Tentang Dua Kelinci
Dua Kelinci adalah perusahaan dan merek makanan ringan asal Indonesia yang paling dikenal melalui produk olahan kacangnya. Merek ini dikelola oleh PT Dua Kelinci yang berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur, dengan fasilitas produksi utama berlokasi di Pati, Jawa Tengah. Berawal dari usaha kacang skala kecil di Pati pada era 1970-an, Dua Kelinci telah berkembang menjadi produsen camilan berskala besar dengan portofolio merek yang beragam serta jaringan distribusi internasional.1
Ikhtisar
| Perusahaan | PT Dua Kelinci |
| Merek | Dua Kelinci |
| Industri | Makanan dan minuman / makanan ringan |
| Didirikan | 1972 |
| Lokasi awal | Pati, Jawa Tengah, Indonesia |
| Merek awal | Sari Gurih |
| Nama Dua Kelinci diperkenalkan | 1982 |
| Pendaftaran resmi perusahaan | 1985 |
| Pendiri | Ho Sie Ak dan Lauw Bie Giok |
| Generasi penerus/putra pendiri | Ali Arifin dan Hadi Sutiono |
| Kantor pusat | Surabaya, Jawa Timur |
| Basis produksi | Pati, Jawa Tengah |
| Usaha utama | Produksi makanan ringan |
| Produk | Kacang, camilan berlapis, keripik, wafer, biji-bijian, makaroni, dan camilan lainnya |
| Jangkauan internasional | Lebih dari 40 negara menurut halaman ekspor perusahaan |
| Merek | Lebih dari 12 merek menurut situs korporat perusahaan |
Situs web perusahaan saat ini menyebutkan bahwa Dua Kelinci memiliki lebih dari 12 merek, 100 produk, dan 300.000 outlet, sementara laman korporat berbahasa Indonesia menyatakan bahwa produknya didistribusikan ke lebih dari 44 negara. Halaman ekspor perusahaan mencatat jangkauan internasionalnya secara lebih konservatif, yakni lebih dari 40 negara.2
Sejarah
1972: Awal mula
Sejarah Dua Kelinci bermula di Pati, Jawa Tengah, pada tahun 1972. Ho Sie Ak dan Lauw Bie Giok memulai usaha dengan menjual kacang yang diperoleh langsung dari petani menggunakan nama merek Sari Gurih.
Usaha ini awalnya berfokus pada penyediaan camilan kacang gurih bagi konsumen Indonesia. Menurut perusahaan, kualitas dan rasa produk membantu Sari Gurih meraih popularitas hingga mampu berkembang melampaui wilayah kota kecil asalnya.3
Asal-usul ini penting untuk memahami identitas Dua Kelinci karena merek ini tidak lahir sebagai perusahaan pangan multinasional modern, melainkan tumbuh dari usaha kacang lokal Indonesia.
1982: Sari Gurih berubah menjadi Dua Kelinci
Pada 1982, perusahaan mengganti nama merek Sari Gurih menjadi Dua Kelinci.
Nama tersebut terinspirasi oleh gambar dua kelinci berwarna merah dan putih yang khas pada kemasan dan lekat di ingatan konsumen. Berdasarkan catatan sejarah perusahaan, gambar kelinci tersebut lebih mudah diingat oleh masyarakat sehingga “Dua Kelinci” menjadi evolusi identitas merek yang alami.4
Perubahan dari Sari Gurih ke Dua Kelinci bukan sekadar pergantian nama, melainkan penetapan identitas visual dan komersial yang kelak menjadikannya salah satu merek camilan yang mudah dikenali di Indonesia.
1985: Berdirinya PT Dua Kelinci
Pada 1985, usaha ini resmi terdaftar sebagai badan hukum dengan nama PT Dua Kelinci.
Perusahaan menyebut dua putra pendiri, Ali Arifin dan Hadi Sutiono, sebagai tokoh sentral dalam tahap perkembangan ini. Keterlibatan mereka dinilai berperan penting dalam mengubah usaha kacang yang relatif sederhana menjadi operasi pengolahan kacang yang lebih modern.5
Hadi Sutiono kemudian menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan.6
Perkembangan industri
Dalam beberapa dekade berikutnya, Dua Kelinci bertransformasi dari produsen kacang menjadi produsen makanan ringan yang lebih luas.
2000 — Modernisasi
Sekitar tahun 2000, Dua Kelinci mulai memperkenalkan mesin dan otomatisasi yang lebih canggih dalam operasional produksinya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, serta kapasitas inovasi produk.7
Fase ini menandai transisi penting dari usaha kacang tradisional menuju produsen makanan industrial modern.
2005 — Diversifikasi produk
Pada 2005, perusahaan meluncurkan sejumlah produk baru, termasuk Sukro (camilan kacang berlapis) dan Tic Tac (camilan renyah berbahan dasar tapioka). Keduanya kemudian menjadi bagian penting dari portofolio produk perusahaan.
Periode ini menandai dimulainya strategi Dua Kelinci untuk bergerak melampaui kacang sangrai konvensional.
2007 — Manajemen mutu
Pada 2007, perusahaan menerapkan standar manajemen mutu internasional sebagai upaya memperkuat keamanan, konsistensi, dan pengendalian kualitas produk.
Ekspansi portofolio camilan
Dua Kelinci terus memperluas lini produknya ke berbagai kategori camilan:
- 2013: Deka Crepes, ekspansi ke produk wafer.
- 2014: Krip Krip Tortilla, masuk ke kategori keripik berbasis jagung.
- 2017: Sukro Oven, memperkenalkan varian camilan kacang panggang.
- 2019: Fuzo Sunflower Seeds, Usagi Puff, dan Deka Mini Wafer Bites.
- 2022: TosTos tortilla chips.
- 2023: Roni, camilan makaroni.
- 2025: Krezo, camilan jagung renyah.
Meskipun kacang tetap menjadi warisan utama perusahaan, Dua Kelinci masa kini lebih tepat dikategorikan sebagai perusahaan camilan multi-kategori, bukan sekadar merek kacang.
Produk dan merek
Portofolio Dua Kelinci saat ini mencakup jauh lebih banyak variasi dibandingkan produk kacang andalannya.
Portofolio merek resmi perusahaan meliputi:
- Dua Kelinci — merek unggulan untuk kacang dan camilan
- Sukro — camilan kacang berlapis
- Tic Tac — camilan gurih renyah
- Deka — wafer
- Fuzo — camilan biji bunga matahari
- TosTos — keripik tortilla
- Usagi — camilan berbahan dasar gandum
- Roni — camilan makaroni
- Krezo — camilan jagung renyah
- Sir Jus — produk minuman
- Pilus — camilan renyah tradisional khas Indonesia
- Sukro Oven
- Krip Krip Banana Crunch8
Merek unggulan Dua Kelinci sendiri memiliki beberapa varian kacang, seperti kacang campuran, kacang gaya Shanghai, dan kacang rasa bawang putih.9
Diversifikasi ini merupakan aspek strategis terpenting dalam bisnis modern perusahaan: memanfaatkan pengenalan merek Dua Kelinci untuk membangun keluarga merek camilan yang lebih luas.
Identitas merek
Elemen paling ikonik dari identitas Dua Kelinci adalah simbol dua kelinci.
Gambar kelinci tersebut sangat lekat dengan kemasan produk dan akhirnya menjadi sumber nama merek itu sendiri. Catatan sejarah perusahaan menegaskan bahwa gambar kelinci merah-putih mudah diingat konsumen dan berkontribusi pada transisi dari Sari Gurih ke Dua Kelinci.10
Posisi merek ini secara historis menekankan pada:
ngemil + kebersamaan + cita rasa Indonesia.
Misi perusahaan saat ini dirumuskan sebagai:
“Grow together to CREATE a happy society.”
Visinya adalah menjadi produsen pangan terpercaya di pasar domestik maupun global dengan mengutamakan kualitas produk dan layanan melalui inovasi berkelanjutan.11
Produksi dan kualitas
Fasilitas produksi utama Dua Kelinci terletak di Jl. Raya Pati–Kudus Km 6.3, Pati, Jawa Tengah.
Sistem produksi perusahaan mencakup proses pengendalian dan jaminan mutu yang berlaku sejak pemilihan bahan baku hingga distribusi. Fasilitas pendukung yang dimiliki meliputi:
- laboratorium mikrobiologi pangan,
- laboratorium kimia pangan,
- laboratorium uji sensori,
- pengujian kualitas produk,
- peralatan manufaktur otomatis.
Seluruh sistem ini dirancang untuk mengevaluasi keamanan pangan, rasa, tekstur, aroma, dan konsistensi produk.12
Infrastruktur produksi ini menunjukkan evolusi signifikan dari model bisnis awal yang hanya membeli kacang dari petani menjadi operasi produksi pangan yang terintegrasi secara vertikal.
Ekspansi internasional
Dua Kelinci tidak lagi eksklusif untuk pasar Indonesia.
Produk perusahaan didistribusikan secara internasional ke kawasan Asia Tenggara, Tiongkok, Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Afrika. Operasi ekspor saat ini menjangkau lebih dari 40 negara.6
Hal ini menjadikan Dua Kelinci sebagai contoh perusahaan pangan konsumen Indonesia yang membawa warisan camilan khas Nusantara ke pasar global.
Strategi internasionalnya tidak hanya bertumpu pada penjualan kacang. Portofolio produk yang beragam memungkinkan perusahaan memperkenalkan berbagai jenis camilan bergaya Indonesia kepada konsumen luar negeri.
Pemasaran dan budaya populer
Salah satu strategi pemasaran paling menonjol dari Dua Kelinci adalah asosiasinya dengan sepak bola.
Real Madrid
Pada 2010, Dua Kelinci menjalin kemitraan dengan Real Madrid FC, yang memberikan platform pemasaran olahraga internasional bagi perusahaan camilan Indonesia ini. Perusahaan menggambarkan kerja sama tersebut sebagai langkah penting untuk membawa merek ke panggung global.
Dua Kelinci kemudian memperbarui kemitraannya dengan Real Madrid pada 2020.
Kemitraan ini strategis karena sepak bola, terutama liga Eropa, memiliki basis penggemar yang sangat besar di Indonesia. Asosiasi dengan Real Madrid memungkinkan Dua Kelinci menjangkau audiens pemuda dan pencinta olahraga yang lebih luas.
NCT Dream
Pada 2022, Dua Kelinci berekspansi melampaui pemasaran olahraga dengan menggandeng NCT Dream, yang menandai langkah perdana perusahaan dalam pemasaran hiburan K-pop menurut catatan sejarah korporatnya.
Kolaborasi dengan Real Madrid dan NCT Dream memperlihatkan upaya Dua Kelinci untuk memposisikan diri bukan hanya sebagai produsen pangan tradisional, tetapi juga sebagai merek konsumen Indonesia yang berorientasi pada generasi muda.
Struktur korporat dan lokasi
PT Dua Kelinci saat ini memiliki tiga lokasi korporat utama:
Kantor pusat
Newland Office, Jl. Mayjen HR. Muhammad No. 24, Surabaya, Jawa Timur
Fasilitas produksi
Jl. Raya Pati–Kudus No. Km. 6.3, Pati, Jawa Tengah
Kantor komersial
Altira Business Park, Jl. Yos Sudarso Kav. 85, Sunter, Jakarta Utara
Fasilitas produksi di Pati memiliki nilai historis khusus karena kota inilah tempat perusahaan bermula pada 1972.
Model bisnis
Secara garis besar, model bisnis Dua Kelinci dapat dipahami melalui enam area yang saling terhubung:
1. Pengadaan bahan baku pertanian
Akar perusahaan terletak pada pengadaan kacang langsung dari petani.
2. Manufaktur pangan
Perusahaan mengolah bahan mentah pertanian menjadi camilan kemasan siap konsumsi.
3. Pengembangan merek
Alih-alih hanya mengandalkan nama Dua Kelinci, perusahaan mengembangkan banyak merek untuk menyasar kategori camilan dan segmen konsumen yang berbeda.
4. Distribusi massal
Produk didistribusikan melalui jaringan ritel yang luas di Indonesia; perusahaan saat ini mengklaim memiliki lebih dari 300.000 outlet.
5. Ekspor internasional
Perusahaan memanfaatkan mitra distribusi dan jaringan ekspor untuk memasarkan produknya di luar negeri.
6. Pemasaran gaya hidup
Kampanye bertema olahraga, hiburan, dan anak muda membantu mengubah produk camilan biasa menjadi merek konsumen yang mudah dikenali.
Signifikansi Dua Kelinci di Indonesia
Urgensi Dua Kelinci berasal dari perannya sebagai representasi evolusi manufaktur konsumen Indonesia.
Berawal dari produk lokal yang relatif umum, yaitu kacang, perusahaan berhasil membangun portofolio camilan nasional yang mencakup kacang, wafer, keripik, biji-bijian, dan produk lainnya.
Sejarahnya dapat dibagi menjadi empat tahapan utama:
1972–1982 — Usaha kacang lokal
Sari Gurih membangun fondasi usahanya di Pati.
1982–2000 — Pembentukan merek
Nama Dua Kelinci dan identitas kelinci mulai mapan di benak konsumen.
2000-an — Industrialisasi dan diversifikasi
Manufaktur modern serta peluncuran merek baru seperti Sukro dan Tic Tac mendorong ekspansi perusahaan.
2010-an–sekarang — Merek konsumen nasional ke global
Dua Kelinci memperluas kategori produk, distribusi internasional, serta kemitraan pemasaran berskala tinggi.
Dua Kelinci hari ini
Hingga 2026, Dua Kelinci paling tepat digambarkan sebagai produsen makanan ringan Indonesia berskala besar dengan merek kacang unggulan dan portofolio camilan yang terdiversifikasi.
Situs web korporat melaporkan:
- Lebih dari 12 merek
- Lebih dari 100 produk
- Lebih dari 300.000 outlet
- Lebih dari 40 pasar internasional pada halaman ekspor / lebih dari 44 negara pada laman korporat berbahasa Indonesia.2
Perusahaan terus menekankan tiga tema utama: kualitas, inovasi, dan ekspansi global. Namun, identitas orisinalnya tetap berakar pada merek kacang berlambang dua kelinci yang lahir di Pati lebih dari lima dekade lalu.





