I Indonesia Brand Wiki

Tentang Petrosida

PT Petrosida Gresik, atau yang lebih dikenal dengan nama Petrosida, merupakan perusahaan agrokimia dan agroindustri asal Indonesia yang berkantor pusat di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak utama dalam bidang produk perlindungan tanaman, pupuk, bahan kimia pertanian, produk hayati, benih, serta berbagai produk pendukung sektor pertanian dan perkebunan. Sebagai anak usaha dari PT Petrokimia Gresik, Petrosida merupakan bagian dari grup usaha Pupuk Indonesia.1

Ikhtisar Perusahaan

Informasi Keterangan
Nama Resmi PT Petrosida Gresik
Nama Umum Petrosida / Petrosida Gresik
Industri Agroindustri / Bahan Kimia Pertanian
Kantor Pusat Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Berdiri Secara hukum didirikan pada 24 Juni 1983; materi perusahaan sering mencantumkan tahun 1984 sebagai tahun pendirian
Induk Perusahaan PT Petrokimia Gresik
Grup Usaha Pupuk Indonesia
Bisnis Utama Agrokimia, pestisida, pupuk, bahan kimia, produk hayati, benih
Pasar Utama Indonesia
Lokasi Produksi Gresik, Sumedang, Tongas, dan Medan
Direktur Utama Saat Ini Widodo Heru Sulistyo, S.T.
Situs Web petrosida-gresik.com

Terdapat catatan mengenai tanggal pendirian perusahaan: laporan tahunan historis Petrosida menyatakan bahwa perusahaan didirikan melalui akta notaris tertanggal 24 Juni 1983, sementara profil perusahaan terkini menyebutkan tahun pendirian adalah 1984. Laporan tahunan tahun 2017 juga mencatat 10 Oktober 1984 sebagai tanggal “Didirikan”.1

Sejarah

Asal-usul Petrosida berkaitan erat dengan pengembangan industri bahan kimia pertanian domestik di Indonesia. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan memproduksi bahan aktif kimia untuk aplikasi pertanian dan perkebunan. Berdasarkan sejarah korporasi Petrosida, perusahaan ini termasuk dalam jajaran perusahaan Indonesia yang didirikan untuk memproduksi bahan aktif pertanian secara mandiri di dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan penuh pada impor.1

Dokumen historis perusahaan mencatat pendiriannya melalui Akta Notaris No. 42 Frederik Alexander Tumbuan tertanggal 24 Juni 1983, yang kemudian mengalami beberapa kali perubahan.

Pada masa awal perkembangannya, Petrosida berfokus pada produksi bahan aktif pestisida tingkat teknis. Catatan industri pertanian masa lalu menyebutkan produk-produk seperti Diazinon, BPMC, MIPC, Carbofuran, dan 2,4-D sebagai lini produk awal perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, Petrosida berevolusi melampaui sekadar manufaktur bahan aktif dan berkembang menjadi formulator agrokimia dan perusahaan agroindustri yang lebih luas. Cakupan bisnisnya meluas hingga mencakup pestisida formulasi, pupuk, bahan kimia pertanian, produk hayati, benih, serta produk untuk sektor peternakan dan perikanan.1

Kepemilikan dan Posisi Korporasi

Petrosida bukanlah merek konsumen independen dalam pengertian umum, melainkan sebuah anak usaha korporasi dalam ekosistem pupuk dan sarana pertanian milik negara di Indonesia.

Induk perusahaan langsungnya adalah PT Petrokimia Gresik, yang juga merupakan bagian dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Struktur grup usaha Pupuk Indonesia tahun 2021 mencatat kepemilikan Petrosida Gresik sebesar 99,99% melalui grup Petrokimia Gresik.

Dokumen historis Petrosida juga mengonfirmasi kepemilikan sekitar 99,99% oleh PT Petrokimia Gresik dan 0,01% oleh Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG).1

Posisi ini menjadikan Petrosida memiliki peran strategis dalam grup sarana pertanian/pupuk yang lebih luas, karena kegiatannya melengkapi bisnis pupuk Petrokimia Gresik dengan menyediakan perlindungan tanaman dan input pertanian lainnya.

Bidang Usaha

Kegiatan bisnis Petrosida dapat dikelompokkan ke dalam beberapa area utama:

Pestisida dan Perlindungan Tanaman

Sektor ini merupakan inti bisnis historis perusahaan. Petrosida memproduksi dan memformulasikan pestisida pertanian yang dirancang untuk membantu petani mengendalikan hama, gulma, dan penyakit tanaman. Portofolio produknya mencakup berbagai kategori insektisida, herbisida, fungisida, dan produk perlindungan tanaman lainnya. Keahlian perusahaan awalnya dibangun di atas penguasaan bahan aktif pestisida sebelum berekspansi ke produk formulasi.

Pupuk

Petrosida juga memasarkan dan mendistribusikan produk pupuk, termasuk yang ditujukan untuk aplikasi pertanian dan perkebunan. Katalog produk perusahaan saat ini secara eksplisit membagi penawarannya ke dalam kategori pestisida, bahan kimia, pupuk, dan benih.1

Produk Hayati (Bio-based)

Salah satu perkembangan strategis penting Petrosida belakangan ini adalah langkah menuju biopestisida dan biopupuk. Perusahaan menyatakan sedang mengembangkan produk hayati untuk mendukung gerakan “Go Green” dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia pertanian konvensional.1

Contoh produk yang menonjol adalah Sapta Bio, pupuk hayati yang mengandung tujuh mikroorganisme terpilih, serta Trichosida, fungisida hayati yang mengandung tiga mikroorganisme untuk mengendalikan penyakit yang berkaitan dengan akar tanaman. Kedua produk ini diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ulang tahun ke-38 Petrosida.1

Bahan Kimia Pertanian

Petrosida juga menyuplai bahan kimia yang digunakan atau mendukung industri agrokimia. Hal ini mencerminkan peran historis perusahaan baik sebagai produsen bahan baku kimia pertanian maupun formulator produk jadi.1

Benih

Benih merupakan kategori lain dalam portofolio agroindustri perusahaan. Profil bisnis historis Petrosida menyebutkan bahwa bisnis intinya meliputi pupuk, bahan kimia, benih, produk berbasis hayati, dan enzim.1

Produk Peternakan dan Perikanan

Petrosida telah mengembangkan produk hayati yang melampaui sektor pertanian tanaman pangan. Informasi perusahaan mencatat produk-produk seperti:

  • Petrofish — probiotik untuk perikanan
  • Petrochick — probiotik untuk unggas
  • Petrobiofeed — produk terkait pakan/probiotik untuk ruminansia

Perusahaan juga telah mengerjakan produk hayati pertanian dan enzim melalui kerja sama dengan universitas serta lembaga penelitian.1

Portofolio Produk

Situs web resmi Petrosida saat ini mengorganisasi produknya ke dalam beberapa kategori besar:

  1. Pestisida kimia
  2. Produk kimia
  3. Pupuk dan benih
  4. Produk peternakan dan perikanan
  5. Produk hayati
  6. Produk lainnya1

Pengelompokan ini menunjukkan bahwa Petrosida tidak lagi sekadar “perusahaan pestisida”, melainkan telah bertransformasi menjadi perusahaan agrokimia/agroindustri terintegrasi di Indonesia, di mana produk kimia konvensional kini semakin dilengkapi dengan produk hayati dan berwawasan lingkungan.

Strategi Pertanian Hayati

Segmen produk hayati menjadi indikator penting arah pengembangan Petrosida. Sektor pertanian kini semakin bergerak menuju pendekatan terpadu yang menggabungkan pupuk dan pestisida konvensional dengan pupuk mikroba, pengendalian hama biologis, dan input hayati lainnya.

Petrosida secara eksplisit menetapkan biopestisida dan biopupuk sebagai area pengembangan prioritas.1 Kegiatan litbang perusahaan sebelumnya juga melibatkan kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset, mencakup produk hayati untuk kakao, perlakuan benih legum dan padi, probiotik ternak/ikan, serta pengembangan enzim.1

Secara strategis, Petrosida dapat dipandang sedang bertransisi dari identitas historisnya sebagai produsen perlindungan tanaman kimiawi menuju perusahaan input pertanian dan solusi hayati yang lebih komprehensif.

Fasilitas dan Lokasi

Kantor pusat Petrosida berlokasi di:

Jl. KIG Raya Utara Kav. O No. 5, Kawasan Industri Gresik, Gresik 61151, Jawa Timur, Indonesia.

Profil perusahaan terkini mencatat fasilitas produksi yang tersebar di:

  • Gresik, Jawa Timur
  • Sumedang, Jawa Barat
  • Tongas, Probolinggo, Jawa Timur
  • Medan / Deli Serdang, Sumatera Utara

Perusahaan juga memiliki kantor perwakilan di Jakarta Pusat.1 Distribusi geografis ini memberikan kehadiran manufaktur dan komersial bagi Petrosida di sejumlah wilayah pertanian utama di Indonesia.

Penelitian dan Pengembangan

Riset dan pengembangan (R&D) telah menjadi bagian vital dari pertumbuhan Petrosida, khususnya dalam segmen produk hayati. Perusahaan secara historis menjalin kerja sama dengan:

  • Universitas,
  • Pusat penelitian pertanian,
  • Lembaga bioteknologi, dan
  • Organisasi riset lainnya.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi yang melibatkan Universitas Airlangga dalam riset dan pengembangan produk hayati serta enzim.1 Kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk produk hayati—seperti mikrobiologi, fermentasi, stabilitas formulasi, dan efikasi lapangan—berbeda secara signifikan dibandingkan dengan pestisida kimia konvensional.

