I Indonesia Brand Wiki

Tentang Glico

Glico (bahasa Jepang: 江崎グリコ, Ezaki Glico) merupakan salah satu perusahaan makanan dan permen terkemuka asal Jepang yang paling dikenal di kancah internasional melalui produk Pocky, Pretz, serta Glico Caramel orisinal. Perusahaan ini didirikan oleh Riichi Ezaki di Osaka pada tahun 1922 dengan filosofi pendirian yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui pangan. Kini, Glico beroperasi di seluruh Jepang serta pasar internasional di Asia, Eropa, dan Amerika Utara, dengan lini bisnis yang mencakup konfeksioneri, produk olahan susu, nutrisi, bahan pangan, dan kategori terkait makanan lainnya.1

Filosofi perusahaan ini tertuang dalam slogan “A Wholesome Life in the Best of Taste,” sementara tujuan korporat terbaru yang diperkenalkan pada perayaan seratus tahunnya di 2022 adalah “Healthier days, Wellbeing for Life.”2

Fakta Singkat

Kategori Informasi
Perusahaan Ezaki Glico Co., Ltd.
Nama umum Glico
Bahasa Jepang 江崎グリコ株式会社
Didirikan 11 Februari 1922
Pendiri Riichi Ezaki
Asal Osaka, Japan
Industri Makanan & minuman, konfeksioneri, nutrisi
Dikenal karena Glico Caramel, Pocky, Pretz, Bisco, dan produk pangan lainnya
Filosofi perusahaan “A Wholesome Life in the Best of Taste”
Tujuan 2022 “Healthier days, Wellbeing for Life”
Karyawan 5.588 karyawan konsolidasi
Penjualan konsolidasi 2025 ¥361,39 miliar
Fasilitas manufaktur 13
Perusahaan luar negeri 19
Jejak internasional Jepang, Asia, Eropa, dan Amerika Utara

Data karyawan dan korporat di atas merupakan angka terbaru yang dipublikasikan Glico, sedangkan angka penjualan berlaku untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Desember 2025.3

Asal-usul dan Pendirian

Sejarah Glico bermula dari Riichi Ezaki, yang lahir di Prefektur Saga pada tahun 1882. Sebelum mendirikan perusahaan, Ezaki meneliti sifat-sifat nutrisi dari glikogen, yaitu zat yang berperan dalam penyimpanan energi pada makhluk hidup. Pada tahun 1919, ia memastikan bahwa kaldu tiram mengandung glikogen dalam jumlah besar.4

Berdasarkan catatan sejarah resmi Glico, motivasi penting muncul ketika putra Ezaki menderita tifus. Ia mengaitkan pemulihan putranya dengan konsumsi makanan yang mengandung glikogen, sehingga ia yakin bahwa pangan dapat memainkan peran vital dalam meningkatkan kesehatan manusia.5

Keyakinan tersebut mendorongnya mengembangkan karamel bernutrisi yang mengandung glikogen. Hasil inovasi inilah yang kemudian menjadi Glico Caramel, produk yang sekaligus menjadi asal nama perusahaan.

Produk ini pertama kali diuji pasarkan sebelum akhirnya dijual secara resmi di Mitsukoshi Department Store di Osaka pada tanggal 11 Februari 1922. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Glico.6

Dengan demikian, Glico pada awalnya tidak sekadar berdiri sebagai perusahaan permen. Konsep pendiriannya lebih dekat pada gagasan “kesehatan melalui pangan,” di mana konfeksioneri digunakan sebagai sarana penyampaian nutrisi dalam bentuk yang menarik.7

Ikon Pelari Glico yang Legendaris

Salah satu elemen paling ikonik dari merek Glico adalah sosok pelari dengan kedua tangan terangkat menuju garis finis.

Gambar ini telah menghiasi kemasan produk sejak masa awal perusahaan. Sosok tersebut melambangkan pelari yang melewati garis finis dan lekat dengan makna pencapaian, vitalitas, kesehatan, serta kemenangan. Kemasan asli Glico memadukan gambar pelari ini dengan identitas visual merah khas perusahaan serta karamel berbentuk hati.8

Seiring waktu, gambar tersebut berkembang melampaui fungsi kemasan semata dan bertransformasi menjadi simbol utuh dari Glico itu sendiri.

Wujud fisik paling terkenal dari ikon ini adalah papan reklame raksasa pelari Glico di Dotonbori, Osaka, yang kini menjadi salah satu tengara kota paling termasyhur.

Strategi Pemasaran Awal yang Unik

Glico tidak hanya inovatif dalam bidang pangan, tetapi juga dalam hal pemasaran dan pengalaman produk.

Sejak awal, Glico Caramel dikaitkan erat dengan dunia bermain anak-anak. Pada tahun 1922, perusahaan mulai menyertakan kartu bergambar di dalam kemasannya. Mainan kecil kemudian menyusul, dan pada tahun 1929 desain kemasan diubah sedemikian rupa sehingga mainan kecil ditempatkan di bagian atas kotak.9

Langkah ini mencerminkan keyakinan Ezaki bahwa aktivitas penting bagi anak-anak meliputi makan dan bermain.

Oleh karena itu, Glico mengembangkan cikal bakal konsep yang kini dikenal sebagai pemasaran berbasis pengalaman: konsumen tidak hanya membeli permen, melainkan juga mendapatkan hiburan.

Perusahaan ini bahkan bereksperimen dengan mesin penjual otomatis yang memutar film, membuktikan betapa agresifnya Glico menjajaki bentuk-bentuk baru dalam periklanan dan distribusi pada masa-masa awalnya.

Ekspansi Sebelum dan Sesudah Perang Dunia II

Sepanjang dekade 1920-an hingga 1930-an, Glico berekspansi melampaui pasar aslinya di Osaka. Perusahaan ini membangun pabrik-pabrik dan merambah pasar luar negeri, termasuk Tiongkok.10

Namun, Perang Dunia II membawa kehancuran besar bagi perusahaan.

Menjelang berakhirnya perang pada tahun 1945, fasilitas domestik maupun luar negeri milik Glico hancur lebur. Perusahaan praktis kehilangan seluruh aset fisiknya.11

Meski demikian, Glico berhasil bangkit kembali.

Pasca-perang, perusahaan menghidupkan kembali produk-produk seperti Bisco dan Glico Caramel, lalu berekspansi ke berbagai kategori baru. Produk-produk seperti Almond Chocolate, Pretz, Giant Cone, dan Pocky menjadi tambahan penting dalam portofolionya.12

Periode pembangunan kembali ini mengubah Glico dari perusahaan yang bertumpu pada satu jenis karamel ternama menjadi produsen pangan yang terdiversifikasi.

Kelahiran Pocky

Produk Glico yang paling mendunia kemungkinan besar adalah Pocky.

Pocky diluncurkan di Jepang pada tahun 1966, tepatnya 44 tahun setelah kemunculan Glico Caramel orisinal. Camilan ini terdiri dari stik biskuit renyah yang sebagian permukaannya dilapisi cokelat, menyisakan bagian ujung tanpa lapisan agar bisa dipegang tanpa mengotori jari.13

Produk ini dirancang berdasarkan ide sederhana namun sangat efektif:

Camilan berlapis cokelat yang bisa disantap dengan bersih dengan memegang ujung yang tidak dilapisi.

Nama Pocky berasal dari onomatope bahasa Jepang “pokkin pokkin,” yang merepresentasikan bunyi renyah saat camilan ini dipatahkan dan dimakan.14

Kombinasi antara:

  • biskuit
  • cokelat
  • bentuk yang praktis
  • cara makan yang bersih
  • kemasan yang mudah dibawa
  • bunyi patahan yang khas

…menjadikan Pocky memiliki identitas produk yang sangat mudah dikenali.

Transformasi Pocky Menjadi Merek Global

Pocky tidak langsung menjadi merek berskala dunia. Glico melakukan internasionalisasi secara bertahap.

Beberapa tonggak penting dalam proses tersebut meliputi:

  • 1970 — Thai Glico didirikan, menandai langkah signifikan ke pasar internasional.
  • 1982 — Glico memasuki Prancis/Eropa; Pocky dipasarkan di sana dengan nama MIKADO.
  • 1987 — Ekspansi ke Kanada.
  • 1995 — Shanghai Ezaki Glico Foods didirikan di Tiongkok.
  • 2003 — Ezaki Glico USA didirikan di California.
  • 2014 — Glico Indonesia didirikan.
  • 2017 — Glico Malaysia didirikan.15

Ekspansi bertahap ini membantu menjadikan Pocky sebagai salah satu merek camilan ekspor Jepang yang paling dikenal di dunia.

Menariknya, Pocky memiliki identitas berbeda di tiap pasar. Di sebagian besar Eropa, produk ini dijual dengan nama MIKADO, sementara di Tiongkok dikenal sebagai 百奇 (Bǎiqí).

Merek dan Produk Utama Lainnya

Meskipun Pocky merupakan ikon internasional perusahaan, portofolio Glico jauh lebih luas daripada sekadar Pocky.

Glico Caramel

Merupakan produk orisinal sekaligus asal nama perusahaan. Diperkenalkan pada tahun 1922, produk ini menetapkan konsep dasar Glico yang memadukan konfeksioneri dengan positioning nutrisi.16

Pocky

Camilan global perusahaan yang paling terkenal. Varian dasarnya berupa stik biskuit yang sebagian dilapisi cokelat, meskipun Glico telah mengembangkan banyak varian rasa dan edisi premium selama beberapa dekade.

Pretz

Merek camilan penting lainnya dari Glico yang terdiri dari stik biskuit mirip pretzel dengan cita rasa gurih atau berbumbu. Pretz diperkenalkan pada masa ekspansi produk pasca-perang dan menjadi salah satu produk bertahan lama milik Glico.17

Bisco

Produk biskuit legendaris di Jepang yang identik dengan nutrisi anak-anak dan camilan sehari-hari. Ini merupakan salah satu produk yang dihidupkan kembali oleh Glico setelah Perang Dunia II.18

Giant Cone

Produk es krim yang masuk ke dalam portofolio Glico pada masa ekspansi pasca-perang.19

Pucchin Purin

Produk puding terkenal di Jepang yang diluncurkan saat perusahaan berekspansi ke kategori hidangan penutup pada era 1970-an.20

Seventeen Ice

Produk populer lainnya dari lini bisnis hidangan penutup dan es krim Glico.21

Jadi, meski konsumen di luar Jepang mungkin menganggap “Glico = Pocky,” bisnis perusahaan di Jepang sebenarnya jauh lebih beragam.

Dari Perusahaan Konfeksioneri Menuju Grup Pangan

Glico secara bertahap melakukan diversifikasi melampaui permen dan biskuit.

Saat ini, lini bisnisnya mencakup:

Kesehatan & Pangan

  • pangan fungsional
  • produk nutrisi
  • produk pangan berorientasi kesehatan

Produk Olahan Susu

  • produk olahan susu
  • es krim dan produk terkait

Konfeksioneri Bernutrisi

  • Pocky
  • Pretz
  • Bisco
  • camilan dan permen lainnya

Bahan Pangan

  • bahan baku dan teknologi pangan terkait

Bisnis Lainnya

  • aktivitas terkait pangan tambahan di Jepang dan luar negeri.22

Diversifikasi ini krusial untuk memahami wajah modern Glico. Perusahaan ini kini lebih tepat disebut sebagai grup pangan dan nutrisi Jepang ketimbang sekadar produsen permen.

Filosofi Glico

Filosofi korporat Glico adalah:

“A Wholesome Life in the Best of Taste”

Filosofi ini menggabungkan dua gagasan yang telah hadir sepanjang sejarah perusahaan:

Kesehatan / Keutuhan
Pangan harus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan manusia.

Rasa / Kenikmatan
Makanan yang sehat atau bernutrisi juga harus menyenangkan untuk dikonsumsi.

Paduan ini bermula dari gagasan asli Riichi Ezaki tentang pemanfaatan pangan untuk menunjang kesehatan masyarakat.23

Pada tahun 2022, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Glico, grup ini memperkenalkan tujuan baru:

“Healthier days, Wellbeing for Life.”

Glico menggambarkan hal ini sebagai evolusi dari komitmen panjangnya terhadap kesehatan.24

Pendekatan Inovasi Glico

Inovasi secara historis merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Glico, yang mewujud dalam berbagai bentuk:

Inovasi Produk

Glico terus menciptakan varian rasa, format, dan kategori baru. Pocky sendiri adalah contoh nyata: perusahaan terus memperluas lini produk ini ke varian almon, stroberi, premium, dan lainnya setelah peluncuran perdananya.

Inovasi Kemasan

Kotak merah khas Glico dan kemasan merah Pocky merupakan elemen penting dalam pengenalan merek.

Inovasi Pemasaran

Perusahaan bereksperimen dengan:

  • mainan dalam kemasan
  • kartu bergambar
  • mesin penjual otomatis
  • periklanan nonkonvensional
  • kampanye yang dibangun berdasarkan cara konsumen menggunakan produk secara nyata.

Sebagai contoh, Glico mendapati bahwa konsumen menggunakan Pocky sebagai pengaduk minuman di kafe dan restoran, lalu mengubah perilaku ini menjadi sebuah kampanye pemasaran.25

Adaptasi Internasional

Glico juga menyesuaikan mereknya untuk pasar lokal alih-alih sekadar mengekspor produk Jepang apa adanya. Penggunaan nama MIKADO di Eropa dan 百奇 di Tiongkok adalah bukti nyata dari strategi ini.

Pocky Sebagai Merek Budaya

Pocky telah berkembang melampaui statusnya sebagai camilan biasa.

Bentuknya yang khas membuatnya sangat mudah dikenali, sementara konsep berbagi sebungkus camilan telah menjadi bagian penting dari positioning mereknya. Glico mendeskripsikan Pocky sebagai produk yang cocok untuk konsumsi pribadi maupun untuk dibagikan bersama teman.26

Hal ini tercermin dalam gagasan jangka panjang merek ini: “Share happiness!”

Glico juga meluncurkan Pocky Day pada tahun 2016 untuk merayakan ulang tahun ke-50 produk tersebut.

Tanggal 11 November (11/11) dipilih karena secara visual menyerupai empat batang Pocky, menjadikannya momen yang sangat relevan bagi merek ini.

Glico di Kancah Internasional

Bisnis internasional Glico telah berkembang pesat selama beberapa dekade. Operasi luar negerinya mencakup Asia, Eropa, dan Amerika Utara, dengan 19 perusahaan luar negeri menurut tinjauan korporat terbarunya.

Penjualan konsolidasi tahun 2025 menggambarkan skala geografis grup ini:

Wilayah Penjualan 2025
Jepang ¥270,688 miliar
Tiongkok ¥47,595 miliar
Asia Tenggara ¥20,194 miliar
AS ¥15,942 miliar
Wilayah lain ¥6,971 miliar
Total ¥361,390 miliar

Jepang tetap menjadi pasar terbesar sejauh ini, namun Tiongkok, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat merepresentasikan bisnis internasional yang signifikan.

Glico Saat Ini

Berdasarkan informasi korporat terbaru yang dipublikasikan, Glico memiliki:

  • 5.588 karyawan konsolidasi
  • Penjualan bersih konsolidasi sebesar ¥361,39 miliar untuk tahun 2025
  • 13 fasilitas manufaktur
  • 8 perusahaan domestik
  • 19 perusahaan luar negeri
  • operasi di Jepang, Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Portofolio perusahaan kini meluas jauh melampaui karamel orisinalnya. Bisnis modern Glico dapat dipahami secara luas melalui empat tema utama:

Pangan + Kesehatan + Rasa + Inovasi

Kombinasi tersebut pada hakikatnya merupakan evolusi dari gagasan yang dicetuskan Riichi Ezaki lebih dari seabad silam.

Linimasa

Tahun Peristiwa
1919 Riichi Ezaki meneliti glikogen dalam kaldu tiram.
1921 Glico Caramel dikembangkan dan diuji pasarkan.
1922 Glico Caramel mulai dijual di Mitsukoshi Osaka; tanggal pendirian Glico.
1922 Kartu bergambar mulai disertakan dalam produk Glico.
1927 Mainan kecil menggantikan kartu bergambar.
1929 Penempatan mainan diintegrasikan ke dalam desain kemasan baru.
1930-an Glico memperluas manufaktur dan aktivitas luar negeri.
1945 Perang Dunia II menghancurkan fasilitas domestik dan luar negeri Glico.
Pasca-1945 Glico membangun kembali dan menghidupkan kembali produk-produk utamanya.
1966 Pocky diluncurkan di Jepang.
1970 Thai Glico didirikan.
1970-an Glico berekspansi ke kategori hidangan penutup dan es krim.
1982 Ekspansi ke Prancis/Eropa; Pocky dijual sebagai MIKADO.
1987 Ekspansi ke Kanada.
1995 Shanghai Ezaki Glico Foods didirikan.
2003 Ezaki Glico USA didirikan.
2014 Glico Indonesia didirikan.
2016 Pocky merayakan 50 tahun; kampanye Pocky Day diluncurkan.
2017 Glico Malaysia didirikan.
2022 Glico merayakan ulang tahun ke-100 dan memperkenalkan “Healthier days, Wellbeing for Life.”
2025 Penjualan konsolidasi mencapai ¥361,39 miliar.

Apa yang Membuat Glico Berbeda?

Sejarah Glico tergolong unik karena merek ini dibangun di atas fondasi filosofi sebelum portofolio produknya terbentuk.

Proposisi orisinalnya pada intinya adalah:

“Pangan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.”

Gagasan tersebut kemudian termanifestasi dalam berbagai bentuk:

1922 — Glico Caramel
Nutrisi + konfeksioneri

Mainan anak dan kartu bergambar
Pangan + bermain

Pocky
Camilan + kepraktisan + berbagi sosial

Produk olahan susu dan hidangan penutup
Pangan + kenikmatan sehari-hari

Nutrisi dan pangan fungsional
Pangan + kesehatan

Glico Modern
Kesehatan + rasa + inovasi + kesejahteraan

Itulah sebabnya sejarah korporat Glico tidak dapat direduksi hanya sebagai perusahaan di balik Pocky semata.

Identitas Merek dalam Satu Kalimat

Jika harus diringkas dalam gaya ensiklopedia:

Glico (Ezaki Glico) adalah grup pangan dan konfeksioneri Jepang yang didirikan di Osaka pada tahun 1922 oleh Riichi Ezaki, paling dikenal secara internasional melalui Pocky dan Pretz, yang bisnisnya telah berevolusi dari Glico Caramel mengandung glikogen orisinal menjadi perusahaan pangan, olahan susu, konfeksioneri, nutrisi, dan bahan pangan global yang terdiversifikasi.

Glico sendiri menelusuri evolusi ini kembali ke tujuan pendiriannya, yakni meningkatkan kesehatan melalui pangan, sementara filosofi saat ini menekankan “A Wholesome Life in the Best of Taste.”

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait