I Indonesia Brand Wiki

Tentang Harlette

Harlette Beauty adalah merek perawatan kulit (skincare) asal Indonesia yang didirikan oleh Valencia Nathania. Merek ini dikenal luas karena konsep “superfood skincare” serta penekanannya pada formula yang lembut dan menutrisi bagi pemilik kulit sensitif, rentan jerawat, dan bermasalah. Harlette diluncurkan secara resmi pada tahun 2019, meskipun profil profesional pendirinya mencatat bahwa pekerjaan fondasi perusahaan dimulai sejak 2018.1

Pertumbuhan Harlette berawal dari pengalaman pribadi Valencia Nathania dalam mengatasi masalah jerawat parah, yang kemudian memicu minatnya terhadap formulasi kosmetik. Identitas merek ini menggabungkan semangat kewirausahaan kecantikan lokal dengan filosofi formulasi yang berfokus pada bahan-bahan seperti oat, susu oat, semangka, madu, dan bahan botani kaya nutrisi lainnya.2

Fakta Singkat

Kategori Informasi
Merek Harlette Beauty
Negara Asal Indonesia
Industri Perawatan Kecantikan & Pribadi
Kategori Skincare
Didirikan / Diluncurkan 2019
Pendiri & CEO Valencia Nathania
Perusahaan PT Valencia Organika Global
Konsep Utama Superfood skincare
Posisi Pasar Skincare lembut dan menutrisi untuk kulit sensitif/bermasalah
Bahan Unggulan Oat/susu oat, semangka, madu, dan bahan botani
Audiens Utama Remaja, dewasa muda, dan konsumen dengan kulit sensitif/rentan jerawat
Lini Produk Terkenal Oatmilk, Watermelon/Waterymelon, dan produk tabir surya

Saat ini, perusahaan menyatakan sedang memperluas jangkauan produk dan kehadiran internasionalnya di bawah naungan Harlette Global.

Awal Mula

Cerita Harlette dimulai dari perjuangan Valencia Nathania melawan jerawat. Sebelum mendirikan merek ini, ia mengalami masalah kulit serius yang sangat memengaruhi kepercayaan diri dan kehidupan sehari-harinya. Pengalaman tersebut memotivasinya untuk mempelajari ilmu kulit dan formulasi kosmetik secara lebih sistematis.3

Nathania telah mengembangkan minat pada industri kecantikan Korea saat menjalani studi atau pertukaran pelajar di Korea Selatan. Ia terinspirasi oleh bagaimana konsumen di sana mendukung merek kecantikan domestik, dan bercita-cita membangun perusahaan skincare Indonesia dengan tingkat pengakuan yang serupa.4

Ia kemudian mendalami studi formulasi kosmetik, termasuk mengikuti pelatihan melalui Formula Botanica, sambil melanjutkan pendidikan formalnya di BINUS University dan Dongguk University.

Setelah periode panjang eksperimen dan pengembangan formulasi, Harlette akhirnya diluncurkan pada tahun 2019.

Makna di Balik Nama

Menurut Nathania, nama “Harlette” merupakan gabungan dari ide “heart” (hati/jantung) dan “meadow” (padang rumput). Ia menjelaskan bahwa nama tersebut mewakili skincare alami yang dibuat dari hati, mencerminkan passion pribadi di balik merek ini.

Konsep ini menjadi bagian integral dari identitas Harlette: perawatan kulit tidak seharusnya hanya tentang mengobati masalah secara agresif, tetapi juga tentang merawat kulit dengan cara yang lebih lembut dan penuh perhatian.

Filosofi Merek

Proposisi utama Harlette sering diringkas sebagai “superfood skincare”.

Alih-alih memposisikan skincare hanya berdasarkan bahan aktif yang kuat, Harlette menekankan penggunaan bahan-bahan yang diasosiasikan dengan nutrisi dan pemeliharaan. Perusahaan mendeskripsikan produk-produknya menggunakan bahan-bahan kaya nutrisi, antioksidan, vitamin, dan ekstrak alami.

Filosofi ini dapat dipahami melalui empat gagasan utama:

  • Kelembutan — Produk diposisikan khusus untuk kulit sensitif dan bermasalah.
  • Nutrisi — Bahan-bahan seperti oat, susu oat, dan semangka menjadi bagian penting dari identitas merek.
  • Formulasi Berbasis Alam — Bahan botani dan yang terinspirasi dari makanan banyak dimasukkan ke dalam narasi produk.
  • Aksesibilitas — Harlette bertujuan membuat skincare buatan lokal mudah diakses oleh basis konsumen Indonesia yang luas.

Pendiri Harlette juga menggambarkan pendekatan perusahaan sebagai kombinasi antara clean beauty, inovasi formulasi, dan pembangunan komunitas.5

Portofolio Produk

Harlette telah mengembangkan berbagai rangkaian produk perawatan wajah, bukan hanya berfokus pada satu produk unggulan saja.

Rangkaian Oatmilk

Rangkaian Oatmilk adalah salah satu bagian paling ikonik dari identitas Harlette.

Produk-produk yang terkait dengan rangkaian ini meliputi:

  • Oatmilk Gentle Facial Wash
  • Oatmilk Sleeping Mask
  • Produk pelembap berbasis susu oat
  • Tabir surya berbasis oat dan produk terkait

Penggunaan oat sangat penting karena memperkuat posisi Harlette pada skincare yang lembut dan sadar akan skin barrier.

Rangkaian Watermelon / Waterymelon

Keluarga produk besar lainnya adalah lini Watermelon/Waterymelon.

Rangkaian ini mencakup produk-produk orientasi hidrasi seperti:

  • Waterymelon Deep Hydration Toner
  • Produk dan bundel Waterymelon lainnya
  • Skincare fokus hidrasi lainnya

Produk-produk ini memperluas posisi Harlette melampaui perawatan jerawat menuju hidrasi dan dukungan skin-barrier.

Pembersih Wajah (Cleansers)

Pembersihan wajah merupakan bagian penting dari portofolio Harlette. Oatmilk Gentle Facial Wash telah menjadi salah satu produk tanda tangan merek ini.

Menurut profil profesional Nathania, pembersih wajah ini menjadi produk yang sangat sukses, dengan lebih dari satu juta unit terjual.

Pelembap, Serum, dan Masker

Harlette juga menawarkan produk yang mencakup tahap lain dalam rutinitas skincare umum, termasuk:

  • Pembersih wajah
  • Toner
  • Pelembap/Krim siang
  • Sleeping mask
  • Serum
  • Face mist
  • Tabir surya

Katalog pasar saat ini menunjukkan bahwa merek ini telah berevolusi dari identitas awal yang berfokus pada oat menjadi portofolio skincare yang lebih luas.

Target Pasar

Posisi terkuat Harlette ditujukan kepada konsumen skincare muda, khususnya mereka yang bergulat dengan jerawat, sensitivitas, dehidrasi, atau kondisi kulit yang compromised.

Pesannya secara historis sangat resonan dengan Gen Z dan milenial muda, didukung oleh cerita pribadi pendiri dan komunikasi merek yang berorientasi media sosial. Sebuah profil pada tahun 2024 menggambarkan Harlette sebagai merek yang sangat populer di kalangan konsumen Gen Z.

Pendiri merek juga menggambarkan target audiens termasuk remaja dan dewasa muda, dengan penekanan pada orang-orang yang mencari skincare efektif tanpa formulasi yang terlalu keras.

Identitas Merek

Identitas visual dan pemasaran Harlette dibangun di sekitar interpretasi skincare yang relatif lembut, muda, dan mudah didekati.

Alih-alih mempresentasikan dirinya sebagai perusahaan skincare bergaya farmasi klinis yang kaku, merek ini menempati posisi tengah antara:

kecantikan alami + sains skincare modern + budaya anak muda.

Posisi ini membantu membedakannya dari merek-merek yang bersaing terutama melalui citra dermatologis/klinis atau melalui branding kecantikan mewah.

Kehadiran pribadi pendiri juga penting. Nathania bukan sekadar eksekutif di belakang perusahaan; ceritanya sendiri tentang jerawat, pendidikan formulasi, dan kewirausahaan erat kaitannya dengan narasi merek.

Pemasaran dan Komunitas

Bagian signifikan dari pertumbuhan Harlette berasal dari pemasaran digital dan pembangunan komunitas.

Merek ini telah mengembangkan komunitas di sekitar ide menjadi “Pejuang Kulit Sehat”. Istilah ini menggeser pesan dari sekadar menjanjikan kulit sempurna atau flawless menuju ide yang lebih luas tentang mencapai kulit yang sehat.

Kehadiran online-nya mencakup saluran e-commerce utama di Indonesia.

Pendekatan digital-first ini sangat cocok dengan demografi target Harlette.

Struktur Bisnis

Harlette beroperasi di bawah PT Valencia Organika Global. Profil profesional Valencia Nathania mengidentifikasinya sebagai CEO perusahaan dan pendiri Harlette, dengan tanggung jawab yang mencakup inovasi produk, strategi merek, dan ekspansi internasional.6

Aktivitas perusahaan karenanya melampaui sekadar memasarkan produk skincare pihak ketiga. Aktivitas yang dinyatakan termasuk pengembangan produk, R&D, pemasaran, dan operasional.

Apa yang Membuat Harlette Unik?

Diferensiasi Harlette dapat diringkas sebagai berikut:

1. Cerita Asal Usul Personal

Berbeda dengan merek yang diciptakan terutama melalui riset pasar, Harlette sangat terinspirasi oleh pengalaman jerawat pendirinya sendiri. Hal ini memberikan narasi yang cukup autentik pada merek.

2. Konsep “Superfood Skincare”

Konsep superfood memberikan Harlette kosakata yang mudah dikenali: oat, susu oat, semangka, dan bahan kaya nutrisi lainnya menjadi bagian dari identitas merek, bukan sekadar bahan formulasi individual.7

3. Fokus pada Kulit Sensitif/Bermasalah

Harlette secara konsisten memposisikan banyak produknya untuk konsumen yang bergulat dengan jerawat, sensitivitas, iritasi, kekeringan, atau dehidrasi.

4. Posisi Gen-Z Indonesia

Komunikasi, harga, dan distribusi digitalnya membuat merek ini sangat mudah diakses oleh konsumen Indonesia yang lebih muda.

5. Branding Dipimpin Pendiri

Cerita Valencia Nathania terjalin erat dengan identitas Harlette, menjadikan pendiri itu sendiri komponen penting dari citra publik merek.

Pertumbuhan dan Pengakuan

Harlette telah berkembang dari proyek skincare kecil yang dipimpin pendiri menjadi merek kecantikan Indonesia yang mudah dikenali.

Pembersih Oatmilk-nya secara khusus menjadi keberhasilan komersial besar, sementara portofolio produk yang lebih luas berkembang ke kategori hidrasi, perlindungan matahari, dan skincare lainnya.

Pada tahun 2025, media Indonesia melaporkan ambisi Nathania untuk membawa Harlette ke pasar internasional. ANTARA menggambarkan perusahaan tersebut mengejar ekspansi internasional sambil mempertahankan identitas superfood-skincare-nya.

Informasi rekrutmen perusahaan saat ini juga mendeskripsikan ekspansi global sebagai bagian dari tanggung jawab Nathania dan strategi Harlette.

Posisi dalam Industri Kecantikan Indonesia

Harlette adalah bagian dari gelombang lebih luas merek kecantikan lokal Indonesia yang telah tumbuh substansial melalui social commerce, e-commerce, dan komunitas Gen-Z.

Posisi kompetitifnya agak unik. Ini bukan merek mewah, juga tidak diposisikan sebagai merek dermatologi murni klinis. Sebaliknya, identitasnya berada di sekitar:

Skincare lokal Indonesia + bahan superfood + formulasi lembut + branding komunitas pemuda.

Hal ini memungkinkan Harlette untuk menempati niche yang mudah dikenali di pasar skincare Indonesia yang semakin padat.

Pendiri: Valencia Nathania

Valencia Nathania adalah pendiri dan CEO yang terkait dengan Harlette Beauty dan PT Valencia Organika Global.

Latar belakang pendidikannya mencakup BINUS University dan Dongguk University, sementara pendidikan profesionalnya mencakup pelatihan dalam formulasi skincare organik melalui Formula Botanica.

Pengalaman pribadinya dengan jerawat menjadi katalis bagi Harlette, sementara paparan terhadap industri kecantikan Korea membantu membentuk ambisinya untuk membangun merek kecantikan Indonesia yang sukses.

Dalam pengertian itu, Harlette dapat dilihat sebagai contoh pengalaman pendiri yang ditransformasikan menjadi proposisi merek konsumen.

Posisi Saat Ini

Hingga tahun 2026, Harlette paling tepat dideskripsikan sebagai perusahaan skincare Indonesia yang berspesialisasi dalam skincare lembut terinspirasi superfood, dengan asosiasi yang sangat kuat dengan produk berbasis oat.

Portofolionya telah melampaui konsep asli, sementara perusahaan semakin mempresentasikan dirinya sebagai merek dengan ambisi internasional.

Identitas inti merek, namun, tetap sangat konsisten:

Harlette = skincare lembut + bahan superfood + filosofi kulit sehat + budaya pemuda Indonesia.

Ringkasan

Harlette Beauty adalah merek skincare Indonesia yang didirikan oleh Valencia Nathania pada tahun 2019. Berasal dari perjuangan pribadi Nathania dengan jerawat parah dan studinya selanjutnya tentang formulasi skincare, merek ini dikembangkan di sekitar ide “superfood skincare”—menggunakan bahan kaya nutrisi seperti oat, susu oat, dan semangka dalam produk yang dirancang khusus untuk kulit sensitif, rentan jerawat, dan bermasalah. Harlette telah membangun pengikut yang kuat di antara konsumen Indonesia yang lebih muda melalui pemasaran digital, pembangunan komunitas, dan produk skincare yang mudah diakses. Produk terkenalnya meliputi rangkaian Oatmilk, produk Watermelon/Waterymelon, pelembap, masker, serum, dan tabir surya. Dioperasikan di bawah PT Valencia Organika Global, Harlette telah tumbuh dari proyek skincare lokal yang dipimpin pendiri menjadi merek kecantikan Indonesia mapan dengan ambisi ekspansi internasional.

Catatan: Ada merek berbeda bernama Harlette Luxury Lingerie, sebuah perusahaan lingerie mewah Inggris yang didirikan di London pada tahun 2005. Kedua merek tersebut tidak memiliki hubungan.

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait