinisikan identitas merek:

Alam

Material alami merupakan fundamental bagi DBODHI. Merek ini secara sengaja memasukkan elemen-elemen seperti kayu jati bekas pakai, rotan, abaka, dan daun kelapa ke dalam koleksi furnitur dan pencahayaannya.1

Keahlian Kerajinan

Produksi sering kali menggunakan teknik manual atau tradisional. DBODHI menyoroti keahlian para pengrajin Indonesia dan memanfaatkan pengetahuan yang terkait dengan tradisi kerajinan Jawa.1

Cerita dan Warisan

Alih-alih menghilangkan ketidaksempurnaan, DBODHI memperlakukan usia, tekstur, variasi, dan tanda-tanda penggunaan sebelumnya sebagai bagian integral dari identitas material. Pendekatan ini memberikan penampilan khas pada setiap potongan individual dan memperkuat konsep bahwa furnitur dapat mewujudkan sejarah.1

Kayu Jati Bekas Pakai (Reclaimed Teak)

Kayu jati bekas pakai adalah material pendefinisi DBODHI. Perusahaan memperoleh kayu ini dari rumah-rumah berusia satu abad di desa-desa terpencil di Jawa Timur. Awalnya dipanen dari pohon-pohon matang, kayu tersebut disortir dan diproses setelah bangunan dibongkar, memberinya kehidupan kedua sebagai furnitur.1

Metode pengadaan ini memberikan karakteristik yang sulit direplikasi dengan kayu baru, termasuk:

  • Variasi alami pada serat kayu
  • Permukaan yang lapuk
  • Simpul dan ketidakteraturan
  • Tanda-tanda yang terkait dengan kehidupan kayu sebelumnya
  • Variasi warna dan tekstur individual
  • Penampilan yang tampak menua secara visual

Akibatnya, furnitur DBODHI hadir sebagai objek yang dibuat dari material dengan sejarah yang sudah ada, bukan barang produksi massal yang terstandarisasi.

Material Alami Lainnya

Meskipun jati menjadi pusat perhatian, DBODHI menggunakan kosakata material yang lebih luas:

  • Abaka: Digunakan untuk furnitur anyaman dan aksesori. Koleksi Knut, misalnya, menggabungkan abaka yang dianyam tangan dengan kayu jati bekas pakai dan material struktural.1
  • Daun Kelapa: Tulang daun tengah yang kuat dari daun palem dikeringkan, dibersihkan, dipilih, dan dianyam secara manual menggunakan teknik tradisional untuk menciptakan material bertekstur.1
  • Rotan: Banyak digunakan dalam furnitur dan pencahayaan, berkontribusi pada estetika organik dan tropis merek ini.1
  • Besi: Sering dikombinasikan dengan material alami dalam struktur pencahayaan dan furnitur untuk memberikan kontras kontemporer terhadap elemen-elemen pedesaan.1

Gaya Desain

Estetika DBODHI menempati ruang di antara desain interior kontemporer dan furnitur organik. Alih-alih mereproduksi bentuk-bentuk tradisional Indonesia secara harfiah, merek ini menerjemahkan material dan teknik kerajinan tradisional ke dalam siluet modern.

Karakteristik desain tipikal meliputi:

  • Warna-warna hangat dan membumi
  • Serat kayu yang terlihat jelas
  • Tekstur organik
  • Siluet bulat atau skulptural
  • Permukaan anyaman
  • Bentuk struktural minimalis
  • Kombinasi kayu, serat, dan logam
  • Ketidaksempurnaan material yang sengaja ditampilkan
  • Perpaduan antara karakter pedesaan dan gaya kontemporer

Estetika ini selaras dengan interior yang menyukai gaya Japandi, kontemporer alami, modern organik, rustic-modern, dan tropical-modern.

Kategori Produk

DBODHI telah berekspansi melampaui meja kayu bekas pakai menjadi merek perabotan rumah tangga yang komprehensif. Katalognya mencakup:

  • Meja makan
  • Meja kopi
  • Meja samping
  • Lemari
  • Laci pakaian
  • Meja kerja
  • Tempat tidur
  • Cermin
  • Kursi
  • Bangku panjang
  • Bangku kecil
  • Rak buku
  • Keranjang
  • Furnitur insidental
  • Lampu gantung dan lampu lantai
  • Objek dekoratif
  • Aksesori interior

Koleksi saat ini meliputi Ace, Artisan, Bright, Caterpillar, Classy, Coco, Collectables, Grace, Heritage, Hopper, Inline, Knut, Kupu-Kupu, Linea, Luna, Motion, Opral, Pebbles, Shelfmate, dan Tess.1

Ace

Rentang Ace terdiri dari meja kopi, lemari, dan laci pakaian, mewakili interpretasi kontemporer dari material alami.

Artisan

Koleksi ini menampilkan meja makan, kursi, bangku, dan meja kerja. Ini mencontohkan kombinasi material yang tampak tradisional dengan bentuk-bentuk kontemporer yang bersih.1

Coco

Coco menggabungkan material anyaman berbasis kelapa dan kayu alami untuk menciptakan potongan-potongan taktil dan organik.

Caterpillar

Meliputi tempat duduk, keranjang, dan item lainnya, Caterpillar adalah salah satu koleksi berorientasi gaya hidup yang paling mudah dikenali dari merek ini.

Knut

Knut menunjukkan pendekatan modern terhadap kerajinan tradisional, menampilkan meja dengan serat abaka yang dianyam tangan dan kayu jati bekas pakai. Beberapa desain mengambil inspirasi dari lanskap Indonesia, termasuk bentuk sawah.1

Bright

Bright adalah koleksi fokus pencahayaan DBODHI. Koleksi ini menggabungkan material alami anyaman seperti rotan dengan besi atau kayu jati bekas pakai untuk menghasilkan pencahayaan dekoratif yang dirancang untuk menciptakan suasana hangat.1

Manufaktur

Meskipun berasal dari Belanda, DBODHI mempertahankan koneksi operasional yang kuat dengan Indonesia. Perusahaan menyatakan bahwa furniturnya diproduksi di Indonesia, baik di studionya sendiri di Jawa maupun melalui bengkel mitra.1

Model produksi ini menggabungkan arahan desain Belanda dan Eropa dengan material dan keahlian kerajinan Indonesia. Indonesia berfungsi lebih dari sekadar lokasi manufaktur; material, pengrajin, referensi budaya, dan teknik tradisional yang terkait dengan Jawa adalah sentral bagi identitas merek.

Keberlanjutan

Keberlanjutan adalah pilar utama bagi DBODHI, didekati melalui pilihan material dan kerajinan daripada posisi “hijau” yang didorong oleh teknologi. Strategi kunci meliputi:

  • Menggunakan kembali kayu jati bekas pakai
  • Memanfaatkan material organik
  • Pemanfaatan kembali kayu dengan kehidupan sebelumnya
  • Menerapkan teknik kerajinan tradisional
  • Menggunakan serat nabati terbarukan seperti abaka dan kelapa
  • Merancang furnitur untuk daya tahan lama
  • Mempertahankan karakteristik visual dari material bekas pakai

Perusahaan berusaha meminimalkan dampak lingkungan dan menganggap harmonisasi dengan alam sebagai hal mendasar bagi operasinya.1 Namun, “berkelanjutan” dalam konteks ini terutama merujuk pada penggunaan material bekas pakai dan organik serta penekanan pada daya tahan, daripada sertifikasi lingkungan universal untuk setiap komponen.

Identitas Merek

Identitas DBODHI dirangkum sebagai Alam + Warisan + Keahlian Kerajinan + Desain Kontemporer. Frasa “Crafters of Origin” merangkum posisi ini.1

Merek ini memasarkan asal-usul dan karakter material sebagai nilai produk intrinsik. Misalnya, sebuah meja DBODHI disajikan bukan hanya sebagai permukaan fungsional tetapi sebagai objek yang mengandung sejarah dan tekstur kayu jati bekas pakai.

Pasar Target

DBODHI menargetkan konsumen yang menghargai:

  • Furnitur premium atau pasar menengah atas
  • Material alami dan berkelanjutan/daur ulang
  • Produk buatan tangan atau artisan
  • Desain interior kontemporer
  • Furnitur unik dengan karakter yang terlihat
  • Interior yang hangat dan organik
  • Furnitur yang tahan lama, bukan sekali pakai

Harga mencerminkan posisi ini, berkisar dari aksesori dan pencahayaan kecil hingga meja makan dan lemari dengan harga lebih tinggi.1

Kehadiran Internasional

Meskipun berakar di Indonesia dan didirikan oleh pengusaha Belanda, DBODHI beroperasi dalam pasar furnitur internasional. Produk didistribusikan melalui pengecer dan mitra desain di Eropa, Asia, Australia, Selandia Baru, dan wilayah lainnya.

Pengecer desain Journey East menggambarkan DBODHI sebagai merek yang berpusat pada material bekas pakai dan organik, produksi Indonesia, dan keahlian kerajinan Jawa. Merek ini juga telah berpartisipasi dalam ekosistem pameran furnitur internasional Indonesia, termasuk IFEX, di mana penggunaan kayu jati bekas pakai dan material alaminya telah disorot.3

Posisi Industri

DBODHI menempati posisi hibrida di antara beberapa kategori:

  • Keahlian kerajinan tradisional Indonesia
  • Furnitur berkelanjutan/daur ulang
  • Desain Eropa kontemporer
  • Interior gaya hidup premium

Identitas berbeda ini membedakannya dari merek furnitur tradisional Indonesia murni karena bentuk-bentuk kontemporernya, dan dari perusahaan bergaya Skandinavia karena identitas material dan kerajinan Jawanya yang kuat. Selain itu, portofolionya meluas melampaui kayu bekas pakai untuk mencakup pencahayaan, produk anyaman, tempat duduk, dan penyimpanan.

Pembeda utama meliputi:

  1. Kayu jati bekas pakai sebagai material khas, khususnya kayu yang dipulihkan dari struktur tua di Jawa Timur.1
  2. Keahlian kerajinan Indonesia yang terintegrasi mendalam dalam narasi merek.1
  3. Asal-usul Belanda, didirikan oleh Raymond Davids pada tahun 2007.1
  4. Keaslian material, memperlakukan ketidaksempurnaan sebagai karakteristik yang diinginkan.
  5. Desain berbasis alam dengan material dan bentuk organik yang sentral bagi identitas visual.
  6. Interpretasi kontemporer dari material tradisional untuk interior modern.
  7. Penceritaan mengenai sejarah dan asal-usul material.
  8. Portofolio gaya hidup yang luas yang meluas melampaui meja dan lemari asli menjadi koleksi interior lengkap.1

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait