Tentang Activision
Activision adalah penerbit permainan video asal Amerika Serikat yang merupakan salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam industri gim. Didirikan pada tahun 1979, Activision tercatat sebagai pengembang dan penerbit pihak ketiga independen pertama di dunia yang menciptakan permainan untuk konsol buatan produsen lain. Saat ini, Activision beroperasi sebagai label penerbitan di bawah divisi gaming Microsoft setelah akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft pada tahun 2023. Perusahaan ini dikenal luas melalui waralaba global yang sukses seperti Call of Duty, Crash Bandicoot, Spyro, Tony Hawk’s Pro Skater, dan Sekiro: Shadows Die Twice.1
Tinjauan Umum
| Atribut | Informasi |
|---|---|
| Nama Perusahaan | Activision Publishing, Inc. |
| Tanggal Berdiri | 1 Oktober 1979 |
| Pendiri | David Crane, Larry Kaplan, Alan Miller, Bob Whitehead, Jim Levy |
| Kantor Pusat | Santa Monica, California, United States |
| Industri | Penerbitan Permainan Video |
| Induk Perusahaan | Microsoft Gaming (sejak 2023) |
| Mantan Induk Perusahaan | Activision Blizzard (2008–2023) |
| Produk | Permainan video, konten unduhan (DLC), layanan langsung |
| Situs Web | activision.com |
Sejarah
Pendirian (1979)
Activision didirikan pada tahun 1979 oleh empat mantan pengembang gim Atari, yaitu David Crane, Larry Kaplan, Alan Miller, dan Bob Whitehead, bersama dengan pengusaha Jim Levy. Perusahaan ini dibentuk karena ketidakpuasan terhadap kebijakan Atari yang tidak memberikan kredit atau kompensasi memadai kepada pengembang individu. Activision kemudian menjadi perusahaan pertama yang menerbitkan gim secara independen untuk konsol milik perusahaan lain, merintis model penerbitan pihak ketiga modern yang kini diterapkan di seluruh industri gim.2
Pertumbuhan Era 1980-an
Sepanjang awal 1980-an, Activision merilis sejumlah gim Atari 2600 yang sukses secara komersial, termasuk Pitfall!, River Raid, Kaboom!, Enduro, dan Keystone Kapers. Dalam waktu singkat, perusahaan ini tumbuh menjadi salah satu penerbit perangkat lunak terbesar untuk konsol rumahan.
Tantangan Akhir 1980-an
Pasca kejatuhan pasar permainan video tahun 1983, Activision menghadapi kesulitan finansial yang berat. Untuk bertahan, perusahaan melakukan ekspansi ke sektor perangkat lunak bisnis dan sempat mengubah namanya menjadi Mediagenic. Namun, kinerja keuangan yang terus memburuk akhirnya memicu pergantian manajemen.
Kebangkitan di Bawah Bobby Kotick (1991)
Pada tahun 1991, investor Bobby Kotick mengakuisisi perusahaan yang sedang kesulitan tersebut. Ia merestrukturisasi bisnis dan mengembalikan nama merek Activision. Selama beberapa dekade berikutnya, Activision berekspansi secara agresif dengan mengakuisisi berbagai studio pengembangan dan menerbitkan waralaba yang semakin sukses.2
Akuisisi Utama
Beberapa akuisisi penting yang dilakukan Activision meliputi Infinity Ward, Treyarch, Raven Software, Neversoft, High Moon Studios, Beenox, Sledgehammer Games, serta Toys for Bob (yang sebelumnya berada di bawah Activision Blizzard). Studio-studio ini kemudian bertanggung jawab atas banyak waralaba unggulan Activision.
Merger dengan Blizzard (2008)
Pada tahun 2008, Activision bergabung dengan Vivendi Games, induk perusahaan Blizzard Entertainment. Entitas hasil penggabungan ini dinamakan Activision Blizzard. Merger ini menyatukan berbagai waralaba besar seperti Call of Duty, Warcraft, Diablo, StarCraft, Overwatch, Guitar Hero, dan Crash Bandicoot. Perusahaan gabungan ini lantas menjelma menjadi salah satu penerbit permainan video terbesar di dunia.3
Akuisisi oleh Microsoft (2023)
Pada 13 Oktober 2023, Microsoft merampungkan akuisisi Activision Blizzard dalam kesepakatan bernilai sekitar $69 miliar, menjadikannya salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah teknologi. Pasca-akuisisi, Activision resmi menjadi bagian dari Microsoft Gaming, sehingga Xbox memperoleh kepemilikan atas waralaba-waralaba Activision. Meskipun demikian, Activision tetap beroperasi sebagai label penerbitan tersendiri di bawah naungan Microsoft.4
Waralaba Gim Utama
Call of Duty
Merupakan waralaba unggulan Activision yang pertama kali dirilis pada tahun 2003. Seri ini dikenal melalui genre tembak-menembak orang pertama, siklus rilis tahunan, serta sub-seri populer seperti Warzone, Black Ops, dan Modern Warfare. Call of Duty tercatat sebagai salah satu waralaba permainan video terlaris sepanjang masa.
Crash Bandicoot
Awalnya dikembangkan oleh Naughty Dog, seri ini kemudian diterbitkan ulang dan dibuatkan versi barunya oleh Activision. Judul-judul pentingnya mencakup Crash Bandicoot N. Sane Trilogy, Crash Team Racing Nitro-Fueled, dan Crash Team Rumble.
Spyro
Seri platformer fantasi yang menampilkan naga ungu bernama Spyro. Rilisan utamanya adalah Spyro Reignited Trilogy.
Tony Hawk’s Pro Skater
Salah satu seri gim skateboard dengan rating tertinggi. Rilisan terbarunya meliputi Tony Hawk’s Pro Skater 1 + 2 dan Tony Hawk’s Pro Skater 3 + 4.
Sekiro: Shadows Die Twice
Diterbitkan oleh Activision untuk pasar luar Jepang dan dikembangkan oleh FromSoftware. Gim ini meraih penghargaan Game of the Year pada tahun 2019.
Studio Saat Ini
Activision bekerja sama dengan berbagai tim pengembangan internal, antara lain Infinity Ward, Treyarch, Raven Software, Sledgehammer Games, Beenox, High Moon Studios, Demonware, Activision Shanghai, dan Central Tech. Studio-studio ini berkolaborasi dalam pengembangan waralama utama, khususnya seri Call of Duty.1
Model Bisnis
Pendapatan Activision bersumber dari penjualan gim penuh, konten unduhan (DLC), season pass, battle pass, pembelian dalam gim, item kosmetik, pembaruan layanan langsung, serta gim seluler. Sebagian besar bisnis modern perusahaan bertumpu pada keterlibatan pemain yang berkelanjutan dan konten digital.3
Misi Perusahaan
Menurut Activision, misi perusahaan adalah:
Menciptakan merek paling ikonik dalam gim dan hiburan sembari menghadirkan pengalaman bermain yang tak tertandingi bagi para pemain di seluruh dunia.
Perusahaan ini menekankan tiga nilai inti: Manusia, Inovasi, dan Keunggulan.1
Warisan dan Dampak
Activision diakui secara luas karena kontribusinya dalam:
- Membentuk penerbit gim pihak ketiga independen pertama yang sukses.
- Membantu mendirikan industri penerbitan permainan video modern.
- Mempopulerkan pola rilis gim blokuster tahunan.
- Membangun beberapa waralaba hiburan terlaris dalam sejarah.
- Memajukan gim multipemain daring, esports, dan layanan langsung melalui seri seperti Call of Duty.2
Judul Terpilih
| Waralaba | Rilis Perdana | Genre |
|---|---|---|
| Call of Duty | 2003 | Tembak-menembak orang pertama |
| Crash Bandicoot | 1996 | Platform |
| Spyro | 1998 | Platform |
| Tony Hawk’s Pro Skater | 1999 | Olahraga/Skateboard |
| Guitar Hero | 2005 | Irama |
| Skylanders | 2011 | Toys-to-life |
| Sekiro: Shadows Die Twice | 2019 | RPG Aksi |
Fakta Singkat
- Didirikan pada tahun 1979, Activision dianggap sebagai penerbit permainan video pihak ketiga independen pertama.
- Telah menerbitkan gim lintas generasi konsol selama lebih dari empat dekade.
- Call of Duty merupakan salah satu waralaba hiburan terlaris di dunia.
- Sejak tahun 2023, Activision beroperasi sebagai label penerbitan dalam organisasi gaming Microsoft sambil tetap mempertahankan studio dan mereknya sendiri.2





