I Indonesia Brand Wiki

Tentang Kraft

Kraft adalah merek makanan asal Amerika Serikat yang berakar pada industri keju awal abad ke-20. Sejarah merek ini bermula dari James Lewis Kraft yang memulai usaha distribusi keju grosir di Chicago pada tahun 1903. Selama lebih dari satu abad, nama Kraft identik dengan keju olahan, irisan keju, makaroni dan keju, saus salad, serta berbagai makanan kemasan lainnya.

Saat ini, penting untuk membedakan antara Kraft sebagai merek konsumen dengan bekas korporasi Kraft Foods Inc. Konglomerasi Kraft Foods lama telah dipecah pada dekade 2010-an. Kini, produk keju dan kelontong bermerek Kraft di Amerika Serikat dan Kanada berada di bawah naungan The Kraft Heinz Company, sementara sejumlah merek lain yang dulunya milik Kraft Foods menjadi bagian dari Mondelēz International. 1

Infobox

Informasi Keterangan
Nama Merek Kraft
Asal United States
Didirikan 1903
Pendiri James L. Kraft
Industri Awal Distribusi dan produksi keju
Basis Awal Chicago, Illinois
Kategori Utama Makanan kemasan dan produk susu
Dikenal Karena Keju, keju olahan, Kraft Singles, makaroni & keju
Induk Perusahaan Saat Ini The Kraft Heinz Company (untuk produk bermerek Kraft utama di AS/Kanada)
Pendahulu Historis J.L. Kraft & Bros. Company
Produk/Merek Historis Terkenal Kraft Singles, Kraft Macaroni & Cheese, Velveeta, Philadelphia, Miracle Whip

Kepemilikan perusahaan bervariasi tergantung negara serta masing-masing produk atau merek.

Sejarah

1903: Awal Mula

Kisah Kraft bermula dari James L. Kraft, seorang pengusaha kelahiran Kanada yang pindah ke Amerika Serikat dan mulai berjualan keju di Chicago pada tahun 1903. Pada awalnya, ia menjalankan bisnis distribusi grosir dengan menggunakan kereta kuda untuk mengirimkan keju ke para pengecer lokal. 2

Masalah mendasar yang dihadapi Kraft dalam bisnis ini adalah daya tahan produk. Keju sulit diangkut dan disimpan, sehingga pengecer harus sering melakukan pengadaan ulang. Usaha Kraft berupaya menjadikan proses distribusi lebih praktis dan andal.

Tahun pertama operasionalnya dilaporkan sangat berat; catatan sejarah menyebutkan bahwa Kraft mengalami kerugian sekitar $3.000 beserta kudanya. Namun demikian, bisnis ini akhirnya berhasil berkembang. 3

1909: J.L. Kraft & Bros.

Pada tahun 1909, empat saudara laki-laki Kraft—Charles, Fred, Norman, dan John—bergabung dalam usaha tersebut, dan perusahaan berganti nama menjadi J.L. Kraft & Bros. Company. 4

Periode ini menandai transformasi Kraft dari distributor keju skala kecil menjadi produsen dan perusahaan makanan yang sedang berkembang.

1914–1916: Keju Olahan

Salah satu inovasi terpenting Kraft adalah pengembangan metode produksi keju olahan pasteurisasi.

Pada tahun 1914, perusahaan mengakuisisi pabrik keju pertamanya di Stockton, Illinois, yang memungkinkannya memproduksi produk keju sendiri. Pada tahun 1915, Kraft mulai memproduksi keju olahan dalam kaleng. James Kraft memperoleh paten AS untuk proses ini pada tahun 1916. 5

Inovasi ini sangat signifikan karena keju olahan memiliki masa simpan yang lebih lama dan konsistensi yang lebih baik dibandingkan banyak jenis keju tradisional. Teknologi tersebut juga memudahkan pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan keju.

Produk ini terbukti bermanfaat selama Perang Dunia I, ketika Kraft memasok keju olahan dalam jumlah besar untuk ransum militer. 6

Ekspansi

Selama dekade 1920-an, Kraft berekspansi melampaui operasi awalnya di Chicago.

Menjelang tahun 1914, perusahaan telah menjual 31 varian keju di seluruh Amerika Serikat. Ekspansi internasional juga dimulai, mencakup kegiatan operasi dan penjualan di Eropa serta Australia. 7

Kraft juga dikenal karena strategi periklanannya yang agresif dan inovatif. Perusahaan memanfaatkan iklan nasional, papan reklame, dan bentuk pemasaran massal baru lainnya untuk membangun pengenalan konsumen terhadap nama Kraft. 8

1924

Pada tahun 1924, J.L. Kraft & Bros. Company mengubah namanya menjadi Kraft Cheese Company dan resmi menjadi perusahaan publik. 9

1928: Philadelphia dan Kraft-Phenix

Perkembangan besar terjadi pada tahun 1928 ketika Kraft Cheese Company merger dengan Phenix Cheese Corporation, yang dikenal melalui krim keju Philadelphia.

Entitas hasil penggabungan ini bernama Kraft-Phenix Cheese Corporation. 10

Langkah ini membantu Kraft melangkah melampaui keju biasa menuju portofolio produk susu dan makanan kemasan yang lebih luas.

1930: Akuisisi oleh National Dairy

Pada tahun 1930, National Dairy Products Corporation mengakuisisi Kraft-Phenix. Akibatnya, Kraft menjadi bagian dari organisasi makanan yang jauh lebih besar. 11

Meskipun demikian, Kraft tetap beroperasi sebagai entitas bisnis dan merek yang mudah dikenali dalam struktur korporasi yang lebih luas tersebut.

Menjelang awal 1930-an, Kraft-Phenix telah menjadi kekuatan utama di pasar keju Amerika. Encyclopedia of Chicago mencatat bahwa perusahaan ini memasok sekitar 40% keju yang dikonsumsi di Amerika Serikat pada periode tersebut. 12

Diversifikasi

Walaupun keju tetap menjadi inti identitas Kraft, perusahaan semakin memperluas jangkauan ke kategori makanan lain.

Pada tahun 1945, bisnis ini mengganti namanya menjadi Kraft Foods Company, mencerminkan portofolio produk yang semakin beragam. 13

Produk dan merek yang terkait dengan organisasi Kraft selama beberapa dekade berikutnya meliputi:

  • Keju olahan
  • Olesan keju
  • Irisan keju
  • Makaroni dan keju
  • Saus salad
  • Mayones
  • Margarin
  • Krim keju
  • Makanan kemasan lainnya

Beberapa nama terkenal yang bernaung di bawah organisasi Kraft secara historis antara lain Velveeta, Philadelphia, dan Miracle Whip. 14

Kraft Singles

Salah satu produk Kraft yang paling ikonik adalah Kraft Singles, yaitu irisan keju olahan yang dibungkus satuan.

Sejarah keju iris Kraft bermula dari eksperimen yang dilakukan oleh Norman Kraft, adik dari James Kraft. Pada tahun 1935, Norman mengembangkan metode pembuatan irisan keju, dan pengembangan selanjutnya memungkinkan produksi berkelanjutan. 15

Kraft memperkenalkan keju iris dalam kemasan komersial pada dekade 1950-an, dan Kraft Singles dalam format bungkus satuan mulai tersedia di toko-toko pada tahun 1965. 16

Produk ini kemudian lekat dengan hidangan seperti roti lapis keju panggang ala Amerika, burger, dan makanan praktis lainnya.

Kraft Macaroni & Cheese

Produk utama lain yang identik dengan nama Kraft adalah Kraft Macaroni & Cheese.

Konsep makaroni dan keju dalam kemasan muncul pada dekade 1930-an, menggabungkan pasta kering dengan keju olahan. Produk ini sangat sesuai dengan era ketika konsumen menginginkan hidangan yang murah, praktis, dan tahan lama. 17

Produk ini kemudian menjadi salah satu makanan kemasan yang paling dikenal di Amerika Utara.

Di Kanada, produk ini khususnya terkenal dengan nama Kraft Dinner (KD). 18

Evolusi Korporasi

Sejarah korporasi Kraft cukup kompleks karena merek Kraft dan korporasi Kraft Foods bukanlah entitas yang sama.

1969

National Dairy Products mengganti nama korporasinya menjadi Kraftco Corporation. 19

1976

Kraftco berganti nama menjadi Kraft, Inc. 20

1980

Kraft merger dengan Dart Industries, membentuk Dart & Kraft.

Kedua perusahaan kembali berpisah pada tahun 1986. 21

1988–1989

Pada tahun 1988, Kraft diakuisisi oleh Philip Morris, yang saat itu sudah memiliki General Foods.

Pada tahun 1989, Kraft dan General Foods digabungkan, membentuk Kraft General Foods. 22

Pengabungan ini menciptakan perusahaan makanan kemasan yang jauh lebih besar dengan portofolio yang meluas jauh melampaui bisnis keju asli Kraft.

Kraft Foods

Selama dekade 1990-an hingga awal 2000-an, nama Kraft diasosiasikan dengan portofolio makanan multinasional yang sangat besar.

Pada tahun 2000, Philip Morris mengakuisisi Nabisco, dan banyak merek makanannya akhirnya bergabung ke dalam organisasi Kraft Foods.

Pada tahun 2001, Philip Morris mulai mengurangi kepemilikannya di Kraft Foods melalui penawaran umum saham, meskipun pada awalnya tetap memegang kendali.

Kraft Foods kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan makanan kemasan terbesar di dunia.

Portofolio historisnya mencakup nama-nama besar seperti:

  • Kraft
  • Oreo
  • Cadbury
  • Nabisco
  • Philadelphia
  • Oscar Mayer
  • Maxwell House
  • Ritz
  • Chips Ahoy!
  • Trident
  • Milka
  • Toblerone

Penting untuk dicatat bahwa banyak dari merek-merek tersebut tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan Kraft saat ini.

2012: Pemisahan Besar

Momen krusial terjadi pada tahun 2012, ketika Kraft Foods Inc. dipecah menjadi dua perusahaan terpisah.

Bisnis kelontong Amerika Utara menjadi Kraft Foods Group, sementara bisnis camilan global menjadi Mondelēz International.

Akibat pemisahan ini, merek-merek seperti Oreo, Cadbury, Milka, Toblerone, dan Trident kini berada di bawah Mondelēz, bukan perusahaan kelontong Kraft.

Oleh karena itu, menyebut semua bekas merek Kraft Foods sebagai “merek Kraft” saat ini tidaklah tepat.

2015: Kraft Heinz

Pada tahun 2015, Kraft Foods Group merger dengan H.J. Heinz Company, membentuk The Kraft Heinz Company.

Penyatuan ini membawa nama Kraft dan Heinz ke dalam satu organisasi korporasi.

Perusahaan hasil merger ini memiliki atau mengelola banyak merek makanan utama, dengan Kraft tetap memegang peranan penting dalam kategori keju dan kelontong lainnya.

Kraft Heinz menyatakan bahwa bisnisnya memiliki warisan industri makanan gabungan selama lebih dari 150 tahun, yang mencerminkan sejarah terpisah dari Kraft dan Heinz.

Kraft Hari Ini

Saat ini, Kraft utamanya merupakan merek makanan konsumen, bukan lagi nama konglomerasi makanan multinasional raksasa yang ada pada puncak era Kraft Foods.

Produk-produk utama bermerek Kraft mencakup kategori seperti:

Keju

  • Kraft Singles
  • Keju alami Kraft
  • Keju parut Kraft
  • Produk keju Kraft

Hidangan Siap Saji

  • Kraft Macaroni & Cheese
  • Produk pasta dan hidangan kemasan lainnya

Produk Susu dan Terkait

  • Olesan keju
  • Produk keju olahan
  • Produk kelontong refrigerasi lainnya

Lini produk Kraft bervariasi secara signifikan antar negara.

Sebagai contoh, produk bermerek Kraft di Amerika Serikat dan Kanada utamanya terhubung dengan Kraft Heinz, sementara banyak merek yang secara historis merupakan bagian dari Kraft Foods kini dimiliki oleh perusahaan lain.

Identitas Merek

Identitas Kraft secara historis dibangun di atas beberapa pilar utama:

Kepraktisan — Kraft berperan mengubah keju dan makanan lain menjadi produk yang dapat dikemas, diangkut, dan disimpan dengan mudah.

Konsistensi — Teknologi pangan olahan memungkinkan Kraft menawarkan produk dengan rasa, tekstur, dan tampilan yang relatif standar.

Keterjangkauan — Banyak produk Kraft diposisikan sebagai makanan harian yang mudah diakses, bukan barang mewah.

Hidangan Keluarga — Iklan Kraft kerap mengaitkan produknya dengan masakan rumahan, anak-anak, santapan keluarga, dan resep sederhana.

Budaya Makanan Amerika — Kraft menjadi sangat identik dengan makanan khas Amerika seperti roti lapis keju panggang, makaroni dan keju, burger keju, serta hidangan keluarga dalam kemasan.

Inovasi

Inovasi selalu menjadi inti sejarah Kraft.

Teknologi keju olahan awalnya memecahkan masalah pengawetan yang praktis. Inovasi selanjutnya mencakup keju iris dan hidangan kemasan yang praktis. Strategi periklanan Kraft juga tergolong sangat inovatif pada zamannya karena memanfaatkan media massa untuk membangun merek konsumen yang mudah dikenali.

Sejarah perusahaan ini mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam industri pangan: pergeseran dari makanan lokal yang mudah busuk menuju makanan standar, terkemas, dan terdistribusi secara nasional.

Hubungan Antara Kraft, Kraft Foods, dan Kraft Heinz

Cara sederhana untuk memahami sejarah yang kompleks ini adalah sebagai berikut:

Bisnis keju James L. Kraft (1903)

J.L. Kraft & Bros. Company (1909)

Kraft Cheese Company

Kraft-Phenix

National Dairy Products

Kraftco / Kraft Inc.

Kraft General Foods

Kraft Foods

Kraft Foods Group + Mondelēz (2012)

Kraft Foods Group + Heinz → Kraft Heinz (2015)

Poin pembeda yang penting adalah bahwa merek Kraft bertahan melewati berbagai reorganisasi korporasi ini, namun perusahaan yang mengendalikan merek tersebut serta kumpulan merek yang diasosiasikan dengan “Kraft” telah berulang kali berubah.

Signifikansi Budaya

Kraft lebih dari sekadar produsen keju dalam sejarah pangan Amerika. Merek ini membantu mempopulerkan gagasan bahwa makanan yang secara tradisional mudah busuk dapat diolah, distandarisasi, dikemas, dan dipasarkan secara nasional.

Teknologi pengawetan James L. Kraft memberikan pengaruh yang sangat besar. Harvard Business School mengakui peran Kraft dalam membantu mengembangkan perusahaan makanan olahan berskala besar dan mencatat pentingnya metode pengawetan keju ciptaannya dalam memperluas konsumsi keju di Amerika Serikat. 1

Merek ini kemudian tertanam kuat dalam budaya makanan sehari-hari, terutama melalui produk seperti Kraft Singles dan Kraft Macaroni & Cheese.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait