I Indonesia Brand Wiki

Tentang Biru Tsabita

Biru Tsabita merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Indonesia yang berfokus pada produksi tas wanita, dompet, serta berbagai aksesoris terkait. Usaha ini berpusat di Pemalang, Jawa Tengah, dan dimiliki oleh Mutoharoh. Bermula dari aktivitas penjualan daring berskala kecil, Biru Tsabita kini telah berkembang menjadi bisnis manufaktur tas yang mendistribusikan produknya melalui pasar digital serta jaringan kemitraan yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.1

Gambaran Umum

Bidang Informasi
Merek Biru Tsabita
Industri Aksesoris fesyen dan tas
Produk utama Tas wanita, dompet, pouch, sling bag, tas pinggang, ransel
Jenis usaha UMKM Indonesia
Pendiri / pemilik Mutoharoh
Lokasi Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia
Tahun berdiri 2019 menurut profil BRI 2026; Karya Kreatif Indonesia mencatat 2020
Pasar utama Indonesia
Jangkauan internasional Telah mencapai Malaysia
Saluran penjualan Marketplace, distributor, agen, reseller, konsumen akhir
Produksi kustom Ya
Tenaga kerja 33 orang per Juli 2026

2

Sejarah

Asal-usul Biru Tsabita tidak terlepas dari upaya sang pemilik untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Menurut Mutoharoh, usaha ini dirintis saat keluarganya menghadapi kesulitan finansial yang signifikan dan penghasilan yang ada tidak lagi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Ia kemudian mencari pekerjaan tambahan yang dapat dikerjakan bersamaan dengan aktivitas sehari-hari, hingga akhirnya memulai kegiatan menjual produk secara daring.3

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat bahwa Biru Tsabita didirikan pada tahun 2019. Namun, profil UMKM resmi dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) menyebutkan tahun pendirian 2020. Mengingat adanya perbedaan satu tahun dalam sumber-sumber publik yang tersedia, waktu pendirian usaha ini lebih tepat digambarkan dimulai sekitar periode 2019–2020, alih-alih menetapkan salah satu tanggal sebagai patokan mutlak.4

Seiring berjalannya waktu, bisnis ini bertransformasi dari sekadar penjualan ulang daring menjadi produsen tas dan dompet wanita. Varian produknya pun terus bertambah hingga mencakup beragam jenis tas dan kantong penyimpanan.5

Produk

Fokus utama bisnis Biru Tsabita adalah produksi dan penjualan tas wanita beserta aksesorisnya. Kategori produk yang dipasarkan meliputi:

  • Dompet
  • Sling bag
  • Pouch
  • Tas pinggang
  • Ransel
  • Totebag
  • Berbagai tas dan aksesoris wanita lainnya

Katalog KKI mencatat beberapa contoh produk seperti Meyden Sling Bag, Mikaela Pouch, Delaney Backpack, Callie Totebag, serta berbagai model dompet.6

Secara umum, produk-produk Biru Tsabita memadukan unsur estetika dengan fungsi penyimpanan yang praktis. Sebagai ilustrasi, Meyden Sling Bag dirancang sebagai tas dua fungsi yang dapat digunakan sebagai sling bag maupun jinjingan, sementara Mikaela Pouch didesain agar mampu memuat ponsel, kosmetik, kartu, uang tunai, dan aksesoris lainnya.7

Produksi kustom

Layanan produksi sesuai pesanan merupakan bagian penting dari operasional Biru Tsabita. Selain menawarkan produk jadi, perusahaan juga menerima pembuatan tas dan dompet kustom. Profil KKI secara spesifik menyebutkan kemampuan produksi kustom untuk keperluan organisasi maupun acara seminar.8

Hal ini membentuk dua model bisnis yang saling melengkapi:

  1. Produk konsumen — tas dan dompet siap jual.
  2. Produksi kustom/B2B — pembuatan tas dan produk terkait berdasarkan spesifikasi pemesan.

Model Bisnis

Biru Tsabita tidak hanya mengandalkan penjualan langsung ke konsumen. Sistem distribusinya melibatkan distributor, agen, reseller, hingga pengguna akhir, sehingga memungkinkan merek ini menjangkau pasar yang jauh melampaui lokasi produksinya di Pemalang.9

Profil KKI edisi 2025 melaporkan adanya jaringan kemitraan yang terdiri dari sekitar 900 mitra di seluruh Indonesia. Angka ini merupakan data historis yang tercatat dan belum tentu mencerminkan jumlah mitra aktif saat ini.

Pasar digital juga menjadi saluran penjualan yang vital. Pada Juli 2026, BRI melaporkan bahwa produk Biru Tsabita telah terdistribusi ke berbagai daerah di Indonesia dan bahkan pernah menjangkau pasar Malaysia.10

Posisi Pasar

Berdasarkan katalog dan deskripsi publik yang tersedia, Biru Tsabita membangun posisinya melalui tiga atribut utama:

1. Desain modis
Merek ini mengutamakan tampilan yang menarik dan kekinian, tidak sekadar menjadikan tas sebagai benda fungsional semata.

2. Fungsionalitas
Sebagian besar produk dilengkapi fitur praktis seperti kompartemen ganda, dimensi yang proporsional, tali yang dapat dilepas, saku tambahan, dan detail fungsional lainnya.11

3. Nilai dan keterjangkauan
Profil KKI menegaskan proposisi nilai berupa produk berkualitas dengan harga kompetitif. Daftar produk yang ditawarkan memiliki rentang harga yang relatif terjangkau, meskipun harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Dengan karakteristik tersebut, Biru Tsabita dapat dikategorikan sebagai merek tas lokal Indonesia yang menyasar pasar massal, bukan rumah mode mewah.

Pertumbuhan dan Kemitraan BRI

Salah satu pendorong perkembangan Biru Tsabita dalam beberapa tahun terakhir adalah partisipasinya dalam program Rumah BUMN BRI, yakni inisiatif pembinaan dan pemberdayaan usaha dari Bank Rakyat Indonesia.

Menurut BRI, pelatihan dan pendampingan yang diberikan membantu Mutoharoh dalam mengembangkan wawasan bisnis serta memperluas jaringan. Program BRIncubator BRI 2025 disebut memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan perusahaan.12

Dalam aspek operasional dan transaksi, Biru Tsabita juga telah mengadopsi layanan perbankan dan pembayaran digital, termasuk QRIS dan BRImo.13

Ketenagakerjaan dan Dampak Ekonomi

Hingga Juli 2026, BRI melaporkan bahwa Biru Tsabita telah menyerap 33 tenaga kerja. Capaian ini menunjukkan transformasi nyata dari awalnya sebagai usaha sampingan rumahan menjadi entitas bisnis yang menciptakan lapangan kerja.14

Perjalanan Biru Tsabita merepresentasikan lintasan pertumbuhan UMKM pada umumnya: bermula dari penjualan daring, membangun kapasitas produksi mandiri, membentuk jaringan kemitraan distribusi, melakukan ekspansi geografis, hingga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja.

Identitas Merek

Identitas Biru Tsabita lebih lekat dengan citra aksesoris fesyen wanita yang praktis serta semangat kewirausahaan, ketimbang pencitraan mewah atau dukungan selebritas.

Kisah perjuangan sang pendiri menjadi elemen yang menonjol dalam profil publiknya. Pemberitaan media kerap mengangkat narasi tentang keberhasilan Mutoharoh mengubah keterbatasan ekonomi menjadi usaha manufaktur lokal yang terus bertumbuh.15

Hal ini menjadikan Biru Tsabita tidak hanya relevan sebagai produsen tas, tetapi juga sebagai representasi UMKM fesyen wanita Indonesia yang tumbuh berkat pemanfaatan perdagangan digital dan sistem distribusi berbasis kemitraan.

Kehadiran Daring

Profil UMKM resmi KKI mencantumkan akun media sosial birutsabita.official beserta informasi kontak dan tautan marketplace milik usaha ini.16

Linimasa

Sekitar 2019–2020 — Pendirian
Mutoharoh mulai merintis usaha melalui penjualan daring. Sumber publik berbeda pendapat mengenai apakah pendirian resminya terjadi pada 2019 atau 2020.17

Pertumbuhan awal — Ekspansi produk
Usaha ini berevolusi dari penjualan daring menjadi produksi tas dan dompet wanita, yang kemudian diikuti dengan penambahan kategori produk dan layanan produksi kustom.

Ekspansi — Distribusi kemitraan
Biru Tsabita membangun sistem distribusi yang melibatkan distributor, agen, reseller, dan konsumen akhir di berbagai wilayah Indonesia.

2025 — BRIncubator
Perusahaan berpartisipasi dalam program BRIncubator BRI 2025 dan memperoleh dukungan pengembangan usaha melalui Rumah BUMN BRI.

2026 — Pertumbuhan lanjutan
BRI melaporkan bahwa usaha ini telah memiliki 33 karyawan, memasarkan produk ke seluruh Indonesia, menjangkau Malaysia, serta terus memperluas saluran marketplace dan kemitraan.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait