Tentang PERTAMINA
PT Pertamina (Persero), atau lebih dikenal dengan nama PERTAMINA, merupakan perusahaan energi nasional terintegrasi milik negara yang memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia. Lingkup usahanya mencakup hampir seluruh rantai nilai energi, meliputi eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi, pengolahan, distribusi dan niaga bahan bakar, gas, petrokimia, energi panas bumi, kelistrikan, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
BERTAMINA berkantor pusat di Jakarta, Indonesia dan menjalankan operasinya melalui sejumlah anak perusahaan serta subholding. Meskipun secara historis identitasnya sangat lekat dengan sektor perminyakan, perusahaan kini semakin memposisikan diri sebagai perusahaan energi nasional yang lebih luas, dengan fokus pada ketahanan energi, ekspansi internasional, dan transisi energi sebagai pilar utama strategi korporasi.1
Informasi Umum
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | PT Pertamina (Persero) |
| Nama umum | PERTAMINA |
| Industri | Energi; minyak dan gas bumi |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
| Tanggal berdiri | 10 Desember 1957 |
| Nama awal | PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) |
| Bentuk hukum saat ini | Perseroan Terbatas (PT), Badan Usaha Milik Negara |
| Pasar utama | Indonesia, dengan operasi internasional |
| Aktivitas utama | Hulu migas, pengolahan, BBM, gas, petrokimia, kelistrikan, panas bumi, dan energi terbarukan |
| Nilai-nilai perusahaan | AKHLAK |
| Situs web | Situs resmi PERTAMINA |
Sejarah korporasi PERTAMINA mencatat tanggal 10 Desember 1957 sebagai hari kelahiran perusahaan. Sejak saat itu, PERTAMINA telah mengalami berbagai transformasi hukum dan organisasi sebelum akhirnya berbentuk PT Pertamina (Persero) pada tahun 2003.2
Asal Usul Nama “PERTAMINA”
Nama PERTAMINA lahir dari penggabungan dua perusahaan minyak negara:
- PN Permina
- PN Pertamin
Kedua entitas tersebut digabungkan pada 20 Agustus 1968 menjadi PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina).3 Nama ini merefleksikan upaya bangsa Indonesia pasca-kemerdekaan untuk menguasai dan mengelola sumber daya minyak bumi secara mandiri.
Sejarah
Awal Mula: Era 1950-an
Sejarah PERTAMINA bermula dari upaya pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan untuk mengambil alih kendali atas sumber daya minyak bumi.
Pada era 1950-an, pemerintah menugaskan Angkatan Darat untuk mendirikan PT Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera Utara yang mengelola lapangan minyak di Sumatera.
Pada 10 Desember 1957, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat Permina. Tanggal inilah yang kini diperingati sebagai hari jadi PERTAMINA.4
1960 — PN Permina
Status Permina berubah menjadi perusahaan negara pada tahun 1960:
PT Permina → PN Permina
Transformasi ini mencerminkan peran pemerintah yang semakin besar dalam mengelola industri perminyakan nasional.5
1968 — Terbentuknya PERTAMINA
Pada 20 Agustus 1968, PN Permina bergabung dengan perusahaan minyak negara lainnya, PN Pertamin.
Hasil penggabungan tersebut membentuk entitas baru bernama:
PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina)
Peristiwa ini menjadi landasan institusional bagi organisasi PERTAMINA modern.6
1971 — Peran Khusus dalam Industri Migas
Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1971 yang memberikan mandat khusus kepada PERTAMINA dalam industri minyak dan gas bumi nasional.
Selama beberapa dekade berikutnya, PERTAMINA beroperasi dengan model yang sangat tersentralisasi dan mencakup sebagian besar sektor perminyakan Indonesia.7
2001 — Reformasi Minyak dan Gas Bumi
Indonesia kemudian mereformasi kerangka regulasi migas melalui Undang-Undang No. 22 Tahun 2001.
Regulasi ini mengubah posisi institusional PERTAMINA dan memisahkan fungsi regulator dari aktivitas komersialnya. PERTAMINA pun bertransformasi menjadi korporasi yang lebih profesional, tidak lagi sekadar instrumen administratif pemerintah di sektor migas.8
2003 — PT Pertamina (Persero)
Transformasi besar terjadi pada tahun 2003.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2003, perusahaan minyak dan gas negara diubah bentuknya menjadi:
PT Pertamina (Persero)
Perusahaan ini didirikan secara resmi melalui Akta Notaris No. 20 tertanggal 17 September 2003.9
Peristiwa ini menandai masuknya PERTAMINA ke dalam bentuk korporasi modern.
Dari Perusahaan Minyak Menuju Perusahaan Energi
Identitas PERTAMINA terus berevolusi seiring waktu.
Secara historis, bisnis utamanya memang berpusat pada minyak dan gas bumi. Namun, perusahaan kemudian mengembangkan portofolio energi yang jauh lebih luas.
PERTAMINA sendiri menggambarkan evolusi strategisnya dari sebuah “perusahaan minyak nasional kelas dunia” menuju “perusahaan energi nasional kelas dunia.”10
Pergeseran ini didorong oleh perubahan kebutuhan energi Indonesia. Perusahaan kini harus menjalankan enam mandat sekaligus:
- Menjaga pasokan minyak dan gas bumi;
- Menyediakan BBM yang terjangkau;
- Mendukung ketahanan energi nasional;
- Mengembangkan sumber energi baru;
- Melakukan ekspansi internasional; dan
- Berpartisipasi dalam transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah.
Struktur Bisnis
Salah satu perkembangan terpenting dalam sejarah modern PERTAMINA adalah transformasinya menjadi struktur holding dengan subholding-subholding spesialis.
Alih-alih mengelola seluruh operasi sebagai satu kesatuan raksasa, kelompok usaha PERTAMINA kini diorganisasikan berdasarkan segmen bisnis tertentu.
Secara garis besar, Grup PERTAMINA dapat dipahami melalui area-area berikut:
Hulu
Bisnis hulu mencakup:
- Eksplorasi minyak bumi;
- Eksplorasi gas alam;
- Pengeboran;
- Produksi;
- Pengembangan lapangan;
- Aset migas internasional.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berfungsi sebagai Subholding Hulu. Operasinya mencakup sisi eksplorasi dan produksi dalam industri perminyakan.11
Hilir
Sektor hilir berkaitan dengan pengolahan hidrokarbon menjadi produk siap pakai serta pendistribusiannya kepada konsumen.
Sektor ini meliputi:
- Pengolahan minyak;
- Produksi BBM;
- Distribusi BBM;
- Stasiun pengisian bahan bakar;
- Bahan bakar aviasi;
- Pelumas;
- Petrokimia;
- Logistik;
- Distribusi gas.
Ini adalah bagian dari PERTAMINA yang paling langsung bersentuhan dengan masyarakat Indonesia.
Gas
Bisnis gas PERTAMINA mencakup kegiatan seperti:
- Infrastruktur gas alam;
- Transportasi gas;
- Pemrosesan gas;
- Kegiatan terkait LNG;
- Distribusi gas.
Kelistrikan dan Energi Terbarukan
PERTAMINA juga mengembangkan bisnis di luar sektor perminyakan konvensional.
Salah satu contoh utamanya adalah energi panas bumi. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) merupakan bagian dari struktur Power & New Renewable Energy PERTAMINA yang mengembangkan sumber daya panas bumi untuk pembangkit listrik.12
Pada tahun 2025, PGE melaporkan kapasitas terpasang panas bumi mencapai sekitar 1.932 MW, termasuk kapasitas yang dikelola secara mandiri maupun bersama mitra.13
Operasi Hulu
Bisnis hulu merupakan titik awal dari industri perminyakan.
PERTAMINA mencari dan memproduksi:
- Minyak mentah;
- Gas alam;
- Kondensat dan hidrokarbon lainnya.
Entitas utama di bidang ini adalah PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
PERTAMINA juga memiliki kehadiran hulu di tingkat internasional. PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengelola aset migas luar negeri dan telah beroperasi di wilayah seperti Afrika, Asia, dan Timur Tengah.14
Ekspansi internasional ini memiliki tujuan strategis yang penting: Indonesia merupakan negara konsumen energi besar, dan produksi domestik saja tidak selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhan perminyakan nasional.
