I Indonesia Brand Wiki

Tentang mayora

Mayora umumnya merujuk pada PT Mayora Indah Tbk, salah satu perusahaan barang konsumen utama di Indonesia serta produsen produk makanan dan minuman yang telah mendunia. Perusahaan ini dikenal luas melalui berbagai merek andalannya seperti Roma, Kopiko, Beng-Beng, Choki-Choki, Energen, Torabika, Teh Pucuk Harum, dan Le Minerale. Beroperasi di sektor barang konsumen bergerak cepat (FMCG), Mayora telah mengembangkan kehadiran internasional yang signifikan 12.

Penting untuk membedakan bahwa “Mayora” merupakan nama grup perusahaan, sedangkan Roma, Kopiko, Beng-Beng, dan lainnya adalah merek konsumen individu yang dimiliki atau dikelola di bawah naungan bisnis Mayora.

Sekilas Tentang Mayora

Bidang Informasi
Nama lengkap perusahaan PT Mayora Indah Tbk
Nama umum Mayora / Mayora Group
Industri Barang Konsumen Bergerak Cepat (FMCG)
Sektor utama Makanan, minuman, kembang gula, kopi, biskuit, wafer, cokelat, makanan instan, sereal
Didirikan 1977 sebagai perusahaan formal
Akar bisnis 1948
Pabrik pertama Tangerang, Indonesia
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Kode saham MYOR
Status publik Sejak 1990
Jangkauan internasional Lebih dari 90 negara menurut situs korporat; laporan keberlanjutan 2025 menyatakan ekspor ke lebih dari 100 negara
Karyawan 11.997 pada tahun 2025
Pendapatan 2025 Sekitar Rp38,68 triliun
Laba bersih 2025 Sekitar Rp2,91 triliun
Situs web mayora.com

Data karyawan dan keuangan di atas bersumber dari Laporan Keberlanjutan dan Tahunan Mayora 2025.

Tinjauan Umum

PT Mayora Indah Tbk adalah produsen makanan dan minuman multinasional asal Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini tergolong dalam industri FMCG, yang berarti memproduksi barang-barang untuk penggunaan harian konsumen dengan distribusi melalui supermarket, minimarket, pengecer tradisional, saluran layanan makanan, hingga pasar internasional 1.

Portofolio Mayora terbilang sangat luas. Portofolio merek resminya mencakup biskuit, minuman, permen, wafer dan cokelat, makanan instan, kopi, sereal, serta produk perawatan rumah tangga, dengan lebih dari 50 merek terdaftar di situs web korporatnya 2.

Perusahaan ini telah berkembang dari bisnis biskuit skala kecil di Indonesia menjadi grup barang konsumsi internasional yang produknya terdistribusi di lima benua berdasarkan laporan tahunan 2025.

Sejarah

1948 β€” Awal Mula

Meskipun PT Mayora Indah baru didirikan secara formal pada 1977, akar bisnis perusahaan ini bermula sejak 1948 ketika keluarga pendiri mulai membuat biskuit di dapur rumahan. Produk pertamanya adalah biskuit Marie yang kemudian berkembang menjadi merek Roma. Dengan demikian, Mayora menelusuri warisan bisnisnya hingga lebih dari tujuh dekade ke belakang 5.

1967 β€” Roma

Usaha tersebut berpindah ke Kampung Bali, Jakarta, dan mulai menjual biskuit dengan nama Roma. Merek ini kemudian menjadi salah satu aset paling penting dan mudah dikenali dari Mayora 5.

1972 β€” Ekspansi Produksi Biskuit

Mayora mengakuisisi oven listrik pertamanya dan memperluas portofolio biskuit, termasuk Roma Marie dan biskuit Roma Kelapa 5.

1977 β€” Pendirian Formal

PT Mayora Indah Tbk resmi didirikan pada tahun 1977, dengan pabrik besar pertamanya berlokasi di Tangerang 348. Pada awalnya, target pasarnya adalah Jakarta dan sekitarnya, namun perusahaan kemudian berekspansi ke seluruh wilayah Indonesia 7.

1982 β€” Kopiko

Mayora meluncurkan Kopiko, permen rasa kopi yang dibuat menggunakan ekstrak kopi asli. Peluncuran ini menjadi titik balik penting karena membawa Mayora melampaui kategori biskuit dan memantapkan posisinya di pasar kembang gula. Mayora menyebut Kopiko sebagai produk permen kopi pionir 6.

1984 β€” Beng-Beng

Mayora memperkenalkan Beng-Beng, camilan cokelat berlapis yang memadukan cokelat, wafer, dan komponen lainnya. Produk ini membantu memperkuat posisi Mayora dalam kategori wafer dan cokelat 2.

1985 β€” Choki-Choki

Mayora meluncurkan Choki-Choki, pasta cokelat yang dikemas dalam tube. Produk ini dianggap inovatif pada masanya karena menyajikan cokelat dalam format portabel dan menciptakan kategori camilan baru 2.

1990 β€” Melantai di Bursa Saham

Mayora melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 1990 dan resmi menjadi perusahaan terbuka. Sejak saat itu, perusahaan mulai berekspansi lebih agresif ke pasar ASEAN dan selanjutnya ke pasar Asia lainnya 7.

1990 β€” Torabika

Pada periode yang sama, Mayora memasuki pasar kopi instan dengan Torabika, memposisikannya sebagai produk kopi premix yang menggabungkan kopi dan gula 6.

1992 β€” Energen

Mayora berekspansi ke segmen minuman nutrisi sereal melalui Energen, minuman sarapan bubuk yang memadukan bahan-bahan seperti susu, sereal, telur, oat, dan vitamin 2.

1995 β€” Mie Gelas

Mayora masuk ke kategori mi instan dengan Mie Gelas. Perusahaan mendeskripsikannya sebagai produk mi instan yang dikembangkan tanpa MSG buatan, pewarna buatan, dan pengawet 2.

2002 β€” Sari Gandum

Mayora memperkenalkan Sari Gandum, biskuit gandum utuh yang diposisikan berdasarkan kandungan serat, protein, dan vitamin B 2.

2005 β€” Minuman

Mayora semakin berekspansi ke sektor minuman, termasuk pembangunan fasilitas manufaktur minuman di Ciawi 9.

2011 β€” Teh Pucuk Harum

Mayora meluncurkan Teh Pucuk Harum yang kemudian menjadi salah satu merek teh siap minum utamanya di Indonesia 2.

2015 β€” Bakmi Mewah

Mayora memperkenalkan Bakmi Mewah, produk mi instan yang diposisikan dengan keunggulan kandungan daging asli dan bahan nyata lainnya, bukan hanya mengandalkan bumbu penyedap 2.

2017 β€” Kopiko di Luar Angkasa

Salah satu momen pemasaran paling berkesan terjadi pada 2017, ketika permen Kopiko dibawa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh para astronot. Mayora sendiri mencatat peristiwa ini dalam laporan tahunan 2025-nya.

Merek-Merek Utama

Bisnis Mayora lebih tepat dipahami sebagai portofolio merek daripada satu merek konsumen tunggal. Beberapa merek terkenalnya meliputi:

Roma

Roma adalah merek biskuit andalan Mayora yang akarnya berasal dari sejarah awal perusahaan. Varian produk dalam keluarga Roma antara lain Roma Marie, Roma Kelapa, Roma Malkist, Roma Sari Gandum, Roma Sandwichi, Roma Coffee Joy, dan varian biskuit lainnya. Mayora menyatakan produk Roma dijual di lebih dari 60 negara 2.

Kopiko

Kopiko adalah merek permen kopi terkenal milik Mayora yang dibangun dengan identitas menghadirkan rasa kopi dalam format permen praktis. Merek ini kemudian menjadi salah satu aset Mayora yang paling dikenali secara internasional, terutama setelah asosiasinya dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2017 6.

Beng-Beng

Beng-Beng adalah camilan cokelat dan wafer yang memadukan berbagai tekstur dan rasa. Produk ini sangat menonjol di Indonesia maupun sejumlah pasar internasional 2.

Choki-Choki

Choki-Choki adalah camilan pasta cokelat dalam kemasan tube yang identik dengan camilan anak-anak dan merupakan salah satu inovasi produk khas Mayora 2.

Torabika

Torabika merupakan portofolio kopi Mayora, khususnya untuk produk kopi instan dan premix. Merek ini diperkenalkan sekitar tahun 1990 seiring ekspansi Mayora melampaui kategori kembang gula dan biskuit 6.

Energen

Energen adalah minuman nutrisi berbasis sereal yang dipasarkan sebagai solusi sarapan praktis. Produk ini menggabungkan susu, sereal, telur, oat, dan vitamin 2.

Teh Pucuk Harum

Teh Pucuk Harum adalah merek teh siap minum Mayora yang menekankan penggunaan pucuk daun teh terbaik serta teknologi sterilisasi dalam produksinya 2.

Le Minerale

Le Minerale adalah merek air mineral dalam kemasan milik Mayora. Perusahaan memposisikannya pada pelestarian kandungan mineral alami mata air dengan pendekatan perlindungan mineral proprietary dalam proses pengemasan dan produksinya 2.

Bakmi Mewah

Bakmi Mewah adalah produk mi instan premium Mayora yang membedakan diri dengan menyertakan bahan daging asli, bukan sekadar saran penyajian 2.

Kategori Produk

Portofolio resmi Mayora saat ini dapat dibagi menjadi delapan kategori utama: Biskuit, Minuman, Permen/Kembang Gula, Wafer & Cokelat, Makanan Instan, Kopi, Sereal, dan Perawatan Rumah Tangga 2. Diversifikasi ini menjadikan Mayora lebih akurat disebut sebagai grup barang konsumen ketimbang sekadar perusahaan biskuit atau camilan.

Model Bisnis

Model bisnis Mayora bertumpu pada beberapa aktivitas utama:

Inovasi Produk

Perusahaan kerap berupaya menciptakan atau mendefinisikan ulang kategori produk alih-alih hanya bersaing di kategori yang sudah ada. Contohnya meliputi Kopiko (permen rasa kopi), Choki-Choki (pasta cokelat dalam tube), Teh Pucuk Harum (teh siap minum), dan Bakmi Mewah (mi instan dengan daging asli). Strategi pengembangan produk ini secara historis menjadi ciri khas Mayora 2.

Distribusi Pasar Massal

Sebagai pemain di sektor FMCG, kesuksesan Mayora sangat bergantung pada distribusi luas, skala manufaktur, pengenalan merek, dan perputaran produk yang tinggi. Produk-produknya dirancang untuk pembelian yang relatif sering dan didistribusikan baik di pasar Indonesia maupun internasional.

Strategi Portofolio Merek

Alih-alih mengandalkan satu produk unggulan, Mayora mempertahankan banyak merek besar di berbagai kategori. Hal ini mengurangi ketergantungan perusahaan pada satu kategori produk tertentu dan memungkinkannya menargetkan kebutuhan serta tingkat harga konsumen yang beragam.

Ekspansi Internasional

Mayora memulai usahanya sebagai produsen makanan lokal Indonesia sebelum perlahan berekspansi ke kancah global. Laporan tahunan 2025 menyatakan produk perusahaan didistribusikan di lima benua. Laporan keberlanjutan 2025 mencatat ekspor ke lebih dari 100 negara, sementara situs web konsumennya menyebutkan jangkauan distribusi di lebih dari 90 negara. Perbedaan ini kemungkinan mencerminkan definisi atau cakupan pelaporan yang berbeda, sehingga ringkasan yang paling aman adalah Mayora memiliki kehadiran di puluhan negara di seluruh dunia, melampaui 90 pasar berdasarkan ukuran situs korporatnya.

Portofolio internasionalnya mencakup Roma, Kopiko, Beng-Beng, Torabika, dan merek lainnya. Kopiko khususnya telah menjadi merek FMCG Indonesia yang diakui secara global. Mayora juga memiliki operasi internasional dan anak perusahaan yang terhubung dengan bisnis luar negerinya, termasuk entitas di Vietnam dan jaringan perdagangan premium 10.

Manufaktur

Manufaktur merupakan inti bisnis Mayora. Perusahaan memulai dengan produksi biskuit dan kemudian mengembangkan fasilitas produksi khusus untuk kategori berbeda, termasuk kopi dan minuman. Lokasi manufaktur dalam sejarahnya meliputi:

  • Tangerang β€” pabrik besar pertama
  • Cikupa β€” produksi kopi Torabika
  • Cibitung / MM2100 β€” kapasitas manufaktur tambahan
  • Ciawi β€” produksi minuman
  • Balaraja β€” manufaktur biskuit skala besar

Sejarah Mayora menunjukkan pergeseran bertahap dari produsen biskuit yang terfokus menjadi jaringan manufaktur makanan dan minuman yang terdiversifikasi 79.

Struktur Korporasi

Entitas publik utama adalah PT Mayora Indah Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan kode saham MYOR 13. Perusahaan ini umum disebut sebagai Mayora Group atau sekadar Mayora. Kantor pusat korporat berlokasi di Gedung Mayora, Jl. Tomang Raya Kav. 21–23, Jakarta Barat, Indonesia.

Skala Keuangan

Menurut Laporan Tahunan 2025 Mayora, perusahaan mencatatkan kinerja sebagai berikut:

Indikator 2025
Pendapatan / penjualan bersih Rp38,68 triliun
Laba bersih Rp2,91 triliun
Total aset Rp31,38 triliun
Total liabilitas Rp13,02 triliun
Total ekuitas Rp18,36 triliun
Karyawan 11.997
Volume penjualan 869.977 ton

Dibandingkan dengan tahun 2024, penjualan bersih meningkat dari sekitar Rp36,07 triliun menjadi Rp38,68 triliun, sementara laba bersih turun dari sekitar Rp3,07 triliun menjadi Rp2,91 triliun. Angka-angka ini menggambarkan skala Mayora bukan sekadar produsen camilan populer, melainkan perusahaan FMCG industrial besar dengan penjualan tahunan puluhan triliun rupiah 34.

Filosofi Merek

Posisi korporat Mayora menekankan upaya menjadi pilihan utama untuk produk makanan dan minuman sekaligus menciptakan nilai bagi konsumen, pemangku kepentingan, dan lingkungan. Tema yang berulang dalam cerita merek Mayora adalah kepraktisan + inovasi. Misalnya, kopi diubah menjadi permen lewat Kopiko, cokelat menjadi pasta portabel lewat Choki-Choki, teh tradisional menjadi produk siap minum massal lewat Teh Pucuk Harum, nutrisi sarapan menjadi minuman bubuk praktis lewat Energen, dan mi instan dibedakan dengan daging asli lewat Bakmi Mewah. Identitas kompetitif Mayora sangat erat kaitannya dengan kemampuan mengonversi makanan atau minuman familiar ke dalam format FMCG pasar massal yang praktis 2.

Signifikansi di Indonesia

Mayora memegang peranan penting dalam ekonomi konsumen Indonesia karena beberapa alasan. Pertama, perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan FMCG lokal terkemuka. Kedua, merek-mereknya melekat kuat dalam konsumsi harian masyarakat, mencakup biskuit, kopi, permen, cokelat, sereal, teh, air mineral, hingga makanan instan. Ketiga, Mayora membuktikan bahwa perusahaan Indonesia mampu membangun merek yang bersaing di tingkat internasional. Keempat, perusahaan telah mengembangkan portofolio yang menjembatani preferensi konsumen tradisional Indonesia dengan kategori yang familier secara global.

Identitas Kompetitif

Mayora dapat dikarakterisasikan melalui lima kekuatan utama:

  1. Akar lokal yang kuat: Berasal dari Indonesia dan membangun basis konsumen awal di dalam negeri.
  2. Portofolio merek besar: Mengelola puluhan merek di berbagai kategori FMCG 2.
  3. Inovasi produk: Sejumlah produk diposisikan sebagai inovasi atau pionir kategori oleh perusahaan sendiri 2.
  4. Skala manufaktur: Membangun pabrik khusus dan kapabilitas produksi di berbagai kategori produk.
  5. Distribusi internasional: Berevolusi dari bisnis lokal menjadi eksportir global dengan produk yang dijual di berbagai benua.

Penghargaan dan Pengakuan

Mayora melaporkan telah menerima numerous penghargaan, termasuk pengakuan terkait manajemen, ekspor, kinerja perusahaan terbuka, manufaktur halal, dan tata kelola perusahaan 7. Laporan keberlanjutan 2025 juga mencatat pengakuan tingkat merek, termasuk penghargaan TOP Brand untuk beberapa kategori biskuit.

Keberlanjutan

Seperti banyak produsen FMCG besar, Mayora semakin aktif melaporkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola melalui pelaporan keberlanjutan. Perusahaan menerbitkan Laporan Keberlanjutan khusus di samping laporan tahunannya. Laporan 2025 mencakup area seperti tenaga kerja, skala bisnis, dan aktivitas terkait keberlanjutan, mencatat hampir 12.000 karyawan dan penjualan tahunan sekitar Rp38,68 triliun. Situs investor resmi Mayora menyediakan akses publik terhadap laporan tahunan dan keberlanjutannya.

Evolusi Mayora Sekilas Pandang

  • 1948 β†’ Biskuit Marie rumahan
  • 1967 β†’ Merek Roma mapan
  • 1977 β†’ PT Mayora Indah didirikan secara formal
  • 1982 β†’ Kopiko
  • 1984 β†’ Beng-Beng
  • 1985 β†’ Choki-Choki
  • 1990 β†’ IPO + Torabika
  • 1992 β†’ Energen
  • 1995 β†’ Mie Gelas
  • 2002 β†’ Sari Gandum
  • 2005 β†’ Ekspansi ke minuman
  • 2011 β†’ Teh Pucuk Harum
  • 2015 β†’ Bakmi Mewah
  • 2017 β†’ Kopiko mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional
  • 2025 β†’ Pendapatan Rp38,68 triliun dan distribusi internasional di lebih dari 90/100 pasar tergantung cakupan pelaporan 234

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait