I Indonesia Brand Wiki

Tentang DOCKERS

Dockers adalah merek pakaian asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai pelopor celana khaki, chino, dan busana bisnis kasual. Didirikan pada tahun 1986 di San Francisco oleh Levi Strauss & Co., merek ini berperan penting dalam mengubah budaya berpakaian kantor di Amerika dari setelan jas formal menuju gaya “bisnis kasual” yang lebih santai pada akhir abad ke-20.

Saat ini, Dockers dimiliki oleh Authentic Brands Group (Authentic). Levi Strauss & Co. merampungkan penjualan merek Dockers kepada Authentic pada 27 Februari 2026, mengakhiri periode kepemilikan selama 40 tahun di bawah naungan Levi Strauss.1

Informasi dasar

Kategori Informasi
Merek Dockers®
Industri Pakaian / Mode
Didirikan 1986
Asal San Francisco, California, United States
Pemilik awal Levi Strauss & Co.
Pemilik saat ini Authentic Brands Group
Produk inti awal Celana khaki
Kategori utama Celana, chino, kemeja, polo, celana pendek, jaket, aksesori, dan pakaian gaya hidup
Posisi awal Alternatif kasual untuk jeans dan celana bahan formal
Kontribusi budaya utama Mempopulerkan bisnis kasual dan Casual Friday
Identitas merek Pakaian kasual Amerika, khaki, kenyamanan, versatilitas, dan kepraktisan

Pada awal kemunculannya, Dockers memposisikan diri di antara denim ala Levi’s dan celana bahan tradisional, menawarkan produk yang sesuai untuk suasana profesional maupun kasual. Saat memperkenalkan merek ini pada tahun 1986, Levi Strauss menggambarkan Dockers sebagai alternatif penengah antara jeans dan celana rapi.2

Asal-usul dan pendirian

Sejarah Dockers bermula sebelum tahun 1986. Pada awal 1980-an, Levi Strauss & Co. mulai bereksperimen dengan celana kasual di luar lini denim utamanya. Sekitar tahun 1982, operasional Levi Strauss di Argentina mengembangkan lini jeans bernuansa nautikal bernama “Dockers”, yang mengambil istilah bahasa Inggris dockers untuk pekerja pelabuhan.3

Nama tersebut kemudian muncul di Jepang. Pada tahun 1985, Levi Strauss Japan memperkenalkan celana non-denim bernama “Docker Pants” lengkap dengan logo sayap dan jangkar. Seorang pedagang Levi Strauss yang berkunjung ke Asia melihat produk tersebut dan membawa contohnya kembali ke Amerika Serikat. Celana itu menjadi inspirasi penting bagi konsep Dockers di Amerika.4

Waktu peluncurannya sangat strategis. Pada pertengahan 1980-an, Amerika Serikat mengalami pergeseran cara berpakaian. Jeans sudah mapan sebagai pakaian kasual, sementara kantor-kantor tradisional masih mewajibkan jas, celana bahan, dan kemeja formal. Levi Strauss melihat peluang untuk produk yang mengisi ruang di antara keduanya. Maka, pada tahun 1986, Dockers resmi diluncurkan di Amerika Serikat.5

Peran Dockers dalam perubahan busana kerja

Dockers tidak sekadar menjual celana khaki, melainkan membantu mengubah definisi pakaian kerja yang pantas. Sebelum gerakan bisnis kasual muncul, banyak tempat kerja di Amerika memiliki pembedaan yang kaku:

Pakaian kerja formal → jas / celana bahan

Pakaian santai → jeans / baju kasual

Dockers memperkenalkan kategori ketiga:

Bisnis kasual → khaki / chino + kemeja / polo

Gagasan sederhana ini memberikan pengaruh besar. Levi Strauss menyatakan bahwa Dockers membantu memicu revolusi cara berpakaian jutaan pria, menggeser pakaian kerja dari standar jas menuju estetika yang lebih santai.6

Dockers dan “Casual Friday”

Salah satu kontribusi paling terkenal Dockers dalam sejarah mode adalah keterkaitannya dengan Casual Friday. Pada awal 1990-an, Dockers mendistribusikan “Guide to Casual Business Wear” kepada perusahaan-perusahaan dan manajer sumber daya manusia. Panduan ini menunjukkan bagaimana khaki, kemeja polo, dan kemeja berkancing dapat digunakan di tempat kerja tanpa mengorbankan profesionalisme.7

Langkah ini merupakan strategi pemasaran yang sangat efektif karena Dockers tidak hanya mengiklankan celana, tetapi secara praktis mengajarkan perusahaan cara mendandani karyawan mereka. Hasilnya adalah pergeseran budaya yang lebih luas dari lingkungan kerja berjas dan berdasi menuju lingkungan kerja bisnis kasual. Levi Strauss mengakui bahwa merek ini turut membantu memantapkan tradisi Casual Friday di korporasi Amerika.8

Oleh karena itu, Dockers dapat dianggap sebagai salah satu merek yang membantu melembagakan gaya bisnis kasual di Amerika Serikat.

Produk Dockers

Khaki

Produk terpenting dalam sejarah Dockers adalah celana khaki. Merek ini berhasil mengubah khaki dari jenis celana kasual yang generik menjadi kategori bermerek yang mudah dikenali. Khaki klasik Dockers menekankan konstruksi katun yang nyaman, warna netral, gaya yang sederhana, kepraktisan, versatilitas, kesesuaian untuk kantor, serta kemudahan transisi dari kerja ke aktivitas santai. Ide dasarnya sederhana: satu celana yang cocok untuk hampir semua kesempatan. Dockers mendeskripsikan khaki sebagai andalan lemari pakaian Amerika yang tahan lama, yang kepraktisan dan kegunaannya membuatnya tetap relevan lintas generasi dan subkultur.9

Dari merek celana menjadi merek gaya hidup

Dockers tidak selamanya hanya memproduksi celana khaki. Seiring waktu, merek ini berkembang menjadi koleksi gaya hidup pria yang lebih luas, mencakup chino, celana kasual, celana bahan, celana pendek, kemeja polo, kemeja berkancing, sweter, jaket, pakaian luar, sepatu, ikat pinggang, dompet, dan aksesori lainnya. Levi Strauss menggambarkan evolusi Dockers dari bisnis yang berpusat pada celana menjadi koleksi pakaian dan aksesori esensial yang lebih komprehensif.10

Memasuki dekade 2010-an, merek ini secara eksplisit memposisikan diri sebagai merek gaya hidup menyeluruh (head-to-toe), sembari tetap mempertahankan khaki sebagai identitas utamanya.11

Lini produk utama

Beberapa produk dan koleksi Dockers memiliki asosiasi kuat dengan identitas merek.

Signature Khaki

Signature Khaki merepresentasikan estetika tradisional Dockers. Ini adalah celana Dockers yang paling khas: konservatif, serbaguna, nyaman, dan cocok untuk lingkungan bisnis kasual.

Alpha Khaki

Alpha Khaki, yang diperkenalkan pada tahun 2011, merupakan interpretasi modern dari Dockers. Celana ini dirancang sebagai alternatif yang lebih ramping dan kontemporer dibanding khaki tradisional, dengan potongan pinggang lebih rendah dan konstruksi yang lebih kokoh.15 Langkah ini penting karena Dockers berupaya menarik konsumen muda tanpa meninggalkan warisan khaki yang telah mapan.

Celana performa dan kenyamanan

Dockers juga banyak berinvestasi pada fitur teknis seperti kain melar, pengelolaan kelembapan, konstruksi fleksibel, pinggang yang dapat melar, desain ramah perjalanan, ketahanan terhadap kusut, dan potongan yang mengutamakan kenyamanan. Filosofi merek ini secara umum adalah bahwa pakaian harus fungsional sekaligus menarik.21

Estetika merek

Identitas visual Dockers secara tradisional berada di antara klasik Amerika, kasual California, dan bisnis kasual. Gayanya tidak seformal merek busana pria tradisional, namun lebih rapi dibandingkan pakaian olahraga biasa. Paduan khas Dockers biasanya terdiri dari khaki + kemeja polo + ikat pinggang kulit + sepatu kasual, atau chino + kemeja Oxford + sweter + loafer. Versatilitas ini merupakan inti dari merek ini. Secara historis, Dockers mempromosikan pakaian yang dapat digunakan berpindah dari kantor, makan malam, akhir pekan, hingga bepergian tanpa perlu mengganti seluruh busana.26

Logo Dockers

Logo Dockers secara historis mengandung motif nautikal yang khas, mencerminkan asal-usul nama Dockers. Identitas aslinya menggunakan desain sayap dan jangkar, merujuk pada inspirasi maritim merek dan makna bahasa Inggris “dockers” sebagai pekerja pelabuhan.5

Pada tahun 2018, Dockers menghidupkan kembali versi modern dari logo asli tahun 1986. Perusahaan sengaja kembali ke identitas nautikal sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk menonjolkan warisannya.6 Logo ini berfungsi ganda: menghubungkan merek dengan asal-usulnya di era 1980-an dan memperkuat karakter nautikal/kasual California dari merek tersebut.

Hubungan dengan Levi Strauss & Co.

Sepanjang sebagian besar sejarahnya, Dockers berkaitan erat dengan Levi Strauss & Co. Hubungan ini memiliki nilai strategis yang menarik. Levi Strauss identik dengan jeans biru, sementara Dockers memberi perusahaan kehadiran kuat di pasar celana kasual dan bisnis kasual yang berkembang pesat.

Levi’s Dockers
Denim Khaki/chino
Jeans Celana kasual
Warisan kerah biru Warisan bisnis kasual
Pemberontakan / budaya pemuda Profesional / kasual sehari-hari
Ikon 501 Ikon Signature Khaki

Kedua merek berasal dari perusahaan San Francisco yang sama, namun menempati spektrum pakaian kasual yang berbeda.23

Ekspansi internasional

Dockers tidak hanya menjadi fenomena di Amerika. Levi Strauss memperluas merek ini secara internasional, dan Dockers akhirnya tersedia di berbagai pasar di Eropa, Asia, dan wilayah lainnya. Levi Strauss melaporkan bahwa produk Dockers dijual di lebih dari 50 negara selama dekade 2010-an. Materi perusahaan sebelumnya menyebutkan bahwa merek ini tersedia di sekitar 60 negara di enam benua.19

Daya tarik internasional merek ini sebagian berasal dari universalitas proposisinya: celana nyaman yang tampak rapi. Konsep ini relatif mudah diterima di berbagai pasar.

Dockers dan budaya Amerika

Dockers menempati posisi unik dalam sejarah mode Amerika. Merek ini umumnya tidak dianggap sebagai merek adibusana (high-fashion). Sebaliknya, kepentingannya berasal dari pengaruh budaya pasar massal. Merek ini membantu menormalkan kombinasi pakaian yang sebelumnya mungkin tampak bertentangan: nyaman namun profesional, kasual namun terhormat, serta gaya Amerika yang sesuai untuk kantor. Hal ini sangat signifikan selama tahun 1990-an, ketika banyak perusahaan teknologi, industri kreatif, dan bisnis muda mulai menerapkan kode berpakaian yang kurang formal. Dockers menjadi hampir identik dengan arketipe pria bisnis kasual era 1990-an: celana khaki, kemeja berkancing, kemeja polo, ikat pinggang, serta loafer atau sepatu kulit kasual.16

Dockers dan subkultur

Meskipun sangat lekat dengan budaya kantor, khaki pada akhirnya menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Catatan sejarah Dockers menyebutkan bahwa khaki diadopsi oleh berbagai kelompok dan subkultur, termasuk mahasiswa, komunitas Chicano, budaya skate, dan komunitas hip-hop.1718 Hal ini menunjukkan bahwa khaki tidak secara inheren bersifat korporat. Celana dasar yang sama dapat mengomunikasikan identitas yang sangat berbeda tergantung pada potongan, ukuran, sepatu, kemeja, aksesori, penataan gaya, dan konteks budaya. Akibatnya, Dockers memiliki hubungan baik dengan bisnis kasual arus utama Amerika maupun interpretasi kontemporer dari busana jalanan kasual.

Kampanye pemasaran utama

Dockers secara historis merupakan merek yang digerakkan oleh pemasaran. Beberapa kampanye dan konsep penting meliputi:

“Guide to Casual Business Wear”

Ini mungkin merupakan kampanye yang paling penting secara historis. Alih-alih sekadar menjual pakaian, Dockers membantu pemberi kerja memahami bagaimana pakaian kasual dapat berfungsi di kantor.7

“Wear the Pants”

Dockers meluncurkan kampanye global “Wear the Pants” pada tahun 2009, menggunakan khaki sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan tentang kepercayaan diri, maskulinitas, dan gaya pribadi.20

“Get Dressed Like You Mean It”

Kampanye lain menekankan pentingnya berpakaian dengan tujuan dan membangun lemari pakaian di sekitar item esensial yang serbaguna.22

Kampanye-kampanye ini menunjukkan bagaimana Dockers secara bertahap beralih dari sekadar mengomunikasikan “pakailah khaki” menuju “gunakan pakaian untuk mengekspresikan kepercayaan diri dan kepribadian.”

Posisi dalam sejarah mode

Dockers sangat penting karena membantu mentransformasi garmen yang sudah ada, bukan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Celana khaki sebenarnya sudah ada sebelumnya. Yang dilakukan Dockers adalah memberi merek, menstandarisasi, dan mempopulerkannya sebagai kategori gaya hidup modern. Pentingnya merek ini dalam sejarah dapat diringkas sebagai berikut: Dockers membantu mengubah celana khaki menjadi simbol bisnis kasual Amerika. Pengaruhnya lebih berkaitan dengan perubahan persepsi masyarakat umum tentang pakaian sehari-hari yang pantas, daripada tren adibusana di atas catwalk.25

Posisi pasar

Dockers secara tradisional menempati segmen pasar menengah / gaya hidup terjangkau. Merek ini umumnya berada di bawah merek busana pria mewah dalam hal harga dan prestise, namun menawarkan gaya yang lebih rapi dibandingkan pakaian pasar massal dasar. Keunggulan kompetitifnya secara historis adalah warisan dan otoritasnya dalam kategori khaki. Levi Strauss secara eksplisit menyebut Dockers sebagai “otoritas khaki” dan menekankan kepemimpinan merek ini dalam kategori celana kasual.24

Perubahan kepemilikan: Levi Strauss ke Authentic Brands Group

Salah satu perkembangan terbesar dalam sejarah Dockers terjadi pada periode 2025–2026. Pada 20 Mei 2025, Levi Strauss & Co. mengumumkan perjanjian untuk menjual Dockers kepada Authentic Brands Group dengan nilai transaksi awal sebesar $311 juta, dengan potensi mencapai $391 juta melalui mekanisme earnout.1314

Transaksi ini diselesaikan secara bertahap. Penutupan akhir terjadi pada 27 Februari 2026, yang secara resmi mengalihkan kepemilikan Dockers dari Levi Strauss & Co. kepada Authentic.123536373841 Artinya, per Agustus 2026, Dockers bukan lagi merek milik Levi Strauss.

Portofolio Authentic saat ini mencakup Dockers bersama merek-merek seperti Reebok, Champion, Nautica, Eddie Bauer, Brooks Brothers, Sperry, dan lainnya.3940

Implikasi perubahan kepemilikan

Perubahan ini signifikan karena Authentic Brands Group beroperasi dengan model yang berbeda dari perusahaan pakaian terintegrasi vertikal tradisional. Authentic umumnya berfokus pada kepemilikan merek, lisensi, kemitraan, dan pengembangan merek global, bukan memproduksi setiap produk sendiri. Untuk Dockers, Authentic mengumumkan rencana ekspansi melalui lisensi dan kemitraan operasional.

Sebagai contoh, Centric Brands menjadi mitra operasional untuk kategori utama Dockers di Amerika Serikat dan Kanada, mencakup pakaian olahraga, pakaian aktif, pakaian anak-anak, kemeja formal, pakaian kerja, dan golf performa.12 Authentic juga mengembangkan kemitraan internasional untuk Dockers. Pada tahun 2026, misalnya, perusahaan mengumumkan kemitraan dengan International Apparel Corporation yang mencakup sebagian Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia.11

Model bisnis masa depan Dockers kemungkinan akan semakin berbasis pada: Kepemilikan merek → lisensi → mitra operasional regional → ritel/distribusi, alih-alih struktur tradisional Levi Strauss.

Filosofi merek

Pada intinya, Dockers secara historis mengusung beberapa konsep utama:

  • Kenyamanan: Pakaian harus cukup nyaman untuk kehidupan sehari-hari.
  • Versatilitas: Satu pakaian harus bisa berfungsi dalam berbagai situasi.
  • Kepraktisan: Pakaian harus memecahkan masalah sehari-hari, bukan hanya ada demi mode.
  • Kasual Amerika: Merek ini memiliki akar kuat di California dan budaya kasual Amerika.
  • Informalitas profesional: Dockers membantu menciptakan gagasan bahwa seseorang bisa terlihat profesional tanpa mengenakan jas.
  • Ketahanan waktu: Alih-alih mengejar setiap tren mode, merek ini sangat mengandalkan pakaian pokok lemari.

Hal ini menjelaskan mengapa khaki tetap menjadi pusat identitas Dockers puluhan tahun setelah peluncurannya.283031

Dockers vs. Levi’s

Memahami kedua merek ini secara bersamaan sangatlah berguna. Levi’s pada dasarnya diasosiasikan dengan denim dan jeans, sedangkan Dockers pada dasarnya diasosiasikan dengan khaki dan chino. Keduanya mewakili aspek berbeda dari pakaian kasual Amerika: Levi’s = jeans biru dan Dockers = khaki. Hubungan yang saling melengkapi ini merupakan salah satu alasan mengapa Dockers bernilai strategis bagi Levi Strauss selama beberapa dekade.2729323334

Warisan budaya

Warisan terbesar Dockers bukanlah sekadar celana tertentu, melainkan kasualisasi kehidupan sehari-hari. Merek ini muncul pada saat orang Amerika semakin mempertanyakan gagasan bahwa profesionalisme mengharuskan pakaian formal. Dockers membantu menetapkan kosakata lemari pakaian baru: Jas → terlalu formal, Jeans → terkadang terlalu kasual, Khaki → pas. Titik tengah tersebut akhirnya menjadi salah satu gaya dominan dalam budaya kantor modern.

Linimasa

Tahun Peristiwa
1982 Operasional Levi Strauss di Argentina mengembangkan produk bernama “Dockers” yang terinspirasi tema nautikal.
1985 Levi Strauss Japan memperkenalkan “Docker Pants”, membantu menginspirasi produk Amerika.
1986 Dockers resmi diluncurkan di Amerika Serikat.2
Akhir 1980-an–1990-an Dockers semakin dikaitkan dengan khaki dan bisnis kasual.
Awal 1990-an Dockers mempromosikan “Guide to Casual Business Wear” dan sangat lekat dengan Casual Friday.7
1990-an Merek berekspansi secara internasional dan menjadi nama besar dalam pakaian kasual.
2009 Kampanye “Wear the Pants” diluncurkan secara global.20
2011 Alpha Khaki diperkenalkan sebagai interpretasi modern dari khaki klasik.15
2010-an Dockers berkembang menjadi merek gaya hidup yang lebih luas.
2018 Dockers menghidupkan kembali versi modern dari logo nautikal aslinya.6
2021 Merek merayakan ulang tahun ke-35.16
2025 Levi Strauss mengumumkan perjanjian penjualan Dockers kepada Authentic Brands Group.1314
27 Feb 2026 Penutupan akhir penjualan kepada Authentic Brands Group.123536373841
2026–sekarang Dockers beroperasi di bawah kepemilikan Authentic melalui model lisensi/kemitraan.

Representasi Dockers saat ini

Saat ini, Dockers paling tepat dipahami bukan sekadar sebagai perusahaan celana khaki, melainkan sebagai merek gaya hidup kasual Amerika yang dibangun di atas gagasan pakaian yang serbaguna dan nyaman. Identitas historisnya dapat diringkas sebagai berikut:

  • 1980-an: Alternatif khaki untuk jeans dan celana bahan
  • 1990-an: Simbol bisnis kasual dan Casual Friday
  • 2000-an: Merek busana pria Amerika yang mapan
  • 2010-an: Khaki yang dimodernisasi + pakaian gaya hidup yang lebih luas
  • 2020-an: Merek kasual warisan yang mencari relevansi dengan konsumen muda
  • 2026 seterusnya: Merek global milik Authentic yang menggunakan lisensi dan kemitraan operasional

Secara ringkas, Dockers adalah merek pakaian Amerika yang didirikan di San Francisco pada tahun 1986 oleh Levi Strauss & Co. dan paling dikenal karena mempopulerkan celana khaki serta membantu menetapkan gaya berpakaian bisnis kasual. Terinspirasi sebagian oleh produk Levi Strauss yang dikembangkan di Jepang, Dockers memposisikan khaki di antara jeans dan celana bahan formal. Selama akhir 1980-an dan 1990-an, merek ini menjadi sangat terkait dengan kebangkitan bisnis kasual dan Casual Friday, menggunakan “Guide to Casual Business Wear” untuk secara aktif mempromosikan pakaian kerja yang santai namun profesional. Selama beberapa dekade berikutnya, Dockers berekspansi dari khaki menjadi jajaran gaya hidup yang lebih luas termasuk chino, kemeja, polo, celana pendek, pakaian luar, dan aksesori. Identitasnya tetap berpusat pada kenyamanan, versatilitas, gaya kasual Amerika, dan pakaian pokok lemari yang praktis. Setelah empat dekade di bawah Levi Strauss & Co., Dockers dijual kepada Authentic Brands Group, dengan transaksi yang akhirnya ditutup pada 27 Februari 2026.17

Jika Levi’s mewakili sejarah jeans Amerika, maka Dockers mewakili bab yang sama pentingnya dalam sejarah khaki Amerika dan pakaian bisnis kasual. Signifikansi sejatinya terletak pada perannya menjadikan celana khaki diterima secara budaya sebagai pakaian profesional sehari-hari—sebuah perubahan yang pada akhirnya memengaruhi cara jutaan orang berpakaian untuk bekerja dan bersantai.

References

  1. Levi Strauss & Co. – Levi Strauss & Co. Completes Sale of Dockers® to Authentic Brands Group
  2. Throwback Thursday: The Birth of Dockers® Khakis – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  3. SEC
  4. History of Khaki Pants & Chinos | Dockers® US – Dockers™
  5. Dockers® Anchors Logo in its Roots – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  6. Dockers® Goes Back To Its Roots With Updated Original Logo – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  7. 35 Years of Dockers® – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  8. SEC
  9. Levi Strauss & Co. – Levi Strauss & Co. Enters into Definitive Agreement to Sell Dockers® to Authentic Brands Group
  10. Authentic Enters Definitive Agreement to Acquire American Heritage Brand Dockers — Authentic Brands Group
  11. Authentic and International Apparel Corporation Sign Partnership to Drive Dockers’ Growth — Authentic Brands Group
  12. Levi Strauss & Co. Completes Sale of Dockers® to Authentic Brands Group – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  13. Levi Strauss & Co. to Sell Dockers® to Authentic Brands Group – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  14. Levi Strauss & Co. Enters into Definitive Agreement to Sell Dockers® to Authentic Brands Group – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  15. Getting to Know the Woman Who Shops at Dockers® – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  16. How Dockers® is Reaching New Audiences: An Interview with New CEO Natalie MacLennan – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  17. Recognize Ron Griswell | Dockers® US
  18. Recognize Selema Masekela: Celebrate Black History | Dockers® US
  19. Dockers® Seeing An Upswing in Europe – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  20. New Dockers® Campaign Wants to Change the World One Chino at a Time – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  21. An Inside Look at the Dockers® Smart 360 Flex – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  22. Be “Always On” with Dockers® – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  23. sec.gov
  24. sec.gov
  25. Business Archives – Page 5 of 31 – Levi Strauss & Co : Levi Strauss & Co
  26. Men’s Style Blog: Fashion Tips & Clothing Advice | Dockers® US – Dockers™
  27. Men’s Clothing, Pants, Shirts, Outerwear | Dockers® US – Dockers™
  28. Dockers® Eighty-Six: Vintage Inspired Collection | Dockers® US
  29. Canada | Dockers® US – Dockers™
  30. The Eighty-Six Collection – Dockers®
  31. Made in the USA – Dockers®
  32. Men’s & Women’s Sportswear & Athletic Clothes | Dockers® US – Dockers™
  33. Men’s Best Selling Clothing & Pants: Best Khakis & Chinos | Dockers™ US
  34. Dockers® Sitemap – Dockers™
  35. Levi Strauss Completes Sale of DOCKERS Business to …
  36. Levi Strauss & Co. Completes Sale of Dockers® to …
  37. Levi Strauss sells Dockers brand to Authentic …
  38. Levi Strauss & Co. Completes Sale of Dockers® Brand to …
  39. Levi Strauss on Tuesday said it will sell its Dockers apparel …
  40. Levi Strauss to sell Dockers to Authentic Brands
  41. Done Deal: Levi Strauss completes sale of Dockers
Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait