Tentang WearStatuquo
WearStatuquo (juga ditulis sebagai Wearstatuquo atau WearStatuQuo) adalah merek fesyen asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2012 oleh tiga sahabat masa kecil, yaitu Janet Prasetio, Vanessa, dan Denissa. Merek ini awalnya berfokus pada pakaian resor dan busana liburan, namun kemudian berkembang menjadi label busana wanita kontemporer yang lebih luas. Koleksinya dikenal melalui siluet minimalis, potongan khas, palet warna netral dan monokromatik, serta konsep pakaian yang dirancang agar tetap relevan dan layak pakai melampaui satu musim mode semata.1
Nama WearStatuquo terinspirasi dari ungkapan “status quo”. Alih-alih memaknai istilah tersebut sebagai kemandekan, para pendiri mengasosiasikannya dengan ketahanan: pakaian yang tetap relevan dan dapat dikenakan berulang kali bahkan bertahun-tahun setelah koleksi aslinya dirilis. Filosofi ini menjadi inti identitas WearStatuquo yang menggabungkan tren terkini dengan desain yang relatif tak lekang oleh waktu.2
Profil Merek
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Nama merek | WearStatuquo / Wearstatuquo |
| Tahun berdiri | 2012 |
| Asal | Indonesia |
| Pendiri | Janet Prasetio, Vanessa, Denissa |
| Industri | Fesyen / Pakaian |
| Spesialisasi awal | Pakaian resor, busana liburan |
| Estetika utama | Minimalis, ramping, khas, kontemporer |
| Target pasar | Busana wanita |
| Model bisnis | Awalnya berbasis web; kemudian berkembang melalui marketplace dan saluran ritel lainnya |
| Afiliasi korporat | Hypefast |
| Aktivitas internasional | Eksposur di Singapura dan pameran dagang internasional, termasuk Amerika Serikat |
| Pencapaian penting | Partisipasi dalam Magic Fashion Trade Show di Las Vegas pada 2022 |
Awal Mula
WearStatuquo lahir dari pengalaman para pendirinya saat menempuh pendidikan di Australia. Janet mempelajari desain grafis, sementara Vanessa dan Denissa mendalami bidang perhotelan. Sekembalinya ke Indonesia, mereka merasa gaya busana yang populer di Australia belum terwakili dengan baik di pasar domestik. Sebagai respons, mereka memutuskan untuk menciptakan jenis pakaian yang ingin mereka kenakan sendiri.3
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2012, ketika kategori pakaian resor masih tergolong ceruk di Indonesia. Oleh karena itu, identitas awal merek sangat lekat dengan gaya berpakaian resor dan liburan, mencakup busana yang dirancang khusus untuk liburan ke destinasi seperti pantai dan kawasan resor.
Perbedaan selera pribadi para pendiri turut membentuk karakter kreatif merek. Catatan kontemporer menggambarkan selera Vanessa sebagai sosok yang sederhana dan elegan, Janet lebih eksperimental dengan warna dan pola, sedangkan Denissa cenderung feminin dan manis. Koleksi-koleksi mereka berupaya menemukan bahasa visual yang menyatukan berbagai pengaruh estetika tersebut.4
Filosofi Desain
Filosofi desain utama WearStatuquo dapat diringkas sebagai “sadar tren namun tahan lama”.
Alih-alih menolak tren fesyen sepenuhnya, merek ini mengadopsi pendekatan yang mengintegrasikan tren kontemporer sembari memastikan garmen tetap fungsional setelah tren tersebut berlalu. Dalam pandangan para pendiri, konsumen seharusnya dapat mengenakan sebuah karya selama bertahun-tahun setelah pembelian, bukan memperlakukannya sebagai fesyen musiman yang sekali pakai.5
Identitas visualnya secara umum dikaitkan dengan:
- Minimalisme
- Potongan yang ramping
- Siluet yang khas
- Warna netral dan monokromatik
- Gaya feminin kontemporer
- Influens resor dan liburan
- Versatilitas dan pemakaian berulang
Deskripsi awal secara spesifik menonjolkan potongan rapi dan kain berwarna netral, sementara liputan selanjutnya lebih menekankan pada perpaduan antara minimalisme dan desain yang berkarakter.6 Posisi ini menempatkan WearStatuquo di antara pakaian dasar yang polos dan fesyen yang sangat bergantung pada tren sesaat; koleksinya dirancang memiliki elemen desain yang mudah dikenali tanpa menjadi terlalu spesifik pada tren yang cepat usang.
Perkembangan Bisnis
WearStatuquo pada mulanya beroperasi sebagai toko fesyen berbasis web. Seiring meningkatnya permintaan, para pendiri memperluas produksi dengan menggandeng pabrik-pabrik skala kecil tambahan. Bisnis ini kemudian berevolusi melampaui ceruk pakaian resor aslinya dan memperkenalkan ragam busana yang lebih beragam.7
Menjelang tahun 2020, laporan media menggambarkan WearStatuquo sebagai platform fesyen daring yang identik dengan pakaian resor namun menawarkan pilihan desain yang lebih luas. Merek ini juga menyatakan bahwa fokus awalnya pada pakaian renang dan busana resor telah diperluas ke kategori produk yang lebih bervariasi.
Pertumbuhan perusahaan berjalan beriringan dengan pesatnya gerakan merek lokal di Indonesia. Menurut para pendiri, WearStatuquo mendapat manfaat dari meningkatnya minat konsumen terhadap merek independen tanah air pasca peluncurannya.
Hypefast
Tahap signifikan dalam perkembangan WearStatuquo adalah kemitraannya dengan Hypefast, sebuah perusahaan pengelola merek konsumen asal Indonesia.
Para pendiri mengungkapkan bahwa WearStatuquo bergabung dengan Hypefast sekitar tahun kedelapan operasionalnya. Kemitraan ini bertujuan untuk memberikan keahlian tambahan, peluang, serta infrastruktur bagi pertumbuhan bisnis.8 Saat ini, Hypefast mencantumkan WearStatuQuo sebagai salah satu merek miliknya, bersanding dengan sejumlah merek konsumen Indonesia lainnya.15
Hubungan ini menandai transisi penting bagi WearStatuquo: dari label fesyen daring independen yang digerakkan oleh pendiri, menjadi merek yang beroperasi dalam ekosistem manajemen merek konsumen yang lebih besar.
Ekspansi Internasional
Ekspansi internasional merupakan bagian penting dari strategi pengembangan WearStatuquo.
Merek ini telah menjajaki pasar Asia Tenggara, khususnya Singapura, di mana mereka dikabarkan mulai bekerja sama dengan penjual kembali (reseller) yang membantu memperkenalkan produknya melalui saluran ritel daring dan luring. Para pendiri menilai Asia Tenggara sebagai pasar internasional awal yang logis karena kemiripan preferensi konsumen regional dan kesesuaian ukuran produk.5
Pada tahun 2022, WearStatuquo mencapai tonggak sejarah internasional dengan berpartisipasi dalam Magic Fashion Trade Show di Las Vegas Convention Center, Amerika Serikat. Acara yang bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun merek ini memberikan kesempatan bagi para pendiri untuk bertemu pembeli internasional dan mengevaluasi daya tarik koleksi mereka di luar Indonesia.7
Merek ini juga tercatat terlibat dalam kolaborasi dan aktivitas promosi berskala internasional, termasuk kolaborasi dengan Disney serta penampilan di papan reklame digital di Times Square, New York sebagai bagian dari ajang pameran produk Indonesia.11
Produksi dan Keberlanjutan
WearStatuquo secara historis menekankan produksi lokal. Para pendiri menyatakan bahwa bahan baku bersumber dari dalam negeri dan proses produksi dilakukan bersama mitra manufaktur skala kecil di Indonesia.5
Hal ini relevan dengan posisi merek sebagai penyedia fesyen tahan lama. Filosofinya tidak diposisikan sebagai fast fashion klasik; para pendiri berulang kali menekankan pentingnya merancang busana yang tetap berguna melampaui musim rilisnya.
Di sisi lain, WearStatuquo menyadari bahwa menuju fesyen yang benar-benar berkelanjutan memerlukan proses produksi yang lebih kompleks. Pada tahun 2022, perusahaan menyatakan sedang menyusun rencana terkait fesyen berkelanjutan, alih-alih mengklaim bahwa operasinya saat itu sudah sepenuhnya berkelanjutan.9 Pembedaan ini penting: “tahan lama” adalah filosofi desain inti, sementara keberlanjutan penuh digambarkan sebagai tujuan pengembangan yang berkelanjutan.
Inisiatif Sosial
WearStatuquo juga menjalankan sejumlah inisiatif sosial. Selama pandemi COVID-19, perusahaan menyelenggarakan program tanggung jawab sosial konsumen dengan mengalokasikan 10% dari hasil penjualan untuk pengadaan alat pelindung diri bagi tenaga medis. Pada periode ketika penggunaan masker digalakkan di Indonesia, merek ini juga memproduksi masker bermotif fesyen.9
Ragam Produk
Meskipun pakaian resor menjadi fondasi awal, jajaran produk WearStatuquo kini jauh lebih luas.
Daftar produk di marketplace saat ini mencakup:
- Gaun
- Kemeja dan blus
- Crop top
- Tunik
- Celana panjang
- Jeans
- Celana pendek denim
- Rok
- Rajutan
- Rompi
- Pakaian luar (outerwear)
- Atasan dan busana pisahan wanita lainnya
Etalase resmi Shopee mereka, misalnya, menampilkan produk seperti Althea High Neck Reversible Tunic, Fit And Flare Billie Jeans, Mond Denim Shorts, Lana Straight Cut Jeans, Lucinda Fit and Flare Pants, serta berbagai variasi kemeja dan atasan.161718
Hal ini mencerminkan transformasi merek dari identitas awal sebagai penyedia “lemari pakaian liburan” menuju penawaran busana wanita kontemporer yang komprehensif.
Posisi Pasar
WearStatuquo menempati posisi unik dalam lanskap fesyen Indonesia.
Proposisi awalnya pada dasarnya adalah:
Fesyen resor yang lebih mudah diakses oleh konsumen Indonesia secara luas.
Seiring waktu, hal ini berevolusi menjadi proposisi yang lebih luas yang berpusat pada busana kontemporer berkarakter yang tidak sepenuhnya bergantung pada tren berumur pendek.
Merek ini memadukan beberapa karakteristik utama:
Merek lokal Indonesia
→ Didirikan dan dikembangkan di Indonesia.
Busana wanita kontemporer
→ Utamanya diasosiasikan dengan fesyen wanita dan siluet feminin.
Estetika minimalis
→ Bentuk yang bersih, warna yang terkendali, dan gaya yang relatif tidak rumit.
Desain berkarakter
→ Bukan sekadar pakaian dasar murni, setiap koleksi menyertakan potongan, siluet, dan detail yang mudah dikenali.
Warisan pakaian resor
→ Identitas aslinya tetap menjadi bagian penting dari narasi merek.
Filosofi tahan lama
→ Dirancang agar tetap relevan melampaui satu musim.
Warisan digital-first
→ Awalnya didirikan sebagai toko berbasis web dan kemudian semakin terdistribusi melalui marketplace.
Ambisi internasional
→ Upaya ekspansi mencakup Singapura dan eksposur kepada pembeli internasional di Amerika Serikat.13
Pendiri
Janet Prasetio
Janet Prasetio adalah satu dari tiga pendiri WearStatuquo yang memegang peran kunci dalam arah kreatif merek. Ia menempuh pendidikan komunikasi desain di RMIT University dan memiliki latar belakang di bidang grafis/desain. Selera fesyen pribadinya digambarkan lebih berani, terutama dalam penggunaan warna dan pola.8
Vanessa
Vanessa adalah rekan pendiri WearStatuquo yang terlibat dalam pengembangan bisnis dan merek. Estetikanya digambarkan relatif sederhana dan elegan. Ia juga mewakili merek dalam berbagai pembahasan mengenai ekspansi internasional dan arah masa depan perusahaan.14
Denissa
Denissa adalah rekan pendiri ketiga. Gaya pribadinya dikarakterisasikan lebih feminin atau manis, memberikan pengaruh tersendiri dalam proses desain. Ia juga aktif membahas pengembangan WearStatuquo, strategi manufaktur, serta hubungan kemitraan dengan Hypefast.4
Tonggak Sejarah Merek
2012 — Pendirian
WearStatuquo didirikan oleh Janet Prasetio, Vanessa, dan Denissa dengan fokus awal pada pakaian resor dan liburan.13
Tahun-tahun awal — Pertumbuhan daring
Perusahaan beroperasi utamanya sebagai toko berbasis web dan memperluas produksi seiring peningkatan permintaan.13
2010-an — Perluasan lini produk
Merek bergerak melampaui ceruk pakaian resor aslinya dan mengembangkan asortimen fesyen yang lebih luas.
Sekitar 2020 — Kemitraan Hypefast
WearStatuquo bergabung dengan Hypefast, mendapatkan akses ke ekosistem bisnis dan ritel yang lebih besar.15
2020 — CSR Pandemi
Merek berkontribusi 10% dari penjualan melalui inisiatif CSR untuk pengadaan APD bagi tenaga medis.9
2020-an — Ekspansi Singapura
WearStatuquo mengembangkan peluang penjualan di Singapura melalui kemitraan penjual kembali serta saluran daring/luring.10
2022 — Peringatan 10 Tahun
Perusahaan berpartisipasi dalam Magic Fashion Trade Show di Las Vegas dan menjajaki pembeli internasional.7
2022 seterusnya — Visibilitas internasional
Merek mendapatkan eksposur internasional tambahan melalui kolaborasi dan penampilan yang terkait dengan promosi merek Indonesia, termasuk di Times Square, New York.11
2024–2025 — Portofolio Hypefast
WearStatuQuo tetap menjadi bagian dari portofolio merek Hypefast seiring ekspansi operasi grup di sektor merek konsumen Indonesia.15
Warisan dan Signifikansi
WearStatuquo memiliki tempat istimewa dalam industri fesyen Indonesia sebagai bagian dari gelombang awal merek fesyen lokal berorientasi digital yang membantu memantapkan label buatan dalam negeri sebagai alternatif kredibel bagi perusahaan fesyen internasional.
Signifikansinya tidak semata-mata didasarkan pada penciptaan kategori pakaian yang benar-benar baru. Kontribusinya terletak pada kemampuan menghadirkan busana wanita kontemporer bernuansa resor yang lebih mudah diakses, sekaligus membangun merek Indonesia yang dikenali melalui minimalisme, siluet khas, dan daya tahan desain.12
Kisah merek ini juga merefleksikan perkembangan fesyen Indonesia secara lebih luas: bermula sebagai bisnis daring kecil yang dipimpin pendiri, meraih manfaat dari pertumbuhan budaya merek lokal, berekspansi melalui e-commerce, masuk ke ekosistem merek yang lebih besar melalui Hypefast, hingga kemudian mengejar pasar regional dan internasional.
References
- Wearstatuquo on the fashion industry’s status quo – Mon, April 11, 2022 – The Jakarta Post
- Diary Fimela: Ketiga Sahabat Bangun Brand Fashion Wearstatuquo dengan Kampanye Membantu Perempuan Membutuhkan
- Wearstatuquo Perkenalkan Resort Wear Style di Indonesia – KabareTegal.com
- Denisa Denisa – — | LinkedIn
- Local Go International, Wearstatuquo Bagi 6 Caranya! – Blog | Ninja Xpress Indonesia
- Cerita Wearstatuquo Eksis di Magic Fashion Trade Show Las Vegas dan Ambisi Tembus Pasar Internasional
- Diary Fimela: Selebrasi 10 Tahun Berkarya, Brand Lokal Wearstatuquo Bisa Masuk Pasar Amerika Serikat
- Janet Prasetio – Chief Executive Officer at The HoloGrail | LinkedIn
- Wearstatuquo on the fashion industry’s status quo – Mon, April 11, 2022 – The Jakarta Post
- Wearstatuquo on the fashion industry’s status quo – Lifestyle – The Jakarta Post
- Koleksi Segar Pakaian Karakter Disney dari 12 Brand Lokal Bertema Tales of Memory
- Broadcastmagz – Wearstatuquo Perkenalkan Resort Wear Style di Indonesia
- Fadila Jovaudyxa Atria – E-Commerce Offier at PCA | Ex-E-commerce Executive at Kals Corpora | Ex-E-commerce Management at Hypefast & Somethinc | Ex-Key Account Executive at Hypefast | LinkedIn
- Putri Adelia Natasha – Brand Manager at Ona Indonesia | LinkedIn
- Hypefast – Hypefast
- Wearstatuquo Dijual | Beli 100+ Wearstatuquo online | Carousell Indonesia
- Wearstatuquo Dijual | Gaun & Rok | Carousell Indonesia
- Wearstatuquo Dijual | Atasan | Carousell Indonesia