Manajemen Mutu, Keselamatan, dan Lingkungan

Mengingat sifat bisnisnya yang menangani bahan kimia pertanian, manajemen mutu, keselamatan kerja, dan lingkungan merupakan aspek operasional yang krusial bagi Petrosida. Materi perusahaan menggambarkan penerapan sistem manajemen mutu, kesehatan dan keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan, termasuk sistem manajemen berbasis ISO.

Pengembangan produk hayati juga merefleksikan upaya perusahaan dalam merespons permintaan teknologi pertanian yang berdampak lingkungan lebih rendah. Namun, perlu dibedakan antara klaim produk “berbasis hayati” dengan anggapan bahwa produk tersebut otomatis bebas dampak lingkungan; kinerja aktual tetap bergantung pada jenis bahan aktif, formulasi, dosis, dan praktik aplikasinya.

Manajemen

Per Agustus 2026, situs web resmi Petrosida mencantumkan susunan direksi sebagai berikut:

  • Widodo Heru Sulistyo, S.T. — Direktur Utama, menjabat sejak 1 Desember 2023
  • Sigit Pribadi — Direktur Keuangan, menjabat sejak 11 Desember 2024
  • Grastayana Suki, S.T. — Direktur Operasi, menjabat sejak 6 Juli 20261

Dewan Komisaris perusahaan saat ini dipimpin oleh Dr. Teddy Poernama yang menjabat sebagai Komisaris Utama sejak 24 November 2025. Ferdinand Hutahaean juga tercatat sebagai anggota Dewan Komisaris.1

Hubungan dengan Pertanian Indonesia

Petrosida menempati posisi unik dalam ekonomi pertanian Indonesia, berada di persimpangan antara manufaktur kimia, distribusi pupuk, perlindungan tanaman, dan pertanian hayati.

Bagi petani, produk-produk perusahaan membentuk rantai input yang diperlukan untuk produksi tanaman:

Benih → Pupuk → Perlindungan Tanaman → Input Hayati → Panen

Dalam konteks grup Pupuk Indonesia yang lebih luas, Petrosida melengkapi bisnis pupuk dengan menyediakan produk yang menjawab kebutuhan pertanian utama lainnya: melindungi tanaman dari serangan hama, gulma, dan penyakit. Perusahaan mendefinisikan tujuannya sebagai dukungan kepada petani, pengamanan hasil pertanian, dan kontribusi terhadap swasembada pangan Indonesia.1

Identitas Merek

Nama “Petrosida” berfungsi ganda sebagai nama korporasi sekaligus merek sarana pertanian. Identitasnya lekat dengan:

  • Produksi pertanian Indonesia
  • Pestisida dan perlindungan tanaman
  • Pupuk
  • Agrokimia
  • Produk pertanian hayati
  • Riset dan pengembangan pertanian
  • Dukungan ketahanan pangan
  • Ekosistem Petrokimia Gresik/Pupuk Indonesia

Berbeda dengan merek konsumen seperti minuman atau ponsel pintar, Petrosida beroperasi utamanya di pasar input pertanian B2B/B2F (Business-to-Farmer), dengan pelanggan yang meliputi petani, distributor, pelaku usaha tani, dan pemangku kepentingan rantai pasok pertanian lainnya.

Evolusi Perusahaan

Sejarah Petrosida dapat dipahami melalui tahapan-tahapan berikut:

  • Era 1980-an — Bahan Kimia Pertanian: Pengembangan produksi domestik bahan aktif pestisida.
  • Era 1990-an–2000-an — Ekspansi Perlindungan Tanaman: Pengembangan pestisida formulasi dan bisnis bahan kimia pertanian yang lebih luas.
  • Era 2000-an–2010-an — Diversifikasi: Ekspansi ke pupuk, benih, produk hayati, produk peternakan/perikanan, dan bahan kimia pertanian lainnya.
  • Era 2010-an–2020-an — Pertanian Hayati: Peningkatan pengembangan biopestisida, biopupuk, probiotik, dan produk terkait enzim.
  • Saat Ini — Agroindustri Terintegrasi: Portofolio luas yang memadukan agrokimia konvensional dengan input pertanian hayati dan berwawasan lingkungan.1

Signifikansi

Keberadaan Petrosida memegang peranan penting karena beberapa faktor:

Kapabilitas Agrokimia Domestik

Peran historisnya dalam memproduksi bahan aktif kimia pertanian berkontribusi pada kemampuan manufaktur agrokimia dalam negeri Indonesia.1

Keterkaitan dengan Grup BUMN Utama

Menjadi bagian dari ekosistem Petrokimia Gresik/Pupuk Indonesia menempatkan Petrosida pada posisi strategis dalam industri sarana pertanian nasional.

Diversifikasi Melampaui Pestisida

Perusahaan telah berkembang menjadi bisnis agroindustri yang jauh lebih luas, mencakup pupuk, bahan kimia, benih, produk hayati, serta produk terkait peternakan dan perikanan.1

Transisi Menuju Produk Hayati

Investasi perusahaan pada biopestisida dan biopupuk mencerminkan pergerakan industri yang lebih luas menuju teknologi pertanian yang lebih berkelanjutan.1

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait