I Indonesia Brand Wiki

Tentang The Body Shop

The Body Shop adalah merek kecantikan dan kosmetik asal Inggris yang dikenal luas karena memadukan produk perawatan kulit dan tubuh dengan pengadaan bahan secara etis, aktivisme lingkungan, kampanye hak asasi hewan, serta dukungan terhadap isu-isu sosial. Merek ini didirikan pada tahun 1976 di Brighton, Inggris, oleh Dame Anita Roddick, yang membangun perusahaan berdasarkan gagasan bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. 1

Saat ini, The Body Shop beroperasi sebagai peritel kecantikan internasional dengan identitas merek yang sangat lekat dengan kecantikan yang terinspirasi dari alam, Community Fair Trade, penolakan terhadap uji coba pada hewan, pemberdayaan perempuan dan anak perempuan, serta tantangan terhadap standar kecantikan konvensional. 2

Informasi Dasar

Kategori Informasi
Nama merek The Body Shop
Didirikan 1976
Pendiri Dame Anita Roddick
Asal Brighton, England, United Kingdom
Industri Kosmetik, perawatan kulit, kecantikan, dan perawatan tubuh
Konsep awal Produk kecantikan berbahan alami dipadukan dengan praktik bisnis etis
Filosofi inti Bisnis sebagai kekuatan untuk kebaikan
Kategori produk utama Perawatan kulit, perawatan tubuh, perawatan rambut, wewangian, riasan, dan aksesori
Isu utama Hak asasi hewan, hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, pemberdayaan perempuan
Program unggulan Community Fair Trade
Tujuan saat ini “Berjuang demi dunia yang lebih adil dan lebih indah”
Sejarah kepemilikan L’Oréal → Natura &Co → Aurelius → konsorsium yang dipimpin Auréa Group

Riwayat kepemilikan The Body Shop cukup kompleks karena merek ini telah mengalami beberapa kali transisi korporasi. Merek ini menyatakan bahwa mereka diakuisisi oleh L’Oréal pada tahun 2006, menjadi bagian dari Natura &Co pada tahun 2017, dijual kepada Aurelius Private Equity pada tahun 2023, dan kemudian diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin oleh Auréa Group pada tahun 2024. 3

Sejarah

1976: Pendirian

The Body Shop bermula ketika Anita Roddick membuka toko pertamanya di Brighton, Inggris, pada tahun 1976.

Pada masa itu, industri kosmetik sangat berfokus pada gagasan konvensional tentang feminitas, kemewahan, dan penampilan fisik. Roddick memiliki pendekatan berbeda terhadap kecantikan. Alih-alih menyajikan kosmetik sebagai cara untuk mengubah seseorang agar sesuai dengan citra ideal, ia mempromosikan produknya sebagai bagian dari perawatan diri dan harga diri.

Toko pertamanya berukuran kecil dan mudah dikenali dari cat eksterior berwarna hijau. Produk-produknya dikemas secara sederhana, dan bisnis ini menekankan penggunaan bahan-bahan yang terinspirasi dari alam serta wadah yang dapat diisi ulang. 4

Gagasan dasarnya adalah bahwa sebuah perusahaan kosmetik dapat secara bersamaan:

  • menghasilkan keuntungan;
  • menjual produk berkualitas tinggi;
  • memperlakukan pemasok secara adil;
  • meminimalkan kerusakan lingkungan;
  • menentang uji coba pada hewan; dan
  • mengkampanyekan perubahan sosial.

Filosofi tersebut kemudian menjadi salah satu ciri khas utama dari merek ini.

1980-an: Dari peritel kosmetik menjadi merek aktivis

Selama dekade 1980-an, The Body Shop semakin identik dengan aktivisme dan kampanye sosial, bukan sekadar penjualan kosmetik.

Salah satu kampanye profil tinggi pertamanya adalah “Save the Whale,” yang diluncurkan bersama Greenpeace pada tahun 1986. Kampanye ini menyoroti masalah perburuan paus dan mempromosikan minyak jojoba sebagai alternatif pengganti minyak paus sperma, yang sebelumnya lazim digunakan dalam produk kosmetik. 5

Hal ini menetapkan pola yang berlanjut sepanjang sejarah perusahaan:

The Body Shop menggunakan gerai ritel, produk, karyawan, dan pelanggannya sebagai platform untuk kampanye sosial.

Langkah ini tidak biasa bagi perusahaan kecantikan dan membantu membedakan The Body Shop dari merek kosmetik konvensional lainnya.

1984: Menjadi perusahaan publik

The Body Shop mencatatkan sahamnya di Bursa Efek London pada tahun 1984. 6

Pertumbuhannya membuktikan bahwa positioning etis dapat berjalan beriringan dengan kesuksesan komersial.

Community Fair Trade

Salah satu inovasi terpenting The Body Shop adalah pendekatannya terhadap perdagangan adil.

Program Community Fair Trade perusahaan ini dimulai pada tahun 1987. Alih-alih memperlakukan petani dan produsen hanya sebagai pemasok, The Body Shop membangun hubungan dagang jangka panjang dengan berbagai komunitas di seluruh dunia. 7

Program ini mencakup pengadaan bahan baku, aksesori, dan material lainnya dari petani, pengrajin, serta produsen berbasis komunitas.

Prinsip dasarnya berbeda dari amal tradisional:

Amal:

Memberikan uang kepada komunitas.

Community Fair Trade:

Membangun hubungan komersial yang memungkinkan komunitas memperoleh penghasilan melalui produk dan keterampilan mereka.

The Body Shop menggambarkan program ini sebagai cara berdagang secara adil, bukan sekadar memberikan bantuan. 8

Program ini menjadi bagian penting dari identitas merek dan turut mempopulerkan konsep pengadaan etis dalam ritel kecantikan arus utama.

Uji Coba pada Hewan

Penentangan terhadap uji coba pada hewan merupakan salah satu elemen paling mudah dikenali dari identitas merek The Body Shop.

Perusahaan ini menyatakan bahwa mereka tidak pernah menguji produk kosmetiknya pada hewan dan telah berkampanye menentang praktik tersebut selama puluhan tahun. 9

Pada era 1990-an, The Body Shop menjadi sangat menonjol dalam kampanye menentang uji coba kosmetik pada hewan.

Aktivisme mereka akhirnya terhubung dengan upaya politik yang lebih luas untuk mengubah undang-undang di Inggris dan Eropa. The Body Shop menyatakan bahwa kampanye mereka pada tahun 1990-an berkontribusi pada gerakan yang mendorong pembatasan hukum terhadap uji coba kosmetik pada hewan di Inggris. 10

Dari sudut pandang pencitraan merek, hal ini penting karena The Body Shop tidak sekadar menjadikan “cruelty-free” sebagai atribut produk semata, melainkan menjadikan kesejahteraan hewan sebagai bagian dari kepribadian korporat dan aktivismenya.

Mendefinisikan Ulang Kecantikan

Komponen utama lain dari filosofi The Body Shop adalah penolakannya terhadap standar kecantikan yang sempit.

Anita Roddick berpendapat bahwa produk kecantikan semestinya tidak selalu memberi tahu konsumen bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuh mereka lalu menawarkan solusi.

Sebaliknya, The Body Shop mempromosikan gagasan seperti:

  • harga diri;
  • individualitas;
  • penerimaan terhadap tubuh;
  • kecantikan alami;
  • kepercayaan diri;
  • inklusivitas; dan
  • perawatan diri.

Filosofi merek perusahaan saat ini masih menekankan keyakinan bahwa “setiap orang itu cantik”. 11

Posisi ini membedakan The Body Shop dari perusahaan kecantikan yang iklannya secara tradisional berfokus pada transformasi konsumen agar sesuai dengan tampilan ideal tertentu.

Pemberdayaan Perempuan

Hak-hak perempuan dan pemberdayaan merupakan komponen sentral lain dari identitas The Body Shop.

Anita Roddick adalah seorang feminis dan aktivis hak asasi manusia yang vokal, dan ia mengintegrasikan keyakinan tersebut ke dalam perusahaannya.

Merek ini menyatakan bahwa mereka berkampanye untuk:

  • kesetaraan perempuan;
  • harga diri perempuan;
  • kepemimpinan perempuan;
  • peluang ekonomi bagi perempuan;
  • upah yang setara; dan
  • menantang stereotip kecantikan yang merugikan. 12

Hal ini juga berkaitan dengan Community Fair Trade, karena hubungan dengan produsen dan pengrajin perempuan telah menjadi bagian dari pendekatan dampak sosial perusahaan.

Oleh karena itu, positioning merek The Body Shop dapat dipahami sebagai kombinasi dari kecantikan + perdagangan + feminisme + aktivisme.

Kampanye Utama

The Body Shop telah menjalankan kampanye yang mencakup rentang isu yang sangat luas.

Beberapa contoh notable meliputi:

Save the Whale

Kampanye lingkungan yang dikembangkan bersama Greenpeace pada tahun 1980-an, yang membahas perburuan paus dan penggunaan minyak paus sperma dalam kosmetik. 13

Against Animal Testing

Kampanye jangka panjang menentang penggunaan hewan dalam uji coba kosmetik. The Body Shop menganggap ini sebagai salah satu penyebab utama dalam sejarahnya. 14

Hak Asasi Manusia

Perusahaan ini telah menggunakan iklan dan kampanyenya untuk mengangkat isu-isu hak asasi manusia.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

The Body Shop berkampanye menentang kekerasan dalam rumah tangga, membawa isu yang sering dianggap sebagai ranah privat ke dalam iklan arus utama dan diskusi publik. 15

HIV/AIDS

Perusahaan ini juga mendukung kampanye yang menangani HIV dan marginalisasi komunitas yang terdampak. 16

Pemberdayaan Perempuan

Hak-hak perempuan dan kesetaraan gender tetap menjadi tema yang berulang sepanjang sejarah merek ini.

Produk

Meskipun aktivisme menjadi pusat identitasnya, The Body Shop pada dasarnya tetap merupakan perusahaan kecantikan dan perawatan tubuh.

Portofolio produknya meliputi:

Perawatan Kulit

  • pembersih wajah
  • pelembap
  • serum
  • masker
  • toner
  • minyak wajah

Perawatan Tubuh

  • body butter
  • losion tubuh
  • gel mandi
  • lulur tubuh
  • krim tangan

Perawatan Rambut

  • sampo
  • kondisioner
  • perawatan rambut

Wewangian

  • eau de toilette
  • body mist
  • produk terkait wewangian

Riasan

  • alas bedak
  • concealer
  • produk bibir
  • riasan mata
  • kosmetik lainnya

Mandi dan Aksesori

  • produk mandi
  • kuas
  • alat kecantikan
  • produk yang dapat digunakan kembali/diisi ulang

Perusahaan ini mendeskripsikan produknya sebagai terinspirasi dari alam, dengan bahan-bahan yang bersumber dari seluruh dunia dan penekanan pada pengadaan yang etis.

Filosofi Produk Ikonik

The Body Shop menjadi sangat terkenal berkat produk-produk yang dibangun di sekitar bahan-bahan alami yang mudah dikenali.

Contoh bahan yang secara historis lekat dengan merek ini meliputi:

  • Tea Tree
  • Shea
  • Coconut
  • Aloe
  • Moringa
  • Hemp
  • British Rose
  • Vitamin E

Bahan itu sendiri sering kali menjadi bagian dari identitas produk.

Secara strategis, hal ini berguna karena konsumen dapat dengan mudah memahami cerita di balik produk tersebut:

bahan → pengalaman sensorik → manfaat kecantikan → cerita etis

Sebagai contoh, sebuah produk bukan sekadar pelembap, tetapi juga dapat mengomunikasikan dari mana bahannya berasal dan bagaimana pembeliannya mendukung komunitas tertentu.

Kemasan dan Budaya Isi Ulang

Kemasan secara historis memainkan peran penting dalam identitas The Body Shop.

Perusahaan ini bereksperimen dengan botol yang dapat diisi ulang sejak tahun-tahun awalnya, sebuah pendekatan yang relatif tidak lazim bagi kosmetik arus utama pada masa itu.

Saat ini, perusahaan terus mempromosikan skema isi ulang dan upaya pengurangan limbah kemasan. Situs web The Body Shop Indonesia, misalnya, menyoroti skema isi ulang dan inisiatif kemasannya sebagai bagian dari nilai-nilai merek. 17

Hal ini menghubungkan pengalaman ritel fisik dengan positioning lingkungan merek.

Kepemilikan Korporasi

Sejarah korporasi The Body Shop sangat penting karena perusahaan ini telah berganti kepemilikan beberapa kali.

L’Oréal — 2006

Pada tahun 2006, The Body Shop diakuisisi oleh raksasa kosmetik Prancis, L’Oréal. 18

Akuisisi ini memicu kontroversi karena The Body Shop telah membangun identitas kuat di sekitar bisnis etis, sementara L’Oréal adalah korporasi kosmetik konvensional yang jauh lebih besar.

Meskipun demikian, merek The Body Shop terus beroperasi dengan identitasnya sendiri.

Natura &Co — 2017

Pada tahun 2017, The Body Shop dijual kepada Natura &Co, grup kecantikan Brasil yang berafiliasi dengan Natura dan kemudian Avon. 19

Kombinasi ini menarik secara strategis karena Natura juga menekankan keberlanjutan, pengadaan etis, dan tanggung jawab sosial.

Aurelius — 2023

Natura &Co kemudian menjual The Body Shop kepada Aurelius, sebuah grup ekuitas swasta Eropa, pada tahun 2023. 20

Konsorsium pimpinan Auréa — 2024

Pada tahun 2024, merek ini diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin oleh Auréa Group. Sejarah The Body Shop sendiri saat ini mencatatnya sebagai transisi kepemilikan utama terbarunya. 21

Ekspansi Global

Apa yang bermula sebagai satu toko di Brighton akhirnya berkembang menjadi peritel kecantikan global.

Informasi karir perusahaan menyebutkan bahwa The Body Shop telah melayani lebih dari 30 juta pelanggan di seluruh dunia, dengan sekitar 3.000 toko di lebih dari 70 negara pada saat informasi tersebut diterbitkan. 22

Internasionalisasinya penting karena hal ini mengubah filosofi asli Anita Roddick menjadi model ritel global.

Identitas internasional merek ini umumnya menggabungkan:

Asal Inggris + kecantikan alami + pengadaan etis + aktivisme.

The Body Shop di Indonesia

The Body Shop juga telah mengembangkan kehadiran yang signifikan di Indonesia.

Operasinya di Indonesia menghadirkan merek ini dengan banyak tema global yang sama:

  • Community Fair Trade
  • penentangan terhadap uji coba pada hewan
  • pemberdayaan perempuan
  • bahan berkelanjutan
  • pengurangan kemasan
  • skema isi ulang
  • kecantikan vegan dan vegetarian
  • tanggung jawab lingkungan. 23

Situs web Indonesia juga menyediakan informasi khusus mengenai sejarah perusahaan dan tujuan merek, yang menunjukkan bahwa positioning etis global tetap menjadi pusat pemasaran lokalnya. 24

Tujuan Merek

Tujuan The Body Shop yang dinyatakan saat ini adalah:

“Kami hadir untuk berjuang demi dunia yang lebih adil dan lebih indah.” 25

Hal ini dapat diuraikan menjadi tiga keyakinan utama:

1. Bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan

Perusahaan meyakini bahwa aktivitas komersial dapat menciptakan perubahan sosial dan lingkungan yang positif, bukan sekadar menghasilkan keuntungan. 26

2. Setiap orang itu cantik

Merek ini menolak gagasan bahwa ada satu standar fisik universal yang harus dipatuhi oleh semua orang. 27

3. Memberdayakan perempuan dan anak perempuan

Kesetaraan perempuan, harga diri, dan kemandirian tetap menjadi bagian mendasar dari nilai-nilai perusahaan yang dinyatakan.

Kepribadian Merek

Dari perspektif pemasaran, The Body Shop dapat dikarakterisasikan sebagai berikut:

Dimensi Karakter Merek
Kepribadian Aktivis, pemberontak, penuh welas asih
Nada Langsung, energik, sadar sosial
Warisan Inggris
Filosofi kecantikan Inklusif dan menguatkan diri sendiri
Filosofi produk Terinspirasi dari alam
Positioning sosial Etis / digerakkan oleh tujuan
Positioning lingkungan Berorientasi keberlanjutan
Identitas politik/sosial Fokus pada hak asasi manusia dan kesetaraan
Respon emosional target “Saya bisa merawat diri sendiri sambil melakukan kebaikan.”

Merek ini sendiri menggambarkan identitasnya menggunakan konsep-konsep seperti “pemberontak,” “etis,” “pembuat perubahan,” dan “kekuatan untuk kebaikan.”

Apa yang Membedakan The Body Shop?

Perbedaan terpenting adalah bahwa secara historis The Body Shop tidak memperlakukan etika sekadar sebagai fitur pemasaran tambahan.

Bagi banyak merek, hierarkinya adalah:

Produk → Manfaat kecantikan → Pemasaran → Tanggung jawab sosial perusahaan

Model asli The Body Shop lebih mendekati:

Produk + Etika + Aktivisme + Komunitas + Bisnis komersial

Perbedaan ini fundamental untuk memahami merek tersebut.

Gerai-gerainya menjadi tempat di mana konsumen dapat sekaligus berbelanja kosmetik dan menemukan kampanye sosial.

Hal ini menjadikan The Body Shop salah satu contoh awal dari apa yang kemudian dikenal sebagai branding yang digerakkan oleh tujuan (purpose-driven branding).

Pengaruh terhadap Industri Kecantikan

The Body Shop secara luas diakui sebagai pelopor penting kecantikan etis.

Beberapa praktik yang relatif tidak biasa ketika perusahaan ini didirikan kini telah menjadi jauh lebih umum:

  • kosmetik cruelty-free;
  • pengadaan bahan secara etis;
  • hubungan perdagangan adil;
  • kemasan berkelanjutan;
  • sistem isi ulang;
  • bahan asal alami;
  • pemasaran body-positive;
  • aktivisme korporat;
  • branding yang digerakkan oleh tujuan.

The Body Shop sendiri menggambarkan posisinya sebagai “pelopor kecantikan etis.”

Dalam pengertian ini, pengaruhnya melampaui produknya sendiri. Merek ini membantu menunjukkan bahwa konsumen dapat menjadikan pertimbangan etis sebagai bagian dari keputusan pembelian mereka.

Kritik dan Kontroversi

Tinjauan bergaya wiki yang lengkap juga harus mengakui bahwa sejarah The Body Shop tidak sepenuhnya tanpa komplikasi.

Isu berulang yang terbesar adalah ketegangan antara identitas aktivisnya dan kepemilikan korporasi.

Akuisisi tahun 2006 oleh L’Oréal menuai kritik karena adanya kontradiksi yang dirasakan antara reputasi etis The Body Shop dan kepemilikannya oleh perusahaan kosmetik multinasional yang jauh lebih besar.

