I Indonesia Brand Wiki

Belanja di Lazada

Produk Dekoruma

Lihat di Lazada

Tentang Dekoruma

Profil Dasar

Bidang Informasi
Merek Dekoruma
Industri Rumah & living, furnitur, desain interior, ritel & e-commerce
Didirikan 2015
Pendiri Dimas Harry Priawan dan Aruna Harsa
Kantor Pusat Jakarta, Indonesia
Badan Hukum PT Dekoruma Inovasi Lestari
Model Awal Marketplace furnitur/dekor rumah online
Model Saat Ini Platform rumah & living omnichannel
Estetika Khas Japandi
Saluran Utama E-commerce, Experience Centers, layanan desain interior
Grup Induk Blibli–Tiket Group
Peristiwa Korporat Penting Blibli mengakuisisi ~99.83% saham Dekoruma pada Juni 2024

Dekoruma adalah perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang rumah & living, furnitur, desain interior, dan ritel omnichannel. Perusahaan ini memulai perjalanannya pada tahun 2015 sebagai marketplace digital untuk furnitur dan dekorasi rumah, kemudian berekspansi ke layanan desain interior, jasa terkait konstruksi, ritel fisik, serta solusi hunian yang lebih luas. Saat ini, Dekoruma beroperasi sebagai bagian dari ekosistem Blibli–Tiket, setelah Blibli mengakuisisi sekitar 99,83% sahamnya pada tahun 2024. 1

Meskipun Dekoruma sendiri mengidentifikasi tahun 2015 sebagai tahun pendirian, beberapa basis data pihak ketiga menggunakan tahun 2016 sebagai tanggal peluncuran atau pembentukan badan hukum. Sejarah perusahaan dan para pendirinya umumnya merujuk bisnis ini kembali ke 2015, sehingga tahun tersebut lebih tepat digunakan dalam narasi sejarahnya.

Apa Itu Dekoruma?

Pada dasarnya, Dekoruma adalah perusahaan yang membantu konsumen Indonesia untuk mengisi, mendekorasi, mendesain, dan meningkatkan kualitas hunian mereka.

Namun, menggambarkan Dekoruma sekadar sebagai pengecer furnitur akan melewatkan aspek yang membuat perusahaan ini unik. Dekoruma secara bertahap menggabungkan berbagai elemen berikut:

  1. Ritel furnitur
  2. Dekorasi dan aksesori rumah
  3. E-commerce
  4. Desain interior
  5. Layanan desain dan bangun (design-and-build)
  6. Furnitur kustom
  7. Showroom fisik / Experience Centers
  8. Merek-merek rumah & living
  9. Layanan terkait properti
  10. Teknologi digital dan perdagangan omnichannel

Posisi pasar Dekoruma sangat erat kaitannya dengan konsep Japandi—sebuah kombinasi prinsip desain Jepang dan Skandinavia yang ditandai oleh kesederhanaan, fungsionalitas, garis-garis bersih, bahan alami, dan efisiensi penggunaan ruang. Deskripsi resmi Dekoruma menekankan pada furnitur yang indah, multifungsi, hemat tempat, dan terjangkau, dengan Japandi sebagai gaya khasnya. 2

Cerita Pendirian

Dekoruma didirikan oleh Dimas Harry Priawan dan Aruna Harsa, keduanya merupakan alumni Nanyang Technological University di Singapura. Dimas menjabat sebagai CEO dan co-founder, sementara Aruna mengambil peran teknologi/CTO dalam pengembangan awal perusahaan.

Dimas Harry Priawan adalah lulusan teknik elektro dan elektronik dari NTU, yang kemudian meraih gelar master di bidang Manajemen Lingkungan dan Energi dari University of Twente. Sebelum mendirikan Dekoruma, ia bekerja di aCommerce, sebuah perusahaan solusi e-commerce.

Aruna Harsa mempelajari matematika dan ekonomi di NTU dan sebelumnya telah mendirikan berbagai usaha teknologi lainnya. Forbes mencatatnya sebagai co-founder dan CTO Dekoruma, demikian pula Endeavor mengidentifikasinya dengan peran tersebut. 3

Peluang yang Terlihat

Saat Dekoruma sedang digagas, e-commerce di Indonesia sudah berkembang pesat, namun perdagangan online saat itu masih terkonsentrasi pada kategori seperti fashion, elektronik, dan barang konsumsi. Dimas dan Aruna melihat peluang di pasar rumah & living yang relatif belum tergarap maksimal.

Alih-alih bersaing langsung di kategori yang sudah matang, mereka memilih furnitur dan produk rumah karena kategori tersebut memiliki karakteristik:

  • Nilai transaksi yang relatif tinggi,
  • Hambatan offline yang substansial,
  • Pemasok yang terfragmentasi,
  • Peluang besar untuk penemuan produk secara digital,
  • Basis konsumen Indonesia yang besar dan semakin urban.

Bisnis awal mereka bukanlah toko furnitur tradisional, melainkan marketplace berbasis teknologi untuk furnitur dan produk rumah. 4

2015–2016: Marketplace Furnitur

Dekoruma awalnya beroperasi terutama sebagai marketplace online/platform e-commerce yang menjual produk furnitur dan dekorasi rumah. Pilihan strategis ini penting karena alih-alih memulai dengan showroom fisik raksasa seperti pengecer furnitur konvensional, Dekoruma memanfaatkan internet untuk:

  • Menampilkan asortimen yang luas,
  • Mengagregasi pemasok,
  • Menjangkau konsumen di luar satu kota,
  • Mengumpulkan data pelanggan,
  • Memahami perilaku pembelian,
  • Bereksperimen dengan kategori furnitur.

Perusahaan mendeskripsikan misi awalnya sebagai upaya membuat pengalaman mengisi rumah menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi keluarga Indonesia. 5

Pivot Strategis Besar: Desain Interior

Salah satu perkembangan paling penting bagi Dekoruma terjadi pada 2017, ketika perusahaan melampaui penjualan produk dan mulai menawarkan layanan desain interior. Hal ini mengubah fundamental bisnis. Jika sebelumnya pendekatannya adalah “Berikut adalah sofa. Apakah Anda ingin membelinya?”, Dekoruma kini dapat menawarkan: “Ceritakan kepada kami rumah seperti apa yang Anda inginkan, dan kami dapat membantu mendesain serta mengisinya.”

Ini menciptakan perjalanan pelanggan yang lebih terintegrasi. Seorang pelanggan berpotensi menjalani alur: penemuan → desain → pembelian → kustomisasi → pengisian → pemasangan, tanpa harus berurusan terpisah dengan desainer interior, pengecer furnitur, kontraktor, dan berbagai pemasok lain. Ekspansi ke desain interior pada 2017 didokumentasikan sebagai tahap signifikan dalam perkembangan perusahaan.

Mengapa Posisi “Japandi” Penting

Japandi kemungkinan adalah asosiasi desain paling mudah dikenali dari Dekoruma. Japandi = Jepang + Skandinavia. Gaya ini biasanya menggabungkan:

  • Minimalisme Jepang,
  • Kepraktisan Skandinavia,
  • Warna netral,
  • Bahan alami,
  • Bentuk sederhana,
  • Interior yang tidak berantakan,
  • Fungsionalitas,
  • Efisiensi penggunaan ruang.

Hal ini sangat relevan bagi target pelanggan Dekoruma karena banyak rumah dan apartemen urban di Indonesia memiliki luas lantai yang terbatas. Oleh karena itu, “Japandi” bukan sekadar label pemasaran estetika, melainkan cocok dengan proposisi perusahaan yang lebih luas: Membuat rumah urban yang relatif kecil terasa nyaman, menarik, dan fungsional. Dekoruma secara eksplisit mendeskripsikan proposisi furnitur dan desainnya围绕 Japandi, multifungsi, dan desain hemat tempat.

Target Pelanggan

Secara historis, Dekoruma berfokus kuat pada konsumen urban Indonesia, termasuk:

  • Profesional muda,
  • Pasangan muda,
  • Keluarga muda,
  • Penghuni apartemen,
  • Pemilik rumah pertama kali,
  • Orang-orang yang merenovasi rumah,
  • Konsumen yang tertarik pada desain interior modern.

Proposisi Dekoruma berada di antara beberapa kategori tradisional. Seorang pelanggan mungkin sebelumnya perlu mengunjungi: toko furnitur + toko dekorasi + desainer interior + kontraktor + pembuat furnitur kustom. Dekoruma berusaha menyatukan banyak aktivitas tersebut ke dalam satu ekosistem. Inilah mengapa perusahaan ini lebih dipahami sebagai platform home-living daripada sekadar merek furnitur.

Kategori Produk

Asortimen ritel Dekoruma mencakup berbagai produk rumah. Toko online-nya saat ini mengorganisir produk ke dalam kategori seperti:

  • Sofa,
  • Tempat tidur,
  • Lemari pakaian,
  • Meja dan kursi makan,
  • Meja kerja dan kursi kantor,
  • Penyimpanan,
  • Rak,
  • Perabot TV,
  • Kasur,
  • Aksesori rumah,
  • Dan produk furnitur/dekoratif lainnya.

Dekoruma juga menjual produk dari numerous merek, di samping produk-produk yang berasosiasi dengan ekosistem Dekoruma sendiri. Asortimennya menyerupai kombinasi antara marketplace multi-merek + pengecer + merek privat/rumah.

Bisnis Desain Interior

Desain interior adalah salah satu pembeda utama Dekoruma. Perusahaan menghubungkan pelanggan dengan desainer interior dan telah mengembangkan alur kerja berbasis teknologi untuk proyek-proyek desain. Secara historis, bisnis ini dilaporkan bekerja dengan ratusan mitra desain interior dan menyelesaikan ribuan proyek setiap tahunnya. 6

Bisnis ini juga menciptakan keuntungan strategis penting:

  • Ritel furnitur saja: Pelanggan membeli produk → transaksi berakhir.
  • Furnitur + Desain Interior: Pelanggan memulai dengan sebuah proyek → berpotensi membeli: furnitur, dekorasi, penyimpanan, pencahayaan, solusi dapur, produk kustom, pemasangan, dan layanan lainnya.

Dengan demikian, bisnis desain interior dapat meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value) dan jumlah produk/layanan yang terkait dengan setiap pelanggan.

Dari Online-Saja Menjadi Omnichannel

Salah satu transformasi paling signifikan bagi Dekoruma adalah perpindahan dari perdagangan yang berfokus online ke ritel fisik. Perusahaan meluncurkan Dekoruma Experience Center (DEC) pertamanya pada tahun 2019 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Langkah ini dianggap sebagai evolusi penting dari bisnis yang semula hanya online menjadi pengecer omnichannel.

Logika ini sangat kuat untuk kategori furnitur. Membeli ponsel secara online relatif mudah, tetapi membeli sofa berbeda. Pelanggan sering kali ingin:

  • Duduk di atasnya,
  • Merasakan bahannya,
  • Memeriksa dimensinya,
  • Melihat warnanya,
  • Membandingkan produk,
  • Memvisualisasikannya di dalam ruangan,
  • Berbicara dengan seorang desainer.

Experience Centers fisik melengkapi, bukan menggantikan, platform digital Dekoruma.

Konsep “Experience Center”

Nama lokasi fisik Dekoruma memiliki makna penting. Dekoruma tidak memposisikan lokasinya sebagai gudang atau toko furnitur konvensional, melainkan sebagai Experience Centers. Idenya adalah memungkinkan pelanggan mengalami:

  • Tata letak ruangan,
  • Kombinasi furnitur,
  • Konsep interior,
  • Material,
  • Warna,
  • Pemanfaatan ruang,
  • Solusi desain.

Hal ini mendukung pergeseran Dekoruma dari menjual produk individual menjadi menjual solusi hunian lengkap. Pada Juni 2024, Blibli melaporkan bahwa ekosistemnya memiliki 30 Experience Centers rumah-dan-living pasca akuisisi. 7 Lebih baru lagi, pembaruan investor Blibli FY2025 melaporkan 39 Experience Centers rumah-dan-living Dekoruma per 31 Desember 2025, termasuk konsep Dekoruma Maggiore yang lebih baru. 8

Model Bisnis

Model bisnis Dekoruma dapat dipandang sebagai beberapa lapisan:

A. Ritel

Menjual furnitur dan produk rumah langsung ke konsumen.

B. Marketplace

Menghubungkan konsumen dengan merek, pemasok, dan produk.

C. Desain Interior

Menghasilkan pendapatan dari proyek desain interior.

D. Desain & Bangun

Memperluas hubungan dari desain ke implementasi/konstruksi.

E. Kustomisasi

Menawarkan furnitur dan solusi rumah yang dikustomisasi.

F. Ritel Omnichannel

Menggabungkan: situs web + aplikasi/saluran digital + Experience Centers fisik + desainer.

G. Integrasi Ekosistem

Setelah diakuisisi oleh Blibli, Dekoruma dapat berpartisipasi dalam ekosistem ritel digital Indonesia yang jauh lebih besar.

Kombinasi inilah yang membuat Dekoruma secara strategis berbeda dari pengecer furnitur konvensional.

Pendanaan dan Investor

Sebelum akuisisi, Dekoruma menarik pendanaan dari beberapa investor teknologi dan modal ventura. Riwayat pendanaannya mencakup investor seperti:

  • BEENEXT,
  • Convergence Ventures,
  • Global Digital Niaga/Blibli,
  • AddVentures by SCG,
  • Skystar Capital,
  • InterVest,
  • Foundamental,
  • OCBC Ventura,
  • NEXTER Ventures,
  • Ondine Capital,
  • Dan Djarum Group.

Catatan Dealroom, misalnya, mencatat Seri C senilai $15 juta pada 2021 dan ronde late-stage senilai $20 juta pada 2022. 9

Pendanaan ini penting karena Dekoruma beroperasi di kategori yang padat modal. Furnitur tidak sama dengan perangkat lunak murni:

  • Produk memiliki inventaris fisik,
  • Logistik rumit,
  • Gudang diperlukan,
  • Pengembalian barang bisa mahal,
  • Toko membutuhkan modal,
  • Proyek interior memerlukan sumber daya manusia.

Akibatnya, skalabilitas Dekoruma memerlukan investasi teknologi sekaligus infrastruktur fisik.

Akuisisi oleh Blibli

Milestone korporat terbesar dalam sejarah terbaru Dekoruma terjadi pada Juni 2024. Blibli, melalui induk usahanya PT Global Digital Niaga Tbk, menyelesaikan akuisisi sekitar 99,83% PT Dekoruma Inovasi Lestari.

Alasan Blibli bersifat strategis: rumah & living akan menjadi pilar penting lain dalam ekosistem omnichannel mereka, khususnya untuk menjawab permintaan akan produk rumah yang dirancang baik dan terjangkau di kalangan konsumen berpenghasilan menengah Indonesia. 10

Laporan kontemporer menilai transaksi tersebut sekitar US$70 juta / sekitar Rp1,17 triliun, meskipun karakterisasi pastinya bergantung pada sumber transaksi/akuntansi.

Mengapa Ini Penting

Akuisisi ini mengubah Dekoruma dari startup independen yang didukung modal ventura menjadi komponen utama dari ekosistem ritel Indonesia yang lebih besar. Hal ini berpotensi memberi Dekoruma akses ke:

  • Infrastruktur e-commerce Blibli,
  • Kapabilitas logistik,
  • Basis pelanggan,
  • Ekosistem pembayaran,
  • Teknologi,
  • Pemasaran,
  • Dan sumber daya ekosistem Blibli-Tiket yang lebih luas.

Dekoruma di Bawah Blibli–Tiket

Pasca akuisisi, Dekoruma menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas di bawah Blibli–Tiket Group. Laporan FY2024 Blibli secara eksplisit mengidentifikasi Dekoruma sebagai perusahaan ritel rumah-dan-living omnichannel dan desain interior, serta mendeskripsikan rumah & living sebagai pilar pertumbuhan tambahan.

Ini adalah kombinasi strategis yang menarik. Blibli membawa: perdagangan digital + teknologi + logistik + ekosistem, sementara Dekoruma membawa: rumah & living + furnitur + desain interior + pengalaman fisik. Bersama-sama, mereka dapat menciptakan proposisi home-living omnichannel.

Skala Saat Ini

Skala Dekoruma telah berubah secara substansial sejak hari-hari awal sebagai startup. Profil perusahaan Dekoruma di LinkedIn saat ini mendeskripsikan merek tersebut memiliki 45 toko berdiri sendiri di seluruh Indonesia dan lebih dari 1.000 karyawan terdaftar di LinkedIn. 11

Terdapat sedikit perbedaan antara jumlah toko yang dilaporkan secara publik karena perusahaan dapat mendefinisikan “toko”, “Experience Centers”, dan lokasi fisik terkait secara berbeda. Pembaruan investor Blibli FY2025, misalnya, melaporkan 39 Experience Centers rumah-dan-living pada 31 Desember 2025.

Jadi, deskripsi yang paling aman adalah bahwa Dekoruma telah tumbuh dari satu showroom awal menjadi jaringan ritel fisik nasional dengan puluhan lokasi, di samping bisnis onlinenya.

Merek dan Strategi Produk Dekoruma

Asortimen online Dekoruma mencakup sejumlah besar merek perlengkapan rumah, termasuk nama-nama seperti:

  • Heim Studio
  • Linori
  • Danari
  • Sleep Care
  • Tenzo Living
  • PIRA
  • Pro Design
  • Cubic
  • Zinus
  • Anobi
  • Ananta
  • Ifurnholic
  • Supra

Asortimen tepatnya berubah seiring waktu. 12

Struktur multi-merek ini memungkinkan Dekoruma melayani titik harga dan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda, alih-alih mengandalkan satu lini produk homogen.

Posisi Merek

Posisi Dekoruma dapat diringkas sebagai:

Hidup rumah tangga kontemporer yang terjangkau dan fungsional dengan pengaruh Japandi yang kuat.

Beberapa kata kunci penting di sini:

  • Terjangkau: Dekoruma menekankan harga yang aksesibel, bukan memposisikan diri eksklusif sebagai furnitur mewah.
  • Fungsional: Perusahaan berulang kali menekankan furnitur multifungsi dan praktis.
  • Hemat Tempat: Sangat relevan untuk rumah urban Indonesia.
  • Kontemporer: Estetikanya modern, bukan tradisional.
  • Japandi: Memberikan identitas visual yang mudah dikenali.
  • Terintegrasi: Pelanggan dapat memperoleh produk, layanan desain, dan solusi rumah lainnya melalui ekosistem yang sama.

Persaingan

Dekoruma bersaing di beberapa pasar berbeda, bukan hanya satu pasar tunggal.

  • Ritel Furnitur: Bersaing dengan pengecer furnitur besar Indonesia dan merek internasional.
  • E-commerce: Bersaing dengan marketplace online tempat produk furnitur dan rumah dijual.
  • Desain Interior: Bersaing dengan desainer interior independen dan perusahaan design-and-build.
  • Perbaikan Rumah: Bersaing secara tidak langsung dengan bisnis yang menjual solusi dapur, penyimpanan, dekorasi, dan renovasi.

Salah satu perbandingan berguna adalah dengan IKEA. Model IKEA didasarkan pada produk global standar, ritel format besar, dan warisan desain Skandinavia. Sebaliknya, Dekoruma menekankan:

  • Preferensi konsumen Indonesia,
  • Kondisi pasar lokal,
  • Perdagangan online,
  • Japandi,
  • Solusi hemat tempat,
  • Desain interior,
  • Dan pengalaman omnichannel yang semakin terlokalisasi.

Endeavor secara eksplisit membingkai strategi awal Dekoruma sebagai targeting orang Indonesia urban yang tinggal di ruang lebih kecil, alih-alih sekadar meniru strategi pengecer furnitur internasional atau mapan.

Apa yang Membuat Dekoruma Berbeda?

Karakteristik paling menarik dari perusahaan ini adalah posisinya di persimpangan ritel, teknologi, dan desain interior. Perusahaan furnitur konvensional bertanya: “Furnitur apa yang ingin Anda beli?” Ekosistem Dekoruma lebih dekat ke: “Rumah seperti apa yang ingin Anda ciptakan?” Distingsi ini penting secara strategis karena berarti produk utamanya bukan semata-mata sofa, meja, atau kasur, melainkan solusi untuk menciptakan sebuah rumah.

Visi

Visi yang dinyatakan Dekoruma adalah:

“To bring your dream home comes true where your best life begins.”

Formulasi dalam bahasa Indonesia pada intinya adalah tentang mewujudkan rumah impian—tempat di mana kehidupan terbaik dimulai. 13 Visi ini menjelaskan mengapa perusahaan telah melampaui furnitur ke arah desain dan layanan hunian yang lebih luas.

Identitas Korporat

Badan hukum di balik bisnis Indonesia ini adalah PT Dekoruma Inovasi Lestari. Syarat dan ketentuan Dekoruma mengidentifikasi perusahaan ini dan memberikan alamat terdaftar di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. 14

Terdapat distingsi penting:

  • Dekoruma = merek/ecosystem yang面向 konsumen
  • PT Dekoruma Inovasi Lestari = badan hukum operasional di Indonesia

Setelah akuisisi 2024, PT Dekoruma Inovasi Lestari dimiliki sekitar 99,83% oleh PT Global Digital Niaga Tbk, perusahaan di balik Blibli. 15

Garis Waktu

Tahun Milestone
2015 Dekoruma didirikan oleh Dimas Harry Priawan dan Aruna Harsa
2015–16 Mulai sebagai marketplace furnitur/dekor rumah online
2017 Berekspansi ke layanan desain interior
2018 Menggalang dana Seri B
2019 Membuka Dekoruma Experience Center pertama
2020 Melanjutkan ekspansi di tengah adopsi digital yang cepat
2021 Menggalang dana Seri C $15m; pendiri terpilih oleh Endeavor
2022 Menggalang modal late-stage tambahan
2024 Blibli mengakuisisi ~99.83% Dekoruma
2025 Jaringan Experience Center fisik mencapai puluhan lokasi
2026 Melanjutkan ekspansi sebagai vertikal rumah-dan-living Blibli

Kronologi tahun-tahun awal didukung oleh materi historis Dekoruma sendiri dan profil pendiri; akuisisi dan ekspansi fisik selanjutnya didokumentasikan oleh pengungkapan korporat Blibli.

Evolusi Strategis

Jika cerita Dekoruma direduksi menjadi lima tahap, hasilnya terlihat seperti ini:

Tahap 1 — Mendigitalkan furnitur

“Furnitur seharusnya lebih mudah ditemukan dan dibeli secara online.”

Tahap 2 — Menambahkan desain

“Pelanggan tidak hanya butuh furnitur; mereka butuh bantuan mendesain rumah mereka.”

Tahap 3 — Menambahkan pengalaman fisik

“Furnitur bersifat eksperiensial, jadi pelanggan perlu melihat dan menyentuhnya.”

Tahap 4 — Membangun ekosistem

“Produk, desain, kustomisasi, dan pemasangan harus bekerja bersama.”

Tahap 5 — Scaling melalui Blibli

“Rumah & living dapat menjadi kategori omnichannel utama di dalam ekosistem perdagangan Indonesia yang jauh lebih besar.”

Itulah evolusi bisnis fundamental Dekoruma.

Signifikansi Dekoruma di Indonesia

Dekoruma menarik melampaui statusnya sebagai pengecer furnitur karena merepresentasikan perubahan yang lebih luas dalam ritel Indonesia. Secara historis, pembelian furnitur sangat bergantung pada: toko fisik → tenaga penjual → katalog → kontraktor → desainer terpisah. Dekoruma membantu menggeser kategori ini menuju: penemuan digital → informasi produk transparan → pembelian online → desain interior → pengalaman fisik → pemenuhan omnichannel. Dengan demikian, ia duduk dalam transisi Indonesia yang lebih luas menuju ritel spesialis yang didukung digital. Akuisisi Blibli memperkuat arah tersebut: Blibli secara eksplisit mendeskripsikan rumah & living sebagai pilar pertumbuhan dan Dekoruma sebagai bisnis ritel dan desain interior omnichannel.

Ringkasan Satu Paragraf

Dekoruma adalah perusahaan rumah-dan-living Indonesia yang didirikan pada tahun 2015 oleh Dimas Harry Priawan dan Aruna Harsa. Awalnya didirikan sebagai marketplace online untuk furnitur dan dekorasi rumah, perusahaan ini berekspansi ke desain interior pada 2017 dan kemudian mengembangkan bisnis omnichannel yang menggabungkan e-commerce, ritel furnitur dan aksesori rumah, desain interior, layanan desain-dan-bangun, serta Experience Centers fisik Dekoruma. Merek ini khususnya berasosiasi dengan furnitur bergaya Japandi, fungsional, dan hemat tempat yang ditujukan untuk konsumen urban Indonesia. Experience Center fisik pertamanya dibuka pada 2019, menandai transisi signifikan dari perdagangan yang berfokus online menjadi ritel omnichannel. Pada Juni 2024, PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) menyelesaikan akuisisi sekitar 99,83% PT Dekoruma Inovasi Lestari, menjadikan Dekoruma bagian dari ekosistem Blibli–Tiket dan menetapkan rumah & living sebagai vertikal pertumbuhan tambahan bagi grup tersebut. Pada akhir 2025, Blibli melaporkan 39 Experience Centers rumah-dan-living Dekoruma, sementara profil korporat Dekoruma sendiri mendeskripsikan 45 toko berdiri sendiri, mencerminkan ekspansi fisik nasional merek tersebut yang berkelanjutan.

Dalam Satu Kalimat

Dekoruma pada dasarnya adalah ekosistem home-living Indonesia yang didukung teknologi dan berorientasi Japandi: berevolusi dari marketplace furnitur online menjadi kombinasi pengecer furnitur, platform desain interior, dan merek rumah omnichannel, dan sejak 2024 beroperasi di bawah kepemilikan mayoritas Blibli.

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait