I Indonesia Brand Wiki

Tentang KEDAUNG

Kedaung Group (juga dikenal sebagai Kedaung Industrial Group) merupakan sebuah kelompok usaha industri asal Indonesia yang terutama dikenal sebagai produsen peralatan kaca, peralatan makan, enamel, porselen, alat makan logam, serta bahan bangunan. Didirikan pada tahun 1969 oleh Agus Nursalim, grup ini berkembang dari importir dan produsen barang rumah tangga menjadi konglomerasi industri yang terdiversifikasi dengan jangkauan ekspor internasional.1

Penting untuk membedakan antara Kedaung Group dengan PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI). KDSI adalah perusahaan terbuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 1973 melalui kemitraan antara Noto Suhardjo Wibisono dan Agus Nursalim dari Kedaung Group, namun kemudian menjadi entitas terpisah yang dikendalikan oleh keluarga Wibisono.2

Ikhtisar

Bidang Informasi
Nama Kedaung Group / Kedaung Industrial Group
Didirikan 1969
Pendiri Agus Nursalim
Asal Indonesia
Kantor Pusat Jakarta, Indonesia
Industri Manufaktur, barang konsumsi, peralatan makan, produk rumah tangga, bahan bangunan
Produk Utama Peralatan kaca, peralatan makan, enamel, porselen, alat makan logam, blok kaca, keramik
Model Bisnis Manufaktur, distribusi, dan perdagangan
Jangkauan Internasional Produk dipasarkan di dalam dan luar negeri
Struktur Korporasi Federasi/grup yang terdiri dari banyak perusahaan, bukan satu badan usaha tunggal

Situs web resmi Kedaung menggambarkan operasional grup ini mencakup sektor peralatan makan, enamel, porselen, bahan bangunan, serta ritel dan perdagangan.3

Sejarah

Pendirian

Sejarah Kedaung bermula pada tahun 1969, ketika Agus Nursalim mendirikan Kedaung Industrial Group. Pada awalnya, pengembangan grup berfokus pada bisnis barang rumah tangga dan peralatan kaca. Seiring waktu, Kedaung semakin menonjol sebagai produsen produk kaca terkemuka.

Perkembangan grup ini memiliki signifikansi tersendiri karena terjadi pada masa ketika Indonesia sedang membangun kapasitas manufaktur domestiknya. Alih-alih hanya bertahan sebagai importir produk rumah tangga, Kedaung mengembangkan operasi manufaktur yang mampu melayani pasar domestik Indonesia sekaligus pasar ekspor.

Materi sejarah perusahaan menyebutkan bahwa Kedaung beroperasi sebagai federasi yang menaungi lebih dari 30 perusahaan, bukan sebagai korporasi tunggal konvensional.3

Ekspansi Manufaktur

Sejalan dengan perkembangannya, Kedaung melakukan diversifikasi melampaui peralatan kaca. Portofolio bisnisnya kemudian mencakup:

  • Peralatan kaca
  • Peralatan makan
  • Peralatan makan porselen
  • Peralatan masak enamel
  • Alat makan baja tahan karat (stainless steel)
  • Blok kaca
  • Keramik dinding dan lantai
  • Produk rumah tangga dan konstruksi lainnya

Transformasi ini menjadikan Kedaung berevolusi dari bisnis produk rumah tangga menjadi grup manufaktur multi-material.4

Internasionalisasi

Kedaung melakukan ekspansi signifikan ke pasar ekspor. Situs web resminya menyatakan bahwa produk-produknya telah dipasarkan ke 132 negara, meskipun angka ini lebih tepat dipahami sebagai klaim jejak pasar internasional grup daripada jumlah audit terkini.5

Profil perusahaan selanjutnya mendeskripsikan Kedaung sebagai salah satu produsen peralatan kaca utama di dunia, dengan kapasitas produksi historis mencapai sekitar 1.650 ton per hari, atau setara dengan kira-kira 10 juta gelas tumler per hari.6

Area Bisnis Utama

Peralatan Kaca

Peralatan kaca dapat dianggap sebagai bisnis andalan Kedaung.

Grup ini mengoperasikan beberapa perusahaan yang terkait dengan manufaktur kaca, meliputi:

  • PT Kedaung Industrial Ltd
  • PT Kedawung Subur
  • PT Kedawung Surya Industrial
  • PT Kedaung Medan Industrial Ltd

Kedaung memposisikan dirinya sebagai salah satu produsen peralatan kaca terbesar di dunia dengan jaringan distribusi domestik dan internasional yang luas.7 Bisnis peralatan kacanya mencakup produk untuk kebutuhan rumah tangga, restoran, perhotelan, dan aplikasi komersial lainnya.

Peralatan Makan

Kedaung juga memproduksi dan mendistribusikan beragam jenis peralatan makan. Kategori ini tumpang tindih dengan bisnis kaca, porselen, dan logam grup, meliputi produk yang dirancang untuk penggunaan rumah tangga sehari-hari maupun layanan makanan profesional. Situs web grup saat ini mencantumkan Tableware (Peralatan Makan) sebagai salah satu kategori bisnis utamanya.

Enamel

Bagian penting lain dari ekosistem Kedaung adalah enamel, yaitu peralatan masak logam dan produk rumah tangga yang dilapisi email vitreous. Operasi enamel Kedaung mencakup PT Kedaung Indah Can Tbk, yang teridentifikasi sebagai perusahaan operasional terpisah dalam ekosistem Kedaung yang lebih luas.8 Kategori ini menghubungkan Kedaung dengan industri manufaktur peralatan masak rumah tangga yang telah lama mapan di Indonesia.

Porselen

Kedaung juga beroperasi di sektor peralatan makan porselen, termasuk piring, cangkir, dan produk meja makan lainnya. Bisnis porselennya diasosiasikan dengan PT Kedaung Oriental Porcelain Industry. Hal ini memberikan grup kehadiran di berbagai material peralatan makan utama: kaca → porselen → enamel → baja tahan karat, sehingga tidak bergantung pada satu kategori produk semata.

Alat Makan Logam

Grup ini juga menjalankan bisnis alat makan baja tahan karat, seperti sendok garpu (cutlery). Kedaung mengaitkan PT Indometal Sedjati Enterprises Ltd dengan operasi alat makan logamnya. Bisnis ini melengkapi lini peralatan makan kaca dan porselen, memungkinkan grup berpartisipasi di berbagai segmen pasar produk meja makan.

Bahan Bangunan

Kedaung bukan semata-mata produsen barang konsumen. Aktivitas industrinya yang lebih luas mencakup bahan bangunan, khususnya:

  • Blok kaca
  • Keramik dinding
  • Keramik lantai
  • Produk terkait konstruksi lainnya

Situs web grup secara spesifik mengidentifikasi bahan bangunan sebagai salah satu kategori bisnis utamanya. Diversifikasi ini merupakan karakteristik khas Kedaung Group: portofolio industrinya membentang dari produk di atas meja makan hingga material yang terintegrasi dalam bangunan.

Struktur Korporasi

Salah satu poin penting dalam pembahasan mengenai “Kedaung” adalah bahwa nama tersebut tidak merujuk pada satu perusahaan tunggal bernama Kedaung. Nama ini utamanya merujuk pada kelompok usaha yang terdiri dari banyak perusahaan dan unit bisnis operasional. Situs web Kedaung secara historis menggambarkan grup ini sebagai federasi tidak terkonsolidasi yang terdiri dari lebih dari 30 perusahaan.9

Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan dengan nama seperti:

  • Kedaung Industrial
  • Kedaung Indah Can
  • Kedaung Oriental Porcelain
  • Kedawung Surya Industrial
  • Kedaung Medan Industrial

seharusnya tidak serta-merta diperlakukan sebagai cabang dari satu korporasi terbuka tunggal. Pembedaan ini sangat penting saat meneliti laporan keuangan, kepemilikan, informasi bursa saham, atau sejarah korporasi.

Hubungan dengan PT Kedawung Setia Industrial Tbk

PT Kedawung Setia Industrial Tbk (IDX: KDSI) memiliki keterkaitan historis yang erat dengan Kedaung, namun harus diperlakukan sebagai entitas korporasi yang terpisah.

Asal-usulnya bermula pada tahun 1965, ketika Noto Suhardjo Wibisono mendirikan toko peralatan rumah tangga bernama UD KITA di Surabaya. Pada tahun 1973, Noto Suhardjo Wibisono bermitra dengan Agus Nursalim dari Kedaung Group Jakarta untuk mendirikan PT Kedawung Setia Industrial Ltd, dengan fokus pada peralatan masak rumah tangga berlapis enamel.10

Agus Nursalim kemudian mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya, sehingga meninggalkan keluarga Wibisono sebagai pemilik perusahaan.11

Kedawung Setia selanjutnya berekspansi secara internasional, memulai ekspor ke Amerika Serikat pada tahun 1987, dan menjadi perusahaan terbuka pada tahun 1996.

Secara ringkas, kronologinya adalah sebagai berikut:

Agus Nursalim → Kedaung Group (1969)
Agus Nursalim + Noto Suhardjo Wibisono → Kedawung Setia (1973)
Kedawung Setia kemudian menjadi perusahaan terbuka terpisah yang dikendalikan keluarga Wibisono

Kemiripan nama inilah yang sering kali menimbulkan kebingungan.

Skala dan Signifikansi Industri

Kedaung menjadi sangat menonjol berkat skala manufaktur peralatan kacanya. Profil perusahaan yang terkait dengan Kedaung menggambarkan konfigurasi historis yang mencakup sekitar:

  • 4 fasilitas berskala besar
  • 6.000 varian produk
  • 120 lini produksi
  • Kapasitas produksi tahunan sekitar 600.000 ton
  • Produksi historis sekitar 1.650 ton per hari

Profil yang sama mengkarakterisasikan Kedaung sebagai grup industri multinasional yang berkantor pusat di Jakarta.13

Angka-angka ini menjelaskan mengapa Kedaung kerap dideskripsikan bukan sekadar sebagai merek peralatan makan, melainkan sebagai grup manufaktur industri.

Identitas Merek

“Kedaung” menempati posisi yang cukup unik di pasar Indonesia. Entitas ini lebih tepat dipahami sebagai grup industri dan kumpulan bisnis/merek daripada merek konsumen tunggal yang sebanding dengan perusahaan seperti IKEA atau Tupperware.

Identitasnya secara historis lekat dengan:

Manufaktur Indonesia + barang rumah tangga + peralatan kaca + produksi industri skala besar + ekspor.

Portofolio produk grup juga memberikannya identitas material yang luas:

Kaca + enamel + porselen + baja tahan karat + keramik + bahan konstruksi

Keluasan cakupan material ini merupakan salah satu karakteristik penentu Kedaung.

Pentingnya Kedaung bagi Indonesia

Kedaung memegang peranan penting dalam sejarah industri Indonesia karena merepresentasikan perkembangan grup manufaktur domestik yang mampu memproduksi barang konsumsi dalam skala besar dan mengekspornya ke pasar internasional.

Alih-alih hanya berspesialisasi pada satu ceruk pasar, grup ini mengembangkan jaringan bisnis manufaktur yang mencakup beberapa industri terkait. Asosiasi historis terkuatnya memang dengan peralatan kaca, namun jejak bisnisnya yang lebih luas mencakup barang rumah tangga dan bahan bangunan.12

Kedaung Saat Ini

Situs web publik Kedaung Group saat ini tetap mengelompokkan aktivitasnya ke dalam lima kategori luas:

  1. Tableware (Peralatan Makan)
  2. Enamelware (Enamel)
  3. Porcelainware (Porselen)
  4. Building Material (Bahan Bangunan)
  5. Retail and Trading (Ritel dan Perdagangan)14

Hal ini menunjukkan bahwa identitas modern Kedaung tetap berpusat pada kombinasi manufaktur dan distribusi, bukan semata-mata sebagai produsen kaca. Di sisi lain, beberapa angka produksi historis yang sering dikaitkan dengan Kedaung—seperti angka 1.650 ton kaca per hari—berasal dari profil perusahaan masa lalu dan tidak seharusnya serta-merta ditafsirkan sebagai volume produksi grup pada masa kini.15

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait