I Indonesia Brand Wiki

Tentang Rose All Day

Rosé All Day Cosmetics (RADC), yang lebih dikenal dengan nama Rosé All Day, merupakan merek kecantikan dan perawatan diri asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2017. Perusahaan ini mengembangkan produk kosmetik warna (color cosmetics) dan perawatan kulit (skincare) dengan penekanan pada tampilan cantik yang natural, rutinitas yang sederhana, serta formulasi yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari. Merek ini mendeskripsikan dirinya sebagai produk yang “lahir, tumbuh, dan dibuat dengan cinta” di Indonesia, meskipun menggunakan bahan baku yang bersumber dari berbagai negara.1

Ikhtisar

Nama merek Rosé All Day Cosmetics
Singkatan RADC
Tahun berdiri 2017
Negara asal Indonesia
Kantor pusat Jakarta, Indonesia
Industri Kecantikan & Perawatan Diri
Kategori Riasan wajah, Perawatan kulit
Pendiri Tiffany Danielle, Samantha Wijaya, Cindy Nyoto Gunawan
Posisi inti Kecantikan harian, natural, dan mudah diakses
Estetika utama Segar, dewy, praktis, dan awet muda
Situs web resmi roseallday.co

Saat ini, perusahaan beroperasi di bawah badan hukum PT Rose Cosmetics International.2

Sejarah

Rosé All Day muncul pada tahun 2017 di tengah pesatnya pertumbuhan industri kecantikan lokal Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Tiffany Danielle, Samantha Wijaya, dan Cindy Nyoto Gunawan. Berdasarkan catatan sejarah awal perusahaan, Tiffany dan Samantha awalnya berdiskusi mengenai rencana mendirikan bisnis kosmetik, sebelum akhirnya Samantha mengajak Cindy bergabung dalam usaha tersebut.3

Para pendiri memiliki perspektif yang berbeda-beda terhadap dunia kecantikan. Tiffany sangat tertarik pada estetika no-makeup makeup dan perawatan kulit yang minimalis, Samantha memiliki minat kuat pada riasan wajah dan mode, sementara Cindy memandang kecantikan dari sudut pandang yang lebih praktis dan fungsional. Kombinasi latar belakang ini membantu membentuk fokus Rosé All Day pada produk-produk yang relatif mudah diintegrasikan ke dalam rutinitas harian.4

Pada awalnya, merek ini beroperasi terutama melalui saluran digital dan niaga elektronik. Strategi awalnya sangat berorientasi pada direct-to-consumer (DTC), memanfaatkan media sosial dan pasar daring (marketplace) untuk menjangkau konsumen Indonesia. Selanjutnya, perusahaan berekspansi ke ritel fisik, dengan distribusi luring yang dimulai pada tahun 2019.5

Salah satu produk terobosan awal perusahaan adalah Lip & Cheek Duo, yang diluncurkan pada tahun 2018. Pada tahun yang sama, Rosé All Day juga memperkenalkan The Realest Lightweight Foundation, yang menjadi produk penting dalam membangun reputasi merek ini.6

Memasuki awal dekade 2020-an, portofolio Rosé All Day telah berkembang jauh melampaui asortimen riasan awalnya. Forbes melaporkan pada tahun 2023 bahwa perusahaan telah tumbuh dari produk orisinalnya menjadi portofolio yang mencakup puluhan produk kosmetik warna dan perawatan kulit, yang dijual melalui situs web mereka, pasar daring seperti Shopee dan Tokopedia, serta gerai ritel fisik.7

Pendiri

Tiffany Danielle

Tiffany Danielle adalah salah satu pendiri Rosé All Day yang sangat erat kaitannya dengan pemasaran dan pengembangan produk perusahaan. Profil profesionalnya mencantumkan jabatannya sebagai Co-Founder, CMO, dan Head of Product Development. Ia menempuh pendidikan Komunikasi Organisasi di Pepperdine University.

Tiffany juga dinobatkan dalam daftar Forbes’ 30 Under 30 Asia 2023 untuk kategori Retail & E-commerce atas kontribusinya bersama Rosé All Day.8

Cindy Nyoto Gunawan

Cindy Nyoto Gunawan adalah salah satu pendiri yang menjabat sebagai CEO perusahaan. Profil profesionalnya mencatat perannya sebagai Co-Founder dan CEO Rosé All Day Cosmetics sejak tahun 2017. Ia menyelesaikan studi Commerce di University of Melbourne.9

Samantha Wijaya

Samantha Wijaya adalah satu dari tiga pendiri asli dan dikenal sebagai mitra pendiri perusahaan. Latar belakangnya berkaitan erat dengan industri mode dan ritel, serta minatnya pada riasan wajah dan kecantikan menjadi salah satu inspirasi di balik pembentukan perusahaan ini.10

Filosofi Merek

Filosofi utama Rosé All Day pada dasarnya adalah menonjolkan fitur alami wajah, bukan menutupinya.

Perusahaan menyatakan ingin produknya membuat kulit tampak segar, bronzed, bercahaya, dan natural, alih-alih tertutup riasan tebal. Konsep orisinalnya sangat lekat dengan tampilan riasan “no makeup”—riasan yang menciptakan penampilan rapi namun tetap mempertahankan kesan kulit alami.11

Posisi ini dapat dirangkum melalui beberapa gagasan utama:

  • Kecantikan natural alih-alih cakupan riasan yang berat
  • Rutinitas sederhana alih-alih tata rias multi-langkah yang rumit
  • Kebutuhan harian yang dapat digunakan berulang kali
  • Kecantikan yang mudah diakses untuk basis konsumen yang luas
  • Kepercayaan diri dan ekspresi penampilan diri sendiri
  • Interpretasi kecantikan kontemporer yang awet muda, feminin, dan khas Indonesia

Pesan merek ini menekankan pentingnya tampil seperti “diri sendiri” daripada sekadar mengikuti tren kecantikan sesaat.12

Produk

Rosé All Day telah berkembang dari perusahaan yang awalnya berfokus pada kosmetik warna menjadi bisnis riasan wajah dan perawatan kulit yang lebih komprehensif.

Riasan Wajah

Portofolio riasan wajahnya saat ini mencakup produk untuk:

Wajah

  • Skin tint
  • Foundation
  • Cushion
  • Blush
  • Produk wajah lainnya

Mata

  • Mascara
  • Produk alis
  • Esensial mata lainnya

Bibir

  • Lip tint
  • Produk bibir
  • Produk bibir dan pipi

Sebagai contoh, toko resmi saat ini menampilkan produk seperti The Realest Lightweight Skin Tint, The Realest Airyfit Glow Cushion, Cheeky Flush Liquid Blush, dan Thunder Lash Mascara.

Perawatan Kulit

Rosé All Day juga telah meluncurkan lini perawatan kulit khusus, Rosé All Day Skincare, yang diposisikan sebagai produk yang bersih (clean), vegan, cruelty-free, ramah lingkungan, dan berbahan dasar alam. Merek ini mendeskripsikan lini tersebut sebagai rangkaian yang dirancang untuk berbagai gaya hidup, jenis kulit, dan profil konsumen.

Langkah ini menandai evolusi penting bagi perusahaan: alih-alih hanya menjual riasan wajah, Rosé All Day kini semakin memposisikan diri sebagai ekosistem kecantikan yang lebih luas yang mencakup kosmetik dan perawatan kulit.

Identitas Visual

Salah satu karakteristik Rosé All Day yang paling mudah dikenali adalah identitas visual bernuansa merah muda. Secara historis, merek ini menekankan pada kemasan berwarna merah muda metalik serta estetika yang terlihat elegan namun tetap menyenangkan.

Pencitraan mereknya menggabungkan beberapa karakteristik:

Feminin + Kontemporer + Mudah didekati + Terlihat premium.

Alih-alih mengadopsi citra mewah yang biasa diasosiasikan dengan kosmetik prestise tradisional, Rosé All Day menggunakan kemasan yang menarik dan pencitraan visual yang kuat sembari tetap memposisikan produknya sebagai kebutuhan harian.

Distingsi ini membantunya menempati ruang unik di antara kosmetik pasar massal Indonesia dan merek kecantikan prestise internasional.

Model Bisnis dan Distribusi

Rosé All Day memulai perjalanannya terutama sebagai merek digital-first/direct-to-consumer. Saluran daring tetap menjadi bagian penting dari distribusinya, namun perusahaan telah berekspansi ke ritel fisik.

Jaringan stokis resminya saat ini mencakup peritel seperti Sephora, Sociolla, Watsons, dan Love & Flair, di samping pasar daring dan peritel lainnya.

Oleh karena itu, merek ini beroperasi melalui kombinasi:

  1. Situs web e-commerce miliknya sendiri
  2. Pasar daring (Online marketplaces)
  3. Peritel spesialis kecantikan
  4. Gerai fisik dan stokis di departemen store/mal
  5. Pemasaran dan pembangunan komunitas berbasis media sosial

Model omnichannel ini memungkinkan Rosé All Day berevolusi dari startup kosmetik daring kecil menjadi merek kecantikan Indonesia yang terdistribusi secara nasional.

Keberlanjutan dan Inovasi Produk

Selain bisnis kosmetik intinya, Rosé All Day semakin gencar mengintegrasikan keberlanjutan dan inovasi kemasan ke dalam pesan mereknya.

Situs web resminya menyoroti berbagai inisiatif, termasuk pensil alis yang dapat diisi ulang (refillable), kemasan yang menggunakan material LIMEX, serta tabir surya yang mengandung ekstrak anggur hijau (green caviar) yang dibudidayakan di Klungkung, Bali.

Inisiatif-inisiatif ini sejalan dengan posisi baru perusahaan yang berupaya menjadikan kecantikan lebih sadar lingkungan, tidak rumit, dan mudah diakses.13

Investasi dan Pertumbuhan

Rosé All Day telah menarik investasi eksternal seiring dengan ekspansinya. Forbes melaporkan bahwa pada tahun 2023, perusahaan ini didukung oleh AC Ventures dan GIA Ventures.

Dana investasi tersebut mendukung transisi perusahaan dari startup kosmetik DTC yang relatif kecil menjadi perusahaan kecantikan yang lebih besar dengan portofolio produk yang lebih luas dan kehadiran ritel fisik.

Perusahaan investasi DSG Consumer Partners mencatat Rosé All Day sebagai merek kecantikan dan perawatan diri aktif asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2017, serta menyebutkan kemitraan mereka dengan perusahaan ini dimulai pada tahun 2023.

Posisi Merek

Posisi kompetitif Rosé All Day dapat dipahami sebagai:

“Kecantikan harian Indonesia dengan estetika natural, modern, dan mudah diakses.”

Merek ini membedakan dirinya bukan melalui riasan yang dramatis, melainkan melalui kesederhanaan, fungsionalitas, dan hasil akhir yang natural.

Konsumen targetnya secara tradisional diasosiasikan dengan perempuan Indonesia muda yang ambisius yang ingin tampil rapi tanpa terlihat berlebihan. DSG Consumer Partners juga mendeskripsikan merek ini sebagai pelayan bagi perempuan yang ingin merangkul “diri mereka yang paling nyata” (real-est selves) serta mengasosiasikan produknya dengan keanggunan dan tampilan serba natural.

Komunitas dan Pemasaran

Perusahaan ini menggunakan pendekatan berbasis komunitas dalam strategi mereknya. Pelanggan secara historis disapa melalui identitas seperti #RADGirls dan #RoséFam, yang memperkuat gagasan bahwa konsumen adalah bagian dari komunitas kecantikan yang lebih luas, bukan sekadar pembeli.

Strategi pemasarannya juga sangat bergantung pada:

  • Media sosial
  • Influencer kecantikan
  • Ulasan produk
  • Kolaborasi
  • Acara komunitas
  • Niaga digital
  • Peluncuran edisi terbatas dan relevan secara budaya

Forbes secara khusus mencatat keterlibatan Tiffany Danielle dalam bekerja sama dengan seniman lokal, influencer kecantikan, dan merek lain sebagai bagian dari pendekatan pengembangan produk dan pemasaran Rosé All Day.14

Perkembangan Penting

Tonggak sejarah signifikan terjadi selama periode pandemi COVID-19. Meskipun terjadi disrupsi pada industri ritel dan kecantikan Indonesia, Rosé All Day terus meluncurkan produk dan memperluas operasinya. Menurut laporan IDN Times, perusahaan meningkatkan jumlah tenaga kerja dan kapasitas kantornya selama periode ini serta mencatatkan pertumbuhan yang substansial.

Perusahaan juga mengalami kemunduran besar pada September 2023, ketika kebakaran gudang menghancurkan sejumlah besar inventaris. Insiden tersebut dilaporkan memaksa perusahaan untuk menunda peluncuran produk, membatalkan pesanan, dan menghentikan penjualan sementara di seluruh platformnya.15

Peristiwa ini menjadi salah satu tantangan paling menonjol dalam perkembangan perusahaan, namun tidak menghentikan operasional bisnisnya.

Identitas Saat Ini

Hingga tahun 2026, Rosé All Day telah berevolusi jauh dari startup kosmetik kecil yang didirikan pada tahun 2017. Situs web resminya kini menyajikan perusahaan sebagai merek kecantikan yang lebih luas yang mencakup kosmetik warna dan perawatan kulit, sambil tetap mempertahankan penekanan orisinalnya pada kecantikan yang natural dan praktis.16

Identitasnya saat ini dapat dibagi menjadi tiga tahap:

2017–2018 — Fase Startup
Merek kosmetik Indonesia berbasis digital yang berfokus pada riasan no-makeup makeup dan kebutuhan harian.

2019–2022 — Fase Ekspansi
Rentang produk yang berkembang, distribusi ritel fisik, pengenalan merek yang lebih kuat, dan ekspansi ke portofolio kosmetik yang lebih luas.

2023–sekarang — Fase Platform Kecantikan
Ekspansi ke perawatan kulit, inisiatif keberlanjutan, distribusi ritel yang lebih luas, dan proposisi kecantikan yang lebih komprehensif.

Dalam satu kalimat, Rosé All Day adalah merek kecantikan Indonesia yang didirikan pada tahun 2017 oleh Tiffany Danielle, Samantha Wijaya, dan Cindy Nyoto Gunawan, yang tumbuh dari startup kosmetik digital “no-makeup makeup” menjadi perusahaan riasan dan perawatan kulit yang lebih luas dengan fokus pada kecantikan natural, fungsionalitas harian, aksesibilitas, dan budaya kecantikan Indonesia kontemporer.17

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait