I Indonesia Brand Wiki

Belanja di Lazada

Produk piero

Lihat di Lazada

Tentang piero

Piero adalah merek alas kaki Indonesia yang paling dikenal karena produk sneakers dan sepatu kasualnya. Meskipun namanya terdengar sangat Italia—dan sering dikaitkan secara tidak sengaja dengan pemain sepak bola Italia Alessandro Del Piero—Piero adalah merek 100% Indonesia, yang berasal dari Yogyakarta dan memasuki pasar pada tahun 1999. Sejarahnya erat kaitannya dengan kelangsungan hidup industri alas kaki Indonesia selama krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an. 1

Fakta Singkat

Kategori Informasi
Merek Piero
Industri Alas Kaki / Mode
Asal Yogyakarta, Indonesia
Didirikan 1999
Pendiri Djimanto
Produk Sneakers, sepatu kasual, alas kaki aktif/olahraga, sepatu anak-anak
Negara Asal Indonesia
Induk Perusahaan/Produsen PT Prestasi Retail Innovation
Dikenal Karena Piero Jogger dan sneaker gaya hidup buatan Indonesia

Asosiasi korporat/produksi dengan PT Prestasi Retail Innovation didokumentasikan dalam penelitian akademis tentang merek ini. 2

Asal Mula: Krisis Keuangan 1998

Sejarah Piero dimulai selama salah satu periode tersulit bagi industri Indonesia.

Krisis keuangan Asia 1997–1998 sangat memengaruhi manufaktur Indonesia. Pabrik-pabrik alas kaki menjadi sasaran empuk, dengan beberapa bisnis tutup atau terlibat dalam restrukturisasi dan penyitaan aset yang ditangani oleh otoritas restrukturisasi perbankan Indonesia.

Pada saat itu, Djimanto, seorang pengusaha dari Yogyakarta yang saat itu menjabat sebagai ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), terlibat dengan sebuah pabrik alas kaki bermasalah bernama Star Moon. Alih-alih membiarkan pabrik dan tenaga kerjanya lenyap, ia mengakuisisi bisnis tersebut dan mengambil tanggung jawab atas sekitar 3.000 karyawannya. 3

Merek baru yang muncul dari upaya ini menjadi Piero, yang secara resmi hadir pada tahun 1999. 4

Makna Nama “Piero”

Salah satu bagian paling menarik dari sejarah Piero adalah asal-usul namanya.

Nama ini bukan bahasa Italia.

Menurut kisah yang dikaitkan dengan Djimanto, inspirasi datang dari kata Jawa “urip” / “oerip”, yang berarti “hidup” atau “untuk hidup.” Selama krisis, Djimanto dilaporkan menekankan gagasan bahwa pabrik dan para pekerjanya perlu urip—untuk tetap bertahan hidup.

Kata tersebut kemudian disusun ulang dan dikembangkan menjadi “Piero”, yang dianggap lebih menarik secara komersial sebagai nama merek. Piero mulai menggunakan nama ini secara publik pada tahun 1999. 5

Hal ini memberikan merek ini asal-usul yang sangat bermakna: nama Piero pada dasarnya terhubung dengan gagasan kelangsungan hidup dan menjaga industri alas kaki Indonesia tetap hidup.

Kesalahpahaman “Italia”

Piero sering disalahartikan sebagai perusahaan alas kaki Eropa atau Italia.

Ada beberapa alasan:

  • “Piero” terdengar seperti bahasa Italia.
  • Namanya menyerupai nama-nama pribadi Italia.
  • Konsumen secara alami mengasosiasikannya dengan Alessandro Del Piero, pemain sepak bola terkenal Italia.
  • Produk Piero secara historis menggabungkan desain sporty yang mudah disalahartikan sebagai merek internasional.

Namun, Piero tidak berasal dari Italia. Merek ini didirikan di Indonesia, oleh pengusaha Indonesia Djimanto, di Yogyakarta. 6

Menariknya, kesamaan dengan nama Del Piero dilaporkan membantu merek ini mendapatkan pengakuan di Indonesia selama awal 2000-an, meskipun merek itu sendiri tidak dinamai menurut dirinya. 7

Pertumbuhan Awal

Selama awal 2000-an, Piero mulai menetapkan dirinya sebagai label alas kaki Indonesia yang dapat dikenali.

Posisionernya berpusat pada alas kaki sporty dan kasual yang dapat dikenakan oleh konsumen muda dalam situasi sehari-hari. Daripada bersaing secara eksklusif sebagai peralatan olahraga teknis, Piero semakin menempati ruang antara pakaian olahraga, mode kasual, dan sneaker gaya hidup.

Posisi ini terbukti penting karena memungkinkan merek untuk menarik minat bukan hanya atlet serius—tetapi juga siswa, pekerja muda, dan konsumen sneaker umum.

Persaingan dengan Alas Kaki Impor

Pertumbuhan Piero tidak berjalan tanpa hambatan.

Sekitar pertengahan 2000-an, meningkatnya persaingan dari alas kaki impor murah, khususnya produk dari China, memberikan tekanan substansial pada produsen alas kaki Indonesia.

Piero dilaporkan dipaksa untuk melakukan langkah-langkah efisiensi besar, termasuk pengurangan tenaga kerja yang signifikan. Catatan sejarah perusahaan menggambarkan periode ini sebagai salah satu tantangan kelangsungan hidup utama merek tersebut.

Namun, alih-alih menghilang, Piero mengadaptasi strateginya dan terus fokus pada pasar alas kaki dan gaya hidup domestik.

Periode ini penting untuk memahami identitas Piero: perusahaan tidak sekadar dibuat sebagai startup mode; asal-usulnya berakar pada menjaga bisnis manufaktur tetap hidup selama krisis ekonomi.

Era Piero Jogger

Salah satu keluarga produk terpenting dalam sejarah Piero adalah Piero Jogger.

Lini Jogger membantu membangun identitas sneaker merek yang dapat dikenali, menggabungkan:

  • proporsi sporty,
  • siluet yang relatif sederhana,
  • kenyamanan sehari-hari,
  • gaya kasual,
  • dan posisi yang terjangkau.

Lini ini kemudian berkembang menjadi beberapa iterasi, termasuk model-model seperti Jogger V54, Jogger RS Evo, dan Jogger Premium.

Momen yang sangat penting terjadi selama kebangkitan kembali budaya sneaker lokal Indonesia pada pertengahan 2010-an. Penelitian akademis tentang pasar sneaker Indonesia mencatat bahwa seri Jogger Burgundy Piero menerima penerimaan pasar yang kuat sekitar tahun 2016.

Hal ini membantu memposisikan Piero sebagai salah satu nama mapan dalam adegan sneaker lokal modern Indonesia.

Filosofi Produk

Produk-produk Piero umumnya menempati persimpangan antara olahraga, gaya hidup, dan mode sehari-hari.

Daripada memperkenalkan diri sepenuhnya sebagai perusahaan atletik kinerja tinggi seperti Nike atau Adidas, Piero secara historis menekankan sepatu yang dapat berfungsi sebagai alas kaki sehari-hari sambil mempertahankan estetika sporty.

Kategori produknya meliputi:

Sneakers / Gaya Hidup

Inti dari merek ini.
Sneaker gaya hidup Piero umumnya menekankan siluet serbaguna yang dapat dikenakan dengan jeans, celana panjang kasual, celana pendek, dan pakaian sehari-hari lainnya.

Jogger

Bisa dibilang keluarga merek yang paling mudah dikenali.
Nama Jogger menjadi sangat terkait dengan identitas sporty-casual Piero.

Sepatu Kota / Urban

Koleksi terbaru telah meluas ke arah sepatu yang ditujukan untuk pergerakan urban sehari-hari dan penggunaan kasual. Contoh yang dilaporkan termasuk City Core, City Evo, dan City Cross. 8

Gaya Outdoor / Tangguh

Piero juga bereksperimen dengan desain yang lebih tangguh yang terinspirasi oleh estetika outdoor dan workwear, termasuk kombinasi bahan seperti kulit dan kanvas. 9

Aktif / Lari

Perusahaan juga memproduksi alas kaki yang ditujukan untuk jogging dan aktivitas fisik ringan, termasuk varian dari lini Jogger-nya.

Junior

Piero telah memperluas beberapa konsep sneaker-nya ke alas kaki anak-anak. 10

Bahasa Desain

Identitas visual Piero umumnya dicirikan oleh minimalisme sporty.

Dibandingkan dengan beberapa label sneaker Indonesia baru yang berfokus berat pada estetika retro, vulkanisir, atau warisan, bahasa desain tradisional Piero cenderung mengarah ke:

sporty → streamlined → lightweight → casual → practical

Ini adalah salah satu alasan mengapa Piero mampu tetap relevan lintas generasi.

Sepatu merek ini dapat berfungsi baik sebagai item mode maupun sepatu jalan sehari-hari, daripada dibatasi pada subbudaya sneaker tertentu.

Teknologi dan Konstruksi

Piero juga menekankan kenyamanan dan teknologi alas kaki.

Satu teknologi yang dikaitkan dengan merek ini adalah SNC (Supernatural Comfort), yang dijelaskan sebagai teknologi sol luar yang dimaksudkan untuk memberikan konstruksi ringan dan bantalan. Ini terutama dikaitkan dengan posisi berorientasi kenyamanan dari sneaker kasual Piero. 11

Bahan-bahan yang dilaporkan digunakan di berbagai produk Piero termasuk kulit sintetis, suede sintetis, mesh, dan kanvas, tergantung pada model dan koleksinya. 12

Perlu dicatat bahwa bahan dan teknologi bervariasi berdasarkan model, sehingga “kualitas Piero” tidak boleh diperlakukan sebagai spesifikasi seragam di seluruh katalog.

Piero dan Budaya Sneaker Indonesia

Piero menempati posisi yang menarik dalam sejarah sneaker Indonesia.

Merek ini mendahului gelombang besar merek sneaker kontemporer Indonesia yang menjadi menonjol selama 2010-an. Dalam hal ini, Piero milik generasi lama merek alas kaki Indonesia yang membantu menunjukkan bahwa sepatu produksi lokal dapat bersaing untuk mendapatkan perhatian konsumen melawan label internasional.

Ketika antusiasme sneaker lokal tumbuh di 2010-an, Piero sudah memiliki hampir dua dekade sejarah di belakangnya. Literatur akademis tentang alas kaki Indonesia mengidentifikasi Piero bersama merek-merek seperti Compass, NAH Project, Geoff Max, Saint Barkley, Thanksinsomnia, dan lainnya sebagai bagian dari ekosistem alas kaki lokal negara yang sedang berkembang.

Ulang Tahun Ke-20

Pada 2019, Piero merayakan ulang tahun ke-20-nya.

Untuk acara tersebut, perusahaan merilis versi terbaru dari lima koleksi ikonik dari sejarahnya, termasuk model khusus Piero 20th Anniversary yang disajikan di Urban Sneaker Society 4.0 di Jakarta.

Ulang tahun ini signifikan karena memperkuat identitas Piero sebagai merek alas kaki Indonesia yang berumur panjang, daripada peserta baru dalam ledakan sneaker lokal.

Identitas Merek

Jika identitas merek Piero diringkas dalam beberapa konsep, mereka akan menjadi:

Lokal — Sporty — Terjangkau — Nyaman — Muda — Tangguh

Tetapi ketangguhan bisa dibilang bagian paling khas dari ceritanya.

Banyak merek dimulai dengan konsep pemasaran dan kemudian membangun perusahaan di sekitarnya.

Sejarah Piero hampir sebaliknya.

Merek ini muncul dari upaya untuk menjaga pabrik alas kaki dan ribuan pekerja tetap hidup selama krisis ekonomi, dan namanya sendiri diturunkan dari gagasan urip—hidup atau bertahan. 13

Piero vs. Merek Internasional

Piero sering diposisikan di lingkungan ritel yang sama dengan merek alas kaki internasional utama.

Keunggulan kompetitifnya secara tradisional meliputi:

Faktor Posisi Piero
Asal Indonesia
Harga Umumnya terjangkau dibandingkan dengan sneaker premium internasional
Gaya Sporty / Kasual
Target Pemuda luas dan konsumen sehari-hari
Desain Fungsional, kontemporer, dan serbaguna
Warisan Lebih dari 25 tahun
Identitas Manufaktur Berakar pada produksi alas kaki Indonesia

Oleh karena itu, merek ini lebih dipahami sebagai merek alas kaki gaya hidup Indonesia massal daripada sebagai label sneaker niche.

Piero Saat Ini

Per 2026, Piero tetap menjadi merek alas kaki Indonesia yang aktif dengan sejarah yang membentang lebih dari 25 tahun.

Arah produk barunya tampak lebih luas daripada identitas sepatu olahraganya yang asli, mencakup sneaker gaya hidup, alas kaki urban, sepatu kasual, model terinspirasi outdoor, dan produk anak-anak.

Umur panjang merek ini sangat mencolok mengingat betapa dramatisnya perubahan pasar alas kaki Indonesia sejak 1999. Piero telah bertahan:

  1. krisis keuangan Asia,
  2. persaingan sepatu impor yang intens,
  3. perubahan dalam budaya konsumen Indonesia,
  4. kebangkitan budaya sneaker global,
  5. ledakan merek sneaker Indonesia baru,
  6. dan tren mode yang berubah.

Warisan

Signifikansi Piero belum tentu karena ia menjadi merek sneaker terbesar atau paling bergengsi di Indonesia.

Kepentingannya lebih bersifat historis.

Piero mewakili salah satu generasi awal merek alas kaki Indonesia yang bertahan cukup lama untuk menjadi bagian dari budaya sneaker negara tersebut.

Ceritanya dimulai dengan krisis ekonomi, bukan tren mode. Sebuah pabrik yang struggling, ribuan pekerja, dan tekad seorang pengusaha untuk menjaga operasi tetap hidup akhirnya menghasilkan sebuah merek yang namanya kini akrab bagi generasi konsumen Indonesia.

Dan mungkin ironi yang paling tepat adalah bahwa merek yang namanya terdengar tak salah lagi sebagai bahasa Italia sebenarnya adalah cerita tentang manufaktur Indonesia, kewirausahaan Yogyakarta, dan tekad untuk menjaga industri lokal “urip”—hidup. 14

Dalam Satu Kalimat

Piero adalah merek alas kaki Indonesia yang lahir di Yogyakarta, didirikan oleh Djimanto pada tahun 1999, muncul dari pasca-krisis keuangan Asia dan tumbuh menjadi produsen jangka panjang sneaker sporty, kasual, dan gaya hidup—paling dikenal karena lini Jogger-nya dan sering salah dianggap sebagai merek Italia karena namanya. 15

Catatan tentang sumber: Sejarah Piero dilaporkan agak tidak konsisten di berbagai sumber sekunder—misalnya, beberapa akun berbeda dalam cara mereka menggambarkan transformasi linguistik yang tepat dari urip/oerip menjadi Piero. Fakta inti (asal Indonesia, Yogyakarta, Djimanto, pendirian 1999, dan koneksi ke urip/oerip) dilaporkan secara konsisten di berbagai sumber.

Referensi

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait