Tentang Chitato
Chitato adalah merek keripik kentang asal Indonesia yang dimiliki dan dipasarkan oleh grup Indofood. Merek ini merupakan salah satu camilan paling dikenal di tanah air, khususnya berkat ciri khas keripik kentang bergelombang, rasa yang kuat, serta gagasan merek yang telah bertahan lama, yaitu “Life Is Never Flat.” Indofood menempatkan Chitato sebagai merek unggulan dalam kategori keripik kentang dan menyatakan bahwa produk ini telah hadir di pasar Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
Infobox
| Bidang | Informasi |
|---|---|
| Merek | Chitato |
| Kategori | Keripik kentang / makanan ringan kemasan |
| Negara asal | Indonesia |
| Diperkenalkan | Sekitar 1990 |
| Grup induk | Indofood |
| Unit bisnis saat ini | Divisi Snack Foods, Indofood CBP |
| Anak usaha operasional | PT Indofood Fortuna Makmur (IFM) |
| Produk andalan | Keripik kentang bergelombang |
| Bahan utama | Kentang asli |
| Merek terkait | Chitato Lite |
| Slogan terkenal | “Life Is Never Flat” |
| Pasar | Utamanya Indonesia |
| Posisioning | Camilan berani, kaya rasa, muda, dan eksperiensial |
Sejarah
Awal Kemunculan
Chitato mulai muncul sekitar awal tahun 1990-an sebagai bagian dari pengembangan bisnis makanan ringan Indofood. Catatan sejarah korporat resmi Indofood menyebutkan tahun 1990 sebagai momen masuknya perusahaan ke industri makanan ringan, sementara materi perusahaan menggambarkan Chitato telah memiliki kehadiran pasar selama lebih dari tiga dekade.
Beberapa sumber sejarah sekunder mencatat kelahiran merek Chitato secara spesifik pada 1990, namun sumber lain menyebutkan kemunculan pertamanya terjadi pada 1989 dan mengaitkan nama awalnya dengan “Chiki Potato.” Karena materi resmi Indofood saat ini tidak mencantumkan tanggal peluncuran yang pasti, frasa “sekitar 1990” menjadi rumusan yang paling aman dalam menyajikan sejarahnya.
Pada tahap awal pengembangannya, Chitato membedakan diri melalui keripik kentang dengan potongan bergelombang, yang memberikan bentuk visual berbeda serta kerenyahan khas. Catatan historis juga menunjukkan bahwa merek ini awalnya menawarkan varian potongan bergelombang maupun datar sebelum akhirnya berfokus sepenuhnya pada format bergelombang.
Menjadi Merek Independen
Pada tahun-tahun awalnya, Chitato lekat dengan merek camilan Chiki. Catatan sejarah sekunder menunjukkan bahwa sekitar 1992, Chitato mulai dipresentasikan secara independen dan tidak lagi menyandang branding Chiki.
Selama beberapa dekade berikutnya, merek ini mengalami berbagai perubahan pada logo, kemasan, varian rasa, dan strategi pemasaran. Posisioningnya semakin bergeser menargetkan konsumen muda, sembari tetap mempertahankan format keripik kentang bergelombang yang menjadi ciri khasnya.
Perkembangan di Bawah Indofood
Chitato menjadi bagian dari operasi bisnis makanan ringan Indofood yang lebih luas. Bisnis Produk Bermerek Konsumen Indofood berekspansi ke makanan ringan pada 1990, dan kemudian mereorganisasi bisnis konsumennya ke dalam PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada 2009.1
Selama suatu periode, bisnis makanan ringan Indofood dijalankan melalui usaha patungan yang melibatkan ICBP dan Fritolay Netherlands Holding B.V. Materi laporan tahunan tahun 2018 mencantumkan Chitato sebagai salah satu merek yang diproduksi oleh operasi makanan ringan tersebut.
Pada 2021, ICBP mengakuisisi kepemilikan penuh atas anak usaha makanan ringannya. Kini, Indofood menunjuk PT Indofood Fortuna Makmur (IFM) sebagai perusahaan yang mengelola Divisi Snack Foods, dengan portofolio yang mencakup Chitato, Chitato Lite, Qtela, Chiki, Maxicorn, dan Jetz.
Produk
Ciri utama dari Chitato standar adalah keripik kentang bergelombangnya. Indofood saat ini mendeskripsikan Chitato sebagai produk yang terbuat dari 100% kentang asli, dengan bentuk bergelombang yang dirancang untuk memberikan tekstur renyah yang khas serta membantu membawa rasa-rasanya yang berani.2
Alih-alih mengandalkan satu rasa permanen, Chitato secara historis menggunakan banyak varian rasa dan edisi terbatas. Hal ini telah menjadi bagian penting dari identitasnya: format keripik kentang yang familiar berfungsi sebagai wadah bagi inovasi rasa yang terus berubah.
Contoh varian rasa dan kolaborasi yang diperkenalkan sepanjang tahun meliputi:
- Beef Barbecue
- Spicy Chicken
- Beef Mala
- Spicy Grilled Beef
- Chijeu
- Mi Goreng
- Rendang Sapi
Halaman produk dan berita resmi saat ini menunjukkan bahwa merek ini terus bereksperimen dengan inspirasi rasa, baik dari kuliner Nusantara maupun internasional.2
Chitato Lite
Chitato Lite adalah lini produk terkait di bawah arsitektur merek Chitato. Berbeda dengan keripik Chitato klasik, varian Lite menggunakan irisan kentang asli yang lebih tipis. Indofood mendeskripsikannya sebagai produk yang menawarkan gaya kerenyahan yang berbeda dan lebih ringan.3
Produk Chitato Lite saat ini mencakup varian rasa seperti:
- Nori Seaweed
- Salmon Teriyaki
- Sour Cream Onion
- Ayam Bawang
- Aburi Seaweed
- Grilled Prime Ribs
- Original
- Keju
Terdapat juga versi Crunch Up yang dijual dalam format kaleng.3
Dari perspektif strategi merek, Chitato Lite memiliki peran signifikan karena memungkinkan perusahaan memperluas identitas Chitato melampaui keripik tebal bergelombang klasik menuju format produk yang lebih tipis dan kontemporer.
Branding
“Life Is Never Flat”
Salah satu elemen branding Chitato yang paling mudah dikenali adalah:
“Life Is Never Flat.”
Slogan ini merupakan permainan kata dari bentuk fisik keripik Chitato yang bergelombang. Secara harfiah, keripik tersebut memang tidak datar; secara metaforis, frasa ini mengasosiasikan merek dengan gaya hidup yang dinamis, seru, tidak konvensional, dan penuh pengalaman.11
Hal ini menjadikan slogan tersebut lebih dari sekadar deskripsi produk, melainkan penghubung antara desain fisik produk dengan kepribadian merek yang lebih luas.
Komunikasi Chitato terkini dari Indofood terus menggunakan tagar #ChitatoLifeIsNeverFlat bersanding dengan #ChitatoLeadTheWave.41314
Pemasaran dan Target Audiens
Secara historis, Chitato menaruh perhatian besar pada konsumen muda, khususnya remaja dan dewasa muda. Strategi pemasarannya telah berevolusi dari iklan televisi tradisional menuju kampanye digital dan media sosial, sembari tetap menekankan pada rasa yang kuat, kesenangan, kebaruan, dan pengalaman sosial.1620
Laporan tahunan Indofood menggambarkan adanya kampanye TV dan digital tertarget yang dirancang untuk menjaga kesadaran dan loyalitas merek di kalangan konsumen muda Chitato.14
Karakteristik penting dari strategi pemasaran Chitato adalah relevansi budaya. Alih-alih membatasi diri pada rasa keripik kentang konvensional, merek ini kerap mengubah makanan populer dan tren budaya menjadi varian rasa camilan.19
Sebagai contoh, kolaborasi Chitato Mi Goreng bersama Indomie awalnya dirilis secara terbatas pada 2016. Setelah mendapat permintaan konsumen yang kuat dan kampanye media sosial untuk mengembalikan rasa tersebut, Indofood meluncurkannya kembali secara nasional pada 2022.5
Strategi ini mengilustrasikan aspek penting identitas merek Chitato: mengubah cita rasa familiar Indonesia menjadi pengalaman ngemil yang menyenangkan dan tak terduga.18
Inovasi Rasa
Inovasi rasa dapat dikatakan sebagai salah satu karakteristik kompetitif terkuat Chitato. Merek ini telah bereksperimen dengan tiga pendekatan utama:
1. Rasa gurih yang familiar
Rasa keripik tradisional seperti barbekyu, ayam, dan sapi menyediakan fondasi yang sudah akrab di lidah konsumen.
2. Rasa terinspirasi makanan Indonesia
Chitato telah mengadaptasi makanan khas Indonesia yang mudah dikenali menjadi rasa keripik, seperti Mi Goreng dan Rendang Sapi. Peluncuran Rendang Sapi pada 2026, misalnya, dipromosikan sebagai keripik bergelombang dari kentang asli dengan profil rasa rendang daging sapi khas Indonesia.8
3. Rasa internasional dan berbasis tren
Merek ini juga bereksperimen dengan rasa yang dipengaruhi tren kuliner Korea dan internasional lainnya. Varian Chijeu, misalnya, secara eksplisit diposisikan围绕 keju ala Korea dan dipromosikan sebagian kepada audiens K-culture yang terus berkembang di Indonesia.9
Pendekatan ini memungkinkan Chitato tetap relevan dan dikenali, sekaligus senantiasa memberi alasan baru bagi konsumen untuk mencoba versinya yang terbaru.
Manufaktur dan Distribusi
Chitato merupakan bagian dari Divisi Snack Foods Indofood. Menurut Indofood, divisi ini memproduksi camilan berbahan dasar kentang, singkong, jagung, dan kedelai, serta camilan ekstrusi di pabrik-pabrik yang berlokasi di Pulau Jawa.6
Informasi laporan tahunan divisi tahun 2023 menyatakan bahwa unit ini mengoperasikan tiga pabrik di Jawa, dengan total kapasitas produksi tahunan melebihi 55.000 ton untuk seluruh portofolio camilannya.712
Chitato didistribusikan melalui jaringan ritel yang luas di Indonesia, sehingga tersedia di berbagai saluran mulai dari warung tradisional hingga supermarket dan perdagangan modern.1517
Posisi di Pasar Camilan Indonesia
Chitato menempati posisi strategis dalam industri makanan ringan kemasan di Indonesia. Indofood menyebutnya sebagai merek keripik kentang terkemuka di Indonesia, dengan catatan kehadiran lebih dari tiga dekade serta basis konsumen setia yang besar.9
Divisi Snack Foods secara keseluruhan juga memiliki kepentingan strategis bagi Indofood. Dalam pelaporan tahunan 2024, Indofood menyatakan nilai penjualan total divisi ini meningkat 7% menjadi Rp4,54 triliun, dengan pertumbuhan di seluruh kategori produknya.8
Perlu dibedakan antara angka korporat ini dengan Chitato itu sendiri: Rp4,54 triliun merujuk pada Divisi Snack Foods secara keseluruhan, bukan penjualan individu Chitato.
Identitas Merek
Identitas Chitato dapat dirangkum melalui beberapa karakteristik yang berulang:
| Elemen | Identitas Chitato |
|---|---|
| Bentuk produk | Bergelombang |
| Tekstur | Renyah |
| Profil rasa | Berani dan gurih |
| Kepribadian | Seru, energik, petualang |
| Audiens | Luas, dengan daya tarik kuat pada kaum muda |
| Inovasi | Rasa baru dan kolaborasi yang sering |
| Posisi budaya | Makanan Indonesia + tren internasional |
| Slogan inti | “Life Is Never Flat” |
Aspek menarik dari branding ini adalah bagaimana elemen-elemen tersebut saling memperkuat. Bentuk bergelombang menciptakan makna fisik dari “never flat,” sementara rasa yang berani dan jajaran produk yang terus berubah memberikan makna gaya hidup pada frasa tersebut.10
Kolaborasi dan Kampanye Terkenal
Salah satu contoh paling berkesan adalah Chitato Mi Goreng, yang diciptakan melalui kolaborasi dengan Indomie. Kembalinya produk ini pada 2022 didorong sebagian oleh permintaan konsumen yang disuarakan lewat media sosial, termasuk penggunaan tagar #BalikinChitatoIndomie.5
Chitato juga memanfaatkan tren budaya pop dalam pemasarannya. Dalam kampanye Chijeu, Indofood menghubungkan produk tersebut dengan popularitas budaya Korea dan K-pop di Indonesia.9
Contoh-contoh ini mendemonstrasikan strategi yang lebih luas: Chitato tidak hanya bersaing berdasarkan proposisi keripik kentang konvensional, tetapi berupaya membuat varian rasanya layak dibicarakan dan relevan secara budaya.
Hubungan dengan Indofood
Struktur korporatnya dapat disederhanakan sebagai berikut:
Indofood → Indofood CBP (ICBP) → Divisi Snack Foods → PT Indofood Fortuna Makmur → Chitato
ICBP adalah lengan produk bermerek konsumen dari grup Indofood. Bisnisnya mencakup mi instan, produk susu, makanan ringan, bumbu penyedap, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman.10
Di dalam Divisi Snack Foods, Chitato merupakan salah satu dari dua merek unggulan yang diidentifikasi oleh Indofood, bersanding dengan Qtela. Merek lain dalam divisi ini meliputi Chitato Lite, Chiki, Maxicorn, dan Jetz.15
Warisan
Ketahanan Chitato patut dicatat mengingat pasar camilan Indonesia yang sangat kompetitif dan terus berubah. Merek ini tetap mudah dikenali meski berulang kali memodifikasi kemasan, rasa, format, dan komunikasinya.
Ekuitas merek terkuatnya bisa dibilang terletak pada koneksi antara keripik bergelombang → “Life Is Never Flat” → pengalaman yang berani. Hal ini memberikan Chitato identitas visual dan verbal yang mudah dikenali bahkan ketika rasa atau kampanye individualnya berganti.
Merek ini karenanya telah berevolusi dari sekadar produk keripik kentang Indonesia menjadi merek camilan gaya hidup berorientasi pemuda yang lebih luas, sembari tetap mempertahankan proposisi produk fundamentalnya: keripik kentang bergelombang yang renyah dengan rasa yang kuat.
Chitato Hari Ini
Hingga 2026, Chitato tetap menjadi merek utama dalam Divisi Snack Foods Indofood. Portofolionya saat ini terus menekankan penggunaan kentang asli, potongan bergelombang yang khas, rasa yang berani, serta inovasi produk. Peluncuran terkini mencakup Chitato Rendang Sapi, sementara merek ini terus mempertahankan Chitato Lite sebagai lini produk terpisah.818
References
- Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Produk Makanan Ringan Chitato Di Kota Malang
- Chitato
- Chitato
- Chitato
- Chitato Fried Noodle Flavor is Back in Indonesia | Indofood CBP
- Chitato | PotatoPro
- Kalori Menu Chitato Indonesia: 10 Menu Lengkap | NutriNusa
- 5 Varian Rasa Chitato Best Seller, Mana Favoritemu? – Pitutur
- Survei: Chitato Jadi Merek Makanan Ringan Terpopuler di Indonesia
- (PDF) Figurative Language in Snack Advertising Slogan
- The Perceived Meaning of Verbal and Non-Verbal Expressions in Chitato “Life is Never Flat” Advertisement | Kata Kita: Journal of Language, Literature, and Teaching
- Chitato — Komposisi dan Nilai Gizi | CregAsia
- Chitato – #LifeIsNeverFlat :: Behance
- PROSES KERJA ACCOUNT EXECUTIVE DALAM MENANGANI IKLAN TELEVISI CHITATO VERSI LIVE IS NEVER FLAT DI PT. DINAMIKA IDENTA PRATAMA – PDF Free Download
- Snack Foods | Indofood
- Bab I Pendahuluan – PDFCOFFEE.COM
- Chitato
- Daftar Semua Varian Rasa Snack Kentang Chitato – Bapigif
- (PDF) Nama-nama produk makanan instan di Indonesia: Kajian Onomastika
- Gambaran Umum Objek Penelitian – HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN





