Tentang infarm
Infarm, atau secara legal bernama Infarm – Indoor Urban Farming GmbH, merupakan perusahaan teknologi pangan dan pertanian vertikal asal Jerman yang didirikan di Berlin pada tahun 2013 oleh Osnat Michaeli, Erez Galonska, dan Guy Galonska. Perusahaan ini pernah menjadi salah satu startup pertanian vertikal paling terkemuka di Eropa, dengan mengembangkan modul pertanian dalam ruangan yang mampu menanam herba, selada, dan tanaman lain di supermarket, restoran, gudang, serta fasilitas budidaya khusus.
Konsep utama Infarm adalah mendekatkan produksi pangan kepada konsumen dengan menanam produk segar di dalam atau di sekitar kota menggunakan lingkungan terkendali, hidroponik, sensor, otomasi, perangkat lunak berbasis cloud, dan sains data. 1
Catatan Penting: Kisah Infarm memiliki dua fase yang sangat berbeda. Perusahaan ini sempat menjadi salah satu startup pertanian vertikal dengan valuasi tertinggi di dunia, namun kemudian mengalami restrukturisasi besar-besaran dan proses insolvensi di sejumlah yurisdiksi Eropa. Oleh karena itu, deskripsi terkini tidak boleh hanya menggambarkannya sebagai perusahaan yang berekspansi pesat seperti dalam materi promosi tahun 2021–2022.
Tinjauan Umum
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama | Infarm |
| Nama Legal | Infarm – Indoor Urban Farming GmbH |
| Industri | AgriTech / FoodTech / Pertanian Vertikal |
| Tahun Berdiri | 2013 |
| Tempat Berdiri | Berlin, Germany |
| Pendiri | Osnat Michaeli, Erez Galonska, Guy Galonska |
| Teknologi | Pertanian vertikal, hidroponik, pertanian lingkungan terkendali, IoT, perangkat lunak cloud, pembelajaran mesin |
| Model Bisnis Awal | Unit pertanian yang dipasang di supermarket, restoran, dan lokasi perkotaan lainnya |
| Tanaman Utama | Herba, sayuran daun, selada, dan kemudian beberapa jenis tanaman buah |
| Ekspansi Utama | Eropa, Amerika Utara, dan Jepang |
| Valuasi Puncak | Lebih dari US$1 miliar |
| Tonggak Pendanaan Utama | Seri D sebesar US$200 juta pada 2021 |
| Penurunan Signifikan | 2022–2023 |
| Insolvensi/Restrukturisasi Eropa | Dimulai pada 2023 di beberapa yurisdiksi |
Dalam pengumuman tahun 2021, Infarm menyatakan telah beroperasi di lebih dari 50 kota di 11 negara dan berhasil mengumpulkan tambahan dana US$200 juta dalam putaran Seri D, yang mendorong valuasinya melampaui US$1 miliar. 1
Sejarah Pendirian
Asal-usul Infarm bermula dari ketertarikan para pendirinya terhadap kemandirian pangan dan bercocok tanam di perkotaan.
Sebelum perusahaan resmi berdiri, Erez dan Guy Galonska bereksperimen dengan budidaya hidroponik di Berlin. Erez menceritakan bagaimana ia membangun sistem hidroponik awal di ruang tamu keluarganya dan menanam sekitar 150 tanaman. Eksperimen ini memunculkan gagasan bahwa pertanian tidak harus bergantung pada lahan tradisional, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan perkotaan. 2
Pada tahun 2013, Erez Galonska, Guy Galonska, dan Osnat Michaeli secara resmi mendirikan Infarm di Berlin.
Proposisi dasar mereka adalah:
Alih-alih mengangkut makanan dari pertanian jarak jauh ke kota, mengapa tidak menanam sebagian makanan tersebut langsung di dalam kota?
Gagasan inilah yang menjadi fondasi model pertanian vertikal perkotaan Infarm.
Makna Nama “Infarm”
Nama Infarm berkaitan erat dengan konsep asli perusahaan yaitu pertanian urban dalam ruangan (indoor urban farming).
Berbeda dengan bayangan umum tentang pertanian sebagai lahan terbuka yang luas, Infarm memandang pertanian sebagai sistem teknologi modular yang berpotensi dipasang di hampir semua lokasi.
Hal ini menjadi pembeda penting dari pertanian konvensional. Pertanian tradisional umumnya memerlukan:
- Lahan yang luas;
- Iklim dan tanah yang sesuai;
- Kedekatan dengan sumber air;
- Kondisi musiman;
- Infrastruktur transportasi.
Model Infarm berupaya menggantikan banyak persyaratan tersebut dengan:
- Pencahayaan buatan;
- Suhu dan kelembapan terkendali;
- Pemberian nutrisi hidroponik;
- Sensor;
- Perangkat lunak;
- Otomasi;
- Sistem tanam bertingkat vertikal.
Konsep Teknologi Infarm
Teknologi Infarm didasarkan pada pertanian lingkungan terkendali (CEA) dan pertanian vertikal.
Tanaman dibudidayakan dalam modul-modul yang disusun secara vertikal, bukan horizontal di atas lahan. Alih-alih mengandalkan sinar matahari, curah hujan, dan tanah, perusahaan ini dapat mengendalikan lingkungan tanaman secara presisi.
Infarm mendeskripsikan setiap unit tanam sebagai ekosistem terkendali di mana cahaya, udara, dan nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Seluruh unit pertanian terhubung ke sistem berbasis cloud yang memungkinkan perusahaan memantau dan menyesuaikan kondisi pertumbuhan dari jarak jauh. 3
“The Farm Brain”
Salah satu gagasan paling khas dari Infarm adalah bahwa pertaniannya bukan sekadar perangkat keras, melainkan kombinasi dari:
Pertanian + sensor + perangkat lunak + data + pengetahuan biologi.
Infarm menamai sistem perangkat lunak terpusatnya sebagai “Farm Brain.”
Sensor-sensor di seluruh sistem penanaman mengumpulkan informasi mengenai tanaman dan lingkungannya. Infarm menyatakan bahwa jaringannya telah mengakumulasi puluhan miliar titik data, yang dapat dianalisis untuk meningkatkan faktor-faktor seperti hasil panen, kualitas, dan kondisi pertumbuhan. 4
Konsep ini pada dasarnya merupakan sebuah umpan balik:
Tanaman → Sensor → Data → Cloud → Analisis → Penyesuaian Pertumbuhan → Tanaman yang Lebih Baik
Sistem ini ditujukan agar setiap generasi tanaman menjadi lebih efisien dan dapat diprediksi.
Hidroponik
Infarm utamanya menggunakan budidaya hidroponik, yang berarti tanaman dapat tumbuh tanpa tanah konvensional. Sebagai gantinya, tanaman menerima air yang mengandung nutrisi terlarut.
Keunggulan metode ini untuk pertanian vertikal meliputi:
- Kontrol nutrisi yang presisi;
- Pengurangan konsumsi air;
- Berkurangnya ketergantungan pada tanah;
- Otomasi yang lebih mudah;
- Kompatibilitas dengan sistem bertingkat vertikal;
- Kemampuan untuk bercocok tanam di dalam ruangan sepanjang tahun.
Oleh karena itu, teknologi ini sangat cocok diterapkan dalam pertanian perkotaan.
Produk
Pada awalnya, Infarm berfokus pada herba segar dan sayuran daun. Contohnya meliputi:
- Basil;
- Mint;
- Ketumbar;
- Selada;
- Kale;
- Sayuran salad;
- Herba dan sayuran daun lainnya.
Seiring ekspansi perusahaan, Infarm mulai mengeksplorasi tanaman yang lebih kompleks, termasuk:
- Tomat;
- Stroberi;
- Jamur;
- Kacang polong;
- Tanaman buah lainnya.
Pada tahun 2021, Infarm menyatakan telah memproduksi lebih dari 75 varietas herba, salad, dan sayuran daun, serta sedang berupaya memperluas portofolio tanamannya. 5
Perlu dicatat bahwa sayuran daun umumnya jauh lebih mudah diproduksi secara ekonomis di pertanian vertikal dibandingkan tanaman pokok seperti gandum, jagung, atau pohon buah besar.
Lokasi Pertanian Infarm
Salah satu inovasi terbesar Infarm adalah jaringan pertanian terdistribusi. Alih-alih membangun satu pertanian raksasa dan mengangkut semua hasil panennya, Infarm bereksperimen menempatkan unit pertanian di lokasi tempat konsumen biasa berbelanja, seperti:
- Supermarket;
- Restoran;
- Gudang;
- Fasilitas distribusi;
- Pusat pertanian vertikal khusus.
Perusahaan ini dikenal memasang unit tanam transparan di dalam supermarket, sehingga pelanggan dapat melihat tanaman yang sedang tumbuh sebelum dipanen. Selama masa ekspansinya, Infarm bermitra dengan peritel besar termasuk Kroger, Marks & Spencer, Whole Foods Market, Amazon Fresh, Aldi Süd, Edeka, Migros, Metro, Auchan, operasi terkait Carrefour/Casino, dan lainnya. 6
Model Pertanian Supermarket
Model supermarket sangat penting bagi identitas Infarm. Jika rantai pasok supermarket konvensional terlihat seperti:
Pertanian → fasilitas pengepakan → truk → pusat distribusi → truk → supermarket → pelanggan
Maka Infarm mencoba pendekatan yang lebih dekat:
Supermarket → Unit tanam Infarm → Pelanggan
Dengan demikian, pertanian menjadi bagian dari pengalaman ritel itu sendiri. Lemari tanam transparan bukan sekadar peralatan pertanian, tetapi juga berfungsi sebagai display pemasaran dan edukasi. Pelanggan dapat melihat:
- Tanaman yang sedang tumbuh;
- Akar tanaman;
- Lingkungan pertumbuhan;
- Proses pemanenan.
Hal ini memberikan Infarm merek yang berorientasi langsung pada konsumen, berbeda dari pertanian tradisional.
Proposisi Lingkungan
Infarm memposisikan pertanian vertikal sebagai alternatif bagi pertanian konvensional yang padat sumber daya. Perusahaan mengklaim sistemnya dapat menggunakan jauh lebih sedikit:
- Lahan;
- Air;
- Transportasi;
- Pestisida kimia.
Sebagai contoh, Infarm menyatakan sistemnya dapat menggunakan 95% lebih sedikit lahan dan 95% lebih sedikit air dibandingkan pertanian berbasis tanah konvensional dalam perbandingan yang mereka tetapkan, sementara produksi perkotaan dapat mengurangi jarak tempuh makanan secara signifikan. 7
Namun, angka-angka tersebut perlu dipahami sebagai klaim perusahaan Infarm sendiri, bukan karakteristik universal semua pertanian vertikal. Kinerja lingkungan pertanian vertikal sangat bergantung pada:
- Sumber listrik;
- Efisiensi LED;
- Jenis tanaman;
- Tingkat pemanfaatan pertanian;
- Kebutuhan pemanasan/pendinginan;
- Transportasi;
- Desain fasilitas.
Faktor-faktor ini menjadi sangat penting saat mengevaluasi ekonomi dan keberlanjutan industri ini.
Model Bisnis
Infarm tidak sekadar menjual sayuran. Proposisi utamanya pada dasarnya adalah “pertanian sebagai layanan” (farming as a service). Peritel dapat memiliki instalasi Infarm sementara Infarm menyediakan sebagian besar teknologi dan keahlian operasionalnya.
Sistem ini mencakup:
Perangkat Keras
* Modul tanam;
* Pencahayaan;
* Irigasi;
* Sensor;
* Peralatan pengendali lingkungan.
Perangkat Lunak
* Pemantauan cloud;
* Analisis data;
* Manajemen jarak jauh;
* Optimasi tanaman.
Pertanian
* Benih;
* Pembibitan tanaman;
* Budidaya;
* Pemanenan;
* Sains tanaman.
Komisi Eropa menggambarkan model Infarm sebagai penyedia sistem pertanian dalam ruangan bagi supermarket beserta layanan penanaman dan optimasi berkelanjutan. 8
Langkah ini penting karena Infarm ingin mengubah pertanian menjadi platform teknologi, bukan sekadar produsen sayuran lainnya.
Ekspansi Pesat
Infarm mengalami pertumbuhan yang sangat cepat pada akhir 2010-an dan awal 2020-an. Perusahaan ini berekspansi dari Berlin ke berbagai pasar internasional, termasuk:
- Jerman;
- Prancis;
- Inggris;
- Belanda;
- Denmark;
- Swiss;
- Luksemburg;
- Kanada;
- Amerika Serikat;
- Jepang.
Menjelang tahun 2021, Infarm menyatakan memiliki lebih dari 17 Growing Centres dan lebih dari 1.400 in-store farms yang melayani sekitar 30 peritel besar. 9
Perusahaan ini akhirnya menjadi salah satu nama paling menonjol dalam industri pertanian vertikal global.
Pendanaan
Infarm menarik minat besar dari investor modal ventura dan institusional. Beberapa investor utamanya meliputi:
- Atomico;
- Balderton Capital;
- Cherry Ventures;
- Qatar Investment Authority;
- Lightrock;
- Partners in Equity;
- Hanaco;
- Bonnier;
- Astanor Ventures.
Pada tahun 2019, Infarm mengumumkan putaran Seri B senilai US$100 juta yang dipimpin oleh Atomico. 10
Pada tahun 2020, perusahaan ini mengumpulkan lagi US$170 juta dalam bentuk ekuitas dan utang. 11
Kemudian pada Desember 2021, Infarm mengumumkan putaran Seri D senilai US$200 juta. Putaran ini memberi valuasi perusahaan lebih dari US$1 miliar, menjadikan Infarm sebagai unicorn. 12
Pada puncaknya, perusahaan ini telah mengumpulkan sekitar setengah miliar dolar dalam pembiayaan, tergantung pada cara perhitungan instrumen pendanaan yang berbeda. 13
Ambisi Perusahaan
Ambisi Infarm sangatlah besar. Dalam pengumuman ekspansi tahun 2021, perusahaan menyatakan ingin mencapai 100 Growing Centres di 20 negara pada tahun 2030 dan berekspansi dari sayuran daun ke beragam jenis buah dan sayuran yang lebih luas. 14
Visinya pada dasarnya adalah membangun jaringan pertanian perkotaan global. Alih-alih sistem pangan yang berpusat pada wilayah pertanian raksasa, Infarm membayangkan sebuah jaringan terdistribusi di mana produksi pangan menjadi terdesentralisasi, lokal, dan berbasis data.
Titik Balik
Masalah utamanya adalah pertumbuhan pesat tidak serta-merta menghasilkan profitabilitas. Pertanian vertikal sangat padat modal. Sebuah pertanian membutuhkan:
- Bangunan;
- LED;
- Sistem HVAC;
- Pompa;
- Sensor;
- Otomasi;
- Perangkat lunak;
- Tenaga kerja;
- Listrik;
- Pemeliharaan;
- Benih dan nutrisi.
Berbeda dengan perusahaan perangkat lunak, pertanian vertikal tidak dapat berskala tanpa terus mengeluarkan uang untuk infrastruktur fisik. Hal ini menjadi semakin bermasalah ketika harga energi naik.
Pada akhir 2022, Infarm mengakui bahwa modelnya yang ada tidak mampu menahan kombinasi harga energi tinggi dan pasar keuangan yang sulit. Perusahaan mengumumkan pergeseran strategis menuju profitabilitas, termasuk konsolidasi operasi pertanian dan pengurangan skala di beberapa pasar. 15
Pengurangan Skala Operasi
Infarm kemudian mulai memangkas operasi internasionalnya. Strategi yang direvisi berfokus pada pusat-pusat pertumbuhan terpilih di mana manajemen meyakini profitabilitas lebih mungkin dicapai.
Perusahaan menetapkan Frankfurt, Copenhagen, dan Toronto sebagai lokasi inti dalam rencana restrukturisasi 2022 dan merencanakan pusat pertumbuhan di Baltimore, sembari mengusulkan pengurangan operasi di Inggris, Prancis, dan Belanda. 16
Ini merupakan perubahan signifikan dari strategi sebelumnya yang menekankan penyebaran pertanian secara cepat di banyak negara.
Insolvensi
Bagian terpenting dari sejarah akhir Infarm adalah bahwa restrukturisasi tersebut bukan sekadar pivoting bisnis biasa. Beberapa entitas Infarm memasuki proses insolvensi formal.
Sebagai contoh, entitas Belanda perusahaan, Infarm – Indoor Urban Farming B.V., dinyatakan bangkrut pada September 2023. 17
Operasi Inggrisnya juga memasuki administrasi pada 4 September 2023. Catatan UK Companies House menunjukkan administrasi tersebut berakhir pada 4 September 2025, dengan riwayat pengarsipan yang mencatat langkah menuju pembubaran. 18
Perusahaan terkait di Inggris, Infarm Technologies Limited, memasuki likuidasi wajib pada Februari 2025. 19
Oleh karena itu, status Infarm saat ini perlu dideskripsikan dengan hati-hati: merek dan situs web Infarm masih ada, namun struktur korporasi dan operasi yang eksis selama puncak tahun 2021 telah mengalami proses insolvensi dan restrukturisasi besar-besaran.
Penyebab Kesulitan Infarm
Kesulitan Infarm mencerminkan masalah yang lebih luas yang melanda industri pertanian vertikal.
1. Kebutuhan Modal Tinggi
Membangun pertanian dalam ruangan yang canggih memerlukan investasi awal yang substansial.
2. Biaya Energi
Pencahayaan buatan, pendinginan, pemanasan, dan pengendalian lingkungan dapat mengonsumsi listrik dalam jumlah signifikan.
3. Ekonomi Tanaman Terbatas
Sayuran daun dan herba relatif cocok untuk pertanian vertikal, namun banyak tanaman pokok tetap sulit ditanam secara ekonomis di dalam ruangan.
4. Kompleksitas Skalabilitas
Perusahaan perangkat lunak secara teoritis dapat menambah jutaan pengguna tanpa membangun pabrik baru untuk setiap pengguna. Pertanian vertikal membutuhkan infrastruktur fisik setiap kali kapasitas produksi diperluas.
5. Ekonomi Ritel
Pertanian di supermarket perlu memproduksi volume yang cukup dan menghasilkan margin yang memadai untuk membenarkan biaya ruang, peralatan, dan operasional.
6. Lingkungan Pembiayaan
Ekspansi Infarm sangat bergantung pada pendanaan ventura. Ketika pasar keuangan menjadi kurang mendukung, perusahaan yang mengejar pertumbuhan agresif menghadapi tekanan untuk menjadi untung jauh lebih cepat.
7. Guncangan Harga Energi
Kenaikan harga energi di Eropa sangat merugikan bisnis yang sistem produksinya sangat bergantung pada listrik. Infarm sendiri menyebut eskalasi harga energi sebagai salah satu faktor di balik pergeseran strategis tahun 2022. 20
Signifikansi Infarm
Terlepas dari masalah keuangan di kemudian hari, Infarm tetap menjadi studi kasus penting dalam perkembangan pertanian vertikal modern. Perusahaan ini membuktikan bahwa pertanian vertikal dapat:
- Diintegrasikan ke dalam supermarket;
- Dihubungkan melalui perangkat lunak cloud;
- Dipantau dari jarak jauh;
- Dioperasikan sebagai jaringan terdistribusi;
- Dipasarkan langsung kepada konsumen;
- Dikombinasikan dengan sains data dan otomasi.
Infarm juga membantu menjadikan pertanian vertikal sebagai kategori investasi arus utama selama boom teknologi akhir 2010-an/awal 2020-an.
Kisah Infarm lebih rumit daripada sekadar “sukses” atau “gagal”. Teknologi dan model bisnisnya memengaruhi industri, sementara kesulitan keuangannya menunjukkan betapa sulitnya mengubah pertanian dalam ruangan yang mengesankan secara teknis menjadi bisnis berskala besar yang konsisten menguntungkan.
Tumpukan Teknologi
Secara garis besar, Infarm menggabungkan beberapa teknologi:
| Teknologi | Tujuan |
|---|---|
| Pertanian Vertikal | Memaksimalkan produksi per satuan luas lantai |
| Hidroponik | Menanam tanaman tanpa tanah konvensional |
| Pencahayaan LED | Menyediakan cahaya terkendali untuk fotosintesis |
| Sensor | Memantau kondisi pertumbuhan |
| IoT | Menghubungkan peralatan pertanian |
| Cloud Computing | Sentralisasi pemantauan dan kontrol pertanian |
| Machine Learning / Sains Data | Mengoptimalkan kondisi pertumbuhan |
| Otomasi | Mengurangi intervensi manual |
| Lingkungan Terkendali | Mempertahankan suhu, kelembapan, dan kondisi lain secara presisi |
Hal ini membuat Infarm lebih menyerupai kombinasi perusahaan pertanian + perusahaan robotika + perusahaan perangkat lunak + perusahaan pangan daripada pertanian konvensional.
Identitas Merek
Branding Infarm berpusat pada beberapa gagasan:
Kesegaran
Hasil panen dapat dipetik dekat dengan titik konsumsi.
Pangan Lokal
Perusahaan mempromosikan ide menanam makanan di dalam kota.
Transparansi
Pertanian kaca mereka memungkinkan konsumen melihat proses penanaman pangan.
Teknologi
Sensor, perangkat lunak cloud, dan otomasi menjadi inti merek.
Keberlanjutan
Infarm menekankan pengurangan penggunaan lahan, air, pestisida, dan transportasi.
Pangan Masa Depan
Merek ini memposisikan pertanian vertikal sebagai bagian dari sistem pangan perkotaan masa depan.
Situs webnya masih mendeskripsikan konsep seputar produksi lokal, lingkungan terkendali, dan pertanian berbasis cloud. 21
Infarm vs Pertanian Tradisional
| Faktor | Pertanian Tradisional | Model Infarm |
|---|---|---|
| Lokasi | Pedesaan/lahan terbuka | Perkotaan/dalam ruangan |
| Tanah | Umumnya digunakan | Sistem hidroponik |
| Sinar Matahari | Alami | Buatan/terkendali |
| Air | Irigasi lahan/hujan | Sistem resirkulasi |
| Iklim | Iklim alami | Lingkungan terkendali |
| Musim | Penting | Berkurang |
| Transportasi | Seringkali signifikan | Dirancang agar pendek |
| Lahan | Area luas | Produksi vertikal kepadatan tinggi |
| Data | Semakin digital | Inti dari operasi |
| Visibilitas Konsumen | Biasanya rendah | Berpotensi sangat tinggi |
Keuntungan utama pendekatan Infarm adalah kontrol. Kerugian utamanya adalah biaya dan konsumsi energi.
Linimasa
2012
Erez dan Guy Galonska bereksperimen dengan pertanian hidroponik di Berlin. 22
2013
Erez Galonska, Guy Galonska, dan Osnat Michaeli mendirikan Infarm di Berlin. 23
2017–2018
Perusahaan mengumpulkan pendanaan tahap awal yang signifikan dan memperluas jaringan pertanian perkotaannya. 24
2019
Infarm mengumpulkan sekitar US$100 juta dalam pendanaan Seri B. 25
2020
Infarm mengumpulkan sekitar US$170 juta dalam bentuk ekuitas dan utang serta melanjutkan ekspansi internasional. 26
2021
Infarm mengumpulkan Seri D senilai US$200 juta dan mencapai valuasi di atas US$1 miliar. 27
2022
Kenaikan harga energi dan kondisi keuangan yang sulit memaksa pergeseran strategis besar menuju profitabilitas dan konsolidasi. 28
2023
Infarm melakukan pengurangan skala internasional secara signifikan, dengan proses insolvensi yang melibatkan beberapa entitas Eropa. Entitas Belanda dinyatakan bangkrut, sementara operasi Inggris memasuki administrasi. 29
2025
Administrasi Inggris untuk Infarm – Indoor Urban Farming GmbH berakhir, dengan Companies House mencatat langkah menuju pembubaran; Infarm Technologies Limited juga berada dalam likuidasi wajib.
2026
Situs web Infarm tetap daring dan terus menyajikan merek Infarm serta konsep pertanian berbasis cloud-nya, sementara entitas korporasi historis di Eropa tetap tunduk pada catatan insolvensi/pembubaran. 30
Para Pendiri
Erez Galonska
Wakil pendiri dan, selama periode pertumbuhan Infarm, menjabat sebagai CEO. Ketertarikannya pada kemandirian dan produksi pangan berkelanjutan menjadi inspirasi utama pembentukan perusahaan. 31
Guy Galonska
Wakil pendiri dan anggota tim pendiri yang berorientasi pada teknologi. Ia berperan dalam pengembangan teknik dan teknologi Infarm.
Osnat Michaeli
Wakil pendiri dan tokoh kunci dalam pengembangan merek dan bisnis Infarm. Ia membantu membentuk visi perusahaan untuk membuat pangan hasil pertanian perkotaan dapat diakses oleh konsumen.
Bersama-sama, para pendiri mengubah proyek hidroponik eksperimental menjadi perusahaan teknologi pangan internasional yang didanai secara masif.
Keunikan Infarm
Gagasan paling khas Infarm bukan sekadar:
“Mari menanam sayuran di dalam ruangan.”
Banyak perusahaan sudah melakukan hal itu. Proposisi yang lebih ambisius adalah:
“Mari membangun sistem operasi terdistribusi untuk pertanian perkotaan.”
Itu berarti menggabungkan:
Pertanian fisik
↓
Sensor
↓
Data
↓
Perangkat lunak cloud
↓
Sains tanaman
↓
Distribusi ritel
↓
Konsumen
Inilah tesis teknologi fundamental di balik perusahaan tersebut.
Warisan
Warisan Infarm agak paradoks. Di satu sisi, ia menjadi simbol janji pertanian vertikal: pangan lokal, produksi kepadatan tinggi, otomasi, pertanian berbasis data, dan pengurangan transportasi.
Di sisi lain, kesulitan keuangannya menjadi contoh penting dari keterbatasan model bisnis pertanian vertikal. Kisahnya menunjukkan bahwa:
Kelayakan teknis ≠ kelayakan ekonomi.
Sebuah tanaman dapat berhasil ditanam di dalam ruangan namun tetap terlalu mahal untuk diproduksi secara menguntungkan. Pelajaran ini bisa dibilang merupakan salah satu kontribusi terpenting Infarm bagi industri teknologi pertanian.
Ringkasan
Infarm adalah perusahaan AgriTech yang didirikan di Berlin pada tahun 2013 oleh Osnat Michaeli, Erez Galonska, dan Guy Galonska. Perusahaan ini merintis model pertanian vertikal terdistribusi di mana modul hidroponik dipasang di dalam supermarket, restoran, dan pusat pertumbuhan khusus. Dengan memadukan pertanian lingkungan terkendali bersama sensor, IoT, komputasi cloud, sains data, dan otomasi, Infarm berupaya memproduksi pangan segar di dalam kota sekaligus mengurangi penggunaan lahan, air, pestisida, dan transportasi. Perusahaan ini berekspansi pesat di Eropa, Amerika Utara, dan Asia, bermitra dengan peritel internasional besar, serta mengumpulkan ratusan juta dolar hingga mencapai valuasi di atas US$1 miliar pada 2021. Namun, biaya operasional dan energi yang tinggi, intensitas modal pertanian vertikal, serta memburuknya kondisi keuangan memaksa mundurnya strategi secara besar-besaran mulai 2022. Beberapa entitas Infarm di Eropa kemudian memasuki proses insolvensi atau likuidasi. Infarm karenanya menempati posisi penting dalam sejarah pertanian vertikal modern: baik sebagai salah satu pelopor teknologi paling terkemuka di industri ini maupun sebagai studi kasus mengenai sulitnya menjadikan pertanian dalam ruangan berskala besar sebagai bisnis yang berkelanjutan secara ekonomi.
References
- Infarm raises $200m to accelerate global expansion of climate-resilient vertical farms – Infarm
- Home – Infarm
- INFARM AVAILABLE FOR THE FIRST TIME IN ASIA – Infarm
- Infarm to open one of the largest vertical farming facilities in europe – Infarm
- Infarm raises $100 million to expand its urban farming platform to the U.S. and beyond | VentureBeat
- Infarm closes $100M Series B to scale its ‘urban farming platform’ | TechCrunch
- Infarm raises $170M in equity and debt to continue building its ‘vertical farming’ network | TechCrunch
- This vertical farming company raised $500m, and then it all but disappeared | Sifted
- Strategy shift and profitability at Infarm
- 20 Millionen Euro für Vertical-Farming-Startup Infarm
- INFARM AGRO MOVEMENT SEC 25 COMPANY LIMITED BY GUARANTEE | ZaubaCorp
- INFARM TECHNOLOGIES LIMITED filing history – Find and update company information – GOV.UK
- InFarm Solutions A/S – Holstebro – Regnskab
- INFARM KERA FARMERS PRODUCER COMPANY LIMITED | ZaubaCorp
- Infarm bankruptcy update
- hyfm-20231231
- INFARM – INDOOR URBAN FARMING GMBH | Moratoria, Prohibited Names and Other: Re-use of a Prohibited Name | The Gazette
- Infarm eyes Middle East as Dutch arm ‘declared bankrupt’
- Dutch arm of vertical farming startup Infarm declared bankrupt | Sifted
- INFARM TECHNOLOGIES LIMITED overview – Find and update company information – GOV.UK
- Insolvenz Infarm – Indoor Urban Farming B.V. in Amstelveen (F.13/23/272) – FaillissementsDossier.nl
- Faillissement Infarm – Indoor Urban Farming B.V. te Amstelveen (F.13/23/272) – FaillissementsDossier.nl
- Infarm
- INFARM – INDOOR URBAN FARMING GMBH overview – Find and update company information – GOV.UK
- Infarm quits Europe for “regions better suited for indoor farming”
- Infarm reorganization spares Columbia growing facility » The Business Monthly
- InFarm to lay off ‘more than half’ of its workforce, downsize operations
- Infarm raises $200m to accelerate global expansion of climate-resilient vertical farms
- インファーム、2億ドルの資金調達 気候変動に強い垂直農場のグローバル展開加速へ | Infarm – Indoor Urban Farming Japan 株式会社のプレスリリース
- Infarm raises $170M during pandemic to grow largest urban vertical farming network in the world
- „Vertical Farming weckt Interesse bei Investoren“ – Martin Weber, Infarm





