I Indonesia Brand Wiki

Tentang Paratusin

Paratusin

Paratusin adalah merek farmasi Indonesia berupa obat flu dan batuk kombinasi yang digunakan untuk meredakan berbagai gejala yang berkaitan dengan influenza atau flu serta infeksi saluran pernapasan. Gejala-gejala tersebut meliputi batuk, hidung tersumbat atau berair, bersin-bersin, demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Merek ini berafiliasi dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, sebuah perusahaan farmasi di Indonesia. 1

Catatan: Paratusin merupakan obat untuk meredakan gejala. Obat ini tidak mengobati atau membasmi virus penyebab influenza biasa.

Fakta Singkat

Kategori Informasi
Merek Paratusin
Jenis Produk Obat flu & batuk kombinasi
Pasar Utama Indonesia
Produsen / Pemegang Izin Edar PT Darya-Varia Laboratoria Tbk
Area Terapi Gejala flu, pilek, dan batuk
Bentuk Sediaan Tablet dan sirup oral
Kategori Regulasi Obat Bebas Terbatas (label biru)
Bahan Aktif Umum Paracetamol, noscapine, guaifenesin/glyceryl guaiacolate, antihistamin, dan dekongestan hidung
Penggunaan Umum Peredaan gejala flu/pilek secara simtomatik

Formulasi spesifik berbeda antara satu produk Paratusin dengan produk lainnya, sehingga tablet dan sirup tidak boleh dianggap sebagai formulasi yang saling menggantikan.

Sejarah dan Produsen

Paratusin adalah merek obat flu dan batuk yang telah lama dikenal di Indonesia. Referensi obat-obatan terdahulu mengidentifikasi produk ini dengan Prafa, sebuah operasi farmasi yang terkait dengan grup Darya-Varia. Sementara itu, referensi produk/regulasi Indonesia saat ini mengidentifikasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sebagai pemegang izin edar untuk produk-produk Paratusin. 2

Darya-Varia adalah perusahaan farmasi Indonesia dengan portofolio yang mencakup produk resep dan kesehatan konsumen. Paratusin merupakan salah satu produknya yang mudah dikenali dalam kategori obat flu dan batuk.

Kegunaan Paratusin

Paratusin dirancang untuk memberikan peredaan multi-gejala. Tergantung pada formulanya, obat ini dapat membantu meredakan:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot yang berkaitan dengan flu
  • Batuk
  • Dahak/lendir yang sulit dikeluarkan
  • Hidung berair
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat

Pendekatan kombinasi adalah ciri khas dari Paratusin: alih-alih hanya menargetkan batuk atau demam saja, bahan-bahan yang berbeda bekerja secara bersamaan untuk mengatasi gejala yang berbeda pula.

Paratusin Tablet

Paratusin Tablet yang umum didokumentasikan mengandung lima bahan aktif per tablet:

Bahan Aktif Jumlah Fungsi Utama
Paracetamol 500 mg Menurunkan demam dan meredakan nyeri
Glyceryl guaiacolate (guaifenesin) 50 mg Ekspektoran; membantu mengencerkan dahak
Noscapine 10 mg Antitusif; menekan refleks batuk
Phenylpropanolamine HCl 15 mg Dekongestan hidung
Chlorpheniramine maleate (CTM) 2 mg Antihistamin; membantu meredakan bersin/hidung berair

Jumlah-jumlah tersebut didokumentasikan oleh referensi obat Indonesia dan informasi apotek terkini. 3

Cara Kerja Tablet

Formulasi ini pada dasarnya menyerang beberapa bagian dari kompleks gejala flu/pilek yang umum terjadi:

Paracetamol → demam + nyeri
Noscapine → batuk
Guaifenesin → lendir/dahak
Phenylpropanolamine → hidung tersumbat
Chlorpheniramine → bersin/hidung berair

Hal ini menjadikan Paratusin sebagai obat flu multi-gejala, bukan sekadar penekan batuk tunggal.

Paratusin Sirup

Paratusin juga dipasarkan dalam bentuk sediaan sirup. Formulasi sirup Paratusin PE yang umum didokumentasikan mengandung, per 5 mL:

  • Paracetamol — 125 mg
  • Noscapine — 10 mg
  • Glyceryl guaiacolate — 25 mg
  • Chlorpheniramine maleate — 2 mg
  • Succus liquiritiae — 125 mg
  • Pseudoephedrine HCl — 7,5 mg

Sirup ini secara substansial berbeda dari tablet: terutama karena menggunakan pseudoephedrine, bukan phenylpropanolamine seperti pada tablet.

Terdapat pula formulasi bermerek Paratusin yang lebih baru atau berbeda, sehingga konsumen harus memeriksa kemasan spesifik dan nomor registrasi BPOM daripada berasumsi bahwa setiap produk bernama Paratusin memiliki bahan yang identik. Sebagai contoh, daftar sirup Paratusin PSE DMP memiliki kombinasi berbeda yang termasuk dextromethorphan dan pseudoephedrine.

Farmakologi

Paratusin menarik karena menggabungkan beberapa kelas farmakologis.

1. Paracetamol

Paracetamol (asetaminofen) adalah analgesik dan antipiretik. Komponen ini bertanggung jawab terutama untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri seperti sakit kepala dan nyeri otot.

Komponen ini tidak berfungsi sebagai komponen antivirus dalam Paratusin.

2. Noscapine

Noscapine adalah antitusif, artinya digunakan untuk mengurangi batuk. Zat ini sangat relevan untuk batuk kering/tidak berdahak.

3. Guaifenesin

Guaifenesin, juga disebut glyceryl guaiacolate, adalah ekspektoran. Tujuannya adalah membantu mengencerkan dan memfasilitasi pengeluaran lendir saluran pernapasan.

Inilah sebabnya mengapa Paratusin dapat mengandung baik antitusif maupun ekspektoran: formulasi tersebut berusaha mengatasi aspek-aspek berbeda dari gejala batuk.

4. Chlorpheniramine maleate

Chlorpheniramine maleate, yang sering disingkat CTM, adalah antihistamin generasi pertama. Zat ini dapat mengurangi gejala seperti bersin-bersin dan hidung berair.

Karena merupakan antihistamin generasi pertama, kantuk dapat terjadi sebagai efek samping.

5. Dekongestan Hidung

Tergantung pada formulanya, Paratusin menggunakan dekongestan simpatomimetik seperti phenylpropanolamine atau pseudoephedrine.

Bahan-bahan ini mengurangi hidung tersumbat melalui efeknya pada pembuluh darah di rongga hidung. 4

Status Regulasi di Indonesia

Paratusin diklasifikasikan sebagai Obat Bebas Terbatas, yang umumnya ditandai dengan lingkaran biru/label peringatan biru di Indonesia. Ini berarti obat tersebut dapat diperoleh tanpa resep konvensional tetapi memiliki tindakan pencegahan dan petunjuk penggunaan tertentu.

Dokumen regulasi terkait BPOM mencantumkan Sirup Paratusin PE 60 mL dengan nomor registrasi DTL1604525137A1 dan mengidentifikasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sebagai pemegang izin edar. 5

Karena registrasi dan formulasi dapat berubah, informasi registrasi yang dicetak pada kemasan khusus adalah referensi terbaik untuk produk tertentu.

Efek Samping

Efek samping potensial bergantung pada formulasi Paratusin tertentu, namun obat flu kombinasi dapat menyebabkan:

  • Kantuk atau mengantuk
  • Pusing
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan kering
  • Mual atau ketidaknyamanan perut
  • Penglihatan kabur
  • Jantung berdebar
  • Gelisah atau kesulitan tidur

Komponen antihistamin adalah alasan utama kemungkinan terjadinya kantuk, sementara dekongestan seperti pseudoephedrine dapat menyebabkan stimulasi, jantung berdebar, atau insomnia pada sebagian orang.

Karena potensi sedatif, orang harus berhati-hati mengenai mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi formulasi yang mengandung antihistamin sedatif.

Tindakan Pencegahan Penting

Salah satu isu penting dengan Paratusin adalah duplikasi bahan.

Karena Paratusin mengandung paracetamol, mengonsumsinya bersama obat flu lain atau penghilang rasa sakit yang juga mengandung paracetamol dapat secara tidak sengaja meningkatkan total asupan paracetamol. Panduan apotek saat ini secara khusus memperingatkan agar tidak “menggandakan” produk yang mengandung paracetamol secara tidak sengaja.

Orang dengan kondisi seperti hipertensi, masalah kardiovaskular, glaukoma, masalah prostat/saluran kemih, penyakit hati, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu harus bertanya kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan formulasi Paratusin yang tepat.

Kehamilan dan menyusui juga memerlukan saran profesional karena bahan aktif yang berbeda memiliki pertimbangan keamanan yang berbeda.

Posisi Merek

Dari perspektif kesehatan konsumen, Paratusin dapat dicirikan sebagai merek flu dan dingin multi-gejala asal Indonesia.

Proposisinya relatif sederhana:

Satu produk kombinasi yang mengatasi beberapa gejala flu/pilek umum sekaligus.

Ini menempatkannya dalam kategori konsumen luas yang sama dengan obat flu kombinasi Indonesia lainnya, bukan memposisikannya sebagai perawatan pernapasan spesialis.

Evolusi Produk

Detail penting saat meneliti Paratusin adalah bahwa “Paratusin” belum tentu merupakan satu formulasi tetap yang tunggal.

Referensi historis mendokumentasikan formulasi tablet dan sirup klasik, sementara daftar terbaru menunjukkan produk bermerek Paratusin tambahan seperti Paratusin PSE DMP. Yang terakhir, misalnya, mengandung paracetamol, pseudoephedrine, chlorphenamine, dan dextromethorphan, bukan sekadar mereproduksi tablet klasik lima bahan. 6

Jadi, perbandingan produk yang tepat harus selalu membedakan:

  • Paratusin Tablet
  • Paratusin PE Syrup
  • Paratusin PSE DMP Syrup
  • Varian Paratusin lain yang mungkin terdaftar atau dipasarkan pada waktu tertentu

Kesimpulan

Paratusin pada dasarnya adalah obat kombinasi untuk “flu dengan beberapa gejala sekaligus.”

Jika seseorang mengalami demam + sakit kepala + hidung tersumbat + bersin + batuk, komponen-komponen yang berbeda dimaksudkan untuk mengatasi gejala-gejala tersebut secara simultan. Ini bukan antibiotik dan bukan pengobatan antivirus untuk influenza; perannya adalah peredaan simtomatik.

Paratusin adalah merek pereda gejala flu/batuk/pilek Indonesia yang mapan yang diasosiasikan dengan Darya-Varia Laboratoria. Tablet paling terkenalnya menggabungkan paracetamol, noscapine, guaifenesin, phenylpropanolamine, dan chlorpheniramine, sementara varian sirupnya dapat memiliki komposisi yang berbeda. 7 8

Karena ini adalah obat multi-bahan, keuntungan utamanya adalah cakupan gejala yang luas, sementara pertimbangan utamanya adalah pengguna perlu memperhatikan sedasi, efek terkait dekongestan, interaksi obat, dan duplikasi bahan—terutama paracetamol.

Ini adalah ikhtisar informatif, bukan saran medis individual. Untuk formulasi, dosis, pembatasan usia, dan peringatan yang tepat, sisipan kemasan dan registrasi BPOM saat ini harus menjadi prioritas.

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait