I Indonesia Brand Wiki

Tentang Alkindo

PT Alkindo Naratama Tbk, atau lebih dikenal sebagai Alkindo, merupakan perusahaan manufaktur terbuka asal Indonesia yang berkantor pusat di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Perusahaan ini bergerak utama dalam bidang konversi kertas dan kemasan berbasis kertas, serta telah memperluas lini usahanya ke sektor produk kimia dan solusi industri terkait. Saham Alkindo diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode ticker ALDO.1 Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di bursa pada tanggal 12 Juli 2011.2 Dalam laporan tahunan 2024, grup ini mendeskripsikan dirinya sebagai penyedia terintegrasi untuk solusi kertas dan kimia, dengan bisnis yang terorganisasi di sekitar kedua sektor tersebut.4 Struktur korporasinya mencakup entitas seperti PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI) dan PT Alfa Polimer Indonesia (API) yang menangani aktivitas terkait kimia.5 Berdasarkan data keuangan tahun fiskal 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan sekitar Rp2,12 triliun dan laba bersih Rp35,1 miliar.7 Alamat operasional utamanya berada di Kawasan Industri Cimareme, Jl. Industri Cimareme II No. 14, Padalarang, Bandung Barat 40553, Indonesia.8 Manajemen perusahaan dipimpin oleh Herwanto Sutanto selaku Direktur Utama dan Lili Mulyadi Sutanto sebagai Komisaris Utama.10 Situs web resmi perusahaan adalah alkindo.co.id.12

Tinjauan Umum

Item Informasi
Nama perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk
Nama umum Alkindo
Kode saham ALDO
Tahun berdiri 1989
Produksi komersial 1994
Kantor pusat Kawasan Industri Cimareme, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat
Industri Kertas, kemasan, dan produk kimia
Jenis usaha Perusahaan publik
Pencatatan BEI 12 Juli 2011
Bisnis utama Konversi kertas, kemasan kertas, honeycomb board, edge protector, kimia
Pasar inti Aplikasi industri, kemasan, tekstil, dan konsumen

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1989 dan pada awalnya berfokus pada konversi kertas, khususnya pembuatan tabung kertas (paper tube) yang digunakan sebagai pembawa benang tekstil. Seiring waktu, Alkindo melakukan diversifikasi produk menjadi inti kertas (paper core), papan sarang lebah (honeycomb board), pelindung sudut (edge protector), kotak kertas, dan kantong kertas.2

Sejarah

Asal-usul Alkindo bermula pada tahun 1989 ketika perusahaan didirikan sebagai manufaktur konversi kertas. Spesialisasi awalnya relatif sempit, yaitu memproduksi tabung kertas dan inti gulungan untuk industri tekstil. Produksi komersial kemudian dimulai secara penuh pada tahun 1994.2

Dalam perkembangannya, Alkindo berekspansi melampaui tabung kertas terkait tekstil dan mengembangkan portofolio produk konversi kertas industri yang lebih luas. Secara khusus, perusahaan memasuki bisnis papan sarang lebah dan pelindung sudut pada tahun 2005. Alkindo menyebut dirinya sebagai pelopor manufaktur honeycomb di Indonesia serta pemegang paten HEXCELL di Indonesia.3

Tonggak penting terjadi pada tahun 2011 ketika Alkindo resmi menjadi perusahaan terbuka. Sahamnya mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juli 2011 dengan kode ticker ALDO.2

Selanjutnya, perusahaan berkembang menjadi grup bisnis yang lebih luas dan tidak lagi hanya bergantung pada manufaktur konversi kertas semata. Materi laporan tahunan 2024 menggambarkan grup ini sebagai penyedia terintegrasi solusi kertas dan kimia, dengan unit bisnis yang terorganisasi di sekitar sektor kertas dan kimia.4

Kegiatan Usaha

Kegiatan bisnis Alkindo secara garis besar dapat dibagi menjadi dua area utama:

1. Kertas dan Kemasan

Ini adalah bisnis awal tempat Alkindo berasal. Portofolio produknya meliputi:

  • Paper tubes / papertubes — Produk kertas silindris yang digunakan dalam aplikasi industri, terutama tekstil.
  • Paper cores / papercore — Inti gulungan untuk material seperti kertas, film, tekstil, dan produk fleksibel lainnya.
  • Honeycomb board / Hexcell — Karton struktural ringan dengan konfigurasi sarang lebah.
  • Edge protectors — Pelindung sudut dan tepi berbahan kertas kaku untuk transportasi dan penyimpanan.
  • Paper pallets — Solusi palet ringan yang terbuat dari bahan berbasis kertas.
  • Paper boxes — Kemasan berbasis kertas untuk aplikasi konsumen dan industri.
  • Paper bags — Produk kemasan untuk berbagai penggunaan konsumen dan komersial.8

Produk honeycomb memiliki signifikansi khusus bagi identitas Alkindo. Karton sarang lebah mampu memberikan kekuatan struktural namun tetap relatif ringan, sehingga cocok digunakan untuk kemasan, palet, struktur pelindung, dan aplikasi lainnya.

2. Produk Kimia

Alkindo juga telah berekspansi ke sektor kimia, menjadikan grup ini lebih terdiversifikasi dibandingkan manufaktur kertas konvensional.

Struktur korporasinya mencakup bisnis yang terlibat dalam aktivitas terkait kimia, termasuk PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI) dan PT Alfa Polimer Indonesia (API). Materi perusahaan menggambarkan grup ini beroperasi di lintas sektor kertas dan kimia.5

Diversifikasi ini penting secara strategis karena memberikan Alkindo eksposur tidak hanya pada permintaan kemasan dan kertas, tetapi juga pada industri yang membutuhkan produk kimia terkait tekstil dan polimer.

Produk dan Aplikasi

Alkindo dapat dipahami sebagai perusahaan material industri B2B daripada sekadar merek konsumen. Produk-produknya sering kali menjadi komponen dalam proses manufaktur, pengemasan, atau logistik perusahaan lain.

Sebagai contoh:

  • Manufaktur tekstil → paper tubes / cores
  • Pengemasan → paper boxes, paper bags, honeycomb board
  • Logistik → edge protectors dan paper pallets
  • Penggulungan industri → paper cores
  • Kemasan struktural → honeycomb board
  • Kimia tekstil/industri → produk kimia melalui anak usahanya

Hal ini menempatkan Alkindo sebagai bagian dari rantai pasok industri yang lebih luas, di mana produknya mungkin tidak terlalu terlihat oleh konsumen akhir meskipun digunakan secara ekstensif oleh produsen dan perusahaan pengemasan.

Struktur Korporasi

Alkindo beroperasi sebagai grup bisnis dengan aktivitas yang meluas di luar operasi konversi kertas aslinya. Materi laporan tahunan 2024 mengidentifikasi empat entitas utama di seluruh dua sektor bisnisnya:

Sektor Perusahaan Peran Umum
Kertas PT Alkindo Naratama Tbk Konversi kertas dan produk kertas
Kertas PT Eco Paper Indonesia (EPI) Bisnis terkait kertas
Kimia PT Swisstex Naratama Indonesia (SNI) Distribusi/produk kimia, khususnya terkait tekstil
Kimia PT Alfa Polimer Indonesia (API) Bisnis polimer/kimia

Struktur ini mencerminkan transisi Alkindo dari perusahaan konversi kertas yang relatif terspesialisasi menjadi grup industri kertas dan kimia yang lebih terdiversifikasi.11

Perusahaan Publik dan Pasar Modal

Alkindo tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode ticker ALDO. Perusahaan ini masuk ke pasar publik pada Juli 2011 dan diklasifikasikan dalam sektor barang baku / wadah dan kemasan di pasar modal Indonesia.6

Sebagai perusahaan terbuka, Alkindo mempublikasikan informasi korporasi dan keuangan melalui laporan tahunan serta keterbukaan informasi di bursa.

Sebagai indikasi skala keuangan terkini, angka tahun fiskal 2025 menunjukkan pendapatan sekitar Rp2,12 triliun dan laba bersih Rp35,1 miliar, dibandingkan dengan rugi bersih sekitar Rp8,6 miliar pada tahun 2024.7

Kantor Pusat dan Operasional

Basis operasional utama Alkindo berada di Kawasan Industri Cimareme, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. Alamat terdaftar/operasional perusahaan adalah:

Kawasan Industri Cimareme, Jl. Industri Cimareme II No. 14, Padalarang, Bandung Barat 40553, Indonesia.8

Jawa Barat merupakan wilayah manufaktur penting di Indonesia, khususnya untuk sektor tekstil, kemasan, kertas, dan industri, sehingga lokasi ini sangat relevan secara strategis bagi basis pelanggan Alkindo baik di masa lalu maupun saat ini.

Identitas Merek

Meskipun Alkindo adalah nama korporasi, grup ini telah mengembangkan identitas spesifik produk di sekitar beberapa bisnisnya. Keahlian yang dipublikasikan meliputi Papertube, Papercores, Honeycomb, Edge Protectors, Paper Pallets, Food Boxes, dan Paperbags.8

Posisi perusahaan secara historis berpusat pada:

  • Kualitas
  • Keahlian manufaktur
  • Inovasi industri
  • Solusi berbasis kertas
  • Diversifikasi produk
  • Keberlanjutan dan kemasan ringan

Langkah menuju produk honeycomb dan kemasan berbasis kertas sangat relevan dengan tren industri yang lebih luas untuk mengurangi penggunaan material kemasan yang lebih berat atau kurang dapat didaur ulang.

Keberlanjutan

Keberlanjutan telah menjadi bagian yang semakin menonjol dalam posisi korporasi Alkindo. Pelaporan korporasi terbaru mengidentifikasi inovasi, keberlanjutan, dan kualitas produk sebagai area fokus penting seiring dengan perluasan jangkauan pasarnya.9

Produk berbasis kertas perusahaan juga memiliki aplikasi di mana pengurangan bobot (lightweighting) bernilai tinggi. Misalnya, karton sarang lebah dan palet kertas dapat memberikan dukungan struktural sekaligus mengurangi berat material dibandingkan dengan beberapa alternatif konvensional.

Namun, perlu dibedakan antara potensi keunggulan produk berbasis kertas dari perspektif keberlanjutan dengan klaim bahwa setiap produk Alkindo secara otomatis lebih unggul bagi lingkungan. Dampak lingkungan yang sebenarnya bergantung pada bahan baku, konten daur ulang, energi manufaktur, transportasi, masa pakai produk, dan perlakuan akhir masa pakai.

Manajemen

Profil perusahaan publik mengidentifikasi Herwanto Sutanto sebagai Direktur Utama, sementara Lili Mulyadi Sutanto menjabat sebagai Komisaris Utama. Anggota lain dari struktur kepemimpinan dan pengawasan mencakup para direktur dan komisaris independen.10

Karena posisi manajemen dapat berubah, laporan tahunan terbaru dan keterbukaan informasi BEI merupakan sumber terbaik untuk komposisi dewan yang definitif dan terkini.

Signifikansi di Indonesia

Alkindo patut dicatat karena merepresentasikan segmen manufaktur Indonesia yang relatif terspesialisasi: konversi kertas dan produk kertas industri.

Alih-alih bersaing terutama sebagai merek kemasan yang menghadap konsumen langsung, perusahaan ini memasok material yang berada lebih hulu dalam rantai produksi. Evolusinya dapat diringkas sebagai berikut:

1989: Perusahaan konversi kertas

1994: Produksi komersial

2005: Ekspansi ke produk honeycomb dan edge protector

2011: Pencatatan publik sebagai ALDO

Tahun-tahun berikutnya: Ekspansi ke bisnis kemasan kertas dan kimia

Saat ini: Grup industri kertas dan kimia yang terdiversifikasi

Secara sederhana, jika mengenal Alkindo untuk pertama kalinya, deskripsi paling mudah adalah:

Alkindo adalah grup manufaktur industri Indonesia yang memulai usahanya dengan tabung kertas dan inti gulungan, kemudian tumbuh menjadi produsen terdiversifikasi untuk konversi kertas, kemasan, honeycomb, dan produk kertas pelindung, sembari berekspansi ke bisnis terkait kimia. Berkantor pusat di Bandung Barat dan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai ALDO sejak 2011.13

Sumber Daya Resmi/Perusahaan

Situs web korporasi perusahaan terdaftar sebagai alkindo.co.id oleh direktori pasar modal dan perusahaan Indonesia.12

Situs web resmi Alkindo Naratama

Catatan: “Alkindo” dalam konteks ini merujuk pada PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), bukan perusahaan bernama serupa seperti PT Alkindo Naratama Permata.14

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait