Belanja di Lazada
Produk WPC

WPC Pembersih Porselen Active Strong 700gr
Rp11.000Rp13.500
![[Paket isi 2] WPC Pembersih Porselen Hijau 780ml](https://id-live.slatic.net/p/00ea9493f79efa7349fa4ba221d2d974.png_200x200q80.jpg)
[Paket isi 2] WPC Pembersih Porselen Hijau 780ml
Rp20.900Rp27.000

4 BATANG 290CM X 30CM Panel Kayu Wpc Indoor / Panel Dinding PVC / Kisi Kisi Kayu / Dinding Motif Kayu 3D
Rp340.000Rp420.000

WPC WALL CLADDING OUTDOOR MOTIF SERAT KAYU / WOOD PANEL KISI KISI PANEL OUTDOOR / DINDING PAGAR WALLPANEL EXTERIOR
Rp250.000Rp350.000

Decking Floor WPC Decking Lantai Outdoor Size 290cm Bahan Dacking Pagar Outdoor
Rp188.000Rp334.000

WPC Pembersih Porselen Active Strong 700gr
Rp11.000Rp13.500

WPC Pembersih Porselen Hijau 750ml
Rp11.400Rp13.500

WPC Pembersih Porselen Active Strong 700gr
Rp11.000Rp13.500
Tentang WPC
Gambaran Umum
WPC (Wood Plastic Composite) adalah material komposit yang dibuat dengan menggabungkan serat atau bubuk berbahan dasar kayu dengan polimer termoplastik. Material ini banyak digunakan sebagai alternatif kayu konvensional dalam aplikasi arsitektur, konstruksi, interior, dan eksterior. Produk WPC dirancang untuk mereproduksi beberapa karakteristik visual kayu alami sambil menawarkan ketahanan yang lebih baik terhadap kelembapan, serangga, pelapukan, dan paparan lingkungan sehari-hari.
Di Indonesia, WPC telah berkembang menjadi kategori material bangunan yang terus tumbuh, mencakup panel dinding, panel plafon, decking, lantai, pagar, pintu, partisi, elemen fasad, dan aksesori arsitektur. Produsen yang berbeda menggunakan formulasi, teknologi produksi, dan nama merek yang berbeda-beda, sehingga istilah “WPC” tidak boleh diartikan sebagai merujuk pada satu produsen tertentu. Penting untuk dicatat bahwa WPC umumnya merupakan nama dari sebuah material atau kategori produk, bukan satu merek global tunggal.
Sejarah
Pengembangan WPC berawal dari keinginan untuk menggabungkan penampilan dan kemudahan pengerjaan kayu dengan beberapa keunggulan daya tahan dan pemrosesan plastik. Produk WPC modern umumnya memasukkan serat kayu atau bubuk kayu dengan polimer seperti polietilen atau termoplastik lainnya.
Di Indonesia, DUMA® adalah salah satu merek WPC awal yang menonjol. Menurut produsennya, PT. Sumber Djaja Perkasa, perusahaan tersebut mulai memproduksi WPC di Indonesia pada tahun 2003, dan menyebut dirinya sebagai perintis manufaktur WPC domestik. Latar belakang manufaktur perusahaan ini sendiri dapat ditelusuri hingga tahun 1965. 2
Operasi WPC Indonesia lainnya adalah WPC Indonesia, yang memasarkan decking luar ruangan, panel dinding, panel pagar, dan aksesori. Situs web mereka mengidentifikasi PT. Pilar Mas Sakti sebagai pemasok dan pemasang lokal untuk lini produk WPC eWoodTech.
Komposisi Material
Komposisi pasti dari WPC bervariasi secara signifikan antarprodusen dan produk.
Sebagai contoh, satu produsen WPC Indonesia, PT. Kayu Asri Indonesia, menyatakan bahwa materialnya terdiri dari sekitar 60% bubuk kayu jati, 30% plastik HDPE daur ulang, dan 10% aditif yang ramah lingkungan.
Produk eWoodTech yang dipasarkan oleh WPC Indonesia menggunakan formulasi yang dinyatakan berbeda, yaitu sekitar:
- 60% HDPE
- 30% serat bambu dan kayu
- 10% aditif, pewarna, bahan pengikat, dan bahan anti-UV
Hal ini menunjukkan mengapa spesifikasi dari satu merek WPC tidak boleh secara otomatis diterapkan pada merek lain.
Karakteristik Utama
WPC umumnya dipasarkan sebagai material yang menggabungkan penampilan kayu dengan karakteristik kinerja terpilih dari plastik. 3
Karakteristik yang umum dipromosikan meliputi:
- Penampilan menyerupai kayu — tekstur dan warna dapat diproduksi agar menyerupai kayu alami.
- Ketahanan terhadap kelembapan — WPC umumnya lebih tahan terhadap air dan kelembapan daripada kayu konvensional tanpa perlakuan khusus.
- Ketahanan terhadap rayap dan serangga — banyak formulasi WPC dipasarkan sebagai tahan rayap.
- Ketahanan terhadap pelapukan — kandungan plastik dapat mengurangi kerentanan terhadap pembusukan kayu konvensional.
- Perawatan rendah — WPC biasanya tidak memerlukan perawatan rutin yang sama seperti kayu outdoor alami.
- Ketahanan UV/cuaca — formulasi luar ruangan mungkin memasukkan penstabil UV atau lapisan pelindung.
- Dimensi dan penampilan yang konsisten — WPC buatan pabrik dapat memberikan keseragaman yang lebih besar daripada kayu alami.
- Kemudahan pemasangan — sistem decking dan panel umumnya dirancang di sekitar klip, sekrup, bingkai, atau sistem pemasangan khusus lainnya.
Namun, kinerja aktual sangat bergantung pada formulasi, kepadatan, aditif, perlakuan permukaan, metode pemasangan, dan kondisi lingkungan.
Kategori Produk
Produk WPC yang dijual di Indonesia mencakup berbagai aplikasi arsitektur yang relatif luas.
1. Decking WPC
Decking WPC adalah salah satu aplikasi yang paling dikenal. Penggunaannya meliputi:
- Teras
- Balkon
- Area sekeliling kolam renang
- Taman
- Area atap
- Jalur pejalan kaki luar ruangan
- Ruang komersial luar ruangan
WPC Indonesia, misalnya, memasarkan profil decking luar ruangan khusus dan aksesori pemasangan.
2. Panel Dinding
Panel dinding WPC digunakan untuk aplikasi dekoratif interior maupun eksterior. Panel ini sering dipilih untuk menciptakan tampilan arsitektur mirip kayu tanpa sepenuhnya mengandalkan kayu solid alami.
3. Panel Plafon
WPC juga dapat diproduksi menjadi profil arsitektur dekoratif dan plafon. DUMA®, misalnya, memiliki kategori produk khusus Wall & Ceiling Panel.
4. Pagar
Sistem pagar WPC digunakan sebagai alternatif untuk kayu atau beberapa bahan pagar sintetis konvensional. Sistem ini sangat menarik untuk proyek-proyek yang menginginkan tampilan kayu dengan kebutuhan perawatan rutin yang lebih rendah.
5. Pintu dan Komponen Arsitektur
Beberapa produsen telah memperluas penggunaan WPC melampaui panel dan decking menjadi pintu, komponen fasad, trim, partisi, dan elemen arsitektur lainnya. DUMA® saat ini mencantumkan pintu, decking, panel dinding/plafon, XTC, dan lisplank di antara keluarga produknya.
Perbandingan WPC vs. Kayu Alami
Salah satu alasan utama digunakannya WPC adalah kemampuannya untuk memberikan tampilan menyerupai kayu sambil mengatasi beberapa kekurangan kayu konvensional.
| Fitur | WPC | Kayu Alami |
|---|---|---|
| Penampilan | Menyerupai kayu, hasil pabrikan | Unik secara alami |
| Ketahanan Kelembapan | Umumnya tinggi | Sangat bergantung pada spesies dan perlakuan |
| Ketahanan Rayap | Umumnya tinggi | Bergantung pada spesies/perlakuan |
| Ketahanan Pelapukan | Umumnya tinggi | Bervariasi |
| Perawatan | Biasanya relatif rendah | Mungkin membutuhkan perawatan rutin |
| Dimensi | Relatif konsisten | Dapat memuai, menyusut, atau melengkung |
| Keberlanjutan | Bergantung pada bahan dan manufaktur | Bergantung pada sumber kehutanan |
| Perbaikan/Refinishing | Bergantung pada produk | Seringkali relatif mudah dilakukan |
| Karakter Alami | Disimulasikan/direkayasa | Asli |
Oleh karena itu, WPC belum tentu merupakan pengganti untuk semua jenis kayu. Proposisi utamanya adalah menyediakan material yang lebih terprediksi, dengan perawatan rendah, dan memiliki tampilan yang terinspirasi dari kayu.
Keberlanjutan
Keberlanjutan adalah bagian penting dari pemasaran banyak merek WPC, tetapi hal ini perlu dievaluasi produk demi produk.
Beberapa produsen WPC memasukkan limbah pengolahan kayu dan/atau plastik daur ulang ke dalam produk mereka. DUMA®, misalnya, menyatakan bahwa bubuk kayunya bersumber dari limbah yang dihasilkan oleh produsen kayu. Perusahaan ini juga mempromosikan pendekatan sirkular di mana materialnya dapat didaur ulang menjadi produk DUMA® baru.
Namun, WPC tetaplah komposit yang mengandung polimer, aditif, dan bahan berbasis kayu. Oleh karena itu, dampak lingkungannya bergantung pada faktor-faktor seperti:
- Persentase konten daur ulang
- Sumber serat kayu
- Jenis polimer yang digunakan
- Energi manufaktur
- Umur pakai produk
- Kemampuan daur ulang
- Transportasi
- Perlakuan akhir masa pakai
Akibatnya, “WPC” saja tidak boleh secara otomatis diinterpretasikan berarti lebih unggul secara lingkungan dibandingkan setiap produk kayu alami.
Pasar WPC di Indonesia
Indonesia memiliki pasar WPC yang substansial karena kombinasi pembangunan hunian, proyek perhotelan, arsitektur komersial, lansekap, dan ruang hidup luar ruangan.
Produsen dan distributor lokal menawarkan produk mulai dari panel dinding dekoratif yang relatif sederhana hingga sistem decking yang tampak struktural dan profil arsitektur.
Contohnya termasuk DUMA®, diproduksi oleh PT. Sumber Djaja Perkasa; Kayu Asri, diproduksi oleh PT. Kayu Asri Indonesia; dan eWoodTech, yang disuplai di Indonesia melalui PT. Pilar Mas Sakti.
Terdapat pula distributor seperti Mega Karya Group yang menjual berbagai merek WPC, yang mengilustrasikan bahwa “WPC” berfungsi sebagai kategori produk sekaligus sebagai pengenal merek di pasar Indonesia. 1
DUMA®
DUMA® milik PT. Sumber Djaja Perkasa adalah salah satu merek WPC domestik tertua di Indonesia. Perusahaan menyatakan memulai produksi WPC di Indonesia pada tahun 2003. Portofolionya mencakup produk interior dan eksterior seperti panel dinding dan plafon, decking, pintu, lisplank, dan produk arsitektur lainnya. 2
eWoodTech / WPC Indonesia
WPC Indonesia memasarkan produk WPC eWoodTech, khususnya untuk aplikasi luar ruangan. Portofolionya mencakup decking, panel dinding, panel pagar, aksesori, dan produk WPC DIY. PT. Pilar Mas Sakti mengidentifikasi dirinya sebagai pemasok dan pemasang profesional untuk produk tersebut di Indonesia.
Kayu Asri
PT. Kayu Asri Indonesia memproduksi produk WPC termasuk decking, lantai, dinding, plafon, partisi, pagar, dan ubin decking. Perusahaan mendeskripsikan produknya sebagai gabungan bubuk kayu, HDPE daur ulang, dan aditif.
Aplikasi
WPC sangat umum dalam proyek-proyek di mana desainer menginginkan estetika kayu tanpa perawatan yang terkait dengan kayu alami terekspos.
Aplikasi tipikal meliputi:
- Teras residensial
- Balkon
- Dek kolam renang
- Lansekap taman
- Eksterior hotel dan resor
- Fasad restoran
- Gedung komersial
- Dinding aksen interior
- Plafon
- Pagar
- Partisi
- Fasad arsitektur
- Jalur pejalan kaki
- Furnitur luar ruangan dan elemen arsitektur terkait
Kelebihan
Kelebihan utama WPC adalah kombinasinya antara fleksibilitas estetika, daya tahan, konsistensi manufaktur, dan perawatan yang relatif rendah. Produk kelas luar ruangan bisa sangat berguna di lingkungan lembap di mana kayu tanpa perlakuan akan rentan terhadap kelembapan, serangga, dan pelapukan.
Keterbatasan
WPC tidak bebas perawatan atau tidak dapat hancur. Kinerjanya dapat bervariasi secara substansial antarproduk. Potensi masalah meliputi:
- Pemuaian dan penyusutan termal
- Pudar warna akibat paparan UV jangka panjang
- Goresan permukaan
- Perbedaan pemuaian antara WPC dan struktur pendukung
- Retensi panas pada decking luar ruangan berwarna gelap
- Kinerja struktural yang lebih rendah dibandingkan beberapa material struktural padat
- Perbedaan kinerja api antarformulasi
- Variasi kualitas antarprodusen
Pemasangan yang tepat karenanya sangat penting, terutama untuk decking luar ruangan di mana ventilasi, jarak balok, celah pemuaian, dan sistem pengikat mempengaruhi kinerja jangka panjang.
Posisi Merek
Dari sudut pandang branding, produk WPC umumnya menempati ruang di antara kayu alami, produk plastik konvensional, dan material bangunan teknik modern.
Proposisi pemasaran pusat dapat dirangkum sebagai:
Penampilan dan kehangatan kayu, dikombinasikan dengan daya tahan dan kepraktisan komposit berbasis polimer.
DUMA®, misalnya, secara eksplisit memposisikan produknya di sekitar kombinasi tampilan kayu asli dengan daya tahan yang diasosiasikan dengan plastik. 3
Kesimpulan
WPC (Wood Plastic Composite) paling baik dipahami sebagai kategori material teknik daripada satu merek tunggal. Di Indonesia, kategori ini mencakup banyak produsen dan merek yang memproduksi decking, panel dinding, plafon, pagar, pintu, partisi, dan produk arsitektur lainnya.
Di antara produsen Indonesia, DUMA® sangat menonjol karena masuknya yang awal ke dalam produksi WPC domestik pada tahun 2003, sementara perusahaan-perusahaan seperti PT. Kayu Asri Indonesia dan eWoodTech/WPC Indonesia mewakili segmen pasar lainnya.