Perubahan kepemilikan selanjutnya juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan komersial jangka panjang merek ini.

Kesulitan keuangan perusahaan menjadi sangat terlihat selama periode transisi kepemilikan 2023–2024. Ini merupakan pengingat penting bahwa memiliki identitas etis yang kuat tidak secara otomatis menjamin kesuksesan komersial.

Oleh karena itu, merek ini menempati posisi yang menarik: secara bersamaan merupakan studi kasus bisnis etis yang merintis dan peritel kecantikan global konvensional yang harus menavigasi perubahan kepemilikan, ekspektasi konsumen, dan tekanan kompetitif.

Warisan Anita Roddick

Sulit untuk memahami The Body Shop tanpa memahami Anita Roddick.

Roddick bukan sekadar pendiri perusahaan kosmetik. Ia secara efektif mengubah dirinya sendiri dan perusahaan menjadi tokoh aktivis dalam industri kecantikan.

Proposisi utamanya adalah bahwa sebuah bisnis dapat menggunakan:

  • uangnya,
  • pelanggannya,
  • karyawannya,
  • gerainya,
  • iklannya,
  • produknya, dan
  • pengaruh politiknya

untuk mendorong perubahan sosial.

Filosofi tersebut tetap tertanam dalam pesan merek kontemporer The Body Shop.

Linimasa

Tahun Peristiwa
1976 Anita Roddick membuka The Body Shop pertama di Brighton
1984 The Body Shop menjadi perusahaan publik di Bursa Efek London
1986 Kampanye Save the Whale bersama Greenpeace
1987 Program Community Fair Trade dimulai
1990-an Kampanye besar menentang uji coba pada hewan dan isu sosial lainnya
1995 Kampanye seputar isu lingkungan dan hak asasi manusia berlanjut
1996 Kampanye besar Against Animal Testing
2006 Diakuisisi oleh L’Oréal
2017 Diakuisisi oleh Natura &Co
2023 Dijual kepada Aurelius
2024 Diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin Auréa Group
2026 Merek merayakan tahun ke-50 dan melanjutkan positioning kecantikan etisnya

Situs web perusahaan saat ini secara eksplisit menandai tahun 2026 sebagai tahun ke-50, menjadikannya peringatan yang sangat signifikan bagi merek ini.

The Body Shop Sebagai Model Merek

Jika keseluruhan merek ini disederhanakan ke dalam kerangka kerja sederhana:

THE BODY SHOP

Kategori inti:
Kecantikan & perawatan tubuh

Manfaat fungsional:
Perawatan kulit, perawatan tubuh, perawatan rambut, wewangian, dan riasan

Manfaat emosional:
Perawatan diri, kepercayaan diri, dan perasaan nyaman dengan diri sendiri

Manfaat sosial:
Mendukung pengadaan etis, komunitas, dan tujuan sosial

Keyakinan merek:
Setiap orang itu cantik

Filosofi bisnis:
Bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan

Tujuan merek:
Berjuang demi dunia yang lebih adil dan lebih indah

Kesimpulan

The Body Shop memiliki signifikansi historis bukan sekadar karena menjual kosmetik, melainkan karena membantu mendefinisikan ulang apa yang dapat diperjuangkan oleh sebuah perusahaan kosmetik. Gagasan asli Anita Roddick menghubungkan kecantikan, etika, aktivisme, dan perdagangan pada masa ketika konsep-konsep tersebut jarang disajikan secara bersamaan.

Warisan terbesarnya boleh jadi adalah proposisi bahwa merek kecantikan dapat menjual produk sekaligus menjual gagasan tentang bagaimana bisnis dan masyarakat seharusnya bekerja. Proposisi tersebut kini telah menjadi jauh lebih umum di seluruh industri kecantikan global.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait