Tentang jobb
JOBB adalah merek fesyen dan pakaian pria asal Indonesia yang mengkhususkan diri pada busana formal, bisnis kasual, serta pakaian berorientasi performa. Merek ini dikenal luas sebagai penyedia pakaian kerja bagi profesional pria modern yang memadukan jahitan konvensional dengan potongan kontemporer, kenyamanan, dan kain fungsional.
Sebagai bagian dari grup Trisula Corporation, JOBB menargetkan segmen pasar menengah ke atas hingga atas-menengah. Pelanggan utamanya adalah profesional urban yang membutuhkan pakaian fleksibel untuk berbagai aktivitas, mulai dari kantor, pertemuan bisnis, hingga kegiatan non-formal lainnya.1
Informasi Dasar
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Merek | JOBB |
| Negara asal | Indonesia |
| Industri | Fesyen / Pakaian pria |
| Kategori utama | Pakaian formal dan smart-casual pria |
| Didirikan | Era 1990-an |
| Target pelanggan | Profesional / eksekutif pria urban |
| Induk perusahaan | Trisula Corporation |
| Pasar utama | Indonesia |
| Posisi merek | Pakaian pria berkualitas, elegan, dan kontemporer |
| Kategori kunci | Setelan jas, blazer, celana, kemeja, polo, jaket, rajutan, pakaian kasual |
| Situs web | jobb.co.id |
Terdapat sedikit perbedaan dalam catatan sejarah terkait tahun peluncuran pasti merek ini. Situs web resmi JOBB menyebutkan bahwa merek didirikan pada tahun 1994, sementara catatan korporat Trisula mencatat peluncuran merek garmen ini pada tahun 1995.1
Sejarah
JOBB lahir dari ekosistem bisnis tekstil dan garmen yang berafiliasi dengan Trisula. Sejarah korporat Trisula bermula pada tahun 1968 ketika Tirta Suherlan mendirikan PT Daya Mekar di Bandung. Perusahaan kemudian berkembang dari manufaktur tekstil menjadi produksi garmen dan pakaian bermerek.
Pada awal 1990-an, Trisula berekspansi lebih jauh ke sektor garmen bermerek. Catatan perusahaan menetapkan tahun 1995 sebagai tahun peluncuran merek JOBB dan pembentukan divisi ritel. Namun, artikel korporat JOBB sendiri mengidentifikasi tahun 1994 sebagai awal berdirinya merek ini.1
Sejak awal, JOBB dikonsepkan sebagai merek pakaian kerja pria, khususnya bagi eksekutif muda. Dokumentasi awal Trisula menggambarkan target pasarnya adalah profesional berusia sekitar 25–40 tahun, sementara posisi korporat saat ini memperluas cakupan tersebut menjadi sekitar 20–45 tahun.1
Merek ini kemudian berkembang melampaui setelan jas konvensional dan seragam kantor menjadi lini pakaian pria yang lebih luas, mencakup kemeja, celana, pakaian rajut, kaos polo, jaket, chino, dan pakaian kasual.
Kepemilikan dan Hubungan Korporat
JOBB memiliki hubungan erat dengan Trisula Corporation, sebuah grup tekstil, garmen, distribusi, dan ritel asal Indonesia. Trisula menempatkan JOBB sebagai salah satu merek yang dipasarkan dan didistribusikan melalui operasi ritelnya. Situs web korporat saat ini secara spesifik mengidentifikasi JOBB sebagai merek pakaian kerja untuk eksekutif kelas menengah-atas berusia sekitar 20–45 tahun.1
Latar belakang Trisula Corporation yang mencakup manufaktur tekstil, produksi garmen, distribusi, dan ritel sangat penting untuk memahami posisi JOBB. Merek ini bukan sekadar label fesyen independen, melainkan bagian dari ekosistem tekstil dan pakaian jadi Indonesia yang terintegrasi secara vertikal.
Jaringan ritel Trisula meliputi toko milik sendiri serta gerai di pusat perbelanjaan besar. Informasi korporat terkini mencantumkan distribusi melalui berbagai peritel dan toseriba, termasuk Seibu, Sogo, Metro, Central, Galeries Lafayette, Lotte, Matahari, Yogya, dan Star, serta sejumlah marketplace daring.
Posisi Merek
Inti posisi JOBB dapat diringkas sebagai:
Pakaian pria Indonesia kontemporer yang berpusat pada gaya profesional, kualitas, kenyamanan, dan versatilitas.
Secara historis, merek ini sangat berfokus pada pakaian kantor formal. Target pelanggannya adalah eksekutif muda yang membutuhkan penampilan rapi di lingkungan profesional. Kini, posisi JOBB telah meluas. Perusahaan mendeskripsikan produknya tidak hanya cocok untuk kantor, tetapi juga untuk situasi di luar kantor yang memerlukan penampilan kurang formal.
Hal ini menempatkan JOBB di antara kategori:
- Pakaian formal tradisional;
- Fesyen bisnis kasual;
- Smart casual;
- Pakaian gaya hidup pria kontemporer; dan
- Pakaian fungsional/berperforma.
Oleh karena itu, JOBB lebih tepat digambarkan sebagai merek pakaian gaya hidup pria profesional daripada sekadar merek jas.
Target Pasar
JOBB utamanya menargetkan pria urban Indonesia, terutama kalangan profesional dan eksekutif. Demografi target telah mengalami evolusi dalam deskripsi korporat:
- Materi awal: sekitar 25–40 tahun.
- Posisi Trisula saat ini: sekitar 20–45 tahun.
- Segmen ekonomi: kelas menengah ke atas / atas-menengah.
- Fokus geografis: Metropolitan dan kota-kota besar di Indonesia.1
Pelanggan khas JOBB dapat digambarkan sebagai pria yang:
- Bekerja di lingkungan kantor atau profesional;
- Membutuhkan pakaian rapi untuk rapat dan bekerja;
- Menghargai penampilan yang tertata;
- Tidak selalu menginginkan pakaian formal yang terlalu tradisional;
- Ingin pakaian yang juga bisa dikenakan di luar tempat kerja; dan
- Bersedia membayar lebih untuk material, konstruksi, dan desain yang lebih baik dibandingkan pakaian pasar massal.
Kategori Produk
Jangkauan produk JOBB telah berkembang pesat seiring waktu.
Pakaian Formal
Ini merupakan kekuatan tradisional merek ini. Produk meliputi:
- Setelan jas;
- Blazer;
- Celana formal;
- Kemeja resmi;
- Jaket formal; dan
- Setelan bisnis terpadu.
Sebagai contoh, katalog JOBB saat ini mencakup jas slim-fit seperti Nebraska-T2, beserta celana formal yang serasi.
Celana
Celana memegang peranan penting dalam asortimen JOBB. Merek ini menjual:
- Celana formal;
- Chino;
- Celana slim-fit;
- Celana modern-slim;
- Celana regular-fit; dan
- Celana berorientasi performa.
Situs web JOBB saat ini memuat banyak model celana dalam koleksi Basic, Heritage, Active, dan Seasonal.1
Kemeja
Merek ini menawarkan kemeja lengan panjang maupun pendek, umumnya dalam potongan slim atau regular. Pilihan berkisar dari kemeja kantor tradisional hingga kemeja kasual yang lebih santai.
Kaos Polo
Kaos polo berfungsi sebagai jembatan antara pakaian kerja formal dan pakaian kasual, sesuai dengan posisi JOBB yang lebih luas yakni “dari kerja ke aktivitas luar”.
Jaket dan Pakaian Luar
JOBB juga memproduksi jaket dan pakaian luar lainnya, termasuk desain yang lebih kasual dan kontemporer.
Pakaian Rajut
Pakaian rajut (knitwear) merupakan salah satu kategori yang secara khusus ditonjolkan JOBB sebagai area produk unggulan, bersanding dengan chino.
Pakaian Pria Muslim/Indonesia
Katalog kontemporer juga mencakup busana koko dan kurta, yang memperluas jangkauan JOBB melampaui pakaian kerja bergaya Barat.2
Seri Produk Utama
Salah satu aspek menarik dari merek JOBB modern adalah penggunaan berbagai “seri” produk. Menurut situs web resmi, struktur saat ini meliputi:
JOBB Active
Dirancang dengan konsep kenyamanan + performa. Koleksi ini menggabungkan karakteristik teknis dan fungsional yang lebih tinggi dibandingkan pakaian kerja tradisional.
JOBB White
Koleksi yang lebih bersih dan minimalis. Merek mendeskripsikannya dengan konsep estetika mantap dan bersih.
JOBB Seasonal
Koleksi terbatas atau spesifik musim yang memungkinkan merek bereksperimen dengan gaya kontemporer.
JOBB Basic
Kebutuhan lemari pakaian sehari-hari yang dirancang sebagai andalan yang dapat diandalkan.
JOBB Heritage
Koleksi yang menekankan estetika klasik dan mapan milik merek. Produk saat ini mencakup celana dan jaket di bawah nama Heritage.
Filosofi Desain
Bahasa desain JOBB pada dasarnya adalah elegansi bisnis modern. Merek ini menekankan pada:
Elegansi
Pakaian dirancang agar terlihat rapi tanpa berlebihan atau terlalu mewah.
Versatilitas
Banyak produk ditujukan agar sesuai digunakan di lingkungan profesional maupun situasi yang kurang formal.
Potongan (Fit)
Siluet slim-fit dan modern-slim sering muncul di seluruh katalog, meskipun produk regular-fit juga tersedia.
Kenyamanan
Aspek kenyamanan semakin menonjol seiring ekspansi JOBB ke ranah pakaian berorientasi performa.
Ketahanan Gaya
Merek ini kerap menekankan gaya yang tetap layak pakai melampaui tren fesyen sesaat.
Teknologi dan Pakaian Fungsional
Salah satu perkembangan terpenting dalam JOBB modern adalah pergerakannya menuju pakaian fungsional. Trisula menyatakan bahwa produk JOBB dan JOBB Active dapat menginkorporasikan teknologi dan properti seperti:
- 4-way stretch;
- Perlindungan antibakteri;
- Penolak air (water repellency);
- Penyerap kelembapan (moisture wicking);
- Cepat kering;
- Kain ringan dan lembut;
- Sirkulasi udara CoolMax;
- Ketahanan UV;
- Ketahanan api; dan
- Konstruksi mudah dirawat.
Hal ini merepresentasikan evolusi signifikan dari konsep tradisional JOBB yang hanya dikenal sebagai label pakaian kerja. Dengan kata lain, merek ini berupaya menjawab masalah praktis profesional modern: bagaimana berpakaian profesional tanpa harus mengenakan pakaian formal tradisional yang tidak nyaman sepanjang hari.
Kolaborasi dengan Mack Weldon
Evolusi JOBB menuju pakaian performa terlihat jelas dalam kolaborasinya dengan label pakaian Amerika Serikat, Mack Weldon. Pada tahun 2025, JOBB memperkenalkan kolaborasi Everyday Performance Pants bersama Mack Weldon. Hasilnya, Radius 7-Pocket Pants, dirancang untuk memadukan estetika elegan JOBB dengan karakteristik fungsional dan saku ganda.
Kolaborasi ini menunjukkan upaya JOBB untuk bergerak melampaui pasar pakaian kerja konvensional Indonesia menuju pakaian gaya hidup pria berorientasi performa.
Distribusi
Secara historis, JOBB didistribusikan melalui kombinasi:
- Toko khusus JOBB;
- Gerai toseriba;
- Lokasi ritel multi-merek; dan
- Perdagangan daring.
Trisula saat ini melaporkan jaringan ritel sebanyak 187 gerai, mencakup area penjualan sekitar 4.102 m² di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan ini mencakup kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan.
Secara daring, JOBB mengoperasikan situs web sendiri dan juga hadir melalui saluran e-commerce Indonesia. Situs resminya saat ini memelihara katalog besar yang terorganisir dalam kategori seperti jas & blazer, celana, kemeja, jaket, polo, aksesori, Active, Basic, Seasonal, dan White.
Identitas Geografis
JOBB pada dasarnya adalah merek Indonesia. Meskipun penamaan produknya sering menggunakan nama yang terdengar Eropa atau Inggris—seperti Nebraska, Cardiff, Swansea, Wrexham, Oklahoma, dan Heritage—merek ini berasal dari Indonesia dan dikembangkan dalam industri tekstil serta pakaian jadi domestik.
Oleh karena itu, koneksi konseptual terkuatnya bukanlah pada rumah mode Inggris atau Amerika, terlepas dari konvensi penamaannya, melainkan pada pasar pakaian kerja pria modern Indonesia yang terus berkembang.
Citra Merek
Identitas visual JOBB umumnya berputar pada:
Profesional → Elegan → Maskulin → Modern → Nyaman
Alih-alih memposisikan diri sebagai fesyen avant-garde, JOBB menekankan pada kemudahan pemakaian dan penyempurnaan penampilan. Pelanggan idealnya tidak berusaha membuat pernyataan fesyen yang dramatis. Sebaliknya, merek ini dirancang bagi mereka yang ingin mengomunikasikan: “Saya berpakaian profesional, kontemporer, dan tertata.” Hal ini menjadikan JOBB sangat relevan bagi pekerja kantoran, manajer, eksekutif, wirausahawan, dan profesional lainnya.
Posisi Harga
JOBB berada di atas pakaian pasar massal namun di bawah tingkat harga merek pakaian pria internasional mewah. Contoh terkini di toko resmi JOBB menggambarkan kisaran berikut:
- Celana: sekitar Rp500.000–Rp1.000.000+ sebelum diskon, tergantung koleksi;
- Kemeja: sekitar Rp700.000–Rp900.000;
- Blazer/jaket: sekitar Rp1,5–Rp2,6 juta+;
- Setelan jas: sekitar Rp2,3 juta+.
Harga jual aktual bisa jauh lebih rendah selama masa promosi.1 Hal ini mendukung posisinya sebagai merek pakaian pria Indonesia premium-menengah, bukan fesyen mewah.
Hubungan dengan Fesyen Indonesia
JOBB menempati posisi unik dalam lanskap fesyen Indonesia karena mewakili generasi merek pakaian kerja profesional lokal yang tumbuh bersamaan dengan ekspansi kelas menengah urban Indonesia. Proposisi awalnya—pakaian kantor berkualitas untuk eksekutif muda—sangat masuk akal terutama saat kota-kota Indonesia mengembangkan populasi korporat dan profesional yang lebih besar.
Alih-alih bersaing terutama melalui fesyen panggung atau siklus tren ekstrem, JOBB secara historis bersaing melalui:
- Gaya profesional yang mudah dikenali;
- Harga premium yang terjangkau;
- Distribusi luas;
- Variasi produk;
- Jahitan dan potongan;
- Kualitas kain; dan
- Fungsi praktis.
Evolusi Merek
Perjalanan JOBB dapat dipahami melalui beberapa tahapan:
Era 1990-an — Pendirian
JOBB muncul sebagai merek pakaian pria berafiliasi Trisula yang berfokus pada pakaian profesional/kantor.
Era 2000-an–2010-an — Ekspansi
Merek ini mengembangkan kehadiran ritel yang lebih luas dan memperluas asortimennya melampaui pakaian formal semata.
Era 2020-an — Gaya Hidup dan Fungsionalitas
JOBB semakin menggabungkan pakaian kasual dan fitur teknis, sembari mempertahankan warisan pakaian formalnya. Pengembangan JOBB Active, khususnya, mengilustrasikan transformasi dari pakaian kerja konvensional menuju pakaian profesional berorientasi performa.
Pertengahan 2020-an — Pakaian Profesional Modern
Kolaborasi Mack Weldon dan ekspansi berkelanjutan lini Active, Heritage, Basic, White, dan Seasonal menunjukkan upaya memposisikan JOBB untuk gaya hidup profesional di mana batas antara kantor, perjalanan komuter, dan kehidupan sehari-hari semakin kabur.
Kekuatan Merek
Dari perspektif posisi merek, kekuatan utama JOBB meliputi:
- Spesialisasi kuat: Memiliki sejarah yang jelas dalam pakaian profesional pria.
- Pengetahuan pasar Indonesia: Produk dikembangkan untuk konsumen Indonesia dan lingkungan ritel lokal.
- Ekosistem produk luas: Pelanggan secara teoritis dapat membangun seluruh lemari pakaian—dari jas, celana, kemeja, polo, hingga jaket—dalam satu merek.
- Keseimbangan formal dan kasual: JOBB tidak mengharuskan pelanggan memilih antara pakaian formal tradisional dan pakaian kasual biasa.
- Inovasi fungsional: Lini Active dan teknologi kain teknis memberikan proposisi yang lebih kontemporer.
- Infrastruktur korporat mapan: Keterkaitannya dengan Trisula memberi JOBB akses ke ekosistem tekstil, manufaktur, dan distribusi yang jauh lebih luas dibanding label fesyen independen kecil.
Tantangan Merek
Dari sudut pandang pasar, JOBB juga menghadapi sejumlah tantangan:
Kompetisi
Pasar pakaian pria Indonesia mengandung banyak pesaing internasional, regional, dan lokal, mulai dari peritel pasar massal hingga spesialis pakaian pria premium.
Persepsi
Karena asosiasi kuat JOBB dengan pakaian kerja, konsumen muda mungkin menganggapnya lebih konservatif dibanding merek yang mengutamakan fesyen.
Budaya Kerja yang Berubah
Kerja jarak jauh, kerja hibrida, dan tempat kerja yang semakin kasual mengurangi pentingnya setelan jas tradisional dan pakaian kantor formal.
Konsumen Muda
Tantangan bagi JOBB adalah mempertahankan kredibilitasnya dalam pakaian formal sekaligus tetap menarik bagi profesional muda yang semakin memprioritaskan kenyamanan, versatilitas, dan gaya kasual. Koleksi Active dan yang berorientasi gaya hidup tampaknya menjadi bagian dari respons terhadap tantangan ini.
Diferensiasi JOBB
Cara paling sederhana untuk memahami JOBB adalah:
JOBB bukan rumah mode mewah, dan juga bukan sekadar peritel pakaian pasar massal.
Ceruk pasarnya adalah pakaian kerja pria premium yang mudah diakses. Identitas tradisionalnya dibangun di sekitar:
“Pria profesional Indonesia yang ingin tampil rapi.”
Identitas barunya memperluas gagasan tersebut menuju:
“Pria profesional modern yang menginginkan pakaian rapi yang cukup nyaman dan fungsional untuk kehidupan sehari-hari.”
Transisi tersebut kemungkinan merupakan perkembangan paling penting dalam merek JOBB saat ini.
JOBB Saat Ini
Hingga tahun 2026, asortimen resmi JOBB menunjukkan merek yang telah bergerak jauh melampaui identitas pakaian formal aslinya. Katalog mencakup setelan jas, blazer, celana, kemeja, polo, jaket, pakaian rajut, pakaian kasual, produk koko/kurta, dan pakaian performa, yang terorganisir dalam beberapa koleksi.1
Namun, proposisi dasar merek tetap konsisten: pakaian pria yang dirancang dengan baik untuk kehidupan profesional dan keseharian modern.
Secara ringkas, JOBB adalah merek pakaian pria Indonesia yang didirikan pada era 1990-an di bawah grup bisnis Trisula, yang dikenal luas dengan pakaian kerja berorientasi premium dan pakaian formal pria, serta kini semakin berevolusi menjadi merek gaya hidup modern dan pakaian performa bagi profesional urban.1





