Tentang HINO
HINO adalah merek kendaraan komersial asal Jepang yang dikenal luas sebagai produsen truk, bus, mesin diesel, serta solusi transportasi terkait. Merek ini berada di bawah naungan Hino Motors, Ltd. (日野自動車株式会社), sebuah pabrikan Jepang yang berkantor pusat di Hino, Tokyo. Dengan sejarah yang bermula sejak tahun 1910, HINO telah memfokuskan diri pada segmen kendaraan komersial sepanjang perjalanan modernnya.1
Per tahun 2026, HINO memasuki babak baru dalam sejarahnya. Hino Motors resmi menjadi bagian dari ARCHION Corporation, sebuah perusahaan induk baru yang terbentuk melalui integrasi bisnis antara HINO dan Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation. Meskipun demikian, HINO tetap beroperasi sebagai merek yang berdiri sendiri di dalam Grup ARCHION.2
Sekilas tentang HINO
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Merek | HINO |
| Nama Jepang | 日野自動車 (Hino Jidōsha) |
| Perusahaan | Hino Motors, Ltd. |
| Industri | Kendaraan komersial / otomotif |
| Didirikan | 1 Agustus 1910 |
| Berdiri sebagai Hino Heavy Industries | 1 Mei 1942 |
| Kantor Pusat | Hino, Tokyo, Japan |
| Produk Utama | Truk, bus, mesin, suku cadang, dan solusi transportasi |
| Jangkauan Global | Sekitar 90 negara dan wilayah |
| Karyawan | 32.339 (konsolidasi), per 31 Maret 2026 |
| Penjualan Bersih FY2026 | ¥1,565 triliun |
| Grup Saat Ini | ARCHION Group |
| Mitra/Brand Grup Kendaraan Komersial Utama | Mitsubishi Fuso |
| Hubungan Historis dengan Toyota | Mantan anak usaha Toyota; HINO masuk struktur ARCHION pada 2026 |
| Situs Web Resmi | Hino Motors |
Data karyawan dan keuangan di atas merupakan angka konsolidasi HINO untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2026.3
Profil dan Fokus Bisnis
HINO utamanya merupakan produsen kendaraan komersial, bukan perusahaan mobil penumpang. Produk-produknya dirancang untuk mengangkut orang maupun barang, mulai dari truk pengiriman skala kecil hingga truk berat, bus, dan kendaraan komersial khusus. Selain itu, HINO juga mengembangkan mesin, komponen kendaraan, teknologi konektivitas, serta layanan pendukung agar armada komersial dapat beroperasi secara efisien.4
Posisi ini membedakan identitas HINO dari merek seperti Toyota, Honda, atau Nissan yang lebih identik dengan mobil penumpang. Inti bisnis tradisional HINO terletak pada industri transportasi profesional.
Pelanggan khas HINO meliputi:
- Perusahaan logistik
- Operator angkutan barang dan truk
- Perusahaan konstruksi
- Bisnis pertambangan dan industri
- Pemerintah daerah
- Operator bus
- Perusahaan transportasi umum
- Perusahaan pengelolaan limbah
- Perusahaan distribusi
- Usaha kecil dan menengah
Oleh karena itu, filosofi HINO sangat menitikberatkan pada keandalan, ketahanan, efisiensi bahan bakar, waktu operasional (uptime), keselamatan, dan dukungan purnajual. Filosofi perusahaan ini erat kaitannya dengan konsep “Total Support” bagi pelanggan, yang melampaui sekadar penjualan unit truk atau bus semata.5
Asal Usul dan Sejarah Awal
Organisasi HINO modern berakar dari Tokyo Gas Industry Co., Ltd. yang didirikan pada tahun 1910. Perusahaan ini berganti nama menjadi Tokyo Gas and Electric Industry Co., Ltd. pada tahun 1913. Pada tahun 1917, perusahaan berhasil mengembangkan purwarupa truk buatan Jepang, yaitu TGE-A.6 Pengembangan otomotif awal ini sangat penting mengingat industri mobil Jepang saat itu masih dalam tahap awal. Selanjutnya, HINO berekspansi ke produksi bus dan jenis kendaraan lainnya.
Pada tahun 1937, sejumlah operasi otomotif digabungkan membentuk Tokyo Automobile Industry Co., Ltd.7 Kemudian pada 1942, pabrik Hino milik Diesel Motor Industry Co., Ltd. memisahkan diri menjadi Hino Heavy Industries, Inc. Peristiwa ini secara umum dianggap sebagai awal mula perusahaan Hino Motors yang modern.8 Perusahaan yang ada saat ini, Hino Motors, Ltd., secara resmi didirikan pada 1 Mei 1942.9
Tonggak Sejarah 1910-an–1930-an
Beberapa pencapaian penting pada masa awal meliputi:
- 1910 — Tokyo Gas Industry, pendahulu HINO, didirikan.
- 1913 — Berganti nama menjadi Tokyo Gas and Electric Industry.
- 1917 — Keberhasilan purwarupa truk TGE-A buatan Jepang.
- 1919 — Pengembangan tambahan seri truk TGE.
- 1930 — Memasuki manufaktur bus.
- 1937 — Operasi otomotif direorganisasi menjadi Tokyo Automobile Industry.10
Dengan rekam jejak tersebut, HINO memiliki pengalaman lebih dari satu abad di bidang transportasi komersial.
Perkembangan Pasca-Perang Dunia II
Setelah Perang Dunia II, HINO semakin memusatkan perhatiannya pada truk dan bus. Salah satu pengembangan penting adalah bus Blue Ribbon. Pada tahun 1953, HINO meluncurkan bus dengan mesin di bawah lantai tengah (center-underfloor-engine), yang kemudian menjadi produk penting di pasar bus Jepang.11
HINO juga sempat memasuki pasar mobil penumpang melalui kerja sama teknis dengan Renault, dengan memproduksi Renault 4CV di bawah lisensi selama dekade 1950-an. Namun, mobil penumpang tidak pernah menjadi bisnis utama perusahaan. Kendaraan komersial tetap menjadi spesialisasi jangka panjang HINO.
Hubungan dengan Toyota dan Pembentukan ARCHION
Salah satu hubungan paling signifikan dalam sejarah HINO adalah dengan Toyota Motor Corporation. Keduanya memulai hubungan bisnis pada dekade 1960-an. Toyota kemudian menjadi pemegang saham pengendali, menjadikan HINO bagian dari Toyota Group.12 Kerja sama ini menghasilkan kolaborasi teknologi dan industri yang luas, sehingga selama beberapa dekade HINO sering disebut sebagai anak usaha kendaraan komersial Toyota.
Namun, deskripsi tersebut kini sudah tidak berlaku lagi.
Perubahan Struktur Tahun 2026
HINO dan Mitsubishi Fuso sepakat mengintegrasikan bisnis mereka, dengan Toyota Motor Corporation dan Daimler Truck AG berpartisipasi sebagai pemegang saham/mitra strategis. Perusahaan induk hasil integrasi, ARCHION Corporation, mulai beroperasi pada 1 April 2026. ARCHION memiliki 100% kepemilikan atas HINO dan Mitsubishi Fuso, sementara Toyota dan Daimler Truck masing-masing berencana memegang 25% saham di ARCHION.13
Sejalan dengan perubahan ini, saham HINO juga dihapus dari bursa (delisted) pada 1 April 2026.14 Secara sederhana, struktur kepemilikan berubah dari sebelumnya Toyota → HINO, menjadi Toyota + Daimler Truck → ARCHION → HINO + Mitsubishi Fuso. Ini merupakan salah satu perubahan organisasi terbesar dalam sejarah HINO.
Portofolio Produk Utama
Portofolio produk HINO berpusat pada transportasi komersial.
Truk Ringan
Dirancang untuk pengiriman perkotaan, usaha kecil, distribusi ritel, konstruksi, dan logistik lokal. Contohnya adalah keluarga Hino Dutro, yang di beberapa pasar dikenal sebagai Hino 300 Series.
Truk Menengah
Digunakan untuk angkutan regional, konstruksi, distribusi, transportasi berpendingin, tangki, truk dump, dan aplikasi municipal. Hino Ranger merupakan salah satu keluarga truk menengah HINO yang paling terkenal.
Truk Berat
Dirancang untuk angkutan jarak jauh, konstruksi berat, pertambangan, operasi traktor-trailer, dan muatan berat. Hino Profia adalah salah satu lini truk berat utama HINO.
Bus
HINO memiliki sejarah panjang dalam manufaktur bus, mencakup bus kota, bus rute, bus pariwisata, bus sekolah, dan bus khusus. Nama-nama bus HINO yang terkenal antara lain Blue Ribbon, Selega, dan Poncho. Sebagai bagian dari transisi menuju transportasi rendah emisi, HINO juga mengembangkan bus listrik, seperti Hino Blue Ribbon Z EV yang merepresentasikan pengembangan bus baterai listrik perusahaan.15
Mesin dan Sistem Penggerak
Secara historis, HINO sangat terkenal dengan mesin diesel-nya. Mesin kendaraan komersial dituntut untuk beroperasi dalam waktu lama, menahan beban berat, dan menghasilkan torsi besar dengan konsumsi bahan bakar yang wajar. Reputasi mesin HINO dibangun di atas dasar ketahanan, torsi, efisiensi bahan bakar, umur pakai panjang, kemudahan perawatan, dan kemampuan operasi berat. Selain kendaraan utuh, HINO juga memproduksi mesin dan komponen terkait sistem penggerak.16
Model Ikonik: Ranger dan Dutro
Hino Ranger layak mendapat perhatian khusus karena telah menjadi salah satu keluarga truk HINO yang paling mudah dikenali. Diperkenalkan di pasar Jepang puluhan tahun lalu, Ranger berkembang menjadi platform truk menengah dengan aplikasi global. Di banyak pasar Asia, khususnya Asia Tenggara, Ranger identik dengan angkutan komersial truk menengah. Popularitasnya membantu menempatkan HINO sebagai produsen truk komersial utama di luar Jepang.
Sementara itu, Hino Dutro menempati segmen truk ringan untuk aplikasi pengiriman, logistik kecil, konstruksi, ritel, distribusi makanan, dan transportasi perkotaan. Model ini sangat signifikan di pasar Asia. Di Indonesia misalnya, Dutro menjadi salah satu produk HINO yang paling dikenal sejak diperkenalkan pada awal tahun 2000-an.17
Teknologi Hibrida dan Listrik
Meskipun identik dengan mesin diesel, HINO telah berinvestasi pada sistem penggerak alternatif. Pencapaian penting terjadi pada 1991, ketika HINO merilis apa yang diklaim sebagai kendaraan hibrida komersial pertama di dunia, yaitu bus transit kota hibrida.18 Hal ini membuktikan bahwa HINO telah mengerjakan kendaraan komersial terlistrik jauh sebelum tren truk listrik saat ini.
Belakangan, HINO mengembangkan truk dan bus baterai listrik, truk sel bahan bakar (fuel-cell), kendaraan hibrida, serta teknologi otonom. Pada tahun 2022, HINO mengumumkan truk ringan baterai listrik Dutro Z EV, disusul pengumuman truk berat sel bahan bakar Profia Z FCV.19 Strategi HINO bukanlah sekadar mengganti semua truk diesel dengan baterai, melainkan menerapkan pendekatan multi-jalur yang memadukan teknologi baterai listrik, sel bahan bakar, dan teknologi lain sesuai kebutuhan aplikasinya.20
Teknologi Otonom dan Konektivitas
Kendaraan komersial merupakan area penting bagi teknologi berkendara otonom karena rute yang dapat diprediksi dan operasi yang berulang. HINO telah meneliti truk otonom, manajemen armada, kendaraan terhubung, dan optimalisasi logistik. HINO menyatakan sebagai perusahaan pertama di Jepang yang mengomersialkan kendaraan otonom setara Level 4 di area terbatas.21 Teknologi ini bertujuan mengatasi kekurangan pengemudi, meningkatkan keselamatan, efisiensi logistik, dan menekan biaya transportasi.
Di sisi konektivitas, kendaraan HINO modern semakin mengadopsi teknologi terhubung. Di Indonesia, HINO meluncurkan Hino Connect pada tahun 2020 sebagai layanan telematika untuk meningkatkan efisiensi armada.23 Layanan ini menyediakan informasi lokasi kendaraan, utilisasi, perilaku pengemudi, konsumsi bahan bakar, data perawatan, hingga kinerja armada. Industri kendaraan komersial pun bertransformasi dari sekadar menjual perangkat keras menjadi penyedia solusi transportasi dan layanan data.
Filosofi “Total Support”
Bagi perusahaan transportasi, kendaraan yang berada di bengkel tidak menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, HINO menekankan waktu operasional kendaraan (vehicle uptime). Pendekatan “Total Support” mencakup penjualan unit, perawatan, suku cadang asli, pusat layanan, dukungan armada, telematika, informasi operasional, pembiayaan, hingga dukungan bagi pengemudi/operator. Tujuan eksplisit HINO adalah memaksimalkan waktu operasi pelanggan dan meminimalkan waktu henti (downtime).22 Inilah alasan utama mengapa merek kendaraan komersial bersaing dengan cara yang berbeda dibandingkan merek mobil penumpang.
Ajang Motorsport
HINO memanfaatkan ajang motorsport untuk mendemonstrasikan ketahanan truknya. Perusahaan pertama kali mengikuti Dakar Rally pada tahun 1990.24 Dakar Rally sangat relevan bagi produsen truk karena kendaraan harus bertahan dari panas ekstrem, pasir, getaran parah, beban mekanis berat, dan medan sulit. HINO membangun reputasi dengan berkompetisi menggunakan truk berukuran relatif lebih kecil melawan pesaing yang jauh lebih besar. Bagi HINO, motorsport berfungsi sebagai pembuktian filosofi teknik, bukan sekadar aktivitas pemasaran.
Kehadiran Global
Kendaraan HINO dijual di sekitar 90 negara dan wilayah,25 meliputi Jepang, Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia, Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. HINO telah mengembangkan operasi manufaktur dan perakitan lokal di berbagai negara untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan transportasi regional.
HINO di Indonesia
Indonesia merupakan salah satu pasar luar negeri terpenting dalam sejarah HINO. Kehadiran HINO di Indonesia bahkan dimulai sebelum operasi manufaktur modernnya.
Kedatangan Awal dan Proyek Infrastruktur
Pada tahun 1967, pemerintah Jepang mengirimkan 150 unit bus Hino BT-51 ke Indonesia sebagai bantuan. Kendaraan HINO kemudian terlibat dalam proyek infrastruktur utama di Indonesia, termasuk pengembangan irigasi di Jawa Tengah, Jalan Raya Trans-Sumatera, dan proyek LNG di Aceh. Hal ini memberikan koneksi awal yang kuat antara HINO dan pembangunan infrastruktur Indonesia.26
Manufaktur Lokal
Cerita manufaktur HINO di Indonesia secara formal dimulai pada 1982. Pada tanggal 17 Desember 1982, PT Hino Indonesia Manufacturing (HIM) didirikan sebagai perusahaan patungan antara Hino Motors, Sumitomo Corporation, dan kelompok bisnis Indonesia.27 Pada tahun 1985, mesin HINO pertama yang diproduksi di Indonesia, tipe HO7C-D4, berhasil dibuat. Pada tahun yang sama, HINO mulai memproduksi truk FF172/173LA secara lokal. Truk ini dirakit di Indonesia menggunakan komponen mesin, kabin, dan sasis yang diproduksi di dalam negeri.
Fasilitas Produksi Purwakarta
Saat ini, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) mengoperasikan fasilitas manufaktur utama di Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik ini diposisikan secara strategis untuk melayani tidak hanya Indonesia tetapi juga kawasan ASEAN yang lebih luas.28 Aktivitas HMMI mencakup manufaktur mesin diesel, perakitan kendaraan, produksi kendaraan komersial, dan komponen otomotif. Menurut Hino Indonesia, HMMI memiliki sekitar 1.606 karyawan per Maret 2025.29
Struktur Dua Perusahaan
Operasi HINO di Indonesia direorganisasi pada 2003 menjadi dua entitas utama:
- PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI): Bertanggung jawab atas penjualan, distribusi, dealer, suku cadang, dan layanan purnajual. HMSI merupakan anak usaha Hino Motors yang mendistribusikan kendaraan komersial HINO melalui dealer resmi di seluruh Indonesia.30
- PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI): Bertanggung jawab atas manufaktur, perakitan kendaraan, mesin, dan komponen.
Peran Strategis Indonesia
Indonesia bukan hanya pasar, melainkan juga basis ekspor bagi HINO. Sejak tahun 2011, perusahaan telah mengekspor lebih dari 13.000 unit truk dan bus utuh (complete-built-up) ke 15 negara, termasuk destinasi di Asia Tenggara dan Amerika Latin.31 Hal ini menjadikan Indonesia sebagai bagian integral dari jaringan manufaktur regional HINO.
Identitas Merek
Identitas visual HINO secara tradisional berpusat pada logo “H” berwarna merah yang khas. Pada bulan Maret 2026, HINO mengumumkan revisi logo perusahaan pertamanya dalam 32 tahun, berlaku efektif mulai 1 April 2026. Logo baru ini mempertahankan makna konseptual desain lama namun menyederhanakan tampilan visual untuk visibilitas dan penggunaan digital yang lebih baik. HINO juga menegaskan HINO Red sebagai warna mereknya.32
Simbolisme logo mencakup matahari terbit, tantangan dan kemajuan, harmoni teknologi dan lingkungan, pergerakan aman truk dan bus, serta keterhubungan rute transportasi. Penting untuk dicatat bahwa emblem kendaraan itu sendiri tidak diubah dalam transisi logo perusahaan tahun 2026 ini.33
Karakteristik Pembeda
Merek HINO dapat diringkas dalam lima karakteristik utama:
- Spesialisasi Kendaraan Komersial: Fokus pada truk dan bus alih-alih bersaing di semua segmen otomotif.
- Ketahanan: Durabilitas menjadi inti reputasi HINO mengingat kondisi operasi kendaraan komersial yang jauh lebih berat.
- Rekayasa Jepang: Berakar kuat pada tradisi teknik industri dan otomotif Jepang.
- Total Support: Penekanan pada keseluruhan siklus hidup operasional kendaraan, termasuk suku cadang, perawatan, dan layanan armada.
- Teknologi Transportasi: Transisi menuju kendaraan komersial terhubung, listrik, sel bahan bakar, dan otonom.
Struktur Korporasi Terkini (2026)
Deskripsi lama yang menyebut “HINO adalah anak usaha Toyota” sudah tidak akurat per Agustus 2026. Sejak 1 April 2026, ARCHION Corporation beroperasi sebagai perusahaan induk hasil integrasi HINO dan Mitsubishi Fuso, dengan kepemilikan 100% atas keduanya. Toyota Motor Corporation dan Daimler Truck masing-masing berencana memegang 25% saham ARCHION.34
Poin krusialnya adalah HINO dan FUSO tetap menjadi merek kendaraan komersial yang terpisah, meskipun berbagi struktur korporasi yang lebih luas. Integrasi ini ditujukan untuk menciptakan efisiensi di bidang penelitian dan pengembangan, pengadaan, produksi, dan logistik.35
Kerja Sama dengan Mitsubishi Fuso
Integrasi ini strategis karena kedua perusahaan berspesialisasi di kendaraan komersial. Alih-alih menghilangkan salah satu merek, rencana ini mempertahankan identitas HINO dan FUSO yang terpisah sambil menggabungkan kekuatan di balik layar. Area kerja sama potensial mencakup R&D, platform kendaraan, pengadaan, manufaktur, logistik, elektrifikasi, berkendara otonom, perangkat lunak kendaraan komersial, dan distribusi global. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing dan menciptakan bisnis mobilitas komersial yang lebih kuat.36
Strategi Lingkungan
HINO sedang bertransisi dari warisan kendaraan komersial diesel tradisionalnya menuju transportasi rendah karbon melalui berbagai teknologi:
| Teknologi | Aplikasi Potensial |
|---|---|
| Diesel | Aplikasi jarak jauh/beban berat |
| Hibrida | Operasi perkotaan dan campuran |
| Baterai Listrik | Pengiriman perkotaan dan bus |
| Sel Bahan Bakar | Aplikasi beban berat/jarak jauh |
| Berkendara Otonom | Efisiensi dan keselamatan logistik |
| Layanan Terhubung | Optimalisasi armada |
Pendekatan ini mengakui bahwa kendaraan komersial yang berbeda memiliki kebutuhan energi yang berbeda pula; truk pengiriman kota kecil memiliki kondisi operasi yang sangat berbeda dari truk jarak jauh 40 ton.
Tantangan dan Kontroversi
HINO pernah menghadapi tantangan serius, notably skandal ketidakwajaran sertifikasi mesin tahun 2022 yang melibatkan data sertifikasi yang tidak tepat untuk mesin tertentu. HINO merilis laporan investigasi, menyerahkan laporan pencegahan kekambuhan kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, serta menetapkan “Tiga Reformasi”.37 Perusahaan kemudian menghadapi konsekuensi regulasi dan hukum di Jepang maupun luar negeri.
Pada tahun 2025, HINO mencapai penyelesaian dengan otoritas AS terkait masalah sertifikasi mesin masa lalu.38 Peristiwa ini signifikan karena keandalan dan kepatuhan regulasi adalah inti reputasi produsen kendaraan komersial. Manajemen HINO saat ini menempatkan penekanan substansial pada kepatuhan, tata kelola, transparansi, kualitas, keselamatan, dan pembangunan kembali kepercayaan pemangku kepentingan.39
HINO Hari Ini
Per Agustus 2026, HINO dipahami sebagai merek mobilitas komersial Jepang yang sedang menjalani transformasi besar. Merek ini mempertahankan kekuatan historisnya di truk, bus, mesin, ketahanan, dan dukungan purnajual, sembari berekspansi ke kendaraan listrik, sel bahan bakar, konektivitas, berkendara otonom, dan solusi armada. Di tingkat korporasi, HINO telah beralih dari struktur Toyota Group yang telah berlangsung lama ke organisasi ARCHION yang baru bersama Mitsubishi Fuso.40
Tonggak Sejarah Utama
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1910 | Tokyo Gas Industry, pendahulu HINO, didirikan |
| 1917 | Purwarupa truk TGE buatan Jepang pertama |
| 1930 | Pendahulu HINO memasuki manufaktur bus |
| 1942 | Hino Heavy Industries didirikan |
| 1953 | Bus Blue Ribbon diperkenalkan |
| 1962 | HINO memulai ekspansi luar negeri yang lebih luas |
| 1967 | Bus HINO pertama tiba di Indonesia |
| 1971 | “Red Engine” HINO diperkenalkan |
| 1980 | Generasi baru truk menengah Ranger |
| 1981 | Seri berat Super Dolphin Profia |
| 1982 | PT Hino Indonesia Manufacturing didirikan |
| 1985 | Mesin HINO pertama dan truk produksi lokal di Indonesia |
| 1990 | HINO memasuki Dakar Rally |
| 1991 | Bus kota hibrida komersial diperkenalkan |
| 1994 | Logo korporat HINO sebelumnya diperkenalkan |
| 2003 | Operasi Indonesia dibagi menjadi HMSI dan HMMI |
| 2011 | Indonesia menjadi basis ekspor penting HINO |
| 2020 | Hino Connect diluncurkan di Indonesia |
| 2022 | Dutro Z EV diumumkan; ketidakwajaran sertifikasi mesin terungkap |
| 2023 | MoU integrasi HINO–Mitsubishi Fuso |
| 2025 | Perjanjian integrasi definitif ditandatangani |
| 2026 | ARCHION didirikan; HINO menjadi bagian ARCHION Group |
| 2026 | Logo korporat HINO baru diperkenalkan |
Sumber: Sejarah korporat resmi HINO dan sejarah resmi Hino Indonesia.41
References
- About Hino Motors | CORPORATE | HINO MOTORS
- Corporate Information | About Hino Motors | HINO MOTORS
- April 1, 2026
- HINO MOTORS
- History of Hino | About Hino Motors | HINO MOTORS
- HINO SUSTAINABILITY
- 10IntroductionMessageFeatureBusiness strategy
- Hino Indonesia | Pakarnya Truk dan Bus
- Hino Indonesia | Pakarnya Truk dan Bus
- Hino Indonesia | Pakarnya Truk dan Bus
- Hino Indonesia | Pakarnya Truk dan Bus
- Hino to revise its corporate logo for the first time in 32 years -To evolve our expression of a changing Hino with an unchanging concept- | News | HINO MOTORS
- 20251009e_1
- Timely Disclosure Information | IR | HINO MOTORS
- Message from the President | About Hino Motors | HINO MOTORS
- ARCHION Joins CJPT to Strengthen Initiatives in the CASE Domain | News | HINO MOTORS
- Annual Report
- sec.gov
- Board of Directors | About Hino Motors | HINO MOTORS
- Regarding the Japan Fair Trade Commission’s Review Results on the Business Integration between Hino Motors and Mitsubishi Fuso | News | HINO MOTORS
- Results of Today’s Extraordinary General Shareholders Meeting | News | HINO MOTORS
- sec.gov
- Annual Report
- sec.gov
- sec.gov
- sec.gov
- Hino Indonesia Marks 500,000 Unit Production Achievement | News | HINO MOTORS
- Hino Indonesia | Pakarnya Truk dan Bus
- Hino Indonesia | Pakarnya Truk dan Bus
- Subscription of New Shares of Hino Motors, Ltd. for Capital Increase | Toyota Motor Corporation Official Global Website
- Sustainability Report | Sustainability | HINO MOTORS
- IR | CORPORATE | HINO MOTORS
- News 2026 | CORPORATE | HINO MOTORS
- HINO MOTORS
- Business Strategy, Plan etc.. | IR | HINO MOTORS
- The Hino Group | About Hino Motors | HINO MOTORS
- General Information | IR | HINO MOTORS
- News 2025 | CORPORATE | HINO MOTORS
- IR | CORPORATE | HINO MOTORS
- HINO MOTORS
- Domestic Office & Dealers | About Hino Motors | HINO MOTORS