Pengolahan
PERTAMINA mengoperasikan jaringan kilang minyak yang vital bagi Indonesia.
Kilang berfungsi mengolah minyak mentah menjadi produk seperti:
- Bensin;
- Solar;
- Avtur;
- Produk terkait LPG;
- Minyak bakar;
- Umpan petrokimia;
- Produk petroleum lainnya.
Sektor pengolahan sangat strategis karena Indonesia secara historis perlu menyeimbangkan antara produksi minyak domestik dengan konsumsi BBM dalam negeri.
Contoh nyata investasi berkelanjutan PERTAMINA di sektor ini adalah Refinery Development Master Plan (RDMP), termasuk proyek modernisasi Kilang Balikpapan. Pada tahun 2026, proyek Balikpapan disebut oleh otoritas Indonesia sebagai pilar penting ketahanan energi nasional.15
Niaga BBM Ritel
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, PERTAMINA paling dikenal melalui stasiun pengisian bahan bakarnya.
Stasiun-stasiun ini bermerek SPBU PERTAMINA dan mendistribusikan produk seperti:
- Bensin;
- Solar;
- BBM bersubsidi;
- BBM non-subsidi;
- Pelumas;
- LPG dan produk energi lainnya sesuai saluran distribusinya.
Hal ini menjadikan PERTAMINA unik dibandingkan banyak perusahaan minyak internasional: ia bukan sekadar produsen hulu atau operator kilang, melainkan terintegrasi secara mendalam dalam infrastruktur energi harian masyarakat Indonesia.
Produk dan Merek
Ekosistem produk konsumen PERTAMINA mencakup sejumlah merek yang sudah sangat dikenal, antara lain:
Pertalite
Produk bensin yang digunakan secara luas di Indonesia.
Pertamax
Bensin berkualitas lebih tinggi yang dijual melalui jaringan ritel PERTAMINA.
Pertamax Turbo
Bensin beroktan tinggi yang ditujukan untuk kendaraan berperforma tinggi.
Dex / Produk Diesel
PERTAMINA juga menjual bahan bakar diesel untuk kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan aplikasi lainnya.
LPG
PERTAMINA memegang peranan historis yang sangat besar dalam sistem pasokan dan distribusi LPG di Indonesia.
Pertamina Lubricants
Grup ini memproduksi dan memasarkan pelumas untuk mobil, sepeda motor, peralatan industri, dan berbagai aplikasi lainnya.
Energi Panas Bumi
Salah satu bisnis non-migas PERTAMINA yang paling signifikan adalah energi panas bumi.
Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar karena letaknya di sepanjang “Cincin Api” Pasifik.
Oleh karena itu, PERTAMINA berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan panas bumi melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE).
PGE telah mengoperasikan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi selama puluhan tahun dan merupakan salah satu pemain utama di sektor ini. Pada tahun 2025, perusahaan melaporkan kapasitas terpasang sebesar 1.932 GW dan mengidentifikasi sekitar 3 GW potensi cadangan di wilayah kerja panas bumi yang dikelolanya secara mandiri.16
PERTAMINA dan PLN juga bersinergi untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Pada Agustus 2025, afiliasi kedua perusahaan sepakat bekerja sama dalam 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas 530 MW.17
Kolaborasi ini menggambarkan transisi PERTAMINA dari perusahaan minyak tradisional menuju grup energi yang terdiversifikasi.
Operasi Internasional
Meskipun misi utamanya erat kaitannya dengan kebutuhan energi Indonesia, PERTAMINA juga melakukan ekspansi ke luar negeri.
Aktivitas internasionalnya meliputi eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi.
Operasi hulu internasional PERTAMINA mencakup aset di negara-negara seperti:
- Aljazair
- Malaysia
- Irak
- Prancis
- Italia
- Tanzania
- Gabon
- Nigeria
- Kolombia
- Angola
- Venezuela
Aset-aset ini dikelola melalui anak perusahaan internasional dan struktur investasi PERTAMINA.18
Operasi internasional memungkinkan PERTAMINA mendiversifikasi basis sumber dayanya dan mendapatkan akses terhadap cadangan petroleum di luar Indonesia.
Peran dalam Ketahanan Energi Nasional
PERTAMINA lebih dari sekadar perusahaan komersial biasa.
Perusahaan ini memegang peran strategis dalam ketahanan energi Indonesia.
Tanggung jawab dan aktivitasnya berdampak langsung pada:
- Ketersediaan BBM;
- Pasokan minyak strategis;
- Produksi minyak domestik;
- Pasokan gas alam;
- Transportasi BBM;
- Kapasitas pengolahan;
- Distribusi LPG;
- Bahan bakar aviasi;
- Pengembangan kelistrikan dan panas bumi.
Itulah sebabnya PERTAMINA sering kali terlibat dalam kebijakan energi pemerintah dan proyek-proyek strategis nasional.
Laporan historis perusahaan sendiri menekankan tujuan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.19
Hubungan dengan Pemerintah
PERTAMINA merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Secara historis, Republik Indonesia menjadi pemilik pengendalinya. Status hukumnya sebagai Persero berarti perusahaan beroperasi sebagai perseroan terbatas namun tetap berstatus sebagai badan usaha milik negara.
Kondisi ini menciptakan peran ganda yang khas:
Korporasi komersial + Institusi strategis energi nasional
Oleh karena itu, PERTAMINA harus menyeimbangkan pertimbangan komersial dengan tujuan nasional yang lebih luas, khususnya ketersediaan dan keamanan energi.
Nilai-Nilai Perusahaan: AKHLAK
Seluruh perusahaan dalam Grup PERTAMINA menerapkan nilai-nilai BUMN Indonesia yang dikenal dengan akronim AKHLAK.
Akronim ini mewakili:
| Nilai | Makna |
|---|---|
| Amanah | Dapat dipercaya |
| Kompeten | Kompeten |
| Harmonis | Harmonis |
| Loyal | Loyal |
| Adaptif | Adaptif |
| Kolaboratif | Kolaboratif |
Nilai-nilai ini diterapkan secara formal di seluruh lingkungan Grup PERTAMINA.20
Tujuannya adalah agar PERTAMINA mampu memadukan kompetensi teknis dan komersial dengan perilaku etis, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi.
Keberlanjutan dan Transisi Energi
Salah satu tantangan strategis terbesar yang dihadapi PERTAMINA adalah pergeseran global menjauhi energi intensif karbon.
Perusahaan menghadapi dua imperatif sekaligus:
Sistem Energi Saat Ini
Indonesia masih sangat bergantung pada:
- Bensin;
- Solar;
- Minyak mentah;
- Gas alam;
- LPG.
PERTAMINA wajib terus memasok kebutuhan ini secara andal.
Sistem Energi Masa Depan
Di saat yang sama, PERTAMINA sedang mengembangkan:
- Panas bumi;
- Listrik terbarukan;
- Teknologi rendah karbon;
- Biofuel;
- BBM yang lebih bersih;
- Inisiatif efisiensi energi;
- Bisnis transisi energi lainnya.
Hal ini menciptakan ketegangan strategis utama:
PERTAMINA harus tetap menjadi perusahaan minyak yang efektif sambil secara bertahap bertransformasi menjadi perusahaan energi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Transisi ini bisa dibilang merupakan salah satu tantangan penentu bagi PERTAMINA di era 2020-an.
PERTAMINA dan Subsidi BBM Indonesia
Ciri khas lain dari PERTAMINA adalah hubungannya dengan sistem subsidi BBM Indonesia.
Secara historis, Indonesia memberikan subsidi pada jenis BBM tertentu agar energi lebih terjangkau bagi rumah tangga dan pelaku usaha.
Akibatnya, PERTAMINA beroperasi di pasar di mana sejumlah produk tunduk pada kebijakan pemerintah terkait:
- Harga;
- Distribusi;
- Kelayakan subsidi;
- Kuota pasokan;
- Kewajiban pelayanan publik.
Kondisi ini membuat kinerja perusahaan tidak selalu dapat dinilai semata-mata menggunakan logika ekonomi pasar murni.
Identitas Korporasi
PERTAMINA telah melewati beberapa kali transformasi merek yang signifikan.
Identitas visual PERTAMINA modern sangat identik dengan logo geometris berwarna merah, hijau, dan biru.
Warna-warna tersebut digunakan untuk mengomunikasikan berbagai aspek identitas perusahaan serta transformasinya dari organisasi perminyakan tradisional menjadi perusahaan energi yang terdiversifikasi.
Merek ini kini menjadi salah satu identitas korporasi yang paling mudah dikenali di Indonesia.
Anak Perusahaan dan Entitas Terkait Utama
Grup PERTAMINA sangatlah besar, sehingga daftar lengkapnya akan memuat banyak sekali perusahaan. Beberapa entitas yang paling penting antara lain:
- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) — hulu minyak dan gas bumi
- PT Pertamina Patra Niaga — hilir BBM dan aktivitas komersial
- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) — pengolahan dan petrokimia
- PT Pertamina Gas (Pertagas) — infrastruktur dan transportasi gas
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) — energi panas bumi
- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) — hulu migas internasional
- PT Pertamina Lubricants — pelumas
- PT Pertamina Drilling Services Indonesia — jasa pengeboran
- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) — operasi hulu di wilayah termasuk Kalimantan
Struktur korporasi ini bersifat dinamis seiring dengan reorganisasi bisnis, pembentukan anak perusahaan baru, dan perubahan hubungan kepemilikan oleh PERTAMINA. Sebagai contoh, ekosistem laporan tahunan PERTAMINA melaporkan aktivitas perusahaan-perusahaan seperti PHE, PHI, KPI, dan entitas grup lainnya secara terpisah.21
Mengapa PERTAMINA Penting
PERTAMINA memiliki signifikansi karena beberapa alasan mendasar:
1. Ketahanan Energi
Merupakan salah satu institusi utama yang bertanggung jawab menjamin kecukupan pasokan energi bagi Indonesia.
2. Signifikansi Ekonomi
Minyak, gas, BBM, kilang, dan infrastruktur energi merupakan fondasi bagi transportasi, industri, dan aktivitas ekonomi.
3. Peran Strategis Nasional
Sebagai BUMN, PERTAMINA terhubung erat dengan kebijakan energi pemerintah Indonesia.
4. Kehadiran Konsumen yang Masif
Jutaan rakyat Indonesia berinteraksi dengan PERTAMINA melalui SPBU, LPG, pelumas, dan produk energi lainnya.
5. Transisi Energi
PERTAMINA berpotensi menjadi salah satu korporasi terpenting dalam menentukan arah pergerakan Indonesia dari sistem energi yang berat pada minyak menuju sistem yang lebih terdiversifikasi dan rendah karbon.
Perbedaan PERTAMINA dengan Perusahaan Minyak Biasa
Penting untuk membedakan PERTAMINA dari perusahaan seperti ExxonMobil, Shell, atau BP.
Perusahaan minyak internasional konvensional umumnya dinilai terutama sebagai entitas komersial.
PERTAMINA berbeda karena secara simultan berfungsi sebagai:
Perusahaan minyak & gas
↓
Perusahaan energi terintegrasi
↓
Badan Usaha Milik Negara
↓
Institusi ketahanan energi nasional
Konsekuensinya, aktivitas PERTAMINA sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah Indonesia serta kepentingan ekonomi dan strategis negara yang lebih luas.
Linimasa Historis
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1950-an | Pemerintah mendirikan PT Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera Utara |
| 10 Des 1957 | Perusahaan menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) |
| 1960 | Permina berubah menjadi PN Permina |
| 20 Agu 1968 | PN Permina dan PN Pertamin bergabung membentuk PERTAMINA |
| 1971 | UU No. 8/1971 menetapkan peran utama PERTAMINA di sektor migas nasional |
| 2001 | Sektor migas mengalami reformasi regulasi besar-besaran |
| 2003 | PERTAMINA menjadi PT Pertamina (Persero) |
| 2006 dst. | Transformasi korporasi besar-besaran dan ekspansi internasional |
| 2011 | Visi berkembang menuju perusahaan energi nasional kelas dunia, bukan hanya perusahaan minyak |
| 2010-an | Ekspansi ke hulu internasional, panas bumi, energi terbarukan, dan bisnis energi lainnya |
| 2020-an | Restrukturisasi masif menjadi subholding spesialis dan peningkatan fokus pada transisi energi |
| 2025–2026 | Investasi berkelanjutan di pengolahan, panas bumi, gas, produksi hulu, dan proyek energi baru |
Tanggal-tanggal historis ini terdokumentasi dalam laporan korporasi PERTAMINA dan sejarah anak perusahaannya.22
PERTAMINA Hari Ini
Hingga tahun 2026, PERTAMINA paling tepat digambarkan sebagai grup energi terintegrasi milik negara Indonesia, bukan sekadar perusahaan minyak.
Bisnis petroleum tradisionalnya tetap sangat penting, namun cakupan strategisnya semakin meluas:
Eksplorasi → Produksi → Pengolahan → Distribusi BBM → Ritel → Gas → Petrokimia → Panas Bumi → Energi Baru Terbarukan
Integrasi vertikal ini merupakan salah satu karakteristik penentu PERTAMINA.
Masa depannya akan sangat bergantung pada seberapa sukses perusahaan mengelola tiga tujuan secara bersamaan:
- Menjaga pasokan energi yang andal dan terjangkau bagi Indonesia
- Tetap kompetitif secara finansial dan operasional
- Bertransformasi menjadi perusahaan energi yang terdiversifikasi dan rendah karbon
Secara ringkas, PERTAMINA adalah raksasa energi terintegrasi milik negara Indonesia yang didirikan pada tahun 1957 dari cikal bakal industri minyak nasional, bertransformasi menjadi PT Pertamina (Persero) pada tahun 2003, dan kini merentang di seluruh rantai nilai petroleum semakin memperluas sayapnya ke bisnis gas, panas bumi, dan transisi energi lainnya.23
Sumber Resmi
Untuk informasi primer, pelaporan korporasi PERTAMINA dan laporan tahunan anak perusahaannya merupakan rujukan terbaik. Situs web korporat PERTAMINA Laporan tahunan PERTAMINA24
References
- Annual Report 2018 | PT Pertamina (Persero)
- Annual Report 2018 | PT Pertamina (Persero)
- Laporan Tahunan 2018 | PT Pertamina (Persero)
- Pertamina Internasional EP – About Us
- Pertamina Internasional EP – Tentang Kami
- Sustainability Report 2018 | PT Pertamina (Persero)
- BERTAHAN DAN TUMBUH
- PERTAMINAHULU ENERGIKEBIJAKANHEALTH, SAFETY, SEC
- PGE Karaha Assists Cultivating Silkworms – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- Dorong Akselerasi Panas Bumi, Pertamina Geothermal Energy Tunjuk Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- PT Kilang Pertamina Balikpapan
- PERTAMINA and PLN Synergize, PGE Partners with PLN IP to Develop a 530 MW Geothermal Project – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- Pertamina Internasional EP – Vision Mission
- Annual report – Investor Relations – Investor Relations and Procurement – Pertamina Hulu Indonesia
- Website KPI
- Dukung Peningkatan Kontribusi Hulu Migas, PT Pertamina Hulu Mahakam Terima Kunjungan Kerja Danantara ke Lapangan SPS – Pertamina Hulu Indonesia
- PT Kilang Pertamina Balikpapan
- Website KPI
- Konsorsium PGE-PLN IP Sepakati Tarif dengan PLN untuk PLTP Ulubelu Bottoming Unit, Perkuat Transisi Energi Nasional – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- The PGE-PLN IP Consortium Agrees on Tariffs with PLN for the Ulubelu Bottoming Unit Geothermal Power Plant, Strengthening the National Energy Transition – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- Hadir di HIPMI-Danantara Business Forum 2025, PGE Tegaskan Pentingnya Percepatan Transisi Energi Menuju Indonesia Emas 2045 – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- Attending the 2025 HIPMI-Danantara Business Forum, PGE Emphasizes the Importance of Accelerating the Energy Transition Towards a Golden Indonesia by 2045 – Pertamina Geothermal Energy Tbk
- Beranda – PT Perta Arun Gas
- Pertamina Drilling – Annual Report





