I Indonesia Brand Wiki

Tentang Clinique

Profil Merek

Clinique merupakan merek kecantikan prestisius asal Amerika Serikat yang dikenal luas melalui lini perawatan kulit, tata rias, dan wewangian yang dipandu oleh ahli dermatologi. Didirikan di New York City pada tahun 1968, Clinique lahir dari gagasan yang cukup revolusioner bagi industri kecantikan saat itu: bahwa perawatan kulit dapat didekati secara ilmiah dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. Merek ini berada di bawah naungan The Estée Lauder Companies.1

Identitas Clinique dibangun di atas tiga pilar utama: keahlian dermatologi, keamanan, dan kesederhanaan. Produk perawatan kulit maupun tata riasnya dipasarkan sebagai produk yang telah teruji alergi dan 100% bebas pewangi, dengan penekanan pada formula yang dirancang untuk memberikan hasil nyata tanpa menyebabkan iritasi yang tidak perlu pada kulit.2

Kategori Informasi
Merek Clinique
Nama perusahaan lengkap Clinique Laboratories, LLC
Tahun berdiri 1968
Tempat berdiri New York City, United States
Induk perusahaan The Estée Lauder Companies
Industri Kecantikan prestisius / kosmetik
Kategori utama Perawatan kulit, tata rias, wewangian
Posisi inti Kecantikan berfokus sains dan panduan dermatologi
Klaim utama Teruji alergi; 100% bebas pewangi
Filosofi khas Perawatan kulit yang sederhana, aman, dan efektif
Pasar utama Internasional
Presiden global saat ini Michelle Freyre, Global Brand President, Clinique dan Origins

Clinique mendeskripsikan dirinya sebagai merek yang “melayani semua jenis kulit”, dengan produk yang ditujukan untuk berbagai tipe kulit, masalah kulit, usia, dan etnis. Materi korporat perusahaan menyebutkan bahwa merek ini dijual di sekitar 140 negara dan wilayah, meskipun halaman merek korporat Estée Lauder saat ini secara terpisah mencantumkan angka 107 negara. Perbedaan ini menunjukkan bahwa data geografis dapat bervariasi tergantung pada metodologi pelaporan atau waktu pendataan.3

Sejarah

Awal Mula: Pertanyaan yang Melahirkan Clinique

Sejarah merek ini bermula pada tahun 1967, ketika editor kecantikan majalah Vogue, Carol Phillips, menerbitkan artikel berjudul “Can Great Skin Be Created?” bersama seorang dokter spesialis kulit dari New York, Dr. Norman Orentreich.

Artikel tersebut menantang pendekatan konvensional terhadap produk kecantikan. Alih-alih memandang perawatan kulit sekadar sebagai kumpulan krim dan kosmetik, Phillips dan Orentreich mendekatinya sebagai sesuatu yang dapat dipahami melalui sains kulit, rutinitas, diagnosis, dan dermatologi.4

Artikel ini menarik perhatian keluarga Lauder. Leonard Lauder kemudian memfasilitasi kolaborasi antara Phillips dan Orentreich untuk mengembangkan konsep kecantikan baru di dalam The Estée Lauder Companies.

Jawaban atas pertanyaan awal—Dapatkah kulit yang indah diciptakan?—menjadi landasan berdirinya Clinique: ya.5

1968: Peluncuran Clinique

Clinique diperkenalkan perdana di Saks Fifth Avenue, New York, pada bulan September 1968.

Saat diluncurkan, merek ini langsung menghadirkan rangkaian produk yang sangat banyak, yakni 117 produk perawatan kulit dan kosmetik. Lebih penting lagi, Clinique tampil sebagai jenis baru dalam kategori kecantikan prestisius: sebuah merek yang berbasis pada keahlian dermatologi, bukan semata-mata pada kemewahan kosmetik tradisional.6

Peluncuran ini menetapkan sejumlah prinsip yang kelak menjadi ciri khas Clinique:

  • Keterlibatan ahli dermatologi
  • Pengujian alergi
  • Formula bebas pewangi
  • Perawatan kulit yang dipersonalisasi
  • Rutinitas harian yang sistematis
  • Presentasi visual bergaya klinis
  • Edukasi dan konsultasi di konter kecantikan

Dengan demikian, Clinique menempati posisi yang unik: sebuah merek kecantikan prestisius/mewah yang dikomunikasikan melalui bahasa visual kedokteran dan sains.

Tokoh di Balik Clinique

Dr. Norman Orentreich

Dr. Norman Orentreich adalah seorang dokter spesialis kulit terkemuka di New York dan salah satu figur ilmiah kunci di balik Clinique.

Filosofinya menekankan pada rutinitas perawatan kulit yang lugas:

Membersihkan → Mengelupas → Melembapkan

Konsep ini kemudian menjadi dasar bagi 3-Step Skin Care System milik Clinique yang terkenal.7

Kontribusinya membantu membangun kredibilitas ilmiah merek ini serta penekanannya pada perawatan kulit sebagai sebuah rutinitas, bukan sekadar penjualan produk kecantikan satuan.

Carol Phillips

Carol Phillips, editor kecantikan Vogue, merupakan tokoh penting lainnya.

Kolaborasinya dengan Orentreich menghasilkan artikel yang menginspirasi kelahiran Clinique. Ia berperan menerjemahkan pemikiran dermatologis menjadi sesuatu yang mudah dipahami konsumen dan dapat diterapkan dalam rutinitas kecantikan sehari-hari.8

Evelyn Lauder

Evelyn Lauder, anggota keluarga Estée Lauder, memainkan peran signifikan dalam pengembangan merek ini.

Ia menggagas nama Clinique setelah melihat papan bertuliskan “Clinique Esthétiques” saat berkunjung ke Paris. Nama tersebut dipilih untuk membangkitkan kesan pendekatan klinis dan profesional, namun tetap mempertahankan nuansa kecanggihan kecantikan Prancis.9

Ia juga turut mengembangkan identitas ritel khas Clinique, termasuk penggunaan jas lab putih yang ikonik yang dikenakan oleh para Konsultan Clinique.

Filosofi Clinique

Filosofi dasar Clinique dapat diringkas sebagai berikut:

Sains + kesederhanaan + keamanan + personalisasi

Merek ini menyatakan bahwa produk-produknya dipandu oleh ahli dermatologi, teruji alergi, dan 100% bebas pewangi.10

Filosofi “Clinique Clean” yang berlaku saat ini menekankan penghindaran bahan-bahan seperti paraben dan ftalat, serta pewangi, disertai evaluasi formula melalui serangkaian pengujian yang komprehensif.11

Perlu dicatat bahwa klaim “bebas pewangi” bukan berarti produk Clinique sama sekali tidak memiliki bau. Klaim ini merujuk pada ketiadaan penambahan pewangi secara sengaja dalam formulasi.

Oleh karena itu, posisi Clinique berbeda dari merek-merek yang menjual kecantikan terutama melalui:

  • Bahan-bahan mewah,
  • Asosiasi selebriti,
  • Wewangian yang kuat,
  • Tren mode,
  • Narasi alami/organik, atau
  • Ritual kecantikan yang rumit.

Sebaliknya, Clinique berupaya menjadikan kecantikan terasa klinis, tepercaya, mudah dipahami, dan fungsional.

Sistem 3 Langkah yang Ikonik

3-Step Skin Care System boleh dikatakan sebagai konsep terpenting dalam sejarah Clinique.

Urutan dasarnya adalah:

1. Membersihkan (Cleanse)

Menghilangkan kotoran, minyak, sisa tata rias, dan ketidakmurnian lainnya.

2. Mengelupas (Exfoliate)

Menggunakan Clarifying Lotion dari Clinique untuk membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan dan mempersiapkan kulit.

3. Melembapkan (Moisturize)

Mengaplikasikan pelembap untuk membantu menjaga keseimbangan kadar air kulit.

Konsep orisinal Clinique adalah bahwa rutinitas ini harus disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing individu, bukan berasumsi bahwa satu produk cocok untuk semua orang.12

Hal ini sangat signifikan karena mengubah fungsi konter perawatan kulit dari sekadar tempat membeli kosmetik menjadi lebih menyerupai layanan konsultasi yang dipersonalisasi.

Pendekatan Jenis Kulit Clinique

Salah satu gagasan Clinique yang paling mudah dikenali adalah penekanannya pada klasifikasi jenis kulit.

Alih-alih hanya menanyakan produk apa yang diinginkan pelanggan, Clinique secara tradisional berupaya menentukan karakteristik seperti:

  • Kekeringan
  • Minyak berlebih
  • Kulit kombinasi
  • Sensitivitas
  • Dehidrasi
  • Warna kulit tidak merata
  • Masalah jerawat
  • Tanda-tanda penuaan

Secara historis, Clinique bahkan menggunakan alat yang disebut “Clinique Computer”—sebuah sistem non-elektronik berupa tuas-tuas yang digunakan oleh Konsultan untuk membantu menentukan jenis kulit pelanggan beserta rutinitas yang sesuai.13

Ini merupakan contoh awal dari personalisasi dalam ritel kecantikan.

Kategori Produk

Clinique telah berkembang menjadi portofolio kecantikan yang lengkap.

Perawatan Kulit

Ini adalah jantung dari merek ini. Kategori utamanya meliputi:

  • Pembersih
  • Eksfoliator
  • Toner/lotion penjernih
  • Pelembap
  • Serum
  • Perawatan mata
  • Masker
  • Penghapus tata rias
  • Tabir surya
  • Produk anti-jerawat
  • Produk anti-penuaan
  • Produk untuk mengatasi warna kulit tidak merata dan kemerahan

Beberapa lini perawatan kulit merek ini yang paling dikenal antara lain:

3-Step Skin Care System, Dramatically Different, Moisture Surge, Take The Day Off, dan Even Better.14

Tata Rias

Clinique juga merupakan merek tata rias utama. Portofolionya mencakup:

  • Alas bedak
  • Concealer
  • Bedak
  • Pemerah pipi
  • Maskara
  • Eyeliner
  • Eyeshadow
  • Lipstik
  • Lip gloss
  • Lip balm

Ciri khasnya adalah pendekatan yang mengutamakan kesehatan kulit dalam produk tata rias. Perusahaan menyatakan bahwa produk tata riasnya dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek perawatan kulit, dan produk tata rias matanya telah melalui pengujian oftalmologi, termasuk kesesuaian untuk mata sensitif dan pengguna lensa kontak.15

Wewangian

Meskipun Clinique sangat identik dengan perawatan kulit, merek ini juga memiliki lini wewangian.

Contoh yang paling terkenal adalah Clinique Happy, yang diperkenalkan sebagai wewangian cerah dan awet muda, lalu menjadi salah satu produk paling ikonik dari merek ini.

Hal ini menciptakan kontras yang menarik dengan filosofi perawatan kulit Clinique: lini perawatan kulit dan tata rias diposisikan sebagai 100% bebas pewangi, sementara wewangian ditawarkan secara terpisah sebagai kategori produk tersendiri.22

Produk-Produk Ikonik

Beberapa produk telah menjadi sangat lekat dengan identitas merek ini.

Dramatically Different Moisturizing Lotion+

Ini mungkin merupakan salah satu produk Clinique yang paling mudah dikenali.

Warna kuningnya yang khas dan desain botol yang sederhana membuatnya hampir identik dengan merek Clinique itu sendiri.

The Estée Lauder Companies saat ini menyatakan bahwa satu botol Dramatically Different Moisturizing Lotion+ terjual secara global setiap 7,5 detik.16

Moisture Surge

Lini Moisture Surge merepresentasikan fokus Clinique pada hidrasi. Produk ini telah menjadi salah satu lini perawatan kulit modern utama dari merek ini.

Take The Day Off

Rangkaian Take The Day Off berfokus pada penghapusan tata rias, khususnya untuk riasan yang tahan lama dan tahan air.

Even Better

Lini Even Better secara khusus menargetkan masalah warna kulit yang tidak merata dan perbaikan kompleksitas wajah.

Almost Lipstick in Black Honey

Black Honey boleh disebut sebagai produk tata rias Clinique yang paling ikonik secara budaya.

Meskipun namanya menyiratkan warna gelap dan tampilannya tampak pekat di dalam wadah, produk ini menghasilkan efek warna beri yang relatif tipis dan natural di bibir. Produk ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1971 dan kemudian mengalami kebangkitan popularitas yang signifikan, terutama melalui media sosial.10

Black Honey menunjukkan aspek penting dari merek Clinique: meskipun perusahaan ini sangat diasosiasikan dengan perawatan kulit klinis, mereka juga mampu menciptakan produk yang memiliki daya tarik mode dan budaya yang kuat.

Desain Merek dan Identitas Visual

Identitas visual Clinique sengaja dibuat berbeda dari banyak merek kecantikan mewah lainnya.

Estetikanya secara tradisional menekankan pada:

  • Warna putih
  • Hijau pucat
  • Tipografi yang bersih
  • Kemasan minimalis
  • Citra laboratorium/kedokteran
  • Nama produk yang sederhana
  • Jas lab putih

Kemasan hijau pucat yang terkenal itu dipilih sebagian karena mampu menyampaikan kesan menenangkan.17

Hal ini menciptakan pesan visual yang mudah dikenali:

“Ini adalah perawatan kulit, bukan sekadar kosmetik.”

Desain Clinique dengan demikian mengomunikasikan otoritas klinis, bukan kemewahan yang berlebihan.

Alasan di Balik Citra “Klinis” Clinique

Nama merek, kemasan, jas lab, asosiasi dengan ahli dermatologi, pengujian alergi, serta rutinitas yang sistematis, semuanya memperkuat satu gagasan sentral:

Kecantikan harus didasarkan pada sains kulit.

Pendekatan ini sangat inovatif pada akhir dekade 1960-an.

Pada masa itu, kosmetik prestisius umumnya dipasarkan terutama melalui kemewahan, femininitas, selebriti, mode, dan gaya hidup aspirasional.

Clinique memperkenalkan model yang berbeda:

“Percayakan pada kami karena kami memahami kulit Anda.”

Pembedaan inilah yang kemudian menjadi salah satu keunggulan kompetitif terpenting bagi merek ini.

Pengujian Alergi

“Teruji Alergi” (Allergy Tested) adalah salah satu klaim merek Clinique yang paling menonjol.

Clinique menyatakan bahwa produk-produknya menjalani pengujian ekstensif dan perusahaan telah melakukan jutaan aplikasi pengujian alergi sepanjang sejarahnya.18

Namun, perlu dipahami perbedaan pentingnya:

“Teruji alergi” tidak berarti “tidak mungkin menyebabkan reaksi alergi.”

Klaim tersebut berarti produk telah melalui pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi potensi penyebab reaksi alergi. Reaksi individual tetap dapat terjadi.

Hal ini sangat relevan karena seluruh identitas merek Clinique dibangun di atas gagasan mengurangi iritasi yang tidak perlu dan meningkatkan keamanan produk, bukan menjanjikan bahwa setiap orang akan cocok dengan setiap formula.

Posisi Dermatologi

Clinique sering dideskripsikan sebagai merek yang dipandu ahli dermatologi atau dikembangkan bersama ahli dermatologi.

Perbedaan istilah ini penting untuk dipahami.

Clinique bukanlah perusahaan pengobatan medis atau perusahaan dermatologi resep. Ini adalah perusahaan kecantikan prestisius yang pengembangan produk dan filosofi mereknya secara historis menggabungkan keahlian dermatologi.

Komunikasinya saat ini menekankan:

“Dipandu oleh ahli dermatologi sejak 1968.”19

Posisi ini memungkinkan Clinique untuk menempati ruang di antara kosmetik mewah tradisional dan perawatan kulit klinis.

Target Konsumen

Secara historis, Clinique sangat erat kaitannya dengan perempuan yang berbelanja di toko serba ada (department store).

Saat ini, target pasarnya jauh lebih luas.

Perusahaan menyatakan bahwa produknya dirancang untuk:

  • Berbagai jenis kulit
  • Berbagai masalah kulit
  • Berbagai kelompok usia
  • Berbagai etnis
  • Perempuan maupun laki-laki20

Daya tariknya cenderung sangat kuat di kalangan konsumen yang menghargai:

Keandalan + kesederhanaan + asosiasi dermatologi + formulasi yang relatif konservatif.

Merek ini juga cocok bagi mereka yang baru pertama kali memasuki dunia perawatan kulit prestisius karena rutinitasnya relatif mudah dipahami.

Clinique dan Pria

Clinique juga merupakan pelopor dalam perawatan kulit pria kelas prestisius.

Pada tahun 1976, The Estée Lauder Companies memperkenalkan Skin Supplies for Men, memberikan Clinique proposisi perawatan kulit khusus pria.21

Langkah ini patut dicatat karena kosmetik prestisius pada masa itu sangat berfokus pada perempuan.

Saat ini, Clinique terus menawarkan perawatan kulit yang ditujukan bagi pria, sekaligus semakin memposisikan mereknya secara keseluruhan sebagai produk untuk semua kulit, alih-alih mendefinisikan perawatan kulit terutama berdasarkan gender.

Induk Perusahaan: The Estée Lauder Companies

Clinique merupakan bagian dari The Estée Lauder Companies (ELC), salah satu grup kecantikan prestisius terbesar di dunia.

Portofolio ELC mencakup merek-merek seperti:

  • Estée Lauder
  • Clinique
  • M·A·C
  • La Mer
  • Bobbi Brown
  • Jo Malone London
  • Aveda
  • Origins
  • The Ordinary
  • Dr.Jart+
  • Too Faced

Induk perusahaan mendeskripsikan merek-mereknya memiliki posisi yang berbeda-beda dalam pasar kecantikan prestisius global.11

Dalam portofolio tersebut, Clinique menempati posisi yang unik karena identitasnya dibangun di atas sains dermatologi dan kecantikan klinis yang mudah diakses, bukan perawatan kulit ultra-mewah.

Posisi Pasar Clinique

Cara yang berguna untuk memahami Clinique adalah dengan menempatkannya di antara beberapa kategori kecantikan yang berbeda:

Posisi Pendekatan Clinique
Kemewahan Prestisius, bukan ultra-mewah
Sains Sangat kuat
Dermatologi Sentral dalam identitas merek
Alami/Organik Bukan posisi utamanya
Wewangian Perawatan kulit bebas pewangi; kategori wewangian terpisah
Tata Rias Kategori sekunder/paralel yang kuat
Personalisasi Secara historis sangat penting
Pasar massal Tidak; utamanya prestisius
Tampilan klinis Sangat kuat
Berbasis mode Tidak sesentral merek seperti M·A·C

Hal ini menjadikan Clinique sangat khas dalam portofolio Estée Lauder.

Apa yang Membuat Clinique Berbeda?

Terdapat lima hal utama yang mendefinisikan merek ini.

1. Dibangun di atas fondasi dermatologi

Clinique tidak diciptakan sebagai label kosmetik tradisional biasa. Fondasinya adalah kolaborasi antara jurnalisme kecantikan dan dermatologi.

2. Menjadikan perawatan kulit sistematis

3-Step System mengubah perawatan kulit menjadi rutinitas harian yang terstruktur.

3. Menekankan keamanan

Pengujian alergi dan formula bebas pewangi menjadi elemen sentral identitas merek.

4. Memperkenalkan personalisasi

Klasifikasi jenis kulit dan rekomendasi individual merupakan bagian penting dari pengalaman ritel Clinique yang orisinal.

5. Menggabungkan kredibilitas klinis dengan kecantikan prestisius

Clinique bukanlah perusahaan farmasi, namun juga tidak memasarkan diri seperti merek kosmetik konvensional yang berfokus pada kemewahan.

Posisi tengah inilah yang bisa dikatakan sebagai esensi dari Clinique.

Kepribadian Merek

Jika Clinique digambarkan sebagai seorang individu, kepribadiannya kemungkinan besar adalah:

Ilmiah, bersih, tepercaya, tenang, profesional, berpengetahuan luas, bersahaja, dan praktis.

Merek ini umumnya menghindari bahasa kemewahan yang agresif yang digunakan oleh beberapa merek kecantikan kelas atas.

Alih-alih:

“Kemewahan, glamor, eksklusivitas.”

Clinique berkomunikasi lebih kepada:

“Kami memahami kulit Anda, dan kami dapat menyusun rutinitas sederhana untuknya.”

Itulah alasan utama mengapa merek ini mampu mempertahankan identitas yang mudah dikenali selama lebih dari lima dekade.

Kekuatan

Warisan ilmiah yang kuat

Hubungan dengan Dr. Norman Orentreich dan peluncuran tahun 1968 memberikan Clinique kredibilitas historis yang otentik dalam bidang kecantikan berpanduan dermatologi.23

Branding yang sangat mudah dikenali

Kemasan hijau, jas lab putih, tipografi bersih, dan estetika klinisnya dapat langsung diidentifikasi.

Rutinitas yang sederhana

Konsep 3 Langkah membuat perawatan kulit relatif mudah dipahami oleh pemula.

Portofolio produk yang luas

Konsumen dapat membangun rutinitas lengkap—mulai dari pembersih hingga pelembap, tabir surya, tata rias, dan lainnya—dalam satu merek yang sama.

Kepercayaan konsumen jangka panjang

Clinique telah eksis sejak 1968 dan mempertahankan filosofi inti yang konsisten.

Produk andalan yang kuat

Produk seperti Dramatically Different Moisturizing Lotion+, Moisture Surge, Take The Day Off, dan Black Honey menyediakan jangkar yang mudah dikenali bagi merek ini.

Kelemahan Potensial / Kritik

Kekuatan Clinique juga dapat menimbulkan keterbatasan.

Citra klinis dapat terasa konservatif

Konsumen yang mencari produk yang sangat mewah, trendi, mengusung konsep “clean beauty”, botani, atau sangat eksperiensial mungkin menganggap Clinique kurang menarik.

Merek dapat terlihat tradisional

Warisan toko serba ada dan kemasan klasiknya dapat membuatnya tampak lebih matang dibandingkan dengan merek perawatan kulit digital natif yang lebih baru.

“Bebas pewangi” tidak otomatis berarti cocok untuk semua orang

Meskipun formulasi bebas pewangi dapat bermanfaat bagi sebagian konsumen, reaksi kulit tiap individu bervariasi, dan tidak ada merek kosmetik yang dapat menjamin bahwa setiap produk akan cocok untuk setiap orang.

Persaingan yang meluas

Clinique kini bersaing tidak hanya dengan merek prestisius tradisional, tetapi juga dengan:

  • Merek yang didirikan oleh ahli dermatologi,
  • Perawatan kulit apotek/farmasi,
  • Perawatan kulit Korea,
  • Merek yang berfokus pada bahan aktif,
  • Merek direct-to-consumer,
  • Dan perusahaan perawatan kulit yang didorong oleh media sosial.

Hal ini membuat posisi “perawatan kulit klinis” orisinalnya tidak lagi seunik pada tahun 1968.

Signifikansi Budaya

Clinique memiliki arti penting secara historis karena membantu menetapkan kategori baru dalam kecantikan:

Perawatan kulit prestisius dengan identitas ilmiah/dermatologis.

Sebelum Clinique, kecantikan prestisius sangat erat kaitannya dengan kosmetik, wewangian, glamor, dan kemewahan.

Clinique membantu menormalisasi gagasan bahwa sebuah konter kecantikan dapat terlihat dan berfungsi lebih seperti klinik konsultasi kulit.

Pengaruhnya dapat dilihat dalam pasar kecantikan modern, di mana istilah-istilah seperti:

  • Teruji dermatologi
  • Perawatan kulit klinis
  • Kulit sensitif
  • Bebas pewangi
  • Bahan aktif
  • Skin barrier (sawar kulit)
  • Perawatan kulit yang dipersonalisasi

telah menjadi arus utama.

Clinique tidak bertanggung jawab atas semua perkembangan ini, tetapi posisi awalnya membantu menetapkan daya tarik komersial dari kecantikan berbasis sains.

Clinique Saat Ini

Saat ini, Clinique tetap menjadi merek kecantikan prestisius global utama di bawah naungan The Estée Lauder Companies.

Identitas intinya tetap konsisten secara mengejutkan sejak 1968:

Dipandu ahli dermatologi + teruji alergi + bebas pewangi + perawatan kulit dan tata rias yang berorientasi pada hasil.

Pada saat yang sama, merek ini telah berekspansi melampaui konsep 3 Langkah orisinalnya menuju isu-isu modern seperti hidrasi, hiperpigmentasi, jerawat, kemerahan, penuaan, perlindungan matahari, dan lingkaran hitam.

Clinique juga telah merangkul perdagangan digital dan saluran ritel yang lebih baru. Sebagai contoh, The Estée Lauder Companies mengumumkan peluncuran Clinique di U.S. Amazon Premium Beauty Store pada tahun 2024, menunjukkan bagaimana merek yang secara historis berorientasi pada toko serba ada ini telah beradaptasi dengan perilaku belanja modern.9

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait