Tentang Prochiz
Prochiz adalah merek keju asal Indonesia yang dimiliki dan diproduksi oleh PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR), sebuah perusahaan pengolahan makanan yang merupakan bagian dari Garudafood Group. Merek ini utamanya dikenal melalui produk keju cheddar olahan dan telah mengembangkan lini produknya hingga mencakup keju lembaran (slices), keju oles (spreads), mozzarella, keju cepat leleh, mayones, serta produk keju siap santap terbaru. Garudafood menyatakan bahwa Prochiz merupakan merek keju dengan tingkat penetrasi nomor satu di Indonesia berdasarkan riset Kantar dan Nielsen.1
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Merek | Prochiz |
| Negara asal | Indonesia |
| Industri | Makanan & minuman / produk susu / keju |
| Produk utama | Keju olahan, cheddar, keju lembaran, keju oles, mozzarella, keju cepat leleh, mayones |
| Pemilik/Produsen Merek | PT Mulia Boga Raya Tbk |
| Induk Grup | Garudafood Group |
| Perusahaan didirikan | 25 Agustus 2006 |
| Peluncuran merek Prochiz | 2010 |
| Kantor Pusat | Jakarta, Indonesia |
| Pabrik Utama | Cikarang, Bekasi, Jawa Barat |
| Pasar Utama | Indonesia |
| Ekspor | Pasar Asia dan pasar internasional lainnya |
| Posisi Saat Ini | Merek keju lokal/Indonesia utama |
| Slogan Resmi | βBikin yang Simpel, jadi Spesialβ |
Perusahaan di balik Prochiz, PT Mulia Boga Raya, didirikan secara hukum pada tahun 2006, sementara merek Prochiz sendiri baru diperkenalkan pada tahun 2010.
Sejarah
Pendirian Mulia Boga Raya
Sejarah Prochiz bermula dari PT Mulia Boga Raya (MBR). Perusahaan ini didirikan pada 25 Agustus 2006 dengan nama PT Mulia Boga Raya. Kegiatan usaha awalnya meliputi distribusi produk makanan dan susu.
Pada tahun 2008, MBR mendirikan pabrik keju di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik ini kemudian menjadi basis manufaktur utama bagi bisnis keju perusahaan selanjutnya.
Menjelang tahun 2009, perusahaan telah mengembangkan kemampuan manufakturnya sehingga memperoleh sertifikasi ISO 22000:2005 terkait manajemen keamanan pangan, serta menerapkan praktik GMP dan HACCP.
Peluncuran Prochiz
Titik balik penting terjadi pada tahun 2010, ketika MBR mulai memproduksi keju cheddar olahan dengan mereknya sendiri, Prochiz. Produk pertama dijual dalam kemasan 2 kg dan 180 g. Respons positif dari pasar mendorong perusahaan untuk memperluas fasilitas produksinya.
Hal ini menjadi signifikan karena Prochiz tidak diciptakan sebagai merek susu multinasional raksasa, melainkan berkembang sebagai merek keju yang diproduksi secara lokal di Indonesia, dengan penekanan pada penyediaan keju olahan yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Ekspansi ke Keju Lembaran
Prochiz kemudian berekspansi melampaui keju cheddar balok/kemasan. Salah satu produk penting adalah Prochiz Slice, yang diperkenalkan sebagai keju cheddar olahan dalam bentuk lembaran individual. Format ini dirancang agar praktis dan ekonomis bagi konsumen.
Ekspansi Internasional
Mulai tahun 2013, Prochiz mulai mengekspor produknya ke negara-negara lain di Asia. Informasi sejarah perusahaan mencatat pasar-pasar seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina, yang kemudian diikuti oleh perluasan ekspor lebih lanjut.
Bergabung dengan Garudafood
Pada tahun 2020, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk mengakuisisi saham pengendali di PT Mulia Boga Raya. Langkah ini membawa Prochiz masuk ke dalam Garudafood Group, bersanding dengan merek-merek konsumen Indonesia yang sudah mapan seperti Garuda, Gery, Chocolatos, Clevo, dan lainnya.
Akuisisi ini memiliki signifikansi strategis karena memberikan Prochiz akses terhadap sumber daya dan ekosistem distribusi salah satu grup makanan dan minuman terbesar di Indonesia.
Portofolio Produk
Meskipun Prochiz sangat identik dengan keju cheddar, portofolio produknya kini jauh lebih beragam.
Berdasarkan informasi produk terkini dari Garudafood, portofolio Prochiz mencakup:1
Produk Keju
- Prochiz Cheddar
- Prochiz Cheddar Royale
- Prochiz Gold
- Prochiz Cheddar Slices
- Prochiz Gold Slices
- Prochiz Spready
- Prochiz Mozzarella
- Prochiz Quick Melt
- Prochiz Quick Melt Slices
Produk Lainnya
- Prochiz Mayo
- Top Chiz
Portofolio produk dapat berubah sewaktu-waktu seiring peluncuran, reformulasi, atau penghentian produk tertentu, sehingga katalog produk resmi menjadi rujukan terbaik untuk jajaran produk saat ini.1
Positioning Produk
Positioning utama Prochiz pada dasarnya adalah keju yang praktis dan terjangkau untuk konsumsi harian masyarakat Indonesia.
Alih-alih memposisikan diri secara eksklusif sebagai keju impor premium, merek ini secara historis menekankan pada:
- Keterjangkauan harga,
- Kepraktisan,
- Produksi lokal,
- Serbaguna,
- Kesesuaian untuk masakan Indonesia,
- Konsumsi keluarga, dan
- Kecocokan dengan resep sehari-hari.
Hal ini menjelaskan mengapa produk seperti keju lembaran, keju oles, dan keju cepat leleh memegang peranan penting bagi merek ini. Produk-produk tersebut memudahkan konsumen untuk mengolah keju ke dalam berbagai hidangan seperti roti, pasta, makanan penutup, camilan, dan masakan rumahan khas Indonesia.
Garudafood saat ini mendeskripsikan Prochiz sebagai merek keju yang bertujuan menjadikan momen biasa terasa lebih istimewa, dengan menggunakan tagline βBikin yang Simpel, jadi Spesial.β1
Manufaktur
Prochiz diproduksi oleh PT Mulia Boga Raya Tbk, bukan sekadar merek keju impor.
Pabrik utamanya berlokasi di Bekasi International Industrial Estate di Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan menetapkan lokasi ini sebagai pabrik utamanya dan terus menjalankan bisnis pengolahan keju dari sana.
Standar keamanan pangan dan manufaktur telah menjadi bagian penting dari perkembangan MBR. Tonggak sejarah perusahaannya mencakup sertifikasi terkait ISO 22000, praktik GMP/HACCP, sertifikasi SNI Indonesia, dan sertifikasi halal, yang kemudian disusul dengan sertifikasi FSSC 22000 pada tahun 2018.
Hubungan dengan Garudafood
Terdapat perbedaan yang jelas antara Prochiz, Mulia Boga Raya, dan Garudafood. Ketiganya bukanlah entitas yang sama:
Garudafood Group
β
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
β
PT Mulia Boga Raya Tbk
β
Merek Prochiz
PT Mulia Boga Raya adalah perusahaan yang menjalankan bisnis keju Prochiz, sedangkan Garudafood adalah grup induknya. Materi korporat Garudafood sendiri mencantumkan Prochiz sebagai salah satu merek dagang utamanya.1
MBR mendeskripsikan perannya sebagai “rumah” bagi merek Prochiz dan sebagai produsen keju lokal Indonesia.
Posisi Pasar di Indonesia
Prochiz telah tumbuh menjadi salah satu merek keju dominan di Indonesia.
Garudafood menyatakan bahwa Prochiz memiliki penetrasi merek keju nomor 1 di Indonesia, berdasarkan riset Kantar dan Nielsen.1
Laporan perusahaan tahun 2025 juga menyebutkan bahwa Prochiz mempertahankan posisinya sebagai merek keju nomor 1 di Indonesia dalam hal pangsa pasar dan penetrasi konsumen.1
Laporan tahunan MBR tahun 2025 memperkirakan pangsa pasar keju ritelnya mencapai sekitar 27,75%, yang mencerminkan kekuatan merek dan jaringan distribusi domestiknya. Laporan tersebut juga mencatat secara terpisah bahwa Prochiz berkinerja sangat kuat di e-commerce Indonesia, dengan pangsa melebihi 50% pada periode tertentu berdasarkan pengukuran Compas Market Insight.
Angka-angka ini harus dipahami sebagai pengukuran berbasis laporan perusahaan atau riset untuk periode dan metodologi tertentu, bukan berarti Prochiz secara harfiah mewakili 27,75% dari setiap produk keju yang terjual di Indonesia.
Evolusi Merek
Evolusi Prochiz secara garis besar dapat dibagi menjadi beberapa tahap:
2006β2009 β Membangun Perusahaan
MBR didirikan, mengembangkan operasi manufaktur di Cikarang, serta membangun kemampuan produksi dan keamanan pangannya.
2010 β Kelahiran Prochiz
Perusahaan meluncurkan keju cheddar olahannya sendiri dengan nama Prochiz.
2010-an β Ekspansi Produk dan Geografis
Perusahaan memperkenalkan produk seperti keju lembaran dan memperluas portofolio produknya, sekaligus memulai ekspor ke pasar Asia.
2018 β Standar Keamanan Pangan Lebih Tinggi
MBR memperoleh sertifikasi FSSC 22000.
2020 β Akuisisi oleh Garudafood
Garudafood mengakuisisi MBR, menjadikan Prochiz bagian dari grup makanan dan minuman Indonesia yang jauh lebih besar.
2021 dan seterusnya β Kepemimpinan Pasar dan Diversifikasi
Prochiz memperkuat posisinya di pasar keju Indonesia sembari berekspansi ke format keju tambahan dan produk terkait.
2025 β Inovasi Melampaui Keju Konvensional
Merek ini terus berekspansi ke kategori keju non-reguler seperti produk oles, leleh, dan cepat leleh, serta penawaran siap santap atau berorientasi camilan.1
Inovasi dan Produk Baru
Salah satu ciri menonjol dari strategi terkini Prochiz adalah pergerakannya melampaui konsep tradisional βkeju cheddar balok.β
Pada tahun 2025, MBR menyoroti pertumbuhan pada:
- Keju oles (spreadable cheese),
- Keju leleh (melting cheese),
- Keju cepat leleh (quick-melt cheese),
- Camilan berbahan dasar keju, dan
- Produk siap santap yang sebagian ditujukan bagi konsumen muda.1
Perusahaan juga memperkenalkan Prochiz Cheese Snack, yang dideskripsikan sebagai tonggak produk baru yang penting sejak peluncuran awal Prochiz pada tahun 2010.1
Selain itu, Prochiz telah bereksperimen dengan produk dan kemitraan yang mengintegrasikan keju ke dalam makanan yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, pada bulan Agustus 2025, Prochiz bermitra dengan Prime Bread untuk meluncurkan produk roti dengan isian krim rasa martabak manis.1
Langkah ini mencerminkan strategi yang lebih luas: alih-alih hanya menjual keju sebagai bahan masakan, Prochiz semakin menghadirkan keju sebagai pengalaman ngemil dan siap santap.
Pemasaran dan Identitas Merek
Pemasaran Prochiz cenderung berfokus pada gagasan bahwa keju dapat membuat makanan biasa dan momen sehari-hari menjadi lebih menyenangkan.
Pesan merek saat ini adalah:
βProchiz, Bikin yang Simpel, jadi Spesial.β1
Merek ini juga memanfaatkan resep, demonstrasi memasak, konten digital, dan promosi konsumen untuk mendorong penggunaan Prochiz sebagai bahan makanan.
Pada tahun 2025, MBR menerima pengakuan dalam penghargaan Indonesia Marcomm & Corcomm Dream Team di kategori Consumer Goods/Cooking Ingredient, dengan strategi komunikasi digital Prochiz yang disorot sebagai bagian dari aktivitas pemasarannya.1
Penghargaan dan Pengakuan
Prochiz telah menerima sejumlah penghargaan dalam beberapa tahun terakhir.
Indonesia Original Brands Award 2025
Pada bulan Juli 2025, Prochiz dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori Keju Cheddar pada ajang Indonesia Original Brands (IOB) Award 2025. Penghargaan ini mengevaluasi faktor-faktor termasuk kepuasan, loyalitas, dan advokasi konsumen.1
Top Brand Award 2025
Pada bulan Agustus 2025, Prochiz menerima pengakuan Top Brand 100 β Cheese pada ajang Top Brand Award 2025. Evaluasi penghargaan ini menggabungkan ukuran seperti kesadaran puncak pikiran (top-of-mind awareness), penggunaan terkini, dan niat beli di masa depan.1
Jakarta Fair 2025
Prochiz juga meraih penghargaan Best Stand dalam kategori Gambir Expo pada partisipasi pertamanya di Jakarta Fair 2025.1
Kehadiran Internasional
Meskipun Indonesia merupakan pasar utama Prochiz, perusahaan telah mengejar ekspansi internasional.
Informasi sejarah perusahaan menyatakan bahwa Prochiz mulai mengekspor ke negara-negara Asia seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina pada tahun 2013.
Hal ini sejalan dengan strategi ekspor Garudafood yang lebih luas: grup ini menyatakan mengekspor produknya ke lebih dari 20 negara, dengan penekanan khusus pada ASEAN, Tiongkok, dan India.1
Oleh karena itu, Prochiz tidak hanya merepresentasikan merek keju domestik Indonesia, tetapi juga merupakan bagian dari upaya produsen makanan Indonesia untuk bersaing di pasar regional.
Status Korporat
Perusahaan di balik merek ini adalah PT Mulia Boga Raya Tbk.
Penyebutan βTbkβ menandakan bahwa perusahaan ini tercatat publik di bursa efek Indonesia. Sejarah korporat MBR menunjukkan bahwa perusahaan mulai menjajaki Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019, sebelum diakuisisi oleh Garudafood pada tahun 2020.
Bisnis saat ini berfokus pada keju olahan dan produk makanan terkait. Laporan keuangan tahun 2025 mendeskripsikan kegiatan perusahaan sebagai manufaktur di industri pengolahan keju dan mayones, dengan Prochiz sebagai merek keju utamanya.
Kemitraan Strategis dengan Bel
Perkembangan terbaru lainnya adalah hubungan Prochiz dengan Bel S.A., perusahaan keju multinasional asal Prancis yang dikenal secara internasional dengan merek seperti The Laughing Cow.
Menurut laporan tahunan Garudafood tahun 2025, Prochiz menjalin kemitraan strategis dengan Bel S.A. Tujuan yang dinyatakan adalah untuk menciptakan peluang kerja sama dalam mengembangkan produk keju dan camilan keju yang lebih inovatif dan kompetitif di Indonesia.1
Secara strategis, hal ini menarik karena Prochiz menggabungkan pengetahuan pasar lokal yang kuat dan jaringan distribusi dengan potensi keahlian teknis dan internasional dari perusahaan keju global.
Faktor Kesuksesan Prochiz
Beberapa faktor membantu menjelaskan posisi Prochiz di Indonesia:
1. Orientasi Pasar Lokal
Merek ini dibangun secara khusus untuk pasar Indonesia, bukan sekadar mengadaptasi merek keju impor premium.
2. Format Terjangkau
Produk tersedia dalam berbagai ukuran dan format kemasan, mulai dari paket besar untuk layanan makanan (food service) hingga kemasan konsumen kecil dan lembaran.
3. Serbaguna
Prochiz dapat digunakan dalam makanan sarapan, camilan, kue kering, makanan penutup, dan hidangan gurih.
4. Distribusi
Menjadi bagian dari ekosistem Garudafood memberikan MBR akses ke infrastruktur barang konsumen Indonesia yang luas.
5. Diversifikasi Produk
Perusahaan secara progresif berekspansi dari keju cheddar olahan konvensional menjadi lembaran, oles, mozzarella, produk cepat leleh, dan camilan.
6. Kesadaran Merek yang Kuat
Perusahaan melaporkan posisi penetrasi dan pangsa pasar yang memimpin, sementara penghargaan seperti Top Brand 100 dan Indonesia Original Brands memberikan bukti tambahan atas pengenalan merek.1
Peran Prochiz dalam Budaya Kuliner Indonesia
Prochiz menarik perhatian sebagai bentuk lokalisasi konsumsi keju.
Secara historis, keju merupakan makanan impor atau relatif khusus di Indonesia. Merek seperti Prochiz membantu mengubah keju olahan menjadi bahan sehari-hari yang dapat dipadukan dengan kebiasaan makan lokal yang akrab.
Alih-alih meminta konsumen mengubah kuliner mereka demi mengakomodasi keju, pendekatan merek ini sebagian besar justru sebaliknya: menjadikan keju mudah diadaptasi ke dalam makanan yang sudah biasa dikonsumsi.
Hal ini bisa berarti menambahkan keju pada roti, memadukannya dengan mi atau pasta, menggunakannya dalam kue dan makanan penutup, menambahkannya ke dalam camilan, atau memasukkan keju leleh ke dalam hidangan bergaya Indonesia.
Ini menjelaskan pentingnya produk seperti lembaran, keju oles, dan keju cepat leleh dalam portofolio Prochiz.
Arah Terkini
Hingga periode 2025β2026, Prochiz tampak bertransformasi dari yang sebelumnya utamanya merupakan merek cheddar olahan menuju platform makanan berbasis keju yang lebih luas.
Strateginya kini semakin mencakup:
Keju Tradisional
β cheddar dan keju cheddar lembaran
Kepraktisan
β keju oles dan cepat leleh
Aplikasi Khusus
β mozzarella dan produk berorientasi masakan lainnya
Camilan
β produk keju siap santap
Kemitraan Makanan
β mengintegrasikan Prochiz ke dalam roti dan makanan siap santap lainnya
Diversifikasi ini dimaksudkan untuk memperluas jumlah kesempatan di mana konsumen bertemu dan mengonsumsi merek ini. Laporan perusahaan tahun 2025 secara spesifik mengidentifikasi produk keju non-reguler dan camilan sebagai area pertumbuhan.1
Ringkasan
Prochiz adalah merek keju utama di Indonesia yang dimiliki dan diproduksi oleh PT Mulia Boga Raya Tbk, bagian dari Garudafood Group. MBR didirikan pada tahun 2006 dan membangun fasilitas manufakturnya di Cikarang pada tahun 2008 sebelum meluncurkan keju cheddar olahan Prochiz pada tahun 2010. Merek ini kemudian berekspansi ke keju lembaran, oles, mozzarella, dan cepat leleh, serta mayones dan produk camilan keju terbaru. Setelah Garudafood mengakuisisi MBR pada tahun 2020, Prochiz mendapatkan dukungan dari salah satu grup makanan dan minuman utama di Indonesia. Saat ini, Prochiz memposisikan dirinya sebagai merek keju yang diproduksi secara lokal, terjangkau, dan serbaguna, serta melaporkan posisi terdepan di Indonesia dalam hal penetrasi merek keju dan pangsa pasar. Strategi terbarunya berfokus pada inovasi produk, konsumen muda, pemasaran digital, produk keju siap santap, serta kemitraan internasional/strategis, termasuk kemitraan dengan perusahaan keju Prancis Bel S.A.
Linimasa Singkat
2006 β PT Mulia Boga Raya didirikan
2008 β Pabrik Cikarang didirikan
2009 β Pengembangan sertifikasi keamanan pangan/manufaktur
2010 β Merek Prochiz diluncurkan dengan keju cheddar olahan
2013 β Ekspansi ekspor dimulai
2018 β Memperoleh sertifikasi FSSC 22000
2019 β MBR memulai proses masuk ke pasar modal Indonesia
2020 β Garudafood mengakuisisi MBR
2021 β Prochiz dilaporkan sebagai merek/pemimpin pasar keju cheddar No. 1 di Indonesia
2025 β Ekspansi ke camilan keju, format baru, dan kemitraan strategis dengan Bel S.A.





