Tentang Gucci
Gucci, secara resmi bernama Guccio Gucci S.p.A., adalah sebuah rumah mode mewah asal Italia yang didirikan pada tahun 1921 di Florence, Italia, oleh Guccio Gucci. Merek ini merupakan salah satu nama paling dikenal dalam industri barang mewah global, khususnya untuk produk kulit, tas tangan, sepatu, pakaian siap pakai, aksesori, perhiasan, jam tangan, wewangian, dan gaya hidup. Gucci kini berada di bawah naungan grup mewah Prancis, Kering.1 Hingga tahun 2026, Gucci memasuki era kreatif baru bersama Demna, yang menjabat sebagai Direktur Artistik sejak 2025 setelah menghabiskan satu dekade berkarier di Balenciaga.2 Situs web resmi Gucci dapat diakses melalui gucci.com.
Informasi Dasar
| Kategori | Informasi |
|---|---|
| Nama hukum lengkap | Guccio Gucci S.p.A. |
| Nama merek | Gucci |
| Tahun berdiri | 1921 |
| Pendiri | Guccio Gucci |
| Tempat berdiri | Florence, Italy |
| Industri | Mode mewah |
| Induk perusahaan | Kering |
| Kantor pusat | Florence, Italy |
| Produk utama | Barang kulit, tas tangan, sepatu, pakaian, aksesori, perhiasan, jam tangan, kecantikan, dekorasi |
| Direktur Artistik Saat Ini | Demna |
| CEO Saat Ini | Stefano Cantino |
| Presiden & CEO (catatan Kering) | Francesca Bellettini tercatat oleh Kering sebagai Presiden dan CEO dalam halaman sejarah Gucci |
| Identitas Utama | Kerajinan tangan Italia + inovasi mode |
| Paling Dikenal Sebagai | Monogram GG, Horsebit, Bamboo, Jackie, Flora, garis Web hijau-merah-hijau |
Judul kepemimpinan dapat berubah selama masa transisi korporasi; halaman Gucci terkini dari Kering menyebutkan Demna sebagai Direktur Artistik dan mencatat penunjukan Francesca Bellettini sebagai Presiden dan CEO pada tahun 2025, sementara laporan terkini lainnya mengidentifikasi Stefano Cantino sebagai CEO.3
Asal Usul Gucci
Sejarah Gucci bermula dari sosok Guccio Gucci, yang lahir di Florence pada tahun 1881. Saat masih muda, Guccio pindah ke London dan bekerja di The Savoy hotel. Pengalamannya berinteraksi dengan wisatawan internasional kaya, serta keterpaparannya terhadap barang bawaan bergaya Inggris yang halus dan dunia kemewahan, sangat memengaruhi bisnis yang kelak ia bangun.
Setelah kembali ke Florence, ia akhirnya membuka tokonya sendiri. Pada tahun 1921, Guccio Gucci membuka butik Gucci pertamanya di Via della Vigna Nuova, Florence, yang pada awalnya mengkhususkan diri pada koper dan barang-barang kulit.4 Asal usul ini penting karena identitas Gucci tidak pernah sekadar menjadi “mode Italia” semata. Sejak awal, merek ini memadukan:
- Kerajinan tangan khas Florence
- Teknik pengolahan kulit Italia
- Keanggunan bergaya Inggris
- Dunia perjalanan
- Budaya berkuda
- Gaya hidup mewah dan aristokrat
Perpaduan tersebut kemudian menjadi fondasi bahasa visual Gucci.
Sejarah Awal: 1921–1940-an
Selama beberapa dekade pertama, Gucci sangat berfokus pada koper, aksesori perjalanan, tas tangan, dan barang-barang kulit. Perusahaan ini membangun reputasi kuat berkat kualitas kerajinan tangannya yang tinggi.
Menjelang akhir 1930-an, Gucci mulai memperkenalkan kanvas ke dalam lini produknya. Pola Diamante, yang menampilkan motif berlian berulang, menjadi salah satu tanda tangan visual awal rumah mode ini dan kelak menginspirasi terciptanya kanvas monogram GG yang terkenal.5
Perang Dunia II dan Kelangkaan Material
Kelangkaan material tradisional selama Perang Dunia II memaksa Gucci untuk bereksperimen dengan bahan alternatif. Periode ini mendorong pengembangan material dan teknik konstruksi yang tidak lazim, sebuah pendekatan yang kelak menjadi ciri khas filosofi desain Gucci.
Tas Bamboo
Salah satu kreasi Gucci yang paling legendaris adalah tas Bamboo. Model asli Bamboo diperkenalkan pada tahun 1947. Gucci menggunakan bambu untuk pegangan tas, sebagian karena kelangkaan material akibat perang, dan sebagian lagi karena bahan tersebut dapat dibentuk serta dipoles menjadi siluet yang elegan. Hasilnya menjadi salah satu ikon abadi Gucci.
Tas Bamboo memiliki signifikansi khusus karena mendemonstrasikan prinsip desain penting Gucci:
Mengubah solusi material praktis menjadi tanda tangan kemewahan.
Kering mengakui Bamboo 1947 sebagai salah satu klasik bersejarah Gucci.5
Kebangkitan Keluarga Gucci
Setelah Guccio Gucci mendirikan bisnisnya, putra-putranya memegang peranan semakin vital dalam ekspansi perusahaan. Di antara mereka, Aldo Gucci memainkan peran krusial dalam mengubah bisnis barang kulit Florence menjadi merek mewah internasional.
Pada periode pascaperang, Gucci berekspansi melampaui Florence dan mengembangkan basis klien yang mencakup:
- Kaum aristokrat
- Selebritas Hollywood
- Wisatawan kaya
- Sosialita
- Tokoh jet-set internasional
Gucci pun tidak lagi hanya diasosiasikan dengan barang kulit, melainkan dengan keseluruhan gaya hidup mewah.
Ekspansi Internasional
Tonggak sejarah penting terjadi pada tahun 1953, ketika Gucci membuka toko pertamanya di New York City. Peristiwa ini menandai dimulainya ekspansi internasional besar-besaran.6
Keberadaan di New York sangat strategis karena Amerika Serikat sedang bertransformasi menjadi salah satu pasar konsumen paling berpengaruh di dunia. Gucci semakin lekat dengan dunia glamor yang menggabungkan:
Italia + Hollywood + Perjalanan + Kekayaan + Budaya Selebritas.
Asosiasi ini kelak menjadi salah satu aset pemasaran terbesar bagi merek tersebut.
Produk Ikonik Gucci
Gucci telah menciptakan banyak produk yang tingkat pengenalannya melampaui batas industri mode itu sendiri.
Bamboo 1947
Diperkenalkan pada tahun 1947, tas Bamboo dibedakan oleh pegangan bambunya yang melengkung. Tas ini merepresentasikan koneksi historis Gucci terhadap kerajinan tangan dan eksperimen material.5
Loafer Horsebit
Loafer Horsebit 1953 diluncurkan pada tahun yang sama dengan pembukaan toko New York. Detail logam berbentuk kekang kuda merujuk pada hubungan panjang Gucci dengan budaya berkuda. Loafer ini kemudian menjadi salah satu desain alas kaki mewah paling abadi dalam sejarah mode.6
Jackie
Tas tangan Jackie menjadi ikon utama lainnya bagi Gucci. Silsilah tas ini bermula dari era 1960-an dan sangat erat kaitannya dengan para selebritas, termasuk Jackie Kennedy, yang penggunaan gayanya membantu mempopulerkan nama tas tersebut.
Flora
Motif Flora, yang diperkenalkan pada 1960-an, menjadi salah satu pola dekoratif Gucci yang paling mudah dikenali. Desain bunga berwarna-warninya memberikan kontras terhadap elemen maskulin seperti motif berkuda dan monogram rumah mode ini.
Monogram GG
Huruf GG yang saling mengunci merupakan inisial dari Guccio Gucci. Simbol ini akhirnya berkembang menjadi salah satu monogram mewah paling dikenal di seluruh dunia.
Garis Web Hijau-Merah-Hijau
Ciri khas penting lainnya dari Gucci adalah garis Web hijau-merah-hijau. Asal-usulnya berkaitan dengan warisan berkuda rumah mode ini serta warna-warna yang digunakan pada peralatan pelana tradisional.
Seiring waktu, garis ini menjadi singkatan visual bagi Gucci. Varian garis ini dapat ditemukan pada berbagai produk:
- Tas tangan
- Sepatu
- Ikat pinggang
- Koper
- Pakaian
- Aksesori
Garis ini berfungsi hampir seperti logo visual bahkan ketika kata GUCCI itu sendiri tidak ditampilkan.
Masuk ke Pakaian Siap Pakai
Gucci awalnya membangun reputasinya melalui barang-barang kulit, namun akhirnya berekspansi ke ranah pakaian. Perusahaan mulai memproduksi pakaian siap pakai pada pertengahan 1960-an dan membuka toko pakaian khusus di 699 Fifth Avenue, New York, pada tahun 1972.7
Transformasi ini sangat penting. Gucci bukan lagi sekadar perusahaan barang kulit mewah, melainkan bertransformasi menjadi rumah mode yang utuh. Semesta produknya meluas mencakup:
- Pakaian wanita
- Pakaian pria
- Sepatu
- Tas tangan
- Aksesori
- Syal
- Perhiasan
- Jam tangan
- Wewangian
- Produk rumah tangga
Konflik Keluarga Gucci
Keluarga Gucci kemudian mengalami konflik internal serius yang melibatkan kepemilikan, manajemen, dan suksesi. Menjelang akhir 1980-an dan awal 1990-an, keluarga Gucci semakin kehilangan kendali atas bisnis mereka.
Periode ini menjadi titik balik karena Gucci sedang bertransisi dari perusahaan Italia yang dikendalikan keluarga menjadi korporasi mewah global yang dikelola secara profesional.
Era Tom Ford: 1994–2004
Salah satu titik balik terpenting dalam sejarah modern Gucci terjadi pada tahun 1994, ketika Tom Ford diangkat menjadi Direktur Kreatif.8
Ford mengubah citra Gucci secara radikal. Sebelum kedatangannya, Gucci memiliki warisan yang kaya namun kesulitan menemukan identitas modernnya. Ford memperkenalkan estetika yang jauh lebih:
- Sensual
- Glamor
- Provokatif
- Minimalis
- Bermuatan seksual
Gucci di bawah arahannya identik dengan glamor inspirasi era 70-an, jahitan tajam, kulit, detail metalik, dan iklan yang provokatif. Pendekatan ini memberikan pengaruh yang sangat besar.
Signifikansi Tom Ford
Ford membuktikan bahwa sebuah merek mewah berwarisan dapat diinterpretasikan ulang alih-alih sekadar dilestarikan. Hal ini menjadi model bagi industri mewah modern:
Warisan menyediakan fondasi; direktur kreatif menyediakan identitas kontemporer.
Bergabung dengan Kering
Pada tahun 1999, Gucci menjadi bagian dari apa yang kini dikenal sebagai Kering, grup mewah Prancis yang juga menaungi merek-merek seperti Saint Laurent, Balenciaga, Bottega Veneta, dan lainnya.
Langkah ini mengubah struktur korporasi Gucci secara substansial. Gucci tetap mempertahankan identitas dan warisannya sebagai rumah mode Italia, namun menjadi bagian dari portofolio mewah multinasional. Distingsi ini penting untuk dipahami:
Gucci berasal dari Italia dan memiliki identitas budaya Italia, namun induk perusahaannya berasal dari Prancis.
Era Frida Giannini: 2006–2014
Setelah Tom Ford, Frida Giannini menjabat sebagai Direktur Kreatif Gucci pada tahun 2006.
Giannini menekankan kode-kode historis Gucci sembari memberikannya interpretasi yang lebih halus dan feminin. Ia banyak bereksplorasi dengan:
- Flora
- Bamboo
- Horsebit
- Cetak arsip
- Barang kulit
- Glamor Italia
Masa kepemimpinannya membantu memperkuat gagasan bahwa Gucci mampu memodernisasi diri tanpa meninggalkan arsipnya.
Era Alessandro Michele: 2015–2022
Salah satu transformasi paling dramatis Gucci terjadi di bawah arahan Alessandro Michele, yang menjadi Direktur Kreatif pada tahun 2015.
Michele mengubah total bahasa visual Gucci. Alih-alih minimalisme sensual ala Tom Ford, Michele memperkenalkan estetika yang jauh lebih:
- Maksimalis
- Romantis
- Eklektik
- Fluida gender
- Bernuansa vintage
- Intelektual
- Eksentrik
Gucci di bawah asuhannya kerap memadukan referensi historis dengan budaya jalanan kontemporer.
Gucci di Bawah Michele
Merek ini menjadi terkenal karena:
- Siluet kebesaran
- Referensi vintage
- Motif bunga
- Bordir
- Aksesori eksentrik
- Gaya maksimalis
- Mode fluida gender
- Peragaan busana yang rumit
- Kolaborasi selebritas yang kuat
Produk-produk seperti ikat pinggang Gucci GG, sneakers Ace, tas Dionysus, loafer Princetown, dan banyak lainnya menjadi fenomena budaya.
Gucci dan Budaya Populer
Gucci era Michele menjadi sangat berpengaruh di media sosial dan di kalangan konsumen mewah muda. Gucci tidak lagi dipresentasikan sekadar sebagai “kemewahan Italia lama”, melainkan campuran dari:
Warisan + Ironi + Budaya Pemuda + Seni + Selebritas + Budaya Internet.
Hal ini menjadikan Gucci salah satu merek mewah yang paling terlihat secara kultural pada dekade 2010-an.
Gucci dan Selebritas
Budaya selebritas selalu memainkan peran utama dalam visibilitas Gucci. Selama beberapa dekade, Gucci telah diasosiasikan dengan tokoh-tokoh besar di bidang:
- Hollywood
- Musik
- Mode
- Olahraga
- Seni
- Hiburan
Hubungan ini bersifat saling menguntungkan. Para selebritas mendapatkan akses ke estetika mewah yang langsung dikenali, sementara Gucci memperoleh relevansi kultural dan eksposur masif. Rumah mode ini juga menjalin hubungan erat dengan aktor, musisi, dan tokoh budaya lainnya melalui kampanye, penampilan di runway, dan peran duta merek.
Film House of Gucci
Sejarah Gucci juga menjadi subjek film tahun 2021 berjudul House of Gucci, yang disutradarai oleh Ridley Scott. Film ini mendramatisasi konflik internal keluarga Gucci serta pembunuhan Maurizio Gucci pada tahun 1995.
Film ini dibintangi oleh:
- Lady Gaga
- Adam Driver
- Al Pacino
- Jeremy Irons
- Jared Leto
Meskipun membawa sejarah keluarga Gucci yang rumit ke audiens global yang luas, film ini harus dipandang sebagai interpretasi dramatis, bukan catatan dokumenter dari sejarah Gucci yang sebenarnya.
Sabato De Sarno: 2023–2025
Setelah kepergian Alessandro Michele, Sabato De Sarno ditunjuk sebagai Direktur Kreatif Gucci pada tahun 2023. Sejarah resmi Gucci mencatat masa jabatannya dimulai pada tahun tersebut.1213
De Sarno mengarahkan Gucci menuju bahasa mode yang lebih ramping dan kontemporer. Koleksi debutnya, Ancora, menekankan pada:
- Warna burgundy/merah
- Jahitan yang halus
- Siluet modern
- Sensualitas yang bersahaja
- Kode-kode arsip Gucci
Namun, periode kepemimpinannya tergolong singkat.
Era Demna: 2025–Sekarang
Pada tahun 2025, Gucci menunjuk Demna sebagai Direktur Artistiknya.9 Ini merupakan babak kreatif terkini hingga tahun 2026.
Sebelumnya, Demna menghabiskan sekitar satu dekade di Balenciaga, di mana ia menjadi salah satu desainer paling berpengaruh dalam mode kontemporer. Gucci menggambarkan pendekatannya sebagai upaya memandang masa depan melalui masa lalu—pada dasarnya menggunakan arsip dan warisan Gucci sebagai bahan baku untuk identitas kreatif baru.10 Hal ini menjadikan era Demna sangat menarik karena Gucci sekali lagi berupaya menemukan kembali dirinya sambil tetap mempertahankan kode-kode historisnya.11
Bahasa Desain Gucci
Jika ingin merangkum identitas visual Gucci, terdapat beberapa elemen yang muncul secara berulang:
1. Monogram GG
Kemungkinan merupakan simbol grafis Gucci yang paling mudah dikenali.
2. Horsebit
Referensi terhadap dunia berkuda dan salah satu bahasa desain tertua Gucci.
3. Bamboo
Terutama diasosiasikan dengan tas tangan Bamboo.
4. Web Hijau-Merah-Hijau
Salah satu garis khas rumah mode ini.
5. Flora
Motif bunga berwarna-warni yang melekat pada Gucci sejak 1960-an.
6. Interlocking G
Logo double-G terkenal yang berasal dari inisial Guccio Gucci.
7. Kerajinan Tangan Italia
Pengolahan kulit dan produksi artisanal tetap menjadi inti identitas Gucci.
8. Eklektisisme
Gucci kerap menggabungkan pengaruh-pengaruh yang tampak bertentangan:
Tradisional + Modern
Maskulin + Feminin
Formal + Kasual
Italia + Internasional
Warisan + Eksperimen
Portofolio Produk Gucci
Saat ini, Gucci jauh lebih dari sekadar produsen tas tangan. Semesta produknya meliputi:
Mode
- Pakaian siap pakai wanita
- Pakaian siap pakai pria
- Pakaian luar
- Rajutan
- Jas dan setelan
- Denim
Barang Kulit
- Tas tangan
- Tas bahu
- Tote bag
- Ransel
- Koper
- Barang kulit kecil
Sepatu
- Loafer
- Sneakers
- Boots
- Sandal
- Hak tinggi
Aksesori
- Ikat pinggang
- Dompet
- Syal
- Topi
- Kacamata hitam
- Sarung tangan
Perhiasan
- Perhiasan halus
- Perhiasan fashion
Jam Tangan
- Jam tangan Gucci
Kecantikan
- Wewangian
- Kosmetik
- Produk kecantikan lainnya
Gaya Hidup
- Dekorasi rumah
- Peralatan makan
- Objek gaya hidup pilihan
Gucci sendiri mendeskripsikan penawaran kontemporernya mencakup pakaian siap pakai, barang kulit, sepatu, tas, perhiasan, jam tangan, dekorasi, dan lainnya.11
Model Bisnis Gucci
Gucci beroperasi di ujung mewah industri mode. Model bisnisnya dibangun di atas beberapa pilar:
Nilai Merek
Pelanggan tidak hanya membayar untuk material dan manufaktur, tetapi juga untuk nama, desain, warisan, dan status kultural Gucci.
Ritel Langsung
Gucci mengoperasikan toko-toko yang dikelola langsung di seluruh dunia. Kering melaporkan bahwa toko yang dioperasikan langsung mewakili 92% dari total penjualan Gucci pada tahun 2025.16
Kelangkaan dan Eksklusivitas
Merek mewah sengaja mempertahankan unsur kelangkaan. Tujuannya bukan memaksimalkan unit yang terjual seperti perusahaan mode pasar massal, melainkan memaksimalkan nilai persepsi setiap produk dan daya tarik keseluruhan merek.
Koleksi Musiman
Gucci terus memperkenalkan koleksi mode baru sembari mempertahankan produk-produk ikoniknya. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk menggabungkan:
Kebaruan + Warisan.
Skala Finansial Gucci
Gucci tetap menjadi salah satu merek terpenting bagi Kering. Menurut laporan keuangan Kering tahun 2025, Gucci menghasilkan pendapatan sekitar €5,992 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan €7,650 miliar pada tahun 2024. Kering melaporkan penurunan sebesar 22% secara tahunan berdasarkan angka yang dilaporkan.16
Kering juga mencatat sekitar 17.497 karyawan setara penuh waktu rata-rata untuk Gucci pada tahun 2025.17
Angka-angka ini menunjukkan skala masif Gucci sekaligus tantangan yang dihadapi merek ini saat menjalani transisi kreatif dan strategis lainnya.
Hubungan Gucci dengan Kering
Kering bertindak sebagai induk perusahaan. Hubungan keduanya dapat dipahami secara sederhana sebagai berikut:
Kering
↓
Gucci
↓
Mode, barang kulit, sepatu, aksesori, kecantikan, jam tangan, gaya hidup
Gucci adalah salah satu rumah unggulan dalam portofolio mewah Kering. Kering menyediakan infrastruktur korporasi, alokasi modal, dan sumber daya tingkat grup, sementara Gucci mempertahankan identitas merek, arah kreatif, dan pengembangan produknya sendiri.18
Mengapa Gucci Sangat Bernilai
Aset terbesar Gucci bukanlah tas tangan tertentu, melainkan identitas Gucci itu sendiri. Merek ini telah mengakumulasi lebih dari satu abad asosiasi kultural:
Florence → Kerajinan Tangan → Kulit → Perjalanan → Berkuda → Hollywood → Selebritas → Mode → Budaya Pemuda → Kemewahan Kontemporer
Sangat sedikit merek mode yang berhasil mengakumulasi begitu banyak asosiasi kultural yang berbeda. Itulah sebabnya produk Gucci sering kali dapat dikenali bahkan tanpa adanya kata “Gucci”.
Direktur Kreatif Utama Gucci
Linimasa penyederhanaan kepemimpinan kreatif Gucci adalah sebagai berikut:
| Periode | Kepemimpinan Kreatif | Karakter Umum |
|---|---|---|
| 1921–1950-an | Keluarga Gucci / pendiri | Barang kulit & perjalanan |
| 1960-an–1980-an | Keluarga Gucci / tim desain | Kemewahan internasional |
| 1994–2004 | Tom Ford | Seksi, glamor, provokatif |
| 2006–2014 | Frida Giannini | Warisan feminin yang halus |
| 2015–2022 | Alessandro Michele | Maksimalis, eklektik, romantis |
| 2023–2025 | Sabato De Sarno | Modern, ramping, kontemporer |
| 2025–sekarang | Demna | Arsip, disruptif, kontemporer |
Linimasa sejarah Gucci sendiri mengonfirmasi suksesi Tom Ford, Frida Giannini, Alessandro Michele, Sabato De Sarno, dan Demna.14
Gucci Dibandingkan Merek Mewah Lainnya
Gucci menempati posisi yang agak unik di antara rumah-rumah mewah besar.
| Merek | Asosiasi Historis Terkuat |
|---|---|
| Gucci | Kemewahan Italia, barang kulit, mode eklektik |
| Louis Vuitton | Perjalanan, koper trunk, monogram, kemewahan Prancis |
| Hermès | Kerajinan tangan luar biasa, kulit, eksklusivitas |
| Chanel | Keanggunan Paris, feminitas, tweed, quilting |
| Dior | Couture, feminitas, mode Paris |
| Prada | Minimalisme intelektual, inovasi |
| Saint Laurent | Rock, jahitan, sensualitas |
| Bottega Veneta | Kerajinan kulit, kemewahan bersahaja |
| Balenciaga | Mode kontemporer avant-garde |
Keunggulan khas Gucci terletak pada kemampuannya memadukan logo dan motif warisan yang sangat mudah dikenali dengan mode eksperimental.
Kepribadian Merek Gucci
Jika Gucci diibaratkan sebagai seseorang, kepribadian mereknya dapat dideskripsikan sebagai:
Percaya Diri
Glamor
Eksentrik
Italia
Kreatif
Mewah
Provokatif
Playful
Sadar Status
Futuristik dalam Mode
Hal ini berbeda dari merek seperti Hermès, yang kepribadiannya lebih tertahan dan berfokus pada kerajinan tangan. Gucci umumnya jauh lebih ekspresif secara visual.
Kekuatan Terbesar Gucci
Kekuatan utamanya bisa dibilang adalah pengenalan merek. Logo GG, garis Web, Horsebit, Bamboo, dan kode-kode lainnya membuat Gucci langsung dapat diidentifikasi. Ini memberikan keuntungan besar bagi Gucci dalam aspek:
- Mode
- Media sosial
- Budaya selebritas
- Periklanan
- Desain produk
- Pasar jual kembali
- Budaya pop
Rumah mode ini telah menghabiskan lebih dari 100 tahun untuk membangun asosiasi-asosiasi tersebut.17
Tantangan Terbesar Gucci
Kekuatan yang sama juga menciptakan tantangan. Karena Gucci sangat mudah dikenali, merek ini harus terus menyeimbangkan:
Warisan vs. Inovasi
Eksklusivitas vs. Aksesibilitas
Produk Klasik vs. Produk Baru
Kesuksesan Komersial vs. Kredibilitas Artistik
Pengenalan Logo vs. Desain Canggih
Oleh karena itu, setiap direktur kreatif baru menghadapi pertanyaan mendasar yang sama:
Bagaimana cara membuat Gucci terasa baru tanpa membuatnya berhenti terasa seperti Gucci?
Ini merupakan salah satu isu sentral dalam memahami sejarah terkini merek ini.
Posisi Gucci Saat Ini pada Tahun 2026
Hingga Agustus 2026, Gucci sedang menjalani transformasi besar lainnya. Kedatangan Demna pada tahun 2025 menandai babak kreatif baru, di mana Kering secara eksplisit mendeskripsikan strateginya sebagai upaya merevitalisasi warisan Gucci melalui bahasa estetika kontemporer yang kuat.10
Di saat yang sama, hasil keuangan menunjukkan bahwa merek ini sedang berada di bawah tekanan: Pendapatan Gucci tahun 2025 turun 22% secara tahunan menjadi €5,992 miliar.16
Jadi, Gucci saat ini secara simultan merupakan:
- Salah satu merek mewah paling terkenal di dunia;
- Pilar utama Kering;
- Rumah mode dengan warisan lebih dari 100 tahun;
- Merek yang sedang menjalani penemuan kembali kreatif;
- Perusahaan yang berupaya memulihkan momentum komersial yang lebih kuat.
Ringkasan Identitas
Gucci adalah rumah mode mewah Italia yang didirikan di Florence, berevolusi dari toko barang kulit dan koper tahun 1921 menjadi ikon mode global dengan terus-menerus menemukan kembali warisannya melalui kerajinan tangan, simbol-simbol khas, desainer berpengaruh, budaya selebritas, dan kreativitas kontemporer.
Kisah Gucci dalam 10 Tanggal Penting
1921 — Guccio Gucci membuka toko pertamanya di Florence.
1947 — Tas Bamboo diperkenalkan.
1953 — Toko pertama di New York dibuka; loafer Horsebit diluncurkan.
1960-an — Profil selebritas internasional Gucci meningkat; Flora dan kode khas lainnya muncul.
1970-an — Ekspansi pakaian siap pakai dan mode internasional berakselerasi.
1994 — Tom Ford menjadi Direktur Kreatif.
1999 — Gucci bergabung dengan Kering.
2015 — Alessandro Michele menjadi Direktur Kreatif.
2023 — Sabato De Sarno menjadi Direktur Kreatif.
2025 — Demna menjadi Direktur Artistik, memulai babak kreatif Gucci saat ini.15
References
- History of GUCCI | GUCCI® INT
- Gucci | Couture & Leather Goods | Kering
- Gucci
- History of GUCCI | GUCCI® CA
- Gucci | Couture & Leather Goods | Kering
- Kering.com – Maison Gucci | Kering
- Gucci | Maison Gucci | Kering
- Kering.com – Maison グッチ | Kering
- History – Gucci Careers
- Kering – Press Release – First-quarter 2025 revenue
- Demna appointed Artistic Director of Gucci | Kering
- Meet The New Gucci Designer, Sabato De Sarno | Vogue
- Sabato De Sarno appointed Creative Director of Gucci | Kering
- GUCCI – Museo del Marchio Italiano
- History – Gucci Careers
- Gucci Financials | Fashionbi
- GUCCI历史传承-古驰品牌历史-古驰GUCCI中国官方网站
- 关于古驰GUCCI-古驰品牌-古驰GUCCI中国官方网站





