I Indonesia Brand Wiki

Tentang rimmel

Rimmel, yang juga dikenal sebagai Rimmel London, merupakan merek kosmetik dan tata rias asal Britania Raya dengan sejarah panjang sejak tahun 1834. Merek ini identik dengan produk kosmetik berwarna yang terjangkau dan mengikuti tren terkini, khususnya maskara, eyeliner, foundation, lipstik, serta kebutuhan riasan harian lainnya. Saat ini, Rimmel berada di bawah naungan Coty, sebuah perusahaan kecantikan multinasional.1

Identitas Rimmel sangat lekat dengan London, eksperimentasi, individualitas, dan kecantikan yang mudah diakses. Alih-alih mendikte standar kecantikan tertentu, merek ini menekankan bahwa riasan adalah sarana ekspresi diri. Filosofi merek saat ini berpusat pada konsep “Dare to Experiment,” “True to You,” dan “Live It London.”2

Informasi Dasar

Kategori Detail
Merek Rimmel / Rimmel London
Industri Kosmetik & kecantikan
Didirikan 1834
Pendiri Eugène Rimmel
Asal London, England
Induk Perusahaan Coty
Kategori Utama Kosmetik berwarna / tata rias
Dikenal Karena Maskara, foundation, eyeliner, lipstik, eyeshadow, bedak
Posisi Merek Pasar massal / kecantikan terjangkau
Identitas Inti London, ekspresi diri, eksperimentasi
Filosofi Saat Ini “Live the London Look”
Situs Web Resmi Rimmel London

Asal-usul dan Pendirian

Sejarah Rimmel bermula pada tahun 1834, ketika Eugène Rimmel bersama ayahnya, Hyacinthe-Mars Rimmel, mendirikan House of Rimmel di London. Berasal dari keluarga yang bergelut di bidang parfum, Eugène mengembangkan kariernya di London dan kelak menjadi tokoh penting dalam perkembangan kosmetik modern.3

Industri kecantikan pada abad ke-19 sangat berbeda dengan masa kini. Banyak produk kecantikan saat itu masih sederhana, mahal, atau bahkan berpotensi tidak aman. Narasi sejarah Rimmel menyoroti upaya Eugène dalam menciptakan produk kosmetik dan kebersihan yang lebih canggih namun tetap dapat dijangkau masyarakat luas.

Salah satu warisan terpentingnya adalah maskara. Rimmel mencatat bahwa Eugène menciptakan maskara tidak beracun generasi awal dan berperan besar dalam membuat kosmetik mata dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. Menjelang kematiannya pada tahun 1890, nama Rimmel telah begitu identik dengan maskara hingga kata Rimmel digunakan sebagai istilah umum untuk maskara dalam berbagai bahasa.4

Hal inilah yang menjadikan signifikansi historis merek ini melampaui statusnya sebagai perusahaan riasan tua semata: Rimmel membantu mempopulerkan maskara sebagai produk kosmetik arus utama.

Sosok Eugène Rimmel

Eugène Rimmel merupakan tokoh sentral di balik sejarah merek ini. Ia bukan sekadar seorang peracik parfum, melainkan sosok yang dikenal karena kemampuannya memadukan:

  • Inovasi kosmetik
  • Pengembangan produk
  • Pemasaran
  • Kemasan dan presentasi
  • Aksesibilitas pasar massal
  • Pencitraan merek bernapaskan London

Catatan sejarah Rimmel menggambarkan dirinya sebagai penemu, inovator, dan pelopor pemasaran. Ia turut mengubah kosmetik dari produk mewah yang eksklusif menjadi barang yang bisa dipasarkan kepada audiens yang jauh lebih luas.5

Pengaruhnya sangat signifikan karena nama Rimmel tetap bertahan lama setelah kematiannya, dan akhirnya berkembang menjadi merek kosmetik konsumen berskala internasional.

Evolusi Rimmel

Sepanjang sejarahnya yang panjang, Rimmel bertransformasi dari sebuah rumah parfum dan kosmetik di London menjadi merek kecantikan yang lebih luas. Warisan perusahaan ini mencakup produk-produk di luar tata rias modern, termasuk parfum, produk kebersihan, dan kosmetik. Kesuksesan awalnya membantu membangun asosiasi yang kuat antara nama Rimmel dan produk kecantikan.6

Selama abad ke-20 dan ke-21, merek ini semakin identik dengan kosmetik berwarna pasar massal ketimbang parfum tradisional. Kini, portofolio produknya berfokus pada:

  • Maskara
  • Eyeliner
  • Eyeshadow
  • Foundation
  • Concealer
  • Bedak
  • Bronzer
  • Blush on
  • Lipstik
  • Lip gloss
  • Pensil bibir
  • Primer riasan
  • Produk pengunci riasan

Rangkaian produk Rimmel saat ini terus menekankan pada riasan terjangkau yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari dan kebebasan bereksperimen.7

Rimmel dan London

London boleh dikatakan sebagai elemen paling vital dalam identitas merek Rimmel. Perusahaan ini tidak hanya menjadikan London sebagai tempat asal, tetapi juga sebagai referensi kreatif dan budaya.

Merek ini menyebut London sebagai “arena bermain” mereka dan mengasosiasikan kota tersebut dengan keberanian membuat aturan sendiri, gaya yang beragam, eksperimentasi, serta individualitas.8

Hal ini menghasilkan posisi merek yang khas:

Rimmel = London + riasan + individualitas + eksperimentasi

Alih-alih menampilkan citra sebagai rumah kecantikan yang elegan atau mewah, Rimmel secara historis membangun imej yang lebih muda, urban, modis, rebel, dan mudah diakses. Perbedaan ini penting ketika membandingkan Rimmel dengan merek seperti Chanel, Dior Beauty, Estée Lauder, atau Lancôme.

Filosofi Merek

Filosofi Rimmel saat ini berputar pada ekspresi diri. Posisi resmi merek ini mencakup tiga gagasan utama:

Dare to Experiment

Rimmel mendorong konsumen untuk bereksperimen dengan warna, tekstur, riasan mata, dan berbagai tampilan alih-alih terpaku pada satu definisi kecantikan tunggal.9

True to You

Merek ini menyajikan riasan sebagai cara untuk mengekspresikan individualitas. Riasan bukan dimaksudkan untuk menyamaratakan penampilan semua orang, melainkan sebagai sarana mengomunikasikan kepribadian dan identitas diri.10

Live It London

London berfungsi sebagai representasi budaya merek untuk kebebasan, eksperimentasi, energi, dan gaya personal.11

Ketiga gagasan ini membentuk kepribadian merek Rimmel modern yang:

berani + muda + urban + terjangkau + eksperimental + individualistis.

Kategori Produk

Rimmel utamanya merupakan merek kosmetik berwarna.

Wajah

Produk wajah meliputi foundation, concealer, bedak, bronzer, primer, dan produk kompleks lainnya. Produk terbaru mencakup Multi-Tasker Concealer, yang diklaim tahan lipatan, tahan transfer, tahan air, serta mampu memberikan hidrasi dan ketahanan hingga 24 jam.12

Mata

Riasan mata adalah salah satu kategori terpenting dalam sejarah Rimmel. Rangkaiannya meliputi:

  • Maskara
  • Eyeliner
  • Eyeshadow
  • Produk alis

Beberapa lini produk yang mudah dikenali antara lain Scandal’Eyes Mascara dan Magnif’eyes Eyeshadow Palettes.13

Bibir

Rimmel juga memiliki portofolio produk bibir yang lengkap, termasuk:

  • Lipstik
  • Lipstik cair
  • Lip gloss
  • Pensil bibir

Asortimen saat ini mencakup produk seperti Oh My Gloss! dan Lasting Mega Matte Liquid Lip.14

Maskara: Produk Historis Terpenting Rimmel

Maskara memegang peranan khusus dalam warisan Rimmel. Sejarah merek mencatat bahwa Eugène Rimmel merintis maskara tidak beracun generasi awal dan membantu menjadikan produk tersebut terjangkau serta mudah didapat. Namanya kemudian melekat erat dengan maskara itu sendiri.14

Ini memberikan Rimmel posisi unik dalam sejarah kecantikan: Rimmel bukan sekadar perusahaan yang telah lama menjual maskara; pendirinya berperan aktif dalam menetapkan maskara sebagai produk kosmetik konsumen yang diakui.

Rimmel modern tetap menempatkan maskara di posisi utama portofolionya, melalui produk seperti Scandal’Eyes dan peluncuran maskara terbaru lainnya.13

Pemasaran dan “London Look”

Rimmel menjadi sangat dikenali melalui asosiasinya dengan konsep “London Look.” Gagasan ini bertujuan menjadikan London itu sendiri sebagai estetika kecantikan: modis, percaya diri, sedikit pemberontak, dan berani bereksperimen. Hal ini membedakan Rimmel dari iklan kecantikan tradisional yang kerap menonjolkan kemewahan atau glamor yang sempurna.

Secara historis, pemasaran merek ini menggunakan model, musisi, dan selebritas ternama untuk mewujudkan identitas tersebut. Salah satu contoh paling ikonik adalah Kate Moss, yang sangat lekat dengan kampanye iklan Rimmel dan memperkuat citra Britania yang modis. Seiring waktu, Rimmel terus memanfaatkan figur publik dan kolaborasi budaya untuk mengomunikasikan individualitas dan gaya London kontemporer.

Posisi di Pasar Kecantikan

Rimmel umumnya diposisikan di segmen riasan terjangkau / pasar massal. Strateginya pada dasarnya menggabungkan:

mode + kesadaran tren + inovasi + keterjangkauan.

Ini membedakannya dari merek prestise seperti Dior Beauty atau Chanel Beauty yang biasanya bersaing melalui posisi mewah, warisan, eksklusivitas, dan harga premium. Rimmel justru bertujuan membuat tren kecantikan terkini dapat diakses oleh konsumen umum.

Coty menggambarkan Rimmel sebagai merek yang berada di garis depan produk kecantikan inovatif dengan daya tarik massal, yang berasal dari London dan diekspor secara internasional.13

Kepemilikan oleh Coty

Saat ini, Rimmel dimiliki oleh Coty Inc., salah satu perusahaan kecantikan terbesar di dunia. Portofolio Coty mencakup banyak merek wewangian dan kosmetik, dan Rimmel merupakan bagian dari divisi Consumer Beauty. Dalam portofolio merek Coty saat ini, Rimmel sejajar dengan merek-merek seperti CoverGirl, Max Factor, dan Sally Hansen.13

Coty menyediakan infrastruktur korporat bagi Rimmel untuk:

  • Pengembangan produk
  • Manufaktur
  • Distribusi
  • Pemasaran internasional
  • Hubungan ritel
  • Manajemen merek global

Sebaliknya, Rimmel memberikan Coty sebuah merek riasan pasar massal asal Britania yang mudah dikenali dengan warisan kuat di London dan kategori kosmetik berwarna.

Kehadiran Internasional

Meskipun pada dasarnya merupakan merek Britania yang lahir di London, pasar Rimmel bersifat internasional. Situs web Jepang merek ini menggambarkan Rimmel sebagai salah satu merek kosmetik tertua di dunia, dengan sejarah lebih dari 180 tahun dan ketersediaan di lebih dari 80 negara.14

Identitas internasionalnya menarik karena merek ini tidak meninggalkan warisan Britania saat memasuki pasar luar negeri. Sebaliknya, London itu sendiri menjadi bagian dari daya tarik budaya produknya. Dengan kata lain:

Rimmel menjual riasan, namun juga menjual gagasan tentang individualitas yang terinspirasi dari London.

Posisi Bebas Uji Hewan

Rimmel menyatakan bahwa mereka tidak menguji produknya pada hewan dan tidak menjual produk di negara atau wilayah yang mewajibkan uji hewan untuk kosmetik.

Merek ini juga menyatakan telah mendapatkan sertifikasi Leaping Bunny dari Cruelty Free International, yang melibatkan audit terhadap aspek rantai pasok dan bahan baku merek.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Rimmel untuk menyelaraskan mereknya dengan ekspektasi konsumen kontemporer mengenai kecantikan yang etis.

Posisi Sosial dan Budaya

Rimmel semakin gencar memasukkan tema inklusi, individualitas, dan kebebasan berekspresi ke dalam komunikasinya. Salah satu inisiatif kampanye yang menonjol adalah “I Will Not Be Deleted,” yang dikembangkan seputar isu perundungan siber terkait kecantikan. Rimmel bermitra dengan The Cybersmile Foundation untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan daring dan mendorong orang-orang untuk berekspresi tanpa takut dihakimi.

Hal ini mewakili evolusi dalam komunikasi merek. Secara historis, sifat pemberontakan Rimmel diekspresikan terutama melalui mode dan riasan. Belakangan ini, semangat tersebut juga diekspresikan melalui:

  • Identitas individu
  • Autentisitas
  • Inklusivitas
  • Ekspresi diri daring
  • Penolakan terhadap penghakiman berbasis kecantikan

Kepribadian Merek

Jika Rimmel digambarkan sebagai seseorang, kepribadiannya kemungkinan adalah:

Sifat Ekspresi Rimmel
Muda Sadar tren dan kontemporer
Britania Warisan London yang kuat
Berani Mendorong eksperimentasi
Pemberontak Menantang standar kecantikan konvensional
Terjangkau Pasar massal, bukan mewah
Modis Sangat terhubung dengan tren
Individualistis Menekankan ekspresi diri
Playful Menggunakan komunikasi yang energik dan terkadang jenaka
Inklusif Kecantikan disajikan sebagai milik semua orang

Karakteristik ini menjadi pembeda utama Rimmel dari merek kecantikan warisan atau mewah tradisional asal Britania lainnya.

Identitas Kompetitif Rimmel

Rimmel menempati posisi tengah yang menarik dalam industri kosmetik. Wilayah kompetitif utamanya adalah riasan modis yang terjangkau. Secara konseptual, kompetitornya dapat mencakup merek seperti:

  • Maybelline
  • L’Oréal Paris
  • Max Factor
  • Revlon
  • e.l.f.
  • NYX Professional Makeup
  • CoverGirl

Namun, titik diferensiasi terkuat Rimmel adalah warisan London-nya. Sebagai contoh:

Maybelline → New York / budaya mode Amerika

L’Oréal Paris → Paris / kecantikan Prancis

Rimmel → London / budaya jalanan dan mode Britania

Identitas geografis ini memberikan merek kepribadian budaya yang sangat mudah dikenali.

Signifikansi Historis Rimmel

Pentingnya peran Rimmel dapat diringkas dalam beberapa poin:

1. Usia yang Sangat Tua

Didirikan pada tahun 1834, merek ini mendahului banyak perusahaan kosmetik modern terkenal hingga puluhan tahun.

2. Memopulerkan Maskara

Karya Eugène Rimmel berkontribusi pada pengembangan dan popularisasi kosmetik mata modern.

3. Demokratisasi Kosmetik

Perusahaan ini secara historis menekankan pada pembuatan produk kecantikan yang dapat diakses di luar kalangan elit mewah.

4. Menghubungkan Kosmetik dengan Budaya Populer

Identitas London, asosiasi mode, kampanye selebritas, dan pemasaran berbasis tren membantu menjadikan riasan sebagai bagian dari ekspresi budaya sehari-hari.

5. Menjadikan London sebagai Aset Merek Kecantikan

Alih-alih sekadar mengklaim “Dibuat di London”, Rimmel membangun sebagian besar identitasnya di sekitar gagasan tentang London itu sendiri.

Rimmel Hari Ini

Hingga tahun 2026, Rimmel tetap menjadi merek Consumer Beauty di bawah Coty dan terus mengembangkan riasan pasar massal, dengan peluncuran terkini yang mencakup produk kompleks, maskara, produk bibir, primer, pengunci riasan, dan kosmetik berwarna lainnya.

Posisi merek kontemporernya terus berpusat pada ekspresi diri dan identitas London, sementara pengembangan produknya menekankan tuntutan konsumen modern seperti ketahanan lama, anti-transfer, hidrasi, dan multifungsi.

Komunikasi Coty pada tahun 2026 juga terus mengidentifikasi Rimmel sebagai salah satu merek Consumer Beauty-nya, menandakan bahwa merek ini tetap menjadi bagian aktif dari portofolio kosmetik global perusahaan.

Linimasa

1834 — Eugène Rimmel dan ayahnya mendirikan House of Rimmel di London.

Abad ke-19 — Rimmel mengembangkan parfum, kosmetik, produk kebersihan, dan riasan mata pionir.

Akhir abad ke-19 — Nama Rimmel menjadi sangat identik dengan maskara.

Abad ke-20 — Rimmel berevolusi menjadi merek kosmetik yang lebih luas.

Akhir abad ke-20 / awal abad ke-21 — Merek ini semakin diasosiasikan dengan riasan modis terjangkau dan London Look.

Abad ke-21 — Rimmel memperluas kehadiran globalnya dan mengembangkan kampanye pemasaran besar bertema individualitas dan ekspresi diri.

2020-an — Merek ini menekankan inklusivitas, eksperimentasi, posisi bebas uji hewan, dan riasan untuk kehidupan sehari-hari.

2026 — Rimmel terus beroperasi di bawah Coty sebagai merek Consumer Beauty global, dengan produk baru untuk wajah, mata, bibir, dan persiapan riasan.

Ringkasan

Rimmel London adalah merek kosmetik Britania yang didirikan di London pada tahun 1834 oleh Eugène Rimmel dan ayahnya. Awalnya merupakan rumah parfum dan kosmetik, merek ini menjadi penting secara historis karena merintis dan mempopulerkan maskara serta produk kecantikan terjangkau lainnya. Selama hampir dua abad, Rimmel bertransformasi menjadi merek riasan pasar massal internasional yang identitasnya mengakar kuat pada London. Kini, sebagai bagian dari Coty, fokus utamanya adalah kosmetik berwarna dan pemosisian riasan sebagai bentuk ekspresi diri individu, bukan definisi kecantikan yang kaku. Kepribadian modernnya memadukan budaya London, eksperimentasi, keterjangkauan, mode, inklusivitas, dan individualitas, menjadikan Rimmel salah satu merek warisan yang paling mudah dikenali dalam industri kosmetik pasar massal global.

References

Profil ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau sebelum dipublikasikan. Cara kami menggunakan AI

Brand terkait